PENGARUH CITRA MEREK BANK TERHADAP INTENSI
MENABUNG PADA MAHASISWA
SKRIPSI
Oleh:
Ade Aisyah Rohmawati
201210230311300
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
PENGARUH CITRA MEREK BANK TERHADAP INTENSI
MENABUNG PADA MAHASISWA
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai
salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Psikologi
Oleh :
Ade Aisyah Rohmawati
201210230311300
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
i
LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Skripsi : Pengaruh Citra Merek Bank Terhadap Intensi Menabung
Pada Mahasiswa
2. Nama Peneliti : Ade Aisyah Rohmawati
3. NIM : 201210230311300
4. Fakultas : Psikologi
5. Perguruan Tingggi : Universitas Muhammadiyah Malang
6. Waktu Penelitian : 15 Desember 2015 – 26 Desember 2015
Skripsi ini telah diuji oleh dewan penguji pada tanggal 2 Februari 2016
Dewan Penguji :
Ketua Penguji : Dr. Nida Hasanati, M.Si ( )
Anggota Penguji : 1. Muhammad Shohib, S.Psi, M.Si ( )
2. Ni’matuzahroh, S. Psi, M. Si ( )
3. Siti Maimunah, S. Psi, MM, MA ( )
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Nida Hasanati, M. Si Muhammad Shohib, S.Psi. M.Si.
Malang,
Mengesahkan
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
ii
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Ade Aisyah Rohmawati
NIM : 201210230311300
Fakultas / Jurusan : Psikologi / Psikologi
Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang
Menyatakan bahwa skripsi / karya ilmiah yang berjudul :
Pengaruh Citra Merek Bank Terhadap Intensi Menabung Pada Mahasiswa
1. Adalah bukan karya orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang digunakan dalam naskah ini dan telah disebutkan sumbernya. 2. Hasil tulisan karya ilmiah/ skripsi dari penelitian yang saya lakukan merupakan Hak
Bebas Royalti non eksklusif, apabila digunakan sebagai sumber pustaka.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia mendapat sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Mengetahui
Ketua Program Studi,
Yuni Nurhamida, S.Psi. M.Si.
Malang,
Yang Menyatakan,
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan nikmat, rahmat dan ridho-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan
skripsi yang berjudul “Pengaruh Citra Merek Bank Terhadap Intensi Menabung Pada Mahasiswa”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam proses penulisan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan serta dukungan langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Dra. Tri Dayakisni, M.Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Yuni Nurhamida, M.Psi selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Dr. Nida Hasanati., M.Si. dan Bapak Muhammad Shohib, S.Psi., M.Si., selaku Pembimbing I dan Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan arahan dengan sabar, hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
4. Ari Firmanto, S.Psi., M.Si selaku dosen wali penulis yang telah mendukung dan memberi pengarahan sejak awal perkuliahan hingga selesainya skripsi ini.
5. Seluruh jajaran Dosen serta para staff Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang banyak memberikan pengetahuan baru dan memberi pelajaran berharga serta dukungan sehingga penulis bisa termotivasi dalam menyelesaikan skripsi.
6. Dr. Muslimin Machmud, M.Si selaku Kepala Biro Administrasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.
7. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang berkenan meluangkan waktunya untuk membantu penulis dalam mengisi kuisioner penelitian penulis.
8. Drs. Dakelan dan Ibu Musyarofah selaku orang tua yang selalu menyelipkan nama penulis dalam setiap doa-doanya serta curahan kasih sayangnya merupakan kekuatan terbesar bagi penulis untuk terus memiliki motivasi dalam menjalani perkulihan dan proses skripsi ini.
9. Ahmad Wildan Firmansyah selaku adik tercinta terima kasih atas bantuan dan semangat yang diberikan pada penulis dalam proses penulisan dan penelitian skripsi ini serta seluruh keluarga besarku yang selalu memberikan doa dan semangat sehingga penulis selalu termotivasi untuk menyelesaikan skripsi.
10.Kepada Dyah Ayu Windiyani, Astrie Cahyasari, M. Arya Samudra, Trio Bangkit, Dwi Putri Pratiwi dan Silfiasari yang telah memberikan dukungan untuk segera menyelesaikan skripsi.
11.Kepada Annisatul Izzah, Revina D. Paramita, Syarah Firda F, dan Zaldy yang memberikan dukungan, semangat, dan pembelajaran berharga dalam perkuliahan dan proses penyusunan skripsi.
iv
13.Teman-teman bimbingan Bu. Nida yang selalu memberikan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini, sehingga peneliti merasa sangat termotivasi untuk menyelsaikan skripsi dengan cepat
14.Teman-teman bimbingan Bapak Shohib yang selalu memberikan dukungan, semangat dan motivasi satu sama lain sehingga kita bisa saling mendukung dalam menyelesaikan skripsi sesuai dengan target.
15.Teman-teman KKN 121 tahun 2015 yang selalu memberikan dukungan dan semangat kepada peneliti dalam menyelesaikan penelitian serta penulisan skripsi ini.
16.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah banyak memberikan bantuan dan semangat pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari tiada satupun karya manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik-Nya, sehingga kritik dan saran demi perbaikan karya skripsi ini sangat penulis harapkan. Meski demikian penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembaca pada umumnya.
Malang, 16 Januari 2016
Penulis
v DAFTAR ISI
Lembar Pegesahan ... i
Surat Pernyataan ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... v
Daftar Tabel ... vi
Daftar Gambar ... vii
Daftar Lampiran ... viii
ABSTRAK ... 1
PENDAHULUAN ... 2
Intensi Menabung ... 5
Citra Merek ... 6
Pengaruh Citra Merek Bank terhadap Intensi MenabungMahasiswa ... 8
Hipotesis ... 9
METODE PENELITIAN ... 10
Rancangan Penelitian ... 10
Subjek Penelitian ... 10
Variabel dan Instrumen Penelitian ... 10
Prosedur Penelitian dan Analisa Data Penelitian ... 11
HASIL PENELITIAN ... 12
Deskripsi Data ... 12
Hasil Analisa Data ... 13
DISKUSI ... 14
SIMPULAN DAN IMPLIKASI ... 16
REFERENSI ... 17
LAMPIRAN ... 20
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Indeks Validitas Alat Ukur Penelitian ... 11
Tabel 2. Indeks Reliabilitas Alat Ukur Penelitian ... 11
Tabel 3. Deskripsi Subjek ... 12
Tabel 4. Perhitungan T-score Skala Citra Merek Bank ... 13
Tabel 5. Perhitungan T-score Skala Intensi Menabung ... 13
Tabel 6. Pengaruh Citra Merek Bank Terhadap Intensi Menabung ... 13
Tabel 7. Tabulasi Data Variabel Citra Merek ... 32
Tabel 8. Tabulasi Data Variabel Intensi Menabung ... 40
Tabel 9. Hasil Uji SPSS Validitas dan Reliabilitas Skala Citra Merek ... 48
Tabel 10. Uji Validitas Skala Citra Merek ... 49
Tabel 11. Blueprint Skala Citra Merek Setelah Try Out ... 49
Tabel 12. Uji Relibilitas Skala Citra Merek ... 49
Tabel 13. Hasil SPSS Uji Validitas dan Reliabilitas Intensi Menabung ... 49
Tabel 14. Uji Validitas Skala Intensi Menabung ... 50
Tabel 15. Blueprint Skala Intensi Menabung Setalah Try Out ... 51
Tabel 16. Uji Reliabilitas Skala Intensi Menabung ... 51
Tabel 17. Validitas Instrumen Penelitian ... 51
Tabel 18. Reliabilitas Instrumen Keseluruhan ... 51
Tabel 19. Hasil output Perhitungan Korelasi ... 60
vii
DAFTAR GAMBAR
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Skala Try Out ... 21
Lampiran 2. Skala Penelitian ... 27
Lampiran 3. Tabulasi Data ... 32
Lampiran 4. Validitas dan Reliabilitas Skala Penelitian ... 48
Lampiran 5. Deskripsi Subjek Penelitian ... 52
1
PENGARUH CITRA MEREK BANK TERHADAP INTENSI
MENABUNG PADA MAHASISWA
Ade Aisyah Rohmawati
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang
Berbagai macam bank bermunculan sehingga persaingan semakin ketat dalam menarik nasabah dalam menggunakan jasa yang telah disediakan bank. Dengan persaingan yang ketat, bank-bank berusaha mendapatkan citra yang baik pada pelanggan. Citra merek yang baik tersebut didapatkan dengan memberikan yang terbaik untuk pelanggan, baik dari sisi produk atau pun layanan yang diberikan kepada nasabah. Produk yang diberikan oleh bank salah satunya adalah tabungan. Ketika perusahaan memiliki citra yang baik maka kepercayaan akan muncul pada nasabah, sehingga nasabah akan menggunakan jasa yang diberikan. Ketika kepercayaan muncul pada bank tersebut maka intensi atau niat menabung akan muncul sehingga terbentuk perilaku menabung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap intensi menabung pada mahasiswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan kuota sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan dua skala yaitu skala intensi menabung dan skala citra merek. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara citra merek bankterhadap intensi menabung mahasiswa (Fhitung = 26.468; Fhitung > 0.00 ; p = 0.000; p < 0.05). Penilaian yang diberikan mahasiswa pada citra merek bank akan berpengaruh terhadap intensi menabung, jika penilaian yang diberikan positif maka intensi menabung mahasiswa tinggi dan sebaliknya jika penilaian yang diberikan negatif maka intensi menabung mahasiswa rendah.
Kata Kunci: Citra Merek Bank, Intensi Menabung
Various kinds of banks have appeared so that the competition becomes more intense in attracting customers to use the services that have been provided by the bank. With the intense competition, banks are trying to get a good image to customers. A good brand image is obtained by providing the best to the customers, both in terms of products or services provided to customers. One of Products supplied by a bank is savings. When a company has a good image, the trust will appear on the customer, so that customers will use the services provided. When the trust on bank appears, the intention of saving will emerge to form savings behavior. The purpose of this study was to determine the effect of brand image to the intention of saving on the students. The sampling technique used in this study was quota sampling. Data were collected by using two scales, namely savings intention scale and brand image scale. Data analysis was performed by using regression analysis techniques. The results showed that the significant influence of the brand image of banking to the students saving intention was (Fhitung = 26.468; Fhitung > 0.00; p = 0.000; p <0.05). The assessment given by the students on banking brand image would influence the saving intention. If the assessment given was positive, the student saving intention was high. And if the assessment given was negative, the student saving intention was low
2
Pada masa ini perilaku konsumen yang dimiliki oleh masyarakat semakin meningkat dalam memenuhi kehidupannya. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Kantar Worldpanel Indonesia (dalam Praditya, 2015) bahwa tingkat konsumsi masyarakat atau fast moving consumer goods (FMCG) tetap mengalami pertumbuhan sebesar 15% di awal tahun 2015. Perilaku konsumen atau yang biasa disebut perilaku konsumtif juga terjadi pada kehidupan mahasiswa. Mahasiswa berusaha untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginannya dalam hidupnya, bahkan keadaan tersebut tidak bisa mereka kontrol. Tingkat konsumsi atau perilaku komsumtif pada mahasiswa terkadang tidak terkontrol, ketika memiliki banyak uang maka ia akan cenderung memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Perilaku konsumtif mahasiswa dipengaruhi oleh banyak hal, baik dari produk, diri sendiri dan lingkungan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Chita, dkk (2015) perilaku konsumtif dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu self-contol dan kelompok referensi. Ketika mahasiswa memiliki tingkat self-control yang tinggi maka tingkat konsumtifnya akan rendah karena ia bisa mengendalikan dirinya dalam melakukan suatu hal. Kemudian, yang dimaksud kelompok referensi ialah teman pergaulan yang digunakan sebagai landasan dalam hidup individu. Dari penelitian tersebut maka perilaku kosumtif yang terjadi pada mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungannya. Dimana mahasiswa masuk dalam fase peralihan dari remaja menuju dewasa, pada fase ini seorang individu sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungannya, mereka berusaha untuk mengikuti apa yang ada di lingkungan mereka (Pratama, 2011).
Pengaruh lingkungan terbesar diperoleh dari teman sebaya, hal ini sesuai dengan hasil penelitian Aprilia dan Hartoyo (2013) yang didapatkan pengaruh tertinggi perilaku konsumtif mahasiswa diperoleh dari teman sebayanya, karena teman sebaya sangat dipercaya sarannya, dan memiliki infomasi atau pengetahuan yang baik. Hal tersebut dilakukan mahasiswa agar ia dapat menyetarakan kehidupannya dengan teman sebayanya. Perilaku konsumtif tertinggi pada mahasiswa adalah membeli makanan yang mahal, jam tangan, tas, sepatu dengan harga yang mahal dan jumlah yang banyak serta memiliki handphone yang lebih dari satu. Dari penelitian yang dilakukan Sabri dkk (2010) diperoleh hasil bahwa lebih dari separuh mahasiswa yang mendapatkan beasiswa menggunakan uangnya untuk belanja dan menghabiskan uangnya sebelum akhir semester.
Pembelian barang yang sering dilakukan oleh mahasiswa pada saat ini melalui online shop, mereka tertarik dengan barang-barang yang dijual melalui online. Online shop adalah toko online yang mempermudah masyarakat untuk memdapatkan barang diingkan dengan dengan menggunakan media internet, untuk pembayaran pada umumnya dengan cara tranfer. Menurut penelitian yang dilakukan Rahma, dkk (2012) mahasiswa merasa puas dengan membeli barang secara online walaupun transaksi pembelian tidak bisa secara langsung, dan mereka harus membayar barang yang dibeli melalui transfer. Mahasiswa membeli barang secara online dikarenakan tampilan barang melalui gambar dinilai menarik, sehingga dari tampilan gambar tersebut membuat mereka memtuskan untuk membeli barangnya (Thohiroh, 2015).
3
Menabung pada mahasiswa adalah suatu kegiatan yang mempunyai tujuan yaitu untuk belajar mengelola uang atau belajar menghemat. Ketika mahasiswa menabung maka hal tersebut didasari oleh keinginan dan kemauan yang muncul dalam dirinya sendiri. Setiap tindakan yang muncul pada diri indvidu pasti akan didasari oleh sebuah keinginan, seperti yang dinyatakan oleh Ajzen (dalam Puspitasari, 2015) bahwa faktor utama dalam perencanaan suatu tindakan adalah kemauan yang ada dalam diri individu Kemauan. atau intensi dapat menjadi suatu motivasi yang akan mempengaruhi munculnya suatu perilaku. Pernyataan Fishbein dan Ajzen tentang teori perilaku berencana. Teori ini membahas tentang intensi yang terdiri dari tiga faktor yaitu attitude toward the bahavior (sikap), subjective norm (norma subjektif) dan perceived behavior control. Dari ketiga faktor tersebut maka muncullah penilaian konsumen pada suatu produk dan penilaian tersebut akan mempengaruhi tingkat intensi perilaku seseorang.
Menurut Puspitasari (2015) semakin kuat intensi atau kemauan yang dimiliki seseorang dalam suatu perilaku maka akan semakin besar juga kinerja yang harus dilakukan. Intensi mempunyai tiga faktor yaitu sikap, norma subjektif dan perceived behavioral control. Mahasiswa sebelum memutuskan untuk menabung ia akan memikirkan apakah dengan ia menabung ia akan memperoleh hal positif. Dalam merealisasikan niat menabung tidaklah mudah karena diperlukan perencanaan dan kontrol diri dalam menjalanakan sehingga munculnya perilaku menabung (Robinovich dkk, 2006). Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2015) hasil yang didapatkan adalah ketika individu memiliki tingkat penghindaran ketidakpastian rendah maka intensi menabung yang ia miliki juga rendah, dan jika individu memiliki tingkat penghindaran ketidakpastian yang tinggi maka intensi menabungnya juga tinggi. Jadi tingkat intensi menabung seseorang dipengaruhi oleh keadaan orang tersebut.
