• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian dan Perbankan Kualitas Website SMAN 6 Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penilaian dan Perbankan Kualitas Website SMAN 6 Bandung"

Copied!
263
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

NIM : 10111396

Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 06 Oktober 2016

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jalan Sedap Malam 06 No. 14 Rancaekek Kencana

Rancaekek Kabupaten Bandung

No. Telp : 081214772524

E-Mail : [email protected]

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

1998-1999 : TK Permata Rancaekek, Kabupaten Bandung

1999-2005 : SD Negeri 2 Kencana, Kabupaten Bandung

2005-2008 : SMP Negeri 3 Rancaekek, Kabupaten Bandung

2008-2011 : SMA Negeri 6 Kota Bandung

2011-2016 : Universitas Komputer Indonesia

Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.

Bandung, 31 Agustus 2016

(5)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana

RIZKIKA ADAM PRATAMA

10111396

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(6)

iii

penelitian skripsi yang berjudul “Penilaian Kualitas Website SMAN 6 Bandung” sebagai syarat menyelesaikan kuliah pada program studi Strata 1 Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Informatika di Universitas Komputer Indonesia.

Penyusun skripsi ini tidak akan terwujud tanpa mendapat dukungan, bantuan dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :

1. Allah SWT atas rahmat, hidayah, karunia, serta rezeki selama menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

2. Kedua orang tua dan keluarga penulis yang senantiasa mendukung dan memberikan doa, semangat, motivasi, dan kasih sayang kepada penulis. 3. Bapak Adam Mukharil Bactiar, S.Kom., M.T. selaku pembimbing yang telah

sabar membimbing dan memberikan arahan kepada penulis. Tidak lupa juga kepercayaan yang selalu diberikan oleh beliau terhadap penulis. Sehingga tugas akhir dapat diselesaikan dengan baik.

4. Bapak Alif Finandhita, S.Kom., M.T. selaku reviewer yang telah memberikan masukan dan arahan selama perbaikan yang harus dilakukan ketika jalannya penyusunan skripsi ini.

5. Ibu Ednawati Rainarli selaku dosen wali IF-13 2011 yang selalu memberikan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

6. Szalsza Maulida, Dimas Permadhi, Dendi Rafahman, Sakti Rieke, Nadiar Ahmad, dan Agus Suhendra secara personal selalu membantu mengingatkan, memotivasi dan mendukung penulis.

7. Teman-teman seperjuangan bimbingan Bapak Adam Mukharil Bachtiar yang telah berjuang bersama-sama dalam menyelesaikan skripsi ini.

(7)

iv

pengembangan ke arah lebih baik.

Bandung, Juli 2016

(8)

v

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR SIMBOL ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

I. 1 Latar Belakang Masalah ... 1

I. 2 Perumusan Masalah ... 2

I. 3 Maksud dan Tujuan ... 2

I. 4 Batasan Masalah ... 3

I. 5 Metodologi Penelitian ... 3

I. 6 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

II. 1. Tinjauan Tempat Penelitian ... 9

II. 1.1. Sejarah SMAN 6 Bandung ... 9

II. 1.2. Profil SMAN 6 Bandung ... 10

II. 2. Landasan Teori ... 12

(9)

vi 21

II. 2.3.Metode Rank Order Centroid

22

II. 2.4.Metode Weighted Summation (WSum)

22

II. 2.5. ... Database

23

II. 2. 4. 1. Normalisasi Database ... 23

II. 2.6.Responsive website 24 BAB III ANALISIS DAN PERBAIKAN SISTEM ... 25

III. 1.Analisis Sistem ... 25

III. 1. 1. Analisis Masalah ... 25

III. 1. 2. Analisis Karakteristik Perangkat Lunak ... 26

III. 1. 3. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan ... 28

III. 1. 4. Analisis Faktor Kualitas ... 33

III. 1. 5. Penentuan Metrik ... 42

III. 1. 6. Perhitugan Metrik ... 47

III. 1. 7. Pengolahan Nilai Matrik ... 51

III. 1. 8. Pembentukan Bobot ... 67

III. 1. 9. Pengukuran Nilai Perangkat Lunak ... 70

III. 1. 10. Penilaian Standar Kode Program ... 73

(10)

vii

III. 2. 3. Perbaikan Struktur Kode Program ... 94

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI ... 101

IV. 1. Perancangan Sistem ... 101

IV. 2. Implementasi Sistem ... 196

BAB V PENGUJIAN SISTEM ... 235

V. 1 Pengujian Sistem ... 235

V. 1. 1. Pengujian Beta ... 235

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 251

VI. 1 Kesimpulan ... 251

VI. 2 Saran ... 251

(11)

253

DAFTAR PUSTAKA

[1] E. Marcotte, Responsive Web, New York: Jeffrey Zeldman, 214.

[2] “Google Developer,” [Online]. Available:

https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/?url=http%3A%2F %2Fsman6bdg.sch.id%2F&tab=mobile. [Diakses 8 september 2015]. [3] D. Galin, Software Quality Assurance, Addison Wesley, 2003.

[4] ISO/IEC 9126: Software engineeering - Software product Quality, 2002. [5] M. Fowler, Refactoring: Improving the Design of Existing Code, 1999. [6] B. C. I. o. Technology, “http://www.codeigniter.com/,” 31 10 2015.

[Online]. Available:

http://www.codeigniter.com/user_guide/general/styleguide.html. [Diakses 19 12 2015].

[7] M. Nazir, Metode Penelitian, R. Sikumbang, Penyunt., Bogor: Ghalia Indonesia, 2013.

[8] “SMA Negeri 6 Bandung,” [Online]. Available:

www.sman6bdg.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=11&profil=Visi,M isi,Strategi dan Tujuan.

[9] R. Weakley , “http://maxdesign.com.au,” 24 February 2004. [Online]. Available: http://maxdesign.com.au/articles/benefits/. [Diakses 19 12 2015]. [10] D. Gunawan, “SKRIPSI,” Analisis dan Implementasi Metode Heuristic Evaluation dan Metode Code Refactoring pada Situs Web Museum

Sribaduga , 2015.

[11] A. Abouzekry, “sitepoint,” [Online]. Available:

https://www.sitepoint.com/practical-refactoring-1/. [Diakses 15 May 2016]. [12] Google Inc., “Google HTML/CSS Style Guide,” Google Inc., 2012 Maret 12

. [Online]. Available:

(12)

[13] Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Sutopo, Penyunt., Bandung: Alfabeta, 2013.

[14] R. S. Pressman, Software Engineering A Practitioner's approach, 2001. [15] “usability.gov,” [Online]. Available: http://www.usability.gov/what

-and-why/usability-evaluation.html. [Diakses 30 09 2015].

[16] a. m. ersa, “usability evaluation website e-goverment layanan aspirasi dan pengaduan online(LAPOR): perbanfingan antara existing product dan

development product,” skripsi, 2015.

[17] W. HIDAYAT, A. Y. RAINUS dan U. EPENDI, “PENERAPAN METODE

USABILITY TESTING PADA EVALUASI SITUS WEB

PEMERINTAHAN KOTA PRABUMULIH,” JURNAL TEKNIK INFORMATIKA, 2014.

[18] R. TRIALIH, A. RACHMADI, S.ST,.M.TI dan D. PRIHASARI, ST,.M.T,

“PENGGUNAAN USABILITY TESTING UNTUK MENGUJI PROTOTYPE CRM PADA CV TIGA PUTRA”.

[19] H. &. H. R. &. P. D. Apperly, Service- and Component-Based Development, Addison Wesley, 2003, p. 240.

[20] “Laboratorium Rekasaya Pelangkat Lunak Teknik Informatika ITS,” [Online]. Available: http://rpl.if.its.ac.id/refactoring/. [Diakses 30 09 2015]. [21] A. Fuhr, Model-driven Software Migration into a Servide-oriented

Architectur.

[22] W. G. S. Parwita dan L. A. A. R. Putri, “KOMPONEN PENILAIAN KUALITAS PERANGKAT LUNAK BERDASARKAN SOFTWARE

QUALITY MODELS,” semantik 2012, 2012.

(13)

1 I. 1 Latar Belakang Masalah

SMA Negeri 6 adalah salah satu sekolah favorit di kota Bandung. Sekolah dengan fasilitas sarana dan prasarana yang baik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. SMA Negeri 6 mempunyai cukup banyak sarana untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tidak terlewat juga SMA Negeri 6 menggunakan internet sebagai media berbagi informasi antara siswa – siswi dengan guru atau sebaliknya dan sebagai media promosi kepada masyarakat luas tentang profil dan prestasi–prestasi yang dimiliki oleh SMA Negeri 6 media itu adalah situs website www.sman6bdg.sch.id. Website sebagai penyampaian informasi seputar

sekolah dan penyampaian materi ajar kepada para siswa – siswi SMA Negeri 6 Bandung.

Website dapat menjadi sebuah media penyampaian informasi dengan cepat

dan mudah, tidak hanya sebagai media informasi tetapi bisa juga menjadi media komunikasi. Website disajikan dengan interaktif, efisien dan fleksibel menjadi nilai lebih dari website itu sendiri. Hal ini tergantung dengan user interface yang disajikan dan seberapa cepat respond yang diberikan oleh website terhadap permintaan dari pengguna. Dari hasil penelitian awal didapatkan bahwa 68% koresponden berpendapat bahwa website SMA Negeri 6 Bandung sekarang memiliki tampilan kurang baik, 84% koresponden juga berpendapat bahwa tampilan website tidak responsif jika diakses menggunakan perangkat mobile.

(14)

Bandung. Tidak hanya dari pengunjung, keluhan juga datang dari admin yang bertanggung jawab mengurus situs web sehingga terdapat data-data dan konten tidak diperbaharui. Hal ini juga yang menyebabkan pengunjung kurang berminat mengunjungi situs web SMAN 6 Bandung.

Penilaian kualitas perangkat lunak dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki oleh perangkat lunak tersebut, dan apakah perangkat lunak tersebut sudah memenuhi tujuan awal pembangunannya. Penilaian kualitas pada website SMAN 6 Bandung dilakukan agar mengetahui lebih rinci masalah yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung. Terdapat standar kualitas perangkat lunak berdasarkan ISO-9126 yang dapat digunakan menilai sebuah perangkat lunak. Metode code refactoring digunakan untuk mengatasi masalah yang dimiliki oleh website SMAN 6 Bandung, dengan cara memperbaiki sumber kode program website SMAN 6 Bandung.

Maka dari itu akan dilakukan penilaian kualitas website SMAN 6 Bandung menggunakan ISO-9126 dan metode code refactoring sebagai metode perbaikan untuk mengatasi masalah yang dimiliki oleh website SMAN 6 Bandung.

I. 2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang , maka didapat perumusan masalah berupa bagaimana menilai kualitas website SMAN 6 Bandung menggunakan standar kualitas ISO-9126 dan menerapkan code refactoring sebagai metode perbaikan website SMAN 6 Bandung.

I. 3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah menilai standar kode program dan kualitas website SMAN 6 Bandung serta menerapkan metode refactoring untuk

perbaikannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Membantu admin dengan mengatasi masalah website SMAN 6 Bandung dari hasil penilaian.

b. Membantu pengunjung untuk mengakses website SMAN 6 Bandung lebih menarik dan nyaman ketika diakses dari perangkat mobile.

(15)

d. Membantu admin untuk menetapkan standar kode program website SMAN 6 Bandung, agar lebih cepat dan mudah di maintenance.

I. 4 Batasan Masalah

Pada penelitian ini terdapat batasan masalah agar penelitian terarah dan sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Berikut adalah batasan masalah pada penelitian ini :

a. Standar kualitas menggunakan standar ISO-9126.

b. Penilaian dilakukan menggunakan model faktor product of quality dari standar ISO-9126.

c. Penelitian dilakukan pada bagian front-end dan back-end situs web SMAN 6 Bandung.

d. Code refactoring digunakan untuk memperbaiki masalah pada kode pemograman.

e. Code refactoring yang digunakan adalah code refactoring yang dikembangkan

oleh Martin Fowler pada buku yang berjudul “Refactoring: Improving the Design of Existing Code”.

f. Standar kode PHP yang digunakan standar kode dari CodeIgniter. g. Standar kode HTML dan CSS mengacu pada standar kode dari Google. h. Metode pembobotan menggunakan metode Rank Order Centroid.

i. Metode pengukuran penilaian perangkat lunak menggunakan metode WSum. I. 5 Metodologi Penelitian

(16)

Gambar I-1 Metodologi Penelitian

1. Analisis Karakteristik Sistem

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap karakteristik perangkat lunak situs web SMAN 6 Bandung. Analisis karakteristik sistem dilakukan dengan cara melakukan analisis berdasarkan karakteristik perangkat lunak dan analisis berdasarkan domain perangkat lunak. Selain itu dilakukan juga analisis sistem yang sedang berjalan menggunakan use case.

2. Penentuan Model Kualitas

Pada tahap ini dilakukan analisis model faktor kualitas yang ada berdasarkan karakteristik dari perangkat lunak situs web SMAN 6 Bandung untuk mengetahui model faktor kualitas mana yang dapat digunakan untuk menilai perangkat lunak tersebut.

3. Penentuan Metrik kualitas

(17)

penilaian terhadap perangkat lunak berdasarkan model faktor kualitas memiliki metriknya masing-masing.

4. Perhitungan Metrik

Perhitungan metrik sesuai dengan formula dan definisi yang dimiliki oleh metrik tersebut. Perhitungan metrik diawali dengan pembentukan pertanyaan yang berdasarkan definisi dan keterkaitannya dengan website. Setelah terbentuk pertanyaan, pertanyaan tersebut akan menjadi acuan untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan pada saat perhitungan metrik nantinya.

5. Pembentukan Bobot

Pembentukan bobot ini dilakukan untuk menetapkan bobot dari setiap faktor dan sub-faktor sehingga setiap faktor dan sub-faktor memiliki bobot yang jelas pada perhitungan nilai perangkat lunak nantinya.

6. Pengukuran Nilai Perangkat Lunak

Setelah menentukan bobot dan mengetahui skor dari kuesioner maka pengukuran nilai perangkat lunak dapat dilakukan. Pengukuran nilai perangkat lunak dilakukan untuk mengetahui nilai dari setiap faktor dan sub-faktor.

7. Penilaian Standar Kode Program

Pada tahap ini akan dilakukan penilaian kode program dengan melakukan observasi langsung pada kode program apakah sudah sesuai dengan standar yang ada atau belum.

8. Analisis Hasil Penilaian

Pada tahap ini akan dilakukan analisis terhadap penilaian yang sudah dilakukan sehingga akan diketahui masalah yang terjadi pada perangkat lunak yang akan menjadi acuan untuk perbaikan perangkat lunak.

9. Code Refactoring

Pada tahap ini akan dilakukan perbaikan perangkat lunak menggunakan metode code refactoring. Sehingga nantinya akan terdapat website SMAN 6 Bandung yang baru hasil perbaikan.

(18)

Pengujian dilakukan dengan mengetahui nilai dari website SMAN 6 Bandung apakah sudah memenuhi perbaikan yang diusulkan ketika analisis hasil penilaian telah didapat.

11. Evaluasi

Evaluasi adalah deskripsi dari analisis terhadap penilaian pada website SMAN 6 Bandung terdahulu dan deskripsi hasil pengujian website SMAN 6 Bandung yang baru.

I. 6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan penelitian disusun dengan gambaran umum seperti berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan menjelaskan latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang tinjauan terhadap tempat penelitian dan landasan teori yang digunakan pada penilitian ini. Tinjauan tempat penelitian menjelaskan tentang profil, sejarah, visi dan misi dari SMAN 6 Bandung. Landasan teori menjelaskan mengenai teori – teori yang digunakan terkait dengan penelitian.

BAB III ANALISIS DAN PERBAIKAN SISTEM

Bab ini berisi penjelasan masalah yang ada dan serangkaian solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Analisis dilakukan dengan cara melakukan penilaian kualitas situs web SMAN 6 Bandung. Perbaikan dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang didapat pada hasil analisis.

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini berisi implementasi dari hasil analisis yang sudah dilakukan sebelumnya. Di mana tahap ini akan melakukan pembangunan sistem perangkat lunak berdasarkan analisis dan perancangan yang telah dibuat sebelumnya.

(19)

Bab ini berisi pengujian yang dilakukan terhadap sistem baru yang telah dibuat berdasarkan hasil perbaikan, perancangan dan implementasi. Pengujian dilakukan dengan kegiatan yang sama seperti pada tahapan analisis.

BAB VI KESIMPULAN

(20)
(21)

9 II. 1.1.Sejarah SMAN 6 Bandung

SMA Negeri 6 Bandung yang sekarang bertempat di Jalan Pasirkaliki No.51

Bandung berdiri sejak tahun 1956 dengan nama SMA Negeri “C” Bandung lokasi

sekolah ini di Jalan Belitung Nomor 22 Berdasarkan SURAT KEPUTUSAN MENTERI P dan K tanggal 26 Oktober 1956 Nomor: 1956/E/III, di bawah pimpinan Bapak M.Sibaran.

Tahun 1966 SMA Negeri 6 Bandung kemudian berlokasi di Jalan Pasirkaliki 51, menempati gedung atau bangunan bekas sekolah Cina yaitu NAN HUA dengan nama SMA Negeri HOS COKROAMINOTO 51/400 Bandung. Ijin penggunaan bangunan sekolah Cina NAN HUA tersebut berdasarkan Surat Kepala Perwakilan Departemen P dan K Daerah Jabar tanggal 19 Desember 1966 Nomor 1866/H.2/S/66. SK ini juga berlaku bagi SMA Negeri 6 yang berlokasi di jalan Belitung 8/22 Bandung (SK. Pemecahan SMA Tahun Ajaran 1968dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 20 November 1968 Nomor 374/U.K.K/3/1968).

Pada awal tahun 1976 SMA Negeri 6 hanya ada satu yaitu yang berlokasi di Jalan Pasirkaliki 51 Bandung (SK Kepala Kanwil Dept P dan K Propinsi Jawa Barat tanggal 10 Oktober 1975 No. 2553/A/1975) Kemudian SMA yang ada di Jalan Belitung menjadi SMA Negeri 9 Jalan Suparman Bandung.

Urutan kepemimpinan yang di mula tahun 1968 sampai tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Bapak M.Sibarani, dari tahun 1956 sampai dengan Agustus 1968

2. Bapak Bukit Panggabean, Drs. Dari September 1968 sampai dengan Februari 1981

3. Bapak Sutarya Abdul Gani dari Maret 1981 sampai dengan Juli 1981 (Pejabat Sementara)

(22)

5. Bapak Sap`an Sumarjaputra, Drs dari tanggal 20 Jul 1986 sampai dengan 30 Desember 1989

6. Bapak M. Soeparman, Drs. Mulai tanggal 2 Januar 1990 sampai dengan 2 Mei 1994

7. Bapak Maman, Drs (Kepala SMA Negeri 4) diangkat sebagai Pejabat Sementara mulai 3 Mei 1994 sampai dengan 31 Agustus 1994

8. Bapak Drs. M. Supomo, M.Pd. mulai dari tanggal 1 September 1994 sampai dengan 28 Februari 1996

9. Bapak Drs.R Y. Wardaya Kadarisman mulai 1 Maret 1996 sampai dengan 1 Nopember 1999

10. Bapak Drs. R. Kiryodono (Kepala SMU Negeri 4) diangkat sebagai Pejabat Sementara mulai 1 Nopember 1999 Sampai dengan 23 Maret 1999

11. Drs. H. Nana mulai 24 Maret 1999 sampai dengan 23 Maret 2002 12. Dra. Hj.Misbah Amin mulai 30 April 2002 sampai 30 Agustus 2003 13. Drs. Karyo Sunaryo mulai 1 April 2004 sampai dengan 30 Maret 2005 14. Drs. H. Uan yuhana mulai 1 April 2005 sampai dengan 30 Maret 2008 15. H. Cucu Saputra,M.M.Pd mulai 1 April 2008 sampai 31 Maret 2010. 16. Drs. Akhmad Rubandi SP. M.M.Pd mulai 1 April 2010 sampai dengan

Maret 2012.

17. Drs. Ade Suryaman, S.Pd. mulai maret 2012 sampai dengan sekarang. SMA Negeri 6 Bandung berlokasi di Jalan Pasirkaliki 51 Bandung, luas tanah 2.014 m2 dan merupakan tanah Eigendom dengan nomor Verponding 945, atas nama Elisabeth Clementine. SMA Negeri 6 Bandung berdiri dengan surat hak tanah tanggal 28 Mei 1934 No.444, Surat ukur tanggal 24 Desember No.174.

II. 1.2.Profil SMAN 6 Bandung

a. Visi

Terwujud sekolah menengah atas negeri 6 menjadi unggulan kota Bandung yang berwawasan lingkungan dengan mengembangkan potensi peserta didik sehingga berdaya saing, berprestasi, berkarya dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang berdasarkan iman dan taqwa.

(23)

Misi dari SMAN 6 Bandung adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan sehingga tercipta warga sekolah yang shaleh dan lingkungan yang religius.

2. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan keterampilan untuk mampu berkembang pada pendidikan yang lebih tinggi sesuai tuntutan kehidupan.

3. Membina peserta didik untuk mengembangkan dirinya agar dapat berprestasi sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimilikinya. 4. Menumbuh kembangkan peserta didik sehingga mampu mandiri, berdaya

cipta, belajar sepanjang hayat, untuk beradaptasi mengikuti perkembangan.

5. Meningkatkan kualitas kedisiplinan dan ketertiban peserta didik. 6. Meningkatkan kualitas daya saing peserta didik.

7. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga ke pendidikan yang unggul dan bermutu.

8. Melengkapi sarana/prasarana sekolah sebagai daya dukung peningkatan mutu pendidikan.

9. Meningkatkan kesadaran di lingkungan sekolah akan pentingnya kebersamaan, kesehatan dan keindahan.

10. Membudayakan sekolah bersih, sehat dan indah sehingga mampu 11. meningkatkan kualitas belajar peserta didik.

c. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan di SMA Negeri 6 Bandung pada dasarnya mengacu pada tujuan pendidikan nasional dan visi, misi yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya sesuai dengan fitrahnya yaitu pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bermoral, berbudi pekerti luhur, berahlak mulia, demokratis menjunjung hak asasi manusia, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan agar mampu mewujudkan kehidupan bangsa.

(24)

1. Membekali warga sekolah yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas kecerdasan intelektual yang tinggi, .sehingga memiliki daya saing secara kompetitif dan komparatif dalam persaingan tingkat lokal, regional maupun nasional.

II. 2.Landasan Teori

II. 2.1.Kualitas Perangkat Lunak

Definisi kualitas perangkat lunak menurut IEEE adalah sebagai berikut : 1. Sejauh mana sistem, komponen, atau proses dapat memenuhi kebutuhan

yang telah ditentukan.

2. Tingkat di mana sebuah sistem, komponen, atau proses dapat memenuhi kebutuhan dan harapan dari pengguna.

II. 2. 2. 1. Model Kualitas ISO-9126

Model kualitas adalah landasan dari sistem evaluasi kualitas produk. Model kualitas menentukan karakteristik kualitas akan diperhitungkan ketika mengevaluasi sifat dari produk perangkat lunak.

Kualitas sistem adalah sejauh mana sistem memenuhi kebutuhan yang dinyatakan dan tersirat dari berbagai pemangku kepentingan, dan dengan demikian memberikan nilai. Kebutuhan tersebut stakeholder (fungsi, kinerja, keamanan, pemeliharaan, dll) yang tepat apa yang direpresentasikan dalam model kualitas, yang mengkategorikan kualitas produk menjadi karakteristik dan sub-karakteristik. Tabel II-1 Faktor Dan Sub-Faktor Kualitas Internal dan Eksternal ISO-9126

Faktor Sub-faktor

Functional 1. Appropriateness

2. Accuracy

3. Interoperability

4. Security

5. Functional Compliance

Reliability 1. Maturity

2. Fault Tolerance

3. Recoverability

4. Reliability Compliance

Efficiency 1. Time-behaviour

2. Resource-utilisation

3. Efficiency Compliance

(25)

Faktor Sub-faktor 2. Learnability

3. Operability

4. Attractiveness

5. Usability Compliance

Maintainability 1. Analyzability

2. Changeability

3. Stability

4. Testability

5. Maintability Compliance

Portability 1. Adaptabilitas

2. Installability

3. Co-existence

4. Replaceability

5. Transferability Compliance

Berikut adalah pengertian dari masing-masing faktor dan sub-faktor dari Tabel II-1 Faktor Dan Sub-Faktor Kualitas Internal dan Eksternal ISO-9126, di antaranya sebagai berikut:

1. Functional Suitability

Functinal adalah tingkat di mana perangkat lunak dapat meniadakan fungsionalitas yang memenuhi kebutuhan ketika perangkat lunak digunakan pada kondisi tertentu.

a. Suitability

Suitability adalah tingkat dimana kemampuan dan kelayakan sebuah perangkat lunak untuk dapat menyediakan fungsionalitas untuk kebutuhan yang spesifik.

b. Accucary

Accuracy adalah tingkat dimana kemampuan sebuah perangkat lunak dapat memberikan hasilyang benar dan sesuai dengan fungsi yang dijalankan.

c. Interoperability

Interoperability tingkat dimana perangkat lunak memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan sistem yang lain atau sistem tertentu.

d. Security

(26)

e. Functionality Compliance

Functionality compliace menggambarkan tentagn kesesuaian antara fungsionalitas yang ada pada sebuah perangkat lunak dengan aturan standar yang ebrlaku pada perangkat lunak lainnya yang sejenis.

2. Reliability

Reliability merupakan tingkat sejauh mana produk perangkat lunak dapat mempertahankan tingkat tertentu ketika digunakan oleh pengguna dalam kondisi tertentu.

a. Maturity

Maturity merupakan sub-faktor yang berhubungan dengan tingkat dimana

kelayakan sebuah perangkat lunak dalam menangani kegagalan atau kesalahan yang terdapat didalamnya.

b. Fault Tolerance

Fault Tolerance merupakan sub-faktor dari realibility dimana tingkat sebuah perangkat lunak dapat memberikan toleransi kegagalan atas kesalahan yang terjadi saat digunakan pada kondisi tertentu.

c. Recoverability

Recoveravility adalah tingkat dimana kemampuan sebuah perangkat lunak

untuk dapat membangun kembali kinerja dan memulihkan data baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

d. Reliability Compliance

Reliability compliance merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat memenuhi standar ketahanan yang dimiliki oleh perangkat lunak lain sejenis. 3. Efficiency

Performance efficiency merupakan tingkatan sejauh mana produk perangkat

lunak memberikan kinerja yang tepat, dengan jumlah sumber daya yang digunakan, dalam kondisi tertentu.

a. Time-behaviour

Time-behaviour yaitu waktu yang dibutuhkan oleh sebuah perangkat lunak

(27)

Resource-utilisation merupakan tingkat dimana jumlah sumber daya yang

digunakan oleh perangkat lunak untuk melakukan fungsi atau tujuan tertentu. c. Efficiency Compliance

Efficiency compliance merupakan tingkatan di mana perangkat lunak memenuhi standar yang berhubungan dengan efisiensi kinerja perangkat lunak. 4. Usability

Usability merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat dipahami, dipelajari, digunakan dan menarik untuk pengguna, jika digunakan dalam kondisi tertentu.

a. Understandability

Undersatandability merupakan sub-faktor yang menggambarkan tingkat dimana seberapa jauh perangkat lunak dapat dipahami oleh pengguna baik dari secara konsep logis dan penerapan penggunaan perangkat lunak tersebut.

b. Learnability

Learnability merupakan tingkat dimana sebuah perangkat lunak daat dipelajari dengan baik oleh penggunanya.

c. Operability

Operability yaitu tingkat dimana seberapa jauh perangkat lunak dapat dioperasikan oleh penggunanya.

d. Attractiveness

Attractiveness merupakan tingkatan di mana perangkat lunak dapat menarik

perhatian bagi para pengguna. e. Usability Compliance

Operability compliance merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat memenuhi standarisasi dan panduan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.

5. Maintability

Maintability merupakan tingkatan sejauh mana produk perangkat lunak dapat

(28)

a. Analyzability

Analyzability merupakan tingkat mana perangkat lunak dapat dianalisis untuk

mengetahui apa yang menyebabkan kegagalan pada perangkat lunak atau untuk mengidentifikasi bagian yang dapat dimodifikasi.

b. Changeability

Changeability merupakan tingkat di mana perangkat lunak memungkinkan sebuah modifikasi yang spesifik untuk dapat diimplementasikan. Hal ini memudahkan perangkat lunak dapat dimodifikasi.

c. Stability

Modification stability merupakan tingkat di mana perangkat lunak untuk dapat menghindari efek yang tidak diharapkan dari modifikasi yang dilakukan terhadap perangkat lunak.

d. Testability

Testability merupakan tingkat di mana perangkat lunak memungkinkan modifikasi perangkat lunak untuk dilakukan validasi.

e. Maintainability Compliance

Maintability compliance merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat memenuhi standarisasi yang berhubungan dengan maintainability pada perangkat lunak lain.

6. Portability

Transferability merupakan tingkatan sejauh mana produk perangkat lunak dapat disesuaikan ketika perangkat lunak berpindah dari lingkungan yang satu ke lingkungan yang lain.

a. Adaptability

Adaptability merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat beradaptasi

pada spesifikasi lingkungan yang berbeda tanpa menerapkan aksi atau cara lain dari pada memberikan tujuan tertentu terhadap perangkat lunak yang telah ada.

b. Installability

Installability merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat dipasang dan

(29)

Co-existence merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat

berdampingan dengan perangkat lunak lain dan berbagi sumber daya pada lingkungan yang sama tanpa ada dampak yang merugikan [4].

d. Replaceability

Replaceability merupakan tingkat di mana perangkat lunak dapat digunakan pada perangkat lain dengan tujuan yang spesifik pada lingkungan yang sama [4].

e. Portability Compliance

Transferability compliance merupakan tingkat di mana sebuah perangkat lunak dapat memenuhi standar yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak untuk dapat berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain.

II. 2. 2. 2. Penilaian Standar Kode Program

Penilaian standar kode program adalah menguji validitas dari kode program satu website. Pengujian dilakukan dengan cara melihat kode program yang ada dengan standar website, standar website menurut Eric Meyer adalah sebuah maksud agar satu website memiliki kode program sesuai standar yang ada dari beberapa organisasi seperti w3, alasannya adalah agar browser dan perangkat lunak lainnya dapat memahami kode program yang ada pada website dengan lebih cepat.

Standar website adalah alat yang digunakan untuk menyetujui dan menerima website sebagai alat komunikasi yang luas dan dapat diakses oleh berbagai

pengguna dan berbagai perangkat. Karakteristik umum untuk standar website adalah sebagai berikut :

a. Semantically Correct Markup

Semantically correct markup yang benar adalah menggunakan elemen HTML untuk tujuan yang sesuai artinya ketika menulis kode program HTML, elemen-elemen HTML harus digunakan contohnya seperti penggunaan elemen H1 untuk judul, menggunakan elemen paragraf untuk teks paragraf, menggunakan elemen list untuk daftar.

b. Valid Code

Valid code adalah adalah penggunaan kode program yang valid sesuai dengan

(30)

menggunakan kode program yang valid salah satu alasannya adalah kode program yang valid akan membuat website lebih cepat daripada kode program yang memiliki kesalahan.

c. Accessible Code (For Humans And Devices)

Maksud Accessible Code (For Humans And Devices) adalah kode pemrograman yang mudah diakses (untuk manusia dan perangkat komunikasi). d. CSS To Separate Content From Presentation

Cascading Style Sheets (CSS) To Separate Content From Presentation adalah

memisahkan antara berkas CSS dari berkas HTML.

Penilaian kode program akan dilakukan dengan menggunakan alat pengukuran yang bertujuan mendapatkan pengecekan eror, validitas sumber kode program, kecepatan yang dimiliki oleh website. Alat pengukuran terdiri dari dua jenis yaitu alat pengukuran online dan alat pengukuran offline. Alat pengukuran Online yang digunakan adalah website http://validator.w3.org/ untuk menguji validitas dari kode HTML dan http://jigsaw.w3.org/css-validator/ untuk menguji validitas kode CSS. Alat pengukuran offline adalah dengan cara melakukan observasi secara langsung kepada sumber kode program dan akan dilakukan perbandingan dengan standar kode program. Kode program yang dibandingkan secara manual adalah kode program PHP .

Standar kode program yang digunakan untuk kode program PHP adalah menggunakan standar dari framework PHP yaitu CodeIgniter.

II. 2. 2. 3. Kesalahan Kode HTML

Kesalahan kode html merupakan kesalahan pada saat penulisan kode dan penggunaan elemen-elemen html yang tidak sesuai, berikut adalah kesalaha-kesalahan yang dapat terjadi pada saat penulisan kode html :

1. End Tag For X Omitted, But OMITTAG NO Was Specified

Kesalahan jenis ini terjadi karena tidak ditutup dengan benar sebuah tag elemen di mana sebuah tag elemen yang ditulis dengan kondisi self-close tetapi

tidak ditutup oleh “/>” tetapi menggunakan “>”.

(31)

Kesalahan pada jenis ini karena penggunaan sebuah identifier yang tidak dapat dihasilkan sehingga tidak terjadi perintah apapun.

3. Document Type Does Not Allow Element X Here; Missing One Of Y Start-Tag

Kesalahan jenis ini adalah karena penggunaan elemen block-level yang tidak sesuai, dan juga kesalahan karena tidak menutup elemen tersebut. Contoh seperti elemen block – level <p> atau <table> yang berada di dalam elemen inline seperti <span> atau <font>.

4. An Attribute Value Must Be A Literal Unless It Contains Only Name Characters

Jenis kesalahan ini terjadi karena penggunaan karakter yang tidak tepat

khususnya pada penggunaan “name characters” sehingga tidak dapat dikenali dalam penggunaan nilai atribut di mana sebuah nilai atribut yang mengandung huruf a-z harus menggunakan tanda kutip. Tidak hanya untuk yang hanya mengandung huruf tetapi yang tidak mengandung huruf lebih baik menggunakan tanda kutip.

5. End Tag For X Which Is Not Finished

Jenis kesalahan ini karena penulisan kode pada tak yang bersarang ternyata tag child belum ditutup dan ternyata tag parent sudah ditutup. Contoh seperti elemen <html> didalam nya terdapat tag <title>, tag title harus ditutup lebih dulu </title> baru tag <html> dapat ditutup </html>.

6. There Is No Attribute X

Jenis kesalahan ini adalah penggunaan atribut yang tidak sesuai atau atribut yang sudah tidak didukung pada saat penggunaan atribut pada sebuah elemen di dokumen html tersebut.

7. An Attribute Value Specification Must Be An Attribute Value Literal Unless SHORTTAG YES Is Specified

(32)

8. General Entity X Not Defined And No Default Entity

Jenis Kesalahan ini adalah penggunaan “&” pada URL untuk mengacu pada sebuah entitas.

9. Required Attribute X Not Specified

Jenis Kesalahan berikut terjadi karena penulisan kode yang tidak sesuai dengan tidak menuliskan atribut yang seharusnya terdapat pada sebuah tag html, contohnya seperti tag img pada html di mana seharusnya terdapat atribut alt pada elemen tersebut.

10. Document Type Does Not Allow Element X Here; Assuming Missing Y Start-Tag

W3.org belum mengkonfirmasi secara resmi terkait kesalahan ini, tapi jika dilihat dari kesalahan yang terjadi dapat diambil kesimpulan bahwa kesalahan jenis ini terjadi karena penggunaan elemen yang tidak sesuai pada tempatnya karena elemen tersebut tidak tepat untuk digunakan pada dokumen tersebut dan memberikan asumsi dengan penggunaan yang lebih tepat.

11. Element X Undefined

Jenis kesalahan ini disebabkan oleh penggunaan atribut yang tidak sesuai dengan fungsinya, dan fungsi sudah mendapatkan pembaharuan sehingga fungsi yang lama sudah digantikan.

12. Character X Not Allowed In Attribute Specification List

Jenis kesalahan ini terjadi karena penggunaan sebuah karakter yang tidak tepat atau tidak diperbolehkan berada pada baris kode tersebut.

13. ID X Already Defined

Jenis kesalahan ini adalah karena kode html memiliki id yang tidak unik dan digunakan untuk berkaitan dengan style sheets, karena lebih tepat jika menggunakan class dari pada id untuk style sheets pada kode html.

14. X Not Finished But Containing Element Ended

(33)

15. Document Type Does Not Allow Element X Here

Kesalahan jenis ini adalah karena penggunaan atribut yang tidak tepat atau tidak ditempatkan di tempat yang seharusnya.

II. 2.2.Code Refactoring

Metode refactoring adalah metode menulis ulang sebuah kode program dengan cara memperbaiki sumber kode program tanpa mengubah behaviour sumber kode program sebelumnya, hal ini ditujukan untuk meningkatkan struktur dari kode program itu sendiri agar lebih baik. Pada penelitian ini code refactoring digunakan untuk membuat website sesuai dengan standar. Website standar dimaksudkan untuk menjadi dasar umum pada sebuah website sehingga browser dan perangkat lunak lain dapat memahami dengan mudah sebuah kode program diterjemahkan.

Standar kode program yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. CodeIgniter Style Guide

Standar kode program CodeIgniter ini digunakan untuk standar kode program hypertext preprocessor (PHP).

b. Google HTML/CSS Style Guide

Panduan standar kode pemograman Google digunakan untuk standar kode program hypertext markup language (HTML) dan cascading style sheets (CSS).

Menurut Martin Fowler langkah untuk melakukan refactoring adalah sebagai berikut :

1. Melakukan Tes Terhadap Kode

Tes yang dilakukan terhadap kode dilakukan untuk mencari tahu letak kesalahan sumber kode program. Tes harus dilakukan sebaik mungkin sehingga dapat mengetahui dengan baik kesalahan yang terdapat pada sumber kode program tersebut. Menguji validasi standar kode program bisa menjadi salah satu tes yang bisa digunakan untuk mengetahui kesalahan yang terdapat pada sumber kode program.

(34)

Setelah menemukan kesalahan pada sumber kode program, sumber kode program tersebut diperbaiki. Perbaikan dilakukan hingga ketika dilakukan tes kembali terhadap sumber kode program tidak menemukan kesalahan pada sumber kode program.

II. 2.3.Metode Rank Order Centroid

Metode rank order centroid merupakan sebuah metode pembobotan yang terbilang sederhana. Maksud sederhana adalah cara yang digunakan pada metode ini untuk memberikan bobot terhadap sejumlah item menurut kepentingtan dari item-item tersebut. Pada penelitian ini pembobotan diberikan pada sub-faktor eksternal ISO-9126. Berikut adalah persamaan yang digunakan untuk memberikan bobot kepada setiap faktor dan sub-faktor tersebut.

� = 1 ∑��=�1 (II-1)

Dimana :

Wi = Bobot ke i

M = Number of Item

II. 2.4.Metode Weighted Summation (WSum)

Weigth Summation adalah sebuah metode kompensasi, yang berarti dapat

menghitung skor kriteria skor yang “buruk”, sehingga dapat dikopensisasikan

dengan kriteria skor yang “baik”. Berikut adalah persamaan yang digunakan dalam metode weighted Summation.

Jika

Xi = Nilai Perhitungan metrik kriteria ke-i

(35)

II. 2.5.Database

Database merupakan sebuah kumpulan data-data yang dimiliki oleh suatu

program yang disimpan pada sebuah file. Database terdiri dari tabel-tabel yang memiliki field di dalamnya yang menyimpan sebuah data. Seperti sebuah program kasir yang memiliki database penjualan di mana di dalamnya terdapat tabel-tabel yang menyimpan data transaksi dan data barang. Sebuah database pada umumnya disimpan pada sebuah media penyimpanan seperti harddisk tapi masa kini juga terdapat database yang disimpan pada media penyimpanan cloud. Sebuah database memiliki sebuah skema. Terdapat dua jenis database yaitu database relasional dan database tidak relasional/nosql. Janis dari database tersebut dilihat dari skema

yang digunakan pada struktur tabel yang ada pada database tersebut. Database relasional adalah sebuah database di mana setiap tabel memiliki relasi dengan tabel

lain.

II. 2. 4. 1. Normalisasi Database

Normalisasi database merupakan sebuah metode untuk membuat sebuah tabel pada struktur database menjadi normal dengan tujuan untuk mengoptimalkan database salah satu caranya dengan meminimalkan adanya data redudansi.

Terdapat langkah-langkah ketika melakukan normalisasi, langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bentuk normal pertama

Pada bentuk normal pertama tabel-tabel pada database tersebut akan dilihat apakah memiliki kolom yang memiliki sifat yang sama atau tidak, jika jawabannya iya maka kolom tersebut dihilangkan hingga sisa satu kolom saja. Lalu setiap tabel dibuat berdasarkan setiap kelompok data yang terkait. Selanjutnya buat identitas untuk setiap data record yang biasa disebut sebagai primary key.

2. Bentuk normal kedua

Pada bentuk normal kedua ini setiap isi pada sebuah kolom berulang maka dibuat subtabel dari tabel tersebut, serta tabel tersebut harus dibuat sebuah relasi menggunakan foreign key.

(36)

Pada bentuk normal ketiga ini setiap tabel harus sudah memenuhi aturan dari bentuk normal kedua dan menghilangkan kolom yang tidak berhubungan dengan primary key.

II. 2.6.Responsive website

Design web responsif adalah sebuah pendekatan design sebuah web yang bertujuan untuk memberikan tampilan dan interaksi yang optimal. Interaksi optimal adalah di mana pengguna dapat mudah membaca isi web serta navigasi yang nyaman walaupun resolusi berubah karena diakses dari perangkat berbeda seperti desktop atau monitor komputer dan perangkat mobile. Desain responsif untuk membuat nya diperlukan tiga kondisi di antaranya :

(37)

BAB III

ANALISIS DAN PERBAIKAN SISTEM

III. 1. Analisis Sistem

Analisis merupakan tahapan analisis sistem yang berjalan dan analisis faktor kualitas perangkat lunak.

III. 1. 1. Analisis Masalah

Website SMAN 6 Bandung memiliki beberapa masalah diantaranya :

1. Berdasarkan latar belakang masalah terdapat masalah terkait user interface pada website SMAN 6 Bandung. Hal ini berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada responden pengguna website SMAN 6 Bandung. Website SMAN 6 Bandung memiliki tampilan yang tidak menarik bagi para pengguna, menyebabkan keinginan pengguna untuk kembali mengakses website menjadi berkurang.

2. Website SMAN 6 Bandung tidak responsif, hal ini terjadi ketika website diakses oleh perangkat mobile. Tidak responsifnya website SMAN 6 Bandung dapat menyebabkan keinginan untuk mengakses website SMAN 6 Bandung menurun, karena akan sulit dan tidak nyaman jika mengakses website yang tidak responsif melalui perangkat mobile.

3. Berdasarkan pengujian terhadap website SMAN 6 Bandung menggunakan Google Speed Insight [2]. Website SMAN 6 Bandung memiliki nilai yang

tidak bagus terkait dengan respone time dari website SMAN 6 Bandung. hal respone time yang lamban akan mempengaruhi fokus pengguna terhadap website [11].

(38)

III. 1. 2. Analisis Karakteristik Perangkat Lunak

Analisis karakteristik perangkat lunak adalah dengan cara menganalisis berdasarkan komponen sistem informasi dan domain perangkat lunak.

III. 1. 2. 1.Analisis Berdasarkan Komponen Sistem Informasi

Analisis sistem berdasarkan komponen sistem informasi di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Komponen Masukan

Komponen masukan yang dimiliki oleh situs web SMAN 6 Bandung di antaranya sebagai berikut : masukan informasi sekolah, berita, info alumni, agenda, artikel, opini, buku tamu, foto kegiatan, data guru, data siswa, data ekstrakulikuler, data osis, profil sekolah, materi ajar, materi uji, status, data grup, tugas, tes online, data spp, data dsp, data bimbingan konseling, data laporan, dan data absensi.

b. Komponen Model

Komponen model yang terdapat pada situs web SMAN 6 Bandung adalah sekumpulan proses yang terdiri dari proses menampilkan, proses tambah, proses hapus, proses ubah, dan proses penilaian ujian online.

c. Komponen Keluaran

Komponen keluaran atau output dari situs web SMAN 6 Bandung ialah sebagai berikut : profil sekolah, informasi sekolah, berita, info alumni, agenda, artikel, opini, buku tamu, foto kegiatan, data guru, data siswa, data ekstrakulikuler, data OSIS, materi ajar, materi uji, status member, data grup, tugas, tes online, data SPP, data DSP, data bimbingan konseling, data laporan, dan data absensi.

d. Komponen Teknologi

Komponen teknologi dari situs web SMAN 6 Bandung adalah sebuah perangkat keras komputer, atau sebuah perangkat keras yang dapat mengakses suatu situs web.

e. Komponen Pengendali

(39)

sebagai member dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang spesifik, yaitu : member siswa, member guru, member wali kelas, member guru bimbingan konseling.

f. Komponen Basis Data

Komponen basis data yang dimiliki oleh situs SMAN 6 Bandung adalah sebuah database yang terdiri dari berapa tabel dan setiap tabel tidak berelasi. Struktur tabel tidak berelasi bukan karena menggunakan skema database NoSQL. III. 1. 2. 2.Analisis Berdasarkan Domain Perangkat Lunak

Analisis karakteristik berdasarkan domain perangkat lunak, setiap perangkat lunak tentunya memiliki karakteristik berbeda. Pada perangkat lunak aplikasi web terdapat beberapa karakteristik umum [3]. Karakteristik yang dimiliki oleh situs web SMAN 6 Bandung adalah sebagai berikut :

a. Informational

Situs web SMAN 6 Bandung memiliki karakteristik informational yaitu, di mana situs web SMAN 6 Bandung memberikan informasi seperti berita, artikel, data guru, data siswa, profil sekolah dan info sekolah.

b. Download

Pada situs web SMAN 6 Bandung disediakan fasilitas download atau unduh yaitu file materi ajar dan materi uji yang dapat diunduh oleh member sebagai siswa dan guru. Serta terdapat juga file tugas yang dapat diunduh oleh member sebagai siswa dan sebagai guru. Member sebagai guru dapat juga mengunduh file jawaban tugas yang diunggah oleh member siswa.

c. Customizable

Member dapat mengganti tema atau latar belakang halaman profil miliknya

sendiri dengan menepatkan beberapa kode program yang dapat mengubah warna atau mengubah latar belakang tema yang digunakan.

d. Interaction

(40)

berkomunikasi dengan dengan disediakannya buku tamu untuk para pengguna bukan member.

e. User input

Pada situs web SMAN 6 Bandung disediakan fasilitas user input, seperti input untuk profil pribadi salah satu contohnya, dan contoh lainnya adalah ketika berapa pada fasilitas kirim pesan, pengguna sebagai member diberikan akses untuk menulis pesan yang ingin mereka kirim untuk member lainnya.

III. 1. 3. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan

Analisis sistem yang sedang berjalan pada situs web SMAN 6 Bandung, bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana fungsional yang ada pada situs web tersebut. Analisis ini juga bertujuan untuk acuan membuat situs web yang baru dengan fungsional yang tidak diubah. Analisis sistem yang sedang berjalan dipresentasikan menggunakan use case diagram.

III. 1. 3. 1. Use Case Diagram

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)

III. 1. 4. Analisis Faktor Kualitas

Analisis faktor kualitas adalah melakukan analisis terhadap faktor kualitas yang digunakan yaitu ISO-9126 dengan komponen sistem informasi, karakteristik web, dan atribut dari penilaian web. Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui model faktor kualitas mana saja yang dapat digunakan sesuai dengan komponen sistem informasi, karakteristik web, dan atribut penilaian web. Selain untuk mengetahui faktor mana saja yang digunakan. Analisis ini juga bertujuan agar model faktor yang digunakan cocok dengan komponen sistem informasi, karakteristik web, dan atribut penilaian aplikasi web yang diteliti sehingga dapat mendapatkan penilaian yang maksimal dan akurat.

Analisis keterkaitan antara model faktor kualitas dengan komponen sistem informasi dapat dilihat pada tabel matriks keterkaitan pada Tabel III-1 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Komponen Sistem Informasi.

Tabel III-1 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Komponen Sistem Informasi

Model faktor kualitas

ISO-9126 Komponen Sistem Informasi

Faktor Sub-faktor K

o

Suitability X X

(46)

Model faktor kualitas

ISO-9126 Komponen Sistem Informasi

Faktor Sub-faktor K

o

Testability X

Porta

Berdasarakan Tabel III-1 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Komponen Sistem Informasi, berikut adalah penjelasan dari setiap keterkaitan sehingga dapat membentuk matrik keterkaitan.

1. Functional Suitability Dengan Komponen Masukan

Keterkaitan antara sub-faktor suitability dengan komponen masukan, berdasarkan definisi suitability dan komponen masukan yang dimiliki oleh website SMAN 6 Bandung adalah di mana website SMAN 6 Bandung harus memiliki kemampuan untuk menyediakan fungsionalitas yang dapat berjalan dengan baik, fungsionalitas yang berkaitan dengan komponen masukan seperti contoh fungsionalitas input.

2. Functional Suitability Dengan Komponen Model

(47)

3. Functional Security Dengan Komponen Masukan

Setiap input atau masukan data yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung tentu saja harus diawasi sehingga setiap masukan tidak dapat membuat website menjadi penyedia informasi yang tidak seharunya.

4. Functional Security Dengan Komponen Basis Data

Basis data adalah salah satu komponen yang bisa saja diserang oleh pihak tidak bertanggung jawab, maka dari itu basis data memerlukan keamana seperti menjaga kosistensi dan integritas data.

5. Functional Security Dengan Komponen Pengendali

Keterkaitan antara sub-faktor security dengan komponen pengendali adalah dimana setiap pengendali pada website SMAN 6 Bandung memiliki hak masing-masing yang berbeda. Ketika terdapat sebuah kesalahan yang disebabkan oleh pengendali maka sistem dapat memberikan informasi pengendali mana yang melakukan kesalahan, serta keamanan seperti login menjadi model keamanan yang umum yang biasanya terdapat pada aplikasi website yang membagi setiap hak penggunanya.

6. Functional Accuracy Dengan Komponen Masukan

Website harus dapat menjaga kosistensi masukan data yang dilakukan oleh pengguna. Hal itu adalah keterkaitan antara sub-faktor accuracy dengan komponen masukan. Setiap masukan harus tetap jaga kosistensi data agar menghasilkan informasi yang sesuai dan akurat nantinya.

7. Functional Accuracy Dengan Komponen Keluaran

Website SMAN 6 Bandung memiliki sebuah fungsi memberikan informasi kepada penggunanya, tentu saja informasi yang didapat harus sesuai dengan data yang dimasukan sebelumnya oleh pengguna.

8. Reliability Maturity Dengan Komponen Masukan

Setiap fasilitas masukan pada website SMAN 6 Bandung ketika digunakan oleh pengguna harus dapat mengatasi kesalahan sekecil mungkin agar pengguna dapat memasukan data sesuai dengan masukan yang seharusnya.

(48)

Komponen model pada website SMAN 6 Bandung terdiri dari proses-proses yang mendukung agar fungsionalitas pada website SMAN 6 Bandung dapat berjalan sebagai mana mestinya dan website SMAN 6 Bandung harus memiliki komponen model yang dapat mencegah terjadinya kesalahan karena masukan. 10. Reliability Fault Tolerance Dengan Komponen Pengendali

Setiap kegiatan yang dilakukan pengendali ketika melakukan masukan data yang tidak sesuai harus dapat memberikan toleransi seperti pesan kesalahan, sehingga pengendali dapat melakukan kegiatan masukan dengan lebih teliti. 11. Efficiency Time Behaviour Dengan Komponen Keluaran

Sub-faktor time behaviour berkaitan dengan komponen keluaran adalah waktu yang diperlukan oleh website untuk menampilkan keluaran yang diinginkan oleh pengguna.

12. Efficiency Resource-Utilisation Dengan Komponen Basis Data

Keterkaitan antara sub-faktor resource-utilisation dengan komponen basis data adalah website harus melakukan proses masukan dan keluaran dengan tepat dan cepat, sesuai dengan masukan dan keluaran yang diinginkan oleh pengguna. 13. Usability Understandability Dengan Keluaran

Setiap komponen keluaran yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung harus dapat dipahami oleh pengguna sehingga pengguna tidak dibuat binggung oleh website ketika pengguna sedang membaca keluaran yang diberikan oleh website SMAN 6 Bandung.

14. Usability Operability Dengan Komponen Masukan

Setiap komponen masukan yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung tentu saja harus dapat dipergunakan dengan baik oleh pengguna. Sehingga pengguna dapat menggunakna website SMAN 6 Bandung dengan optimal.

15. Usability Attractiveness Dengan Komponen Keluaran

Setiap keluaran yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung akan menjadi daya tarik sendiri bagi SMAN 6 Bandung seperti tampilan yang membuat nyaman. Ketika tampilan yang diberikan membuat nyaman pengguna tentu pengguna akan kembali mengakses website SMAN 6 Bandung.

(49)

Komponen model pada website SMAN 6 Bandung kemungkinan memiliki masalah atau akan terjadi pengembangan. Hal-hal itu akan mudah dilakukan ketika analisa yang dilakukan dpat berjalan dengan baik.

17. Maintainability Changeability Dengan Komponen Model

Komponen model tentunya akan mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan nantinya. Hal itu akan berhubungan dengan tingkat dimana apakah komponen model akan dapat dilakukan perubahan pada komponennya.

18. Maintainability Stability Dengan Komponen Model

Setiap perubahan yang terjadi pada komponen model tentunya tidak berdampak pada komponen model yang tidak mengalami perubahan. Jika terdapat efek samping dari perubahan pada salah satu komponen model maka akan terdapat kesalahan pada website SMAN 6 Bandung.

19. Maintainability Testability Dengan Komponen Model

Komponen model pada website SMAN 6 Bandung terdari lebih dari satu komponen, setiap perubahan yang dilakukan terhadap salah satu komponen tentunya harus dilakukan pengujian agar mengetahui apakah akan berdampak kesalahan pada komponen lain atau tidak, serta setiap komponen harus dapat dilakukan pengujian walaupun tidak mengalami perubahan, hal itu untuk mengetahui apakah ada kesalahan yang terlewat ketika proses pembangunan website.

20. Portability Adaptability Dengan Komponen Keluaran

Setiap keluaran yang terdapat pada website SMAN 6 Bandung akan ditampilkan sesuai dengan lingkungan ketika pengguna mengakses website SMAN 6 Bandung.

21. Portability Co-Existence Dengan Komponen Model

Website SMAN 6 Bandung diakses menggunakan sebuah browser, di mana ketika sedang mengakses website pengguna dapat mengakses aplikasi atau website lainnya.

22. Portability Replaceability Dengan Komponen Model

(50)

komponen model dapat digantikan oleh komponen lain atau menggantikan komponen lainnya.

Setelah melakukan analisis keterkaitan antara model faktor kualitas dengan komponen sistem informasi. Selanjutnya akan dilihat keterkaitan antara model faktor kualitas dengan karakteristik aplikasi web. Matriks keterkaitan antara model faktor kualitas dengan karakteristik aplikasi web dapat dilihat pada Tabel III-2 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Karakteristik Aplikasi Web.

Tabel III-2 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Karakteristik Aplikasi Web

Model faktor kualitas

ISO-9126 Karkteristik aplikasi web

Faktor Sub-faktor In

fo

Suitability X X

(51)

Model faktor kualitas

ISO-9126 Karkteristik aplikasi web

Faktor Sub-faktor In

fo

Berdasarkan Tabel III-2 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Karakteristik Aplikasi Web, berikut adalah keterkaitan dari setiap model faktor dan sub-faktor dengan karakteristik aplikasi web sehingga dapat membentuk matriks seperti pada Tabel III-2 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Karakteristik Aplikasi Web.

1. Functional Suitability Dengan Download

Website SMAN 6 Bandung menyediakan fasilitas download untuk para

pengguna. Fungsionalitas download harus dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan tujuan dari falitas download tersebut.

2. Functional Suitability Dengan User Input

Website SMAN 6 Bandung memiliki fasilitas input, fungsional input yang

mengatasi hal ini. Setiap fungsional input harus dapat berjalan dengan baik dengan artian tidak terjadi kesalahan seperti pengguna tidak dapat input karena kesalahan sistem.

3. Functional Accuracy Dengan Informational

Keterkaitan antara sub-faktor accuracy dengan informational adalah website SMAN 6 Bandung menyediakan informasi. Setiap informasi harus bernilai akurat sesuai dengan identitas dari informasi tersebut.

4. Reliability Maturity Dengan User Input

Website SMAN 6 Bandung memiliki fasilitas input untuk para penggunanya.

Input yang diberikan oleh pengguna harus dapat dieksekusi oleh sistem tanpa

adanya kegagalan atau kesalahan.

(52)

Pengguna melakukan input sesuai dengan ketentuannya. Tapi terkadang pengguna melakukan kesalahan sehingga melakukan input tidak sesuai dengan ketentuannya, hal ini haru dapat dihindari oleh sistem dan jika terjadi sistem harus dapat memberikan informasi kepada pengguna agar tidak melakukan kesalahan serupa.

6. Usability Understandability Dengan Interaction

Fasilitas interaksi antar pengguna website, harus dapat ditampilkan dengan baik sehingga setiap interaksi dapat dimengerti oleh para penggunanya.

7. Usability Understandability Dengan User Input

Fasilitas input untuk para pengguna seharusnya dapat mudah dipahami oleh pengguna sehingga tidak terjadi kebinggungan yang menyebabkan kesalahan. 8. Usability Learnability Dengan Interaction

Fasilitas interaksi untuk para pengguna akan berjalan dengan baik ketika website SMAN 6 Bandung dapat memberikan kemudahan penggunaan fasilitas

interaksi.

9. Usability Learnability Dengan User Input

Fasilitas input untuk para pengguna akan berjalan dengan baik ketika website SMAN 6 Bandung dapat memberikan kemudahan penggunaan fasilitas input. Hal ini akan mengatasi kesalahan yang nanti bisa saja terjadi.

10. Usability Operability Dengan Interaction

Fasilitas interaksi pada website SMAN 6 Bandung agar dapat berjalan dengan baik harus dapat dioperasikan dengan optimal oleh para penggunannya. Maksud dari dioperasikan adalah setiap pengguna dapat menjalankan setiap fungsi pada fasilitas interaksi dengan optimal.

11. Usability Operability Dengan User Input

Fasilitas input pada website SMAN 6 Bandung berjalan dengan baik ketika pengguna dapat menggunakan fasilitas masukannya tanpa ada kesalahan.

12. Usability Attractiveness Dengan Costumizable

(53)

13. Portability Adabtability Dengan Costumizable

Website SMAN 6 Bandung harus bisa menyesuaikan dengan perubahan tampilan yang diinginkan oleh website SMAN 6 Bandung sesuai dengan fasilitas yang disediakan oleh website.

Berdasarkan Tabel III-1 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Komponen Sistem Informasi, dan Tabel III-2 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Karakteristik Aplikasi Web maka didapatkan beberapa faktor dan sub-faktor model faktor kualitas ISO-9126 yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap situs web SMAN 6 Bandung. Faktor dan sub-faktor yang digunakan dapat dilihat pada Tabel III-3 Faktor Dan Sub-faktor Model Faktor Kualitas ISO-9126 Yang Digunakan.

Tabel III-3 Faktor Dan Sub-faktor Model Faktor Kualitas ISO-9126 Yang Digunakan

Faktor Sub-faktor

Functional Suitability

Accuracy Security

Reliability Maturity

Fault tolerance Recoverability

Efficiency Time-behaviour

Resource-utilisation

Usability Understanability

Learnability Operability Attractiveness

Maintability Analyzability

Changeability Stability Testability

Portability Adaptability

Replaceability Co-existence

(54)

terbanyak dibanding dengan faktor lain, yaitu berjumlah sebelas keterkaitan berdasarkan sub-faktor dari masing-masing faktor. Jika diurutkan faktor functional lebih memiliki keterkaitan karena berhubungan dengan functional yang dimiliki oleh website, yaitu bagaimana sebuah website dapat menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan tujuan pembuatan fungsi tersebut pada awal pembangunan website. Berikut adalah urutan faktor, yang nantinya dapat menjadi patokan untuk pembobotan dapat dilihat pada Tabel III-4 Urutan Banyaknya Keterkaitan.

Tabel III-4 Urutan Banyaknya Keterkaitan

Urutan ke- Faktor

1 functional 2 usability 3 Reliability 4 Portability 5 Maintainability 6 Efficiency

III. 1. 5. Penentuan Metrik

Berdasarkan poin III. 1. 4 maka didapat faktor dan sub-faktor yang akan digunakan, faktor dan sub-faktor yang digunakan dapat dilihat pada Tabel III-3 Faktor Dan Sub-faktor Model Faktor Kualitas ISO-9126 Yang Digunakan. Berdasarkan tabel tersebut maka akan ditentukan kriteri-kriteria metrik kualitas yang nantinya akan digunakan untuk menghitung kualitas perangkat lunak. kriteria-kriteria metrik yang digunakan berdasarkan metriknya, maka dari itu dapat dilihat pada Tabel III-5 Tabel Kriteria Metrik yang digunakan [4].

Tabel III-5 Tabel Kriteria Metrik yang digunakan [4]

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

Functionality Suitability Functional

adequacy keseluruhan fungsi pada

(55)

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

X = Nilai metrik. A = Banyaknya fungsi yang tidak dapat berjalan sesuai fungsinya.

B = Banyaknya keseluruhan fungsi pada

website. banyak fungsi yang terdapat pada website. A = Banyaknya keluaran yang sesuai dengan

input atau fungsinya. T = banyaknya fungsi keluaran pada website.

Menghitung hasil keluaran dari input

Security Access

auditability

X = A/B Dimana : X = Nilai metrik. A = Berapa banyak akses yang direkam oleh

database.

B = Banyaknya akses kegiatan yang seharusnya dapat direkam.

Menghitung berapa banyak akses atau kegiatan yang dilakukan proses input. N = Banyaknya fungsi dapat diakses atau hilang setelah di

input

sehingga tidak terdapat keluarannya.

Reliability Maturity Fault density X = A/B

Dimana :

(56)

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

A = Banyaknya kesalahan pada fungsional website. B = banyaknya keseluruhan kesalahan pada fungsional.

sistem seperti tidak dapat

Recoverability Availability X = {TO/(TO/TR)}

Dimana : X = Nilai Metrik TO = Lama waktu operasi/kegiatan TR = Waktu yang dibutuhkan untuk website melakukan

reload page. semula ketika terjadi kesalahan pada sistem.

Usability Understanabil

ity yang dapat dikerjakan. B = Banyaknya fungsi keseluruhan pada

website. yang dapat digunakan oleh pengguna.

B = Banyaknya fungsi keseluruhan.

(57)

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

A = Banyaknya fungsi input atau ouput yang dapat digunakan oleh pengguna.

B = Banyak fungsi input atau output secara yang diperlukan untuk memahami website.

Menghitung waktu untuk pengguna memahami fungsionalitas yang terdapat pada website. yang dapat digunakan pengguna.

B = Banyaknya fungsi secara keseluruhan.

Menghitung berapa banyak fungsi yang dapat sudah melihat halaman help

pada website.

Operability Operational

cosistency in use

X = 1 – A/B Dimana : X = Nilai Metrik. A = Banyaknya fungsi yang tidak sesuai. B = Banyaknya fungsi secara keseluruhan

website.

Berapa banyak fungsi pada website

yang tidak sesuai dengan tujuan fungsi tersebut.

Attractiveness Attractiveness interaction B = Range nilai tertinggi yang tersedia.

website ketika diakses dari perangkat

(58)

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

B = Range nilai tertinggi yang tersedia.

Efficiency

Time-behaviour yang diperlukan untuk sistem memproses input

atau output.

Maintainability Analyzability Audit trail

capability

X = A/B Dimana : X = Nilai Metrik. A = Banyaknya kesalahan pada sumber kode program. terlihat ketika sedang

Changeability Modification

complexity

X = Sum(A/B)/N Dimana :

A = Waktu yang diperlukan untuk mengubah fungsi. B = Besarnya ukuran dari sumber kode program yang diubah. N = Banyaknya fungsi kesulitan ketika menggubah sumber kode program.

(59)

Faktor Sub-faktor Metrik Formula/Persamaan Keterangan

B = Banyakya Komponen yang diubah.

kode program

website.

Stability Change

success rasio

X = Na/Ta Dimana : X = Nilai Metrik Na = Banyaknya kesalahan yang terjadi. Ta = Banyaknya Komponen yang diubah.

Menghitung terdapat pada komponen lainnya.

Testability Availability of

built-in test

Portability Adaptability Adaptability of

data structures banyak fungsi pada website

yang tidak dapat diakses ketika website yang dapat dipahami. T = Banyaknya fungsi secara keseluruhan.

Menghitung berapa banyak fungsi yang tetap dipahami ketika diakses menggunakan perangkat

mobile.

Co-existence Available

Gambar

Gambar III-1 Usecase Diagram Pengunjung
Gambar III-2 Use Case Diagram Member
Gambar III-3 Use Case Diagram Admin
Tabel III-1 Matriks Keterkaitan Antara Model Faktor Kualitas Dengan Komponen Sistem Informasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sesuai tidaknya kualitas produk akhir dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan perusahaan sekaligus juga untuk mengetahui apakah

Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan penilaian konsumen tehadap kualitas pelayanan berdasarkan jenis kelamin digunakan Uji t dan Uji F (One Way ANOVA). Hasil

Dari semua kegiatan yang di ikuti oleh mahasiswa magang, peneliti melakukan survey untuk mengetahui apakah pelaksanaan survey sudah baik atau masih ada yang perlu di

Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan penilaian konsumen tehadap kualitas pelayanan berdasarkan jenis kelamin digunakan Uji t dan Uji F (One Way ANOVA). Hasil

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) apakah ada perbedaan persepsi guru terhadap komponen penilaian portofolio sertifikasi guru dalam jabatan ditinjau dari guru yang

Dari semua kegiatan yang di ikuti oleh mahasiswa magang, peneliti melakukan survey untuk mengetahui apakah pelaksanaan survey sudah baik atau masih ada yang perlu di

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sistem yang berjalan sudah sesuai dengan standar sistem akuntansi yang sudah berlaku dan juga merancang desain sistem

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting suatu perumahan apakah sudah sesuai dengan standar perumahan yang ada, mengetahui variabel yang menjadi prioritas dari