UNSUR UNSUR GOLONGAN VA.pptx

10 

Teks penuh

(1)

UNSUR-UNSUR GOLONGAN

VA

KELIMPAHAN, SIFAT FISIKA, SIFAT KIMIA, REAKSI UMUM SEDERHANA,

DAN KEGUNAAN

(2)

KELIMPAHAN

Nitrogen:

-

Di alam bebas sebagai N

2

-

79% komposisi udara

Fosfor:

-Tidak ada dalam keadaan

bebas

-Terdapat dalam tulang

binatang (Ca

3

(PO

4

)

2)

-Banyak terdapat pada

makanan tinggi protein

0,1

-sering ditemukan dalam mineral

(3)

KELIMPAHAN

Jumlahnya tidak

banyak

Ditemukan dalam

100 spesies mineral

Diperoleh dari bijih

Stibnit dan

valentinit

Antimo

n

2x lebih melimpah

dari emas

Cenderung dalam

keadaan

bersenyawa

(4)
(5)

SIFAT KIMIA

stabil, sulit bereaksi dengan unsur atau

senyawa lain

tidak bereaksi dengan air. Fosfor putih

bersifat racun dan larut dalam CS

2.

. Fosfor

merah tidak bersifat racun dan tidak larut

dalam CS

2

bersifat racun, cepat teroksida menjadi

oksida arsenik jika dipanaskan, bereaksi

dengan halogen, asam pengoksida pekat,

dan alkali panas

yang berupa logam biru putih bersifat

stabil. Sb kuning dan hitam tidak stabil

(6)

Reaksi arsenik dengan udara

4As (s) + 5O2 (g) →

As4O10 (s)

4As (s) + 3O2 (g) → As4O6 (s)

Reaksi arsenik dengan halogen

2As (s) + 5F2 (g) → 2AsF5 (g)

Reaksi dengan Oksigen:

P4 + 3O2 → P4O6 (untuk fosfor(III)oksida)

P4 + 5O2 → P4O10 (untuk fosfor(V)oksida)

Reaksi dengan Klor:

P4 + 6Cl2 → 4PCl6 (untuk fosfor(III)oksida)

P4 + 10Cl2 → 4PCl6(untuk fosfor(V)oksida)

Reaksi dengan Oksigen: N2(g) + O2(g) → 2NO(g)

2NO(g) + O2(g) → 2NO2(g)

Reaksi dengan Flour: N2(g) + 3F2(g) → 2NF2(g)

Reaksi dengan logam:

6Li(s) + N2(g) → 2Li3N(s) 6Ba(s) + N2(g) → 2Ba3N(s) 6Mg(s) + N2(g)→ 2Mg3N(s)

(7)

Reaksi dengan air:

2Bi (s) + 3H2O (g)

→ Bi2O3 (s) + 3H2 (g) 

Reaksi dengan oksigen 

4Bi (s) + 3O2 (g) → 2Bi2O3 (s)

Reaksi dengan halogen

 2Bi (s) + 5F2 (g) → 2BiF5 (s)

2Bi (s) + 3F2 (g) → 2BiF3 (s)

2Bi (s) + 3Cl2 (g) → 2BiCl3 (s)

2Bi (s) + 3Br2 (g) → 2BiBr3 (s)

2Bi (s) + 3I2 (g) → 2BiI3 (s)

Reaksi dengan asam

4Bi (s) + 3O2 (g) + 12HCl (aq)

→ 4BiCl3 (aq) + 6H2O (l)

Reaksi dengan air

2Sb (s) + 3H2O (g) → Sb2O3 (s) + 3H2 (g)

Reaksi dengan oksigen

4Sb (s) + 3O2 (g) → 2Sb2O3 (s)

Reaksi dengan halogen

2Sb (s) + 3F2 (g) → 2SbF3 (s)

2Sb (s) + 3Cl2 (g) → 2SbCl3 (s)

2Sb (s) + 3Br2 (g)→ 2SbBr3 (s)

2Sb (s) + 3I2 (g) → 2SbI3 (s)

(8)

KEGUNAAN

untuk membuat pupuk urea dan ZA, bahan

pembeku dalam industri pengolahan makanan,

pengisi ruang kosong dalam termometer

fosfor merah digunakan dalam

pembuatan korek api; asam fosfat

(9)

KEGUNAAN

digunakan dalam insektisida dan

sebagai material semikonduktor

digunakan sebagai bahan alloy untuk

pelat aki, baterai asam timbal, roda

gigi, solder, dan pewter

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Hasan, Heather. 2005. Nitrogen

: Interpreting the

Periodic Table Series and Understanding the

Elements of the Periodic table.

The Rosen

Publishing Group.New York.

Shadily, Hassan. 1973.

Ensiklopedi Umum

.

Kanisius. Yogyakarta.

Cooper, Chris. 2007.

The Elements Arsenic.

Marshall Cavendish Corporation

. New York.

Norman, N.C. 1997.

Chemistry of Arsenic,

Antimony and Bismuth.

Springer Science

and

Business. New York.

Charlot, G., B. Tremillon.2013. Chemical

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :