• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB VII AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VII AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN

A. Pendahuluan

S

istem akuntansi manajemen memainkan peranan yang penting dalam mengukur tindakan dan hasil serta dalam mendefinisikan penghargaan yang akan diterima oleh para individu. Perananan ini disebut sebagai akuntansi pertanggungjawaban dan merupakan alat fundamental dari pengendalian manajerial. Model akuntansi pertanggungjawabn didefinisikan dengan empat elemen inti :

1. Menugaskan tanggung jawab

2. Membuat ukuran kinerja atau kriteria

3. Mengevaluasi kinerja

4. Memberikan penghargaan

Tujuan dari model ini adalah untuk mempengaruhi perilaku sehingga inisiatif individu dan organisasi sejalan untuk mencapai suatu tujuan umum atau berbagai tujuan. Akuntansi manajemen memberikan tiga jenis sistem akuntansi pertanggungjawaban : berdasarkan fungsi, berdasarkan aktivitas, dan berdasarkan strategi.

B. Akuntansi Pertanggungjawaban Berdasarkan Fungsi dan Berdasarkan Aktivitas

Tujuan : Mahasiswav mampu membandingkan dan membedakan sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi dan aktivitas.

S

istem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi menugaskan tanggung jawab pada individu dan unit organisasional serta menyatakan ukuran kinerja berdasarkan faktor keuangan dan menekankan pada perspektif keuangan. Sitem berdasarkan fungsi dikembangkan ketika kebanyakan perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang relatif stabil.

Elemen sistem pertanggungjawaban berdasarkan fungsi terdiri dari beberapa hal sebagai berikut :

1. Menugaskan tanggung jawab terfokus pada fungsi unit

organisasional dan individu.

2. Penetapan ukuran kinerja menggunakan anggaran dan

(2)

3. Pengukuran kinerja dengan membandingkan hasil

sesungguhnya dengan hasil yang dianggarkan. Kinerja biaya sangat ditekankan.

4. Pemberian penghargaan didesain untuk mendorong para

individu mengelola biaya untuk mencapai atau mengalahkan standar anggaran.

Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas, di lain pihak, adalah sistem akuntansi pertanggungjawaban yang dikembangkan bagi para perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan yang terus menerus menuntut perbaikan. Akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas menempatkan tanggung jawab pada proses dan menggunakan ukuran kinerja keuangan dan nonkeuangan. Pendekatan ini menekankan pada perspektif keuangan dan proses.

Elemen sistem pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas terdiri dari beberapa hal sebagai berikut :

1. Menugaskan tanggung jawab terfokus pada proses

dan tim

 Perbaikan Proses, mengacu pada efisiensi proses;

 Inovasi Proses, mengacu pada kinerja proses;

 Pembuatan Proses, mengacu pada instalasi suatu proses baru

secara keseluruhan

2. Penetapan ukuran kinerja berorientasi pada proses,

sehingga pada akhirnya standar seharusnya mencerminkan nilai tambah pada aktivitas individual dan proses.

3. Pengukuran kinerja meliputi waktu, kualitas dan efisiensi.

4. Pemberian penghargaan berdasarkan grup karena

dicapai melalui usaha tim.

C. Pusat Investasi, Pusat Laba, dan Pusat Biaya

Tujuan : Mahasiswa memahami konsep-konsep pusat investasi, pusat laba dan pusat biaya.

D

alam suatu organisasi yang didesentralisasi, sistem akuntansi pertanggungjawaban disusun di sekitar sejumlah pusat-pusat.

(3)

Pusat Biaya adalah setiap pusat pertanggungjawaban apapun yang mengendalikan pengeluaran biaya. Pusat biaya tidak mempunyai pengendalian atas penjualan atau atas perolehan pendapatan.

Pusat Laba adalah kebalikan dari pusat biaya, pusat laba mempunyai pengendalian baik atas biaya maupun atas pendapatan.

Pusat Investasi adalah pusat pertanggungjawaban apapun yang ada dalam suatu organisasi yang mempunyai pengendalian atas biaya dan atas pendapatan serta mempunyai pengendalian juga atas dana investasi.

D. Akuntansi Pertanggungjawaban Berdasarkan Aktivitas dan Berdasarkan Strategi

Tujuan : Mahasiswa bisa membandingkan dan membedakan sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas dan strategi.

A

kuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas menampilkan suatu perubahan signifikan bagaimana tanggung jawab ditempatkan, diukur, dan dievaluasi. Sistem berdasarkan aktivitas menambah perspektif proses pada perspektif keuangan dari sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi secara efektif.

Sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi adalah langkah selanjutnya dalam evolusi akuntansi pertanggungjawaban. Sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi (Balanced Scorecard) menerjemahkan misi dan strategi organisasi ke dalam tujuan operasional dan mengukur empat perspektif yang berbeda: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses, dan perspektif (pembelajaran dan pertumbuhan) infrastruktur.

Elemen sistem pertanggungjawaban berdasarkan strategi terdiri dari beberapa hal sebagai berikut :

1. Penempatan Tanggung Jawab selain mempertahankan

perspektif proses dan keuangan, juga perspektif pelanggan dan pembelajaran serta pertumbuhan (infrastruktur).

2. Pembuatan Ukuran Kinerja meliputi orientasi proses dari

sistem aktivitas.

3. Pengukuran Kinerja berorientasi pada proses

(4)

4. Pemberian Penghargaan berdasarkan grup karena dicapai

melalui usaha tim.

E. Analisis Nilai Proses

Tujuan :Mahasiswa mampu menjelaskan analisis nilai proses

A

nalisis nilai proses merupakan landasan akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas lebih memfokuskan pada akuntabilitas aktivitas, bukan pada biaya; dan juga menekankan maksimalisasi kinerja sistem yang luas, bukan pada kinerja individual. Analisis nilai proses membantu mengubah konsep akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas dari dasar konseptual ke dasar operasional. Analisis nilai proses mengacu pada (1) analisis penggerak, (2) analisis aktivitas dan (3) pengukuran kinerja aktivitas.

1. Analisis Penggerak: Pencarian Akar Penyebab

Pengelolaan aktivitas memerlukan suatu pemahaman mengenai penyebab biaya aktivitas. Setiap aktivitas memiliki input dan output. Input aktivitas adalah sumber-sumber yang dipakai oleh aktivitas dalam memproduksi output. Output aktivitas adalah hasil atau produk sutau aktivitas.

Ukuran output aktivitas adalah berapa kali aktivitas dilakukan. Hal ini adalah ukuran yang dapat dihitung dari output. Ukuran output yang efektif adalah ukuran permintaan yang ditempatkan pada suatu aktivitas, yang disebut penggerak aktivitas. Oleh karena permintaan terhadap suatu aktivitas dapat berubah, maka biaya aktivitas juga dapat berubah. Tujuan analisis penggerak adalah usaha yang dikeluarkan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut yang merupakan akar penyebab biaya aktivitas. Sering kali akar penyebab biaya suatu aktivitas adalah juga akar penyebab aktivitas terkait lainnya.

2. Analisis Aktivitas : Mengidentifikasikan dan Menghitung

Isi Nilai

Inti dari analisis nilai proses adalah analisis aktivitas. Analisis aktivitas adalah proses pengidentifikasian, penjelasan, dan pengevaluasian aktivitas yang perusahaan lakukan. Analisis aktivitas seharusnya mengeluarkan empat hasil :

(5)

 Berapa banyak orang yang melakukan aktivitas

 Waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan

aktivitas

 Penghitungan nilai aktivitas untuk organisasi, termasuk

rekomendasi untuk memilih dan hanya mempertahankan aktivitas yang menambah nilai.

Aktivitas dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas bernilai tambah atau aktivitas tak bernilai tambah.

2.1. Aktivitas Bernilai Tambah (value added)

Aktivitas-aktivitas yang perlu untuk dipertahankan dalam bisnis disebut sebagai aktivitas bernilai tambah. Beberapa aktivitas-aktivitas yang diwajibkan-diperlukan untuk memenuhi ketentuan hukum. Suatu aktivitas yang dapat diubah diklasifikasikan sebagai nilai tambah jika secara simultan memenuhi tiga kondisi :

 Aktivitas yang menghasilkan perubahan,

 Perubahan tersebut tidak dapat dicapai oleh aktivitas yang

sebelumnya, dan

 Aktivitas tersebut memungkinkan aktivitas lain untuk

dilakukan.

Aktivitas manajerial secara khusus dirancang untuk mengelola aktivitas bernilai tambah lainnya-untuk memastikan bahwa aktivitas dilakukan dengan cara yang efisien dan sesuai jadwal. Setelah aktivitas bernilai tambah diidentifikasi, kita dapat mendefinisikan biaya nilai tambah. Biaya nilai tambahadalah biaya untuk melakukan aktivitas nilai tambah dengan efisiensi yang sempurna.

2.2. Aktivitas Tak Bernilai Tambah (non value added)

Semua aktivitas, selain yang aktivitas yang sangat penting untuk dipertahankan dalam bisnis, sehingga dianggap sebagai aktivitas yang tidak diperlukan, disebut aktivitas tak bernilai tambah. Aktivitas tak bernilai tambah merupakan aktivitas yang tidak dapat memenuhi salah satu dari ketiga kondisi yang didefinisikan sebelumnya.

(6)

Aktivitas tak bernilai tambah dapat muncul di mana saja dalam organisasi. Dalam operasional manufaktur, ada lima aktivitas utama yang sering disebut sebagai suatu yang sia-sia dan tidak perlu:

 Penjadwalan

 Pemindahan

 Penantian

 Pengawasan

 Penyimpanan

2.3. Pengurangan Biaya

Usaha untuk menurunkan biaya dari produk dan proses yang ada disebut sebagai penghitungan biaya Kaizen. Penghitungan biaya Kaizen bercirikan perbaikan secara konstan terhadap proses dan produk yang ada. Analisis aktivitas adalah elemen kunci dari penghitungan biaya kaizen. Analisis aktivitas dapat menurunkan biaya dengan empat cara :

 Penghapusan aktivitas

 Pemilihan aktivitas

 Pengurangan aktivitas

 Pembagian aktivitas

Penghapusan aktivitas berfokus pada aktivitas tidak bernilai tambah. Setelah aktivitas yang tidak menambah nilai teridentifikasi, ukuran harus diambil untuk menghindarkan organisasi dari aktivitas ini.

Pemilihan aktivitas melibatkan pemilihan di antara aktivitas yang berbeda dikarenakan strategi bersaing. Strategi berbeda menyebabkan aktivitas yang berbeda.

Pengurangan aktivitas mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan oleh aktivitas. Pendekatan untuk menurunkan aktivitas seharusnya secara primer ditujukan pada perbaikan aktivitas yang diperlukan atau strategi jangka pendek untuk perbaikan aktivitas tak bernilai tambah sampai kegiatan ini dapat dihapuskan.

(7)

3. Pengukuran Kinerja Aktivitas

Ukuran kinerja aktivitas muncul dalam bentuk keuangan dan nonkeuangan. Ukuran ini dirancang untuk menilai seberapa baik suatu aktivitas dikerjakan dan hasil yang dicapai. Ukuran juga dirancang untuk menyatakan apakah terjadi perbaikan yang konstan. Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama : (1) efisiensi, (2) kualitas, dan (3) waktu.

Efisiensi Aktivitas

Ukuran waktu kinerja cenderung bersifat nonkeuangan, sedangkan ukuran efisiensi dan kualitas dapat berupa keuangan dan juga berupa non keuangan.

Ukuran keuangan untuk efisiensi aktivitas meliputi :

 Laporan biaya aktivitas bernilai tambah dan tak bernilai

tambah,

 Trend dalam laporan biaya aktivitas,

 Laporan standar Kaizen

Benchmarking

 Penghitungan biaya daur hidup

Pelaporan Biaya Bernilai Tambah dan Tak Bernilai Tambah

Dengan membandingkan biaya aktivitas sesungguhnya dengan biaya aktivitas bernilai tambah, manajemen dapat menilai tingkat ketidakefisienan aktivitas dan menentukan potensi untuk perbaikan. Untuk mengidentifikasikan dan menghitung biaya yang bernilai dan tidak bernilai, ukuran output untuk tiap aktivitas harus didefinisikan.

Setelah ukuran output didefinisikan, maka kuantitas standar bernilai tambah (standard quantities – SQ) untuk tiap aktivitas dapat didefinisikan. Biaya bernilai tambah dapat dihitung dengan mengalikan kuantitas standar bernilai tambah dengan standar harga (standard price-SP). Biaya tak bernilai tambah dapat dihitung sebagai perbedaan antara output sesungguhnya tingkat aktivitas (activity quantity-AQ) dan tingkat bernilai tambah (SQ), dikalikan dengan biaya standar per unit.

(8)

Biaya bernilai tambah = SQ x SP

Biaya tak bernilai tambah = ( AQ – SQ ) SP

Dimana :

SQ = Tingkat ouput bernilai tambah suatu aktivitas SP = Harga standar per unit ukuran ouput aktivitas AQ = Kuantitas sesungguhnya yang digunakan untuk sumber daya fleksivel atau kapasitas aktivitas praktis yang dibutuhkan untuk sumber daya terikat

Contoh:

Figur 5.1.

Laporan Biaya Bernilai Tambah dan Tak Bernilai Tambah Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2005

AKTIVITAS BERNILAIBIAYA TAMBAH

BIYA TAK BERNILAI TAMBAH

BIAYA SESUNGGUHNY

A

Pengelasan Rp 400.000 Rp 80.000 Rp 480.000

Pengerjaan

Ulang 0 90.000 90.000

Persiapan 0 360.000 360.000

Pengawasan 0 60.000 60.000

Total Rp 400.000 Rp 590.000 Rp 990.000

Peranan Standar Kaizen

Standar Kaizen mencerminkan perbaikan yang direncanakan untuk periode berikut. Perbaikan yang direncanakan diasumsikan dapat dicapai, sehingga standar Kaizen adalah suatu tipe standar yang dapat dicapai saat ini. Berikutnya, hasil sesungguhnya (seperti, biaya) dibandingkan dengan standar Kaizen untuk memberikan ukuran tingkat perbaikan yang dicapai.

Benchmarking

Pendekatan lain untuk pembuatan standar yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi peluang

perbaikan aktivitas

(9)

Benchmarking internal tidak harus dibatasi pada manajemen biaya. Tujuan benchmarking adalah untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan aktivitas dan proses. Jadi, benchmarkingseharusnya juga melibatkan perbandingan dengan para pesaing atau industri lain. Akan tetapi, sering kali sulit untuk memperoleh data yang diperlukan untuk melakukanbenchmarking eksternal.

Pengaruh Perilaku dan Penggerak

Pengurangan aktivitas tak bernilai tambah seharusnya menghasilkan pengurangan dalam permintaan untuk aktivitas dan selanjutnya, suatu pengurangan dalam ukuran output aktivitas. Jika kinerja tim dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menurunkan biaya tak bernilai tambah, maka pemilihan penggerak aktivitas (sebagai ukuran output, dan bagaimana menggunakannya, dapat memepengaruhi perilaku.

Manajemen Kapasitas Aktivitas

Kapasitas aktivitas adalah berapa kali suatu aktivitas dapat dilakukan. Penggerak aktivitas mengukur kapasitas aktivitas. Permintaan akan aktivitas inspeksi menentukan jumlah kapasitas aktivitas yang dibutuhkan.

Selisih kapasitas menunjukkan penghitungan dua selisih kapasitas: selisih volume aktivitas dan selisih kapasitas yang tidak digunakan.

 Selisih volume aktivitas

Adalah perbedaan antara tingkat aktivitas sesungguhnya yang didapatkan (kapasitas praktis, AQ) dan kuantitas standar bernilai tambah dari aktivitas yang seharusnya digunakan (SQ). Ketika suplai melebihi permintaan dengan kuantitas yang cukup besar, manajemen dapat mengambil tindakan untuk menurunkan kuantitas aktivitas yang diberikan.

 Selisih kapasitas yang tidak digunakan,

Adalah perbedaan antara ketersediaan aktivitas (AQ) dan penggunaan aktivitas (AU), merupakan informasi penting yang seharusnya disediakan untuk manajemen. Tujuannya adalah untuk menurunkan permintaan akan aktivitas sampai selisih kapasitas yang tidak digunakan sebanding dengan selisish volume aktivitas.

(10)

Daruh hidup produk secara sederhana adalah waktu keberadaan produk, dari pengkonsepan hingga tidak terpakai. Biaya daur hidup adalah semua biaya yang berhubungan dengan produk untuk keseluruhan daur hidupnya. Hal ini meliputi pengembangan (perencanaan, rancangan, dan pengujian), produksi (aktivitas konversi) dan dukungan logistik.

Biaya hidup keseluruhan adalah biaya daur hidup suatu produk plus biaya pasca pembelian oleh pelanggan, yang meliputi operasional, dukungan, pemeliharaan, dan pembuangan. Penghitungan biaya hidup keseluruhan menekankan pada manajemen keseluruhan rantai nilai. Rantai nilai adalah kumpulan aktivitas yang dibutuhkan untuk merancang, mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan melayani suatu produk (atau jasa). Manajemen biaya daur hidup memfokuskan pada aktivitas pengelolaan rantai nilai sehingga terbentuk keunggulan bersaing jangka panjang. Untuk mencapai tujuan ini, para manajer harus menyeimbangkan biaya hidup keseluruhan produk, metode pengiriman, inovasi, dan berbagai atribut produk termasuk kinerja, keistimewaan yang ditawarkan , keandalan, kecocokan, ketahanannya, keindahannya, dan kualitas yang dimilikinya.

Penurunan Biaya

Peluang yang nyata untuk penurunan biaya muncul sebelum manufaktur dimulai. Para manajer perlu menginvestasikan lebih banyak pada aset sebelum manufaktur dan mengdedikasikan sumber daya yang lebih banyak untuk aktivitas dalam fase awal daur hidup produk sehingga biaya hidup keseluruhan dapat diturunkan.

Biaya Keseluruhan Hidup Produk

Dari sudut pandang keseluruhan hidup, biaya produk memiliki empat elemen utama:

 Biaya yang tidak muncul lagi (perencanaan, perancangan,

dan pengujian),  Biaya manufaktur

 Biaya logistik, dan

 Biaya pasca pembelian dari pelanggan

(11)

Peranan Penghitungan Biaya Target

Manajemen biaya daur hidup menekankan pada penurunan biaya , bukan pada pengendalian biaya. Jadi, penghitungan biaya target menjadi suatu alat khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya. Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualan yang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu dan laba per unit yang diinginkan. Jika biaya target kurang dari apa yang saat ini dapat tercapai, maka manajemen harus menemukan penurunan biaya yang menggerakkan biaya sesungguhnya ke biaya target. Menemukan penurunan biaya ini adalah tantangan utama dari penghitungan biaya target.

Tiga metode penurunan biaya yang secara khusus digunakan, adalah :

 Rekayasa berlawanan

 Analisis nilai, dan

 Perbaikan proses

Contoh Penghitungan biaya target :

Suatu perusahaan mempertimbangkan untuk memproduksi mesin baru. Spesifikasi produk saat ini dan pangsa pasar yang ditarget meminta harga jual Rp 250.000,-. Laba yang diminta adalah Rp.50.000,- per unit. Biaya target dihitung sebagai berikut :

(12)

Contoh Penghitungan Biaya Daur Hidup

Subtotal tahunan 200.000 320.000 480.000 1.000.000

Biaya Pasca

pembelian - 80.000 120.000 200.000

Total tahunan 200.000 400.000 600.000 1.200.000

Unit yang diproduksi 40.000 60.000

LAPORAN LABA RUGI PRODUK YANG DIANGGARKAN

(dalam rupiah)

TAHUN PENDAPATA

N BIAYA PENGHASILAN TAHUNAN PENGHASILAN KUMULATIF

2005 - (200.000) (200.000) (200.000)

2006 600.000 (320.000) 280.000 80.000

2007 900.000 (480.000) 420.000 500.000

Perhatikan bahwa biaya daur hidup per unit adalah Rp 10,-, dibandingkan dengan definisi konvensional sebesar Rp 6,-(yang hanya meliputi biaya produksi) dan biaya keseluruhan hidup adalah Rp 12,-. Untuk dapat terus hidup, tentu saja produk harus menutup semua biaya daur hidup dan menghasilkan laba yang dapat diterima (laba target). Harga target Rp 15,- dapat dibandingkan dengan laba target untuk memperoleh biaya target. Misalkan laba target adalah Rp 6,50 per unit. Jadi, biaya target daur hidup adalah Rp 8,50.

(13)

Logistik 75.000 80.000 500.000

2007 Produksi 435.000 360.000

Logistik 110.000 120.000

F. Balanced Scorecard: Konsep dasar

Tujuan : Menjelaskan fitur dasar dari balanced scorecard

B

alanced scorecard adalah sistem manajemen strategis

yang mendefinisikan sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi. Balanced scorecard menerjemahkan misi dan strategi organisasi ke dalam tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam lima perspektif, yaitu :

1. Perspektif keuangan, menjelaskan konsekuensi

ekonomi tindakan yang diambil dalam tiga perspektif lain.

2. Perspektif keuangan mengacu pada konsekuensi

keuangan global dari ketiga perspektif lainnya. Jadi, tujuan dan ukuran perspektif yang lain harus dihubungkan dengan tujuan keuangan. Perspektif ini memiliki tiga tema strategis: pertumbuhan pendapatan, penurunan biaya, dan pemanfaatan aset.

3. Perspektif pelanggan, mendefinisikan segmen pasar dan

pelanggan di mana unit bisnis akan bersaing. Perspektif pelanggan adalah sumber komponen pendapatan dari tujuan keuangan. Perspektif ini mendefinisikan dan memilih pelanggan dan segmen pasar di mana perusahaan memilih untuk bersaing.

4. Perspektif proses bisnis internal, menjelaskan proses

internal yang diperlukan untuk memberikan nilai pada pelanggan dan pemilik. Proses adalah sarana untuk menciptakan nilai pelanggan dan pemegang saham, mencakup identifikasi proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Rantai nilai proses terdiri atas tiga proses: proses inovasi, proses operasional, dan proses pasca penjualan.

5. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

(14)

memungkinkan penyelesaian atau pemenuhan tujuan tiga perspektif lainnya. Perspektif ini memiliki tiga tujuan utama: peningkatan kemampuan pegawai; peningkatan motivasi, pemberdayaan, dan pensejajaran; dan peningkatan kemampuan sistem informasi.

Contoh soal

Pollard Manufacturing telah mengembangkan standar bernilai tambah untuk aktivitasnya, diantaranya adalah tiga berikut ini: penggunaan bahan, pembelian, dan inspeksi. Tingkat output bernilai tambah untuk tiap aktivitas, tingkat aktual yang dicapai, dan harga standar adalah sebagai berikut :

Aktivitas Penggerak

Aktivitas SQ AQ SP

Penggunaan

kayu Panjang Papan 24.000 30.000 Rp10

Pembelian Pesanan

Pembelian 800 1.000 50

Inspeksi Jam inspeksi 0 4.000 12

Anggaplah bahwa penggunaan bahan dan biaya pembelian berhubungan dengan sumber daya fleksibel (dibeli sesuai yang diperlukan) dan inspeksi menggunakan sumber daya yang didapatkan dalam blok, atau langkah, 2.000 jam. Harga sesungguhnya yang dibayar untuk input sama dengan harga standar.

Diminta :

1. Anggap bahwa usaha perbaikan berkelanjutan

menurunkan permintaan inspeksi menjadi 30 persen selama tahun berjalan (penggunaan aktivitas sesungguhnya menurun menjadi 30 persen). Hitunglah volume aktivitas dan selisih kapasitas yang tidak digunakan pada aktivitas inspeksi.

2. Siapkan laporan biaya yang merinci biaya tak bernilai

tambah dan bernilai tambah

3. Anggap bahwa perusahaan ingin menurunkan semua

biaya tak bernilai tambah hingga 30 persen di tahun mendatang. Siapkan standar kaizen yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kemajuan perusahaan. Berapa banyak hal ini akan menghemat pengeluaran sumber daya?

Jawab :

(15)

Rp 0 Rp 48.000 Rp 33.600

Selisih Volume Aktivitas Selisih Kapasitas Rp 48.000 U Yang tak digunakan Rp 14.400 F

2.

AKTIVITAS BERNILAIBIAYA TAMBAH

BIYA TAK BERNILAI TAMBAH

BIAYA SESUNGGUHN

YA

Menggunakan

kayu Rp 240.000 Rp 60.000 Rp 300.000

Pembelian 40.000 10.000 50.000

Inspeksi 0 48.000 48.000

Total Rp 280.000 Rp 118.000 Rp 398.000

3.

Standar Kaizen

Kuantitas Biaya

Menggunakan

kayu Rp 28.200 Rp 282.000

Pembelian 940 47.000

Inspeksi 2.800 33.600

Jika standar dipenuhi, maka penghematannya adalah sebagai berikut :

Menggunakan kayu : Rp 10 x 9.000 = Rp. 90.000 Pembelian Rp 50 x 300 = 15.000 Pengematan Rp 105.000

Tidak ada penurunan yang muncul dalam sumber daya yang dikeluarkan pada inspeksi karena harus dibeli pada kenaikan 2.000 dan hanya 1.200 jam dihemat – 800 jam lagi harus diturunkan sebelum penurunan dalam sumber daya yang dikeluarkan dimungkinkan. Selisih kapasitas yang tidak digunakan harus mencapai Rp. 24.000 sebelum sumber daya yang dikeluarkan dpat diturunkan.

(16)

1. Jelaskan sistem akuntansi pertanggungjawaban

berdasarkan fungsi.

2. Jelaskan sistem akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan

aktivitas. Bagaimana hal ini berbeda dari akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan fungsi?

3. Apa yang dimaksud dengan aktivitas bernilai tambah? Apa

sajakah yang dimaksud dengan biaya bernilai tambah?

4. Apa yang dimaksud dengan aktivitas tak bernilai tambah?

Bagaimana dengan biaya tidak bernilai tambah? Berikan

Harga sesungguhnya yang dibayarkan per unit tiap penggerak aktivitas sama dengan harga standar

Diminta:

1. Siapkan laporan biaya yang mendaftar biaya bernilai

tambah, biaya tak bernilai tambah, dan biaya sesungguhnya tiap aktivitas.

Referensi

Dokumen terkait

9. menyusun dan melaksanakan sistem perencanaan, pemetaan, riset dan survey potensi sumberdaya perikanan tangkap dan pesisir, perikanan budidaya dan pengolahan hasil

Pendidikan media atau disebut dengan literasi media merupakan kegiatan yang dapat membantu orang untuk memiliki kompetensi, kemampuan, atau kecakapan yang dibutuhkan agar

This research aimed to increase the student's activity and creativity in Geograpy learning by using of Discovery learning model. The research method was a classroom

Menyel esai kan l aporan t entang kebut uhan peral at an unt uk membangun server aut ent i fikasi Obser vasi. Menga mat i kegi atan/akt i vi t as si swa secara i ndi vi du dan

Pada tipe ini, jika handel kopling ditarik, plat penekan (pressure plate) akan ditekan ke dalam dari arah sebelah luar. Dengan tertekannya plat penekan tersebut, plat kopling

Penelitian tentang penggunaan tepung ikan berbasis limbah hasil pengolahan pengalengan ikan telah dilaksanakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara bantuan dana usaha produktif terhadap pendapatan nelayan di desa Sungai Limau

Berdasarkan hasil tes kemampuan menulis dan pengamatan pada siklus II pertemuan pertama dan kedua dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pada pencapaian