• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Ubi Jalar (Ipomoea Batatas)"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kandungan kimia ubi jalar per 100 gram bahan segar
Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Penelitian Mengenai Tepung Ubi Jalar
Gambar 2. Struktur amilosa dan amilopektin (Taggart, 2000)
Gambar 3. Mekanisme gelatinisasi dan retrogradasi pati (Lang et al., 2000)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada pada saat sebelum pengolahan tanah, contoh kadar air dan bulk density yang diambil adalah 6 contoh secara acak pada setiap (masing-masing) perlakuan (petak) dengan

Interaksi perlakuan konsentrasi larutan gula dan suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap kadar air dan berpengaruh nyata (P ≤ 0,05) terhadap kadar

Perbedaan ini disebabkan karena kadar air pada bahan baku varietas Ayamurasaki (ungu) cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Kuningan Merah dan varietas

Hal ini karena ubi jalar varietas Biang memiliki kadar air dan kadar gula reduksi yang rendah, serta kadar pati dan kadar antosianin yang tinggi dibandingkan ubi jalar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio tepung tapioka, tepung ketan dan tepung ubi jalar ungu memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap mutu kimia (kadar air, total

memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap kadar air dan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap nilai warna meliputi nilai L*, a* dan b*,

Lama fermentasi memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap densitas kamba, pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai warna (⁰Hue) dan nilai

Dalam grafik, nilai kadar air terendah adalah tepung ubi jalar termodifikasi dengan konsentrasi 0.50% dengan lama waktu perendaman selama 60 menit yaitu sebesar