• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHA TANI MELON (Studi Kasus di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHA TANI MELON (Studi Kasus di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi)"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Firman Yulianto, 991510201198, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, dengan judul Analisis Pendapatan Dan Pemasaran Usahatani Melon (Studi .Kasus di Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi), dibawah bimbingan Rudi Hartadi, SP, MSi sebagai Dosen Pembimbing Utama (DPU) dan Ir. Sugeng Raharto, MS sebagai Dosen Pembimbing Anggota (DP A)

RINGKASAN

Sektor pertanian selain untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, dari sisi lain ekspor ini juga dapat menjadi salah satu sumber devisa negara. Ekspor basil pertanian antara lain berasal dari sektor perkebunan, hortikultura. Budidaya tanaman hortikultura dapat menjadi indikator tingkat kemajuan sektor pertanian

pada suatu daerah atau negara. Buah-buahan adalah salah satu jenis tanaman hortikultura. Secara khusus ada beberapa jenis buah yang mendapat prioritas dan dijadikan buah unggulan. Buah melon belum masuk ke dalam jenis buah unggulan. Kabupaten Ngawi adalah salah satu daerah penghasil buah melon di Jawa Timur yang cukup terkenal. Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan usahatani melon, efisiensi penggunaan biaya dan kontribusi usahatani melon terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini juga mempunyai tujuan untuk mengetahui efisiensi pemasaran usahatani melon di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

Penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Method), yaitu di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode diskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah metode Two Stages Cluster Sampling pada lima desa yaitu desa Kasreman, Kersoharjo, Sidorejo, Dempel dan Kresikan dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Sedangkan untuk mengetahui efisiensi pemasaran digunakan metode

Snow Ball Rolling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis pendapatan, analisis RIC ratio, analisis kontribusi dan analisis efisiensi pemasaran.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usahatani melon menguntungkan secara ekonomis, dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 21.205.522,28 per hektar. Penggunaan biaya produksi usahatani melon sudah efisien dengan nilai sebesar 1,81 . Kontribusi pendapatan usahatani melon terhadap pendapatan keluarga adalah tinggi, yakni sebesar 71 ,22 %. Sedangkan untuk saluran pemasaran pendek sudah efisien dengan nilai 19 ,20 % dan saluran pemasaran panjang kurang efisien dengan nilai sebesar 48,55 % .

Vlll

I ;

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan petani di daerah penelitian, efisiensi dari usahatani serta kendala-kendala yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pendapatan usahatani jagung antara petani yang melalui pola kemitraan dan non kemitraan (2) efisiensi biaya produksi petani jagung di

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat pendapatan usahatani dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan keluarga petani kopi serta nilai tambah (

Pendapatan usahatani adalah pendapatan yang diterima petani dari hasil usahatani melon varietas MAI 119 atau varietas Action yang merupakan selisih antara

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis besarnya keuntungan dan efisiensi biaya usahatani terpadu sapi potong dan padi sawah yang dijalankan oleh Kelompok

Biaya atau pengeluaran usahatani adalah nilai penggunaan faktor-faktor produksi dalam melakukan produksi usahatani.Biaya dalam usahatani dibedakan menjadi biaya tunai

Pendapatan usahatani adalah pendapatan yang diterima petani dari hasil usahatani melon varietas MAI 119 atau varietas Action yang merupakan selisih antara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya usahatani, penerimaan, dan pendapatan usahatani melon di Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar,