• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Persepsi Dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Merek : Studi Kasus Kartu Seluler Jenis GSM Prabayar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Pengaruh Persepsi Dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Merek : Studi Kasus Kartu Seluler Jenis GSM Prabayar"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN MEREK

(Stu di Kasus Kartu Scluler Jenis GSM Prabayar)

Oleh:

Afrian Basril

NIM: 103081029175

dari ; ." ... 0 . . . . セAゥ@

'fL.1!. /)

l {(")

t1 ()71

" : ·V· .. セ@ .. >r. .. :L: .. c ... , ... ,,,,,,,,,

I\'o. h1duh · Jr:-i.f. I). e-. . .£1.

G

.

.. l/Cvj"wv·-c,,,·?t>: ... <"'

kh1sii'ikt·:,1,i ... (J ,. 2>

JURUSAN M.Ai'IAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(2)

セMLエ[L@ .. ,,,.1,,..\

I

'

PEF'<PUi'!"rAFt1.·.''1\'

LllN SYAHID ,l/\f<Af<\):p:·

l'".'

Gセャ@

MセMMMMMNN@

..

_

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN MEREK

{Studi Kasus Kartu Seluler Jenis GSM Prabayar) Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial

Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar s。セェ。ョ。@ Ekonomi

Pembimbing I

セaO@

J'

セ@

Dr. Yahya Hamzah, MM

NIP. 130 676 '.>34

Oleh: Afrian Basril 103081029175

Dibawah Bimbingan

Pembimbing II

セセlZ@

{ Cut Erika Ananda :atimah, SE, MT1A

NIP.

JURUSAN MANAJE!\IEN

FAKULTAS EKONO!\Il DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SY ARIF HIDAY ATULLAH JAKARTA

(3)

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMILIHAN MEREK

(Studi Kasus Kartu Seluler Jenis GSM Prabayar) Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial

Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Pembimbing I

Dr. Yahya Ham:>:ah, l'v1M NIP. 130 676 334

Oleh: Afrian Basril

103081029175

Dibawah Bimbingan

Pembimbing II

I

Cut Erika Ananda Fatimah, SE, MBA NIP.

Penguii Ahli

NIP. 150317955

JURUSAN MANA.JEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS ISLAM: NEGERI SY ARIF HIDA YATULLAH JAKARTA

(4)

Hari ini Rabu Tanggal 20 Bulan Juni Tahun Dua Ribu Tujuh telah dilakukan Ujian Komprehensif atas nama Afrian Basril NIM: I 03081029175 dengan judul Skripsi

"ANALISIS PENGARUH PERSEPSI .DAN PREPERENSI

KONSUMEN TERHA.DAP KEPUTUSAN PEM'TLIHAN MERE!(

(Studi Kasus Kartu Seluler Jenis GSM Prabayar).

Memperhatikan kemampuan mahasiswa tersebut selama ujian berlangsung, maka skripsi ini sudah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada JurusaP. Manajemen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.

Tim Pengnji Komprehensif

Prof. Dr. Abdul Hamid, MS

NIP. 131474891 Ke tu a

Jakarta, 20 Juni 2007

Heryanto, SE, MSi

NIP. 131569931 Sekretaris

Prof. Dr. Ahmad Rod n' lVJM

NIP.150317955

(5)

Nama

Tempat!Tanggal Lahir Jenis Kelamin

Agama

Kewarganegaraan Alam at

Telepon Email

DAFT AR RIWAYAT HIDUP

: Afrian Basril Chaniago : Padang I 29 April 1984 : Laki-laki

: Islam : Indonesia

: JI. Kerta Mukti Gg. H.Nipan No. 128 J, Pisangan Ciputat Tangerang Banten.

: 021-99940444

: afrian [email protected]

PENDIDIKAN FORMAL

• SD Baiturrahmah, Padang : Lulus Tahun 1995 : Lui us Tahun 200 I : Lulus Tahun 2008 • PM. dセイオウウ。ャ。ュ@ Gontor, Ponorogo

• UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

PELATIHAN ATAUTRATh'ING

• Latihan Kader 1 HMI Cabang Ciputat, Puncak Tahun 2004

• Lingkar Studi Alesi Demokrasi Untuk Indonesia, Puncak Tahun 2004 • Public Relation Short Course - BEM FD! UIN Jakarta Tahun 2005 • Pelatihan Penelitian - BEM FD! UIN Jakarta Tahun 2005

• Latihan Kepemimpinan - ADKASI Jakaita Tahun 2007 • Latihan Menembak - Sekolah Kepolisian Negara Lido 2007 • OutWard Bound - Sekolah Kepolisian Negara Lido 2007

Jakarta, Maret 2008

(6)

ABSTRACT

By A frian Basril

Tl1e purpose of this research is to know about the influence of the consumer perception and preference both simultaneously and partially to the cellular simcard type GSM prepaid. In this research, primary data acquired from the field research with the research object are cellular simcard type GSM prepaid users in Ciputat area and the secondary data which can support the research it self. To know the influence of a independent variable and to the dependent variable, this research used multiple linear regression analysis in SPSS 13 for windows. Based on multiple linear regression analysis, found that the variable of a consumer perception and preference both simultaneously and partially, have a significar.t influence to the brand. With the R square (:F) 39,9%, showing that perception and preference of a consumer could influence the brand, while the rest around 60, I% determined by others variable which is not known and not include in this regression analysis.

(7)

ABSTRAK

Analisis Pengaruh Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Merek

Oleh Afrian Basril

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara simultan maupun parsial dari persepsi dan preferensi konsumen terhadap keputusan pemilihan merek kartu seluler jenis GSM prabayar. Pada penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh dari riset lapangan dengan objek penelitian pengguna kartu seluler jenis GSM prabayar diwilayah Ciputat serta data sekunder yang dapat mendukung penelitian. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan analisis regresi linier berganda pada SPSS 13 for windows. Berdasarkan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa variabel persepsi dan preferensi konsumen secara simultan maupun parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap merek. Dengan R square (R') 39,9%, ini menunjukkan bahwa persepsi dan preferensi konsumen dapat mempengaruhi merek, sedangkan sisanya sebesar 60, I% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisis regresi ini.

(8)

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan sehingga penu!isan skripsi ini dapat terselesaikan. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad SAW, yang telah memberikan suri tauladan kepada seluruh umat manusia menuju kepada jalan kebenaran.

Sehubungan dengan penyusunan skripsi ini, penulis telah mendapatkan bantuan baik berupa motivasi, bimbingan maupun sarana dan prasarana dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada :

l. Keluarga tercinta di Padang, Bapak Basril Zein dan Ibu Suratiti Basir yang tak kenal lelah berjuang dan berkorban untuk mernberikan yang terbaik kepada penulis. Setiap untaian doa yang beliau panjatkan merupakan sumber kekuatan bagi ananda untuk rnenjalani hidup dan mencapai masa depan, semangat, dan kasih sayang baik moril maupun materil demi kelancaran skripsi ini. Untuk kakak Riri dan Adik-adikku Handre, Ramda & Halifah, semoga tercapai cita-cita dan selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini.

2. Bapak Ors. Faisal Badroen, MBA selaku Dekan Fakultas Ekonomi clan Ilmu 3osial Universitas Islam Negeri SyarifHiaayatullah Jakarta.

3. Bapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni MM, selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

(9)

5. Kepada seluruh tenaga pengajar di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Neged Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah dengan ikhlas memberikan ilmu yang tidak ternilai.

6. Bapak Imam Wahyudi dan !bu Eva Hanifah selaku pemilik Radja Reload (distributor pengisian pulsa elektrik) yang telah banyak membantu penulis selama melakukan riset kartu seluler GSM prabayar.

7. Kepada seluruh pengguna kartu seluler GSM prabayar yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner yang sangat berguna dalam menyelesaikan skripsi ini.

8. Untuk sahabat baik Arista dan fuad yang selalu siap menemani dan memberikan semangat sampai skripsi ini dapat diselesaikan. Semoga perjuangan kita senantiasa diridhoi oleh SWT amin.

9. Buat Dida, Syifa dan teman-teman Ekonomi angkatan 2003 khususnya kelas manajemen A, terima kasih atas segala dukungan dan bantuannya yang membuat penulis yakin bahwa skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Kebersamaan kita tidak akan tergantikan semoga persahabatan ini tetap dijaga dan dipertahankan selamanya.

I 0. Untuk semua yang te!ah memberikan bantuan dan doanya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih banyak.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

(10)

DAFTARISI

Daftar Riwayat Hidup ... ..

Abstract... ii

Abstrak... ... . .. . . . ... ... ... ... .. .. . . iii

Kata Pengantar... ... ... ... ... ... ... . .. . . . ... . .. . . .. . .. . . .. 1v

Daftar Isi.... ... . .. . .. . .. . .. . .. . ... ... ... . ... ... ... ... . ... .. . .. . . .. . . .. . ... vi

Daftar Tabel. .... .. . .. . .. . .. ... . ... ... ... .. . .. ... . .. . .. .. .. .. . ... .. . . .. .. ... ... ix

Daftar Gambar.... ... ... . ... . ... ... ... ... .. . ... ... ... .... .. . .. . .. . . .. . .. . .. . .. xii

Daftar Lampiran... ... .. ... . ... ... ... ... ... ... .. . . .. . .. .. . . .. ... . ... ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... I B. Perumusan Masalah.... .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. 6

C. Tujuan dan Manfaat.... .... .. . .. .... .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persepsi I. Pengertian Persepsi.. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. 8

B. Preferensi !. Pengertian Preferensi... 16

C. Strategi Pemasaran !. Segmentasi Pasar... 20

2. Targetting.... ... ... .. .. .. .. .. .. . .. . .. . .. .... .. . .. . .. .... .. .. . .... 21

3. Positioning... .. . . . 22

4. Bauran Pemasaran.. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . 24

D. Model Perilaku Konsumen !. Karakteristik Yang Mempengaruhi Periiaku Konsumen... 27

2. Proses Keputusan Pembelian... 28

(11)

E. Merek

I. Pengertian Merek... .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ... 32

2. Manfaat Merek... 35

3. Kepercayaan Merek... .... ... 37

4. Afeksi Merek.... .... .. ... .... ... ... .... .. .... .. .... .. .. 39

F. Kerangka Pemikiran. .... . .. . .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. . .. .. . .. . . .. .. . .. . . 40

G. Penelitian Terdahulu.... ... ... .... .. .. .. .. ... .. 4 l H. Hipotesis... .. . . .. .. . .. . .. . .. . .. . . . .... .. .. . . .. . ... 44

BAB Ill METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian. ... ... .. .. . . . .. . . .. .. .. ... . .. . .. .. .. ... 45

B. Metode Penentuan Sampel.... .... .. .... . . .... . .. .. .. .. .. .. .. .. ... 45

C. Metode Pengumpulan Data... 46

D. Metode Analisis 1. Metode Analisis... .... ... .. . .. .. .. .. .... . .. . .. .. .. .. .. .... . 47

2. Uji Validitas dan Realibilitas... ... 47

3. Uji Asumsi Klasik... ... ... ... 48

4. Uji Regresi Berganda.... .... . .. .. . .. .... .. ... ... .. .. .. .. .. .. .. 51

5. Uji Hipotesis... .... ... .. . .. .... .. . .. .. . .... .... .. ... ... 53

E. Operasional Variabel... ... 54

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Pemsahaan.... ... ... ... ... 56

B. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas.. ... .. .... .. .... ... 62

C. Penemuan dan Pembahasan I. Karakteristik ResponJen... 65

2. Persepsi Konsumen... .... .. .... .. .. . .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . 67

3. Preferensi Konsumen... 81

4. Merek... 85

(12)

6. Analisis Regresi Linier Berganda ... .

7. Analisis Uji Hipotesis ... .

98

99

8. Hubungan Antara Hasil Penelitian dan Penelitian Terdahulu I 02

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan... ... .... ... .. ... .. . . .. ... . ... .. . .. . . I 03

B. Implikasi... ... ... .... 105

C. Saran... I 06

Daftar Pustaka... . . . I 07

Lampirau

A. Kuesioner Responden... . . . .. I 09

(13)

Nornor 3.1 3.2 3.3 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6

4.7

4.8

4.9

4.10 DAFTAR TABEL

Keterangan Halarnan

Skala Liker!. ... . Pedoman Untuk Memberikan lnterprestasi Koefisien Korelasi Operasional Variabel. ... . Item Total Statistics ... . Jen is Kelamin ... . Usia ... . Jen is Pekerjaan ... . Kartu seluler GSM yang digunakan memiliki jangkauan lebih luas ... . Merasa nyaman rnenggunakan kartu seluler GSM sekarang j ika dibawa kemana saja ... .

Menggunakan kartu seluler GSM s0karang karena tarifnya murah ... . Menggunakan kartu seluler GSM sekarang karena harga voucher isi ulangnya murah ... . Kualitas jaringan kartu seluler GSM yang digunakan

sekarang sesuai dengan harga voucher isi ulangnya ... . Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang sinyalnya

47

53 55 63 66

6G

67

68

68

69

70 70

kuatjika berada dimanapun.. ... .. . ... .. ... .. . .. .. 71 4.11 Fasiiitas kartu seluler GSM yang digunakan sekarang sudah

sesuai kebutuhan ... . 72

4.12 Fasilitas yang disediakan oleh kartu seluler GSM yang

digunakan sekarang dapat diakses dengan mudah ... . 72

4.13 Puas dengan layanan yang diberikan oleh kartu seluler GSM

yang digunakan sekarang... ... 73 4.14 Kartu seluler GSM: yang digunakan sekarang voucher isi ulang

dan galerinya dapat ditemukan ditempat-tempat yang mudah

(14)

4.15 Lingkungan tempat tinggal menjadi faktor pilihan menggunakan merek kartu seluler GSM sekarang. ... .... .. .. .. .. . .. . ... . 74 4.16 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang juga digunakan

oleh keluarga... 75 4.17 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang menggambqrkan

gaya hidup ... .. 76 4.18 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang memiliki

keunikan... .... .. . .. . .. .. . .... .. .. . .. . . .. .. . . .. . . 76 4.19 Menggunakan kartu seluler GSM sekarang karena nomornya

4.20 4.21 4.22

cantik... ... ... 77 Suka berganti-ganti merek kartu seluler GSM ... ..

Menggunakan lebih dari satu merek kartu seluler GSM ... .. Memilih merek kartu seluler GSM karena kebiasaan ... ..

78

78

79 4.23 Kebiasaan sehari-hari dapat merubah pilihan merek kartu

seluler GSM yang digunakan saat ini... 80 4.24 Wilayah domisili saat ini, lebih baikjika menggunakan merek

kartu seluler GSM tertentu... .... .. .... .. ... 80 4.25 Sangat puas dengan merek kartu seluler GSM yang

digunakan sekarang ... . 81 4.26 Kartu seluier GSM yang digunakan sekarang merupakan

yang terbaik... . .. .. . . .. . .. .. . .. 82 4.27 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang sudah sesuai

kebutuhan... .... 83 4.28 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang manfaatnya

sesuai dengan kemampuan yang dimiliki... .... 83 4.29 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang sesuaii dengan

apa yang diharapkan ... .

84

4.30 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang merupakan pilihan

dari setiap kartu seluler jenis GSM yang ada.... ... . .. .. .. .. .... .. 85 4.31 Merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang sudah lebih

(15)

4.32 Kecil kemungkinan mengganti merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang karena sudah menjadi piiihan sejak dulu ... 4.33 Merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang

86

memiliki reputasi baik ditengah masyarakat... 87

4.34 Menggunakan merek kartu seluler GSM sekarang karena citranya baik oleh masyarakat... 88

4.35 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang mereknya sudah terkenal... 89

4.36 Kartu seluler GSM yang digunakan sekarang mereknya dapat percaya ... . 89

4.37 Merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang warnanya menarik ... . 90

4.38 Warna menjadi faktor pilihan karena memudahkan untuk mengingat citra merek kartu seluler GSM yang digunakan ... . 91

4.39 Merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang kemasannya menarik ... . 91

4.40 Kemasan menjadi faktor pilihan menggunakan merek kartu seluler GSM sekarang ... . 92

4.41 Merek kartu seluler GSM yang digunaka11 sekarang membuat rasa bangga... 93

4.42 Merasa senang menggunakan merek kartu seluler GSM yang digunakan sekarang... ... 94

4.43 Uji Multikolinearitas... .. ... . . ... . . . .. .. .. .. . .... 96

4.44 Model Summary... 98

(16)

Nomor

2.1

2.2

2.3

2.4

2.5

2.6

2.7

4.1

4.2

DAFT AR GAMBAR

Keterangan Halaman

Proses Persepsi ... . Evaluasi Alternatif dan Pembentukan Preferensi ... . Proses Pemasaran ... . Bauran Pemasaran ... . Teori Kebutuhan ... . Tahap-tahap diantara Evaluasi Alternatif dan

12

18

24

26

28

Keputusan Pembelian... 30 Kerangka Pemikiran Penelitian ... . Normal P-Plot ... . Scatterplot Heteroskedastisitas ... .

40

95

(17)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Keterangan Hala1nan

I. Kuesioner Respo;·,den... . .. . . I 09

(18)

BABI PENDAHULUAN

A. LATAR BELAK.ANG MASALAH

(19)

Mengamati pertumbuhan bisnis seluler GSM membuat kita takjub, sebab ia berkembang sangat pesat. Kebiasaan orang Indonesia yang punya kecenderungan pamcr ikut mendorong pertumbuhan populasi ponsel di Tanah Air, terutama empat tahun terakhir. Walaupun populasi seluler masih rendah dibanding jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 2 i 0 juta.

Semakin tingginya kebutuhan komunikasi mobile menyebabkan bisnis telekomunikasi seluler menjadi lahan menarik untuk digarap di Indonesia. Saal ini di lndor.esia telah beroperasi bebcrapa operator telekomunikasi berbasis seluler. Operator-operator penyedia layanan GSM adalah Telkomsel, (dengan produknya Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As), lndosat (melalui Mentari, IM3 dan Matrix), Excelcomindo (dengan Bebas, Jempol, dan Xplor) serta pendatang baru di pasar telekmmmikasi Indonesia yaitu PT. Hutcison CP Telecommunication dengan produknya Three yang juga berbasis teknologi GSM, arus persaingan yang demikian ketat pasca deregulasi telekomunikasi mengharuskan masing-masing operator menformulasil::an strategi yang tepat untuk mempertahankan atau memperbaiki posisinya. Saat ini, persaingan antar operator terjadi dalam hal pricing, brand, cakupan wilayah jaringan, distribusi, teknologi, layanan nilai tambah, dan kualitas jaringan. Sesuai dengan umumnya produk teknologi, maka telmologi seluler juga mengikuti kaidah

(20)

oleh operator akan makin banyak dan bisa dinikmati dengan optimal oleh pelanggan. Teknologi yang terus berkembang, menjadikan munculnya berbagai layanan dan kemudahan yang bisa diberikan kepac1a para

pelanggannya. Faktor layanan dan kemudahan inilah yang akan memelihara loyalitas pelanggan pada produk operator. Ketersediaan outlet-outlet/agen-agen penjualan kartu perdana dan voucher yang luas, sehingga pelanggan mudah untuk membeli kartu atau voucher juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Juga perlu diperhatikan adalah penanganan keluhan dari pelanggan yang bisa disampaikan lewat call center maupun secara langsung ke pusat layanan pelanggan di kotanya. Kecepatan penanganan, keramahan, serta kemudahan prosedur akan membuat pelanggan makin cinta terhadap produk operator, sehingga enggan untuk berpaling ke produk lain. Kemudahan prosedur misalnya bisa diberikan pada prosedur pergantian kartu dengan nomor yang sama apabila terjadi kerusakan atau kehilangan.

(21)

akan mendapat SMS marketing yang berisi "Ada diskon 20 % di supermarket A di Mall X" atau "Ayunkan langkah anda ke lantai 3 Mall X untuk mendapatkan buku menarik di toko Z". Mungkin saat ini layanan-layanan tambahan itu belum cukup signifikan, tetapi operator akan dicap "ketinggalan" bila tidak dapat menawarkan layanan-layanan tambahan.

Sebenarnya konsekuensi logis dari belum mernta dan bagusnya layanan operutor sendiri, yang kemampuan berbeda tetapi juga menawarkan berbagai kelebihan. Seperti halnya orang memiliki kartu Halo atau Simpati dari Telkomsel karena cakupannya sangat luas, bahkan masuk ke pedesaan, tetapi masih juga belum puas dan melengkapinya dengan kartu Mentari atau XL. Dengan dua kartu prabayar tadi, ia akan menerima pa:nggilan tanpa bayar biaya SLJJ jika sedang ada di luar kota. Tetapi orang di kola pun suka melengkapi diri dengan kartu XL karena fasilitas mobBe bankingnya yang bermitra dengan BCA, bank yang punya jangkauan luas di Tanah Ait. Orang juga lalu memakai sekaligus kartu prabayar IM3, hanya karena punya ponsel berlayar wama yang bisa mengakses layanan :tv!MS (multimedia messaging service) dan GPRS (general packet radio service). Kini pun muncul kecenderungan orang membcli ponsel dengan layar warna yang berkemampuan GPRS serta MMS, walau belum l(:ntu menggunakannya. Mereka sekadar mengikuti arus dan tren mode, tidak mau ketinggalan.

(22)

produk dan layanan dengan tarif komunikasi yang kompetitif. Persaingan di pasar selular semakin ketat khususnya untuk produk kartu prabayar, para operator terus terpacu untuk memberikan yang terbaik. Meski demikian, pada akhirnya pelanggan dan calon pelanggan jugalah yang rnemutuskan produk mana yang dipilih untuk digunakan. Selain perkembangan teknologi dan pembangunan jaringan, segmentasi pasar serta inovasi produk menjadi syarat mutlak berkompetisi diindustri kartu seluler.

(23)

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian mengenai "Analisis Pengaruh Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pemilihan Merek"

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan Jatar belakang di atas, maka selanjutnya dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :

1. Apakah persepsi dan preferensi konsumen secara simultan berpengaruh terhadap merek kartu seluler jenis GSM prabayar?

2. Apakah persepsi atau preferensi yang paling dominan mempengaruhi merek kartu seluler jenis GSM prabayar?

C. TUJUAN & 1"1ANFAAT

1. Tujuan

a. Untuk menganalisis pengaruh persepsi dan preferensi konsumen terhadap merek kartu seluler jenis GSM

(24)

2. Manfaat

a. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berfikir sem. menjadi sumber ide untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara um um.

b. Sebagai bahan masukan dan analisis lebih lanjut untuk menetapkan strategi pemasaran

(25)

BAB II

TINJAUAN PUST AKA A. PENGERTIAN PERSEPSI

Dalam mempersepsikan sesuatu tentunya akan acla sesuatu hal yang dapat mempengaruhi kita, yang tentunya berada dihadapan kita dan dapat kita lihat secara langsung ataupun tidak langsung melalui panca indra, Akan ada perbedaan persepsi dari setiap pendapat yang kita tanyakan kepada orang lain berkaitan dengan objek yang sama kita lihat atau kita rasakan bila bersama orang lain. Oleh karena itu persepsi mempunyai sifot subyektif, baik dari pengalaman atau objek yang lansung kita lihat Dan perlu diperhatikan bahwa persepsi secara substansial bisa sangat berbeda dengan realitas dan hanya realitaslah yang mampu membuktikan hal itu,

Philip Kottler dan Gary Amstrong (2001:214) mendefinisikan persepsi:

"Suatu proses bagaimana seorang menyeieksi, memilih, mengatur, dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan"

(26)

Menurut William J Stanton "persepsi dapat didefinisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli

Hイ。ョァウセョァ。ョMイ。ョァウ。ョァ。ョI@ yang kita terima melalui lima inclera"

Bahwa stimulus akan membuat individu bereaksi mempengaruhi perilaku konsumen dalam suatu pasar, yaitu keputusan untuk membeli atau tidak, memilih satu merek di antara merek-merek lain yang dituntun oleh kesadaran individunya yang berasal dari apa yang diterima, dipelajari, dipercaya dan sikap terhadap keragaman produk. Menurut Fitz Roy (1976), persepsi adalah penilaian individu mengenai kesamaan dan ketidaksamaan di antara seperangkat objek.

Seperti yang Persepsi dalam Psikologi diartikan sebagai salah satu perangkat psikologis yang menandai kemampuan seseorang untuk mer.genal dan memaknakan sesuatu objek yang ada di lingkungannya. Menurut Scheerer persepsi adalah representasi phenomenal tentang cbjek distal sebagai hasil dari pengorganisasian dari objek distal itu sendiri, medium <lan rangsangan proksinai (Salam; 1994), Dalam perscpsi dibutuhkan adanya objek atau stimulus yang mengenai alat indera dengan perantaraan syaraf sensorik, kemudian diteruskan ke otak sebagai pusat kesadaran (proses psikologis). Selanjutnya, dalam otak terjadilah sesuatJ proses hingga individu itu dapat mengalami persepsi (proses psikologis).

(27)

ditentukan baik oleh kondisi perangsang maupun oleh faktor-faktor organisme. Dengan alasan sedemikian, persepsi mengenai dunia oleh

pribadi-pribadi yang berbeda juga akan berbeda, karena setiap individu menanggapinya berkenaan dengan aspek-aspek situasi tadi yang mengandung arti khusus sekali bag! dirinya (Chaplin, J.P; 1999).

Proses pemaknaan yang bersifat psikologis sangat dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan dan lingkungan sosial secara umum. Sarwono mengemukakan bahwa persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan cara berpikir serta keadaan perasaan atau minat tio.p-tiap orang sehingga persepsi seringkali dipandang bersifat subjektif. Karena itu tidak mengherankan jika seringkali terjadi perbedaan paham yang disebabkan oleh perbedaan persepsi antara 2 orang terhadap I ッエセ・ォN@ Persepsi tidak sekedar pengenalan atau pemahaman tetapi juga evaluasi bahkan persepsi juga bersifat inferensional (menarik kesimpulan) (Sarwono, 1983).

(28)

ini dapat mencakup banyak hal, dapat terdiri dari (a) orang atau orang-orang berikut ciri-ciri, kualitas, sikap dan perilakunya, (b) persitiwa-peristiwa sosial dalam pengertian peristiwa-peristiwa yang melibatkan orang-orang, seora langsung maupun tidak langsung, norma-nomrn, dan lain-lain (Istiqomah, dkk, 1988).

Penelitian lain menunjukkan bahwa proses persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar dari masa lain, harapan dan preferensi (Bartol &

Bartol, 1994). Terkait dengan persepsi sosial, Istiqomah menyebutkan ada 3 hal yang mempengaruhi, yakni I) variabel obyek-stimulus, 2) variabel latar atau suasana pengiring keberadaan obyek-stimulus, dan 3) variabel diri preseptor (pengalaman, intelegensia, kemampuan menghayati stimuli, ingatan, disposisi kepribadian, sikap, kecemasan, dan pengharapan) (lstiqomah, dkk, 1988).

Ada tiga dimensi yang terkait dengan persepsi, menurut Osgood tentang konsep di.ferensial semantik menjelaskan tiga dimensi dasar yang terkait dengan persepsi, yakni evaluasi (baik-buruk), potensi (kuat-lemah), dan

aktivitas (aktif-pasif). Menurutnya evaluasi merupakan dimensi utama yang mendasari persepsi, disamping potensi dan aktivitas (David 0 Sears, et. al,

1994).

(29)

manusia menerima sensory factors, yang kita kenal dengan panca indera.

Untuk lebih jelasnya kita Ii hat pada gambar bagian bagaimana proses persepsi

terjadi, dimana stimuli ditangkap '.llelalui indera (sensasi) dan kemudian

diproses oleh penerima stimuli (persepsi) .

Stimuli

. 1 Sens

• Penglihatan

as1

• Suara •Bau

• Rasa

-

Indera +

•Texture Penerima

Tanggapan

Perhatian

セ@

[ lnte1 pretasi [image:29.595.96.490.180.543.2]

Persepsi

Gambar 2.1

Proses Persepsi (Perseption)

Sumber : Michael R Solomon (1996). "Cansumen Behavior"

Studi mengenai persepsi yang berkaitan dengan pemahaman dari apa

yang kita tambahkan atau kita kurangi dari input yang kita terima untuk

menghasilkan gambaran pribadi kita mengenal dunia. Dengan kata lain,

persepsi berkaitan dengan bagaimana kita melihat dunia di sekitar kita. Stimuli

atau stimulus merupakan bentuk fisik, visual, atau komunikasi verbal yang

dapat mempengaruhi individu. Stimuli terdiri dari dua bentuk:

a. Stimuli Pemasaran

Stimuli pemasaran adalah setiap komunikasi atau stimuli fisik yang

didesain untuk mempengaruhi konsumen. Produk dan

komponen-komponen (seperti kemasan, isi, ciri fisik) adalah stimuli utama (primary

(30)

adalah stimuli tambahan (secondmy stimulis) yang mempresentasikan produk seperti kata-kata, gambar, dan symbol atau melalui stimuli lain yang diasosiasikan dengan produk seperti harga, toko, tempat produk dijual dan pengaruh sales.

Pemaparan yang konstan dari seconda1y stimulus terhadap konsumen akan sangat dibutuhkan untuk tetap ikut dalam persaingan pasar. Iklan yang ditayangkan secara エ・イオウMュセョ・イオウ@ bukan bertujuan untuk memperoleh keuntungan secara langsung, melainkan untuk membujuk agar konsumen bersedia untuk melakukan pembelian kembali. Oleh karena itu penentu akhir pada tindakan konsumen dimasa mendatang adalah pengalaman dengan menggunakan produk ((primary stimulus)

Persyaratan kunci yang diperlukan dalam komunikasi stimuli sekunder pada konsumen adalah pengembangan konsep produk yang dapat diarahkan pada kebutuhan yang didefinisikan pada kelompok konsumen melalui pesan, simbol, dan citra.

b. Stimuli Lingkungan (Sosial dan Budaya)

Stimuli lingkungan adalah stimuli fisik yang didesain untuk mempengaruhi keadaan lingkungan. Ada dua faktor kunci yang menentukan stimuli akan dirasakan dan bagaimana stimuli itu dipersepsi. I. Karakteristik stimulus yang mempengaruhi persepsi

(31)

elemen indrawi (cencory element) dan elemen stmkturan (struktural elemen)

2. Karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi

Persepsi seseorang konsumPn atas berbagai stimulus yang diterimanya dipengaruhi oleh karakteristik yang dimilikinya. Ada lima karakteristik konsumen yang mempengaruhi persepsi yaitu:

a. Membedakan Stimulus

Hal yang penting bagi pemasar adalah rnengetahui bagaimana konsumen bisa mengetahui clan membedakan merek berdasarkan rasa, wama, bau atau yang iainnya. Pada kenyataannya banyak konsumen yang membedakan merek berdasarkan rasa, tapi ada juga konsumen yang merasa kesulitan rnembedakan merek berdasarkan rasa atau bau. Maka para pemasar sering rnenggunakan iklan agar konsumen mampu membedakan merek. b. Tingkat Ambang Batas

Kemampuan konsumen untuk mendeteksi perbedaan dalam suara, cahaya, bau, atau stimuli lainnya yang ditentukan oleh tingkat ambang batasnya (treshold level). Ada dua jenis treshold level

yaitu absolute threshold level dan differential threshold level. Absolute threshold level adalah jumlah rangsangan minimun yang

dapat dideteksi oleh indrawi. Sedanglrnn differential threshold level

(32)

c. Persepsi Bawah Sadar

Para pemasar selalu berusaha dan menekankan pada penciptaan iklan atau pesan yang dideteksi atau bisa disadari oleh konsumen. Artinya para pemasar berusaha menciptakan pesan diatas tingkat ambang batas kesadaran konsumen. Para peneliti menemukan bahwa konsumen sebenarnya mampu memberikan respon atas informasi atau pesan yang datang pada bawah sadarnya. Artinya pada saat konsumen dirangsang oleh iklan atau pesan sebenarnya konsumen tidak menyadari akan keberadaan iklan atau pesan tersebut.

d. Tingkat Adaptasi

Tingkat ambang batas ini merupakan salah satu konsep yang berkaitan erat dengan ambang batas absolute, dimana konsumen sudah merasa terbiasa dan tidak lagi mampu memperhatikan stimulus, maka itu pula absolute thresold berubah. Tingkat adaptasi terjadi ketika konsumen tidak lagi memperhatikan stimulus yang berulang-ulang.

e. Generalisasi Stimulus

(33)

generalisasi terjadi ketika konsumen melihat dari dua stimulus atau lebih mempunyai kesamaan (mempunyai hubungan yang dekat) dan saling mempengaruhi satu dengan y3ng lainnya.

B. PENGERTIAN PREFERENSI

Sedangkan preferensi adalah seperangkat objek yang dinilai sesufli atau mendekati kesesuaian dengan persyaratan yang dikehendaki oleh konsumen. Konsep utamanya adalah menggunakan garnbar secara geometrik. Konsep ini mengasumsikan bahwa seperangkat stimuli yang diterima, seperti merek, produk, harga dan lainnya dapat disajikan dalam bentuk titik dalam suatu peta atau ruang multidimensi (Titis Shinta:2005)

Preferensi juga diartikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk barang atau jasa yang dikonsumsi. Kotler (2002) berpendapat bahwa preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai piiihan produk atau jasa yang ada. Dengan demikian teori preferensi dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan bagi konsumen, misalnya bila seseorang ingin mengkonsurnsi atau menggunakan sebuah produk atau jasa dengan sumberdaya terbatas malca ia harus rnemilih alternatif sehingga nilai guna atau utilitas yang diperoleh mencapai optimal (Sri H8rtoyo:2006:4)

(34)

menimbulkan daya tarik pertama yang dapat mempengaruhi konsumen. Penilaian terhadap produk dan jasa menggambarkan sikap konsumen terhadap pcoduk atau jasa tersebut, sekaligus dapat mencerminkan perilaku konsumen dalam menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa (Sri

Hartoyo:2006:4)

(35)

memperhitungkan atribut harga sebagai yang utama. Ketiga, konsumen mengembangkan sejumlah kepercayaan tentang letak produk pada setiap atribut. Sejumlah kepercayaan mengenai merek tertentu disebut kesan merek. Keempat, tingkat kepuasan konsumen terhadap produk akan beragam sesuai dengan perbedaan atribut. Misalnya, seseorang menginginkan besarnya gambar telivisi. Maka, kepuasan tertinggi akan diperoleh dari telivisi paling besar dan kepuasan terendah dari telivisi paling kecil. Dengan kata lain, semakin besar ukuran televisi, maka kepuasan juga semakin besar. Kelima, konsumen akan sampai pada sikap terhadap merek yang berbeda melalui prosedur evaluasi. Proses evaluasi yang dimaksud adalah aturan kompensasi dan bukan kompensasi.

Faktor-faktor pertimbangan セ@

(criteria evaluatif)

Alternatif-alternatif yang

,...

dipertimbangan

Tiugkat

kepentingan

r-criteria evaluatif

Evaluasi alternatif pad a setiap kriteria

_J

Model yang

}-+

I

digunakan

Gambar2.2

Preferensi

Merek

セMMMMセ@

Evaluasi Alternatif dan Pembentukan Preferensi

[image:35.595.91.463.215.583.2]
(36)

C. STRA TEGI PEMASARAN

Ada berbagai macam pendapat tentang strategi pemasaran yang dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain:

Tull dan Kahle (1990:9), dalam Fandy Tjiptono, menyatakan strategi pemasaran adalah merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan dengan mengembangkan keunggulan bersaing secara berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk rnelayani pasar sasaran tersebut

(Philip Kotler 1997:2), Strategi pemasaran adalah logika pemasaran dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan dapat mencapai sasaran pemasarannya. Meliputi pengambilan keputusan biaya pernasaran perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pernasaran.

Suategi pemasaran merupakan faktor yang bisa dikendalikan oleh pemasar daiam usahanya untuk menginformasikan dan mempengaruhi konsumen. Variabel produk, harga, promosi, disrtibusi (marketing mix) dan pada akhimya menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, untuk membahas perubahan positioning suatu merek, maka sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu strategi pemasaran modern. Strategi pemasaran modern terdiri atas tiga tahap, yaitu : segmentasi pasar,

(37)

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar, yaitu pembagian pasar pada kelompok-kelompok pembeli menurut perbedaan keinginan. karakteristik, tingkaii laku yang mungkin memerlukan pemisahan produk dan bauran pemasaran tersendiri, atau dengan kata lain membagi pasar yang sifatnya heterogen menjadi kelompok-kelompok pasar yang sifatnya homogen.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam segmentasi pasar adalah : l. Mengidentifikasi Karakteristik dan Kebutuhan Pasar

Dengan melakukan penelitian pemasaran, pemasar dapat memperoleh informasi tentang karakteristik dan kebutuhan ォッョウオュQセョ@ untuk melakukan segmentasi pasar. Berdasarkan infonnasi yang diperoleh pemasar, maka pasar potensial dapat dikategorikan dengan empat cara :

a. Segmentasi geografis, pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda seperti negara, wilayah, propinsi, kola, atau lingkungan rumah tangga.

b. Segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. c. Segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi kelompok yang

(38)

d. Segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan mereka terhada!) suatu produk.

2. Menganalisis Pasar Potensial

Langkah selanjutnya dalam membagi pasar adalah menganalisis potensi penjualan, potensi permintaan, kekuatan pembelian, dan potensi keuntungan. Dengan memahami potensi pasar, maka pemasar dapat menentukan seberapa jauh pasar yang dituju mampu menyerap produk. Pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar yang efektif:

a. Dapat dukur: Ukuran, daya beli, clan profil segmen dapat diukur. b. Menguntungkan: Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk

dilayani.

c. Mudah diperoleh: Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif. d. Dapat dibedakan: Segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda.

e. Dapat dilaksanakan: Program-program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.

2. Targetting

(39)

mengevaluasi segmen pasar serta menyeleksi segmen pasar tersebut, dalam menetapakan target pasar perusahaan harus mempertimbangkan lima pola pemilihan target pasar seperti :

a. Konsentrasi segmen tunggal, merurakan konsentrasi hanya pada satu segmen saja seperti pasar mobil kecil

b. Spesialisasi selektif, perusahaan memilih sejumlah segmen vang dianggap berpotensi dan menarik.

c. Spesialisasi produk, perusahaan berkonsentrasi da.lam menghasilkan produk

tertentu yang dijual ke beberapa segmen.

d. Spesialisasi pasar, perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.

e. Cakupan seluruh pasar, ーセイオウ。ィ。。ョ@ berusaha melayani seluruh kelompok pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan

3. Positioning

(40)

penciptaan suatu usulan nilai yang terfokus pada pasar, suatu pernyataan sederhana yang jelas mengapa pasar sasaran harus membeli produk itu.

Strategi penetapan posisi yang berbeda : a. Penetapan Posisi Berdasar Atribut

Perusahaan memposisikan diri menurut atribut, seperti ukuran, lama keberadaannya.

b. Penetapan Posisi Berdasar Manfaat

Produk diposisikan sebagai pemimpin berdasar manfaat tertentu. c. Penetapan Posisi Berdasar Penggunaan atau Penerapan

Memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah penggunaan atau penerapan.

d. Penetapan Posisi Berdasar Pemakai

Memposisikan produk sebagai yang terbaik bagi sejumlah kelompok pemakai.

e. Penetapan Posisi Berdasar Pesaing

Produk memposisikan diri sebagai lebih baik daripada pesaing tertentu. f. Penetapan Posisi Berdasar Kategori produk

Produk diposisikan sebagai pemimpin pada kategori produk tertentu. g. Penetapan Posisi Berdasar Mutu atau Harga

(41)

Segmentasi

• Mengidentifi

-kasi dasar

segmentasi pasar. • Mengemban

gkan profil dari hasil segmentasi.

r

-Targetting

• m・ョァ・ュ「セョ@

-glean ukuran dari beragam segmen. • Menyeleksi

target segmentasi.

r

-Gambar 2.3 Proses Pemasaran

Positioning • Mengembangkan

positionii1g untuk masing-masing target segmentasi. • Mengembangkan

marketing mix.

Sumber : Bilson Simamora (2003) "Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel"

4. Bau ran Pemasaran (Marketing Mix)

[image:41.595.96.464.72.527.2]
(42)

a. Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan oleh individu, rumah tan3ga maupuri organisasi ke dalam pasar untuk diperhatikan, digunakan, dibeli maupun dimiliki.

b. Harga

Harga adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk. Biasanya, harga dihitung dengan nilai uang. Menetapkan harga sembarangan mudah. Yang tidak mudah adalah menetapkan berapa harga yang tepat, yaitu tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal di mata konsumen, masih memberikan keuntungan bagi perusahaan dan tidak menjadi kelemahan perusahaan di mata pesaing.

c. Tempat

Esensi dari istilah tempat dalam bauran pemasaran adalah menyediakan produk kepada konsumen pada tempat yang tepat, kualitas yang tepat, dan jumlah yang tepat. Tempat yang dimaksud adalah dimana konsumen

biasanya membeli produk tersebut. d. Promosi

(43)

PROMOS! • Sasaran

Pesan

Anggaran

Metode

[image:43.595.94.470.80.524.2]

POSISI Y4.NG DIINGXNKAN

Gambar 2.4 Bat:ran Pemasaran

TEMPAT • Saluran Cakupan pasar

Assortmen

Lokasi

Persediaan

Transportasi Logistik

Sumber : Bilson Simamora (2003) "Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel"

D. MODEL PER1LAKU KONSUMEN

Konsumen membuat banyak keputusan pembelian setiap hari, kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan pembelian konsumen secara lebih detail. Mereka ingin menjawab pertanyaan tentang apa yang konsumen

0

(44)

akan memberi tanggapan terhadap tampilan produk, harga, dan daya tarik iklan yang beraneka ragam memiliki keunggulan atas pesaing-pesaingnya.

l) Karakteristik Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumeu a. Faktor Kebudayaan

Faktor-faktor kebudayaan memiliki pengaruh yang paling luas dan yang paling dalam pada perilaku konsumen. Para pemasar perlu memahami peran yang dimainkan budaya, sub budaya, dan kelas sosial konsumen. b. Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti Kelompok kecil, Keluarga, <lan Peran dan Status sosial konsumen.

c. Faktcr Pribadi

Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti Usia dan Tahap Daur Hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, komep diri pembeli, dan gaya hidup.

d. Faktor Psikologis

Pilihan-pilihan pembelian seseorang juga dipengarnhi oleh empat faktor psikologi utama: Motivasi, Persepsi, Pembelanjaan, dan kepercayaan dan sikap.

(45)

Menurut Maslow :

KEDUTUHAN SOSIAL (R.asa mcmllll<l, cゥョセBIMMセ@

(Ra"n =nan, Pcrl!.ndu.ngan)

KE6UTUHAN PSlKOLOGIS (Lapnr, Hu.us)

KEBUTUHAN KEAMANAN セ@

セセセセセセセセセM

Gambar 2.5 Teori Kebutuhan

Sumber : Philips Kotler (2005) "Manajemen Pemasaran"

2) Proses Keputusan Pembelian

Untuk meraih keberhasilan pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana konsumen melakukan kepun1san pembelian. Pengambilan keputusan konsumen berbeda-beda, bergantung pada jenis keputusan pembelian. Kita dapat membedakan lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian :

a. Pencetus Seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan unt11k membeli suatu produk atau jasa. b. Pemberi Pengaruh Seseorang yang pandangan atau sarannya

mempengaruhi keputusan.

(46)

d. Pembeli c. Pemakai

komponen keputusan pembelian, apakah membeli, tidak membeli, bagaimana membeli, dan dimana akan membeli.

Orang yang melakukan pem belian sesungguhnya. Seseorang yang mengkonsumsi atau

mengggunakan produk atau jasa yang bersangkutan.

a. Tahap-Tahap Proses Keputusan Pembelian

1. Pengenalan Masalah

Proses pembelian diawali dengan pengenalan masalah dengan pembeli yang mengenali suatu masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dan sebagian ke,idaan yang diinginkannya, kebutuhan itu dapat terangsang oleh rangsangan internal atau eksternal.

2. Pencarian Informasi

Proses keputusan pembeli dimana konsurnen digerakkan untuk mencari lebih banyak informasi, konsumen bisa dengan mudah memiliki perhatian yang ditingkatkan atau melakukan pencarian informasi aktif .. Konsumen dapat memperoleh informasi dari beberapa sumber : a. Sumber Pribadi

b. Sumber Komersial

: Keluarga, Teman, Tetangga, Kenalan. : Iklan, wiraniaga, Penya lur, Pengemasan,

(47)

c. Sumber Publik : Media massa, Organisasi penentu peningkat konsumen.

d. Sumber Pengalaman : Penanganan, Pengkaj ian dan Penggunaan produk.

3. Evaloasi Alternatif

Proses keputusan pembeli dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek-merek alternatif dalam himpunan pilihan.

4. Keputusan Pembelian

Proses keputusan pembelian dimana konsumen secara aktual membeli produk. Keputusan pembelian akan terwujud untuk membeli merek yang disukai. Tetapi dua faktcr bisa muncul diantara niat pembelian dan keputusan pembelian

Ni at

pembelian

Gambar2.6

Sikap ----i

orang lain

J

Pak.tor

situasion11il-yang tidak

diharapkan

Tahap-tahap diantara evaluasi alternatif dan keputusan pembelian

5. Perilakn Pasca Pembelian

Keputusan

pembelian

(48)

Pemasar harus memantau kepuasan pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan pemakaian produk pasca pembelian.

a. Kepuasaan Pasca Pembelian

Kepuasan pembeli merupakan fumgsi dari seberapa dekat harapan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah dari harapan, pelanggan akan kecewa. Jika ternya.ta sesuai dengan yang diharapkan, pelanggan akan puas. Hal-ha! ini membedakan apakah pembeli akan membeii kembali produk tersebut clan membicarakan hal-hal yang menguntungkan atau tidak mcnguntungkan tentang produk tersebut dengan orang lain.

b. Tindakan Pasca Pembelian

Kepuasan dan tidak kepuasan konsumen terhadap suatu produk akan mempengaruhi prilaku selanjutnya. Jika konsumen puas, ia akan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli produk tersebut. Para pelanggan yang tidak puas akan beraksi sebaliknya. Mereka mungkin membuang atau mengembalikan produk tersebut, mereka mungkin mengambil tindakan publik seperti mengajukan kebutuhan ke perusahaaan, pergi ke pengacara atau pargi ke keolompok-kelompok yang lain.

c. Pemakaian dan Pembuangan Pasca Pembelian

(49)

ke mulut tidak akan gencar. Jika konsumen rnenjual atau mempertukarkan produk tersebut, penjualan produk baru rnenurun. Jika konsurnen rnembuang produk pemasar harus mengetahui bagairnana mereka membuangnya, terutama jika produk tersebut dapat rnerusak lingkungan seperti minuman dan lain-lain.

3) Proses Keputusan Pembelian Produk Baro

Kita akan melihat bagaimana pendekatan pembeli terhadap produk baru merupakan barang jasa, atau gagasan yang diterima oleh sebagian calon pembeli sebagai hal baru. Bagaimana konsumen mempelajari produk-produk untuk yang pertama kali dan apakah mengadopsi produk-produk tersebut. Proses adopsi merupakan proses mental yang harus dilalui konsumen dari pertama kali mendengar suatu inovasi sampai adopsi akhir.

a. Tahap-tahap dalam proses adopsi

I. Kesadaran: Konsumen menjadi sadar akan produk baru tetapi kurang mendapatkan inforrnasi.

2. Minat

3. Evaluasi

Konsumen dirangsang untuk mencari informasi tentang produk baru itu.

Konsumen mempertimbangkan apakah mencoba produk baru itu memberikan manfaat.

(50)

5. Adopsi Konsumen memutuskan untuk menggunakan produk baru itu secara penuh dan teratur.

b. Perbedaan Individual Dalam Kecepatan Menyerap Inovasi

Orang-orang sangat berbeda dalam kesiapan mereka untuk mencoba produk baru. Dalam setiap area produk, ada pelopor konsumsi dan pengadopsi awal. lndividu-individu lain mengadopsi produk baru lebih lambat. lni mengarah pada klasifikasi orang-orang kedalam kelompok-kelompok pengadopsi. Kelima kelompok pemakai itu memiliki nilai berbeda:

I. lnovator, adalah petualang atau mereka mencoba gagasan baru dengan sejumlah resiko.

2. Pengadopsi awal, mereka adalah pemuka-pemuka pendapat dalam masyarakat mereka dan mengadopsi produk baru dengan cepat narnun hati-hati.

3. Mayoritas aw al, Orang yang hati-hati meskipun mereka jarang bertindak sebagai pemimpin, mereka mengadopsi gagasan baru sebelum orang lain.

4. Mayoritas akhir, Orang-orang yang bersikap skeptis mengadopsi inovasi hanya seteiah mayoritas orang mencobanya.

(51)

c. Peran Pengaruh Pribadi

Pengaruh pribadi menjelaskan dampak dari pernyataan yang dibuat oleh seseorang pada sikap orang lain atau probabilitas pembelian.

E. MEREK

1. Pengertian Merck

Salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah mengenai keputusan pemberian merek (brand). Merek dapat menambah nilai suatu produk sehingga rnerek merupakan salah satu aspek yang hakiki alam suatu strategi produk. Suatu merek yang kuat (strong brand) akan mendapatkan kesetiaan dari konsumen meskipun harga produk tersebut lebih tinggi dari pesaingnya.

Merek adalah nama, sebutan, tanda, lambing atau kombinasinya, yang dipakai penjual mengenali dari merek barang dan jasa pesaing atau dapat diartikan sebagai metode untuk mengidentifikasikan dan membedakan berbagai produk dari produk pesaing (Jeff Madura, 2001:101)

Sedangkan menurut Philip Kotler (2002:427) Merek adalah nama, tanda, simbol, desain, atau kombinasinya, yang ditujukan untuk mengidentifikasi dan mendiferesiansi barang atau layanan suatu penjual dari barang dan layanan penjual lain.

(52)

lebih penting dari produk itu sendiri. la mengatakan bahwa pada saat membeli produk orang cenderung membeli produknya.

Sekarang dapat disimpulkan bahwa merek bagi produk hukanlah sekedar nama kalau belum dikenal, memang merek tidak mempunyai kontribusi untuk keberhasilan pemasaran jangankan sekedar nama, merek yang belum dikenal bahkan mungkin tidak bisa dilafalkan.

Apabila suatu merek sudah dikenal, di dalamnya terkandung banyak ha! seperti: atribut produk, kualitas, harga, prestise nilai jual kembali, desain dan seterusnya manfaat nilai, budaya, kepribadian dan pemakai.

2. Manfaat Merck

Merek bermanfaaat bagi prudusen dan konsumen. Bagi produsen merek berperan sebagai (Keller, 2003) :

a. Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasiar. dan pencacatan akuntansi.

b. Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk yang unik. c. Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas, sehingga

mereka bisa dengan mudah memilih dan membelinya lagi dilain waktu.

(53)

e. Sumber keunggulan kompetitifterutama melalui perlindungan hukum, loyalitas pelanggan, dan citra baik yang terbentuk dalam benak konsumen

f. Sumber financial return, terutama menyangkut pendapatan masa datang.

Bagi konsumen merek bisa memberikan beraneka macam nilai melalui sejumlah fungsi dan manfaat potensial. Ambler (2000) mengelompokkan merek kedalam tiga kategori :

a. Manfaat ekonomik

1) Merek merupakan sarana bagi perusahaan untuk saling bersaing memperebutkan pasar.

2) Konsumen memilih merek berdasarkan value for money yang ditawarkan berbagai macam merek.

3) Relasi antara mcrek dan konsumen dimulai dengan penjualan. b. Manfaat fungsional

1) Merek memberikan pcluang bagi differensiasi. :Selain memperbaiki kualitas (differensiasi vertical) perubahan perusahaan juga memperluas mereknya dengan tipe-tipe produk baru (differensiasi horizontal).

2) Merek memberikan jaminan kualitas

3) Pemasar merek berempati dengan para pemakai akhir dan masalah yang akan diatasi dari merek yang ditawarkan.

(54)

5) Merek memudahkan iklan dan sponsorship c. Manfaat psikologis

I) Merek merupakan penytderhanaan atau simplikasi dari semua informasi produk yang perlu diketahui konsumen

2) Pilihan merek tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional 3) Merek bisa memperkuat citra diri dan persepsi orang lain terhadap

Pemakainya.

4) Brand symbolism tidak hanya berpengaruh pada persepsi orang lain, namun juga pada identifikasi diri sendiri dengan obyek tertentu.

Suatu citra merek yang kuat memberikan beberapa keunggulan utama bagi suatu perusahaan. Nama merek membedakan suatu produk dari produk-produk pesaing. Sebuah identitas merek yang kuat menciptaka11 suatu keunggulan bersaing utama. Merek yang dikenal oleh pembeli mendorong pembelian berulang-ulang (Bilson dikutip dari David W. Cravens 1996:19)

3. Kepercayaan Merek

(55)

penentu atas besarnya pangsa pasar dan harga yang relative dari harga merek lainnya.

Kepercayaan merek konsumen dapat mengurangi resiko atau ketidakpastian dimana konsumen dapat dikacaukan dengan promosi merek yang lain. lni berai1i bahwa dengan kepercayaan merek konsumen akan merasa apa yang dipilihnya (merek tertentu) memberikan nilai tersendiri dan mereka yakin ballwa yang dipilihnya itu adalah yang terbaik, karena merek dinilai akan memberikan apa yang diharapkannya.

Kepercayaan (trust) sendiri sebenarnya meliputi proses yang telah terkalkulasi sedemikian rupa yang pada akhirnya akan terevaluasi pada peniiaian positif negatif apa yang dihasilkan dari sebuah hubungan dan ditambahkannya pula bahwa keyakinan akan reabilitas, kenyamanan dan kejujuran (honestly) merupakan pcnentu pada apa yang dinamakannya kepercayaan. Kepercayaan sebagai konsekuensi dari komitmen konsumen berdampak pada stabilitas dan harmonisasi hubungan produsen-konsumen, serta membantu dalam preses pengambilan keputusan (Diller, 1996).

(56)

4. Afcksi Merck

Emosi atau perasaan seorang konsumen terhadap suatu produk atau jasa tertentu, membentuk komponen afektif dan suatu sikap (Schiffinan &

Kanuk, 1997). Komponen afeksi ini merupakan perasaan individu terhadap objek sikap dan menyangkut masalah emosi ( Azwar, 1996).

Afeksi atau perasaan dapat didefinisikan sebagai "fenomena kelas mental yang secara unik yang dikarakteristikkan oleh pengalaman yang disadari. Yaitu keadaan perasaan subyektifyang biasanya muncul bersama dengan emosi dan suasana hati". Jadi afeksi merupakan istilah yang lebih luas yang mencakup emosi dan suasana hati (Mowen & Minor, 2002:208).

(57)

F. KERANGKA PEMIKIRAN

Penelitian ini mengacu berdasarkan kerangka pemikiran bahwa pilihan terhadap merek kartu seluler jenis GSM pral,ayar dipengaruhi oleh persepsi dan preferensi konsumen. Oleh karena itu, penulis menggambarkannya dalam skema kerangka teori berdasarkan pembahasan dalam tinjauan pustaka sebagai berikut :

Persepsi

(X!)

Prefereusi (X2)

[

Keputusan

QセセセセセMM\セ@

__

イ⦅・⦅ュ⦅ゥ⦅ャゥ⦅ィ⦅。⦅ョセセ@

_ Merek

Gambar2.7

(58)

G. PENELITIAN TERDAHULU

(59)

merek-merek city car tersebut sesuai dengan hasil penelitin, yaitu untuk segmen satu dan segmen kedua harus meningkatkan layanan puma jual dengan menambah keberadaan bengkel dan dealer resmi termasuk ketersediaan spare part. Pesan kepada konsumen disampaikan dengan bahasa lugas dan komunikatif karena dominasi konsumen adalah pada usia remaja dan pelajar. Untuk segmen ketiga, pesan ditekankan pada keunggulan layanan puma jual, kinerja mesin yang teruji, serta harga beli dan cara pembayaran. Sedangkan segmen keempat, harus dilakukan perubahan dan pembaharuan desain agar lebih bergaya remaja. Untuk semua segmen harus diberdayakan pembentukan klub city car yang difasilitasi o!eh dealer untuk meningkatkan daya tarik konsumen yang sudah diraih dan konsumen potensial.

(60)

atas satu atau banyak bagian. Hasil utarna konjoint adalah suatu bentuk atau desain produk atau obyek tertentu yang diinginkan o!eh sebagian besar responden. Model analisis conjoint berbeda dengan analisis multivariate lainnya, karenn proses conjoint tidak membutuhkan uji asumsi seperti normalitas, homoskedastisitas, auto korelasi dan lainnya. Variabel lndependen (XI dan seterusnya) adalah faktor, yang berupa data non metrik. Termasuk disini adalah bagian dari factor (level). Variabel Dependen (YI) adalah pendapat kesel uruhan (overall preference) dari seorang responden terhadap sekian faktor dan level pada sebuah produk. Variabel dependen ini juga mencakup tingkat kepentingan faktor dari seorang responden terhadap atribut produk dan bias berbentuk metrik atau non metrik. Variabel penelitian adalah jenis operator CDMA (flexy prabayar, flexy pascabayar, starone prabayar, starone pascabayar, fren prabayar, fren pascabayar), tarif kesesama operator, ke telpon rumah/CDMA, ke teiepon selular/GSM dan tarif ke operator telepon seluler lainnya. Penelitian ini menyatakan Preferensi mahasiswa terlihat didalam pemilihan operator CDMA dimana ada beberapa ha! yang diperhatikan oleh mereka yaitu :

I. Penekanan pada tarif yang murah terutama untuk menghubungi telepon rumah, CDMA, dan GSM.

2. Didalam pemilihan operator terjadi perbandingan merek bagi mereka. 3. Cenderung terjadi pemilihan un!uk kartu prahayar dibandingkan

(61)

4. Waktu mau melakukan komunikasi terlihat mereka kurang memperhatikan tarif untuk nomor yang mereka tuju apakah sesama operator 'ttau tidak.

H. HIPOTESIS

Hipotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar atau salah. Hipotesis ditolak apabila faktanya menyangkal dan diterima jika faktanya membenarkan. Jadi hipotesis merupakan dugaan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya.

Hipotesis dari skripsi ini adalah sebagai berikut :

I. Ho : Po = 0 ; Tidak terdapat pengaruh antara persepsi konsumen terhadap merek

Ha : po oft 0 ; Terdapat pengaruh antara persepsi konsumen terhadap merek 2. Ho : po = 0 ; Tidak Terdapat pengaruh antara preferensi konsumen

terhadap merek

Ha : Po oft 0 ; Terdapat pengaruh antara preferensi konsumen terhadap merek

3. Ho : Po = 0 ; Tidak Terdapat pengaruh antara persepsi dan preferensi konsumen terhadap merek

(62)

BAB III

METODOLOG! PENELITIAN

A. RUANG LINGKUP PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada semua merek kartu seluler jenis GSM prabayar yang dioperasikan oleh penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia yaitu Telkomsel, (dengan produknya Simpati dan Kartu As), Indosat (melalui Mentari dan IM3), Excelcomindo atau XL (dengan Bebas dan Jempol) serta PT. Hutcison CP Telecommunication (dengan produknya Three). Objek penelitian ini adalah semua penggunr. merek kartu seluler jenis GSM prabayar yang berdomisili dikecamatan Ciputat Tangerang Banten.

B. METODEPENENTUANSAJVIPEL

1. Populasi

Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti. Dalam ha! ini semua pengguna merek kartu seiuler jenis GSM prabayar yang berdomisili dikecamatan Ciputat Tangerang Bantcn.

2. Sampel

(63)

Sampel yang dibutuhkan oleh penulis sebagai sumbcr data dalam penelitian ini adalah pengguna kaitu seluler jenis GSM prabayar yang berdomisili diciputat. Sebagai perbandingan, seorang mencari informasi dari I 00 orang akan memperoleh hasil yang lebih detail dibandingkan menggali informasi dari I 000 responden (Joko Subagyo, 2004:29). Jadi sampel yang dibutuhkan sebanyak 100 orang pengguna kartu seluler jenis GSM prabayar.

C. METODE PENGUMPULAN DATA

Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Bentuk-bentuk teknik yang digunakan untuk memperoleh data yang di butuhkan sebagai berikut:

1. Penelitian Primer atau Lapangan (Field Research)

a. Angket atau Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang terstruktur yang terdiri dari sekumpulan pertanyaan tertulis yang ditunjukkan kepada konsumen, atau dilakukan dcngan cara membagikan daftar pertanyaan untuk diisi oleh konsumen.

2. Penelitian Kepustakaan (library Research)

(64)

D. METODE ANALISIS

l. Metode Analisis

Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan menggunakan metode ォオ。ャゥエセエゥヲN@ Metode kualitatif menginterpretasikan hasil-hasil dari kuesioner, interview dan observasi. Penelitian ini menggunakan skala Likert yaitu menghadapkan responden pada pertanyaan menyangkut tanggapan konsumen mengenai persepsi dan preferensinya yang dapat dilihat pengaruhnya terhadap merek kartu seluler jenis GSM prabayar. Instrumen pertanyaan ini akan menghasilkan total skor bagi tiap anggota sampel yang diwakili oleh setiap nilai skor seperti yang tercantum pada tabel skala likert dibawah ini :

Tabel 3.1 Skaia Likert KATEGORI

Sangat Setuju Setuju Ragu

Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

2. Uji Validitas dan Realibilitas

a. Pengujian Validitas

BOBOTN1LAI

5

4

3

2

I

·

·

(65)

memberikan hasil sesuai dengan tujuan penelitian. Validitas juga menggambarkan tingkat kemampuan suatu instrumen untuk mengungkapkan suatu yang menjadi sasaran pokok pengukura;1, yang dilakukan dengan instrumen tersebut. Butir pertanyaan dikatakan valid jika nilai r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total

Correlation > dari r-tabel. b. Pengujian Realibilitas

Uji realibilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab ha! yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimana suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuisioner. Pengujian realibilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana konsistensi hasil pengukuran apabila pengukuran dilakukan lebih dari satu kali. Instrumen yang reliabel tidak bersifat tendensius atau mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tersebut. !nstrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang benar atau data yang sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Realibilitas suatu konstrnk variabel dikatakan baikjika memiliki nilai Cronbach' Alpha> dari 0,6

3. Uji Asumsi Klasik

(66)

a. Uji Normalitas

Uji nonnalitas data ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang yang memiliki distribusi normal. Normalitas data dapat dilihat dengan beberapa cara, diantaranya:

I) Nilai skewness

Nilai skewness digunakan untuk mengetahui bagaiman distribusi normal data dalam variabel dengan menilai kemiringan kurva. Dan nilai skewness yang baik adalah mendekati angka 0. Jika kemiringan dilihat dari nilai skewness, nilai skewness ini bersifat mutlak ( +/-), ketinggian kurva dilihat dari nilai kurtosis. Nilai kurtosis tidak berpengaruh terhadap penilaian distribusi normal.

2) Normal P-Plot

Uji normalitas data dengan Nonna) P-Plot, suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan penyebaran titik-til!k data searah mengikuti garis diagonal.

b. Multikolineritas

(67)

Artinya, uji ini melihat adakah hubungan linier antara variabel dependen dan independen pada sebuah regresi .

Deteksi multikolineritas pada suatu model dapat dilihat dari beberapa hal (Nugroho:2005:58):

1) Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari IO dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0.1, maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolineritas V!F

=

I/Tolerance, jika V!F

=

10

maka Tolerance= 1/10 = 0.1. Semakin tinggi V!F maka semakin rendah Tolerance.

2) Jika nilai koefisien korelasi antar masing-masing variabel independen kurang dari 0.7, maka model dapat dinyatakan bebas dari asumsi klasik multikolineritas. Jika lebih dari 0. 7 maka diasumsikan terjadi korelasi yang sangat kuat antar variabel independen sehingga terjadi multikolineritas.

3) Jika nilai koefisien determinan, baik dilihat dari R2 maupun

R-Square diatas 0.60 namun tidak ada variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen, maka model terkena multikolineritas.

c. Heteroskedastisitas

(68)

tidaknya hcteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar Scatterplot model tersebut. Analisis pada gambar Scatterplot yang menyatakan model tinier berganda tidak terdapat heteroskedastisitas jika :

a. Titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka

0.

b. Titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja. c. Penyebaran titik-titik di.ta tidak boleh membentuk pola

bergelombang melebar kemudian menyempit dar. melebar kembali. d. Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola.

4. Uji Regresi Berganda

Regresi berganda yaitu suatu regresi yang memiliki satu variabel dependen dan Jebih dari satu variabel independen. Model regresi tinier berganda dikatakan modei yang baik jika model lersebut memenuhi asumsi normalitas da

Gambar

Gambar 2.1 Proses Persepsi (Perseption)
gambar telivisi. Maka, kepuasan tertinggi akan diperoleh dari telivisi paling
Gambar 2.3 Proses Pemasaran
Gambar 2.4 Bat:ran Pemasaran
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian telepon selular merek Mito.. Teknik

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku membeli konsumen terhadap suatu produk, akan tetapi dalam penelitian ini hanya ingin diteliti. faktor persepsi konsumen terhadap

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU MEREK CONVERSE (Study Pada Konsumen Sepatu Merek Converse Dikota

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Apakah bukti langsung ( tangibles ) dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa fakultas Ekonomi UMS.

Sedangkan variabel yang paling mempengaruhi citra merek sabun mandi merek LUX yang tertanam di benak konsumen adalah product image (citra prduk), yang berarti bahwa

Penelitian bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang memmpengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan membeli TV merek LG dan variabel-variabel yang mempunyai

Menurut Mangkunegara (1998) perilaku konsumen adalah kerangka kinerja atau sesuatu yang mewakili apa yang diyakini konsumen dalam mengambil keputusan membeli. Dalam

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk laptop merek Acer diantaranya adalah faktor produk, harga, merk dan lokasi toko, disusun tujuan