• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG DI CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING BANDUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG DI CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING BANDUNG"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan pada Program Studi Sistem Informasi Jenjang Sarjana Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

ESTER FRANSISCA 10506228

JURUSAN SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(2)

SISTEM INFORMASI PENGADAAN BARANG DI CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING BANDUNG

ESTER FRANSISCA S. 10506228

Telah disetujui dan disahkan di Bandung sebagai Skripsi pada tanggal :

. . .

Menyetujui, Pembimbing

Sintya Sukarta, ST., MT. NIP. 4127.70.26.015

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,

Prof. Dr. Ir. Ukun Sastraprawira, MSc NIP. 4127.70.006

Ketua Program Studi Sistem Informasi,

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan karunia dan rahmatNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Hal ini mengingat keterbatasan pengetahuan,

pengalaman dan kemampuan dalam mengolah serta menyajikannya. Namun demikian, penulis telah berusaha untuk menyusun laporan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam

penulisan laporan skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dan penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan khususnya bagi penulis sendiri.

Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan dan mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya, dan sebesar-besarnya kepada :

1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc, selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Prof. Dr. Ir. H. Ukun Sastraprawira, M.Sc, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

3. Dadang Munandar, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia.

(4)

iv

5. Wahyu Nurjaya WK ST,M.Kom, selaku dosen wali MI-11 K, atas bimbingan dan saran selama penulis menjalani perkuliahan di Universitas Komputer Indonesia Bandung.

6. Seluruh Dosen Manajemen Informatika dan Staff Universitas Komputer

Indonesia.

7. Alm. Papa, Mama, Surya, Christin, dan Gunung, yang telah memberikan dukungan secara materil dan moril, serta doa yang selalu dipanjatkan

setiap waktu, penulis ucapkan terima kasih yang tak terhingga.

8. Ibu Renata Juanta, Ivan Wirawan, dan Wenardi selaku pemilik CV. Victory Plastic Pelletizing, atas kesempatan dan waktu yang diberikan

untuk penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Komputer Indonesia Bandung.

9. Bapak Batara Santa Mulia Simbolon, SH yang selalu memberikan dorongan, semangat, dan bantuan materi selama penulis menjalani studi di Universitas Komputer Indonesia Bandung

10.Keluarga Sihombing Tangerang dan Keluarga Simbolon Cikaso, yang selalu memberikan semangat dan doa selama penulis menjalani perkuliahan.

(5)

v

12.Evan Octobera, atas perhatian, semangat, dorongan, doa nya selama ini. 13.Teman-teman di Jurusan Manajemen Informatika khususnya kelas MI-K

yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih atas bantuan dan dukungannya.

14.Dan orang-orang yang tidak dapat disebutkan satu persatu, penulis ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Semoga Tuhan memberikan berkat yang berlipat kali ganda kepada setiap

orang yang membantu penulis dari mulai perkuliahan sampai dengan penyelesaian perkuliahan saat ini.

Tuhan Memberkati...

Bandung, Juli 2010

(6)

vi

1.1.Latar Belakang Penelitian ………

1.2.Identifikasi dan Rumusan Masalah ………..

1.2.1. Identifikasi Masalah ………..

1.2.2. Rumusan Masalah ……….

1.3.Maksud dan Tujuan Penelitian ………

1.4.Kegunaan Penelitian ………

1.4.1. Kegunaan Praktis ………..

1.4.2. Kegunaan Akademis ……….

1.5.Batasan Masalah ………..

(7)

vii

2.1.1. Bentuk Umum Sistem ………..

2.1.2. Karakteristrik Sistem ……….

2.1.3. Model Sistem ………

2.2.Konsep Dasar Informasi ………..

2.2.1. Siklus Informasi ………

2.2.2. Kualitas Informasi ……….

2.2.3. Nilai Informasi ………..

2.3.Konsep Dasar Sistem Informasi ………..

2.4.Definisi Pengadaan Barang ………

2.5.Definisi Plastik ………

2.5.1.Jenis Plastik ....………..

2.5.2.Aneka Ragam Plastik ………

2.5.3.Proses Manufaktur Plastik ………

2.6. Arsitektur Aplikasi ………..

2.6.1. Pengertian Jaringan Komputer ………..

2.6.2. Jenis-Jenis Jaringan Komputer ………..

2.6.3. Topologi Jaringan Komputer ………

2.6.4. Manfaat Jaringan Komputer ………..

2.7.Pengertian Client Server ………..

2.8.Perangkat Lunak Pendukung ………...

2.8.1. Microsoft Visual Baasic 6.0 ……….. 0

(8)

viii

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ……….

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan .………...

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan .………..

3.1.4. Deskripsi Tugas ……….

3.2.Metode Penelitian ………

3.2.1. Desain Penelitian ………...

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data …………...

3.2.2.1.Sumber Data Primer ………..

3.2.2.2.Sumber Data Sekunder ……….

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem ..

3.2.3.1.Metode Pendekatan Sistem ………...

3.2.3.2.Metode Pengembangan Sistem ………….

3.2.3.3.Alat Bantu Analisis dan Perancangan …...

3.2.4. Pengujian Software ………... 34

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM …………... 4.1.Analisis Sistem Yang Berjalan ………

4.1.1. Analisis Dokumen ……….

4.1.2. Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan ……….

4.1.2.1.Flow Map ………..

4.1.2.2.Diagram Konteks ………..

(9)

ix

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem ………..

4.2.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan ……...

4.2.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan …………

4.2.3.1.Flow Map ………..

4.2.3.2.Diagram Konteks ………..

4.2.3.3.Data Flow Diagram ………...

4.2.3.4.Kamus Data ………...

4.2.4. Perancangan Basis Data ………

4.2.4.1.Normalisasi ………...

4.2.4.2.Relasi Tabel ………..

4.2.4.3.Entity Relationship Diagram ……….

4.2.4.4.Struktur File ………..

4.2.4.5.Kodifikasi ………..

4.2.5. Perancangan Antar Muka ………..

4.2.5.1.Struktur Menu ………...

4.2.5.2.Perancangan Input ……….

4.2.5.3.Perancangan Output ………..

4.2.6. Perancangan Arsitektur Jaringan ………... 61

BAB V PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM ………..

5.1.Pengujian ……….

5.1.1. Rencana Pengujian ………

5.1.2. Kasus dan Hasil pengujian ……… 109 109

109

(10)

x

5.2.1. Batasan Implementasi ………...

5.2.2. Implementasi Perangkat Lunak ……….

5.2.3. Implementasi Perangkat Keras ………..

5.2.4. Implementasi Basis Data ………...

5.2.5. Impelementasi Antar Muka ………...

5.2.6. Implementasi Instalasi Program ………

(11)

xi

Gambar 2.1. Bentuk umum sistem ………... 10

Gambar 2.2 Siklus Pengolahan Data ……… 14

Gambar 2.3. Kualitas Informasi …………..………. 15

Gambar 2.4 Topologi Bus ……… 25

Gambar 2.5 Topologi Star ……… 25

Gambar 2.6 Topologi Ring ...……… 26

Gambar 2.7 Topologi Mesh .……… 26

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ..……… 36

Gambar 3.2 Metode Pengembangan Waterfall ……… 43

Gambar 4.1 Flowmap yang sedang berjalan ……… 55

Gambar 4.2 Diagram Konteks yang sedang berjalan ..……… 57

Gambar 4.3 Data Flow Diagram Level 0 yang sedang berjalan .………… 58

Gambar 4.4 Data Flow Diagram Level 1 yang sedang berjalan .………… 59

Gambar 4.5. Flow Map Yang Diusulkan ...………... 64

Gambar 4.6 Diagram Konteks yang diusulkan ……...……… 65

Gambar 4.7 Data Flow Diagram Level 1 yang diusulkan ……..………… 66

Gambar 4.8Relasi Tabel ……….. 80

Gambar 4.9. Entity Relation Diagram ………..… 81

Gambar 4.10. Rancangan Menu Utama Perancangan Antar Muka ……… 88

Gambar 4.11. Rancangan Login ………...………… 90

Gambar 4.12. Rancangan Form Customer ………...………… 91

(12)

xii

Gambar 4.15. Rancangan Form Stock Bahan Mentah …..…...…………. 95

Gambar 4.16. Rancangan Form Barang Jadi ………...…..…...…………. 96

Gambar 4.17. Rancangan Form Barang Keluar ..………. 97

Gambar 4.18. Rancangan Form Barang Masuk ...…..……….. 98

Gambar 4.19. Rancangan Form Cari Bahan Mentah ...…………... 99

Gambar 4.20. Rancangan Form Cari Barang Jadi ...…….……… 100

Gambar 4.21. Rancangan Form Cari Data Customer ...……… 101

Gambar 4.22. Rancangan Form Cari Data Supplier .……… 102

Gambar 4.23. Rancangan Form Laporan Bahan Keluar ……… 103

Gambar 4.24. Rancangan Form Laporan Barang Masuk .……… 104

Gambar 4.25. Rancangan Form Laporan Barang Keluar .……… 105

Gambar 4.26. Rancangan Ouput Purchase Order ...………..……... 106

Gambar 4.27. Rancangan Ouput Data Barang Jadi ………..……... 107

Gambar 4.28. Rancangan Ouput Data Stock Bahan Mentah ……...……... 107

Gambar 4.29. Perancangan Arsitektur Jaringan (Topologi Star) ... 108

Gambar 5.1. Ikon Setup Aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Barang ... 136

Gambar 5.2. Tampilan Jendela Welcome to Sistem Informasi Pengadaan Barang ….………. 136

Gambar 5.3. Tampilan Jendela License Agreement ………. 137

Gambar 5.4. Tampilan Jendela Customer Information ……… 138

Gambar 5.5. Tampilan Jendela Setup Type ……….. 139

(13)

xiii

Gambar 5.9. Icon Pengadaan Barang ………... 142

Gambar 5.10. Form Menu Utama ……… 143

Gambar 5.11. Form Login ……… 143

Gambar 5.12. Form Menu Utama Administrator ………. 144

Gambar 5.13. Form Customer ...………... 145

Gambar 5.14. Form Supplier ...………... 146

Gambar 5.15. Form Bahan Masuk …..………... 147

Gambar 5.16. Form Bahan Keluar ...………. 148

Gambar 5.17. Form Bahan Mentah ……….. 149

Gambar 5.18. Form Barang Jadi ...………. 150

Gambar 5.19. Form Barang Masuk …..……….... 151

Gambar 5.20. Form Barang Keluar ...………. 152

Gambar 5.21. Form Pencarian Data Customer ...……….. 153

Gambar 5.22. Form Pencarian Data Supplier …...………... 154

Gambar 5.23. Form Pencarian Data Bahan Mentah ..………..…... 155

Gambar 5.24. Form Pencarian Data Barang Jadi ...………. 156

Gambar 5.25. Form Cetak Laporan Bahan Keluar ………... 156

(14)

xiv

Tabel 1.1. Jadwal Penelitian ………. 8

Tabel 4.1. Evaluasi Sistem Yang Berjalan ... 60

Tabel 4.2. Struktur File Barang Jadi ... 82

Tabel 4.3. Struktur File Stock Bahan Mentah ... 82

Table 4.4. Struktur File Customer ... 83

Tabel 4.5. Struktur File Supplier ... 83

Tabel 4.6. Struktur File Bahan Masuk ... 83

Tabel 4.7. Struktur File Bahan Keluar ... 83

Tabel 4.8. Struktur File Barang Masuk ... 83

Tabel 4.9. Struktur File Barang Keluar ... 84

Tabel 4.10. Struktur File Pesanan ... 84

Tabel 4.11. Struktur File Detail Bahan Masuk ... 84

Tabel 4.12. Struktur File Detail Barang Masuk ... 84

Tabel 4.13. Struktur File Detail Barang Keluar ... 84

Tabel 4.14. Struktur File Detail Barang Keluar ... 84

Tabel 4.14. Keterangan Form Login ... 90

Tabel 4.15. Keterangan Form Input Customer ... 91

Tabel 4.16. Keterangan Form Input Supplier ... 92

Tabel 4.17. Keterangan Form Bahan Masuk ... 93

Tabel 4.18. Keterangan Form Bahan Keluar ... 94

Tabel 4.19. Keterangan Form Bahan Mentah ... 95

(15)

xv

Tabel 4.22. Keterangan Form Cari Bahan Mentah ... 99

Tabel 4.23. Keterangan Form Cari data Barang Jadi ... 100

Tabel 4.24. Keterangan Form Cari data Customer ... 101

Tabel 4.25. Keterangan Form Form Cari data Supplier ... 102

Tabel 4.26. Keterangan Form Laporan Bahan Keluar ... 103

Tabel 4.27. Keterangan Form Laporan Barang Masuk ... 104

Tabel 4.28. Keterangan Form Laporan Barang Keluar ... 105

Tabel 5.1. Rencana Pengujian ……… 109

Tabel 5.10. Implementasi Struktur Sub Menu Administrasi ..………. 133

Tabel 5.11. Implementasi Struktur Sub Menu Keuangan ..………. 133

Tabel 5.12. Implementasi Struktur Sub Menu Produksi ………. 133

Tabel 5.13 Implementasi Struktur Sub Menu Gudang ..………. 134

(16)

xvi

(17)

xvii

A. SIMBOL-SIMBOL YANG DIGUNAKAN DALAM DFD

NO SIMBOL KETERANGAN

1

Kesatuan luar (Eksternal Entity)

Merupakan kesatuan diluar lingkungan sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lain.

2

Arus Data

Merupakan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasildari proses sistem

3

Proses

Kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang , mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

4

Simpanan Data

(18)

xviii 1

Simbol Arsip

Simbol digunakan untuk menunjukan data yang diarsipkan

2

Simbol Dokumen

Simbol digunakan untuk mewakili data / Dokumen

3

Simbol proses

Simbol digunakan untuk mewakili suatu proses komputerisasi

4

Simbol keputusan

Simbol digunakan untuk suatu penyeleksian kondisi di dalam program

5

Simbol garis alir

Simbol digunakan untuk menunjukan arus dari proses

6

Simbol Database

Simbol digunakan untuk mewakili database

7

Simbol proses

Simbol digunakan untuk mewakili suatu proses manual

8

Simbol Rangkap Dokumen

(19)
(20)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin modern akan mendorong manusia untuk mencari kemudahan dalam mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Kemajuan teknologi dapat mendukung pengolahan informasi menjadi alat pemicu persaingan dunia bisnis dan ekonomi yang semakin kompetitif. Kemajuan teknologi dan informasi khususnya dalam bidang sistem komputer sangat membantu dalam pemecahan masalah dalam pengolahan data. Karena hampir setiap pekerjaan dioperasikan dengan bantuan komputer.

Peranan komputer sangat dibutuhkan dalam membantu menyelesaikan suatu pekerjaan yang dihadapi. Dengan demikian, komputer sangat membantu dalam menyelesaikan setiap pekerjaan-pekerjaan dengan cepat, tepat, dan akurat. Untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat tersebut dari sistem yang dibuat dibutuhkan tiga perangkat bantu, yaitu perangkat keras (hardware) berupa komputer, perangkat lunak (software) berupa sistem operasi dan bahasa pemograman, dan perangkat manusia (brainware) yang dapat berupa analisis sistem, teknisi, programmer dan operator.

