• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Mutu dalam Industri Perikanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Mutu dalam Industri Perikanan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Mutu dalam Industri Perikanan│223

MANAJEMEN MUTU DALAM INDUSTRI PERIKANAN

Tri Wiji Nurani

PENDAHULUAN

Pentingnya Manajemen Mutu dalam Industri Perikanan

Pada era perdagangan bebas hambatan non tarif dapat menjadi hambatan

besar bagi produk perikanan Indonesia untuk memasuki pasar ekspor.

Hambatan non tarif, utamanya pada kualitas produk yang tidak memenuhi

standar kualitas yang ditetapkan negara importir. Penerapan sistem manajemen

mutu pada kegiatan usaha penangkapan ikan mendesak untuk segera dilakukan

dalam upaya mewujudkan jaminan mutu dan keamanan produk-produk

perikanan.

Pada beberapa tahun terakhir terjadi perubahan paradigma dalam sistem

pengawasan mutu produk makanan termasuk produk ikan. Hal ini didasarkan

pada kenyataan bahwa sistem pengawasan yang terlalu menekankan pada

pengawasan produk akhir (end product inspection) gagal untuk menjamin mutu

dan keamanan makanan yang lebih baik sesuai dengan tuntutan konsumen.

Sebagai gantinya berbagai negara mengembangkan sistem yang bisa mencegah

dan mendeteksi secara dini masalah-masalah yang timbul selama proses

produksi (preventive measure).

Standar untuk keamanan pangan (food safety) yang dirumuskan oleh

Codex Alimentarius Comm. dan secara internasional telah diakui adalah sistem

mutu Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP). Sistem mutu HACCP

merupakan sistem yang dikembangkan dengan prinsip dimana pengawasan

mutu dilakukan secara sistematis, terpadu sejak dari awal sampai produk siap

dikonsumsi. Perkembangan terakhir, sistem mutu HACCP merupakan syarat

yang harus dipenuhi oleh semua perusahaan perikanan yang akan melakukan

ekspor produknya ke Amerika dan Uni Eropa.

Sistem mutu untuk produk perikanan di Indonesia telah diatur dalam

Undang-Undang (UU) No.9 tahun 1985 tentang Perikanan, yang diperbaharui

(2)

224 | Manajemen Mutu dalam Industri Perikanan

mutu telah diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian No.41/Kpts/IK.210/1998,

selanjutnya melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan

No.01/Men/2002 tentang Sistem Manajemen Mutu Terpadu Hasil Perikanan.

Persyaratan mengenai jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan diatur

melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor KEP.

01/MEN/2007. Pada Kepmen tersebut telah tersirat dengan jelas persyaratan

jaminan mutu dan keamanan pangan produk-produk perikanan, mulai dari

proses produksi, pengolahan dan distribusi.

Keberpihakan pemerintah akan pentingnya mutu produk perikanan

melalui kebijakan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan,

haruslah ditindaklanjuti melalui implementasi penerapan sistem mutu dalam

aktivitas industri perikanan. Pada bidang perikanan khususnya perikanan laut,

pemahaman mengenai kualitas produk perikanan oleh para pelaku masih

rendah. Harapan ke depan orientasi kegiatan industri perikanan bukanlah pada

peningkatan upaya pemanfaatan sumberdaya ikan secara kuantitaf, melainkan

dari sisi kualitas lebih penting untuk diutamakan.

Hasil-Hasil Penelitian Terkait dengan Manajemen Mutu di Industri Perikanan

Permasalahan kualitas ikan tidak saja merupakan tanggungjawab bagian

prosesing. Upaya untuk pengendalian kualitas ikan dari produk perikanan laut,

dimulai dari proses penangkapan ikan, penanganan di atas kapal, penanganan di

pelabuhan perikanan, dan selama distribusi transportasi ke tangan konsumen.

Beberapa penelitian terkait dengan sistem dan manajemen mutu di

industri perikanan telah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa pada Departemen

Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Institut Pertanian Bogor untuk penyusunan skripsi, tesis, disertasi, maupun

publikasi di jurnal ilmiah. Beberapa hasil dari penelitian dan publikasi yang telah

dilakukan dipaparkan pada bagian berikut.

Nurani et al. (1997) melakukan penelitian tentang usaha perikanan

longline tuna beku sashimi dan kemungkinan pengembangannya. Hasil

penelitian menyatakan bahwa, komposisi kualitas hasil tangkapan longline

adalah 40% kualitas ekspor, 40% reject dan 20% non tuna. Jenis dan ukuran ikan

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa mampu mengaplikasikan konsep dasar keamanan dasar keamanan yang meliputi higiene dan sanitasi pangan mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, distribusi

Mahasiswa mampu menangani masalah keamanan pangan yang meliputi higiene dan sanitasi pangan mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, distribusi sampai ke konsumsi;

Dalam rangka penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 52a/KEPMEN-KP/2013

Dalam rangka menyelesaikan studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Regulasi Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan

Pertanian adalah "Mendukung terwujudnya jaminan mutu dan keamanan pangan hasil pertanian secara efektif dan efisien untuk meningkatkan daya saing produk pertanian

Konsistensi penerapan pengendalian official control Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada unit kerja lingkup Otoritas Kompeten

Menghitung ∑ unit kerja/instansi (KKP dan Non KKP) yang menerapkan pengendalian Sistem Jaminan Perkarantinaan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan sesuai persyaratan

Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian kelautan dan Perikanan salah satu tugasnya adalah menjamin mutu dan kesehatan produk