iii
ABSTRAK
Fajar Munggah Pramdani
Profil Komunitas Punk
Komunitas Punk adalah sekelompok remaja yang berkumpul secara bersama-sama dalam
satu wadah atau kelompok yang mempunyai gaya hidup,
trend, fashion,
mengusung slogan
kebersamaan
(equality,)
anti kemapanan, anarkisme, solidaritas sosial, dan anti penindasan di
segala bentuk apa pun. Hal yang demikian itu, merupakan bagian dari identinas yang ada pada
diri anak-anak punk dan sebagai slogan-slogan anak-anak punk diidentikan melalui
perlawanan-perlawanan anak punk atau komunitas terhadap segala bentuk diskriminasi, penindasan,
ketidak-adilan yang dilakukan oleh para penguasa, pengusaha, para elit politik dan pemerintah kepada
masyarakat. Maka dengan memakai busana, pakaian yang cenderung urakan merupakan bentuk
dari perlawanan anak-anak punk terhadap penguasa. Sejarah munculnya komunitas punk berawal
dari gejolak ekonomi keuangan, di London Inggris, tepatnya pada tahun 1970. Memaksa
anak-anak muda membuat sebuah gerakan yang diawali oleh kelas-kelas pekerja (buruh). Kemudian,
Inggris mengalami krisis ekonomi keuangan yang berkepanjangan dengan mengeksploitasi, dan
menindas para pekerja pada saat itu yang mengakibatkan terjadinya pengangguran, serta
tindakan kriminalitas diakibatkan oleh pemerintah, penguasa, demi pemulihan krisis ekonomi
keuangan.
Penelitian ini mengunakan metode pendekatan
kualitatif
, teknik pengumpulan data
seperti, wawancara, pengamatan, dan observasi. Dengan melalui metode pendekatan
fenomenologi bertujuan agar dapat mewawancarai sumber atau orang yang mengalami langsung
berdasarkan pengalaman pribadinya dan memperoleh hasil temuan penelitian sesuai peristiwa
atau fenomena yang terjadi, Sedangkan subyek dalam penelitiaan ini adalah 7 anggota komunitas
punk yang berada di Lenteng Agung dari 10 orang anggota komunitas punk yang berada di
Lenteng Agung. Pemilihan informan utama diambil dengan ciri yaitu sample secara acak. Yang
di dalamnya merupakan tekhnik sampling snowball bertujuan untuk mendapatkan informasi
yang diperoleh terlebih dahulu, sehing dimulai dari satu lama-kelamaan menjadi semakin
banyak.
iv
KATA PENGANTAR
Al-hamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kepada Allah
SWT nikmat, karunia dan kesempatan mengembangkan potensi diri dan keilmuan, sehingga
skripsi pada Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UIN Syarif
Hidayatullah selesai dengan baik, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kehariban
junjungan alam Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan
pengikutnya yang selalu istiqomah dijalannya.
Selanjutnya, berkaitan dengan penyelesaian Skripsi ini, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika, instansi baik lembaga maupun
perorangan yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Ucapan trima kasih
penulis kepada :
Terima kasih yang tak terhingga penulis haturkan Bapak Dr. Zulkifly, MA selaku Ketua
Jurusan Sosiologi sekaligus dosen pembimbing penulis yang telah sabar, meluangkan waktu
untuk penulis serta motivasi dan bimbingan beliau hingga pada akhirnya penulis bisa
menyelesaikan skripsi. Ibu Joharutul Jamilah, M.Si selaku sekertaris jurusan, Bapak Muhammad
Ismail, S.Ag selaku dosen pembimbing akademik, dan para dosen sosiologi Fakultas Ilmu Politik
dan Ilmu Sosial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
v
Suparyandi Sanusi dan M. Yusuf Sufian, Apih, Mamih beserta semua keluargaku, sanak
saudaraku yang ada di Sukabumi.
Neng Ida Ros Hayati, yang selalu mengingatkan penulis memberi motivasi, semangat
kepada penulis, untuk dapat menyelesaikan skripsi.
Sahabat-sahabati penulis, Reni Agustina, Epo Nurwahyuni, seluruh anggota paduan suara
Lamyuzard Serta para pembina LamYuzard, para personil fortuna band, dan Mamah Ririn yang
selalu memberikan semangat kepada penulis.
Sahabat-sahabat aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat.
Seluruh senior, alumni dan keluarga besar PMII Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan
Tinggi Umum (KOMFUSPERTUM), PMII Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KOMFISIP).
Teman-teman penulis mahasiswa Sosiologi dan Ilmu Politik Angkatan 2006 (FISIP). Dan
teman-teman ku di rumah Om ilay, Aceng beserta keluarga
Terima kasih sebesar-besarnya penulis haturkan kepada Para Personil komunitas Punk,
Bang Mike, Bob, Ebet, Umar, Sinyo, Riki dan para personil komunitas Punk lainnya yang tidak
bisa disebutkan satu persatu.
Akhirnya, penulis memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga mereka semua
mendapat balasan yang mulia dan pahala yang berlipat ganda di sisi-Nya. Terakhir semoga
skripsi ini dapat bermanfaat dan menjadi kontribusi bagi khazanah keilmuan Sosiologi, serta
menjadi amal shalih di hadapan Allah
Ta’ala
.
Amiin ya rabbal ’alamin
.
Ciputat 23 November 2011
vii
OUTLINE
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
:
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ………... 1
B.
Perumusan Masalah ... 6
C.
Tujuan Penelitian ... 6
D.
Manfaat Penelitian ... 7
E.
Tinjauan Pustaka ... 7
F.
Metode Penelitian ………... 13
G.
Sistematika Penulisan ……….... 15
BAB II
: LANDASAN TEORI
A.
Tinjauan Sosiologi Tentang Beberapa Faktor Masalah
Sosial... 17
1. Faktor Keluarga... 17
2. Faktor Pertemanan... 21
3. Faktor Kemiskinan... 25
4. Faktor Lingkungan... 27
viii
B.
Keanggotaan Komunitas Punk………. 35
C.
Identitas Diri Anak Punk Dengan Simbol-simbolnya... 37
D.
Tingkat Sosial dan Ekonomi... 40
E.
Anak-anak Punk Dalam Aksi Panggung... 43
F.
Penilaian Masyarakat Terhadap Komunitas Punk... 45
BAB 1V
:
KEGIATAN-KEGIATAN DAN FAKTOR PENDORONG MENJADI
KOMUNITAS PUNK
A.
Kegiatan Komunitas Punk... 48
1.
Kegiatan Punk Dalam Berkumpul ... 50
2.
Kegiatan Punk Dalam Bermusik ... 52
3.
Kegiatan Punk Dalam Berwirausaha ... 56
4.
Kegiatan Punk Dalam Membuat Lirik Lagu ... 57
5.
Kegiatan Punk Membuat Tatto... 58
B.
Faktor yang Mendorong Menjadi Komunitas Punk
2.
Faktor Keluarga ... 62
3.
Faktor Kemiskinan ... 65
4.
Faktor Lingkungan... 68
5.
Faktor Pertemanan ... 71
BAB V
: PENUTUP
A.
Kesimpulan ……… 81
B.
Saran……… 83
ix
LAMPIRAN
Lampiran 1 hasil Wawancara dan Observasi
Lampiran II Dokumentasi Penelitian
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Punk merupakan sebuah gaya hidup yang mengusung identitas kebebasan
dan anti kemapanan. Identitas dan anti kemapanan itu diidentikan dengan fashion,
gaya, penampilan, cara berpakaian, seperti menggambarkan sebuah kebebasan,
gejolak terhadap pengusaha, pemerintah, dan para penguasa pada waktu itu. Punk
dalam mengenakan pakaiannya menghasilkan gaya, busana cenderung
berlebih-lebihan. Karena hal tersebut merupakan bagian dari perlawanan Punk terhadap
para penguasa, dengan menunjukan bahwa Punk bukan kaum yang tersisih.1 Dalam sejarahnya Punk, merupakan sub budaya yang lahir di London,
Inggris. Gerakan anak muda yang diawali dari kelas-kelas pekerja ini mengalami
masalah ekonomi keuangan dengan tingkat pengangguran dan kriminalitas yang
tinggi. Pada tahun 1970-an, Inggris mengalami masalah krisis ekonomi sehingga
muncul perkembangan kapitalisme yang telah membuat pemerintah Inggris
mengeksploitasi, menindas, menekan kelas pekerja, demi pemulihan ekonomi.
Kelahiran Punk pada tahun 1970-an dilatar belakangi adanya ketidakpuasan akan
sistem serta aturan yang berlaku di Inggris serta sebagai bentuk ide dan
perlawanan anak-anak muda yang berasal dari kelas-kelas pekerja terhadap
1
2
pemerintahan yang menerapkan sistem kapitalisme, dengan melakukan berbagai
tindakan eksploitasi, penindasan, dan diskriminasi terhadap para pekerja industri.2 Kemudian gerakan perlawanan yang dipelopori oleh anak-anak muda ini
yang berasal dari kelas pekerja secara cepat masuk ke Amerika yang sedang
mengalami masalah krisis ekonomi dan keuangan yang ditandai dengan
kemerosotan moral, etika, para-para tokoh elit politik negara tersebut, sehingga
dapat memicu adanya tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Oleh
sebab itu, Punk dalam menggunakan budaya perlawanannya diidentikan oleh
fashion, musik, dan bahasa. Budaya perlawanan ini menempatkan pada
tekanan-tekanan politis yang lebih besar dalam bentuk-bentuk simbolis perlawanan, baik
individual, maupun kolektif.3
Dengan perkembangan musik Punk yang semakin pesat pada tahun
1970-an Punk mulai menyebar dari Eropa sampai deng1970-an Amerika, Asia, bahk1970-an
hampir ke seluruh dunia. Inti dari slogan punk adalah semangat penyesuain diri,
bebas berpendapat, bebas berbicara, bebas berekspresi, dan bebas menyuarakan
pendapat.4
Selanjutnya, Punk mulai dikenal Di Indonesia sejak akhir tahun 1970-an,
tetapi baru mengalami perkembangan pesat pada tahun 1990-an di Jakarta.
Kemudian lahirlah generasi pertama Punk di Jakarta dengan sebutan Young
Offender (Y.O), yaitu nama komunitas anak-anak muda yang memiliki arti makna
2
Murti, Keberagamaan Komunitas Punk, (Skripsi S1 Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negri Jakarta, 2007).
3
Idrus Syatri, “Sejarah Anak Punk: Jangan Ngaku anak Punk, artikel ini diakses pada 26 Desember 2010. dari Http://www.waingapu.com/sejarah-punk-jangan-ngaku-anak-punk-sebelum-baca-tulisan-ini.html
4
3
dari simbol-simbol Punk dan Young Offender (Y.O) tampil sebagai kelompok
Punk bergaya, penampilan, mohawk,5 spiky hair,6 kalung rantai, sepatu boots.7
Dan kebanyakan dari anggota komunitas ini didominasi oleh laki-laki.Komunitas
Punk Young offender (Y.O) adalah suatu kelompok anak-anak muda yang
mayoritas para anggotanya berasal dari kelas menengah berdasarkan status
pendidikannya dan dapat dilihat dari Anak-anak muda yang masih duduk dalam
bangku kuliah pada umumnya. Young Offender (Y.O), juga merupakan sebuah
wadah atau sarana komunikasi antar sesama komunitas Punk untuk bertemu,
bertukar pikiran, bertukar kaset dan kaos antara anggota dan antar sesama
komunitas punk, serta para penggemar musik Punk di Jakarta.8
Ada tiga hal yang perlu dikritisi, Dalam proses perkembangan sejarah
komunitas punk Jakarta pertama, komunitas Punk tidak terlepas dari peranannya
sebagai komunitas punk Jakarta yang didentikan dengan sebuah gerakan
perlawanan counterculture anak-anak muda terhadap pemerintah. Maka gerakan
perlawanan tersebut perlu dipertanyakan, dikarenakan komunitas punk di Jakarta
ikut masuk ke dalam partai politik yang bernama partai rakyat Demokrat (PRD),
pada tahun 1997-1999 dengan mengusuh sebuah gerakan sama-sama peduli
terhadap nasib rakyat serta kondisi sosial, politik saat itu. Kedua, apalagi gerakan
tersebut pada era tahun 1999 ini mulai menemukan puncak kejayaannya,
5
Mohawk adalah rambut Punk bergaya berdiri Simbol keberpihakan Punk terhadap suku Mohakw asli Indian yang dibantai habis-habisan oleh orang kulit putih yaitu Amerika
6
Spike Hair adalah gelang yang mereka pakai pergelangan tangan simbol terpidana mati dengan memakai kursi listrik digunakan untuk mengeksekusi para aktivis yang diculik oleh para diktator orang-orang kulit putih pada saat itu.
7
Sepatu Both yang digunakan oleh anak Punk merupakan bentuk diskriminasi yang dilakukan aparat tentara dan kepolisian atau militer terhadap kaum minoritas
8
Fathun Karib ”Sejarah Komunitas Punk” artikel ini diakses pada 26 Desember 2010 dari
4
kemajuannya didorong oleh arus reformasi yang membuat semua orang dapat
berbicara dengan bebas untuk mengemukakan pendapatnya dimuka umum. Tiga,
komunitas punk ini terjebak dalam situasi dan kondisi politik praktis sehingga
dapat membuat sebagain anggota punk mundur dari kancah perpolitikan.
Dikarenakan banyaknya unsur-unsur politik yang tidak sepaham dengan hati
nuraninya anak punk, serta situasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia pada saat
itu mengalami stagnasi terhadap aktivitas politik rill. Pada tahapan (fase) ini juga
di tahun 2001 komunitas mengalami kemunduran dengan melemahnya sikap
politik komunitas punk dan aktivitas politik masyarakat sesudah era reformasi.9 Komunitas Punk ini lebih mementingkan penampilan (pose), dan tidak
menganggap penampilan baik suatu hal penting bagi anak Punk, dengan
berpenampilan compang-camping, urak-urakan, berdandan tidak sewajarnya,
memakai berbagai atribut Punk seperti kalung, rantai besar, gelang, rambut dicat,
gembok, peniti, sepatu both, tindikan, sabuk, dan atribut-atribut lainnya. Atribut
tersebut merupakan simbol-simbol dan identitas komunitas Punk sebagai bentuk
diskriminasi terhadap kelas-kelas pekerja atas kaum penguasa yang dilakukan
secara tidak adil dan berprikemanusiaan. Tidak heran jika sebagian masyarakat
menilai komunitas Punk ini merupakan komunitas jalanan. Terkadang komunitas
Punk tidak terlepas dari prilaku-prilaku menyimpang mulai dari hidup bebas, seks
9
Fathun Karib, Sejarah Komunitas Punk. Artikel ini diakses pada 26 Desember 2010 dari
Http://www.jakartabeat.net/musik/kanal-musik/ulasan/147-sejarah-komunitas-punk-jakarta
5
bebas, narkoba, meminum-minuman keras yang mengakibatkan komunitas
tersebut terjerumus pada tindakan-tindakan anarkis dan kriminalitas.10
Pada kenyataannya, keberadaan Punk tidak sepenuhnya dapat diterima
dimasyarakat bahkan masyarakat menilai mereka dengan penilaian negatif. Dalam
pandangan masyarakat, komunitas Punk memiliki prilaku menyimpang, identik
dengan lebel negatif yang mengedepankan gaya, trend, dan fashion. Tidak sebagai
anak Punk yang mahir membuat karya-karya lirik lagu dan bermain musik. Hal
tersebut dipengaruhi oleh citra yang dibangun media dan mereka bergaya anak
Punk tapi tidak mengetahui arti dan makna Punk sebenarnya.11 Kenyataan tersebut membuat banyak anak Punk terjebak dengan stigma negatif. Karena mereka itu
mengikuti Punk hanya budaya pamer semata, atau tempat pelarian, sehingga
bersembunyi dibalik tirai kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa didasari rasa
tanggung jawab. Hal itu sangat bertentangan dengan prinsip yang dipegang oleh
seorang anak Punk dalam menjalani hidupnya sebagai Punk, yaitu kebebasan
didasarkan dengan tanggung jawab, persaudaraan, solidaritas sosial yang tinggi,
penghargaan terhadap komunitas dan personal.12
Melihat gambaran yang telah dipaparkan di atas, penelitian ini ingin
mendeskripsi dan menganalisis profil komunitas Punk di Lenteng Agung. Untuk
melihat sebenarnya faktor apa saja yang melatar-belakangi seseorang bergabung
10
Idrus Syatri, Sejarah Anak Punk: Jangan Ngaku anak Punk. Artikel ini diakses pada 26 Desember 2010. dari Http://www.waingapu.com/sejarah-punk-jangan-ngaku-anak-punk-sebelum-baca-tulisan-ini.html
11
Murti, Keberagamaan Komunitas Punk, (Skripsi S1 Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negri Jakarta, 2007).
12
Erickningrat, Komunitas Punk Siapa Mereka Artikel ini diakses pada 26 Desember 2010 dari
6
dalam komunitas Punk dan untuk melihat dinamika kelompok ini dengan
mengamati kegiatan aktivitas yang mereka lakukan.
B. Perumusan Masalah
Dari permasalahan latar belakang yang muncul di atas, maka masalah
dalam penelitian ini adalah PROFIL KOMUNITAS PUNK DAN FAKTOR
PENDORONG MENJADI PUNK. Dengan pertanyaan penelitian yang akan
dibahas antara lain :
1. Bagaimana Profil komunitas Punk dilokasi penelitian?
2. Kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan oleh komunitas Punk di lokasi
Penelitian?
3. Faktor apa yang mendorong seorang menjadi bagian komunitas Punk?
C. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah tersebut di atas, penulis mengadakan penelitian
ini bertujuan :
1. Untuk mendeskripsikan profil komunitas Punk dilokasi penelitian.
2. Untuk mengemukakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas
Punk dilokasi penelitian.
3. Untuk menjelaskan faktor yang mendorong seorang menjadi bagian dari
komunitas Punk.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat,
sumbangan informasi dan menambah khazanah pustaka. Secara teoretis, penulis
7
pengembangan “Profil Komunitas Punk Dan Faktor Pendorong Menjadi Punk”
serta pengembangan ilmu dalam bidang sosiologi.
Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat mengubah citra terhadap
masyarakat yang menilai bahwa anak Punk merupakan anak jalanan, anak urakan,
anak pergaulan bebas, anak berpakaian tidak sopan, anak dengan tidak
mempunyai cara tatakrama, semaunya sendiri tanpa menghiraukan
batasan-batasan, dan norma-norma terhadap aturan yang seharusnya dipatuhi oleh
komunitas Punk.
E. Tinjauan Pustaka
Berdasaarkan dengan kajian tentang komunitas Punk, penulis menemukan
beberapa penelitian sejenis yang berupa hasil dari skripsi, tesis dan disertasi,
antara lain :
Skripsi ini ditulis oleh Murti, dengan judul “Keberagamaan Komunitas
Punk” dengan Mengkaji tentang realitas dan fakta sosial dalam keberagamaan
komunitas Punk dilihat dari lebel negatifnya seperti Punk diidentikkan dengan
anak jalanan, urakan mengkonsumsi seks bebas, minum-minuman keras, narkoba
kerusuhan, dan prilaku menyimpang lainnya. 13
Isi dari penelitian ini adalah aspek agama yang tercermin terhadap prilaku
kehidupan komunitas Punk yang menganut sistem anti kemapanan, dipersepsikan
oleh masyarakat dari sisi negatif. Biasanya apa yang mereka peroleh dari agama
tidak memuaskan keingintahuan, jawaban-jawaban atas segala persolan hidup
yang mereka hadapi atau sebaliknya. Akan tetapi, pada implementasinya agama
13
8
tidak menjadi pedoman dasar yang kuat bagi sebagian komunitas Punk ini dan
juga sebagian anak Punk menganggap agama sebagai dasar untuk memotivasi
dirinya agar tetap berusaha berprilaku baik, mencegah perbuatan yang buruk serta
menjauhi segala larangannya dan menjalankan apa yang telah diperintahkan
agama kepada pemeluknya.14
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh agama sangat besar dalam
proses seorang menjadi komunitas Punk dan agama sangat berperan penting untuk
mencegah dari perbuatan anak Punk dari dosa. Tetapi bagi sebagian anak lain
mengatakan bahwa agama tidak mempunyai pengaruh “apa-apa” di dalam
kehidupan, yang ada hanyalah kebebasan tanpa adanya aturan.
Kemudian, tesis yang ditulis oleh Bambang Hernawan dengan judul
“Wacana Kritik Lirik Musik Rock”. Mengkaji tentang dibalik sebuah realitas
kepentingan ekonomi sebagai alat kapitalisme, dalam sebuah teks musik dan lirik
lagu musik rock itu diproduksikan untuk dapat mendistribusikan hasil dari lirik
lagu kepada para penjual. Kemudian lirik lagu musik rock sangat diidentikan
dengan nada dan kritik sebagai counter hegemoni (yang menyuarakan kebebasan).
Padahal di dalam lirik tersebut sangat memboyong suatu kepentingan kapitalisme
yang di dalam musik rock selalu terjadi ketimpangan yang artinya, bahwa pada
dasarnya musik rock dan lirik lagunya tidak bisa dikatakan sebagai bentuk suatu
realitas sosial, melainkan lebih kepada harga atau nilai yang terakum dalam selara
pasar dan bisa disebut sebagai market.15
14
Ibid., h. 8. 15
9
Isi dari penelitian adalah pemahaman musik rock di balik kata perlawanan
merupakan bahasa dalam musik rock, yang diidentikan dengan menyuarakan
kebebasan melalui kritikan berupa lirik lagu bercerita kondisi sosial masyarakat
yang ada dan menggambarkan lirik lagu
Kesimpulannya dari penelitian ini adalah musik sangat berkembang pesat
pada tahun 1950 sebagai sebuah musik populer yang disebut aliran musik rock
(musik yang dimainkan dengan nada dan irama keras), yang merupakan sebuah
industri sangat kecil di dalam ruang lingkupnya. Namun, pada perkembangannya
musik ini beralih fungsi dahulunya anti kemapanan, merubah bentuk menjadi
sebuah aliran musik dengan gaya hidup anak muda cenderung hedonisme. Aliran
musik rock juga bukanlah dianggap sebagai aliran musik yang benar, dan juga
bukanlah aliran musik yang menunjukan kritik yang sesungguhnya. Di balik itu
semua musik memang mempunyai suatu kepentingan pemilik modal bahwa musik
adalah suatu industri yang masuk di dalamnya tertanam nilai-nilai pasar.16
Selanjutnya, penelitian yang ditulis oleh Fransiska Titiwening berjudul
Punk: Masalah Identitas Dalam Metode Antropologi, yang mengkaji tentang
komunitas punk juga merupakan hasil dari pembentukan media yang selalu
berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga media juga menjadi permasalahan
identitas paling penting dengan membawa pengaruh besar bagi kehidupan
komunitas Punk dimasyarakat. Media juga dapat menyediakan banyak pilihan
sekaligus dapat merubah identitas hasil bentukan media itu sendiri. Dalam hal ini
16
10
bahwa media juga mempunyai “batas” yang selalu berubah ubah, dimana
komunitas punk juga merupakan hasil dari bentukan media.17
Isi dari penelitian tersebut adalah identitas menjadi permasalahan penting
di dalam pembentukan karakter setiap individu komunitas Punk sehingga konflik
antar komunitas Punk yang kerap terjadi saat ini dapat membentuk batasan
identitas bagi komunitas Punk.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media selalu menawarkan
pandangan yang membentuk berbagai macam gaya hidup yang punya ruang sosial
tersendiri didalam membentuk identitas dan media sangat berperan penting
menentukan karakter anak Punk.
Skripsi yang berjudul “Perkembangan Musik Punk di Amerika” yang di
tulis oleh Ahmad Fikri Hadi Mengkaji tentang masalah perkembangan musik
Punk di Amerika pada periode 1974-1980. Pada tahun tersebut merupakan awal
dari perkembangan musik Punk di Amerika yang ditandai munculnya grup band
The Ramones sebagai grup band pertama beraliran musik Punk di Amerika. 18 Isi dari penelitian ini adalah perkembangan musik Punk tidak lahir sebagai
sebuah aliran musik baru, melainkan sebuah gaya hidup anak Punk di Amerika
dan sangat berkembang dalam bentuk perlawanan dinilai dari sikap anti
kemapanan dalam lirik-lirik lagu yang mengkritik keadaan sosial, politik,
ekonomi, dan budaya pada saat itu. Musik punk juga dikenal sebagai musik yang
sangat agresif dikarenakan musik punk identik dengan perlawanan anak muda
17
Fransiska Titiwening,: “Punk Masalah Identitas Dalam Metode Penelitian Antropologi,” (Tesis S2 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Jakarta, 2001).
18
11
terhadap sebuah aturan dan norma-norma yang ada. Hal itu dapat terlihat dari
gaya anak punk seperti orang kriminal, dan mencerminkan anak-anak muda yang
pemberontak.
Kesimpulan dari skripsi tersebut adalah Amerika sebagai kiblat
perkembangan musik populer. Di antara beberapa perkembangan aliran-aliran
musik yang populer pada saat itu adalah blue jazz, pop, rock, dan masih banyak
aliran-aliran musik yang berkembang pada saat itu. Selanjutnya, perkembangan
aliran musik tersebut terjadi kerena revolusi dalam dunia musik, revolusi tersebut
diawali dengan dalam bentuk teknis seperti permainan, sound, dan media yang
mendukung pada saat itu televisi, radio dan majalah, mulai berkembang setelah
perang dunia II. Kemudian muncullah perkembangan musik khususnya Rock and
Roll sekitar tahun 1960 ditandai dengan berbagai pergaulan bebas kaum remaja
pada saat itu seperti, sex bebas, minum-minuman alkohol, penggunaan obat-obat
terlarang. 19
Dari hasil beberapa penelitiaan di atas, maka ada pembedaan dengan hasil
penelitian yang penulis lakukan, penulis menemukan kajian keberagamaan
komunitas punk, studi kasus komunitas Punk di Bintaro dengan hasil studi yaitu
pada penelitiaan pertama di atas. Akan tetapi, penelitian tersebut melihat
sejauhmana komunitas Punk dan anak-anak Punk memahami agama itu sendiri
yang tercermin dari pola perilaku kehidupan anak-anak punk yang dianggap dan
dipersepsikan oleh sebagian masyarakat mempunyai lebel negatif bahkan anti
agama. Sedangkan penelitiaan yang dilakukan penulis adalah menggambarkan
19
12
profil komunitas Punk dan faktor pendorong menjadi Punk studi kasusnya
komunitas Punk yang berada di Lenteng Agung melalui berbagai
kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh komunitas Punk seperti, kegiatan-kegiatan komunitas
Punk di dalam bermain musik, kegiatan komunitas Punk dalam membuat lirik
lagu, kegiatan komunitas Punk dalam berkumpul, kegiatan komunitas Punk dalam
berwirausaha, dan kegiatan komunitas punk dalam membuat tatto serta masih
banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Punk Lenteng
Agung. Dan Penulis juga menggambarkan adanya identitas diri komunitas punk
melalui cara berpakaian anak-anak punk dalam berbagai atribut-atribut, aksesoris
yang digunakan dan dipakai sebagai simbol-simbol yang ada pada komunitas
Punk.
F. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
pendekatan fenomenologi. Fenomenologi adalah fakta yang disadari, masuk ke
dalam pemahamanan manusia dapat dibedakan dari suatu yang sudah menjadi,
atau disiplin ilmu dengan menjelaskan dan mengkalisifikasikan sebuah fenomena
yang terjadi tampak di depan kita. 20
Fenomenologi memahami bagaimana manusia mengkonstruksi dan
konsep-konsep penting dalam kerangka intersubjektivitas. Karena pemahaman
tentang intersubjektivitas dunia dibentuk oleh hubungan kita dengan orang lain.
Kemudian makna yang kita ciptakan dapat ditelusuri berupa karya, pengalaman,
20
13
tindakan karya dan aktivitas yang kita lakukan. Akan tetapi, ada peranan orang
lain di dalamnya.21 1. Subjek Penelitian
Subjek Penelitian ini adalah 7 orang anggota komunitas Punk yang
berada di Lenteng Agung, dari 10 orang jumlah anak-anak punk yang
berada di bescem komunitas Punk Lenteng Agung. Pemilihan Informan
utama diambil dengan ciri yaitu sample secara acak tidak berurutan. Yang
di dalamnya merupakan tekhnik sampling snowball bertujuan memperluas
informasi sebanyak-banyaknya dan dapat dipilih untuk mendapatkan
informasi yang diperoleh terlebih dahulu, sehingga dimulai dari satu
menjadi makin lama semakin banyak dan sample ini tidak dapat
ditentukan dengan berapa jumlahnya seorang responden.22 2. Jenis Data
a. Data primer, yaitu data yang diperoleh dengan melakukan
wawancara kepada anggota komunitas Punk dengan meneliti profil
komunitas Punk dari berbagai jenis. Di antaranya adalah jenis
kelamin, jenis usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis
kegiatan, dan jenis aksesoris Punk. Sedangkan latar belakang
komunitas Punk dapat dilihat dari faktor yang melatar belakangi
seorang masuk ke dalam komunitas Punk dengan melalui beberapa
faktor diantaranya sebagai berikut: faktor keluarga, faktor
kemiskinan, faktor pertemanan, dan faktor lingkungan.
21
Ibid., h. 2. 22
14
b. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari kajian pustaka dan
sebagai pendukung dari data primer seperti, artikel, koran, majalah,
sebagai sumber tertulis lainnya yang dibahas dalam penelitian.
3. Teknik Pengumpulan Data
Data-data yang diambil dari penelitian ini dikumpulkan dengan
teknik sebagai berikut: pengamatan (Observation), wawancara dan
dokumentasi.
a. Pengamatan (observation) yaitu pencatatan secara sistematis
terhadap suatu fenomena-fenomena yang diselidiki dan dengan
melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan mendatangi
narasumber.
b. Wawancara adalah percakapan berupa tanya jawab berhadapan
langsung dengan responden untuk mendapatkan keterangan atau
pendirian secara lisan dari responden. Wawancara ini dilakukan
secara mendalam artinya suatu wawancara dan fokus permasalahan
dalam penelitian ini.
4. Analisis dan Interpretasi Data
Dalam penelitian fenomenologi analisis data merupakan salah satu
langkah paling penting untuk memperoleh temuan-temuan hasil penelitian
dengan mendeskripsikan peristiwa atau fenomena yang dialami langsung
oleh informan secara menyeluruh melalui wawancara dan pengalaman
agar orang-orang dapat memahami topik dari setiap pernyataan-pernyataan
15
menjadi unit-unit bermakna yang kemudian mengelompokan setiap unit
makna ke dalam tema-tema tertentu.
G. Sistematika Penulisan
Supaya penulisan mendapat hasil penelitian secara objektif dan mudah
untuk dipahami, serta memberikan gambaran yang lebih jelas tentang materi yang
terkandung di dalam skripsi ini. Penulis menyusun sistematika sebagai berikut :
Pada Kesatu, ini membahas pendahuluan yang mencakup tentang latar
belakang masalah. Pembatasan masalah dan perumusan masalah. Tujuan
penelitian. Tinjauan Pustaka, kegunaan penelitian, secara teoritis dan praktis, serta
Sistematika penelitian.
Bab kedua, ini membahas tentang landasan teori definisi fenomenologi.
Sejarah fenomenologi, tinjauan sosiologi tentang beberapa faktor masalah sosial
seperti, faktor keluarga, faktor pertemanan, faktor kemiskinan dan faktor
lingkungan.
Bab ketiga, ini membahas profil komunitas Punk Lenteng Agung, Sejarah
terbentuknya komunitas Punk, keanggotaan komunitas Punk, Identitas diri anak
Punk dengan simbol-simbolnya, Tingkat sosial dan ekonomi, komunitas Punk
dalam aksi panggung, penilaian masyarakat terhadap komunitas Punk.
Bab keempat, ini membahas hasil penelitian komunitas Punk,
kegiatan-kegiatan positif komunitas Punk, berupa kegiatan-kegiatan-kegiatan-kegiatan Punk dalam bermusik,
kegiatan Punk dalam membuat lirik lagu, kegiatan Punk dalam berwirausaha, dan
16
mendorong seseorang menjadi komunitas Punk seperti, faktor keluarga, faktor
lingkungan, faktor kemiskinan dan faktor pertemanan.
Bab kelima, ini membahas penutup yang berisikan kesimpulan dan saran
17
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Sosialogi Tentang Beberapa Faktor Masalah Sosial
1. Faktor Keluarga
Keluarga terdiri dari Ibu, Bapak, Saudara kandung dan dapat
mencakup Nenek, Kakek, Paman, Bibi dan lain-lainnya yang merupakan
agen sosial. Menurut Gertrude Jacger (1977) dengan mengatakan bahwa di
era modern ini suatu peranan yang paling penting dalam agen sosial terletak
pada kedua orang tua terhadap anak itu sendiri. Bagaimana orang tua dan
keluarga dapat membuat situasi dan kondisi dirumah lebih nyaman bagi
perkembangan anak.23
Kemudian, keluarga juga adalah suatu kelompok masyarakat yang
mempunyai hubungan emosional, kekerabatan, perkawinan dan hubungan
darah baik berkaitan dengan Bapak, dan Ibu. Keluarga juga dapat
menentukan hubungan baik dengan sesama anggotanya jika kebahagian
serta kemakmuran, akan selalu tetap terjaga dan selalu ada disetiap anggota
dalam ikatan keluarga. Keluarga juga sangat mempunyai jaringan sosial
yang lebih besar, dikarenakan pengawasan dari orang, tua, dan
saudara-saudara kita untuk dapat memberikan perhatian, kritik, saran, perintah,
23
18
pujian, rayuan dan peringatan atau ancaman, agar kita sebagai anak-anaknya
dapat menunaikan segala kewajiban yang telah di amanatkan kedua orang.24 Selanjutnya beberapa fungsi keluarga yang telah diidentifikasikan
oleh Horton dan Hunt adalah sebagai berikut:
1. Keluarga dapat berfungsi sebagai pengatur dorongan seks, dalam
artian bahwa tidak ada satu pun anak yang melakukan hubungan
seks dan memperbolehkan hubungan seks. Tanpa adanya status
perkawinan.
2. Kelurga berperan penting untuk mengawasi dan mengatur anak
di dalam menuntukan sifat, dan karekter bagi itu sendiri
3. Keluarga berfungsi untuk memberikan perhatian, cinta kasih dan
kasih yang tulus kepada anak-anaknya dan jika keluarga tidak
dapat memberikan kasih sayang serta perhatian kepada anak,
maka yang ada anak dapat melakukan berbagai tindakan
penyimpangan
4. Keluarga berfungsi untuk memberikan rasa nyaman, aman dan
perlindungan terhadap anak-anaknya
5. Keluarga juga berfungsi untuk memberikan keturunan anak.
6. Keluarga berfungsi untuk memberikan status sosial kepada anak
dan hubungan kekerabatan. 25
24
William J. Goode. Sosiologi Keluarga. Penerjemah Lailahanoum Hasyim (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), h. 2-4.
25
19
Menurut tokoh sosiologi yang bernama Plato ada beberapa faktor
yang menyebabkan terjadinya masalah dan penyimpangan di dalam
sebuah keluarga pertama, bahwa masing-masing individu dalam keluarga
dapat mengembangkan sikap dan tingkah lakunya dirinya sendiri dalam
sistem keluarga yang mapan, hal tersebut mereka tidak dapat mengatasi
dan menyelesaikan segala permasalahan dengan baik dan tidak dapat
menyesuaikan diri dari apa yang dihadapinya di dalam kehidupan. Kedua,
adanya sebuah konflik pertikaian dan pertengkaran di antara keluarga
sehingga menimbulkan ketegangan-ketegangan baru dalam kedua belah
pihak yang membuat adanya perubahan di dalam sistem keluarga.26 Carut marut dan kekacauan dikeluarga juga mempengaruhi
seseorang dalam satu unit keluarga berikut ini adalah beberapa macam
kekacauan yang di alami keluarga di antaranya:
1. Ketidaksahan yang berarti pada dasarnya suami sebagai kepala
rumaha tangga tidak dapat menjalankan tugasnya serta
kewajibannya yang sesuai pada peranannya.
2. Adanya perceraian di antara suami dan istri membuat salah satu
di antara mereka tersebut memutuskan untuk berpisah dan
meninggalkan sehingga adanya sebuah kewajiban dan
peranannya yang berhenti diakibatkan perceraian.
3. Keluarga yang satu sama lain tidak ada hubungan interaksi,
saling tegur sapa dan dalam setiap anggota-anggotanya masih
26
20
tetap tinggal dalam satu rumah membuat tidak adanya
hubungan emosianal satu sama lainnya.
4. Adanya di antara keluarga suami dan istri yang terpecah belah
satu sama lainnya yang disebabkan salah satu dari mereka telah
meninggal dunia, berpisah karena terkena kasus yang
mengakibatkan salah satu di antara mereka dipenjara, depresi,
dan bencana.
5. Adanya suatu peran yang sangat tidak diinginkan bagi hampir
masing-masing keluarga yang disebabkan karena sakit jiwa,
keterbelakangan mental dan penyakit yang sangat parah dan
terus menerus.27
Sebaliknya, jika perpecahan di antara keluarga atau (disorganisasi)
yang diakibatkan adanya konflik pertikaian antara suami dan istri yang
mengakibat terjadinya perceraian di antara kedua belah pihak akan
menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan kondisi anak sehingga
anak mencari pelarian sebagai bentuk kekecewaan terhadap kedua orang tua
dan disorganisasi di dalam keluarga terjadi karena adanya konflik peranan
sosial yang berbeda atas dasar perbedaan, ras, agama dan fakto ekonomi.28 Jika di antara suami dan istri dalam sebuah keluarga menemukan
kebahagian di dalam rumah tangganya dengan cara membesarkan anak,
maka anak akan mempunyai kebahagian dalam keadaan rumah tangga orang
27
William J. Goode. Hasyim Sosiologi Keluarga. Penerjemah Lailahanoum (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007),h. 184-185.
28
21
tua dan kemungkinan besar anak akan tumbuh sehat bahagia secara
psikologis. Akan tetapi, jika seandainya anak yang dilahirkan dari kondisi
keluarga yang dilatarbelakangi karena perceraian antara Ibu dan Bapaknnya.
Maka kehidupannya pun akan mengalami banyak perubahan membuat
remaja atau anak akan menentukan pilihan hidupnya sendiri dan kebanyakan
para anak-anak remaja pada saat ini ditujukan dengan kenakalan remaja
yang disebabkan hubungan rumah tangga kedua orang tuanya mengalami
perceraian, tetapi ada juga kenakalan yang diakibatkan bukan terjadinya
perceraian di antara kedua orang tua melainkan lalainya orang tua
mengawasi anak-anak remajanya dalam pergaulan.29 2. Faktor Pertemanan
Persahabatan atau pertemanan adalah sebuah kelompok yang
mempunyai ketergantungan hubungan antar individu yang satu dengan yang
lainnya di tandai adanya hubungan emosioonal, keakraban saling percaya,
mencurahkan hati perasaan, pemikiran, pengalaman dan dapat saling
menerima satu sama lainnya. Dan teman juga dapat melakukan berbagai
kegiatan-kegiatan secara bersama-sama dalam suatu kelompok untuk
mengembangkan keterampilan, bakat dan kemampuan, potensi diri, harga
diri, dan berbagai kegiatan lainnya yang mengasah bakat dan potensi yang
teman lain dapat memiliki serta pertemanan dan persahabatan juga akan
memperoleh dukungan, semangat, bantuan, curahan dari teman-teman
29
22
lainnya apabila ada seorang teman yang sedang mengahadapi
permasalahan.30
Menurut tokoh yang bernama Gottman dan Parker menjelaskan
fungsi persahabatan antara lain sebagai berikut:
1. Dalam sebuah persahabatan teman selalu dapat menemani
dalam berbagai kegiatan-kegiatan teman lainnya.
2. Adanya motivasi dari sahabat jika seorang teman remaja
sedang mengalami permasalahan yang membuat teman
menjadi motivator untuk memberikan bantuan, saran-saran,
arahan untuk mencapai pemecahan masalah yang sedang
dihadapi oleh teman
3. Pengorbanan sahabat sangat dibutuhkan dalam pertemanan
baik itu pengorbanan uang, waktu, tenaga, pikiran, terhadap
seorang sahabatnya ketika sahabatnya membutuhkan bantuan
dan pertolongan teman.
4. Saling perhatian antara sahabat agar terciptanya keutuhan
dalam membina pertemanan
5. Persahabatan juga bisa dijadikan oleh seorang remaja untuk
mengeluarkan bakat serta kemampuan yang ada dalam
dirinya untuk dapat mengembangkan potensi sesuai keahlian
yang dimiliki sehingga jika ada kekurangan dalam diri
30
23
seorang remaja teman dapat dijadikan bahan evaluasi untuk
merubah dirinya berbuat lebih baik darapada sebelumnya.
6. Persahabatan juga dapat selalu memberikan rasa aman,
nyaman keakraban, kepercayaan, hubungan emosiaonal yang
lebih dekat lagi agara dalam suasan keakraban tersebut dapat
mengungkapkan berbagai perasaan, pemikiran dan
pengalaman masing-masing individu.31
Terkadang persahabatan dan pertemanan juga dapat menimbulkan
pengaruh positif dan negatif bagi perkembangan remaja itu sendiri.
Seorang remaja jika tidak bisa memanfatkan waktu untuk melakukan
berbagai kegiatan positif maka yang ada adalah seorang remaja akan
terjerumus masuk ke dalam perilaku dan tindakan negatif yang melanggar
norma-norma sosial, pada akhirnya remaja tersebut memalukan nama baik
keluarga itu sendiri.
Contohnya dari perilaku dan tindakan remaja yang mengara kepada
hal-hal negatif seperti, sex bebas, pergaulan bebas, dan remaja sering
memakai narkoba serta meminum-minuman keras. Dan jika seorang
remaja memanfaatkan waktu luang dengan berbagai kegiatan-kegiatan
positif seperti, bernyanyi, bermain gitar, membaca buku, mendengarkan
musik menonton film, dan berolah raga baik itu dalam suatu kelompok
remaja maupun antar individu remaja itu sendiri. Maka remaja tersebut
31
24
dapat mengembakan potensi dirinya sesuai bakat dan kemampuan yang
ada pada dirinya.
Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan
remaja antara lain:
a. Kondisi keluarga yang carut marut mengakibatkan terjadinya
konflik, perceraian, pertengkaran di dalam keluarga.
b. Kurangnya rasa perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap
anaknya.
c. Status sosial ekonomi kedua orang tua yang notebenenya
berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah.
d. Tidak adanya penerapan aturan tata tertib atau disiplin yang
diperlakukan orang tua terhadap anak.32
Teman juga merupakan faktor terpenting di dalam menentukan
segala bentuk pergaulan apalagi teman umur, dan seangkatan bagi anak
remaja. Baik teman bermain, teman bergaul maupun teman disekolah.
Kebanyakan anak remaja saat ini suka bergaul dengan teman seumur secara
bersama-sama atau ngumpul disuatu tempat beramai-ramai, berkelompok
antar teman yang satu dan yang lainnya sama-sama mempunyai motif serta
peran yang sama dalam penyesuaian diri. Teman juga dapat mempengaruhi
seorang teman yang lain untuk mengikuti ajakan bergabung kedalam suatu
kelompok.33
32
Ibid., 109-111. 33
25 3. Faktor Kemiskinan
Kemiskinan dapat digambarkan dengan taraf hidup rendah yang
artinya bahwa penghasilan dan pendapatan rendah tidak dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan, dan
papan. Sedangkan kemiskinan dikatakan menurut beberapa tokoh di antaranya
sebagai berikut: pertama, Emil Salim mengatakan bahwa seseorang, keluarga
dapat dikatakan miskin apabila kebutuhan untuk memenuhi kehidupannya
sangat rendah seperti kebutuhan pangan, kebutuhan papan, kebutuhan,
pakaian, kebutuhan tempat tinggal dan lain-lainnya. Sedangkan yang kedua,
menurut Suparlan ia mengatakan bahwa kemiskinan dapat dikatakan sebagai
suatu standar kebutuhan hidup yang sangat rendah. Dikarenakan keluarga,
masyarakat atau seseorang yang mengalami kemiskinan tingkat ekonominya
rendah dibandingkan standar kebutuhan ekonomi masyarakat pada umumnya.
Taraf hidup rendah dan standar kebutuhan hidup rendah sangat berpengaruh
bagi kesehatan, kehidupan moral dan harga diri yang dapat dikategorikan
meraka yang miskin.34
Beberapa aspek yang melatarbelakangi kemiskinan di dalam suatu
kehidupan masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu aspek sosial
dan ekonomi. Aspek sosial dapat dikategorikan sebagai adanya ketidaksamaan
dan perbedaan status sosial antar sesama warga dan masyarakat misalnya,
perbedaan jenis usia, jenis kelamin, ras dan suku bangsa berdasarkan dari
34
26
pelapisan sosial yang berada di masyarakat pada umumnya. Ada tiga unsur
faktor penyebab kemiskinan menurut pendapat umum adalah sebagai berikut:
1. Kemiskinan yang disebabkan karena mental seseorang atau
aspek badaniah yang artinya seseorang yang tidak sehat
jasmanninya (cacat). Mereka melakukan pekerjaannya dengan
cara mengemis, dan meminta-minta hal tersebut mereka
lakukan untuk berprofesi dan bekerja agar dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya dan kemiskinan yang disebabkan mental
seseorang dikarenakan mereka malas untuk bekerja..
2. Kemiskinan disebabkan bencana alam artinya bahwa seseorang
atau masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana alam,
mereka sudah tidak mempunyai tempat tinggal dan harta benda
lagi.
3. Kemiskinan buatan yang artinya kemiskinan itu dipandang oleh
orang sebagai takdir dari tuhan serta menerima apa adanya
yang diberikan tuhan tanpa didasari dengan usaha.
Selanjutnya, faktor kemiskinan diidentikan dengan faktor ekonomi di
mana kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan seseorang yang
tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan
seseorang tersebut, tidak dapat memelihara dirinya sendiri sesuai dengan
taraf kehidupannya serta tidak mampu memanfaatkan keahlian, kemampuan,
tenaga maupun fisiknya. Kemiskinan dianggap sebagai suatu masalah sosial
27
bisa dikatakan miskin bukan karna ia kurang makan, pakaian, bahkan
mempunyai rumah. Akan tetapi, seseorang dapat diakatakan miskin karena
pemilikan hartanya dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Jakarta. Seorang dianggap miskin karena tidak memiliki radio,
kulkas, televisi, motor, rumah, komputer dan lain-lainya sehingga
lama-kelamaan benda-benda sekunder tersebut dijadikan tolak ukur bagi keadaan
sosial-ekonomi seseorang.35
Pada penjelasan di atas dapat disimpulkan pada intinya kemiskinan
sangat berkaitan langsung dengan struktur ekonomi, budaya, sosial dan
politik sehingga mereka yang miskin harus dapat diberikan pekerjaan yang
layak dan penghasilan yang cukup.36 4. Faktor Lingkungan
Dalam tinjauan sosiologis yang lebih memusatkan perhatiannya
pada lingkungan sekitar dan menyoroti berbagai peranan penting
lingkungan dalam mempengaruhi tumbuhnya motivasi serta keberhasilan
anak-anak remaja. Diantara berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi
Lingkungan-lingkungan tersebut adalah sebagai berikut :
i. Orang tua, saudara-saudara, dan kerabat dekat
ii. Kelompok sepermainan
iii. Kelompok pendidik (sekolah)37
35
Soerjono Seoekamto, Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2007), h. 320.
36
Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991).h. 329. 37
28
Orang tua, saudara, dan kerabat merupakan salah satu lingkungan
paling dekat yang sangat berhubungan dengan anak, dalam lingkungan
keluarga anak dapat mengenal lebih jauh lagi tentang pergaulan hidup dan
dunia yang ada disekitarnya serta anak dapat bersosialisasi, berinteraksi
dengan lingkungan keluarga berdasarkan atas kasih sayang yang diberikan
keluarga dan anak didik oleh lingkungan keluarga untuk mengenal
nilai-nilai, seperti, nilai ke disiplinan, nilai ketertiban dan ketentraman, nilai
keakhlakan dan nilai-nilai lainnya. Sebaliknya jika lingkungan kelurga
tidak mengajarkan apa-apa terhadap anak, maka akan berakibat buruk bagi
pengaruh perkembangan psikologis anak, sehingga anak dapat berpaling
dari lingkungan keluarga ke lingkungan yang lainnya.38
Teman seusia, sebaya, sepermainan juga sangat mempengaruhi
perilaku kehidupan remaja saat ini dalam lingkungan sepermainan
walaupun dalam masa itu seorang remaja sudah mempunyai
sahabat-sahabat, teman-teman dekat. Sahabat dekat itu adalah, anak tetangga, anak
kerabat dan seterusnya. Biasanya dalam lingkungan sepermainan
anak-anak remaja selalu berkumpul bersama-sama membuat sebuah kelompok
pertemanan berjumlah 3 sampai dengan 5 orang, serta lingkungan
sepermainan dalam kelompok remaja mempunyai pengaruh positif dan
negatif yang sangat besar dalam menentukan pilihan hidupnya, sikap dan
tingkah laku bagi remaja itu selalu sendiri datang dari teman sebaya,
seusia dan teman sepermainan. Contoh peranan positif lingkungan
38
29
sepermainan bagi prilaku remaja seperti, remaja dapat mengembangkan
potensi, keahlian dan bakatnya yang dimiliki untuk dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungan teman sepermaian dan lain-lainnya. Sedangkan
peranan negatif bagi perkembangan remaja dalam lingkung sepermainan
sebagai berikut, adanya pengaruh dari teman-teman sepermainan untuk
mencoba dan melakukan hal-hal negatif cenderung mengarah kepada
pergaulan bebas, minum-minuman keras, sex bebas dan lainnya.39
Peranan lingkungan sekolah atau pendidik sangatlah mempunyai
peran yang sangat lebih luas di dalam membentuk sebuah karakter anak
didik seperti, anak didik dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada
pada dirinya, anak didik dapat membentuk sikap-sikap dan
kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik, anak didik dapat belajar bekersama
bersama-sama teman-temannya serta kelompoknya, anak didik dapat
memperoleh pengajaran yang baik dari lingkungan sekolah dan para
gurunya terhadap segala bentuk pengajaran yang dilakukan oleh para
pendidik agar anak didik dapat berkembang dan berfikir maju.40
Menurut Jackson guru mempunyai peranan yang sangat penting
dalam mendidik siswa-siswa agar dapat memajukan siswa-siswanya di
dalam perkembangan anak didik dibandingkan organisasi sekolah yang di
mana guru selalu bertemu dengan anak didiknya pada waktu guru
mengajar di kelasnya.41
39
Ibid., h. 389-390. 40
W.A. Gerungan. Psikologi Sosial,(Bandung: PT Refika Aditma, 2004). h. 205-207. 41
30
Sedangkan menurut Hetzer bahwa peranan seorang guru
menggunakan metode-metode pengajarannya terhadap anak didiknya,.
dengan mengajarkan metode-metode yang digunakan oleh guru untuk
mengajak anak-anak didiknya agar selalu bekerja, dan lain-lainnya. Dapat
menjamin anak didiknya akan kemajuan dan perkembangan jiwa bagi anak
didik itu sendiri.42
. Jika anak sudah memasuki masa sekolah SMP dan SMA peranan
Guru sebagai pengajar dan pendidik dibatasi dengan berbagai peranan
anak didik. Akan tetapi, nasehat serta bimbingan guru masih sangat
berperan terhadap anak didik, agar anak didik dapat menyelesaikan
pendidikannya dengan sebaik-baik mungkin. Pada tahapan inilah anak
didik mulai menemukan jati dirinya dimasa remaja dengan membentuk
sifat, karakter, perilaku dan tindakan kepribadiannya menuju kearah lebih
mandiri. Pada tahapan ini juga anak didik mulai mencoba sesuatu hal-hal
baru dalam dunia kehidupannya dengan apa yang diinginkan oleh remaja.
Bahkan, jika menurut pemahaman guru yang tidak sepaham dengan
dirinya anak didik mencoba untuk memberanikan diri dengan mengkritik
guru tersebut.43
42
Ibid., h. 208. 43
31
BAB III
PROFIL KOMUNITAS PUNK LENTENG AGUNG
A. Sejarah Terbentuknya Komunitas Punk
Mike dan beberapa teman-teman lainnya adalah seseorang
mahasiswa yang duduk dalam bangku kuliah, Jurusan dan Univesitas
Grafika Jakarta sama. Tepatnya tahun 1996, mereka juga aktif sebagai
aktivis mahasiswa diberbagai organisasi pergerakan mahasiswa pada saat
itu yang bernama AFRA (Anti Fasis dan Rasisme).
Mike dan beberapa teman-teman lainnya juga memutuskan untuk
keluar dari AFRA (Anti Fasis Dan Rasis) tepatnya sekitar tahun 1997.
Dikarenakan organisasi tersebut sudah tidak sepaham lagi, serta orientasi
dan cita-cita organisasi sudah keluar dari batasan-batasasan dan nilai-nilai
perjuangan aktivis pergerakan pada saat itu. Yang ada adalah organisasi
tersebut selalu memperebutkan kepentingan-kepentingan politik praktis,
baik kepentingan organisasinya maupun kepentingan individu.Kemudian,
setelah Mike dan beberapa teman lainnya keluar dari organisasi AFRA
mereka mencoba membentuk organisasi baru yang bernama JAFA NUS
(Jaringan Anti Fasis Nusantara), berideologikan sebuah persamaan,
kesamaan, visi misi melihat suatu ideologi anarkisme yang sangat
berkaitan erat dengan ideologi sosialisme.44
Seiring dengan berjalannya waktu selanjutnya, Mike dan beberapa
teman lainnya juga tidak dapat bertahan lama dalam tubuh organisasi
44
[image:40.612.107.522.111.653.2]32
JAFA NUS (Jaringan Anti Fasis Nusantara). Dengan mencoba berkumpul,
berinisiatif untuk membuat sebuah kelompok atau komunitas yang
bernama komunitas Punk. Mike beserta teman-teman lainnya mempunyai
motif, tujuan, harapan, semangat yang sama untuk membentuk sebuah
komunitas atau kelompok yang bernama Punk. Diidentikan sebagai anak
muda yang haus akan segala bentuk ketidakadilan, kekejaman, kekerasan,
dari segala bentuk penindasan, diskriminasi lainnya yang dilakukan oleh
penguasa, aparat TNI/PORLI, serta pemerintah terhadap masyarakat pada
saat itu.45 Komunitas Punk ini muncul pada 22 Desember 1997 yang bertepatan dengan memperingati hari Ibu pada saat itu.46
Sebenarnya antara AFRA, JAFA NUS, mempunyai sebuah
perbedaan-perbedaan, visi, dan misi serta tujuan yang sangat berbeda satu
sama lainnya. Sehingga wajar saja jika perbedaan dan perdebatan yang
sangat panjang dalam tubuh kedua organisasi tidak menjadikan halangan
dan perpecahaan diantara kedua organisasi tersebut. Perbedaan dan
perdebatan itu dianggap sebuah bentuk kepercayaan, dinamika kehidupan,
dan menumbuhkan solidaritas sosial yang tinggi diantara kedua organisasi
tersebut untuk bersama-sama membangun sebuah organisasi yang
menganut paham-paham Ideologi anarkisme, dan kebebasan. Walaupun
perdepatan-perdepatan panjang selalu muncul ditubuh kedua organisasi
tersebut. Akan tetapi, dari sebuah perbedaan dan perdebatan yang ada di
dalam kedua organisasi tidak selalu ingin menghancurkan semangat kedua
45
Wawancara dengan Mike, Lenteng Agung, 30 Juli 2011. 46
33
organisasi di dalam berorganisasi untuk melakukan sebuah
[image:42.612.109.529.149.523.2]pergerakan-pergerakan.47
Tabel 1 Profil Singkat Anak Punk Informan
No Nama
Jenis
Kelamin Usia Pendidikan Pekerjaan
Lama Menjadi Anggota Punk
1 Umam Laki-laki 31 SMA Wirausaha
Mengenanya pada masa SMA Tahun 1996
2 Dede Laki-laki 20 SMP Pengangguran
Tahap Sekolah Dasar
3 Riswan Laki-laki 14 SD Pengamen 2010
4 Ambon Laki-laki 17 SMP Pengamen Dari Tahun 2001
5 Ebeth Laki-laki 21 SMP Seniman Dari Usia 6 Tahun
6 Sinyo Laki-laki 32 SMA Wirausaha Dimulai dari 2007
7 Mike Laki-laki 34 SMA Wiraswasta Pada Tahun 1997
Sumber : Wawancara dan pengamatan 10 Juni-31 Juli 2011
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah diteliti
penulis dari 10 orang anggota komunitas Punk. penulis hanya dapat di
mewawancari 7 orang anak Punk yang beraada di Lenteng agung seperti
digambarkan singkat pada tabel tersebut beberapa data tentang anak-anak
punk informan terdiri dari jenis kelamin dan usia anak-anak punk yang
berusia di atas 30 tahun berkisar 3 orang, 20 tahun 2 orang dan sisanya
berkisar di bawah 20 tahun, 2 orang.
47
34
Sedangkan berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan informan
seperti digambarkan singkat pada tabel di atas, dapat disimpulkan
beberapa data tentang anak-anak Punk yang mengenyam pendidikan di
atas rata-rata seperti, 3 orang informan mengenyam pendidikan SMA, 3
orang informan mengenyam pendidikan SMP, dan 1 orang informan
mengenyam pendidikan SD.
Kemudian, jenis usia, dan pendidikannya seorang anak punk juga
akan mempengaruhi dari tingkat keahlian dan keterampilan anak-anak
tersebut dilihat dari pekerjaan sehari-hari anak Punk berdasarkan hasil
pengamatan dan wawancara penulis di antaranya 2 orang sebagai
wirausaha, 1 orang sebagai wiraswasta, 2 orang sebagai pengamen 1 orang
sebagai pengangguran dan 1 orang sebagai seniman.
Selanjutnya, seorang anak-anak Punk berdasarkan tabel di atas
dilihat dari lamanya menjadi anggota komunitas Punk di antaranya sebagai
berikut: 3 orang di atas 10 tahun dan 1 orang 10 tahun menjadi anggota
komunitas Punk, dan sisinya 3 orang menjadi anggota komunitas Punk di
atas 1 tahun sampai dengan 5 tahun menjadi anggota komunitas Punk.48 B. Keanggotaan Komunitas Punk
Pada awal berdirinya komunitas Punk Jakarta yang bernama (YO),
mereka menerapkan penerimaan anggota baru melalui kegiatan-kegiatan
seperti, ospek yang diadakan dikampus mereka. Dengan sistem proses
kaderisasi atau sering disebut sebagai perekrutan yang berarti setiap orang
48
35
wajib mendoktrin, mengajak mahasiswa dan mahasiswi yang berada
dikampus tersebut untuk masuk ke dalam sebuah komunitas Punk.
Seiring berjalannya waktu proses kaderisasi yang digunakan oleh
komunitas punk Jakarta (YO), tidak dapat menuai hasil yang memuaskan,
dikarenakan seleksi penerimaan anggota yang sangat ketat dan aturan yang
diberlakukan pada saat itu dalam proses kaderisasi terlalu selektif dan
banyak aturan, sehingga membuat sebagaian orang tidak mau mengikuti
proses kaderisasi serta membuat para anggotanya yang sudah masuk ke
dalam komunitas punk berinisiatif untuk keluar dari komunitas Punk
Jakarta (YO), kemudian anggota anak-anak Punk yang keluar dari
komunitas punk (YO) membuat sebuah komunitas Punk baru.49
Setelah komunitas Punk Jakarta sudah tidak membuat perekrutan
anggota baru dengan proses kaderisasi yang baik dan struktur organisasi
yang jelas. Setiap komunitas Punk pada saat ini mencoba untuk merubah
struktur tidak terarah bagi masing-masing anggota kelompoknya.
Dikarenakan Punk juga bukan merupakan kelompok yang lebih
menginginkan setiap anggotanya untuk merekrut, mendoktrin dan
mengajak orang banyak untuk masuk kedalam suatu komunitas punk.
Dalam kelompok komunitas punk ini bukan sebuah kelompok
organisasi-organisasi kemahasiswaan, atau organisasi-organisasi ektra dan intra kampus yang
selalu memprioritaskan proses pendidikan atau regenerasi kepada semua
orang yang ingin masuk dalam dunia punk tidak seperti komunitas Punk
49
Fathun Karib ”Sejarah Komunitas Punk” artikel ini diakses pada 26 Desember 2010 dari
36
Jakarta yang pada saat itu komunitas punk Jakarta membuat proses
kaderisasi.
Walaupun komunitas Punk ini tidak mempunyai struktur yang jelas
dan tidak memakai sistem kaderisasi dalam suatu kelompoknya, seperti
organisasi-organisasi dan komunitas-komunitas lainnya pada umumnya
mempunyai struktur dan pembagian kerja yang jelas pada setiap
anggotanya. Akan tetapi, anak-anak Punk dan komunitas-komunitas Punk
ini sudah mempunyai pembagian kerja yang sangat jelas bagi
masing-masing anak-anak Punk. hal itu dapat dilihat sesuai kemampuan,
keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh setiap anak-anak Punk dalam
bidang tertentu. Komunitas Punk dan anak-anak Punk ini sangat
menjunjung tinggi salah satu orang yang merasa dituakan, dihargai, dan
dihormati oleh para anggota komunitas Punk baik komunitas punk ini
maupun komunitas Punk lainnya. Komunitas punk ini beranggotakan 8-10
orang anggota komunitas Punk. Seperti yang telah dituturkan oleh seorang
informan.
“8-10 Orang anggota komunitas punk, Mike yang mempelopori terbentuknya komunitas punk”. 50 Para personil komunitas Punk yang berada di Lenteng Agung
berkisar rata-rata 8 sampai dengan 10 orang, bahkan di antara jumlah di
atas tersebut, ada sebagaian anak-anak punk yang tidak menetap di bascem
(tempat tinggal komunitas Punk). Bisa jadi jumlah tersebut melebihi dari
50
37
10 orang dikarenakan silih bergantinya dan ada yang datang maupun ada
yang pergi meninggalkan bascem tersebut. Terkadang ada juga jumlah
komunitas Punk yang berada di Lenteng Agung yang berdomisili di daerah
Lenteng Agung di mana sebagian anak-anak punk tersebut menetap dan
bertempat tinggal masih dalam satu lingkungan dengan komunitas
Punknya.
C. Identitas Diri Anak Punk Dengan Simbol-simbolnya
Komunitas Punk dalam berpakaiannya merupakan suatu identitas
dirinya dengan menunjukan solidaritas terhadap sesama kaum yang masih
tertindas dengan cara berpakain yang mereka kenakan juga adalah bentuk
dari simbol keberpihakan Punk pada kaum tertindas, sehingga wajar saja
jika identitas diri anak Punk ditunjukan pada berbagai atribut yang
digunakan di dalam tubuh masing-masing anak Punk. Diantara
simbol-simbol anak Punk adalah sebagai berikut :
1. Rambut bergaya Mohawaks adalah rambut yang dibuat berbentuk
seperti duri keatas. Gaya ini merupakan pengadopsian dari asli
suku Indian yang dibantai habis oleh orang kulit putih di Amerika,
serta cermin dari keberpihakan dalam memperjuangkan hak-hak
Punk terhadap suku Indian di Amerika.51
2. Spike kulit yang mereka kenakan dipakai pada pergelangan tangan
adalah sebagai simbol pengikat tangan terpidana mati pada kursi
51
38
listrik digunakan untuk mengeksekusi para aktivis yang diculik
oleh diktator di negara-negara barat pada masa itu.
3. Sepatu Boots yang mereka selalu dipakai oleh anak-anak Punk,
biasanya dipakai juga oleh prajurit tentara dan kepolisian sebagai
bentuk dari arogansi militer terhadap kaum minoritas. Oleh karena
itu sepatu boots diidentikan dengan simbol-simbol bahwa
komunitas Punk akan siap menghadapi segala rintangan apapun
termasuk hukuman dan kesulitan secara ekonomi.
4. Rantai dan gembok adalah simbol dari bentuk dari rasa solidaritas
antar sesama anak-anak Punk dan kekuatan komunitas Punk untuk
melawan segala bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh para
penguasa. Sebagai bentuk simbol kesatuan yang utuh antara
komunitas Punk. Faktanya komunitas ini sangat kuat tidak
diskriminasi dengan membeda-bedakan, suku, ras dan kelas baik
kelas menengah maupun kelas bawah itu sendiri.
5. Celana Jeans Ketat yang diidentikan simbol dari himpitan
komunitas Punk terhadap lingkungan dengan menghalang-halangi
mereka pada saat aksi panggung dan merupakan sebuah simbol
tentang kemerdekaan, kebebasan gerak, berekspresi dan ide para
komunitas Punk.
6. Tatto adalah simbol kekuasaan atau kekuatan terhadap fisik bagi
39
Selanjutnya, anak-anak Punk percaya bahwa lewat tatto mereka
memiliki kekuasaan penuh terhadap tubuh. Selain itu, tatto juga
menyimbolkan sebagai bagian dari citra rasa seni yang mayoritas
kaum berasal dari kaum menengah kebawah dan menengah.
7. Pierching biasa yang disebut dengan (tindikan) adalah sebagai
simbol kekuatan atas tubuh dan merupakan perlawanan penderitaan
terhadap rasa sakit yang mereka kenakan di dalam tubuh mereka.
8. Eye shadow adalah sebuah simbol dari berbagai pemahaman yang
ada dilihat dari cara pandang anak-anak Punk melihat masa depan
yang suram. Bagi anak-anak Punk masa depan terlihat suram,
seakan-akan mereka akan menjadi golongan kelas bawah sampai
pada akhir hidupnya.52
Berbagai Atribut-atribut diatas yang digunakan oleh anak punk
seperti kalung, gelang, rantai, gelang, rambut bergaya mohawks, celana
jeans ketat, pierching (tindikan), gembok, peneti, sepatu booth, sabuk, eye
shadow, merupakan sebagai bentuk simbol-simbol dan identitas anak-anak
Punk dalam berpenampilan serta sebagai bentuk perlawanan, anak-anak
Punk terhadap para penguasa yang dilakukan secara tidak adil dan
berprikemanuasiaan.53 D. Tingkat Sosial Dan Ekonomi
52
Giam Nurill, “This Is Punk,” artikel diakses pada 10 November 2011 dari
Http://www.penahitam.web.id/2011/04/this-is-punk.htm1. 53
40
Punk merupakan sebuah kelompok anak muda yang mengajarkan
sikap toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai satu sama
lainnya. Baik antar individu maupun antar sesama kelompok komunitas
Punk. Tingkatan sosial komunitas punk diidentikan dengan adanya sebuah
kebersamaan (equality), dan solidaritas sosial yang tinggi antar sesama
anak Punk untuk menghilangkan segala bentuk perbedaaan sikap,
pandangan, perilaku sehingga akan terwujudnya tatanan kehidupan dalam
dunia Punk yang harmonis dan dinamis.
Hal ini dapat menumbuhkan semangat perjuangan untuk
sama-sama saling menciptakan sebuah komunitas yang memiliki persama-samaan visi
dan misi yang sama serta tujuan yang akan dicapai oleh anak-anak punk.
Oleh karena tingkat sosial punk ditunjukan dengan berbagai cara
komunitas Punk melakukan kegiatan-kegiatan sosial baik antar sesama
komunitas Punk maupun dengan masyarakat itu sendiri. Diantaranya
berbagai kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan anak-anak Punk adalah
sebagai berikut :
a. Kerja bakti antara warga dan komunitas punk.
b. Membagikan Sembako kepada warga dan lingkungan
sekitar.
c. Bersama-sama warga dan komunitas punk bergotong
royong membersihkan lingkungan sekitar.54
54
41
Dari berbagai kegiatan-kegiatan sosial anak-anak Punk baik antar
<