PENERAPAN METODE ELECTRE DALAM
SISTEM INFORMASI PENENTUAN JABATAN
KARYAWAN DI PT MAGNA JATIM MANDIRI
TUGAS AKHIR
Program Studi S1 Sistem Informasi
Oleh:
ANGGRAD PURWANTO 06410100009
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & TEKNIK KOMPUTER SURABAYA
x DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 3
1.3 Pembatasan Masalah ... 3
1.4 Tujuan ... 4
1.5 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II LANDASAN TEORI ... 7
2.1 Pengertian Sistem Informasi ... 7
2.2 Manajemen Sumber Daya Manusia ... 10
2.3 Rekrutmen ... 12
2.4 Kinerja ... 16
2.4.1 Kinerja dan Penilaian Prestasi Kerja ... 16
2.4.2 Manfaat Penilaian Kinerja ... 17
2.4.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja ... 18
2.5 Kompetensi ... 18
2.6 Elimination and Choice Translation Reality ... 19
xi
3.3 Gambaran Umum Sistem ... 26
3.4 Perancangan Sistem ... 28
3.4.1 Document Flow ... 28
3.4.2 System Flow ... 30
3.4.3 Flowchart Metode ELECTRE ... 33
3.5 Data Flow Diagram ... 34
3.5.1 Context Diagram ... 34
3.5.2 Level 0 ... 36
3.5.3 Level 1 ... 37
3.5.4 Level 2 ... 40
3.6 Entity Relationship Diagram ... 47
3.7 Struktur Tabel ... 49
3.8 Desain Input/Output ... 55
BAB IV EVALUASI DAN IMPLEMENTASI ... 66
4.1 Implementasi Sistem ... 66
4.1.1 Kebutuhan software ... 66
4.1.2 Kebutuhan hardware ... 66
4.1.3 Instalasi Program dan Pengaturan Sistem ... 67
4.2 Evaluasi Sistem ... 67
4.2.1 Evaluasi Hasil Uji Coba Sistem ... 67
4.2.2 Evaluasi Hasil Uji Coba Metode ELECTRE ... 95
xii
5.1 Kesimpulan ... 116 5.2 Saran ... 116 DAFTAR PUSTAKA
xiii
Tabel 2.1 Kelebihan dan kekurangan sumber rekrutmen... 13
Tabel 3.1 Agama. ... 49
Tabel 3.2 Kota ... 49
Tabel 3.3 Pendidikan ... 49
Tabel 3.4 LoginAplikasi ... 50
Tabel 3.5 Divisi ... 50
Tabel 3.6 Kriteria ... 50
Tabel 3.7 SubKritteria ... 51
Tabel 3.8 TanyaSubKriteria ... 51
Tabel 3.9 Jabatan ... 51
Tabel 3.10 KriteriaJabatan ... 52
Tabel 3.11 JabatanKaryawan ... 52
Tabel 3.12 PengalamanKerja ... 52
Tabel 3.13 PendidikanNonResmi... 53
Tabel 3.14 Absensi ... 53
Tabel 3.15 Pelanggaran ... 53
Tabel 3.16 Karyawan ... 54
Tabel 3.17 KarSesuai ... 54
Tabel 3.18 PenilaianKaryawan ... 55
Tabel 3.19 JabSesuai ... 55
Tabel 4.1 Test Case Data Form Login ... 68
xiv
Tabel 4.3 Test Case Data Form Administrasi User... 73
Tabel 4.4 Test Case Data Form Ganti Password. ... 74
Tabel 4.5 Test Case Data Form Agama. ... 76
Tabel 4.6 Test Case Data Form Kota. ... 77
Tabel 4.7 Test Case Form Tingkat Pendidikan ... 78
Tabel 4.8 Test Case Form Divisi ... 79
Tabel 4.9 Test Case Form Kriteria ... 80
Tabel 4.10 Test Case Form Jabatan ... 82
Tabel 4.11 Test Case Form Karyawan ... 83
Tabel 4.12 Test Case Form Pengalaman Kerja ... 85
Tabel 4.13 Test Case Form Pendidikan Non Resmi ... 86
Tabel 4.14 Test Case Form Absensi Bulanan. ... 88
Tabel 4.15 Test Case Form Pelanggaran Karyawan ... 89
Tabel 4.16 Test Case Form Penilaian. ... 91
Tabel 4.17 Test Case Form Saran Jabatan Sesuai Untuk Karyawan ... 92
Tabel 4.18 Test Case Form Saran Karyawan Sesuai Untuk Jabatan ... 93
Tabel 4.19 Test Case Form Laporan ... 95
Tabel 4.20 Daftar Dan Spesifikasi Jabatan ... 96
Tabel 4.21 Daftar Dan Spesifikasi Karyawan ... 97
Tabel 4.22 Hasil Penilaian Karyawan ... 97
Tabel 4.23 Kriteria dan Bobot Kriteria Karyawan Bernama Nike ... 98
Tabel 4.24 Daftar Alternatif Jabatan Untuk Karyawan Bernama Nike ... 98
Tabel 4.25 Matriks Keputusan Untuk Karyawan Bernama Nike ... 99
xv
Tabel 4.29 Matriks Discordance Untuk Karyawan Bernama Nike... 101
Tabel 4.30 Matriks F Untuk Karyawan Bernama Nike ... 101
Tabel 4.31 Matriks G Untuk Karyawan Bernama Nike ... 102
Tabel 4.32 Matriks E Untuk Karyawan Bernama Nike ... 102
Tabel 4.33 Hasil Sementara Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Bernama Nike ... 103
Tabel 4.34 Daftar Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Bernama Nike ... 103
Tabel 4.35 Kriteria dan Bobot Kriteria Karyawan Bernama Basuki ... 104
Tabel 4.36 Daftar Alternatif Jabatan Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 105
Tabel 4.37 Matriks Keputusan Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 105
Tabel 4.38 Matriks Normalisasi Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 106
Tabel 4.39 Matriks V Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 106
Tabel 4.40 Matriks Concordance Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 107
Tabel 4.41 Matriks Discordance Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 107
Tabel 4.42 Matriks F Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 108
Tabel 4.43 Matriks G Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 108
Tabel 4.44 Matriks E Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 108
Tabel 4.45 Daftar Jabatan Sesuai Sementara Untuk Karyawan Bernama Tabel 4.45 Basuki ... 109
Tabel 4.46 Daftar Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 109
Tabel 4.47 Nilai Tingkat Kepentingan Kriteria Jabatan Manager Marketing .... 111
Tabel 4.48 Daftar Alternatif Karyawan ... 111
Tabel 4.49 Matriks Keputusan ... 111
xvi
Tabel 4.51 Matriks V ... 112
Tabel 4.52 Matriks Concordance ... 113
Tabel 4.53 Matriks Discordance ... 113
Tabel 4.54 Matriks F ... 113
Tabel 4.55 Matriks G ... 114
Tabel 4.56 Matriks E ... 114
Tabel 4.57 Daftar Karyawan Sesuai Sementara ... 115
xvii
Gambar 2.1 Komponen Dasar Sistem ... 7
Gambar 2.2 Karakteristik Sistem. ... 9
Gambar 2.3 Arus Sumber Daya Personil. ... 12
Gambar 3.1 Gambaran Umum Sistem ... 27
Gambar 3.2 Document Flow Menentukan Karyawan Yang Akan Mengisi Jabatan ... 29
Gambar 3.3 System Flow ... 32
Gambar 3.4 Flowchart Electre. ... 33
Gambar 3.5 Context Diagram Sistem Informasi Penentuan Jabatan Karyawan.. . 35
Gambar 3.6 Level 0 Sistem Informasi Penentuan Jabatan Karyawan. ... 36
Gambar 3.7 Level 1 Proses Maintain Data ... 38
Gambar 3.8 Level 1 Proses Mencari Calon Yang Sesuai ... 39
Gambar 3.9 Level 2 Proses Maintain Data Data Karyawan . ... 41
Gambar 3.10 Level 2 Proses Maintain Data Data Kriteria ... 42
Gambar 3.11 Level 2 Proses Mencari Jabatan Yang Sesuai Untuk Karyawan .... 44
Gambar 3.12 Level 2 Proses Mencari Karyawan Yang Sesuai Untuk Jabatan .... 46
Gambar 3.13 Conceptual Data Model ... 47
Gambar 3.14 Phisical Data Model. ... 48
Gambar 3.15 Desain Form Login ... 56
Gambar 3.16 Desain Form Utama ... 56
Gambar 3.17 Desain Form Administrasi User ... 57
Gambar 3.18 Desain Form Ganti Password ... 57
xviii
Gambar 3.20 Desain Form Kota ... 58
Gambar 3.21 Desain Form Tingkat Pendidikan ... 59
Gambar 3.22 Desain Form Divisi ... 59
Gambar 3.23 Desain Form Kriteria ... 60
Gambar 3.24 Desain Form Jabatan ... 60
Gambar 3.25 Desain Form Karyawan ... 61
Gambar 3.26 Desain Form Pengalaman Kerja ... 61
Gambar 3.27 Desain Form Pendidikan Non Resmi ... 62
Gambar 3.28 Desain Form Absensi Bulanan ... 62
Gambar 3.29 Desain Form Pelanggaran ... 63
Gambar 3.30 Desain Form Penilaian ... 63
Gambar 3.31 Desain Form Saran Jabatan Sesuai Untuk Karyawan ... 64
Gambar 3.32 Desain Form Saran Karyawan Sesuai Untuk Jabatan ... 64
Gambar 3.33 Desain Form Laporan ... 65
Gambar 4.1 Tampilan Form Login. ... 69
Gambar 4.2 Pesan Login Gagal ... 69
Gambar 4.3 Tampilan Semua Menu Pada Form Utama ... 70
Gambar 4.4 Submenu Dari Setiap Menu Pada Form Utama ... 72
Gambar 4.5 Tampilan Form Administrasi User ... 74
Gambar 4.6 Tampilan Form Ganti Password ... 75
Gambar 4.7 Tampilan Form Agama ... 76
Gambar 4.8 Tampilan Form Kota ... 77
Gambar 4.9 Tampilan Form Tingkat Pendidikan ... 78
xix
Gambar 4.13 Tampilan Form Karyawan ... 84
Gambar 4.14 Tampilan Form Pengalaman Kerja ... 86
Gambar 4.15 Tampilan Form Pendidikan Non Resmi ... 87
Gambar 4.16 Tampilan Form Absensi Bulanan ... 89
Gambar 4.17 Tampilan Form Pelanggaran Karyawan ... 90
Gambar 4.18 Tampilan Form Penilaian ... 91
Gambar 4.19 Tampilan Form Saran Jabatan Sesuai Untuk Karyawan ... 93
Gambar 4.20 Tampilan Form Saran Karyawan Sesuai Untuk Jabatan ... 94
Gambar 4.21 Tampilan Form Laporan... 95
Gambar 4.22 Daftar Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Bernama Nike ... 103
Gambar 4.23 Daftar Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Bernama Basuki ... 110
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada keadaan perekonomian seperti saat ini, tidak sedikit terdapat perusahaan yang harus berjuang keras agar dapat bertahan hidup. Perusahaan baik di bidang industri, distribusi, maupun retail terus bersaing untuk dapat bertahan dan menguasai perekonomian. Sumber daya manusia (SDM) yang terdapat pada perusahaan memegang peran penting untuk membuat perusahaan dapat tetap eksis di tengah perkembangan perekonomian dunia. Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk menempatkan SDM yang ada pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dengan dilakukannya penempatan SDM pada posisi yang tepat, diyakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan meningkatnya kinerja perusahaan, maka peluang perusahaan untuk menguasai perekonomian semakin besar.
terhadap SDM yang ada per periode tertentu, sehingga SDM yang ada dapat ditempatkan pada jabatan yang sesuai.
Pimpinan PT Magna Jatim Mandiri memberikan kepercayaan kepada manager operasional untuk mengatur penempatan jabatan karyawan yang bekerja pada PT Magna Jatim Mandiri. Untuk menentukan jabatan yang tepat untuk karyawan, manager operasional mempertimbangkan beberapa kriteria antara lain kemampuan intelektual karyawan, perilaku karyawan dalam bekerja, dan bagaimana perilaku karyawan saat berada di lingkungan kerja. Kemampuan intelektual penting karena setiap jabatan memiliki syarat pendidikan minimal yang harus dipenuhi karyawan. Kemampuan intelektual ini juga menentukan kemampuan karyawan dalam membuat keputusan kerja. Perilaku karyawan baik pada saat bekerja atau pada saat berada dilingkungan kerja juga dipertimbangkan karena perilaku tersebut dapat mempengaruhi kinerja karyawan untuk perusahaan.
Jumlah karyawan yang banyak dan waktu yang terbatas untuk menentukan jabatan yang sesuai bagi karyawan menimbulkan permasalahan yaitu sulitnya menentukan jabatan secara objektif bagi setiap karyawan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Hal ini mengakibatkan kinerja perusahaan tidak bisa semaksimal saat jabatan yang ada diduduki oleh karyawan yang sesuai.
3
dan akan mengeliminasi alternatif-alternatif yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Dengan dibuatnya aplikasi ini, diharapkan dalam menentukan jabatan yang sesuai untuk karyawan ataupun dalam menentukan karyawan yang sesuai untuk jabatan, manager operasional dari PT Magna Jatim Mandiri dapat membuat keputusan yang objektif. Dengan demikian kinerja dari perusahaan akan terus meningkat.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, diperoleh rumusan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana menerapkan metode ELECTRE dalam sistem informasi penentuan jabatan karyawan di PT Magna Jatim Mandiri.
2. Bagaimana merancang dan membangun sistem informasi penentuan jabatan karyawan di PT Magna Jatim Mandiri yang dapat menghasilkan daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan.
3. Bagaimana merancang dan membangun sistem informasi penentuan jabatan karyawan di PT Magna Jatim Mandiri yang dapat menghasilkan daftar karyawan yang sesuai untuk jabatan.
1.3 Pembatasan Masalah
Dalam Tugas Akhir ini, masalah yang ada akan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
b. Perilaku karyawan saat bekerja.
c. Perilaku karyawan saat berada di lingkungan kerja.
2. Aplikasi hanya menangani masalah penentuan jabatan karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut.
3. Aplikasi tidak menangani masalah perekrutan karyawan baru.
4. Hasil dari aplikasi hanya berupa saran untuk membantu dalam membuat keputusan dalam menentukan jabatan karyawan.
5. Aplikasi yang dibuat tidak membahas masalah apapun yang berhubungan dengan keuangan.
6. Aplikasi akan dibuat berbasis desktop dengan menggunakan: a. Microsoft Visual Basic 2005 sebagai aplikasi pengembang. b. Micosoft SQL Server 2005 sebagai database.
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan Tugas Akhir ini adalah:
1. Menerapkan metode ELECTRE dalam sistem informasi penentuan jabatan karyawan di PT Magna Jatim Mandiri.
2. Merancang dan membangun sistem informasi penentuan jabatan karyawan di PT Magna Jatim Mandiri yang dapat menghasilkan daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan.
5
1.5 Sistematika Penulisan
Laporan Tugas Akhir ini ditulis dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang diambilnya topik Tugas Akhir, rumusan masalah dari topik Tugas Akhir, batasan masalah pembuatan Tugas Akhir, tujuan dari Tugas Akhir, dan sistematika penulisan yang digunakan dalam pengerjaan penulisan laporan Tugas Akhir ini.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang landasan teori yang berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan yang langsung berkaitan dengan permasalahan yang dikerjakan. Dalam hal ini, teori yang digunakan dalam penyelesaian masalah Tugas Akhir ini meliputi teori sistem informasi, manajemen sumber daya manusia, rekrutmen, kinerja, kompetensi, teori metode ELECTRE yang menggunakan beberapa kriteria tertentu untuk memberikan saran terhadap beberapa alternatif yang tersedia, dan lain-lain.
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB IV EVALUASI DAN IMPLEMENTASI
Bab ini berisi penjelasan tentang evaluasi dari aplikasi yang telah dibuat dan proses implementasi dari aplikasi yang telah melalui tahap evaluasi sebelumnya untuk mengetahui apakah aplikasi yang dibuat dapat menyelesaikan permasalahan seperti yang diharapkan.
BAB V PENUTUP
7
BAB II
LANDASAN TEORI
Landasan teori yang digunakan untuk dapat membantu penyelesaian
permasalahan Tugas Akhir ini sebagai berikut:
2.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari dua kata yaitu sistem dan informasi.
Pengertian sistem menurut McLeod dan Schell (2008:39) sistem merupakan
kumpulan komponen yang saling terhubung untuk menuju tujuan akhir bersama
dengan menerima input dan menghasilkan output setelah melakukan proses transformasi yang terorganisir. Sedangkan menurut Sutabri (2003:3), sistem
secara sederhana diartikan sebagai suatu kumpulan dari unsur, komponen atau
variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling bergantung satu
dengan yang lain dan terpadu untuk mencapai tujuan tertentu.
Adapun komponen-komponen dasar sistem terdiri dari input, proses, dan
output. Susunan komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Komponen Dasar Sistem (McLeod dan Schell, 2008:39)
Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang
membuatnya dikatakan sebagai suatu sistem. Menurut Sutabri (2003:12-13), yang
1. Komponen Sistem (Components)
Komponen-komponen yang ada dalam suatu sistem dapat berupa subsistem.
Subsistem tersebut memiliki sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu
fungsi tertentu dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batasan Sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan batasan yang membatasi sistem dengan sistem
lainnya atau sistem dengan lingkungan luar sistem.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Segala hal yang berada di luar ruang lingkup sistem merupakan lingkungan
luar sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan suatu media penghubung sistem dengan sistem
lain ataupun subsistem dengan subsistem lain. Penghubung ini memungkinkan
informasi mengalir dari satu subsistem menuju subsistem lain. Output dari suatu subsistem akan menjadi input bagi subsistem lain dengan melewati penghubung sehingga terbentuk suatu sistem yang terintegrasi.
5. Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem merupakan hal atau data yang dimasukan ke dalam suatu
sistem.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran sistem merupakan hal atau data yang dikeluarkan dari suatu sistem
9
7. Pengolah Sistem (Process)
Setiap sistem memiliki pengolah yang berguna untuk mengolah input menjadi
output.
8. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang jelas. Suatu sistem dikatakan
berhasil jika mampu mengenai tujuan yang diharapkan.
Gambar 2.2 Karakteristik Sistem (Sutabri, 2003:14)
Pengertian dari informasi menurut McLeod dan Schell (2008:39) adalah
hasil pengolahan data sehingga menghasilkan suatu pengetahuan. Sedangkan
menurut Sutabri (2003:18), informasi adalah data yang telah diolah untuk
digunakan dalam proses pengambilan keputusan, karena jika tidak ada pilihan
atau keputusan maka informasi tidak dibutuhkan. Berdasarkan penjabaran
pengertian informasi tersebut, maka dibuat kesimpulan fungsi informasi yaitu
Setelah dilakukan penjabaran singkat mengenai pengertian dari sistem
dan informasi, selanjutnya akan ada penjabaran mengenai pengertian dari sistem
informasi itu sendiri. Sistem informasi menurut Sutabri (2003:36) adalah suatu
sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi agar dapat menyediakan kepada pihak luar organisasi dengan
laporan-laporan yang diperlukan. Sedangkan menurut Notohadiprawiro (2006:1), sistem
informasi menyiratkan pengumpulan data yang terorganisasi beserta tata cara
penggunaannya yang mencakup lebih jauh daripada hanya penyajian. Dari
penjabaran arti sistem informasi diatas, maka dibuat kesimpulan pengertian dari
sistem informasi yaitu pengolahan data secara terorganisir menjadi suatu
pengetahuan yang bermanfaat bagi pengguna.
2.2 Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut David Ulrich (Mathis dan Jackson, 2001), Sumber Daya
Manusia (SDM) harus didefinisikan bukan dengan apa yang SDM lakukan,
melainkan dengan apa yang SDM hasilkan. Dengan menyadari betapa pentingnya
unsur SDM dalam suatu organisasi, maka perlu dilakukan manajemen terhadap
SDM tersebut. Untuk memanajemen SDM dalam suatu perusahaan dilakukan oleh
personalia SDM yang ada dalam suatu perusahaan.
Menurut McLeod (1995:276), kegiatan utama yang dilakukan oleh
11
1. Perekrutan dan Penerimaan
Pada kegiatan ini personalia SDM memasang iklan lowongan kerja untuk
menarik calon karyawan mengisi lowongan tersebut. Sehingga tidak terdapat
kekosongan jabatan.
2. Pendidikan dan Pelatihan
Pada kegiatan ini personalia SDM mengatur berbagai program pendidikan dan
pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian
kerja karyawan selama karyawan tersebut masih bekerja di perusahaan.
3. Manajemen Data
Pada kegiatan ini personalia SDM menyimpan database yang berhubungan dengan karyawan, dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan
informasi.
4. Penghentian dan Administrasi Tunjangan
Selama seseorang bekerja dalam suatu perusahaan maka mereka akan
menerima tunjangan seperti tunjangan kesehatan atau tunjangan hari raya.
Ketika karyawan berhenti dari pekerjaannya, personalia SDM akan
memproses kertas kerja yang diperlukan. Setelah penghentian selesai,
personalia SDM akan mengurus program pensiun perusahaan bagi karyawan
yang berhak.
Untuk memberikan penggambaran mengenai kegiatan utama yang
dilakukan oleh personalia SDM dalam memenuhi tanggung jawabnya dapat
Gambar 2.3 Arus Sumber Daya Personil (McLeod, 1995:277)
Dari Gambar 2.3, disimpulkan bahwa proses manajemen data karyawan
sudah dimulai dari tahap perekrutan karyawan hingga tahap penghentian
karyawan. Manajemen data tersebut berguna untuk melihat perkembangan dari
karyawan dimulai dari karyawan direkrut sampai karyawan tersebut berhenti
bekerja. Perekrutan karyawan tidak berarti selalu dimulai dari perekrutkan
karyawan baru, namun juga bisa dimulai dari perekrutan karyawan yang telah
bekerja sebelumnya untuk menempati suatu posisi yang baru.
2.3 Rekrutmen
Rekrutmen menurut Papu (2001) adalah proses mencari, menemukan,
mengajak, dan menetapkan sejumlah orang dari dalam maupun dari luar
perusahaan sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang
telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia. Berdasarkan
pengertian tersebut, rekrutmen dapat dibagi menjadi dua macam yaitu internal dan
eksternal. Rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal tentunya memiliki
13
Tabel 2.1 Kelebihan dan kekurangan sumber rekrutmen (Mathis dan Jackson, 2004:253)
Sumber
Rekrutmen Kelebihan Kekurangan
Internal
- moral mendapat promosi - lebih mudah menilai
kemampuan karyawan - hemat biaya
- memotivasi karyawan lain - adanya promosi jabatan - hanya perlu merekrut di
awal
- bisa ada hubungan keluarga - masalah moral bagi yang
tidak mendapat promosi - pertarungan “politik” untuk
mendapat promosi - memerlukan program
pengembangan manajemen
Eksternal
- orang baru ide baru - lebih cepat dan mudah
dilatih daripada orang ahli - tidak ada kelompok
“politik” dalam organisasi - membawa wawasan yang
baru
- bisa tidak memilih orang yang cocok untuk jabatan - buruknya moral internal
karena merasa tidak ada promosi
- waktu pembiasaan diri yang lebih lama
Proses rekrutmen menurut Papu (2001) memiliki beberapa tahapan yang
biasanya dilakukan, antara lain:
1. Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapa jumlah tenaga yang
diperlukan.
Proses rekrutmen dimulai saat adanya kekosongan pekerjaan di perusahaan.
Kekosongan tersebut bisa disebabkan oleh karyawan dipindahkan atau
dipromosikan ke posisi lain, karyawan mengajukan permintaan pengunduran
diri, adanya PHK, atau karena pensiun yang direncanakan. Dengan melihat
kemungkinan dari beberapa hal tersebut, maka dilakukan pencocokan dengan
perencanaan SDM yang sudah tersusun sehingga akan diketahui jabatan apa
saja yang sedang lowong dan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
2. Mencari informasi jabatan melalui analisa jabatan.
Tahapan ini dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan. Persyaratan jabatan harus dibuat secara hati-hati dan
sejelas mungkin agar dalam penerapannya nanti tidak ditemui
kekaburan-kekaburan yang mengganggu proses selanjutnya.
3. Menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari.
Ada dua cara untuk mencari kandidat yaitu dari dalam perusahaan atau dari
luar perusahaan.
4. Memilih metode-metode rekrutmen yang paling tepat untuk jabatan.
Ada banyak metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam
melakukan rekrutmen seperti iklan, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga
pendidikan, dan lain sebagainya. Perusahaan dapat memilih lebih dari satu
metode tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.
5. Memanggil kandidat-kandidat yang dianggap memenuhi persyaratan jabatan.
Pada tahapan ini dilakukan pengumpulkan berkas-berkas lamaran
kandidat-kandidat tersebut, selanjutnya meminta mereka mengisi formulir lamaran
pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya diproses dalam tahap
seleksi.
