ABSTRAK
ANALISIS VOLTAMMOGRAM SIKLIK SENYAWA KLORAMBUSIL PADA VARIASI SUHU MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK
POLAR 4.2
Oleh
Harniyati SN
Telah dilakukan analisis voltammogram siklik senyawa klorambusil pada variasi suhu menggunakan perangkat lunak Polar 4.2 untuk mendapatkan nilai konstanta laju reaksi kimia majunya yang lebih teliti. Klorambusil merupakan zat pengalkil yang banyak digunakan dalam pengobatan kanker. Diketahuinya nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf) klorambusil, maka reaktifitas kimianya dapat
ditentukan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pembuatan voltammmogram siklik tiruan dengan cara simulasi menggunakan perangkat lunak Polar 4.2 pada beberapa variasi suhu (20oC, 25oC, 30oC, 40oC). Simulasi dilakukan dengan mengatur nilai ks (konstanta heterogen standar), D (koefisien difusi zat), α
(koefisien transfer elektron reduksi), Eo (potensial elektroda standar), kf hingga
diperoleh nilai arus puncak anodik (ipa), arus puncak katodik (ipc), potensial
puncak anodik (Epa), dan potensial puncak katodik (Epc) yang sesuai dengan
eksperimen atau acuan.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perangkat lunak Polar 4.2 tidak efektif untuk nilai ipc/ipa yang rendah (<0,12). Nilai kf senyawa klorambusil
1
I. PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Klorambusil adalah salah satu zat pengalkil yang banyak digunakan dalam pengobatan kanker dan merupakan suatu senyawa kimia reaktif, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan suatu gugus alkilnya pada senyawa lain yang bersifat nukleofil dengan reaksi yang tidak spesifik (Wheeler, 1974; Remers, 1991). Dalam bidang kedokteran zat pengalkil digunakan dalam kemoterapi sebagai zat antikanker. Zat pengalkil adalah senyawa kimia reaktif yang dapat memberikan gugus alkilnya kepada senyawa lain yang bersifat nukleofil dengan reaksi yang tidak spesifik. Klorambusil termasuk dalam jenis obat yang
digolongkan sebagai zat pengalkil (Wheeler, 1974).
Daya antikanker zat pengalkil disebabkan oleh efek sitotoksik terhadap sel kanker, yaitu dengan terjadinya reaksi alkilasi basa DNA sel membentuk ikatan kovalen yang bersifat tak reversibel. Namun zat pengalkil ini tidak hanya bekerja pada sel kanker saja, tetapi juga dapat menyerang sel yang sehat atau bersifat karsinogen, oleh karena itu akan menimbulkan kanker sekunder pada sel DNA setelah proses penyembuhan (Wheeler, 1974; Lawley, 1994). Efek antikanker dan efek
pengalkil (Silverman, 1992). Dengan mengetahui nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf), maka reaktifitas kimia suatu zat pengalkil dapat ditentukan. Konstanta
laju reaksi kimia maju (kf) dapat ditentukan dengan beberapa metode analisis
kimia, salah satu diantaranya adalah analisis voltammetri siklik.
Zat pengalkil klorambusil telah ditentukan nilai konstanta laju reaksi kimia majunya (kf) pada berbagai variasi suhu (20oC, 25oC, 30oC, dan 40oC)
berturut-turut yakni 3,639/s, 4,509/s, 5,108/s, dan 1,960/s dengan voltammetri siklik menggunakan metode Nicholson-Shain yang berdasarkan pada data nilai banding arus puncak katodik (ipc) dengan arus puncak anodik (ipa) (Apriani, 2008). Ada
beberapa cara lain untuk menentukan nilai banding arus puncak katodik (ipc)
dengan arus puncak anodik (ipa), yaitu dengan persamaan ipc/ipa terkoreksi dan
teknik tumpang tindih serta simulasi (tiruan) teknik tak-tumpang tindih pada voltammogram siklik (Huang, 2000).
Dari penelitian sebelumnya, Apriani (2008) penentuan nilai banding arus puncak katodik (ipc) dengan arus puncak anodik (ipa) dilakukan dengan cara yang belum
terkoreksi. Hal ini disebabkan karena pada penentuan nilai banding arus puncak katodik (ipc) yang dihitung merupakan tinggi puncak reduksi dengan acuan pada
garis dasar (dengan nilai nol) dari proses terjadinya oksidasi. Data nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf) rata-rata zat pengalkil klorambusil pada variasi suhu
belum terkoreksi, maka pada penelitian ini akan dilakukan penentuan nilai laju reaksi kimia maju (kf) yang berdasarkan nilai banding arus puncak katodik (ipc)
3
teknik tak-tumpang tindih pada voltammogram siklik menggunakan perangkat lunak Polar 4.2 dan Persamaan Nicholson-Shain.
B.Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menentukan nilai banding arus puncak katodik (ipc) dengan arus puncak anodik
(ipa) dari senyawa klorambusil pada variasi suhu menggunakan metode
simulasi (tiruan) tak-tumpang tindih pada voltammogram siklik menggunakan perangkat lunak Polar 4.2.
2. Menghitung nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf) senyawa klorambusil
dengan menggunakan perangkat lunak Polar 4.2 dan Persamaan Nicholson-Shain.
C.Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah dapat memperoleh informasi baru mengenai nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf) yang lebih teliti dari senyawa klorambusil
V. SIMPULAN DAN SARAN
A.Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Nilai banding arus puncak katodik dengan arus puncak anodik (ipc/ipa) senyawa
klorambusil pada laju selusur potensial dan suhu yang divariasi berdasarkan Perangkat Lunak Polar 4.2 dapat disimulasi jika nilai ipc/ipa > 0,12.
2. Nilai konstanta laju reaksi kimia maju (kf) senyawa klorambusil berdasarkan
Perangkat Lunak Polar 4.2 adalah 3,1107/s (20oC), 3,3201/s (25oC), 3,2289/s (30oC).
3. Uji statistik menunjukkan bahwa nilai kf yang divariasi suhunya pada
penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan.