SINERGITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
DENGAN DESA
Disampaikan oleh :
Drs. ADE SUPRIATNA
Kepala Bappeda Kabupaten Pangandaran
Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan
masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan
memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
Perencanaan sebagai awal kita melakukan proses manajemen
sebelum kita melakukan pengorganisasian, pengarahan dan
pengontrolan
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada
fakta, data dan keterangan kongkrit
Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang
memerlukan pemikiran imajinasi dan kesanggupan melihat ke
masa yang akan datang
Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan
Rasional
(dibuat dengan pemikiran yang rasional;
tidak secara khayalan/angan-angan; harus dapat
dilaksanakan);
Estimasi
(dibuat berdasarkan analisa fakta dan
perkiraan
yang
mendekati/estimate;
untuk
pelaksanaan yang akan segera dikerjakan);
Preparasi
(dibuat sebagai persiapan/pre-parasi;
pedoman/patokan tindakan yang akan dilakukan/bukan
untuk yang telah lalu);
Operasional
Operasional
(dibuat untuk dilaksanakan;
untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya;
bukan yang telah lalu).
Rasional
(dibuat dengan pemikiran yang rasional;
tidak secara khayalan/angan-angan; harus dapat
dilaksanakan);
Estimasi
(dibuat berdasarkan analisa fakta dan
perkiraan
yang
mendekati/estimate;
untuk
pelaksanaan yang akan segera dikerjakan);
Preparasi
(dibuat sebagai persiapan/pre-parasi;
pedoman/patokan tindakan yang akan dilakukan/bukan
untuk yang telah lalu);
Operasional
Operasional
(dibuat untuk dilaksanakan;
untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya;
bukan yang telah lalu).
Unsur – Unsur Perencanaan
Fungsi Perencanaan
Sebagai Alat Koordinasi Seluruh
Stakeholders
Sebagai Penuntun Arah
Minimalisasi Ketidakpastian
Minimalisasi Inefisiensi Sumber Daya
Penerapan Standar dan Pengawasan
Kualitas
• Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional
• Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah
• Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
• PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
• Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan UU No. 6/2014 tentang Desa
• PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber
dari APBN
• Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
• Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman
Pembangunan Desa
• Perda Kab. Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 ttg RPJPD
Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2025
• Perda Kab. Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 ttg Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016 – 2021
• Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional
• Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah
• Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
• PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
• Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan UU No. 6/2014 tentang Desa
• PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber
dari APBN
• Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
• Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman
Pembangunan Desa
• Perda Kab. Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 ttg RPJPD
Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 – 2025
• Perda Kab. Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 ttg Rencana
Pengertian Perencanaan Pembangunan Desa
Perencanaan Pembangunan Desa
adalah
proses tahapan
kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan
melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat
secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber
daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa
(Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 Pasal 1)
Pembangunan Partisipatif
adalah suatu sistem pengelolaan
pembangunan di desa dan kawasan perdesaan yang
dikoordinasikan oleh Kepala Desa dengan mengedepankan
kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan guna
mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial
Perencanaan Pembangunan Desa adalah
proses tahapan
kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan
melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat
secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber
daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa
(Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 Pasal 1)
Tujuan Perencanaan Pembangunan Desa
1.
Pedoman Penyusunan Rancangan RPJM
Desa dan RKP Desa
2.
Memperkuat hak dan kewenangan serta
mengoptimalkan
sumber-sumber
kekayaan desa
3.
Mencerminkan
keberpihakan
negara
terhadap
hak-hak
desa
untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
1.
Pedoman Penyusunan Rancangan RPJM
Desa dan RKP Desa
2.
Memperkuat hak dan kewenangan serta
mengoptimalkan
sumber-sumber
kekayaan desa
3.
Mencerminkan
keberpihakan
negara
terhadap
hak-hak
desa
untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Prinsip-prinsip Perencanaan Pembangunan Desa
1.
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa adalah
bagian penyelenggaraan Pemerintahan Desa
2.
Perencanaan Pembangunan Desa disusun secara partisipatif
oleh Pemerintahan Desa dan dalam penyusunannya wajib
melibatkan Lembaga Kemasyarakatan
3.
Perencanaan Pembangunan Desa terdiri dari RPJM Desa dan
RKP Desa
4.
Perencanaan Pembangunan Desa didasarkan pada data dan
informasi yang akurat antara lain:
a.
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
b.
Organisasi dan Tata Laksana Pemerintahan Desa
c.
Keuangan Desa
d.
Profil Desa
e.
Informasi lain terkait Pemerintahan Desa dan
Pemberdayaan Masyarakat
1.
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa adalah
bagian penyelenggaraan Pemerintahan Desa
2.
Perencanaan Pembangunan Desa disusun secara partisipatif
oleh Pemerintahan Desa dan dalam penyusunannya wajib
melibatkan Lembaga Kemasyarakatan
3.
Perencanaan Pembangunan Desa terdiri dari RPJM Desa dan
RKP Desa
4.
Perencanaan Pembangunan Desa didasarkan pada data dan
informasi yang akurat antara lain:
a.
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
b.
Organisasi dan Tata Laksana Pemerintahan Desa
c.
Keuangan Desa
d.
Profil Desa
Perencanaan Pembangunan Desa
SEBELUM UU 6/2014 UU 6 /2014
1. Acuan UU 32/2004 Tentang
Pemerintah Daerah
2. UU 25/2004 Tentang SPPN
3. PP 72/2005 Tentang Pemerintah Desa
4. Permendagri 66/2007 Tentang
Perencanaan Desa
5. Musrenbang Menyusun RPJMDes 5 tahunan dan RKP Desa tahunan 6. Perencanaan dan Usulan Program
pemerintah desa dan masyarakat desa jarang diakomodir kebijakan perencanaan pembangunan tingkat daerah
1. UU 6/2014 tentang Desa 2. Permendagri 114/2014
3. Memberi kewenangan kepada
kepala desa untuk mengurus rumah tangganya sendiri membuat perencanaan pembangunan sesuai
kewenangan (minimal 2
kewenanagan yaitu kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa) 4. Periode RPJM Desa 6 tahun, dan
RKP Desa merupakan penjabaran RPJM Desa untuk jangka waktu 1 tahun
Jenis Perencanaan Pembangunan Desa
JENIS FORUM KELUARAN PRODUK
HUKUM
Perencanaan 6
Tahunan Musyawarah Desa RPJM Desa dan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa
RPJM Desa Peraturan Desa tentang RPJM Desa
Perencanaan Tahunan Desa
Musyawarah Desa dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa
RPJM Desa dan RKP Desa
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun
2. Rencana Pembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa, merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
3. RPJM Desa mengacu pada RPJM Kabupaten /kota
4. RPJM Desa memuat VISI dan MISI Kepala Desa, RENCANA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA, PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN, PEMBINAAN KEMASYARAKATAN,
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, dan ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA.
5. RPJM Desa disusun dengan mempertimbangkan kondisi objektif Desa dan prioritas pembangunan kabupaten/kota
6. RPJM Desa ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak pelantikan kepala Desa.
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun
2. Rencana Pembangunan Tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa, merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
3. RPJM Desa mengacu pada RPJM Kabupaten /kota
4. RPJM Desa memuat VISI dan MISI Kepala Desa, RENCANA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA, PELAKSANAAN PEMBANGUNAN, PEMBINAAN KEMASYARAKATAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, dan ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESA.
5. RPJM Desa disusun dengan mempertimbangkan kondisi objektif Desa dan prioritas pembangunan kabupaten/kota
6. RPJM Desa ditetapkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak pelantikan kepala Desa.
Penyusunan RPJM Desa
Vis
i K
epa
la
D
esa
D
la
epa
i K
Vis
esa
Misi Kepala
Desa
Misi Kepala
Desa
Arah Kebijakan
Pembangunan
Desa
Arah Kebijakan
Pembangunan
Desa
Renc
ana
iat
Keg
an
Renc
ana
iat
Keg
an
Keterkaitan RPJMDes dengan Perencanaan Pembangunan Daerah
Alur Perencanaan dan Penganggaran
RPJP Daerah (RPJPD)
RPJM Daerah (RPJMD)
RKP Daerah
(RKPD) RAPBD APBD RENSTRA
SKPD RENJA SKPD RKA SKPD RINCIAN APBD
Mengacu/masukan Disesuaikan melalui musrenbang
RPJMDesa RKPDesa RAPBDes APBDes
D A E R A H
D E S A
Bappeda Kabupaten Pangandaran
Syarat Perubahan RPJM Desa dan RKP Desa
1.
Peristiwa khusus : Bencana Alam, krisis
politik, krisis ekonomi dan atau kerusuhan
sosial yang berkepanjangan
2.
Perubahan mendasar kebijakan Pemerintah,
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/kota
1.
Peristiwa khusus : Bencana Alam, krisis
politik, krisis ekonomi dan atau kerusuhan
sosial yang berkepanjangan
2.
Perubahan mendasar kebijakan Pemerintah,
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/kota
1.
Pembahasan Visi dan Misi
2.
Pembahasan matriks kegiatan 6 tahunan
3.
Memisahkan usulan program berskala desa
dan skala kabupaten
4.
Pembahasan draft Raperdes
5.
Penandatanganan Berita Acara
6.
Memilih
delegasi
Desa
untuk
forum
Musrenbang Kecamatan
1.
Pembahasan Visi dan Misi
2.
Pembahasan matriks kegiatan 6 tahunan
3.
Memisahkan usulan program berskala desa
dan skala kabupaten
4.
Pembahasan draft Raperdes
5.
Penandatanganan Berita Acara
6.
Memilih
delegasi
Desa
untuk
forum
Musrenbang Kecamatan
Tahap Perencanaan menilai:
Penyusunan RPJMDes dan RKP Desa
Tahapan Pelaksanaan menilai:
1. Pengadaan
a. Barang/Jasa
b. Bahan /Material
c. Tenaga kerja
2. Pengelolaan Administrasi Keuangan
3. Pengiriman Bahan/Material
4. Pembayaran Upah
5. Kualitas hasil kegiatan
Tahap Perencanaan menilai:
Penyusunan RPJMDes dan RKP Desa
Tahapan Pelaksanaan menilai:
1. Pengadaan
a. Barang/Jasa
b. Bahan /Material
c. Tenaga kerja
2. Pengelolaan Administrasi Keuangan
3. Pengiriman Bahan/Material
4. Pembayaran Upah
5. Kualitas hasil kegiatan
Pemantauan oleh Masyarakat
1. Memantau dan mengawasi jadwal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa
2. Menerima, mempelajari dan memberikan umpan balik terhadap laporan realisasi pelaksanaan APB Desa
3. Mengevaluasi perkembangan dan kemajuan kegiatan pembangunan desa
4. Memberikan bimbingan teknis kepada pemerintah desa
5. Menerbitkan surat peringatan kepada Kepala Desa
6. Membina dan mendampingi pemerintah desa agar mempercepat perencanaan pembangunan desa dan memastikan APB Desa ditetapkan pada tanggal 31 Desember tahun berjalan
7. Membina dan mendampingi pemerintah desa dalam percepatan pelaksanaan pembangunan desa untuk memastikan penyerapan APB Desa sesuai peraturan perundang-undangan
1. Memantau dan mengawasi jadwal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa
2. Menerima, mempelajari dan memberikan umpan balik terhadap laporan realisasi pelaksanaan APB Desa
3. Mengevaluasi perkembangan dan kemajuan kegiatan pembangunan desa
4. Memberikan bimbingan teknis kepada pemerintah desa
5. Menerbitkan surat peringatan kepada Kepala Desa
6. Membina dan mendampingi pemerintah desa agar mempercepat perencanaan pembangunan desa dan memastikan APB Desa ditetapkan pada tanggal 31 Desember tahun berjalan
7. Membina dan mendampingi pemerintah desa dalam percepatan pelaksanaan pembangunan desa untuk memastikan penyerapan APB Desa sesuai peraturan perundang-undangan