(21)

banyak, maka hal ini perlu dilakukan supaya data tidak menumpuk dimana akan menyita waktu dan menguras tenaga dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Setiap perusahaan tidak mau ketinggalan dengan kemajuan tekologi informasi yang sangat menunjang terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan pegawainya, oleh karena itu maka setiap perusahaan berlomba-lomba meningkatkan produktifitasnya dengan beradaptasi secepatnya terhadap kemajuan teknologi yang sangat berhubungan dengan aktifitas kinerja perusahaan tersebut. Demikian juga halnya dengan CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING yang mendaur ulang plastik bekas menjadi biji plastik yang menjadi komoditas dari perusahaan ini untuk kemudian didistribusikan dan dijual kepada konsumen dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

(22)

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Suatu masalah perlu diidentifikasi dan dirumuskan dengan tujuan agar permasalahan jelas dan tidak menimbulkan keragu-raguan atau tafsir yang berbeda-beda. Identifikasi masalah adalah cara untuk mengidentifikasi masalah yang akan dijadikan objek penelitian dalam membuat laporan penelitian ini. Rumusan masalah adalah gambaran atau rancangan masalah yang akan diteliti dalam sebuah penelitian.

1.2.1. Identifikasi Masalah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa proses pengelolaan data produksi dan distribusi selama ini masih dilakukan secara manual. Kemudian secara rinci identifikasi masalah akan dijelaskan sebagai berikut :

a) Kesulitan dalam pencarian data, karena tidak jarang arsip-arsip atau dokumen-dokumen belum tersusun dengan rapi juga belum tersortir dengan baik dan benar.

b) Dalam pembuatan laporan bulanan memerlukan waktu yang cukup lama dikarenakan pembuatan laporan yang ada masih dilakukan dengan memasukkan data barang maupun transaksi pembelian dan penjualan satu persatu dengan melihat dokumen yang ada.

(23)

d) Kesalahan dan keterlambatan informasi untuk mengetahui jumlah stok barang dan mengakibatkan terlambatnya kegiatan operasional perusahaan.

e) Pendataan bahan baku yang sering tidak cocok dengan keadaan barang seharusnya yang mengakibatkan terlambatnya melakukan pengiriman barang ke customer

1.2.2. Rumusan Masalah

Dengan menyentuhnya dunia IT kedalam perusahaan ini di harapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap keefektifan kerja. Pada kesempatan ini, diambil permasalahan diatas untuk membuat suatu aplikasi sistem yang dapat memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat guna mempersingkat waktu dalam mengetahui informasi data bahan baku dan bahan jadi yang menjadi komoditi utama pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Sistem Informasi Pengadaan Barang yang berjalan pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING

2. Bagaimana perancangan Sistem Informasi Pengadaan Barang pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

(24)

4. Bagaimana implementasi Sistem Informasi Pengadaan Barang pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING akan berfungsi secara efektif dan efisien

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud laporan penelitian ini adalah sebagai latihan untuk melakukan studi kasus tentang teori-teori yang dipelajari selama menjalani kuliah dengan kegiatan yang dilakukan di lapangan.

Adapun dari hasil penelitian, untuk dapat memberikan pelayanan yang profesional dengan memerlukan waktu yang singkat menggunakan prosedur pelaksanaan yang efisien, sehingga dapat menghasilkan informasi yang cepat dan akurat dan dapat mempercepat pengaksesan data atau penerimaan informasi pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

Setiap penelitian harus memiliki tujuan yang jelas, dengan berpatokan pada tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka kegiatan yang dilakukan menjadi terarah, berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING

2. Untuk membuat perancangan Sistem Informasi Pengadaan Barang pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING

(25)

4. Untuk mengetahui implementasi Sistem Informasi Pengadaan Barang pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

1.4. Kegunaan Penelitian

Kegunaan dari penelitian ini bagi penulis adalah untuk menerapkan ilmu dan pengembangan pengetahuan yang didapat selama kuliah. Dengan penyusunan tugas akhir ini diharapkan timbul suatu motivasi untuk meningkatkan kemampuan penguasaan disiplin ilmu yang ditekuni dalam bidang komputer dan dalam pembuatan aplikasi, untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam ruang lingkup dunia kerja yang sesungguhnya.

1.4.1. Kegunaan Praktis

a.Bagi Perusahaan

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan masalah yang terkait dengan Sistem Informasi Pengadaan Barang di CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

1.4.2. Kegunaan Akademis

a.Bagi Pengembangan Ilmu

(26)

b.Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada peneliti lain atau para akademis yang akan mengambil skripsi atau tugas akhir dalam kajian yang sama sekaligus sebagai referensi di dalam penulisan.

c.Bagi Penulis

Berguna dalam menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih daya fikir dalam mengambil kesimpulan atas permasalahan yang ada didalam perusahaan, khususnya di CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

1.5. Batasan Masalah

Melihat luasnya masalah dan untuk mengurangi kompleksitas masalah, perlu adanya batasan masalah sehingga pembahasan akan lebih terarah dan mempermudah dalam proses perancangan sistem itu sendiri, maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut :

1. Aplikasi yang dibangun hanya mencakup pencarian data, menyimpan data barang masuk, barang keluar dan data stock barang

2. Pembuatan laporan produksi dan stock gudang dan laporan keuangan pembelian dan penjualan barang secara periodik.

(27)

1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penulis melakukan penelitian Skripsi pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING yang beralamat di Komplek Taman Holis Indah, Kavling Industri No. 16 B, Bandung, Telp. 022-6045599. Adapun jadwal penelitian yang dilakukan sebagai berikut :

Tabel 1.1. Jadwal Penelitian

No. Kegiatan b. Merancang system

(28)

9

2.1. Konsep Dasar Sistem

Sistem dapat diartikan dengan adanya suatu bagian-bagian yang saling

terkait dan melakukan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Keterkaitan antar

komponen tersebut sangat diperlukan, karena tanpa adanya kerjasama yang baik

antar komponen pendukung sistem, maka tidak akan dapat mencapai hasil atau

tujuan yang maksimal. Menurut Jogiyanto (2005 : 6) bahwa “Sistem adalah suatu

jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul

bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu

sasaran tertentu”. Sedangkan Menurut Richard F. Neuschel ( 2005 : 2 ) Suatu

prosedur adalah suatu urutan – urutan oprasi klerikal (tulis menulis), biasanya

melibatkan beberapa orang didalam satu atau klebih departemen, yang diterapkan

untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi – transaksi bisnis yang

terjadi. Pengertian sistem menurut Richard F. Neuschel ( 2005 : 2 ) Sistem adalah

kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan

tertentu.

Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem) yang saling

berinteraksi, sebagai akibat adanya input yang diproses menjadi output/informasi,

(29)

2.1.1. Bentuk Umum Sistem

Bentuk umum dari suatu sistem adalah terdiri dari Masukan (Input),

Proses dan Keluaran (Output). Dalam bentuk umum sistem ini dapat

memasukkan satu atau lebih masukan yang selanjutnya akan diproses dan

menghasilkan suatu keluaran. Bentuk umum sistem dapat dilihat pada

gambar 2.1 dibawah ini.

Gambar 2.1 Bentuk Umum Sistem

[Sumber : Hartono, JOG : 6]

2.1.2. Karakteristrik Sistem

Menurut Jogiyanto (2005 : 3), pada hakekatnya suatu sistem

mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai

komponen-komponen (component), batasan sistem (boundary), lingkungan

luar sistem (environment), penghubung sistem (interface), masukan sistem

(input), pengolahan sistem (process), keluaran sistem (output), dan sasaran

sistem (object ives) atau tujuan sistem (goal).

1) Komponen sistem (component)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi

dan bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen sistem dapat

(30)

berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem

mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi

tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2) Batasan sistem (boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem

dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan

sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu sistem

menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3) Lingkungan luar sistem (environment)

Lingkungan luar dari sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang

mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

4) Penghubung sistem (interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung atau subsistem

dengan subsistem lainnya. Dengan subsistem dapat berintegrasi dengan

subsistem lainnya membentuk satu kesatuan.

5) Masukan sistem (input)

Masukan sistem dapat berupa masukan perawatan (maintenance input)

dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input berupa sebuah

program komputer, pada komputer data merupakan signal input untuk

diolah menjadi informasi.

(31)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan

merubah input menjadi output.

7) Keluaran sistem (output)

Keluaran sistem merupakan hasil dari pengolahan sistem dan

mengklasifikasikan masukan menjadi keluaran.

8) Sasaran sistem (objectives) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Sasaran sistem

sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan dan keluaran yang

akan dikatakan berhasil bila mengenai sasaran dan tujuannya. Jika suatu

sistem tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka semua operasi sistem

tidak ada gunanya.

2.1.3. Model Sistem

Model sistem merupakan penyederhanaan dari sesuatu. Suatu model

yang dibentuk akan mewakili sebuah objek atau entitas. Terdapat

beberapa jenis model sistem, yaitu :

a. Model Fisik, yaitu penggambaran entitas atau objek dalam bentuk

tiga dimensi

b. Model Naratif, yaitu penggambaran entitas atau objek dalam

bentuk lisan atau tulisan

c. Model Grafik, yaitu penggambaran entitas atau objek dalam bentuk

(32)

d. Model Matematika, yaitu penggambaran entitas atau objek dalam

bentuk persamaan atau formula matematika.

2.2. Konsep Dasar Informasi

Menurut Jogiyanto (2005 : 7), Informasi ibarat darah yang mengalir di

dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi ini sangat penting di dalam

suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi

luruh, kerdil dan akhirnya berakhir. Robert N. Anthony dan John Dearden

menyebutkan keadaan dari sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya

dengan istilah entropy. Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari

proses entropy yang disebut dengan negative entropy atau negentropy.

Dari pengertian diatas informasi dapat didefinisikan yaitu, informasi adalah

data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang

menerimanya.

2.2.1. Siklus Informasi

Menurut Andri Kristanto (2008 : 10). Data yang masih merupakan

bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak berguna. Data

tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah

melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut

disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama

(33)

Gambar 2.2. Siklus Pengolahan Data

(Sumber : Perancangan Sistem informasi dan Aplikasinya. Oleh : Andi

Kristanto)

Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa data yang merupakan

suatu kejadian yang menggambarkan kenyataan yang terjadi dimasukan

melalui elemen input kemudian data tersebut akan diolah dan diproses

menjadi suatu output, dan output tersebut adalah informasi yang dibutuhkan.

Informasi tersebut akan diterima oleh pemakai atau penerima, kemudian

penerima akan memberikan umpan balik yang berupa evaluasi terhadap

informasi tersebut dan hasil umpan balik tersebut akan menjadi data yang

akan dimasukan menjadi input kembali. Begitu seterusnya.