6. Menyaring / menyeleksi kandidat
Prosedur seleksi perlu dilakukan jika:
a. Pelaksanaan tugas pada jabatan yang akan diisi memerlukan ciri-ciri fisik
15
b. Ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan
yang akan diisi.
Ada banyak teknik atau metode seleksi yang dapat digunakan oleh
perusahaan. Hal terpenting untuk diperhatikan adalah bahwa masing-masing
teknik seleksi mengukur karaktristik tertentu, sehingga akan memberi
informasi yang berbeda-beda mengenai kandidat. Beberapa teknik seleksi
yang sering digunakan adalah formulir lamaran, data biografi, referensi dan
rekomendasi, wawancara, tes kemampuan dan kepribadian, tes fisik/fisiologis,
tes simulasi pekerjaan dan pusat penilaian (assessment center). 7. Membuat penawaran kerja
Setelah proses seleksi dianggap cukup dan petugas rekrutmen sudah dapat
menentukan kandidat terbaik untuk jabatan tertentu, maka selanjutnya perlu
dipersiapkan penawaran kerja. Pada tahapan ini sudah termasuk
mempersiapkan perjanjian kerja, memperkenalkan secara lebih mendalam
tentang peraturan dan kondisi kerja di perusahaan, dan memastikan kapan
kandidat akan mulai bekerja. Hal terpenting dalam tahap ini adalah petugas
rekrutmen harus menyiapkan kandidat cadangan untuk berjaga-jaga jika
kandidat pertama menolak tawaran kerja atau terjadi hal-hal tak terduga.
8. Mulai bekerja
Proses rekrutmen tidak berhenti begitu saja. Pada saat kandidat tersebut sudah
menjadi karyawan, karyawan tersebut masih perlu dibantu agar ia dapat
bekerja secara optimal dan bertahan untuk waktu yang lama. Karyawan yang
bersangkutan harus dimonitor dan dinilai kinerjanya secara teratur, serta
perlu mengkaji ulang cara-cara yang dipakai dalam merekrut dan menyeleksi
karyawan. Hal ini sangat penting demi mencegah masalah-masalah yang
mungkin timbul setelah pegawai diterima bekerja.
2.4 Kinerja
2.4.1 Kinerja dan Penilaian Prestasi Kerja
Pengertian kinerja menurut Bernadin dan Russell (Genoveva dan
Elizabeth, 2004) adalah hasil dari prestasi kerja yang telah dicapai seorang
karyawan sesuai dengan fungsi tugasnya pada periode tertentu.
Untuk mengetahui prestasi kerja seorang karyawan, perlu dilakukan
penilaian terhadap prestasi kerja karyawan tersebut. Pengertian dari penilaian
prestasi kerja akan dijabarkan sebagai berikut:
1. Menurut Joseph Tiffin (Genoveva dan Elizabeth, 2004), penilaian prestasi
kerja adalah sebuah penilaian sistematis terhadap karyawan oleh atasannya
atau beberapa ahli lainnya yang paham akan pelaksanaan pekerjaan oleh
karyawan atau jabatan itu.
2. Menurut Henry Simamora (Genoveva dan Elizabeth, 2004), penilaian prestasi
kerja adalah suatu alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja
dari para karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi
kalangan karyawan.
3. Menurut Handoko (Genoveva dan Elizabeth, 2004), penilaian prestasi kerja
adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai
prestasi kerja karyawan, kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan
personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang
17
Berdasarkan pengertian dari penilaian prestasi kerja di atas dapat
disimpulkan pengertian penilaian prestasi kerja adalah penilaian sistematis yang
dilakukan oleh pimpinan kepada karyawan untuk mengevaluasi prestasi kerja
karyawan.
2.4.2 Manfaat Penilaian Kinerja
Manfaat penilaian kinerja menurut T. Hani Handoko, Jennifer M. George
dan Gareth R. Jones, dan Sondang P. Siagian (Genoveva dan Elizabeth, 2004)
adalah sebagai berikut:
1. Perbaikan prestasi kerja
2. Penyesuaian kompensasi
3. Keputusan penempatan
4. Kebutuhan latihan dan pengembangan
5. Perencanaan dan pengembangan karier
6. Memperbaiki penyimpangan proses staffing
7. Mengurangi ketidak-akuratan informasi
8. Memperbaiki kesalahan desain pekerjaan
9. Kesempatan kerja yang adil
10.Membantu menghadapi tantangan eksternal
Berdasarkan manfaat yang sudah disebutkan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa dengan adanya penilaian kinerja maka dapat disusun rencana,
strategi dan langkah-langkah yang perlu diambil sehubungan dengan penentuan
jabatan karyawan. Oleh karena itu penilaian kinerja harus dilakukan dengan benar
2.4.3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi menurut Mathis dan
Jackson (2001:11) adalah dengan memastikan aktivitas SDM mendukung usaha
organisasi yang terfokus pada produktivitas, pelayanan, dan kualitas. Dalam usaha
untuk meningkatkan kinerja, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
seseorang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang menurut Mathis dan
Jackson (2004:81) yaitu:
1. Kemampuan (ability). 2. Motivasi (motivation).
3. Dukungan yang diterima (support).
Sedangkan menurut Mangkunegara (Genoveva dan Elizabeth, 2004)
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang antara lain:
1. Faktor kemampuan, secara umum kemampuan ini terbagi menjadi dua yaitu
kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan sesungguhnya yang terdiri dari ilmu
pengetahuan dan skil. Seorang karyawan seharusnya ditempatkan pada jabatan
yang sesuai dengan kedua kemampuan tersebut agar tidak mengganggu proses
dalam bekerja.
2. Faktor motivasi, motivasi terbentuk dari sikap karyawan dalam menghadapi
situasi kerja. Motivasi bagi karyawan sangat penting untuk mencapai visi dan
misi perusahaan.
2.5 Kompetensi
Pengertian dari kompetensi atau kemampuan menurut Mitrani dalam
19
berkaitan dengan pelaksanaan suatu pekerjaan secara efektif. Setiap individu
memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Hal inilah yang mengakibatkan adanya
individu yang lebih unggul dibandingkan individu lain.
Menurut Beerawa (2012:19), kompetensi dapat merupakan tujuan,
perangai, konsep diri, sikap atau nilai, penguasaan masalah, atau keterampilan
kognitif ataupun keterampilan perilaku setiap orang yang dapat diukur atau
dihitung dengan jelas sehingga dapat membedakan orang yang memiliki
kemampuan unggul dengan orang yang memiliki kemampuan rata-rata.
Untuk mencapai standar kompetensi yang hanya rata-rata, diperlukan
threshold compentencies atau kompetensi esensial. Standar kompetensi untuk suatu pekerjaan tertentu merupakan pedoman dalam pemilihan tenaga kerja,
perencanaan pengalihan tugas, penilaian kerja, dan pengembangan.
2.6 Elimination and Choice Translation Reality
Menurut Ismail dalam Karnajaya (2008), dalam pengambilan suatu
keputusan selalu menghadapi beberapa alternatif yang dapat dipilih dengan
kriteria-kriteria yang bersesuaian untuk digunakan sebagai bahan evaluasi untuk
memilih. Metode Elimination and Choice Translation Reality lebih dikenal dengan sebutan ELECTRE. Menurut Janko dan Bernoider (2005:11), ELECTRE
merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengambil keputusan
multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria
yang sesuai. Metode ELECTRE digunakan pada kondisi dimana alternatif yang
dihasilkan. Dengan kata lain, ELECTRE digunakan untuk kasus-kasus yang
memiliki banyak alternatif namun hanya sedikit kriteria yang dilibatkan.
Suatu alternatif dikatakan mendominasi alternatif yang lainnya jika satu
atau lebih kriterianya melebihi dibandingkan dengan kriteria dari alternatif yang
lain dan sama dengan kriteria lain yang tersisa (Kusumadewi dkk, 2006).
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyelesaian masalah
menggunakan metode ELECTRE sebagai berikut:
Langkah 1: Normalisasi matrik keputusan.
Dalam prosedur ini, setiap atribut diubah menjadi nilai yang comparable.
Setiap normalisasi dari nilai rij dapat dilakukan dengan rumus 2.1.
. . . (2.1)
untuk i = 1,2,3,…,m dan j = 1,2,3,…,n
Sehingga didapat matriks R hasil normalisasi,
R = matriks yang telah dinormalisasi
m = alternatif
n = kriteria
rij = normalisasi pengukuran pilihan dari alternatif ke-i dalam
21
Langkah 2: Pembobotan pada matriks yang telah dinormalisasi.
Setelah dinormalisasi, setiap kolom dari matrik R dikalikan dengan
bobot-bobot (wj) yang ditentukan oleh pembuat keputusan. Sehingga, weighted
normalized matriks dapat ditulis dengan rumus 2.2.
V = R x W . . . . . . . (2.2)
dimana W adalah
Langkah 3: Menentukan concordance dan discordance set.
Untuk setiap pasang dari alternatif k dan l (k,l = 1,2,3,…,m dan k ≠ 1) kumpulan kriteria j dibagi menjadi dua subsets, yaitu concordance dan
discordance. Sebuah kriteria dalam suatu alternatif termasuk concordance bila:
. . . (2.3)
Sebaliknya, komplementer dari subset ini adalah discordance, yaitu bila:
Langkah 4: Hitung matriks concordance dan discordance. a. Concordance
Untuk menentukan nilai dari elemen-elemen pada matriks concordance yaitu dengan menjumlahkan bobot-bobot yang termasuk dalam subset concordance, secara matematisnya dapat dilihat pada rumus 2.5.
. . . (2.5)
Sehingga matrik concordance yang dihasilkan:
b. Discordance
Untuk menentukan nilai dari elemen-elemen pada matriks discordance yaitu dengan membagi maksimum selisih nilai kriteria yang termasuk dalam subset
discordance dengan maksimum selisih nilai seluruh kriteria yang ada. Secara matematisnya bisa dilihat pada rumus 2.6.
. . . (2.6)
23
Langkah 5: Menentukan matrik dominan concordance dan discordance.
a. Concordance
Matrik dominan concordance dapat dibangun dengan bantuan nilai threshold, yaitu dengan membandingkan setiap nilai elemen matriks concordance
dengan nilai threshold.
dengan nilai threshold ( c ), adalah:
. . . (2.7)
dan nilai setiap elemen matriks F sebagai matriks dominan concordance
ditentukan sebagai berikut:
b. Discordance
Untuk membangun matriks dominan discordance juga menggunakan bantuan nilai threshold, yaitu:
. . . (2.8)
dan nilai setiap elemen untuk matriks G sebagai matriks dominan discordance
Langkah 6: Menentukan aggregate dominance matrix.
Langkah selanjutnya adalah menentukan aggregate dominance matrix
sebagai matriks E, yang setiap elemennya merupakan perkalian antara elemen
matriks F dengan elemen matriks G, sebagai berikut:
. . . (2.9)
Langkah 7: Eliminasi alternatif yang less favourable.
Matriks E memberikan urutan pilihan dari setiap alternatif, yaitu bila ekl
= 1 maka alternatif Ak merupakan pilihan yang lebih baik daripada Al. Sehingga
baris dalam matriks E yang memiliki jumlah ekl = 1 paling sedikit dapat
dieliminasi. Dengan demikian alternatif terbaik adalah yang mendominasi
25 BAB III
PERANCANGAN SISTEM
Pada perancangan sistem ini akan dijelaskan mengenai uraian
permasalahan yang ada dan pemecahan dari permasalahan tersebut, rancangan
sistem, dan desain uji coba dari rancangan sistem yang dibuat. Rancangan sistem
yang dibuat terdiri dari document flow, system flow, data flow diagram, entity
relational diagram, dan desain input output.
3.1 Analisis Permasalahan
PT Magna Jatim Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
distribusi spare part kendaraan bermotor. Perusahaan ini memiliki jabatan yang
tidak bisa dibilang sedikit. Kemungkinan suatu jabatan mengalami kekosongan
selalu ada yang bisa diakibatkan oleh karyawan yang menduduki jabatan tersebut
mengundurkan diri, dimutasi, atau menerima PHK. Hal ini mengakibatkan
munculnya permasalahan yaitu kekosongan jabatan yang harus segera
mendapatkan karyawan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Untuk mendapatkan karyawan yang sesuai yang akan menduduki suatu
jabatan tidak boleh sembarangan. Hal ini dikarenakan tiap jabatan memiliki
spesifikasi atau standar yang harus dipenuhi oleh karyawan. Namun, untuk
mendapatkan karyawan yang sesuai dengan spesifikasi jabatan yang ada
membutuhkan waktu tidak sebentar, karena karyawan yang bekerja pada
perusahaan ini tidak sedikit dan setiap jabatan memiliki spesifikasi
masing-masing. Hal ini sering mengakibatkan terjadi asal tunjuk karyawan untuk
jabatan sehingga karyawan yang ditunjuk belum tentu sesuai untuk jabatan
tersebut.
Permasalahan dalam menentukan karyawan yang sesuai untuk mengisi
suatu jabatan ataupun permasalahan dalam menentukan jabatan yang sesuai untuk
karyawan dapat digolongkan kedalam permasalahan yang bersifat multiobjectives
(ada banyak tujuan yang ingin dicapai) dan multicriterias (ada banyak kriteria
untuk mencapai tujuan).
3.2 Analisis Kebutuhan
Berdasarkan uraian dari permasalahan yang ada, maka dibutuhkan suatu
sistem informasi untuk menentukan jabatan yang sesuai bagi karyawan. Sistem
yang dibangun akan dapat menghasilkan daftar jabatan yang sesuai untuk
karyawan dan juga daftar karyawan yang sesuai untuk jabatan. Sistem tersebut
akan menerapkan metode ELECTRE, dan menggunakan tiga kriteria penilaian.
Dalam implementasinya, kriteria-kriteria yang digunakan dapat ditambah maupun
diubah oleh pengguna sistem. Metode ELECTRE dipilih karena merupakan
metode yang dapat menyelesaikan masalah yang bersifat multiobjectives dan
multicriterias. Selain itu metode ini juga dipilih karena menggunakan konsep
outranking dan akan mengeliminasi alternatif-alternatif yang tidak sesuai dengan
tujuan yang diinginkan.
3.3 Gambaran Umum Sistem
Sistem yang akan dibangun untuk mengatasi permasalahan yang ada
terdiri dari sistem untuk menghasilkan daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan
27
Gambaran umum dari sistem untuk menghasilkan daftar karyawan yang sesuai
untuk suatu jabatan dimulai dari pengguna memilih jabatan yang ingin dicarikan
karyawan yang sesuai untuk jabatan tersebut. Selanjutnya sistem akan memproses
untuk membuat daftar karyawan yang sesuai untuk jabatan. Gambaran umum
sistem untuk menghasilkan daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan dimulai
dari pengguna memilih karyawan yang ingin dicarikan jabatan yang sesuai untuk
karyawan tersebut. Selanjutnya sistem akan memproses untuk menghasilkan
daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan. Gambaran umum sistem dapat dilihat
pada Gambar 3.1.
Pengguna
Daftar
Jabatan
Pengguna
Daftar
Karyawan
Membuat Daftar
Jabatan Sesuai
Membuat Daftar
Karyawan Sesuai
Pilih
Jabatan
Pilih
Karyawan
Jabatan
Pilihan
Karyawan
Pilihan
Daftar Karyawan Sesuai
Untuk Jabatan
Daftar Jabatan Sesuai
Untuk Karyawan
3.4 Perancangan Sistem
3.4.1 Document Flow
Pada sistem yang lama untuk menentukan karyawan yang akan mengisi
posisi suatu jabatan, pencari calon atau dalam hal ini adalah manager operasional
akan membuat permohonan kepada pimpinan untuk melakukan rekrutmen pada
jabatan yang membutuhkan tenaga kerja. Info mengenai jabatan yang
membutuhkan tenaga kerja tersebut bisa diperoleh manager operasional dari
karyawan lain atau berdasarkan pengamatan manager operasional itu sendiri.
Pimpinan selanjutnya akan membuat keputusan untuk menolak atau menerima
permohonan yang diajukan tersebut. Manager operasional sebagai pencari calon
akan meminta data-data karyawan dari bagian administrasi data jika pimpinan
menyetujui permohonan yang diajukan. Setelah mendapatkan data-data karyawan
yang diminta, pencari calon akan menyeleksi calon karyawan yang sekiranya akan
menempati jabatan kosong tersebut. Jika pencari calon tidak menemukan calon
karyawan yang dianggap sesuai, maka pencari calon akan mengajukan
permohonan untuk melakukan rekrutmen eksternal dari pimpinan. Jika pencari
calon menemukan calon karyawan yang dianggap sesuai, maka pencari calon akan
meminta persetujuan dari pimpinan. Untuk lebih jelasnya, aliran proses yang
dilakukan untuk menentukan karyawan yang akan mengisi jabatan dapat dilihat
29
3.4.2 System Flow
System flow merupakan suatu gambaran aliran sistem yang digunakan
pada perancangan sistem yang terstruktur dan terotomatisasi. Berdasarkan
permasalahan yang dialami pada sistem yang lama yang telah dilihat pada bagian
document flow atau Gambar 3.2 maka dibangun suatu sistem untuk mengatasi
permasalahan tersebut.
Sistem yang dibangun dimulai oleh bagian administrasi data yang
berguna untuk memaintain data-data yang dibutuhkan untuk mencari calon
karyawan yang sesuai untuk jabatan atau jabatan yang sesuai untuk seorang
karyawan. Maintain data yang dapat dilakukan yaitu menambah data baru,
mengubah data, dan menghapus data.
Selanjutnya sistem pada saat penilaian karyawan, data-data yang
digunakan untuk penilaian karyawan diperoleh dari data-data yang telah diolah
oleh bagian administrasi data. Data-data tersebut terdiri dari karyawan yang akan
dinilai dan daftar pertanyaan yang digunakan untuk penilaian. Setelah selesai
melakukan penilaian karyawan, data hasil penilaian tersebut akan disimpan.
Data hasil penilaian karyawan akan digunakan pada saat mencari calon
karyawan yang sesuai untuk jabatan maupun digunakan pada saat mencari calon
jabatan yang sesuai untuk karyawan.
Pada saat ingin mencari calon karyawan yang sesuai untuk jabatan,
pencari calon diharuskan untuk memilih jabatan yang ingin dicarikan karyawan
yang sesuai. Selanjutnya sistem akan mencocokan terlebih dulu kriteria yang
dibutuhkan jabatan dengan kriteria seluruh karyawan yang ada. Lalu karyawan
31
menggunakan metode Electre. Hasil seleksi dengan metode Electre merupakan
daftar nama calon karyawan yang sesuai untuk jabatan.
Pencari calon saat ingin mencari jabatan yang sesuai untuk karyawan,
diharuskan untuk memilih karyawan yang ingin dicarikan jabatan yang sesuai
terlebih dulu. Lalu sistem akan mencocokan kriteria karyawan tersebut dengan
seluruh kriteria jabatan yang ada. Setelah itu daftar jabatan yang memungkinkan
untuk ditempati oleh karyawan akan diseleksi lagi dengan menggunakan metode
Electre. Hasil seleksi tersebut merupakan daftar jabatan yang sesuai untuk
karyawan.
Bagian managerial akan memperoleh laporan mengenai daftar karyawan
yang sesuai untuk jabatan dan daftar jabatan yang sesuai untuk karyawan.
Berdasarkan laporan yang diperoleh tersebut, bagian managerial akan
memberikan persetujuan secara manual kepada pencari calon mengenai laporan
daftar karyawan yang sesuai untuk jabatan dan laporan jabatan yang sesuai untuk
karyawan. Untuk lebih jelas mengenai sistem yang dibangun dapat dilihat pada
33
3.4.3 Flowchart Metode ELECTRE
Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem ini yaitu metode
ELECTRE. Langkah-langkah dari metode ini dijelaskan pada Gambar 3.4.
Mulai
Selesai
Penentuan Bobot Kepentingan Kriteria
Penentuan Rating Kecocokan
Normalisasi Matriks
Membuat Weight Normalized Matriks
Menentukan Concordance Set Menentukan Discordance Set
Menghitung Matriks Concordance Menghitung Matriks Discordance
Menghitung Dominan Concordance Menghitung Dominan Discordance
Menentukan Aggregate Dominan Matriks
Eliminasi Alternatif Less Favorable
3.5 Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) merupakan perangkat yang digunakan
sebagai metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Penggambaran DFD
dimulai dari Context Diagram. Context Diagram dapat didekomposisi menjadi
level-level yang lebih rendah untuk menggambarkan sistem dengan lebih rinci.
3.5.1 Context Diagram
Context Diagram sistem ini memiliki tiga entitas yang terdiri dari
administrasi data, pencari calon dan managerial. Administrasi data memberikan
data login, nama agama, data kota, nama tingkat pendidikan, nama kriteria, nama
sub kriteria, nama pertanyaan untuk sub kriteria, nama divisi, data jabatan, data
karyawan, data pendidikan non resmi, data pengalaman kerja karyawan, data
pelanggaran karyawan, dan data absensi karyawan ke dalam sistem. Data-data
dari administrasi data tersebut akan diolah dan digunakan sebagai bahan untuk
penilaian karyawan. Untuk melakukan penilaian terhadap karyawan, pencari calon
memberikan data penilaian karyawan ke dalam sistem. Data penilaian karyawan
tersebut akan diolah untuk digunakan dalam menghasilkan daftar jabatan yang
sesuai untuk karyawan dan untuk digunakan dalam menghasilkan daftar karyawan
yang sesuai untuk jabatan. Pencari calon untuk mendapatkan daftar jabatan yang
sesuai bagi karyawan perlu memberikan data karyawan yang ingin dicarikan
jabatan yang sesuai terlebih dulu. Sedangkan untuk mendapatkan daftar karyawan
yang sesuai bagi jabatan, pencari calon perlu memberikan data jabatan yang ingin
dicarikan karyawan yang sesuai. Managerial akan mendapatkan laporan-laporan
3.5.2Level 0
Level 0 merupakan hasil dari dekomposisi Context Diagram. DFD Level 0 ini dapat dilihat pada Gambar 3.6.
37
3.5.3 Level 1
Level 1 merupakan hasil yang diperoleh dari dekomposisi proses yang
ada pada Level 0. Pada Level 1 ini terdapat hasil dekomposisi dari proses
maintain data dan proses mencari calon yang sesuai.
Hasil dekomposisi dari Proses Maintain Data pada Level 0 memiliki
delapan buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Maintain Data Login Aplikasi.
2. Subproses Maintain Data Kota.
3. Subproses Maintain Data Tingkat Pendidikan.
4. Subproses Maintain Data Agama.
5. Subproses Maintain Data Divisi.
6. Subproses Maintain Data Jabatan.
7. Subproses Maintain Data Data Kriteria.
8. Subproses Maintain Data Data Karyawan.
Level 1 dari Proses Maintain Data dapat dilihat pada Gambar 3.7 di halaman 38.
Hasil dekomposisi Proses Mencari Calon Yang Sesuai pada Level 0
memiliki dua buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Mencari Jabatan Yang Sesuai Untuk Karyawan.
2. Subproses Mencari karyawan Yang Sesuai Untuk Jabatan.
Level 1 dari Proses Mencari Calon Yang Sesuai dapat dilihat pada Gambar 3.8 di
3.5.4 Level 2
Level 2 merupakan hasil yang diperoleh dari dekomposisi proses yang
ada pada Level 1. Pada Level 2 ini terdapat hasil dekomposisi dari proses
maintain data-data kriteria, proses maintain data-data karyawan, proses mencari
jabatan yang sesuai untuk karyawan, dan proses mencari karyawan yang sesuai
untuk jabatan.
Hasil dekomposisi Proses Maintain Data Data Karyawan pada Level 1
memiliki lima buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Maintain Data Karyawan.
2. Subproses Maintain Data Absensi.
3. Subproses Maintain Data Pengalaman Kerja.
4. Subproses Maintain Data Pendidikan Non Resmi.
5. Subproses Maintain Data Pelanggaran.
Diagram Level 2 dari Proses Maintain Data Data Karyawan dapat dilihat pada
Gambar 3. 9 di halaman 41.
Hasil dekomposisi Proses Maintain Data Data Kriteria pada Level 1
memiliki tiga buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Maintain Data Kriteria.
2. Subproses Maintain Data Sub Kriteria.
3. Subproses Maintain Data Pertanyaan Sub Kriteria.
Level 2 dari Proses Maintain Data Data Kriteria dapat dilihat pada Gambar 3.10 di
43
Hasil dekomposisi Proses Mencari Jabatan Yang Sesuai Untuk Karyawan
pada Level 1 memiliki 11 buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Mencocokan Profil Karyawan Dengan Profil Jabatan.
2. Subproses Menentukan Nilai Bobot.
3. Subproses Membuat Matriks Keputusan.
4. Subproses Normalisasi Matriks Keputusan.
5. Subproses Membuat Weight Normalized Matriks.
6. Subproses Menentukan Concordance Dan Discordance Set.
7. Subproses Menghitung Matriks Concordance Dan Discordance.
8. Subproses Menghitung Dominance Concordance Dan Discordance.
9. Subproses Menentukan Agregate Dominance Matriks.
10.Subproses Eliminasi Alternatif Less Favorable.
11.Subproses Menampilkan Dan Menyimpan Jabatan Yang Sesuai.
Sebagian besar subproses dari Proses Mencari Jabatan Yang Sesuai Untuk
Karyawan merupakan proses-proses dari metode ELECTRE. Level 2 dari Proses
45
Hasil dekomposisi Proses Mencari Karyawan Yang Sesuai Untuk Jabatan
pada Level 1 memiliki 11 buah subproses yang terdiri dari:
1. Subproses Mencocokan Profil Jabatan Dengan Profil Karyawan.
2. Subproses Menentukan Nilai Bobot Kriteria Yang Digunakan.
3. Subproses Membuat Matriks Keputusan.
4. Subproses Normalisasi Matriks Keputusan.
5. Subproses Membuat Weight Normalized Matriks.
6. Subproses Menentukan Concordance Dan Discordance Set.
7. Subproses Menghitung Matriks Concordance Dan Discordance.
8. Subproses Menghitung Dominance Concordance Dan Discordance.
9. Subproses Menentukan Agregate Dominance Matriks.
10.Subproses Eliminasi Alternatif Less Favorable.
11.Subproses Menampilkan Dan Menyimpan Karyawan Yang Sesuai.
Sebagian besar subproses dari Proses Mencari Karyawan Yang Sesuai Untuk
Jabatan merupakan proses-proses dari metode ELECTRE. Level 2 dari Proses
47
3.6 Entity Relationship Diagram
1. Conceptual Data Model
Conceptual Data Model (CDM) berguna untuk mendokumentasikan kebutuhan database secara konseptual. CDM
dapat dilihat pada Gambar 3.13.
2. Phisical Data Model
Phisical Data Model (PDM) berguna untuk mendokumentasikan kebutuhan database secara fisikal. PDM ini dapat
juga dihasilkan dari hasil generate CDM. PDM sistem ini dapat dilihat pada Gambar 3.14.
49
3.7 Struktur Tabel
Berikut ini akan diuraikan struktur tabel yang nantinya digunakan dalam
pembuatan sistem.
1. Nama Tabel : Agama
Fungsi Tabel: Menyimpan data agama
Primary Key : KdAgama
Foreign Key : -
Tabel 3.1 Agama
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdAgama Char (2) Kode Agama
2 NmAgama Varchar (50) Nama Agama
2. Nama Tabel : Kota
Fungsi Tabel: Menyimpan data kota
Primary Key : KdKota
Foreign Key : -
Tabel 3.2 Kota
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdKota Char (5) Kode Kota
2 NmKota Varchar (50) Nama Kota
3. Nama Tabel : Pendidikan
Fungsi Tabel: Menyimpan data tingkat pendidikan
Primary Key : KdPendidikan
Foreign Key : -
Tabel 3.3 Pendidikan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdPendidikan Char (3) Kode Tingkat Pendidikan
4. Nama Tabel : LoginAplikasi
Fungsi Tabel: Menyimpan data login pengguna aplikasi
Primary Key : UName
Foreign Key : NIK
Tabel 3.4 LoginAplikasi
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 UName Char (12) Nama Pengguna Untuk Login
2 NIK Char (12) NIK Dari Nama Pengguna
3 Pwd Varchar (25) Kode Sandi
4 Hak1 Char (1) Hak Akses Pengguna
5 Hak2 Char (1) Hak Akses Pengguna
6 Hak3 Char (1) Hak Akses Pengguna
7 Hak4 Char (1) Hak Akses Pengguna
5. Nama Tabel : Divisi
Fungsi Tabel: Menyimpan data divisi jabatan
Primary Key : KdDivisi
Foreign Key : -
Tabel 3.5 Divisi
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdDivisi Char (5) Kode Divisi
2 NmDivisi Varchar (50) Nama Divisi
6. Nama Tabel : Kriteria
Fungsi Tabel: Menyimpan data kriteria
Primary Key : KdKrit
Foreign Key : -
Tabel 3.6 Kriteria
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdKrit Char (5) Kode Kriteria
51
7. Nama Tabel : SubKritteria
Fungsi Tabel: Menyimpan data sub kriteria
Primary Key : KdSubKrit
Foreign Key : KdKrit
Tabel 3.7 SubKritteria
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdSubKrit Char (10) Kode Sub Kriteria
2 KdKrit Char (5) Kode Kriteria
3 NmSubKrit Varchar (100) Nama Sub Kriteria
8. Nama Tabel : TanyaSubKriteria
Fungsi Tabel: Menyimpan data pertanyaan dari sub kriteria
Primary Key : KdTanyaSub
Foreign Key : KdSubKrit
Tabel 3.8 TanyaSubKriteria
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdTanyaSub Char (15) Kode Pertanyaan Sub Kriteria
2 KdSubKrit Char (10) Kode Sub Kriteria
3 TanyaSub Varchar (1000) Nama Pertanyaan Sub Kriteria
9. Nama Tabel : Jabatan
Fungsi Tabel: Menyimpan data jabatan
Primary Key : KdJab
Foreign Key : KdDivisi, KdPendidikan
Tabel 3.9 Jabatan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdJab Char (6) Kode Jabatan
2 KdDivisi Char (5) Kode Divisi Jabatan
3 KdPendidikan Char (3) Kode Pendidikan
4 NmJab Varchar (100) Nama Jabatan
10. Nama Tabel : KriteriaJabatan
Fungsi Tabel: Menyimpan data kriteria jabatan
Primary Key : -
Foreign Key : KdKrit, KdJab
Tabel 3.10 KriteriaJabatan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdKrit Char (5) Kode Kriteria
2 KdJab Char (6) Kode Jabatan
3 NilaiKrit Char (1) Nilai Kriteria
11. Nama Tabel : JabatanKaryawan
Fungsi Tabel: Menyimpan data jabatan karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK, KdJab
Tabel 3.11 JabatanKaryawan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 KdJab Char (6) Kode Jabatan
12. Nama Tabel : PengalamanKerja
Fungsi Tabel: Menyimpan data pengalaman kerja karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK
Tabel 3.12 PengalamanKerja
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 Perusahaan Varchar (100) Nama Perusahaan
3 Jabatan Varchar (100) Jabatan Pada Perusahaan
53
13. Nama Tabel : PendidikanNonResmi
Fungsi Tabel: Menyimpan data pendidikan non resmi karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK
Tabel 3.13 PendidikanNonResmi
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 NmInstansi Varchar (100) Nama Lembaga Pendidikan
3 JenisPendidikan Varchar (100) Nama Pendidikan Yang Diambil
4 TglMulai DateTime Tanggal Mulai
5 TglBerhenti DateTime Tanggal Berhenti
14. Nama Tabel : Absensi
Fungsi Tabel: Menyimpan data absensi karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK
Tabel 3.14 Absensi
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 TahunAbsen Varchar (4) Tahun Absen
3 BulanAbsen Varchar (10) Bulan Absen
4 TotalHadir Varchar (2) Total Kehadiran
15. Nama Tabel : Pelanggaran
Fungsi Tabel: Menyimpan data pelanggaran karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK
Tabel 3.15 Pelanggaran
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 WaktuPelanggaran DateTime Waktu Pelanggaran
16. Nama Tabel : Karyawan
Fungsi Tabel: Menyimpan data karyawan
Primary Key : NIK
Foreign Key : KdAgama,KdKota,KdKotaLahir,KdPendidikan
Tabel 3.16 Karyawan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 KdAgama Char (2) Kode Agama
3 KdKota Char (5) Kode Kota
4 KdKotaLahir Char (5) Kode Kota
5 KdPendidikan Char (3) Kode Pendidikan
6 Nama Varchar (100) Nama Karyawan
7 Alamat Varchar (100) Alamat Karyawan
8 NoTelp1 Varchar (15) Nomer Telpon Karyawan
9 NoTelp2 Varchar (15) Nomer Telpon Karyawan
10 TglLahir DateTime Tanggal Lahir Karyawan
11 KelaminKar Char (1) Jenis Kelamin Karyawan
12 TglMasuk DateTime Tanggal Masuk Karyawan
13 TglKeluar DateTime Tanggal Keluar Karyawan
14 Ahli Varchar (1000) Keahlian Karyawan
17. Nama Tabel : KarSesuai
Fungsi Tabel: Menyimpan data karyawan yang sesuai untuk jabatan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK, KdJab
Tabel 3.17 KarSesuai
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 KdJab Char (6) Kode Jabatan
3 TglProsesKar DateTime Tanggal Memproses
55
18. Nama Tabel : PenilaianKaryawan
Fungsi Tabel: Menyimpan data penilaian karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK, KdTanyaSub
Tabel 3.18 PenilaianKaryawan
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
2 KdTanyaSub Char (15) Kode Pertanyaan Sub Kriteria
3 TglPenilaian DateTime Tanggal Penilaian
4 Nilai Char (1) Nilai Untuk Karyawan
19. Nama Tabel : JabSesuai
Fungsi Tabel: Menyimpan data jabatan yang sesuai untuk karyawan
Primary Key : -
Foreign Key : NIK, KdJab
Tabel 3.19 JabSesuai
No Kolom Tipe Data Keterangan
1 KdJab Char (6) Kode Jabatan
2 NIK Char (12) Nomer Induk Karyawan
3 TglProsesJab DateTime Tanggal Memproses
4 KesesuaianJab Varchar (10) Kesesuaian Jabatan
3.8 Desain Input/Output
Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat desain input/output
adalah Microsoft Visio 2003. Desain ini berguna untuk menggambarkan interaksi
A. Form Login
Form ini merupakan form yang pertama kali muncul saat menjalankan
aplikasi. Form ini berguna untuk melakukan validasi terhadap user sebelum
masuk ke dalam sistem yang dibuat. Desain Form Login dapat dilihat pada
Gambar 3.15.
Form Login
Form Login
LOGIN EXIT
Username
Password
Gambar 3.15 Desain Form Login
B. Form Utama
Form ini muncul jika user sukses melakukan login ke dalam sistem.
Form ini berisikan menu-menu yang dapat dipilih. Desain Form Utama dapat
dilihat pada Gambar 3.16.
Form Utama
Absensi Bulanan Karyawan Pelanggaran Karyawan Penilaian Karyawan
Jabatan Sesuai Untuk Karyawan Karyawan Sesuai Untuk Jabatan
Daftar Kriteria Spesifikasi Jabatan Daftar Karyawan Absensi Bulanan Karyawan Pelanggaran Karyawan Hasil Penilaian Karyawan Pengalaman Kerja Karyawan Pendidikan Non Resmi Karyawan Jabatan Yang Sesuai Untuk Karyawan Karyawan Yang Sesuai Untuk Jabatan
Tutup Semua Form
57
C. Form Administrasi User
Form ini berfungsi untuk menambah user, mengubah hak akses user, dan
menghapus user dari sistem. Desain Form Administrasi User dapat dilihat pada
Gambar 3.17.
Form Administrasi User
Form Administrasi User
User Name NIK
TAMBAH UBAH
Hak Akses Menu
Nama Karyawan
CARI
Administrasi User
Administrasi Data
Penilaian & Saran
Laporan
HAPUS
CARI
NIK NAMA USERNAME
Gambar 3.17 Desain Form Administrasi User
D. Form Ganti Password
Form ini berfungsi untuk mengganti password dari user sistem. Desain
Form Ganti Password dapat dilihat pada Gambar 3.18.
Form Ganti Password Form Ganti Password
OK
Username
Password Lama Anda
Password Baru Anda
Ketik Lagi Password Baru Anda
E. Form Agama
Form ini berfungsi untuk menyimpan agama. Desain Form Agama dapat
dilihat pada Gambar 3.19.
Form Agama Form Agama
TAMBAH UBAH HAPUS
AGAMA
Agama
Gambar 3.19 Desain Form Agama
F. Form Kota
Form ini berfungsi untuk menyimpan kode dan nama kota. Desain Form
Kota dapat dilihat pada Gambar 3.20.
Form Kota Form Kota
TAMBAH UBAH HAPUS
Kode Kota
Nama Kota
KODE KOTA NAMA KOTA
59
G. Form Tingkat Pendidikan
Form ini berfungsi untuk menyimpan tingkat pendidikan. Desain Form
Tingkat Pendidikan dapat dilihat pada Gambar 3.21.
Form Tingkat Pendidikan
Form Tingkat Pendidikan
TAMBAH UBAH HAPUS
Tingkat Pendidikan
TINGKAT PENDIDIKAN
Gambar 3.21 Desain Form Tingkat Pendidikan
H. Form Divisi
Form ini berfungsi untuk menyimpan divisi. Desain Form Divisi dapat
dilihat pada Gambar 3.22.
Form Divisi
Form Divisi
Divisi
DIVISI
TAMBAH UBAH HAPUS
I. Form Kriteria
Form ini berfungsi untuk menyimpan kriteria, subkriteria, dan pertanyaan
pendukung untuk penilaian. Desain Form Kriteria dapat dilihat pada Gambar 3.23.
Form Kriteria Form Kriteria
Kriteria Sub Kriteria Pertanyaan
KRITERIA SUB KRITERIA PERTANYAAN
KRITERIA SUB KRITERIA PERTANYAAN YANG MENDUKUNG TAMBAH UBAH HAPUS TAMBAH UBAH HAPUS TAMBAH UBAH HAPUS
Tampil semua
Gambar 3.23 Desain Form Kriteria
J. Form Jabatan
Form ini berfungsi untuk menyimpan data jabatan. Desain Form Jabatan
dapat dilihat pada Gambar 3.24.
Form Jabatan
Form Jabatan
Level
Divisi
Nama Jabatan
Pendidikan Minimal
Jenis Kelamin Pria Wanita
Kriteria dan Nilai Tingkat Kepentingan Kriteria
Kriteria n Kriteria 2 Kriteria 1 KRITERIA
TAMBAH UBAH HAPUS
DAFTAR JABATAN
3 2 1 0
61
K. Form Karyawan
Form ini berfungsi untuk menyimpan data karyawan dan juga untuk
membuat pengalaman kerja dan pendidikan non resmi karyawan. Desain Form
Karyawan dapat dilihat pada Gambar 3.25.
Form Karyawan
Form Karyawan
TAMBAH UBAH HAPUS BARU Tgl. Masuk Tgl. Keluar
CARI
NIK NAMA
DATA TAMBAHAN
Pengalaman Kerja Pendidikan Non Resmi
JABATAN KARYAWAN
Gambar 3.25 Desain Form Karyawan
L. Form Pengalaman Kerja
Form ini berfungsi untuk menyimpan pengalaman kerja karyawan.
Desain Form Pengalaman Kerja dapat dilihat pada Gambar 3.26.
Form Pengalaman Kerja Form Pengalaman Kerja
CARI
NIK
Nama
Nama Perusahaan
Jabatan
Lama Kerja Tahun
NAMA PERUSAHAAN JABATAN LAMA KERJA ( THN) TAMBAH UBAH HAPUS
M. Form Pendidikan Non Resmi
Form ini berfungsi untuk menyimpan data pendidikan non resmi
karyawan. Desain Form Pendidikan Non Resmi dapat dilihat pada Gambar 3.27.
Form Pendidikan Non Resmi Form Pendidikan Non Resmi
TAMBAH UBAH HAPUS CARI
NIK Nama
NAMA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIAMBIL
Lama Pendidikan
Nama Lembaga Pendidikan
Pendidikan Yang Diambil
dd-MM-yyyy s/d dd-MM-yyyy
Gambar 3.27 Desain Form Pendidikan Non Resmi
N. Form Absensi Bulanan
Form ini berfungsi untuk mencatat absensi bulanan karyawan. Desain
Form Absensi Bulanan dapat dilihat pada Gambar 3.28.
Form Absensi Bulanan Form Absensi Bulanan
CARI NIK
Nama
Waktu Absensi
Kehadiran Hari
MMMM yyyy
TAHUN BULAN HADIR ( HARI ) TAMBAH UBAH HAPUS
63
O. Form Pelanggaran
Form ini berfungsi untuk mencatat pelanggaran karyawan. Desain Form
Pelanggaran dapat dilihat pada Gambar 3.29.
Form Pelanggaran
Form Pelanggaran
CARI
NIK
Nama
WAKTU PELANGGARAN DETAIL PELANGGARAN
TAMBAH UBAH HAPUS
Detail Pelanggaran
Waktu Pelanggaran dd-MM-yyyy
Banyak Pelanggaran Yang Telah Diperoleh : 0
Gambar 3.29 Desain Form Pelanggaran
P. Form Penilaian
Form ini berfungsi untuk memberikan penilaian kepada karyawan.
Desain Form Penilaian dapat dilihat pada Gambar 3.30.
Form Penilaian Form Penilaian
CARI
NIK
Nama
KRITERIA SUB KRITERIA PERTANYAAN UNTUK PENILAIAN 4 3 2 1
SIMPAN
Tgl. Penilaian dd-MM-yyyy