PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND
EXPLAINING (SFAE) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA
PEMBELAJARAN PEREKAYASAAN SISTEM AUDIO
DI KELAS XI SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM
T.P. 2016/2017
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Elektro
Oleh:
INDA MUTIA SARI
NIM. 5112131007
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Inda Mutia Sari lahir di dunia pada tanggal 26 April 1993, bertempat di
Bingkat. Dibesarkan oleh seorang ayah yang sangat hebat bernama Aidi, ibu yang
sangat menyayanginya bernama Amiyah, dan anak pertama dari dua bersaudara,
memiliki satu orang adik yang bernama Agung Ramadani. Melewati pendidikan
awal di SD Negeri 105374 Bingkat tahun 1999 hingga lulus tahun 2005,
kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTS SKB 3 MENTRI dari tahun 2005
lulus tahun 2008, lalu melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA di SMA Negeri 1
Pegajahan pada tahun 2008 – 2011. Atas nama sekolah dan dukungan orang tua
serta prestasi yang menunjang peneliti dapat melanjutkan pendidikan ke
perguruan tinggi negeri di Universitas Negeri Medan, tepatnya jurusan Pendidikan
Teknik Elektro tahun 2011. Hal yang diharapkan dari diri peneliti yaitu, ingin
membuat kedua orang tua bahagia dan bangga, serta menjunjung nama baik
sekolah. Motivasi Penulis yaitu: “Belajar memang bukan satu-satunya tujuan
hidup kita. Tetapi kalau itu saja kita tidak sanggup atasi, lantas apa yan akan kita
ABSTRAK
Inda Mutia Sari. 5112131007. Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Perekayasaan Sistem Audio di Kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017. Skripsi. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan 2017.
Penelitian ini membahas pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimental dengan desain penelitian yaitu pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TAV sebanyak 2 kelas atau total unit populasi yaitu kelas eksperimen diajarkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dan kelas kontrol diajarkan model pembelajaran langsung (direct instructional). Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar sebanyak 36 soal pilihan berganda yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Teknik analisis data dengan menggunakan uji-t (Independet Sampel T-Test).
Hasil penelitian dan pengujian hipotesis disimpulkan bahwa: (1) hasil belajar siswa kelas eksperimen setelah diajarkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada pembelajaran perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) diperoleh rata-rata nilai sebesar 85,05; (2) hasil belajar siswa kelas kontrol setelah diajarkan model pembelajaran langsung (direct intructional) pada pembelajaran perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) diperoleh rata-rata nilai sebesar 80,14; dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam yang dibuktikan dari nilai thitung > ttabel yaitu 3,534 > 2,00 pada taraf sig. 0,05. Hasil
belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran SFAE (85,05) lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan model pembelajaran langsung (80,14)
Kata Kunci: Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE), Direct Instructional, Hasil Belajar.
KATA PENGANTAR
Puji syukur yang tidak terkira penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.
karena atas ridho dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
penelitian ini yang diberi judul “Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator
And Explaining (SFAE) Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran Perakayasaan
Sistem Audio Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Lubk Pakam T.A 2016/2017” dengan
lancar.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada Ayahanda tercinta Saidi, Ibunda tercinta Samiyah, Adik tercinta Agung
Ramadani dan keluarga besar penulis yang senantiasa memberikan dukungan dan
doa yang tiada hentinya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini dengan baik. Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah membantu
penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, antara lain :
1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Selaku Rektor Universitas Negeri Medan
2. Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik Unimed.
3. Dra. Hj. Rosnelli, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas
Teknik Universitas Negeri Medan.
4. Dr. Baharuddin, S.T., M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Universitas Negeri Medan yang telah banyak memberikan kritik dan saran
dalam pembuatan Skripsi ini.
5. Dr. Salman Bintang M.Pd selaku Seketaris Jurusan Pendidikan Teknik
Elektro Universitas Negeri Medan.
6. Drs. Nelson Sinaga, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
banyak memberikan kritik dan saran dalam pembuatan skripsi ini.
7. Drs. Jongga Manullang, M.Pd selaku dosen penguj skripsi.
8. Agus Junaidi, S.T, M.T selaku dosen penguj skripsi.
9. Dra. Pintauli Saragih, M.Pd selaku dosen penguj skripsi.
10.Drs. Binahar Siagian, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah
memberikan bimbingan dan saran kepada penulis selama masa-masa
perkuliahan berlangsung.
11.Sahabat-sahabat tercinta Yuni Nurjannah, Riska Muliati, M. Wahyu Nazli,
randi (aseng), Arizal, Benny H, Joy (wak barus), sutris, faisal, arif
(bombom), Emy Pakpahan untuk semua pertolongan, pemberi semangat dan
memberi masukan pada penulis.
12.Kepada Mhd Fihry Abdul Wahab Damanik, S.T., Hendra Setiawan, S.Pd.,
dan seluruh para staff pegawai di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro yang
ikut membantu melancarkan urusan administrasi di Jurusan Pendidikan
Teknik Elektro.
13.Rekan-rekan Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro stambuk 2011, terima
kasih buat dukungan dan motivasi yang telah kalian berikan.
14.Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi
penelitian ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi penelitian ini masih banyak terdapat
kesalahan di dalam penulisan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun. Terima kasih.
Medan, Januari 2017
Penulis,
Inda Mutia Sari
NIM. 5112131007
DAFTAR ISI
2. Hakekat Hasil Belajar Perekayasaan Sistem Audio ... 11
3. Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) ... 15
4. Langkah-langkah Model Pembelajaran SFAE ... 18
5. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran SFAE ... 19
6. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instructional) ... 20
7. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Direct Instructional ... 22
8. Kelebihan dan Kekurangan Model Direct Instructional .... 23
9. Perbedaan Model Pembelajaran SFAE dan Direct Instructional ... 24
B. Penelitian Relevan ... 25
C. Kerangka Berpikir ... 26
D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 31
E. Ujicoba Instrumen Penelitian ... 32
F. Prosedur/Langkah-Langkah Penelitian ... 35
G. Teknik Analisis Data ... 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 41
A. Deskripsi Data Penelitian ... 41
1. Deskripsi Data Pretes Siswa ... 41
2. Deskripsi Data Postes Siswa ... 43
B. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 46
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel. 1.1 Hasil Ulangan Mata Pelajaran Perekayasaan Sistem Audio
Siswa Kelas XI Program Keahlian TAV SMK Negeri 1
Lubuk Pakam Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 ... 2
Tabel. 2.1 Sintaks Model Pembelajaran SFAE ... 18
Tabel. 2.2 Kelebihan dan Kekurangan Model SFAE ... 19
Tabel. 2.3 Sintaks Model Pembelajaran Direct Instructional ... 22
Tabel. 2.4 Kelebihan dan Kekurangan Model Direct Instructional ... 23
Tabel. 2.5 Perbedaan Model SFAE dengan Model Direct Instructional ... 25
Tabel. 3.1 Pretest-Posttest Control Group Design ... 30
Tabel. 3.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar ... 33
Tabel. 3.3 Indeks Koefisien Korelasi/Reliabiltas ... 35
Tabel. 4.1 Distribusi Frekuensi Data Pretes Siswa Kelas Eksperimen ... 41
Tabel. 4.2 Distribusi Frekuensi Data Pretes Siswa Kelas Kontrol ... 42
Tabel. 4.3 Distribusi Frekuensi Data Postes Siswa Kelas Eksperimen ... 44
Tabel. 4.4 Distribusi Frekuensi Data Postes Siswa Kelas Kontrol ... 45
Tabel. 4.5 Hasil Uji Normalitas Data (One Sample Kolmogorov-Smirnov Test) ... 46
Tabel. 4.6 Hasil Uji Homogenitas Data (Levene’s Test) ... 47
Tabel. 4.7 Hasil Pengujian Hipotesis (Independet Sampel T-Test) ... 48
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 3.1. Bagan Alur Prosedur Penelitian ... 37
Gambar 4.1. Histogram Data Pretes Siswa Kelas Eksperimen ... 42
Gambar 4.2. Histogram Data Pretes Siswa Kelas Kontrol ... 43
Gambar 4.3. Histogram Data Postes Siswa Kelas Eksperimen ... 44
Gambar 4.4. Histogram Data Postes Siswa Kelas Kontrol ... 45
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan ujung tombak untuk meningkatkan sumber daya
manusia, oleh karena itu pembangunan bidang pendidikan sangat penting. Untuk
meningkatkan mutu pendidikan, perhatian harus ditujukan pada penataan sistem
pendidikan yang lebih baik. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh
kinerja dari proses pembelajaran, yang berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian
tujuan pendidikan bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh
siswa sebagai peserta didik.
Tujuan pembelajaran tentu saja akan dapat tercapai jika siswa berusaha
secara aktif untuk mencapainya. Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal,
keaktifan siswa dalam belajar sangat diperlukan, karena jika siswa pasif, atau
hanya berperan sebagai penerima dari guru, ada kecenderungan untuk cepat
melupakan apa yang telah diberikan dalam pembelajaran.
Setiap guru pasti menginginkan agar materi yang diajarkannya mudah
dimengerti dan dipahami oleh siswanya, juga adanya perubahan pada siswanya
atas apa yang telah diajarkan, baik itu perubahan pola pikir, pengetahuan, maupun
perubahan pola sikap.
Hasil observasi awal penulis di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam ditemukan
bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru masih menggunakan model
pembelajaran langsung (direct intructional) atau sering disebut model ekspositori,
diskusi dan latihan soal dimana siswa masih menggunakan buku dan LKS untuk
membantu siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini cenderung menimbulkan
2
kebosanan pada siswa dalam menerima pelajaran, yang secara tidak langsung juga
berdampak pada hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan.
Berdasarkan hasil observasi awal penulis di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam,
ditemukan bahwa hasil belajar siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Audio
Video (TAV) pada mata pelajaran Perekayasaan Sistem Audio masih sangat
rendah.
Tabel. 1.1
Hasil Ulangan Mata Pelajaran Perekayasaan Sistem Audio Siswa Kelas XI Program Keahlian TAV SMK Negeri 1 Lubuk Pakam
Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 Jumlah Siswa
Tabel 1.1 di atas, menunjukkan bahwa kriteria ketuntasan minimal (KKM)
mata pelajaran Perekayasaan Sistem Audio di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam
adalah 75. Berdasarkan hasil ulangan formatif maupun ulangan semester, dari 60
siswa (XI TAV-A dan XI TAV-B) terdapat kurang dari 50% siswa yang telah
mencapai ketuntasan belajar sementara lebih dari 50% siswa yang masih belum
mencapai ketuntasan dalam belajar. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Perekayasaan Sistem Audio masih belum memuaskan.
Agar siswa dapat memperoleh hasil belajar yang optimal, maka guru
dituntut untuk lebih kreatif dalam menentukan dan mengembangkan metode
maupun pendekatan pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang
nyaman dan menyenangkan bagi siswa serta mampu melibatkan siswa secara aktif
dalam proses pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat
3
sehingga siswa dapat memahami materi yang sedang dipelajari dan pada akhirnya
dapat memperoleh hasil belajar yang optimal.
Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru adalah model
pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE). Model pembelajaran
Student Facilitator and Explaining (SFAE) merupakan model pembelajaran aktif.
Hakikatnya pembelajaran aktif untuk mengarahkan atensi peseta didik terhadap
materi yang dipelajarinya. Melalui model SFAE ini, siswa/peserta didik belajar
mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model
pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan
ide/gagasan atau pendapatnya sendiri. Dengan proses pembelajaran seperti ini
siswa dapat meningkatkan keaktifan, minat, motivasi dan kreativitas siswa dalam
berfikir sehingga proses belajar akan lebih menarik dan menyenangkan.
Penelitian tentang penerapan model pembelajaran SFAE, sebelumnya
telah banyak dilakukan. Hasil penelitian Ariyanto (2010), menyimpulkan bahwa
penerapan model Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran akuntansi baik proses maupun hasil. Hasil penelitian Andari (2013),
menyimpulkan bahwa penerapan model Student Facilitator and Explaining
(SFAE) pada materi energi dan usaha di SMP Nurul Islam dapat meningkatkan
hasil belajar siswa, baik ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kenaikan nilai rata-rata dan ketuntasan
belajar secara klasikal dari siklus I ke siklus II.
Melalui model SFAE ini, siswa tidak hanya menjadi objek pembelajaran,
tetapi juga sebagai subjek yang dapat mengalami, menemukan,
mengkonstruksikan, dan memahami konsep dengan cara melakukan atau
4
lingkungan berupa benda, tempat serta peristiwa-peristiwa di sekitar mereka
(pengalaman nyata). Artinya pembelajaran bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan akan dapat tercapai dengan baik.
Hal ini tentu akan sangat menyenangkan bagi siswa. Apabila siswa sudah merasa
senang dalam pelajaran, maka hasil belajar siswa tentu akan meningkat.
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, peneliti jadi termotivasi
untuk melakukan suatu penelitian tentang “Pengaruh Model Pembelajaran
Student Facilitator and Explaining (SFAE) Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Pembelajaran Perekayasaan Sistem Audio di Kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017”. Sebagai pembanding digunakan model pembelajaran langsung (direct intructional).
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi beberapa
permasalahan, sebagai berikut:
1. Bagaimanakah proses pembelajaran perekayasaan sistem audio yang
dilakukan guru selama ini?
2. Apakah strategi atau model pembelajaran yang digunakan guru dapat menarik
perhatian dan dapat melibatkan siswa secara aktif dalam belajar?
3. Apakah guru juga menggunakan media dalam proses pembelajaran?
4. Apakah guru juga melakukan praktek dalam menyampaikan pembelajaran
perekayasaan sistem audio?
5. Apakah model pembelajaran yang digunakan guru sudah sesuai dengan
5
6. Apakah model pembelajaran yang digunakan guru selama ini berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa?
7. Model pembelajaran yang bagaimanakah yang dapat diterapkan guru untuk
melibatkan siswa aktif dalam belajar sehingga siswa dapat memperoleh hasil
belajar yang lebih baik?
C. Batasan Masalah
Agar masalah yang diteliti tidak meluas, perlu dilakukan pembatasan
masalah. Pada penelitian ini, peneliti membatasi masalah tentang pengaruh model
pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar
siswa pada pembelajaran perekayasaan sistem audio di kelas XI Program
Keahlian Teknik Audio Video (TAV) SMK Negeri 1 Lubuk Pakam semester
ganjil T.P. 2016/2017. Hasil belajar siswa dibatasi pada aspek kognitif materi
pokok rangkaian penguat daya audio (power amplifier).
D. Rumusan Masalah
Untuk memperjelas permasalahan sebagai dasar penelitian ini, maka perlu
dirumuskan permasalah yang akan diteliti, antara lain:
1. Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model
pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada pembelajaran
perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier)
di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017?
2. Bagaimanakah hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model
pembelajaran langsung (direct intructional) pada pembelajaran perekayasaan
sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI
6
3. Apakah ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Student Facilitator
and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran
perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier)
di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017?
E. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka penelitian ini
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui:
1. Hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model pembelajaran Student
Facilitator and Explaining (SFAE) pada pembelajaran perekayasaan sistem
audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK
Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017.
2. Hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model pembelajaran langsung
(direct intructional) pada pembelajaran perekayasaan sistem audio materi
pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk
Pakam T.P. 2016/2017.
3. Pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE)
terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran perekayasaan sistem audio
materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1
Lubuk Pakam T.P. 2016/2017.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai
7
1. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dalam bidang penelitian terutama
tentang pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining
(SFAE) terhadap hasil belajar siswa.
2. Bagi Guru, diharapkan dapat dijadikan bahan refrensi dalam meningkatkan
kreatifitas guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, khususnya
dalam pembelajaran perekayasaan sistem audio.
3. Bagi Siswa, diharapkan dapat membantu dan meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran perekayasaan sistem audio.
4. Bagi civitis akademik Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas
Teknik Universitas Negeri Medan, sebagai tambahan literatur kepustakaan
Universitas di bidang penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran
Student Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa pada
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, pengujian secara statistik dan pembahasan
diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil belajar siswa kelas eksperimen setelah diajarkan dengan model
pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) pada pembelajaran
perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio (power amplifier)
di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam T.P. 2016/2017 diperoleh rata-rata
nilai postes sebesar 85,05.
2. Hasil belajar siswa kelas kontrol setelah diajarkan dengan model pembelajaran
langsung (direct intructional) pada pembelajaran perekayasaan sistem audio
materi pokok penguat daya audio (power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1
Lubuk Pakam T.P. 2016/2017 diperoleh rata-rata nilai postes sebesar 80,14.
3. Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Student
Facilitator and Explaining (SFAE) terhadap hasil belajar siswa pada
pembelajaran perekayasaan sistem audio materi pokok penguat daya audio
(power amplifier) di kelas XI SMK Negeri 1 Lubuk Pakam yang dibuktikan
dari nilai thitung > ttabel yaitu 3,534 > 2,00 pada taraf sig. 0,05. Hasil belajar
siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran SFAE (85,05) lebih tinggi
dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran
langsung (80,14).
53
B. Saran
Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka
diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Kepada guru diharapkan untuk lebih inovatif dalam memilih dan menentukan
model pembelajaran yang akan digunakan dalam menyampaikan materi dan
disarankan kepada guru untuk dapat menggunakan model pembelajaran
Student Facilitator and Explaining (SFAE).
2. Penerapan langkah-langkah model pembelajaran Student Facilitator and
Explaining (SFAE) perlu dipersiapkan dengan baik oleh guru sehingga dapat
melibatkan siswa aktif secara langsung dalam pembelajaran, melatih siswa
untuk berbicara dalam menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya sendiri,
menjadikan belajar siswa lebih menyenangkan dan lebih bermakna, serta
akhirnya siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan optimal.
3. Kepada siswa diharapkan untuk lebih aktif dan semangat dalam belajar serta
disarankan untuk tidak takut atau malu bertanya kepada guru jika ada hal-hal
yang masih kurang dipahami serta lebih meningkatkan rasa percaya diri dalam
menyampaikan ide/gagasan atau pendapat sendiri.
4. Kepada kepala sekolah diharapkan untuk lebih memperhatikan efisiensi dan
efektivitas proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas, dan
disarankan kepada kepala sekolah untuk meminta para guru menyusun dan
menyiapkan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model-model
pembelajaran yang inovatif dan dapat melibatkan siswa secara aktif dalam
54
5. Kepada peneliti selanjutnya, peneliti berharap adanya penelitian lebih lanjut
tentang permasalahan yang sama. Hal ini penting agar diperoleh hasil
penelitian yang lebih menyeluruh sehingga dapat bermanfaat sebagai
penyeimbang teori maupun sebagai reformasi terhadap dunia pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Andari, D.W. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP Nurul Islam. Skripsi. Semarang: Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.
Andrayani, E., Triasianingrum, A., dan Rita, R. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan Number Head Together Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi. Bogor: Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan Bogor.
Arends R.I. 2008. Learning to Teach, Belajar untuk Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Ariyanto, R. 2010. Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Akuntansi dengan Model Student Facilitator and Explaining Pada Siswa Kelas XII SMK Kristen 1 Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret.
Dahar, R.W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S.B., dan Zain, A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Hartono, 2008. Statistik Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Irlinawati, D., Dzulkifli, E., dan Siti, A.W. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Pada Perkalian Bilangan Bulat. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo, 1(2):29-36.
Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.
Jauhari, M. 2011. Implementasi PAIKEM Dari Behavioristik Sampai Konstruktivistik: Sebuah Pengembangan Pembelajaran Berbasis CTL (Contextual Teaching & Learning). Jakarta: Prestasi Pustakaraya.
Lestari, I., Kristiantari, M.G.R., dan Negara, I.G.A.O. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, Jurusan PGSD, 2(1).
56
Nasution, S. 2009. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Pribadi, B.A. 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sardiman, A.M. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana. 2006. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, A. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Trianto. 2010. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka
Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.
Uno, H.B. 2009. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.