• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG BOUTIQUE LAYOUT DENGAN KEPUTUSAN MEMBELI KONSUMEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG BOUTIQUE LAYOUT DENGAN KEPUTUSAN MEMBELI KONSUMEN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TENTANG BOUTIQUE lAYOUT

DENGANKEPUTUSAN MEMBELIKONSUMEN

Oleh: DHANY HIDAYAH ( 01810279 )

Psychology

Dibuat: 2007-04-17 , dengan 3 file(s).

Keywords: Persepsi Tentang Boutique Layout, Keputusan Membeli

Perkembangan retail di Indonesia yang sangat pesat membuat retailer berlomba-lomba untuk membuat suatu boutique layout yang cantik. Mereka mencoba mencari cara bagaimana menarik konsumen sebanyak-banyaknya agar membeli di toko mereka. Pangsa pasar di Indonesia yang mumpuni sangat prospektif bagi para pedagang eceran untuk mengembangkan usahanya.

Meskipun segi ekonomi di Indonesia masih belum stabil, tapi tidak menyurutkan para konsumen untuk membelanjakan uangnya. Hal ini berkaitan dengan keputusan membeli konsumen. Para konsumen mempuyai motif dalam pengambilan keputusan misalnya kebutuhan untuk hidup, kemewahan, dan lain-lain. Kecenderungan konsumen di Indonesia yang lebih mengutamakan gengsi, memacu gerak retail untuk lebih maju. Maka, persepsi tentang suatu boutique layout yang positif dari konsumen sangat dibutuhkan oleh para retailer.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang boutique layout dengan keputusan membeli konsumen.

Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berada di Toko Busana Muslim Az-Zahra Matos, selanjutnya subjek dijadikan sampel dalam penelitian ini dengan teknik accidental

sampling, penentuan sampel secara kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu sebagai

sumber data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala yaitu skala persepsi tentang boutique layout dan skala keputusan membeli konsumen.

Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan korelasi product moment person yang mana perhitungan analisa data juga dapat menggunakan komputer yaitu program SPSS versi 12, 00

Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa nilai r adalah -0,280 dan P sebesar 0,005 yang berarti ada hubungan negatif antara persepsi tentang boutique layout dengan keputusan membeli konsumen. Kemudian dari hasil perhitungan koefisien korelasi determinasi diperoleh 0,07 atau sebesar 7 % yang menandakan sumbangan efektif persepsi tentang boutique layout terhadap keputusan membeli sebesar 7 % sedangkan sisanya 93 % disebabkan faktor lain

Abstract

(2)

more advanced motion. Thus, the perception of a boutique layout positive from consumers is needed by the retailer.

The goal of this research is to investigate the relationship between perception of the boutique layout with consumer buying decisions.

Population in this research is that consumers who are in Muslim Clothing Store Az-Zahra Matos, then the subject as a sample in this study by accidental sampling technique, sample

determination by chance that anyone who by chance meets and can be used as a sample, if the person is deemed coincidence found it as a data source. Data collection techniques used were a scale of perceptions about the boutique scale layout and scale of consumer buying decisions. Data analysis technique used is to use the product moment correlation calculations person which data analysis can also use the computer program SPSS version 12, 00

Referensi

Dokumen terkait

Sumbangan efektif persepsi terhadap risiko memberikan pengaruh terhadap intensi membeli sepeda motor Cina sebesar 32,1 % sedangkan sisanya sebesar 67, 9 % ditentukan oleh

Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kualitas barang dengan perilaku membeli batik tulis Lasem di

Semakin positif persepsi individu terhadap interior toko maka semakin tinggi intensi membeli produk, semakin negatif persepsi interior tokonya maka semakin rendah intensi

Dari analisa data diperoleh r = 0,316 dan P = 0,004, yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi pembelian kendaraan bermotor secara kredit

Wahyuliati (2008) melakukan penelitian tentang Hubungan Antara Persepsi Point of purchase (POP) Dengan Keputusan Membeli Konsumen, hasil yang diperoleh dari penelitian ini

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah persepsi pada tata ruang supermarket mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli barang.. Ada perbedaan antara pencahayaan

Pengaruh Persepsi Kualitas Produk Dan Desain Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Honda Beat, Cucuk Fajar Ari Susandi, 070210391003, 2013,

Pengambilan keputusan membeli pada konsumen sangat dipengaruhi oleh merek yang terkenal dan terpercaya karena kualitas produk yang dipasarkan. Bagi setiap konsumen yang