• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program pemantapan kelompok tani untuk pengembangan usaha perdesaan di propinsi banten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Program pemantapan kelompok tani untuk pengembangan usaha perdesaan di propinsi banten"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Ringkasan Hasil Penelitian Program Kuliaah Kerja Usaha Tahun 2006 81

PROGRAM PEMANTAPAN KELOMPOK TANI

UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PERDESAAN

DI PROPINSI BANTEN

Ma’mun Sarma1), Wita Juwita, Farida Ratna Dewi

Pembangunan 1pertanian modern diarahkan pada peningkatan hasil pertanian

yang mempunyai nilai jual di pasar dengan nilai tambah tinggi, yang berbasiskan pada kesesuaian lahan dan budaya masyarakat setempat dengan orientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Program pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi

merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menunjang

pembangunan pertanian modern dengan menumbuhkan semangat

kewirausahaan di kalangan petani. Kegiatan ini berjudul program pemantapan kelompok tani untuk pengembangan usaha perdesaan di Propinsi Banten. Adapun lokasinya adalah di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

1) Melihat sejauh mana implementasi sub model pendampingan dan pem-binaan dapat terlaksana,

2) Memantapkan kelompok tani,

3) Pendampingan ke akses-akses pembiayaan,

4) Melakukan pelatihan manajemen wirausaha bagi petani nilam, kope-rasi dan mahasiswa sebagai pendamping.

Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan KKU ini adalah proposal rencana studi kelayakan bisnis bagi mahasiswa pendamping dan rekomendasi pengajuan kredit bagi kelompok tani nilam ke berbagai sumber pembiayaan baik perbankan maupun non bank.

Kegiatan ini terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap pra konstruksi (persiapan), tahap pengembangan dan tahap pasca konstruksi. Program pendampingan

dilakukan terhadap para stakeholder yang terlibat pada kegiatan usahatani

terpadu yaitu petani dan kelompok tani. Pada kegiatan KKU ini pendampingan terhadap kelompok tani dititikberatkan pada kegiatan pendahulunya, yaitu mengenai budidaya nilam.

Dari hasil kajian dalan bussines plan terlihat dengan jelas bahwa bisnis

budidaya nilam dan produksi minyak nilam adalah sebuah bisnis yang sangat menjanjikan . Dari aspek produksi tidaklah terlalu sulit untuk perawatan dan pemeliharaan tanaman nilam. Dari aspek pemasaran, banyak perusahaan di Indonesia yang menjadi perusahaan pengekspor minyak nilam, hal ini menggambarkan bahwa banyak orang terjun di bisnis ini. Disamping itu di Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan Perancis banyak terdapat perusahaan yang merupakan perusahaan pengimpor minyak nilam. Hal ini menunjukkan minyak nilam merupakan komoditas ekspor yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain.

Dari aspek keuangan diperoleh gambaran bahwa dalam waktu 1 tahun bisnis ini akan dapat mendatangkan keuntungan sebesar Rp. 11.289.094,- dengan

(2)

Ringkasan Hasil Penelitian Program Kuliaah Kerja Usaha Tahun 2006

82

menggunakan lahan seluas 5 hektar, biaya investasi sebesar Rp 10.250.000,- biaya operasional sebesar Rp 38.750.000,-.

Hasil akhir dari kegiatan ini adalah diharapkan muncul kembali semangat berwirausaha di kalangan petani dan kelompok tani karena dengan bisnis ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Sedangkan untuk mahasiswa diharapkan untuk dapat memulai berwirausaha, yang mana mahasiswa akan dapat mengkompilasi ilmu yang didapat di bangku kuliah, sehingga setelah lulus nanti menjadi sarjana yang dapat menciptakan lapangan kerja.

Referensi

Dokumen terkait

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KAPASITAS KELOMPOK TANI DI DESA

Kesimpulan akhir skripsi ini adalah: (1) Perilaku anggota dalam membayar hutang/kredit di Kelompok Tani Makmur belum sesuai dengan kelima aspek etika bisnis

YUKI BASTANTA (080309040) dengan judul DAMPAK PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) TERHADAP KINERJA DAN PENDAPATAN USAHA TANI ANGGOTA KELOMPOK TANI (Kasus:

Pada prinsipnya, baik Wadah Kerjasama Antar Kelompok tani (WKAK) ataupun Asosiasi Kelompok tani, apabila sudah memiliki tingkat kemampuan yang tinggi dan telah mampu mengelola

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pekon Cipta Mulya Kecamatan Kebun tebu Kabupaten Lampung Barat, mengenai Respon petani terhadap pelaksanaan Program

Permasalahan yang terdapat di kelompok tani Madya tersebut menyebabkan petani kelompok tani Madya digolongkan sebagai petani yang menerapkan sistem usaha tani terpadu dengan

Permasalahan yang terdapat di kelompok tani Madya tersebut menyebabkan petani kelompok tani Madya digolongkan sebagai petani yang menerapkan sistem usaha tani terpadu dengan

Hal ini salah satu bagian dari ancaman untuk petani cabai dalam mengadakan usaha tanaman cabai terutama kelompok tani Wela Timung atau petani yang menjadi responden dalam penelitian ini