Informasi Dokumen
- Penulis:
- Dinda Maurelova
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Fakultas Hukum
- Topik: Tinjauan Yuridis terhadap Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Saat Terjadi Kredit Macet pada Bank Mandiri Medan
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2014
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Artikel ini membahas tinjauan yuridis mengenai penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan oleh Perum Jamkrindo Cabang Medan, khususnya dalam konteks terjadinya kredit macet pada Bank Mandiri Medan. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kerangka hukum yang mengatur penjaminan kredit dan dampaknya terhadap nasabah serta bank. Penelitian ini relevan dalam konteks pendidikan hukum, di mana mahasiswa dapat memahami hubungan antara teori dan praktik dalam penjaminan kredit.
II. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis dalam artikel ini mencakup konsep-konsep dasar mengenai penjaminan kredit, termasuk peran Perum Jamkrindo sebagai lembaga penjamin dan Bank Mandiri sebagai pemberi kredit. Teori-teori hukum yang relevan, seperti hukum kontrak dan tanggung jawab hukum, juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana perjanjian penjaminan diatur. Dengan memahami teori ini, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analitis dalam menilai kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan penjaminan kredit.
III. Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak terkait di Perum Jamkrindo dan Bank Mandiri untuk mendapatkan data primer mengenai proses penjaminan dan penanganan kredit macet. Metode ini sangat berguna dalam pendidikan hukum karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengumpulkan dan menganalisis data hukum.
IV. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat prosedur yang jelas dalam penerbitan sertifikat penjaminan oleh Jamkrindo dan pengajuan klaim oleh Bank Mandiri. Namun, terdapat juga tantangan dalam penanganan kredit macet yang perlu diatasi. Pembahasan ini memberikan wawasan tentang bagaimana hukum dapat diterapkan dalam situasi nyata dan pentingnya pemahaman mendalam tentang regulasi yang berlaku. Hal ini penting untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan di lapangan.
V. Kesimpulan
Kesimpulan dari artikel ini menegaskan pentingnya pemahaman hukum mengenai penjaminan kredit dalam konteks KUR, serta implikasinya terhadap nasabah dan lembaga keuangan. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap literatur hukum, tetapi juga menjadi sumber belajar yang berharga bagi mahasiswa hukum dalam memahami praktik penjaminan kredit. Dengan demikian, artikel ini dapat menjadi referensi yang berguna dalam pengajaran dan penelitian di bidang hukum keuangan.
Referensi Dokumen
- Inpres Nomor 6 Tahun 2007
- Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM
- Permenko Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan KUR
- Permenkeu Nomor 135/PMK.05/2008 tentang Fasilitas Penjaminan Kredit
- Permenkeu Nomor 159/PMK.05/2011