Penelitian yang membahas tentang faktor pembentuk intensi menabung salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Cokro (dalam Priaji, 2011) bahwa sebelum individu memutuskan memilih suatu bank, individu biasaya memiliki bank yang telah dievaluasinya sebagai objek yang lebih disukai dari bank lainnya. Ketika perasaan suka yang dimiliki individu pada bank terbentuk, maka intensi untuk menabung pun terbentuk. Dimana penelitian ini membahas tentang faktor attitude toward behavior (sikap) yaitu penilaian yang positif diberikan individu pada suatu bank sehingga ia menyukainya. Selain itu, pada penelitian yang dilakukan Taib (dalam Priaji, 2011) bahwa pendapat orang-orang sekitar bagi individu dalam menggunakan produk keuangan yang bebas bunga dengan landasan hukum syariah secara jelas maka hal tersebut sangatlah berkontribusi dalam pembentukan intensi menabung. Dimana pada penelitian ini pendapat anggota keluarga dan teman sebaya memberi pengaruh pada diri seseorang, pengaruh orang lain tersebut masuk dalam faktor norma subjektif.
4
hanya sekedar menyimpan untuk penghematan. Transaksi yang dimaksud adalah salah satunya bisa digunakan sebagai media transfer baik dari orang tua ke mahasiswa atau dari mahasiswa ke orang lain. Salah satunya bisa dimanfaat sebagai media transfer dalam membeli sesuatu. Ketika mahasiswa menabung di suatu bank, maka akan membantu dia untuk lebih mudah mengelola keuangannya dengan baik. Disisi lain, ketika menabung ia juga mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian barang misalnya pembelian barang secara online, karena pembayaran pembelian barang secara online dapat dilakukan dengan mentransfer uang. Sehingga, jika mahasiswa ingin mendapatkan kemudahan dalam mengelola keuangan serta dalam bertransaksi dari sesgi apapun maka mahasiswa dapat membuka tabungan di bank.
Beberapa mahasiswa masih mengandalkan uang saku dari orang tua sehingga, ada beberapa diantara mereka yang memilih bank sendiri untuk menggunakan jasa tabungan tersebut dan ada pula yang yang dipilihkan oleh orang tuanya. Mahasiswa yang menggunakan jasa tabungan tentu akan memilih bank yang dapat memberikan keuntungan dan kemudahan baginya, nasabah akan memperhatikan faktor-faktor tertentu untuk memutuskan menabung. Dalam memilih bank yang akan digunakan sangatlah dipengaruhi oleh persepsi yang dimiliki orang tersebut terhadap bank tertentu atau merek tertentu. Menurut Knapp (2001) merek adalah suatu jenis atau variasi dari sesuatu yang dibedakan oleh beberapa karakteristik khusus. Sedangkan menurut Kotler dan Amstrong merek merupakan sebuah nama, istilah, simbol, tanda, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang bertujuan untuk mengenalkan jasa dari kelompok penjual dan untuk membedakan jasanya dari jasa yang diberikan oleh perusahaan pesaing (dalam Indrayani, 2004).
Ketika mahasiswa memilih bank melalui merek tersebut salah satu pertimbangan mereka untuk mengambil keputusan dalam menggunakan merek tersebut adalah citra merek yang telah dimiliki. Citra merek adalah sesuatu yang terpenting bagi bank karena dengan citra menjadi penghubung antara nasabah dan perusahaan tersebut, dengan adanya citra maka dapat membedakan persepsi nasabah tentang bank satu dengan yang lainnya. Citra merek terbentuk karena adanya persepsi dalam diri individu tentang jasa dan kulitas layanan yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Febriasti (2014) bahwa persepsi mahasiswa terhadap pelayanan yang diberikan bank serta produk berpengaruh positif terhadap keputusan mahasiswa untuk menabung selain itu, seseorang akan menyenangi jasa atau produk yang memiliki layanan yang baik serta keistimewaan yang dimiliki perusahaan (Kasmir, dalam Hidayat 2010).
5
mempengaruhi loyalitas, dimana ketika suatu perusahaan memiliki citra yang baik maka kepercayaan nasabah terhadap perusahaan semakin tinggi (Rizan, 2012).
Sebuah citra merek yang dimiliki bank tidak ditentukan oleh terkenalnya sebuah bank hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan Ruzena, dkk (2014) bahwa bank yang dianggap terkenal dan stabil yang memiliki cabang bank-atm yang banyak tidak menjamin memiliki kualitas pelayanan yang baik dari teknologi maupun sumber daya manusia. Sehingga terkenalnya suatu bank bukan berarti bank tersebut memiliki citra yang baik di dalamnya, karena citra merek berasal dari pesepsi nasabah bank tersebut dan persepsi yang dimiliki nasabah itu lebih rendah tingkatnya dibandingkan dengan harapan nasabah terhadap suatu perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah apakah citra merek bank berpengaruh terhadap intensi menabung pada mahasiswa. Dari rumusan masalah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh citra merek bank terhadap intensi menabung mahasiswa. Selain itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis, praktis, dan masyarakat. Secara teoritis dimana hasil penelitian dapat menambah ilmu psikologi konsumen terutama tentang pengaruh citra merek bank terhadap intensi menabung mahasiswa. Secara praktis yaitu penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan bank khususnya mengenai citra merek dan intensi menabung dalam memilih bank untuk menabung dan dijadikan sebagai penentuan strategi pemasaran oleh perusahaan. Kemudian manfaat bagi masyarakat adalah masyarakat dapat memahami seberapa besar pengaruh citra merek terhadap intensi menabung.
Intensi Menabung
Dayakisni dan Hudaniah (2009) menyatakan intensi adalah niat yang muncul dari diri seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Sedangkan menurut Fishbein & Ajzen (dalam Puspitasari, 2015) Intensi adalah kemauan atau niat yang muncul karena adanya kepercayaan pada suatu objek baik seseorang atau atribut-atribut yang ada sehingga munculnya perilaku. Maka intensi menabung ialah niat seseorang dalam menyimpan uang atau menyisihkan uangnya di tempat yang aman, dengan niat tersebut sehingga dapat mencapai tujuan tertentu walaupun harus mengorbankan uang untuk disisihkan dari tingkat konsumsi. Menurut Ajzen (2005) intensi memiliki tiga faktor: 1. Attitude toward the behavior (sikap) ialah penilaian individu baik negatif maupun positif pada segala sesuatu yang ada disekitarnya seperti benda, orang, institusi, pengalaman, perilaku, dll. Sikap individu ini akan berhubungan dengan keyakinan apakah tindakan tersebut akan menimbulkan konsekuaensi positif atau negatif. 2. Subjective Norm (norma subjektif) muncul saat ada keyakinan normatif, dimana keyakinan ini adalah harapan yang diberikan oleh orang lain dari hidupnya untuk memunculkan suatu perilaku atau tidak dan keinginan untuk mengikuti, hal ini berhubungan dengan motivasi untuk memenuhi. 3. Perceived behavior control ialah persepsi individu pada kemudahan atau kesulitan dalam membentuk suatu perilaku, hal ini berhubungan dengan keyakinan pada tersedia atau tidak sumber daya serta kesempatan dalam membentuk suatu perilaku.
6
Hudaniah, 2009): 1. Behavioral yaitu perilaku yang khusus atau spesifik yang nantinya akan terbentuk atau muncul. 2. Target object, sasaran yang akan ditinjau oleh perilaku yang akan muncul yaitu: particular object (misal: nama), a class of object (misal: jabatan atau kedudukan) dan any object (orang pada umumnya). 3. Situation yaitu suasana atau lokasi. Bagaimana suatu perilaku bisa terlaksana dalam situasi tertentu. 4. Time, hal ini berhubungan dengan waktu atau kapan suatu perilaku akan diwujudkan: periode waktu yang telah ditentukan dan periode waktu yang tak dibatasi
Menabung diartikan sebagai sebuah aktifitas yang berhubungan dengan menyimpan, menyisihkan dari harta yang dimiliki. Menurut kamus KBBI pengertian menabung adalah menyimpan uang (di celengan, pos, bank, dan sebagainya). Selain itu, kamus Bahasa Indonesia juga mengartikan menabung sebagai kegiatan menyimpan yang dilakukan individu baik berupa materil atau non-materil di suatu tempat yang aman baginya. Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 tentang perbankan, tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Tujuan menabung di bank adalah menyisihkan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan di masa depan dan sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu/kelompok. Sarana penarikan tabungan adalah dengan: buku tabungan, slip penarikan, ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan sarana lainnya (Formulir Transfer, Internet Banking, Mobile Banking, dll). Faktor-faktor yang menjadi tingkat tabungan: 1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat. 2. Tinggi rendahnya suku bunga bank. 3. Adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Citra Merek (Brand Image)
Knapp (2001) merek adalah suatu jenis atau variasi dari sesuatu yang dibedakan oleh beberapa karakteristik khusus. Selain itu, merek juga dianggap sebagai nama atau merek dagang, produk, atau bahkan sebuah komitmen. Random House Dictionary of the English Language (dalam Knapp, 2001) mengartikan merek sebagai suatu produk atau jasa yang menggunakan nama merek terkenal. Menurut Kotler dan Amstrong (dalam Suryani, 2010 ) merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, desain khusus, atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut yang akan berfungsi sebagai identifikasi produk sebuah perusahaan yang tidak hanya sebagai pembeda dengan produk lain namun juga sebagai janji produsen. Pendapat lain muncul dari Park dkk (dalam Thakur, 2012) merek merupakan simbol atau tanda yang berguna membantu pelanggan untuk mengidentifikasi produk, sebuah perusahaan. Perusahaan yang memiliki produk dengan citra merek yang menguntungkan bagi masyarakat pasti mendapatkan posisi yang lebih baik di pasar juga dapat mempertahankan keunggulan yang mereka miliki.