2.2.2. Kualitas Informasi

Menurut Jogiyanto (2005 : 10). Kualitas dari suatu informasi (quality

of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat

(34)

Gambar 2.3 Kualitas Informasi

(Sumber : Analisis dan Desain. Oleh : Jogiyanto)

Dari gambar 2.2 diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau

menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan

maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi

sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan

(noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

2) Tepat pada waktunya

Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi

yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi

merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila

pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk

organisasi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus

(35)

teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan

mengirimkannya.

3) Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi

informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin

produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan

lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya

informasi mengenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan

informasi yang kurang relevan, tetapi relevan untuk akuntan.

2.2.3. Nilai Informasi

Menurut Jogiyanto (2005 : 11), Nilai dari informasi (value of

information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya

mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih

efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi perlu

diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem

informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak

memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi

pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya,

karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di

dalam perusahaan. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan

(36)

2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005 : 11), telah diketahui bahwa informasi merupakan

hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan.

Pertanyaannya adalah darimana informasi tersebut bisa didapatkan?. Informasi

dapat diperoleh dari sistem informasi (information sistem) atau disebut juga

dengan processing sistems atau information processing sistemsatau

information-generating sistems. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert A. Leith dan K.

Roscoe Davis sebagai berikut :

“Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung

operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

2.4. Definisi Pengadaan Barang

Pengadaan merupakan kegiatan pemenuhan kebutuhan. Pengertian

Pengadaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengadaan berasal dari kata

“ada” dan ditambahkan awalan pe- dan akhiran –an sehingga mempunyai arti

“Pengadaan adalah proses menjadikan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi

ada”.

Berdasarkan pemikiran tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan

bahwa yang dimaksud dengan Sistem Informasi Pengadaan Barang adalah pola

hubungan yang berkaitan untuk melakukan kegiatan memproses data kebutuhan

(37)

proses pembeliannya sehingga kebutuhan tersebut terpenuhi dan dihasilkan data

yang cepat, tepat dan akurat, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

2.5. Definisi Plastik

Menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik/ 06 April 2010, Plastik adalah

polimer; rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit

molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum terdiri dari polimer karbon saja

atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat

komersial juga berdasar silikon). Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama

yang menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti plastik

grup molekuler berlainan "bergantung" dari tulang-belakang (biasanya "digantung"

sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer bersama untuk

membentuk rantai polimer). Pengesetan ini oleh grup "pendant" telah membuat plastik

menjadi bagian tak terpisahkan di kehidupan abad 21 dengan memperbaiki properti dari

polimer tersebut. Pengembangan plastik berasal dari penggunaan material alami (seperti:

permen karet, "shellac") sampai ke material alami yang dimodifikasi secara kimia

(seperti: karet alami, "nitrocellulose") dan akhirnya ke molekul buatan-manusia (seperti:

(38)

2.5.1. Jenis Plastik

Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

1. Sifat fisikanya

a. Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa

didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Contoh:

polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat (PC)

b. Termoset. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa

didaur-ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang akan menyebabkan

kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin epoksi, bakelit,

resin melamin, urea-formaldehida

2. Kinerja dan penggunaanya

a. Plastik komoditas

Sifat mekanik tidak terlalu bagus

Tidak tahan panas

Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN

Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus

makanan, botol minuman

b. Plastik teknik

Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 °C

Sifat mekanik bagus

Contohnya: PA, POM, PC, PBT

(39)

c. Plastik teknik khusus

Temperatur operasi di atas 150 °C

Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500

Kgf/cm²)

2.5.2. Aneka Ragam Plastik

1. PP (Polypropylene), merupakan bahan plastik yang biasa

digunakan untuk packing/pembungkus makanan kering/snack,

sedotan plastik, kantong obat, penutup, cup plastik, tas, botol,

dsb.

2. PE (Poly Ethylene), merupakan bahan plastik yang digunakan

sebagai packing minuman atau barang-cairan, seperti es batu,

syrup, maupun minuman lainnya.

3. OPP (Oriented Polystyrene), sangat bening, kurang tahan panas.

Digunakan untuk mempacking roti & snack, t-shirt, jackets,

baju. Untuk menambah keindahan dan penampilan product.

Supaya tidak mudah robek dipergunakan double layer side &

gusset.

4. HDPE (High Density Polyethylene), merupakan bahan plastik

yang bewarna putih susu atau putih bersih. Digunakan untuk

kantong tissue, botol detergent dan minyak, dan plastik anti

panas, pipa plastik.shopping bag dan kantong plastik yang cocok

untuk kantung sayur makanan yang berkuah karena fleksibel

(40)

5. LDPE (Low Density Polyethylene), merupakan bahan plastik

yang digunakan untuk pelapis kaleng. Plastik pembungkus

makanan supaya tetap hangat (food wrapping). Kantong grocery,

bungkus roti, tas plastik fleksibel dengan kekuatan remas.dimana

kemasan yang tercantum adalah roll.

6. PET (Polyethylene Terephthalate) adalah polimer jernih dan kuat

dengan sifat-sifat penahan gas dan kelembaban. Kemampuan

plastik PET untuk menampung karbon dioksida (karbonasi)

membuatnya sangat ideal untuk digunakan sebagai botol-botol

minuman ringan (bersoda / terkarbonasi). Selain itu plastik PET

juga sering digunakan sebagai botol air minum kemasan.

7. PS (Polystyrene) bersifat berubah bentuk & berbunyi. Bahan

plastik yang digunakan untuk gabus (styrofoam, cup, box, tray

daging, tempat telur)

8. Plastik Cor adalah bahan plastik yang biasa dipergunakan untuk

pengecoran bangunan.

9. PVC (Poly Vinly Chlorine), merupakan bahan plastik yang

dipergunakan untuk packing botol minyak, daging, pipa air dan

jendela plastik.

10.Lunchbox Polystyrene, merupakan bahan plastik yang digunakan

(41)

11.Karet bahan karet berupa karet gelang, terbagi dari super dan

campuran super terbuat dari bahan murni. Transparan dan

bersifat kuat dan elastis.

12.Tissue terdiri dari berbagai ragam kegunaan antara lain : untuk

toilet, facial, luncheon, handkerchief, dinner maupun untuk

minuman disebut tissue cocktail.

13.Plastik Vacuum berupa campuran bahan nylon dan PE/LDPE

digunakan untuk membungkus sayur, buah, daging yang hampa

udara dan siap dimasak / dimakan.

14.Plastik Mika berbahan campuran antara bahan PP/PE/PVC

biasanya digunakan untuk album, taplak meja, sampul, bungkus

dll.

2.5.3. Proses Manufaktur Plastik

1. Injection molding

Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam

tabung yang berpemanas diinjeksikan ke dalam cetakan.

2. Ekstrusi

Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam

tabung yang berpemanas secara kontinyu ditekan melalui sebuah

orifice sehingga menghasilkan penampang yang kontinyu.

3. Thermoforming

Lembaran plastik yang dipanaskan ditekan ke dalam suatu

(42)

4. Blow molding

Bijih plastik (pellet) yang dilelehkan oleh sekrup di dalam

tabung yang berpemanas secara kontinyu diekstrusi membentuk

pipa (parison) kemudian ditiup di dalam cetakan.

2.6. Arsitektur Aplikasi

Menjelaskan mengenai definisi jaringan komputer, jenis-jenis jaringan

komputer, topologi jaringan komputer dan manfaat jaringan komputer.

2.6.1. Pengertian Jaringan Komputer

Menurut Dede Sopandi (2006 : 5). Jaringan komputer merupakan

gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Gabungan

teknologi ini melahirkan pengolahan data yang didistribusikan, mencakup

pemakaian database, software aplikasi dan peralatan hardware secara

bersamaan, untuk membantu proses otomatisasi dan peningkatan kearah

efisiensi kerja.

2.6.1.1. Jenis-jenis Jaringan Komputer

Secara umum jaringan komputer dibagi atas tiga jenis, yaitu ;

1) Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik

pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran

sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk

menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation

(43)

memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan

saling bertukar informasi.

2) Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya

merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan

biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.

MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya

berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan

untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu

menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan

jaringan televisi kabel.

3) Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup

daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah

negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan

mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program

(aplikasi) pemakai.

2.6.2. Topologi Jaringan Komputer

Menurut Dede Sopandi (2006 : 38). Memilih jenis kabel yang

digunakan untuk membangun jaringan tidak lepas dari jenis topologi yang

kita gunakan, namun pada intinya, jaringan komputer adalah jaringan kabel,

dimana bentuk dan fungsi dari jaringan tersebut menentukan pemilihan jenis

(44)

pertimbangan utama untuk membangun sebuah jaringan komputer (baik

home network, ataupun network kelas raksasa seperti MAN (metropolitan

area network).

Ada empat macam topologi jaringan yaitu:

1) Topologi Bus

Gambar 2.4. Topologi Bus

(Sumber : http://vendika11.wordpress.com/2009/01/14/topologi-gambar/)

2) Topologi Star

Gambar 2.5. Topologi Star

(45)

3) Topologi Ring

Gambar 2.6. Topologi Ring

(Sumber : http://vendika11.wordpress.com/2009/01/14/topologi-gambar/)

4) Topologi Mesh

Gambar 2.7. Topologi Mesh

(46)

Dalam sistem informasi pengadaan barang jadi ini menggunakan

topologi star, karena topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

a. Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data

mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.

b. Mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang

langsung terhubung ke central node.

c. Keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak

terganggu.

d. Dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel

satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.

Sehingga cukup mudah untuk mengubah dan menambah computer ke

dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu

aktivitas jaringan yang sedang berlangsung, dan apabila satu computer yang

mengalami kerusakan dalam jaringan maka computer tersebut tidak akan

membuat mati seluruh jaringan star.

2.6.3. Manfaat Jaringan Komputer

Menurut Dede Sopandi (2006 : 37). Manfaat yang didapat dari

membangun jaringan komputer adalah sebagai berikut :

1. Sharing Resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan/peripheral

(47)

komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari

pemakai.

2. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antara

pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim

pesan/informasi yang penting lainnya.

3. Integrasi Data

Pembangunan jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada

komputer pusat. Setiap proses data tidak harus dilakukan 1 komputer

saja, melainkan dapat didistribusikan ketempat lainnya oleh sebab

inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi sehingga dengan

demikian memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah

informasi setiap saat.

4. Pengembangan dan Pemeliharaan

Dengan adanya jaringan komputer ini, maka perkembangan peralatan

dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, jaringan

komputer bisa memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan

peralatan lainnya.

