• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUNAN RUTE DISTRIBUSI ES BALOK DI PT. PUTRI SALJU MENGGUNAKAN FISHER AND JAIKUMAR ALGORITHM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENYUSUNAN RUTE DISTRIBUSI ES BALOK DI PT. PUTRI SALJU MENGGUNAKAN FISHER AND JAIKUMAR ALGORITHM"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENYUSUNAN RUTE DISTRIBUSI ES BALOK

DI PT. PUTRI SALJU MENGGUNAKAN

FISHER AND JAIKUMAR ALGORITHM

Skripsi

Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

BERNADET ROSITA WIDIYANTI

I0301018

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)

PERSEMBAHAN

Seluruh kerja keras dalam mengerjakan skripsi ini

dipersembahkan untuk :

Tuhan yang Ajaib

Bapak Thomas Wiyoto yang selalu mengawasi dari jauh

Ibu MM Sumiyati, the main source

(3)

MOTTO

Sufficentia Nostra a Deo Est

( Kemampuan kit a berasal dari Al l ah)

Semuanya hanya masalah pengendalian diri. Dan pilihan. Tidak

kurang, tidak lebih.

( Paulo Cuel ho, The Devil and Miss Prym )

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan

diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka

pintu akan dibukakan bagimu.

( Luk 11 : 9 )

Aja bungah ing pangalem, aja susah ing panacad

(4)

ABSTRAK

Bernadet Rosita Widiyanti, NI M : I 0301018. PENYUSUNAN RUTE DI STRI BUSI ES BALOK DI PT. PUTRI SALJU M ENGGUNAKAN

FI SH ER AND JAI K UM AR ALGORI TH M. Skripsi. Surakarta: Jurusan

Teknik I ndustri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas M aret, Juli 2006

PT. Putri Salju merupakan perusahaan es balok di Karanganyar memiliki kapasitas produksi maksimal 4860 balok es perhari. Setiap hari perusahaan mengirimkan pesanan kepada 30 konsumen yang merupakan agen es balok di 7 kabupaten yaitu Surakarta, Klaten, Purwodadi, Sragen, Karanganyar, Pacitan, Sukoharjo. Pengiriman pesanan menggunakan suatu armada yang terdiri dari 12 truk berkapasitas 110 balok es/truk dengan menempuh 10 rute yang telah ditentukan. Permasalahan yang dihadapi adalah jumlah permintaan konsumen pada beberapa rute melebihi kapasitas kendaraan yang melayani rute tersebut terutama rute-rute yang melayani kota Surakarta. Pesanan yang melebihi kapasitas kendaraan memaksa perusahaan melakukan penitipan pada rute lain atau melakukan pengantaran susulan menggunakan 3 pickup berkapasitas 37 balok es/pickup. Penitipan dan pengantaran susulan tersebut akan menambah jarak yang harus ditempuh kendaraan dan pada akhirnya akan menaikkan biaya pengiriman yang harus dibayarkan perusahaan. Untuk itu maka perlu disusun suatu rute pengiriman usulan yang telah mempertimbangkan kapasitas kendaraan sehingga meminimalkan penitipan terhadap rute lain atau pengantaran susulan yang pada akhirnya akan meminimalkan biaya pengiriman.

Tahap pertama dalam proses penyelesaian masalah adalah inisialiasasi yang membagi konsumen menjadi beberapa wilayah pengiriman berdasarkan kedekatan lokasi antar konsumen dan arah pengiriman. Tahap kedua adalah penyusunan rute menggunakan Fisher and Jaikumar Algorithm yang terdiri dari 2 fase yang acap disebut Cluster First , Route Second. Tahap ketiga adalah penghitungan biaya pengiriman dan perbandingan dengan biaya pengiriman rute perusahaan, jika ternyata biaya pengiriman rute usulan lebih kecil maka melangkah ke tahap berikutnya yaitu penyusunan jadwal pengiriman. Tahap terakhir adalah analisis terhadap rute usulan yang dihasilkan. Software yang digunakan dalam penelitian adalah Microsoft Excel dengan tool Solver yang terutama digunakan untuk memecahkan Generalized Assignment Problem dalam Fisher and Jaikumar Algorithm.

Penelitian ini selain menghasilkan rute usulan yang terdiri dari 13 rute dengan biaya pengiriman yang lebih rendah daripada biaya pengiriman rute perusahaan, juga mampu mengurangi terjadinya kekurangan kapasitas kendaraan pada tiap rutenya. Jadwal pengiriman yang disusun sebagai hasil lanjut rute usulan juga telah sanggup mengatur penggunaan armada dengan lebih optimal sehingga meningkatkan utilitas kendaraan.

Kata kunci: Penyusunan Rute Kendaraan, Fisher and Jaikumar Algorithm, Generalized Assignment Problem, Jadwal Pengiriman

xvI + 138 halaman; 38 gambar; 48 tabel; 6 lampiran

(5)

ABSTRACT

Bernadet Rosita Widiyanti, NI M : I 0301018. DESI GNI NG OF I CE BLOCKS DI STRI BUTI ON ROUTI NG AT PT. PUTRI SALJU USI NG FI SHER AND JAI KUM AR ALGORI THM . Final Project. Surakarta : I ndustrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Sebelas M aret University, July 2006.

PT. Putri Salju is an ice blocks factory in Karanganyar that has maximum production capacity 4860 ice blocks perday. In everyday the factory delivers ice blocks to 30 customer in 7 districts: Surakarta, Klaten, Purwodadi, Sragen, Karanganyar, Pacitan, and Sukoharjo. Delivery uses an fleet consisting of 12 trucks with capacity 110 ice blocks per truck. All vehicles trade over 10 routes.

However, the factory faced a problem. The problem was that customers demand was higher than capacity of the vehicles that serve the routes, especially in Surakarta. This condition caused the factory had to give the rest of demands to other routes or deliver them by 3 pickups with capacity 37 ice blocks per pickup. As consequence, it will take more distance and delivery cost. Therefore, it is suggested to make routes that consider the capacity of vehicle to minimize delivery cost.

The problem solving is divided into some steps. The first step is initialization that divided customers based on the location and the direction. The second step is to arrange routes with Fisher and Jaikumar Algorithm that consist of two phase commonly known as Cluster First, Routes Second. The third step is to calculate delivery cost and compare with factory’ s. If the delivery cost of the research is lower than delivery cost of the factory, delivery schedule can be arranged. The last step is to analyze suggested routes. This research uses Microsoft Excel with Solver tool to solve Generalized Assignment Problem in Fisher and Jaikumar Algorithm.

This research result in 13 routes with lower delivery cost than of the factory’ s. Beside that, the method can minimize the lack of vehicle capacity in every route. Delivery schedule also can manage the use of vehicle more optimally so that increase vehicle’ s utilization.

Key words: Vehicle Routing Problem, Fisher and Jaikumar Algorithm, Generalized Assignment Problem, Delivery Schedule.

(6)

KATA

PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat

dan kasih-Nya sehingga skripsi ini dapat tersusun dan diselesaikan dengan baik.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada

pihak-pihak yang terlibat dan mendukung penyelesaian skripsi ini yaitu :

1. Ibu Ir. Susy Susmartini, MSIE, selaku Ketua Jurusan Teknik Industri UNS

2. Bapak Wahyudi Sutopo ST, Msi dan Bapak Yuniaristanto ST, MT yang

telah meluangkan meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk

membimbing penulis menyelesaikan skripsi ini.

3. Ibu Azizah Asyati, ST,MT dan Bapak Irwan Iftadi ST, yang telah menguji

skripsi ini dan bersedia mengoreksi segala kesalahan yang ada serta telah

memberi kritik yang sangat berguna.

4. Mbak Yayuk, Mbak Rina, Pak Surono, Pak Agus dari TU Teknik Industri

yang telah bersedia diganggu dan membantu.

5. Bapak Winardi , yang telah memberi kesempatan bagi penulis untuk

melakukan penelitian di PT. Putri Salju dan memberikan berbagai bantuan

yang berguna.

6. Para petugas di PT. Putri Salju; Pak Kamto, Pak Ali, Pak Oki, Pak

Danang, Mas Petrus, Mas Agung, Mas Jojon, para Satpam dan petugas

lain yang telah memberikan banyak nasehat, masukan dan data yang

berguna.

7. Pak Giyono dan keluarga yang telah bersedia diganggu dan membantu.

8. Mbak Wulan yang bersedia menjawab segala pertanyaan mengenai

persamaan dan metode yang membingungkan.

9. Dik Shakinah dari FKIP Geografi yang telah mewujudkan peta dengan

baik.

10.Bapak di surga, ibu di Kutoarjo, Danang dimanapun, keluarga yang selalu

menjadi ingatan dalam mengerjakan.

11.Para saudara sepupu, Budhe, Pakdhe, Om dan Bulik yang selalu bertanya

(7)

12.Pak Wahyudi mania (Rini, Devi, Eva, Syed, Bahtiar, Nurlaila, Ame, Kiki)

yang saling mendukung.

13.PKM Sangkar Burung crew (Eva dan Miftah) yang sudah memberi

toleransi yang sangat besar.

14.Rekan-rekan mahasiswa Teknik Industri 2001, baik yang sudah lulus

maupun yang belum lulus, telah mendukung dari awal pengerjaan sampai

selesai, menjadi tempat bertanya serta selalu menguatkan setiap saat.

15.Angkatan wisuda September 2006 (Bangun, Esti, Ahmad, Doni, Ana,

Bang Jay, Furi, Nana, Fallah) yang sudah menyertai dari seminar sampai

akhir.

16.Bapak Ir. Hari Setyanto dan ibu, dik Erika, yang sudah sangat membantu

dalam pengurusan transkrip.

17.Bapak Bambang Taufik dari CNJ , pembimbing magang yang selalu

bertanya “ Gimana skripsimu?” sehingga memberi semangat penulis untuk

segera menyelesaikan skripsi ini.

18.Rekan-rekan LSP Crew yang selalu memberi semangat, terimakasih atas

pertemanan kita.

19.Julia, Bu Ida dan Mbak Dian yang telah bertoleransi selama les privat.

20.Rekan-rekan mahasiswa Teknik Industri yang lain, adik dan kakak

angkatan, yang selalu mendukung dan sering bertanya “ Kapan wisuda ?”

sehingga mendorong penulis untuk menyelesaikan skripsi ini secepatnya.

21.Rekan – rekan Parkit Crew ( Tutik, Yence, mbak Noy, Mujreng, Titik,

Upik, Ari, Atun, Chandra, Mbak Fosa) yang telah membantu segala hal

mulai dari fasilitas sampai moral.

22.Buku-buku pinjaman, meja dan kalkulatornya Yence, printernya Upik,

komputernya Atun dan Yence, semua barang pinjeman yang sudah

membantu dan pemiliknya.

23.Lombok Ijo - mas Uun, penyuplai komik nomor satu.

24.My kompie , yang bersedia bekerja keras sekeras-kerasnya.

25.Pihak-pihak yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu namun sangat

(8)

Akhirnya, penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak memiliki

kekurangan. Oleh karena itu segala kritik, masukan dan saran untuk

menyempurnakan skripsi ini akan diterima dengan senang hati. Semoga skripsi

ini memberikan manfaat bagi pembaca khususnya

(9)

DAFTAR I SI

1.7. Sistematika Pembahasan... I-6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... II-1

2.1. Gambaran Perusahaan ... II-1

2.2. Logistik ... II-6

2.3. Transportasi ... II-23

2.4. Penyusunan Rute dan Penjadwalan Kendaraan ... II-15

2.5. Vehicle Routing Problem... II-18

2.6. Capacitated Vehicle Routing Problem... II-22

2.7. Fisher and Jaikumar Algorithm... II-24

2.8. Penjadwalan ... II-35

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... III-1

3.1. Identifikasi Masalah ... III-3

3.2. Tujuan Penelitian... III-4

(10)

3.4. Kerangka Konseptual ... III-5

3.4.1. Formulasi Masalah... III-5

3.4.2. Inisialisasi untuk Membagi Wilayah Pengiriman ... III-8

3.4.3. Persamaan Perhitungan Biaya Pengiriman ... III-11

3.4.4. Penyusunan Jadwal Pengiriman ... III-12

3.5. Pengumpulan Data... III-13

3.6. Pengolahan Data... III-14

3.6.1. Inisialisasi untuk Membagi Wilayah Pengiriman... III-14

3.6.2. Penyusunan Rute dan Biaya Pengiriman Menggunakan

Fisher and Jaikumar Algorithm... III-16

3.6.3. Penentuan Layak tidaknya rute usulan ... III-21

3.6.4. Penyusunan Jadwal Pengiriman dengan menggunakan rute

usulan ... III-22

3.7. Analisis & Interpretasi Hasil ... III-22

3.7.1. Analisis Hasil Penyusunan Rute... III-22

3.7.2. Interpretasi Hasil ... III-23

3.8. Kesimpulan & Saran... III-23

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ... IV-1

4.1. Pengumpulan Data... IV-1

4.1.1. Konsumen ... IV-1

4.1.2. Waktu Pengiriman ... IV-7

4.1.3. Armada Pengiriman... IV-9

(11)

4.2.3. Penentuan Layak tidaknya Rute Usulan ... IV-37

4.2.4. Penyusunan Jadwal Pengiriman ... IV-38

BAB V ANALISIS & INTERPRETASI HASIL ... V-1

5.1. Analisis Hasil Penyusunan Rute………. V-1

5.2. Interpretasi Hasil ... V-6

BAB VI KESIMPULAN & SARAN... VI-1

6.1. Kesimpulan………. VI-1

6.2. Saran ... VI-2

DAFTAR PUSTAKA ... VII-1

LAMPIRAN 1... L-1

LAMPIRAN 2... L-2

LAMPIRAN 3... L-3

LAMPIRAN 4... L-4

LAMPIRAN 5... L-5

(12)

DAFTAR GAM BAR

Gambar 2.1. Balok Es Batu yang Dihasilkan PT. Putri Salju... II-2

Gambar 2.2. Bagan Proses Pelayanan Pesanan... II-3

Gambar 2.3. Gambaran Lantai Produksi Es Balok PT. Putri Salju... II-5

Gambar 2.4. Empat Strategi Utama dalam Logistik... II-8

Gambar 2.5. Contoh Gambar yang Menunjukkan Masalah Penyusunan

Rute dan Penjadwalan Kendaraan... II-16

Gambar 2.6. Contoh Rute Hasil Penyelesaian Vehicle Routing Problem ... II-20

Gambar 2.7. Bagan Langkah Fisher and Jaikumar Algorithm... II-28

Gambar 2.8. Koordinat Konsumen Permasalahan Webvan... II-29

Gambar 2.9. Posisi Angular Konsumen... II-30

Gambar 2.10. Sweeping ... II-30

Gambar 2.11. Seed 1... II-31

Gambar 2.12. Seed Point Seed 1 ... II-32

Gambar 2.13. Hasil Penyusunan Rute Menggunakan Fisher and Jaikumar Alg II-34

Gambar 3.1. Bagan Metodologi Penelitian... III-1

Gambar 3.2. Aliran Proses Pengiriman Es Balok di PT. Putri Salju... III-5

Gambar 3.3. Langkah – langkah Inisiallisasi untuk Membagi Wilayah -

Wilayah Pengiriman ... III-10

Gambar 3.4. Hasil Pemisahan ... III-15

Gambar 3.5. Hasil Penggabungan ... III-15

Gambar 3.6. Hasil Pengurutan ... III-16

Gambar 3.7. Wilayah-Wilayah Hasil Inisialisasi ... III-16

Gambar 4.1. Rata-rata Permintaan Perhari Perbulan Seluruh Konsumen

pada tahun 2004-2005... IV-2

Gambar 4.2. Rata-Rata Permintaan Perhari Tiap Agen Tahun 2004-2005 ... IV-4

Gambar 4.3. Peta Lokasi Para Konsumen ... IV-5

Gambar 4.4. Lokasi Koordinat Para Konsumen ... IV-6

Gambar 4.5. Hasil Tahap Pemisahan... IV-16

(13)

Gambar 4.7. Hasil Tahap Pengurutan... IV-18

Gambar 4.8. Wilayah-Wilayah Pengiriman... IV-19

Gambar 4.9. Sweeping Wilayah 3 ... IV-23

Gambar 4.10. Sweeping Wilayah 5 ... IV-23

Gambar 4.11. Gambar Pembagian Seed dan Seed Point untuk Wilayah 3... IV-27

Gambar 4.12. Pembagian Seed dan SeedPoint untuk Wilayah 5... IV-28

Gambar 4.13. Peta Rute Usulan ... IV-34

Gambar 4.14. Peta Rute Usulan untuk Wilayah 3 dan 5 ... IV-35

Gambar 5.3. Rute Perusahaan ... V-8

Gambar 5.4. Rute Usulan... V-8

Gambar 5.5. Grafik Perbandingan Jarak Pengiriman... V-9

Gambar 5.6. Grafik Jumlah Konsumen yang Dilayani Tiap Rute ... V-12

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Agen-agen Konsumen PT. Putri Salju ... I-3

Tabel 1.2. Rute Kendaraan Pengantar Rs di PT. Putri Salju... I-3

Tabel 1.3. Rata-Rata Permintaan Perhari pada Tahun 2005... I-4

Tabel 2.1. Hasil Penilaian terhadap Metode Pemecahan CVRP... II-24

Tabel 2.2. Tabel Pembantu Masalah Webvan... II-28

Tabel 2.3. Hasil Perhitungan Koordinat Seed Point ... II-33

Tabel 2.4. Insertion Cost ... II-33

Tabel 2.5. Hasil dari Penyusunan Rute Berdasarkan Fisher and Jaikumar Alg II-34

Tabel 4.1. Depot, Konsumen Perusahaan ... IV-2

Tabel 4.2. Rata-rata Permintaan Perhari pada Tahun 2004-2005 ... IV-3

Tabel 4.3. Koordinat Lokasi Konsumen... IV-7

Tabel 4.4. Waktu Tempuh Perjalanan Rute Perusahaan... IV-8

Tabel 4.5. Jadwal Pengiriman Es Balok ... IV-9

Tabel 4.6. Kendaraan yang Digunakan dalam Pengiriman... IV-9

Tabel 4.7. Petugas Pengiriman Es Balok ... IV-10

Tabel 4.8. Nomor Polisi Kendaraan ... IV-10

Tabel 4.9. Jarak yang Ditempuh oleh Rute Perusahaan... IV-11

Tabel 4.10. Data Biaya Pengiriman... IV-12

Tabel 4.11. Pembagian Wilayah... IV-20

Tabel 4.12. Posisi Angular Setiap Konsumen... IV-21

Tabel 4.13. Perhitungan θ kons. batas kiri seed jk, batas muatan seed jk,

selisih sudut, θkonsumen batas kanan seed jk untuk wilayah 3... IV-24

Tabel 4.14. Perhitungan θ kons. batas kiri seed jk, batas muatan seed jk,

selisih sudut, θkonsumen batas kanan seed jk untuk wilayah 5... IV-25

Tabel 4.15. Batas kanan seed, posisi angular seed pointk), jarak seed

(15)

Tabel 4.16. Batas kanan seed, posisi angular seed pointk), jarak seed

point jk (dk), koordinat Cartesius seed point Sk untuk wilayah 5.... IV-27

Tabel 4.17. Insertion Cost Wilayah 3... IV-29

Tabel 4.18. Insertion Cost Wilayah 5... IV-29

Tabel 4.19. Hasil Generalized Assignment untuk Wilayah 3... IV-30

Tabel 4.20. Hasil Generalized Assignment untuk Wilayah 5... IV-30

Tabel 4.21. Total permintaan Tiap Cluster Wilayah 3 ... IV-31

Tabel 4.22. Total permintaan Tiap Cluster Wilayah 5 ... IV-31

Tabel 4.23. Hasil Pengurutan Rute... IV-32

Tabel 4.24. Hasil Pengurutan Rute Sesuai Nama Konsumen ... IV-33

Tabel 4.25. Pembagian Tugas Kendaraan... IV-35

Tabel 4.26. Waktu Tempuh Perjalanan dan Loading Tiap Rute... IV-38

Tabel 4.27. Waktu Total Pengiriman dan Jadwal Pengiriman... IV-40

Tabel 5.1. Rute Usulan... V-1

Tabel 5.2. Konsumen,Jarak Pengiriman, Waktu Tempuh Rute Usulan ... V-3

Tabel 5.3. Kendaraan yang Melayani Setiap Rute ... V-4

Tabel 5.4. Permintaan dan Utilitas Kapasitas Kendaraan... V-5

Tabel 5.5. Rute Perusahaan ... V-7

Tabel 5.6. Keterangan Rute Perusahaan ... V-9

Tabel 5.7. Keterangan Rute Usulan... V-9

Tabel 5.8. Perbandingan Rute Perusahaan dan Rute Usulan ... V-10

Tabel 5.9. Selisih Biaya Pengiriman Rute Usulan dan Rute Perusahaan ... V-12

Tabel 5.10. Permintaan & Kapasitas Kendaraan Rute Perusahaan ... V-13

Tabel 5.11. Utilitas Kapasitas Kendaraan Rute Perusahaan ... V-14

Tabel 5.12. Jadwal Pengiriman Usulan... V-14

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan diuraikan latar belakang masalah, perumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan dan asumsi yang dipakai serta

sistematika penulisan yang keseluruhannya berusaha dipadukan agar dapat

memberikan gambaran umum mengenai penelitian ini dan alasan pentingnya

penelitian ini dilakukan.

1.1Latar Belakang

Logistik merupakan bagian yang sangat khas dari industri manufaktur.

Waktu kerja logistik tidak terbatas dan tidak mengenal batas-batas wilayah,

misalnya kendaraan pengangkut barang akan pergi kemanapun barang yang

mereka angkut dibutuhkan konsumen. Proses logistik pun tidak hanya meliputi

pengangkutan tetapi mencakup wilayah yang luas seperti yang terungkap dalam

definisi logistik yaitu proses perencanaan, implementasi dan pengontrolan

efisiensi, aliran berbiaya rendah , penyimpanan bahan baku, persediaan work i n

process, produk akhir dan informasi yang bersangkutan dari titik asal sampai titik

konsumsi dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen (Council of Logistic

Management, Bowersox, 4 ; Ballou, 6)

Salah satu perusahaan yang melakukan proses logistik adalah PT. Putri

Salju. Perusahaan yang berlokasi di Desa Dagen, Jaten, Karanganyar ini

memproduksi es balok. Perusahaan ini memiliki sebuah depot dan beberapa

konsumen. Distribusi produknya meliputi beberapa tingkat yaitu wholesaler

(agen), retailer (pengecer) dan konsumen akhir, namun yang ditangani

perusahaan hanya sampai tingkat wholesaler saja sehingga konsumen perusahaan

ini merupakan para agen yang tersebar di 7 kabupaten. Pendistribusian produk ke

agen dilakukan sendiri oleh perusahaan dengan melakukan pengantaran langsung

sesuai pesanan para konsumen atau menggunakan jaringan transportasi direct

(17)

Proses logistik dalam perusahaan ini berjalan cukup baik bila dilihat dari 5

kunci dalam logistik yaitu : customer ser vice, karakteristik produk, kebijakan

pemberian harga, permintaan, biaya pengiriman (Ballou,37). Dalam segi

pelayanan konsumen , perusahaan sudah berusaha sebaik-baiknya agar konsumen

puas dengan misalnya dengan menerima pemesanan pertelepon sampai jam 12

malam, mengirimkan pesanan es balok langsung ke para konsumen, mengijinkan

pembayaran ditunda, berusaha mengirimkan es sebelum jam 6 pagi. Dari segi

karakteristik produk, perusahaan sudah menerapkan langkah-langkah agar dalam

pengiriman produk tahan lama misalnya dengan memberi tutup dari terpal

sehingga es tidak mencair terlalu banyak di tengah jalan, menjaga kualitas air

bahan baku es dan kejernihan es. Untuk kebijakan pemberian harga, perusahaan

sudah menaati konsensus bersama dengan 4 perusahaan es lain di Surakarta untuk

menyeragamkan harga. Penanganan permintaan juga sudah cukup bagus karena

kapasitas produksi yang cukup besar - sekitar 4860 balok es perhari - mampu

menangani berapapun permintaan konsumen. Hanya satu hal yang masih menjadi

perhatian adalah tingginya biaya pengiriman.

Biaya pengiriman di perusahaan ini masih tinggi, nilainya berada di

peringkat kedua setelah biaya produksi. Biaya pengiriman di perusahaan ini terdiri

dari biaya tenaga kerja pengiriman, biaya perawatan kendaraan, biaya BBM

kendaraan, biaya pajak kendaraan dan biaya penyusutan kendaraan. Salah satu

biaya yang paling banyak menyebabkan tingginya biaya pengiriman adalah biaya

BBM kendaraan. Besarnya biaya BBM kendaraan ini disebabkan yang pertama

oleh kenaikan harga BBM nasional. Pada tahun 2005 terjadi 2 kali kenaikan harga

BBM nasional yang menyebabkan kenaikan biaya BBM kendaraan sebanyak 36

%. Penyebab yang kedua adalah kurang maksimalnya pengaturan rute pengiriman

permintaan.

Rute sangat berpengaruh terhadap biaya BBM kendaraan pada khususnya

dan biaya pengiriman pada umumnya karena dari rute yang disusun akan

diketahui lama waktu yang dihabiskan produk dalam perjalanan , dari lama waktu

tersebut akan diketahui jumlah pengiriman yang dapat dilakukan dalam periode

(18)

lama waktu yang dihabiskan produk di jalanan, maka semakin banyak pula biaya

yang dihabiskan. Kenyataan inilah yang mendorong perlunya disusun rute yang

akan meningkatkan pelayanan dan mengurangi biaya pengiriman serta pada

akhirnya akan meningkatkan utilisasi peralatan transportasi, tenaga kerja dan

kepuasan konsumen (Ballou, 191).

Selama ini perusahaan telah melayani 30 konsumen (tabel 1.1) dengan

menggunakan 10 rute (tabel 1.2).

Tabel 1.1. Agen-Agen Konsumen PT. Putri Salju

No Konsumen No Konsumen No Konsumen

Tabel 1.2. Rute Kendaraan Pengantar Es Di PT. Putri Salju

(19)

Setiap konsumen akan melakukan pemesanan sampai pukul 24.00

kemudian perusahaan akan mengantarkannya mulai pukul 00.00 dengan

menggunakan 12 truk perusahaan yang memiliki kapasitas masing-masing 110 es

balok. Sayangnya dalam pelaksanaannya masih banyak terjadi kondisi dimana

permintaan konsumen yang melebihi kapasitas truk. Contohnya pada tabel 1.3,

pada rute D terjadi kelebihan permintaan pada bulan Januari 2005 sebanyak

128-110 = 18 balok es. Rute yang sering mengalami kelebihan permintaan dan

menyebabkan kekurangan kapasitas kendaraan adalah rute A, B, D, E, J. Untuk

mengatasi kekurangan tersebut maka dilakukan penitipan terhadap rute C atau

pengantaran susulan menggunakan pickup yang memiliki kapasitas 37 es balok.

Adanya penitipan akan menyebabkan truk yang akan mengantarkan es ke agen di

rute D harus berbelok dulu ke agen di rute C sedangkan pengantaran susulan

mengakibatkan satu konsumen dikunjungi lebih dari satu kendaraan.

Penitipan dan pengantaran susulan akan mengakibatkan bertambahnya biaya

bahan bakar karena sebuah kendaraan harus menempuh jarak yang lebih panjang

dari rute yang seharusnya dan satu rute akan dilalui oleh lebih dari satu kendaraan

sehingga jarak yang ditempuh akan berlipat ganda. Adanya penitipan dan

pengantaran susulan juga menyebabkan es tiba di lokasi konsumen tidak pada

waktu yang bersamaan, hal ini dapat mengganggu konsumen karena konsumen

perusahaan ini merupakan para agen yang harus melayani es pada para pengecer,

jika terjadi keterlambatan pengiriman atau kedatangan es yang terpisah-pisah

maka secara otomatis akan mengganggu proses pelayanan terhadap para pengecer.

Tabel 1.3. Rata-Rata Permintaan Perhari Pada Tahun 2005

(20)

Berdasarkan berbagai fakta yang ada maka dipandang perlu untuk menyusun

rute yang dapat mengakomodasi permintaan konsumen dan sesuai dengan

kapasitas kendaraan sehingga mengurangi penitipan antar rute dan pengantaran

susulan. Bila penitipan antar rute dan pengantaran susulan dikurangi maka

diharapkan dapat meminimalkan biaya pengiriman.

Komponen logistik yang berkaitan dengan penyusunan rute adalah

transportasi. Dalam ilmu transportasi ini dikenal berbagai metode penyusunan

rute. Salah satu metode yang dianggap tepat untuk menyelesaikan permasalahan

di PT. Putri Salju ini adalah Fisher and Jaikumar Algorithm (Chopra,296). Fisher

and Jaikumar Algorithm dianggap tepat karena dalam perhitungannya telah

memperhitungkan kapasitas permintaan, pengerjaannya cukup mudah dan cepat,

selain itu solusi yang dihasilkan juga cukup baik dibandingkan metode-metode

yang lain. Dalam penelitian ini akan akan dilakukan beberapa langkah tambahan

agar penerapan metode tersebut sesuai dengan keadaaan di PT. Putri Salju.

Setelah dilakukan penyusunan rute pengiriman akan dilakukan juga penyusunan

jadwal pengiriman yang akan membuat aplikasi rute pengiriman menjadi lebih

nyata. Adanya jadwal pengiriman ini akan menyebabkan penggunaan kendaraan

dan stasiun pengisian lebih teratur dan optimal.

1.2 Perumusan M asalah

Masalah yang akan dibahas adalah bagaimana menentukan rute pengiriman

es balok di PT. Putri Salju yang telah mempertimbangkan kapasitas kendaraan

untuk meminimalkan biaya pengiriman.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun rute kendaraan untuk

pengiriman es balok dengan menggunakan Fisher and Jaikumar Algorithm dan

(21)

1.4 M anfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini bagi perusahaan adalah

a. Membantu perusahaan dalam menentukan rute yang akan mengurangi

terjadinya penitipan antar rute dan pengantaran susulan sehingga proses

pengiriman akan lebih teratur.

b. Meminimalkan biaya pengiriman.

c. Mengoptimalkan penggunaan kendaraan.

1.5 Pembatasan M asalah

Agar tujuan dalam penelitian ini tercapai maka dilakukan pembatasan

masalah sebagai berikut :

a. Data yang dipakai untuk perhitungan adalah data tahun 2004-2005 yang

diperoleh dari perusahaan.

b. Tidak ada penambahan kendaraan

1.6 Asumsi-asumsi

Asumsi dalam penelitian ini adalah sebagasi berikut :

a. Alat transportasi yaitu truck dan pickup selalu tersedia dalam kondisi baik.

b. Jumlah konsumen tetap yaitu 30 agen es balok .

c. Tidak ada pengiriman di luar jadwal pengiriman yang ada.

d. Waktu unloading dan loading es balok 0,5 menit/ balok.

1.7 Sistematika Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang penelitian, perumusan masalah

yang hendak diselesaikan, tujuan penyelesaian masalah tersebut,

manfaat penyelesaian masalah tersebut bagi perusahaan, pembatasan

masalah yang dilakukan, asumsi-asumsi yang digunakan dan

(22)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini mengemukan gambaran mengenai perusahaan dan tinjauan

pustaka mengenai teori-teori yang digunakan dalam penelitian untuk

menyelesaikan masalah yang dihadapi.

BAB III METODOLOGI

Bab ini menjelaskan tentang tahap-tahap pembahasan masalah secara

berurutan adalah studi pendahuluan, identifikasi masalah, kerangka

konseptual, pengumpulan data, pengolahan data, penyusunan rute

kendaraan, penentuan biaya pengiriman, penentuan jadwal

pengiriman , analisa dan kesimpulan.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bab ini menjelaskan tentang pengumpulan data dan perhitungan

untuk menyusun rute usulan, biaya pengiriman dan jadwal

pengiriman.

BAB V ANALISIS

Bab ini menganalisis hasil pengolahan data dan perbandingan antara

rute usulan dengan rute yang selama ini dipakai oleh perusahaan.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar

Tabel 1.1. Agen-Agen Konsumen PT. Putri Salju
Tabel 1.3. Rata-Rata Permintaan Perhari Pada Tahun 2005

Referensi

Dokumen terkait

Dalam distribusinya, perusahaan memiliki batasan-batasan, seperti batasan kapasitas beban yang dibawa maksimal 90% dari kapasitas kendaraan maksimum, batasan waktu yang tidak dapat

Toth and Vigo (2002) menyatakan Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan suatu permasalahan penentuan rute pengiriman atau distribusi yang melibatkan sekumpulan

Dengan metode heuristik diharapkan dapat membantu dalam penentuan jumlah kendaraan angkut yang digunakan serta rute pengiriman barang yang harus ditempuh, sehingga