7
Menurut Keller (2013) faktor-faktor yang membuat citra merek terbentuknya ialah: A. Strenght of brand association (kekuatan asosiasi merek)
Kekuatan asosiasi ini tergantung pada informasi yang masuk kepada konsumen. Ketika konsumen aktif dalam menguraikan informasi yang didapat tentang jasa maka asosiasi yang akan tercipta semakin kuat dalam ingatan konsumen. Kekuatan asosiasi merek terbentuk dari word of mounth (teman, keluarga, kolega, dll) atau sumber informasi lainya. Menurut Keller (dalam Neria, 2012) informasi tentang asosiasi ini bisa diapatkan konsumen dari brand attribute dan brand benefit.
1. Brand attribute (fitur merek)
Attribute adalah fitur-fitur yang menggambarkan suatu jasa dari merek yang bersangkutan. Brand attribute meliputi: a) Product related attribute, bahan yang dibutuhkan agar fungsi jasa yang dicari konsumen dapat bekerja, hal ini berhubungan langsung dengan komposisi fisik. b) Non-product related attribute, aspek eksternal dari jasa yang berhubungan dengan perilaku konsumsi, aspek eksternal ini meliputi: infomasi harga, packaging atau keindah kemasan, user imagery atribut yang didasarkan aspek demografi dan usage imagery atribut yang didasarkan oleh waktu penggunaan, lokasi, dan jenis kegiatan
2. Brand benefit (manfaat merek)
Manfaat adalah nilai yang melekat pada suatu jasa yang dapat diberikan kepada konsumen. Selain itu, manfaat merupakan hasil positif yang diperoleh dari atribut. Macam-macam brand benefit adalah: a) manfaat fungsional yaitu keuntungan intrinksik yang diperoleh dari pemakaian jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan. b) Manfaat pengalaman yaitu berhubungan dengan apa yang dirasakan konsumen ketika menggunakan jasa. c) manfaat simbolik yaitu manfaat yang berhubungan dengan kebutuhan dasar mengekspresikan diri dan bermasyarakat. B. Favorability of brand association (keunggulan asosiasi merek)
Hal ini berhubungan dengan kepercayaan konsumen pada atribut dan manfaat yang diberikan oleh suatu brand dapat memuaskan kebutuhkan dan keinginan konsumen sehingga menciptakan sikap yang positif terhadap brand tersebut. Menurut Keller (dalam Neria, 2012) seberapa penting asosiasi merek terhadap sikap dan keputusan konsumen tergantung pada:
1. Desirability (keinginan): sejauh mana jasa dapat memenuhi keinginan dan harapan konsumen. Hal ini meliputi: a) relevance (hubungan) ialah titik perbedaan atau kesesuaian merek dimata konsumen. b) distinctiveness (kekhasan): titik perbedaan yang khas dan unggul pada merek. c) believability (kepercayaan): hal ini berhubungan dengan alasan yang kuat agar kosumen memilih merek
2. Deliverability (menyampaikan): sejauh mana merek yang dipasarkan atau disampaikan dengan baik kepada konsumen sesuai sasaran. Hal ini meliputi: a) feasibility (kelayakan): kemampuan program pemasaran dalam menunjukkan manfaat merek. b) communicability (penularan) yaitu hal yang berhubungan dengan komunikasi dalam membuat konsumen percaya terhadap merek. c) Sustainability (keberlajutan): hal ini bergantung pada komitmen internal, penggunaan sumber daya dan kekuatan pasar eksternal
C. Uniqueness of brand association (keunikan asosiasi merek)
8
1. Point of parity (titik keseimbangan)
Sejauh mana merek memiliki unsur kesamaan, tidak perlu memiliki keunikan jika dibandingkan dengan merek lain. Hal ini dapat dilihat dari: a) category point of parity (kategori yang seimbang) yaitu konsumen memandang merek memiliki kredibilitas, sehingga merek diakui memiliki kualitas yang sejajar dengan merek lainnya. b) Competitive point of parity (persaingan yang seimbang) yaitu perusahaan membuat merek yang dimiliki menjadi hal yang luar biasa, hal tersebut dilakukan agar merek dapat bersaing dengan merek lainnya.
2. Point of difference (titik perbedaan)
Manfaat yang akan didapatkan oleh konsumen dari merek, dan dipercaya konsumen tidak akan mendapatkannya di merek lain. Hal ini meliputi: a) Unique selling proposition (rencana penjualan keunikan) yaitu komunikasi pemasaran yang lebih mementingkan isi pesan dibandingkan penyampaian pesan tentang manfaat jasa. b) Sustainable competitive advantage (manfaat persaingan yang berkelanjutan) yaitu kemampuan perusahaan dalam menyampaian nilai jasa yang unggul ke dalam pasar untuk jangka panjang.
Pengaruh Citra Merek Bank terhadap Intensi Menabung
Perilaku komsumtif mahasiswa yang kurang terkontrol sehingga ia kurang dapat mengelola uang yang ia miliki. Mahasiswa membeli barang-barang ia inginkan baik secara langsung atau tidak. Pembelian barang yang dilakukan mahasiswa saat ini adalah dengan membeli barang di online shop. Pembelian barang tersebut melalui media internet dengan melihat gambar suatu barang. Pembayaran yang dilakukan dalam membeli barang melalui online shop adalah dengan mentransfer. Sehingga dengan hal diatas maka mahasiswa membutuhkan bantuan jasa bank berupa tabungan untuk mempermudahnya, baik mempermudah dalam mengelola uangnya serta mempermudah dalam pembelian barang. Dalam menentukan bank yang akan digunakan, mahasiswa akan memilih bak yang memiliki citra merek yang positif. Menurut Keller (dalam Sondoh, 2007) citra merek suatu perusahaan lahir dengan adanya persepsi dari masyarakat. Jika persepsi nasabah kurang baik terhadap suatu merek maka nasabah tidak akan menggunakan jasa yang disediakan merek. Dengan hal tersebut maka bank akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan citra merek yang positif. Citra merek dapat dilihat dari tiga faktor yaitu Strenght of brand association (kekuatan asosiasi merek), Favorability of brand association (keunggulan asosiasi merek), Uniqueness of brand association (keunikan asosiasi merek).
Bank berupaya memberikan yang terbaik terhadap nasabahnya, baik dari produk, pelayanan, informasi maupun komunikasi. Ketika semuanya terpenuhi atau tiga faktor terpenuhi maka penilaian positif akan terbentuk pada diri mahasiswa. Penilaian positif yang dimiliki oleh mahasiswa maka ketertarikan mahasiswa terhadap jasa atau produk yang diberikan bank akan terbentuk. Ketertarikan tersebut akan memunculkan keinginan atau intensi untuk menabung pada mahasiswa. Menurut Fishbein (dalam Meilinda dkk, 2013) intensi adalah penentu secara langsung dari perilaku yang tampak. Sehingga prediksi suatu perilaku dapat dinilai dari intensi perilaku. Dengan mengukur intensi menabung seseorang kita dapat mengetahui prediksi perilaku menabung yang akan muncul. Intensi menabung ini dapat dilihat dari attitude toward the behavior (sikap), norma subjektif dan perceived behavioral control. Dari tiga faktor tersebut maka intensi menabung seseorang akan dapat diketahui.
9
nasabah akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya ketika merek memiliki citra yang negatif dimata nasabah maka intensi menabung nasabah akan rendah.
Kerangka berpikir
Gambar 1. Kerangka Berpikir Citra Merek Bank Terhadap Intensi Menabung
Hipotesa
Ada pengaruh citra merek bank terhadap intensi menabung pada mahasiswa MAHASISWA
Intensi Menabung 1. Attitude toward the bahvior
(sikap)
2. Subjective Norm (norma subjektif)
3. Perceived behavior control Citra Merek Bank 1. Strenght of brand association
(kekuatan asosiasi merek ) 2. Favorability of brand
association (keunggulan asosiasi merek)
3. Uniqueness of brand
association (keunikan asosiasi merek)
Mahasiswa memberikan penilaian positif terhadap bank atas jasa dan
produk yang diberikan
Intensi Menabung Tinggi Mahasiswa tertarik dengan jasa atau
10
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif antara dua variabel dengan menggunakan metode perhitungan statistik tertentu sehingga akan didapatkan hasil ada atau tidak pengaruh antara dua variabel yang akan diteliti.
Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, total mahasiswa kurang lebih 30.000. Dari total mahasiswa tersebut peneliti menggunakan tabel Issac (Sugiyono, 2014) untuk menentukan jumlah subjek yang akan digunakan. Taraf kesalahan yang digunakan peneliti adalah 5%, sehingga dari 30.000 mahasiswa dengan taraf kesalahan 5% maka sesuai tabel Issac jumlah subjeknya yang digunakan kurang lebih 350 mahasiswa. Kriteria subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang saat ini tidak melakukan perilaku menabung di bank. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non-probability sampling, dimana peneliti tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peniliti dengan teknik kuota sampling. Menurut Sugiyono (2014) kuota sampling adalah teknik ini menentukan sampel dari populasi yang mempunyai cri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
Variabel dan instrumen penelitian
Pada penelitian ini terdapat dua variabel yakni variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas pada penelitian ini adalah citra merek (X) dan variabel terikatnya (Y) adalah intensi menabung
Citra merek adalah suatu persepsi yang dimiliki oleh nasabah pada sebuah brand yang akan mempengaruhi perilaku dari nasabah dan nasabah akan memilih sebuah perusahaan yang akan memberikan keuntungan untuknya. Citra merek yang dimiliki oleh perusahaan ini akan mempengaruhi kepercayaan yang dimiliki oleh konsumen dalam pembentukan intensi menabung. Pada citra merek ini memiliki 3 faktor yaitu strenght of brand association (kekuatan asosiasi merek), favorability of brand association (keunggulan asosiasi merek), dan uniqueness of brand association (keunikan asosiasi merek). Intensi menabung adalah niat seseorang dalam menyimpan uang atau menyisihkan uangnya di tempat yang aman, dengan niat tersebut sehingga dapat mencapai tujuan tertentu walaupun harus mengorbankan uang untuk disisihkan dari tingkat konsumsi. Dari pengertian intensi menabung tersebut maka intensi menabung memiliki 3 faktor yaitu attitude toward the behavior (sikap), subjective norm (norma subjektif) dan perceived behavior control.
11 Tabel 1. Indeks Validitas Alat Ukur Penelitian
Alat ukur Jumlah item yang
Skala Intensi Menabung 30 25 0.233-0.684
Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil dari 38 item skala citra merek yang diujikan, ada 24 item yang valid setelah diujikan melalui statistik menggunakan program SPSS versi 21. Indeks validitas dari skala citra merek yang diujikan berkisar antara 0.247-0.726. Selain itu, dari 30 item skala intensi menabung, ada 25 item yang valid setelah diujikan. Indeks validitas dari skala intensi menabung yang diujikan adalah 0.233-0.684.
Tabel 2. Indeks Reliabilitas Alat Ukur Penelitian
Alat ukur Alpha
Skala Citra Merek Bank 0.887 Skala Intensi Menabung 0.843
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kedua intrumen yang dipakai dalam penelitian ini reliabel. Hal tersebut dikarena nilai alpha pada kedua instrumen lebih dari 0.70. menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2011) suatu instrumen variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0.70.
Prosedur dan Analisa Data
Secara umum penelitian yang akan dilakukan memiliki beberapa prosedur yaitu, persiapan, pelaksanaan dan analisa data. Persiapan, pada tahap persiapan ini dimulai dengan pemahaman materi oleh peneliti dari varibel-varibel yang digunakan. Kemudian peneliti mempersiapkan instrumen yang akan digunakan yaitu skala intensi menabung dan skala citra merek. Setelah instrumen siap maka peneliti melakukan uji coba atau try out, try out dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitasnya.
Tahap kedua yaitu pelaksanaan penelitian dengan menyebar skala kepada mahasiswa Universitas Muhammdiyah Malang. Selanjutnya adalah entry data, validasi alat ukur, mengukur reliabilitas alat ukur, dan proses analisa data dalam proses ini peneliti menggunakan software perhitungan statistik SPSS for windows versi 21. Setelah didapatkan hasilnya maka item – item yang tidak valid atau gugur tidak diikut sertakan dan disusun kembali item – item yang valid untuk mengambil data penelitian. Penelitian ini menggunakan tryout murni sehingga peneliti dua kali mengambil data untuk dianalisis.
Penyebaran skala tryout pada tanggal 15 Desember 2015. Proses ini dilakukan di Universitas Muhamaddiyah Malangyang disebarkan sebanyak 116 skala. Satu subjek diberikan dua skala sekaligus dan langsung diisi secara bersamaan. Sebelum skala diberikan, peneliti memberikan pengantar yang bertujuan untuk memberitahu bagaimana cara mengisi skala.
12
Setelah tryout dilakukan, kemudian peneliti melanjutkan dengan penyebaran skala pada pada 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan tujuan perolehan data penelitian pada tanggal 18 Desember 2015 sampai dengan 25 Desember 2015. Pada tanggal 26 Desember 2015 peneliti melakukan entry data dan melakukan proses analisis data. Dalam proses ini, peneliti menggunakan software perhitungan statistic SPSS for windows versi 21. Data dianalisis dengan uji regresi linier sederhana karena penelitian ini menguji pengaruh antara satu variabel bebas dengan variabel terikat dan jenis data interval, dan sekaligus menguji signifikannya.
HASIL PENELITIAN
Pada penelitian yang telah dilakukan, diketahui hasil penelitian menunjukkan deskripsi subjek penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Deskripsi Subjek
Kategori Frekuensi Prosentase Total
Jenis kelamin
13
Tabel 4. Perhitungan T-score Skala Citra Merek Bank
Kategori Interval Frekuensi Prosentase
Tinggi T-score ≥ 50 233 67 %
Rendah T-score < 50 117 33 %
Total 350 100%
Berdasarkan tabel 4, diperoleh data dari penelitian yang telah dilakukan dengan 350 subjek, sebanyak 233 subjek dikategorikan memiliki persepsi citra merek bankyang tinggi dengan prosentase 67%. Sedangkan 117 subjek dikategorikan memiliki persepsi citra merek yang rendah dengan prosentase 33%.
Tabel 5. Perhitungan T-score Skala Intensi Menabung
Kategori Interval Frekuensi Prosentase
Tinggi T-score ≥ 50 177 51 %
Rendah T-score < 50 173 49 %
Total 350 100%
Berdasarkan tabel 5, diperoleh data dari penelitian yang telah dilakukan kepada 350 subjek. Sebanyak 177 subjek memiliki intensi menabung yang tinggi dengan prosentase 51%. Sedangkan, 173 subjek memiliki intensi menabung yang rendah dengan prosentase 49%. Setelah dilakukan analisis data dengan teknik analisis regresi, diperoleh hasil sebagaimana dalam tabel dibawah ini
Tabel 6. Pengaruh Citra Merek BankTerhadap Intensi Menabung Koefisien Korelasi
(r)
Koefisien Determinasi (r2 )
Nilai F Sig.
0.266 0.071 26.468 0.000
Berdasarkan skor koefisien regresi yang dihasilkan dari perhitungan SPSS maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif antara citra merek bank terhadap intensi menabung dengan tingkat signifikansi 5%. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari taraf kesukaran yang digunakan yaitu 0.05 ( 0.000 < 0.05 ). Dari hasil penelitian juga didapatkan nilai Fhitung sebesar 26.468 dengan nilai Ftabel 0.00, maka nilai Fhitung > Ftabel. Sehingga dapat dikatakan ada pengaruh positif yang signifikan citra merek bank terhadap intensi menabung. Hal ini menunjukkan semakin positif citra merek bank yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula intensi menabung mahasiswa.
14 DISKUSI
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai yang signifikan, artinya bahwa ada pengaruh positif yang signifikan antara citra merek bank terhadap intensi menabung. Dari hasil analisa menunjukan nilai F antara citra merek bank dengan intensi menabung adalah 26.468 dengan nilai signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif yang signifikan antara citra merek bank dengan intensi menabung pada mahasiswa. Dari hasil di atas maka dapat menunjukkan bahwa semakin positif citra merek suatu bank maka akan semakin tinggi pula intensi menabung yang dimiliki oleh mahasiswa. Dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa hipotesis diterima.
Suatu bank sangat membutuhkan citra yang baik dimata nasabahnya. Citra merek sebuah bank akan mencakup persepsi yang dimiliki oleh individu, ketika persepsi tersebut muncul pada diri individu maka akan muncul sebuah sikap. Citra merek yang positif akan mendorong individu dalam mengambil keputusan untuk menggunakan merek. Citra merek yang positif dapat diperoleh dari kekuatan merek, keunggulan merek, serta keunikan merek (Keller, 2013). Keunggulan merek meliputi infomasi yang diperoleh nasabah tentang merek tersebut, infomasi ini diperoleh dari fitur-fitur yang dapat menggambarkan suatu merek serta manfaat yang akan diterima individu ketika menggunakan merek tersebut. Keunggulan merek berhubungan dengan sejauh mana merek dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan individu ketika menggunakannya, pemasaran merek disampaikan dengan baik, serta komunikasi yang baik antara pegawai merek dengan konsumen. Pada keunikan suatu merek dapat dilihat dengan cara menunjukkan perbedaan antara merek satu dengan yang lainnya. Ketika seluruh aspek dalam citra merek tersebut terpenuhi maka kemungkinan besar merek akan mendapatkan citra yang positif pada konsumen.
Pengambilan keputusan untuk menabung didahului dengan intensi yang muncul pada diri individu. Intensi menabung seseorang dapat ditentukan oleh beberapa hal yaitu, sikap, norma subjektif dan perceived behavior control (Ajzen, 2005). Sikap merupakan penilaian negatif atau positif yang diberikan individu pada suatu objek, sedangkan norma subjektif ialah persepsi seseorang terhadap pengaruh sosial dalam membentuk perilaku, dan perceived behavior control adanya kontrol perilaku pada individu yang akan meningkatkan atau menghalangi dalam melakukan suatu hal. Dari citra merek yang dimiliki bank maka akan berhubungan secara langsung dengan munculnya sebuah intensi, dimana seseorang akan memberikan penilaian pada sebuah bank baik atau buruk melalui produk atau pelayanan yang diberikan bank. Selain itu, informasi yang diperoleh individu pada citra merek juga behubungan secara langsung dengan norma subjek yang ada pada intensi. Jika aspek yang dimiliki citra merek tersebut terpenuhi dan positif maka kepercayaan pada individu akan terbentuk sehingga munculah sebuah intensi pada diri individu untuk menggunaka merek tersebut. Sehingga ketika citra merek suatu bank terpenuhi maka intensi menabung individu juga akan terbentuk, karena citra merek bank dengan intensi menabung memiliki keterikatan.
15
diberikan pihak bank, serta lokasi bank berada. Hasil penelitian ini diperkuat dengan penelitian Umar dkk (2012) bahwa bank harus bisa mengelola kekuatan atau keunikan yang dimiliki agar nasabah merasa diuntungkan dengan produk atau jasa yang diberikan, sejalan dengan keuntungan yang dirasakan nasabah tersebut maka akan munculnya kesetiaan untuk tetap menggunakan produk atau jasa bank. Berbagai faktor yang muncul pada penelitian ini masuk kedalam cakupan citra merek perbankan, sehingga citra merek dapat mempengaruhi sikap atau pemikiran yang dimiliki oleh individu melalui keunikan dan kelebihan merek.
Pelayanan jasa bank yang didirikan oleh pemerintahan berpengaruh relatif besar terhadap pertumbuhan jumlah tabungan (Wijayanto, 2014). Nasabah memiliki harapan yang besar terhadap peningkatan kualitas dan pelayanan bank pemerintah sehingga hal tersebut dapat meningkatkan motivasi menabung yang mereka miliki. Dengan hal tersebut, maka akan memberikan dorongan kepada pemerintah untuk berkontribusi dalam meningkatkan jumlah tabungan masyarakat dengan cara memperluas jaringan dan meningkatkan prasarana pendukung, penyempurnaan sistem, dan prosedur yang dapat mendukung perkembangan bank agar kesadaran tentang menabung pada setiap individu dapat meningkat. Segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas suatu bank merupakan nilai pelayanan seperti, tampilan gedung dan counter pelayanan, tempat parkir yang luas, kecakapan pelayanan, warna seragam pegawainya, logo merek, bentuk fisik produk yang ditawarkan serta nama suatu merek. Hal-hal tersebut akan mempengaruhi penilaian individu pada suatu bank, dan menimbulkan ketertarikan pada individu, hal tersebut merupakan hal yang positif (Aaker dalam Wijayanto, 2014).
Pada penelitian yang dilakukan oleh Asraf (2014) didapatkan hasil bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menyimpan dana pada BMI. Faktor produk syariah cukup kuat dalam mempengaruhi individu untuk memutuskan menyimpan uang pada Bank Muamalat. Artinya pengaruh nilai-nilai agama yang dimiliki individu akan turut serta memiliki peran dalam memutuskan pemilihan bank untuk menyimpan uang. Selain itu, nilai religiusitas juga dapat menambah pengaruh kualitas produk yang dimiliki bank. Penelitian tersebut didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Kavengi (2013) bahwa citra merek bank secara signifikan berhubungan dengan kepuasan individu dan niat loyalitas individu dalam menabung. Hal ini sesuai dengan pernyataan Jennie (dalam Wijayanto, 2014) bahwa kepuasan nasabah atas kualitas pelayanan akan menjadi modal dasar bagi perusahaan dalam membentuk loyalitas nasabah. Ketika individu memberikan nilai positif terhadap pelayanan ataupun segala hal yang diberikan bank, maka mereka dapat dengan mudah menciptakan niat loyalitas untuk menabung.
Dari hasil penelitian ini citra merek bankmenyumbang 7.1% dalam hal intensi menabung, sedangkan 92.9% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setyawan (2014) bahwa kepercayaan individu terhadap suatu bank akan mempengaruhi sikap seseorang dalam menabung. Dengan adanya penemuan ini bisa dijelaskan bahwa ketika kepercayaan semakin meningkat, maka minat menabung individu akan positif begitu pula sebaliknya. Selain itu, faktor lainnya adalah religiusitas yang dimiliki individu juga dapat mempengaruhi intensi menabungnya, semakin religius individu maka akan semakin sering menjalankan ajaran agamanya dan memilih sesutu sesuai dengn ketentuan agamanya (Fatmawati, 2015).
16
Faktor lain yang dapat mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan bank menurut Kamarni (2012) adalah tingkat pendapat, pekerjaan, dan tingkat pengeluaran. Tingkat pendapatan individu berpengaruh signifikan terhadap minat individu dalam berhubungan dengan suatu bank. Dalam hal ini setiap individu yang memiliki tingkat pendapatan rendah mempunyai peluang kecil untuk memiliki minat berhubungan dengan suatu bank dibandingkan dengan individu yang memiliki tingkat pendapatan yang tinggi. Pekerjaan seseorang berpengaruh terhadap minatnya dalam berhubungan dengan bank, hal ini dapat dlihat dari individu yang memiliki pekerjaan informal mempunyai peluang lebih kecil dibandingkan dengan individu yang memiliki pekerja formal. Selanjutnya, pengeluaran yang berpengaruh pada minat individu untuk berhubungan dengan bank terlihat dari individu yang memiliki pengeluaran rendah akan memiliki peluang lebih kecil untuk mempunyai minat dalam berhubungan dengan bank.
Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa intensi menabung tidak hanya dipengaruhi oleh citra merek saja namun ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi individu dalam niatnya untuk menabung seperti, kepercayaan, religiusitas, orang lain, tingkat pendapatan, pekerjaan, pengeluaran dan masih banyak faktor yang dapat mempengaruhi intensi menabung.
SIMPULAN DAN IMPLIKASI
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara citra merek bank terhadap intensi menabung mahasiswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai F sebesar 26.468 (F>0.00) dengan nilai signifikan 0.000 (p<0.05). Citra merek bank memberikan sumbang efektif terhadap intensi menabung mahasiswa sebesar 7.1% dan sisanya 92.9 % dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.
17 REFERENSI
Ajzen, Icek. 2005. Attitudes, Personality, and Behavior (2th ed). England: McGraw-Hill
Amanah, Dita. 2011. Pengaruh Promosi dan Brand Image (Citra Produk) Terhadap Loyalitas Pembelian Produk Pepsodent di Ramayana Plaza Jalan Aksara Medan. Jurnal Keuangan dan Bisnis. Vol. 3 No. 3
Aprilia, Dewi & Hartoyo. 2013. Analisis Sosisologis Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Jurnal Sosisologi. Vol. 15 No. 1
Asraf. 2014. Pengaruh Kuliatas Produk Terhadap Keputusan Menyimpan dana di Bank Muamalat Indonesia Cabang Pasaman Barat dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderator. E-Jurnal Apresiasi Ekonomi. Vo. 2
Chita, Regina dkk. 2015. Hubungan Antara Self-Control dengan Perilaku Konsumtif Online Shopping Produk Fashion Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2011. Jurnal e-Biomedik (eBm). Vol. 3. No. 1
Dayaksini, Tri & Hudaniah. 2009. Psikologi Sosial. Malang: UMM Press
Fatmawati, Desy. 2015. Pengaruh Pendapatan, Religiusitas, dan Informasi Terhadap Intensi Menabung di Bank Syariah Pada Kalangan Santri Mahasiswa PP. Wahid Hasyim di Sleman. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
Febriasti, Roose Hamidah. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Menabung di bank Syariah Mandiri Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Yogyakarta
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Hapsari, Nur Yuli Dwi dkk. 2013. Hubungan Antara Self-Esteem dengan Intensi Perilaku Prososial Donor Darah Pada Donor di Unit Donor Darah. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial. Vol. 2 No. 1
Hidayat, Cecep dkk. 2010. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Produk Terhadap Citra Perusahaan dan Loyalitas Individu. Jurnal Manajemen. Vol 1 nomer 2
Indrayani, Emmy. 2004. Loyalitas Merek Sebagai Dasar Strategi Penentuan Harga. Jurnal Ekonomi & Bisnis. No. 3, Jilid 9.
Kamarni, Neng. 2012. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Minat Masyarakat Dalam Berhubungan Dengan Bank Syariah Di Kota Padang. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 3
18
Keller, Lane Kevin. 1993. Conceptualizing, measuring, and managing customer-based brand equity. Journal of Marketing. Vol.57 No. 1
_______________ 2013. Strategic Brand Management Building, Measuring, and Managing Brand Equity4th Edition. England: Person Education Limited
Knapp, Duane. 2001. The Brand Mindset. (Terj. Drs. Sisnuhadi, MBA). Yogyakarta: Andi
Kurniawati, Dewi dkk. 2014. Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 14 No. 2
Limakrisna, Nandan. 2008. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kerelasian individu Terhadap Citra PT. Bank Negara Indonesia Kota Bandung. Jurnal Ekonomi Bisnis. No. 3 Vol. 13, Desember 2008
Maski, Ghozali. 2010. Analisis Keputusan Individu Menabung: Pendekatan Komponen dan Model Logistik Studi Pada Bank Syariah di Malang. Journal of Indonesian Applied Economics. Vol. 4 No. 1 Mei 2010, 43-57
Meilinda, Endah. 2013. Hubungan Antara Penerimaan Diri dan Konformitas Terhadap Intensi Merokok Pada Remaja di SMk Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Jurnal Psikologi. Vol. 1 No. 1
Neria, Melka. 2012. Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Depok
Pertiwi, Dita & Haroni Doli. 2012. Analisis Minat Menabung Masyarakat Pada Bank Muamalat di Kota Kisaran. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol. 1
Praditya, Ilyas Istianur. (2015, Mei). Ekonomi RI Melambat Namun Tingkat Konsumsi Masih
Tumbuh. Retrieved October 25, 2015, from
http://bisnis.liputan6.com/read/2235606/ekonomi-ri-melambat-namun-tingkat-konsumsi-masih-tumbuh
Pratama, Dinar. (2011, Januari).Perkembangan Manusia (Human Development). Retrived Februari 8 2016, from https://dinarpratama.wordpress.com/2011/01/10
perkembangan- manusia-human-development/
Priaji, Vina Widyan. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Menabung di Bank Syariah. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah. Jakarta
Puspitasari, Nonik Fariza. 2015. Hubungan Antara Penghindaran Ketidakpastian dengan Intensi Menabung Pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jurnal Psikologi. Vol 1, Nomor 1
19
Rahma, Talitha dkk. 2012. Hubungan Antara Kualitas Layanan dan Harga dengan Kepuasan Konsumen Online Shopping Pada Mahasiswa Universitas Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Vol. 1
Rizan, Mohammad dkk. 2012. Pengaruh Brand Image dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty Teh Botol Sosro. Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia. Vol. 3, No. 1
Ruzena, Luksanova dkk. 2014. Bank Image Structure: The Relationship to Consumer Behaviour.Journal of Competitiveness. Vol. 6, Issue 1, pp. 18 – 35
Sabri, Mohamad Fadli dkk. 2010. Saving Behavior and Financial Problems Among College Students: The Role of Financial Literacy in Malaysia. Cross-Cultural Communication. Vol. 6 No. 3
Setyawan, Yohana Neysa dkk. 2014. Analisa Pengaruh Kepercayaan, Jaminan Rasa Aman, dan Aksesbilitas Terhadap Minat Menabung Nasabah Bank Danamon di Surabaya. Jurnal manajemen Pemasaran Petra. Vol. 2
Sondoh, L Stephen dkk. 2007. The Effect Of Brand Image On Overal Satisfaction And Loyality Intention In The Context OG Color Cosmetic. Asian Academy of Management Journal. Vol. 12 No. 1
Sugiyono. 2014. Meteode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta, CV
Suryani. 2010. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Merek Terhadap Kepuasan dan Dampaknya Terhadap Loyalitas. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta
Thakur, Satendra. 2012. Brand Image, Customer Satisfaction and Loyality Intention: A Study in te Context of Cosmetic Product Among The People of Central India. Journal of Multidiciplinary Management Studies. Vol.2 Issue 5
Thohiroh, Anisa Qodaril. 2015. Perilaku Konsumtif Melalui Online Shopping Fashion Pada Mahasiswa Gakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammdiyah Surakarta. Surakarta
Umar, Talatu dkk. 2012. The Practicality and Application of Aaker’s Customer Based Brand Equity Model in the Nigerian Banking Sector. American Journal of Economics
Wijayanto, Gatot. 2014. Analisis Pengaruh Kualitas dan Nilai Pelayanan Terhadap Pertumbuhan Jumlah Tabungan Individu Pada Bank Pemerintah Cabang Pekanbaru. Jurnal Ekonomi. Vol. 22
http://id.wikipedia.org/wiki/Tabungan 15 Juni 2015 http://kamus.cektkp.com/menabung/ 15 Juni 2015
20
21
Lampiran 1. Skala Try Out. Skala Intensi Menabung (Skala A) dan Skala Citra Merek Bank(Skala B)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Jalan Raya Tlogomas No. 246 Malang, Jawa Timur 65144
Assalamualaikum. Wr.Wb
Dengan Hormat,
Saya mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang saat ini
sedang melakukan penelitian guna mendukung penyusunan skripsi saya. Saya meminta
kesediaan Saudara/Saudari untuk meluangkan waktu sejenak guna kepentingan ilmiah dalam
melengkapi data penelitian skripsi yang saya susun. Oleh karena itu, saya meminta kepada
Saudara/Saudari untuk mengisi kuesioner ini dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa
yang Saudara/Saudari rasakan. Kuesioner ini hanya untuk kepentingan penelitian saja
sehingga terjamin kerahasiaan dalam hal identitas Saudara/Saudari sekalian.
Semoga dengan data yang Saudara/Saudari berikan dapat bermanfaat untuk
kepentingan ilmu pengetahuan. Atas bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan banyak terima
kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Hormat Saya
22 A. Identitas
Nama/Inisial :
Usia :... Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan / Laki-laki (coret yang tidak sesuai)
Fakultas/jurusan :
Uang saku per-bulan yang anda terima? (pilih salah satu jawaban yang paling sesuai)
o 200.000 - 350.000
o 350.000 – 500.000
o 500.000 – 650.000
o 650.000 – dst B. Petunjuk Pengisian
1. Berikut terdapat skala/kuesioner yang berisi 68 pernyataan. Setiap pernyataan
terdapat empat pilihan jawaban diantaranya :
SS : Sangat Setuju S : Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju
2. Tugas anda adalah memilih salah satu pilihan jawaban yang paling sesuai dengan
keadaan anda yang sebenarnya pada setiap pernyataan tersebut. Dalam skala/
kuesioner ini tidak ada pilihan jawaban yang mengandung nilai benar atau salah.
3. Buatlah tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang anda anggap paling sesuai dengan diri anda saat ini.
4. Apabila anda ingin mengganti jawaban sebelumnya, cukup beri tanda (=) pada
pilihan jawaban sebelumnya dan berilah tanda centang (√) pada jawaban baru
yang menurut anda sesuai dengan keadaan saat ini.
5. Kerjakanlah dengan teliti dan periksalah kembali pilihan jawaban pada semua
23
5 Saya memiliki kesulitan menyisihkan uang untuk menabung
6 Rendahnya bunga bank membuat saya tidak memprioritaskan perilaku menabung
7 Tidak masalah bagi saya jika tidak memiliki tabungan
8 Saya yakin terhadap masa depan saya meski tidak memiliki tabungan
9 Menabung dapat membuat saya kehilangan uang untuk keperluan jangka pendek
10 Menabung merupakan cara yang sering dilakukan oleh orang yang kikir
11 Banyaknya bank yang mengalami kesulitan, mengurangi minat menabung saya
12 Orang yang menabung termasuk orang yang memiliki orientasi jangka panjang dalam hidupnya 13 Teman-teman mendorong saya untuk memiliki
tabungan di bank
14 Sebuah masalah bagi masa depan saya jika tidak mulai menabung dari sekarang
15 Menabung dapat digunakan untuk tambahan keperluan yang mendadak
16 Sejak kecil orang tua mendorong saya untuk menabung
17 Menabung merupakan cara terbaik untuk
memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang 18 Saya tidak membutuhkan persetujuan orang lain
untuk menabung
19 Saya tidak merasa terbebani jika harus menyisihkan uang untuk menabung
20 Saya rasa orang-orang di sekitar saya akan bangga jika saya mempunyai tabungan
21 Menabung dapat menyelesaikan masalah
keuangan saya
24
23 Seseorang yang mempunyai tabungan dipandang sebagai orang yang bersahaja oleh lingkungan saya
24 Adanya jaminan dari pemerintah terhadap bankmembuat saya merasa aman untuk menabung 25 Persyaratan untuk membuka rekening tabungan
semakin mudah
26 Orang tua saya tidak memiliki sikap positif tentang perilaku menabung
27 Saya tidak mempermasalahkan jika harus mengantre saat akan menabung
28 Uang saku yang saya dapatkan cukup untuk disisihkan dalam bentuk tabungan
29 Ketidakpastian masa depan merupakan suatu dorongan untuk memiliki tabungan
3 Pegawai atau teller yang tanggap akan menambah penilaian saya pada suatu bank
4 Saya memilih bank hanya dengan melihat pegawai atau tellernya yang ramah
5 Logo yang menarik dan mudah diingat akan menambah penilaian saya terhadap suatu bank 6 Saya akan memberikan pendapat positif tentang
suatu bank jika saya merasakan hal positif dari jasa yang diberikan
7 Saya akan menggunakan jasa bank yang
memberikan layanan memuaskan
8 Saya akan memilih bank yang mudah di akses 9 Saya akan memilih bank yang memiliki produk
tabungan yang bervariasi
10 Saya tidak mempertimbangkan suku bunga dalam memilih bank
11 Saya tidak tertarik menggunakan bank yang telah memiliki aplikasi E-Banking
12 Produk apapun yang diberikan bank ternama akan saya gunakan meski saya tidak membutuhkannya 13 Saya akan menggunakan jasa bank agar saya lebih
terlihat terhormat dimata masyarakat
14 Saya akan memilih bank yang dapat menjaga kualitas layanannya dengan baik
25
tabungan saya dengan aman
16 Saya akan memilih bank yang dapat meyakinkan saya bahwa ia merupakan bank terbaik
17 Memiliki iklan yang menarik akan menjadi pertimbangan saya untuk memilih bank yang akan saya gunakan jasanya
18 Saya akan menambah penilaian terhadap bank yang bisa mengarahkan persepsi konsumen melalui iklan yang menarik
19 Saya akan memilih bank yang mampu
membuktikan pesan dalam iklannya melalui penerapan layanan yang baik
20 Saya akan memilih bank yang senantiasa memperbaharui kualitas layanan
21 Saya akan memilih bank yang menawarkan jasa sesuai dengan kebutuhan saya
22 Bagi saya hal utama yang membuat saya memilih bank adalah ketenangan dalam menabung di bank tersebut
23 Saya akan memilih bank yang dapat memenuhi rasa bangga setelah menggunakan jasa yang diberikan
24 Saya akan menggunakan jasa bank meski belum mendapatkan informasi tentang manfaatnya 25 Saya tidak akan mempermasalahkan jika bank
yang akan saya gunakan memiliki pengalaman kasus penggelapan uang
28 Saya akan menggunakan jasa bank yang memiliki manfaat sejajar dengan bank lainnya
29 Saya akan memilih bank yang menyediakan fasilitas yang baik
30 Teller bank yang berkompeten atau profesional akan menjadi salah satu alasan saya memilih suatu bank
31 Saya akan memilih bank yang produk
tabungannya mudah untuk dimiliki
32 Saya akan memilih bank yang memiliki produk tabungan unik dan berbeda dengan bank lain 33 Saya akan memilih bank yang menyediakan
bonus/hadiah untuk nasabahnya
34 Saya akan memilih bank yang menyediakan layanan lembaga banksyari’ah
26
36 Saya akan memilih bank yang digunakan oleh orang-orang sekitar saya
37 Saya akan memilih suatu bank untuk
menggunakan jasanya hanya karena nasabah yang dimiliki cukup banyak
27
Lampiran 2. Skala Penelitian. Skala Intensi Menabung (Skala A) dan Skala Citra Merek Bank(Skala B)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Jalan Raya Tlogomas No. 246 Malang, Jawa Timur 65144
Assalamualaikum. Wr.Wb
DenganHormat,
Saya mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang saat ini
sedang melakukan penelitian guna mendukung penyusunan skripsi saya. Saya meminta
kesediaan Saudara/Saudari untuk meluangkan waktu sejenak guna kepentingan ilmiah dalam
melengkapi data penelitian skripsi yang saya susun. Oleh karena itu, saya meminta kepada
Saudara/Saudari untuk mengisi kuesioner ini dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa
yang Saudara/Saudari rasakan. Kuesioner ini hanya untuk kepentingan penelitian saja
sehingga terjamin kerahasiaan dalam hal identitas Saudara/Saudari sekalian.
Semoga dengan data yang Saudara/Saudari berikan dapat bermanfaat untuk
kepentingan ilmu pengetahuan. Atas bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan banyak terima
kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Hormat Saya