• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PROSTITUSI ONLINE SEBAGAI TINDAK PIDANA PELACURAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (ITE)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PROSTITUSI ONLINE SEBAGAI TINDAK PIDANA PELACURAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (ITE)"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Tanpa adanya sarana atau fasilitas tersebut, tidak akan mungkin penegak.. hukum menyerasikan peranan yang seharusnya dengan peranan yang aktual.. Khususnya

Pada transaksi jual beli online (e- commerce), para pihak terkait didalamnya melakukan hubungan hukum yang dituangkan melalui suatu bentuk perjanjian atau kontrak

menerangkan pengetahuannya tentang barang bukti elektronik yang pengadilan sendiri tidak mengakuinya; alat bukti keterangan saksi tentang apa yang ia lihat, dengar,

Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri tersebut untuk

Tindak pidana penipuan melalui media elektronik yaitu salah satunya arisan online diatur di dalam pasal 28 ayat (1) yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa

Upaya Penyidik Mengatasi Kendala Pertanggungjawaban Pidana Pekerja Seks Komersial dalam Tindak Pidana Prostitusi Secara Online Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun

Penelitian yang penulis lakukan dalam penulisan skripsi ini akan melihat berbagai peraturan perundang-undangan dalam hal ini Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 dan

Oleh karena itu, dibentuk undang-undang yang lebih spesifik terkait tindak pidana penghinaan di media sosial, yaitu Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi