• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Perkembangan Sistem Silvikultur di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sejarah Perkembangan Sistem Silvikultur di Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

INDONESIA

Oleh:

Guru Departemen Kehutanan IPB

Negara Indonesia yang terletak daerah mempunyai kekayaan alam yang ruah dan beraneka satu kekayaan alam Indonesia ini mempunyai berbagai ekosistem yang dari tepi sampai dengan puncak gunung beserta jenis-jenis kegiatan kehutanannya.

Lahirnya peraturan pemerintah No. 21 tahun 1970 Hak Fengusahaan dan Hak Pemungutan pelaksanaan Undang- Undang No. 5 tahun 1967 Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan, Undang-Undang No. 1 tahun 1967 Penanaman Modal dan Undang- Undang No. 6 tahun 1968 Penanaman Modal Dalam Negeri.

Dalam peraturan pemerintah No. 21 tahun 1970 dinyatakan bahwa Pengusahaan adalah hak untuk mengusahakan

kawasan yang penebangan kayu, permudaan

dan pengelolaan dan pemasaran sesuai dengan

rencana pengusahaan ketentuan-ketentuan yang berlaku berdasarkan kelestarian dan perusahaan.

Merosotnya dan kualita sumberdaya baik karena

perladangan, mining, okupasi masyarakat dan kebakaran

menyebabkan terganggunya pendukung (siklus energi, siklus dan Siklus dan Siklus Nitrogen) yang dapat mengakibatkan kelestarian ekosistem

yang diharapkan tidak akan dapat dicapai.

Ekosistem juga sebagai dan makan

masyarakat

di

habitat jenis liar dan

tumbuh-tumbuhan, biodiversity, konservasi plasma dan perlindungan alam lingkungan.

1998

dan penebangan liar ini

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

Referensi

Dokumen terkait

Illegal Logging adalah setiap usaha pengusahaan kayu hasil hutan yang meliputi kegiatan menebang, memanen, mengangkut, menguasai, atau memiliki kayu hasil hutan

(3) Penerbit Nota Angkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari Hutan Hak yang tidak dapat membuktikan dokumen Hak atas Tanah lokasi penebangan berupa sertifikat

Dalam hal pemegang Hak Pengusahaan Hutan memerlukan sebidang tanah didalam areal Hak Pengusahaan Hutannnya yang penggunaannya tidak secara langsung untuk usaha yang sesuai dengan

Untuk mencapai tujuan tersebut maka pemanfaatan hasil hutan kayu dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan yang meliputi : penebangan kayu, penanaman atau permudaaan dan

SUKA JAYA MAKMUR sebagai pemegang Hak Pengusahaan Hutan Alam yang untuk selanjutnya disebut “PERUSAHAAN”, melaksanakan kegiatan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada

Pertimbangan pencegahan penebangan kayu dari lokasi hutan negara (klaim beberapa penerbit SKAU tidak mengetahui batas kawasan hutan negara) dan dalam rangka

Pertimbangan pencegahan penebangan kayu dari lokasi hutan negara (klaim beberapa penerbit SKAU tidak mengetahui batas kawasan hutan negara) dan dalam rangka

Pada hutan alam campuran diameter pohon inti ditetapkan menjadi 20 cm keatas dengan jumlah pohon inti 25 batang per ha (tidak 40 batang per ha lagi seperti Tabel 1