i
PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN
KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 8 KELAS IVSD ISLAM MOHAMMAD HATTA
SKRIPSI
Oleh:
Dhini Wiji Putri Lestari NIM: 201210430311268
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ii
LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA
PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 8 KELAS IV SD ISLAM MOHAMMAD HATTA
Oleh: Dhini Wiji Putri Lestari (201210430311268)
Dipertahankan di depan dewan penguji Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Malang dan diterima untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Mengesahkan:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang
iii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur senantiasa penulis penjatkan kehadirat Ilahi Robbi, yang telah memberikan limpahan nikmat, rahmad dan kasih sayang-Nya kepada penilis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Tipe Jigsaw Terhadap kemampuan Komuniakasi dan Pemahaman Konsep IPA Pembelajaran Tematik Tema 8 Kelas IV SD Islam Mohammad Hatta”.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan tugas akhir skripsi ini banyak mendapat bimbingan, pengarahan, dan bantuan dari berbagai pihak. Dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat:
1. Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan segenap jajarannya yang berupaya meningkatkan situasi kondusif di FKIP.
2. Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dr. Ichsan Ansory AM, M.Pd.
3. Dr. Yuni Pantiwati, M.Pd. dosen pembimbing I yang telah mmbimbing dan mengarahkan penulis selama penyusunan skripsi iini.
4. Dosen Pembimbing II Dyah Worowirastri E., M.Pd yang memberikan arahan dan motivasi.
5. Bapak Farit selaku Guru Kelas IV SD Islam Mohammad Hatta yang telah memberikan ijin untuk peneliti melakukan penelitian
Semoga apa yang telah diberi kepada peneliti senantiass mendapatkan balasan dari Allah SWT. Semoga karya ini daat bermanfaat bagi semua pihak dikemudian hari.
Malang, 29 April 2016
iv DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
MOTTO ... v
LEMBAR PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
v
1. Manfaat Teoritis ... 6
2. Manfaat Praktis ... 6
E. Definisi Istilah ... 6
F. Batasan Masalah ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori ... 8
1. IPA ... 8
2. Pembelajaran Tipe Jigsaw ... 12
3. Pemahaman Konsep ... 18
4. Kemampuan Komunikasi ... 19
B. Materi ... 26
C. Penelitian Terdahulu ... 29
D. Kerangka Teoritik ... 31
E. Hipotesis Penelitian ... 33
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 34
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 34
C. Variabel Penelitian ... 35
D. Prosedur Penelitian ... 35
E. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 36
F. Desain Penelitian ... 37
G. Teknik Pengumpulan Data ... 38
H. Instrumen Pengumpulan Data ... 38
vi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ... 44
1. Deskripsi Data Kemampuan Komunikasi Siswa ... 44
2. Deskripsi Data Pemahaman Konsep IPA Siswa ... 46
3. Hasil Uji Pendahuluan ... 49
4. Pengujian Persyaratan Data ... 53
5. Hasil Pengujian Hipotesis ... 55
B. Pembahasan ... 59
1. Pengaruh Pembelajaran Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Komunikasi ... 59
2. Pengaruh Pembelajaran Tipe Jigsaw Terhadap Pemahaman Konsep IPA ... 60
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 62
B. Saran ... 62
DAFTAR PUSTAKA ... 63
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kelas Eksperimen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 66
Lampiran 2 Kelas Kontrol Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 74
Lampiran 3 Kisi-Kisi Kemampuan Komunikasi ... 78
Lampiran 4 Instrumen Observasi Kemampuan Komunikasi ... 80
Lampiran 5 Kisi-Kisi (Pretest) ... 81
Lampiran 6 Kisi-Kisi (Postest) ... 82
Lampiran 7 Instrumen Tes (Pretest) ... 83
Lampiran 8 Instrumen Tes (Postest) ... 87
viii
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Burais, dkk. 2015, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas”, Jurnal Didaktik Matematika, ISSN: 2355-4185, Vol. 2, No. 2, September 2015.
Citroboto, Suhartin. 2003. Prinsip-Prinsip dan teknik Berkomunikasi. Jakarta: Bhatara Karya Aksara.
Daryanto. 2010. Ilmu Komunikasi. Bandung: Satu Nusa.
Effendy. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT remaja Rosdakarya.
Harja, Media. 2012. Pemahaman Konsep Matematis, (online), (http://mediaharja.blogspot.ae/2012/05/pemahaman-konsep-matematis.html, diakses 25 Pebruari 20016).
Kamiludin, Endin. 2008. Upaya Peningkatan Ketrampilam Proses dan Pemahaman Konsep IPA (Fisika) Melalui Pendekatan Guiled Discovery Inquiry Laboratory Lesson Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Ciamis. Skripsi. Yogyakarta: Universitass Islam negeri Sunan Kalijaga.
Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Maryana, Hema. 2012. Penggunaan Metode Diskusi untuk Kemampuan
Komunikasi dalam Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV di SDN Mekarwangi Kec Lumbang. Skripsi. Jakarta.
Moekijat. 2007. Teori Komunikasi. Bandung: Mandar Maju.
Muhammad dan Ali. 2010. “Penerapan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dengan Tingkat Estafet untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar Mengajar di SMP Negeri Kediri”, MIPMIPA, Vol. 6, no. 1, Pebruari 2010. Nurhaeni, Yani. 2011, “Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Konsep Listrik
Melalui Pembalajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IX SMPN 43 Bandung”, Jurnal Penelitian Pendidikan, Vol. 12 No. 1, April 2011. Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme
Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sendjaja, Sasa Djuarsa. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
ix
Subrijono, Agus. 2012. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Sugianto, dkk. 2014, “Perbedaan Penerapan Model Pembalajaran Kooperatif Tipe
Jigsaw dan STAAD Ditinjau dari Kemampun Kounikasi Matematis Siswa”,
Jurnal Didaktik Matematika, ISSN: 2355-4185, Vol. 1, No. 1, April 2014. Sugiyono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&B. Bandung: PT Alfabeta.
Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.
Suyono dan Hariyanto. 2014. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ulva, Himatul. 2011. Hubungan Antara Kemampuan Berkomunikasi dengan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan pendidikan di sekolah melibatkan guru dan siswa dalam bentuk interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Belajar merupakan segala proses yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integratif untuk menciptakan suatu perubahan yang positif. Proses belajar bertujuan untuk mengarahkan perubahan pada diri peserta didik secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan. Menurut Subrijono (2012:5) tujuan belajar bentuknya berupa kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sikap terbuka dan demokratis, menerima orang lain. Salah satu aspek untuk mencapai tujuan belajar adalah guru.
2
Di sekolah dasar salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa adalah IPA.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan, eksperimen, pengumpulan data tentang persoalan alam untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan Indonesia, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar. IPA merupakan ilmu yang mengajarkan berbagai pengetahuan yang dapat mengembangkan daya nalar, analisa sehingga persoalan tentang alam dapat dimengerti.
Ilmu pengetahuan alam memiliki konsep pemikiran dan pemahaman yang terintegrasi dalam pengembangan kemampuan berpikir yang sistematis dan analitis. Oleh sabab itu, pendidikan ilmu pengetahuan alam harus ditanamkan secara kuat sejak awal, yaitu sejak pendidikan dasar. Melalui pendidikan ilmu pengetahuan alam diharapkan siswa akan memperoleh pengalaman dalam bentuk kemampuan untuk bernalar dengan berbagai konsep dan prinsip ilmu pengetahuan alam. Kemampuan itu diharapkan dapat digunakan untuk mengungkap fenomena-fenomana alam dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pemahaman konsep memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar dan merupakan dasar dalam mencapai hasil belajar.
3
misalnya dalam hal mengkomunikasikan informasi melalui kegiatan presentasi, ataupun bertanya dan menyampaikan pendapat dalam proses diskusi. Ketika sesi tanya jawab, hanya sebagian dari siswa yang bertanya atau menanggapi terhadap presentasi yang disampaikan. Hal ini karena berbicara di depan umum atau menyampaikan pendapat dalam proses diskusi masih dianggap hal yang menakutkan bagi siswa, sehingga siswa menjadi tidak aktif, kemampuan komunikasi lisan siswa tidak terlatih dengan baik. Siswa tidak ikut aktif dalam diskusi dan hanya menjadi pendengar saja, sehingga kemampuan komunikasi tidak diasah dan menyebabkan siswa pasif.
Mengatasi masalah tersebut perlu diadakan model pembelajaran yang mendukung sebagai salah satu alternatifnya. Menurut Arends yang dikutip oleh Suprijono (2012:46) menyatakan bahwa model pengajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Dalam pola pembelajaran, model pembelajaran terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan kegiatan guru-siswa dalam perisitiwa pembelajaran atau yang dikenal sintaks.
4
siswa saling tergantung satu sama lainnya dan harus bekerja secara kooperatif untuk mempelajari materi yang diajarkan. Selain hal tersebut Jigsaw juga memiliki kelebihan.
Subrijono (2012:89) menyatakan kelebihan Cooperative Learning tipe
jigsaw antara lain dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk bekerjasama, mengembangkan kerja tim dan kemampuan bekerja sama, menghilangkan sikap mementingkan diri sendiri dan stata sosial. Berdasarkan kelebihan ini, model
Cooperative Learning tipe jigsaw merupakan model yang sesuai untuk diterapkan pada pembelajaran IPA. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran IPA materi yang dipelajari sangat luas sehingga kerjasama dalam belajar juga dibutuhkan.
Melalui pembelajaran tipe jigsaw siswa bekerja dengan sesama anggota kelompoknya kesempatan untuk mengelola informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi. Informasi yang didapat akan menemukan konsep dari suatu materi. Pembelajaran banyak melibatkan siswa, sehingga konsep-konsep materi lebih dipahami siswa daripada menghafal konsep.
5
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti akan mengadakan penelitian mengenai Pengaruh Pembelajaran Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Komunikasi dan Pemahaman Konsep IPA Pembelajaran Tematik tema 8 Kelas IV SD Islam Mohammad Hatta Malang.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yang ada, diantaranya:
1. Apakah ada pengaruh model pembelajaran tipe jigsaw terhadap kemampuan komunikasi siswa kelas IV SD Islam Mohammad Hatta?
2. Apakah ada pengaruh model pembelajaran tipe jigsaw terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas IV SD Islam Mohammad Hatta?
C.Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi siswa kelas IV SD Islam Mohammad Hatta dengan menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw. 2. Untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep IPA siswa kelas IV SD Islam
6
D.Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a) Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan dalam penggunaan model pembelajaran Jigsaw.
b) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi siapa saja di dunia pendidikan mengenai pentingnya kemampuan komunikasi.
2. Manfaat Praktis
a) Memberikan informasi terkait penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
b) Memberikan pengalaman belajar pada siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
E.Definisi Istilah
1. Pembelajaran tipe jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. 2. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi,
[image:15.595.119.516.238.523.2]keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lain-lain.
7
4. IPA merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian kebendaan dan pada umumnya didasarkan atas hasil observasi atau pengamatan, eksperimen, dan induksi.
F. Batasan Masalah
Dilihat dari identifikasi masalah di atas, maka batasan masalah yang diambil adalah:
1. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
2. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Mohammad Hatta Malang tahun ajaran 2015/2016.
3. Materi pelajaran IPA yang digunakan kelas IV tema 8, subtema 1, pada pembelajaran 4.