Edible film berbahan dasar protein surimi ikan rucah
Teks penuh
Dokumen terkait
rsiotu Hd Punono d
Hasil pengujian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purwanti (2010) yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi sorbitol yang ditambahkan pada
Hasil pengamatan konsentrasi penggunaan karagenan dan gliserol yang dikombinasikan dengan penyimpanan suhu dingin dan suhu ruang pada penyimpanan ikan nila meliputi
Hasil penelitian menunjukan bahwa edible film yang dibuat dari campuran komposit karagenan dan lilin lebah mempunyai karakteristik terbaik, yaitu kuat tarik tertinggi sebesar
penelitian yang dilakukan oleh Purwanti (2010) yang menyatakan bahwa semakin tinggi konsentrasi sorbitol yang ditambahkan pada edible film menggunakan kitosan akan
Hasil penelitian menunjukan bahwa edible film yang dibuat dari campuran komposit karagenan dan lilin lebah mempunyai karakteristik terbaik, yaitu kuat tarik tertinggi sebesar
Substitusi impor konsentrat protein ikan rucah dapat menjadi strategi yang baik bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantung- an pada produk impor dan mempromosikan produksi lokal..
Hidrolisat protein ikan rucah menggunakan enzim papain 5% pH 6,5 yang diinkubasi selama setengan jam mempunyai nilai protein terlarut yang lebih tinggi yaitu sebesar 24,97%, sedangkan