5. Keamanan Data

Sistem jaringan komputer memberikan perlindungan terhadap data

(48)

akses para pemakai dan password, serta teknik perlindungan terhadap

harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan adanya pemakaian sumber daya secara bersama-sama maka

pemakai bisa mendapatkan hasil dengan maksimal dan kualitas yang

tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena

setiap ada perubahan yang terjadi dapat secara langsung diketahui oleh

pemakai.

2.7. Pengertian Client Server

Menurut Dede Sopandi (2006 : 1). Transmisi data berarti pengiriman data

antara dua komputer, atau antara sebuah komputer dengan terminal. CCITT

(Consultative Cimmittee International Tlephony dan Tegraphy), yang sekarang

dikenal ITU-T (International Telecommunications Union Telephony), menyebut

terminal sebagai piranti terminal data (data terminal equipment=DTE).

Client adalah setiap komponen dari sebuah sistem yang meminta layanan

atau sumber daya (resources) dari komponen sistem lainnya. Server adalah setiap

komponen sistem yang menyediakan layanan atau sumber daya ke komponen

sistem lainnya. Sistem client/server dirancang untuk memisahkan layanan basis

data dari client, dengan penghubungnya dengan menggunakan jalur komunikasi

data. Layanan basisdata diimplementasikan pada sebuah komputer yang berdaya

(49)

sumber daya. (Sumber : http://www.wimpermana.web.ugm.ac.id/

jaringan-client-server/18 April 2009).

Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client (biasanya

aplikasi yang menggunakan GUI) dengan server. Masing-masing client dapat

meminta data atau informasi dari server.

2.8. Perangkat Lunak Pendukung

Yaitu perangkat lunak yang akan digunakan untuk membangun maupun

melakukan pengembangan suatu aplikasi sistem informasi.

2.8.1. Microsoft Visual Basic 6.0

Menurut Andri Koniyo (2007 : 145). Microsoft Visual Basic 6.0

merupakan Bahasa pemograman yang cukup popular dan mudah untuk di

pelajari. Anda dapat membuat program dengan aplikasi GUI (Graphical

User Interface), atau program yang memungkinkan penggunaan komputer

dapat berkominikasi menggunakan media grafik atau gambar dengan

komputer tersebut. Microsoft Visual Basic 6.0 menyediakan fasilitas yang

memungkinkan anda menyusun sebuah program dengan memasang

objek-objek grafis dalam sebuah form.

Visual Basic 6.0 berawal dari Bahasa pemrograman BASIC

(Beginners Allpurpose Symbiloc Instruction Code). Karena Bahasa BASIC

cukup mudah dipelajari dan popular, maka hampir setiap programmer

(50)

popular di kalangan pengguna PC karena didalamnya disertai Bahasa

BASIC yang dikenal dengan QBASIC (Quick Basic). Sistem tersebut

sekarang sudah jarang digunakan. Di era windows, mocrosoft menciptakan

Visual Basic yang terus mengalami penyempurnaan hingga Visual Basic

6.0.

2.8.2. Microsoft SQL Server 2000

Menurut Andri Koniyo (2007 : 145). Microsoft SQL Server 2000

adalah perangkat lunak relational database management sistem (RDBMS)

yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar

dengan berbagai fasilitas.

SQL server 2000 mempunyai fungsi utama untuk memproses query

dan transaksi database yang diberikan oleh aplikasi client dengan

perfomansi yang baik.

Dengan Microsoft SQL Server 2000, database bukanlah sebuah file

tetapi merupakan sebuah konsep logis yang berisi sekumpulan objek-objek

yang berhubungan. Missal sebuah database berisi data, struktur database,

index, sekuritas, view, dan stored procedure. Objek-objek dalam sebuah

database adalah sebagai berikut :

1) Database

Database berisi berbagai objek yang digunakan untuk mewakili,

(51)

2) Table

Objek yang berisi tipe-tipe data dan data mentah.

3) Kolom

Sebuah tanel berisi kolom-kolom untuk menampung data. Kolom

mempunyai sebuah tipe dan nama yang unik.

4) Tipe data

Sebuah kolom mempunyai sebuah tipe data. Tipe-tipe yang dapat

dipilih adalah karakter, numeric, tanggal, Boolean dan lain-lain.

5) Stored procedure

Merupakan perintah-perintah SQL yang membentuk makro. Dengan

menjalankan stored prosedure berarti menjalankan perintah-perintah

SQL di dalam sebuah procedure.

6) Trigger

Stored procedure yang diaktifkan pada saat data ditambahkan, diubah,

atau dihapus dari database. Trigger dipakai untuk menjamin aturan

integrasi di dalam database.

7) Rule

Diberlakukan pada kolom sehingga data yang dimasukan harus sesuai

dengan aturan.

8) Primary key

(52)

9) Foreign key

Kolom-kolom yang mengacu primary key pada table lain. Primary key

dan foreign key dipakai untuk menghubungkan sebuah data dengan

tabel lain.

10) Konstrain

Mekanisme integritas data yang berbasis server dan diimplementasikan

oleh sistem.

11) Default

Dinyatakan pada field (kolom) sehingga jika kolom tersebut tidak diisi

data, maka diisi dengan nilai default.

12) View

Query yang memakai beberapa tabel, dan disimpan di dalam database.

View dapat memilih beberapa kolom dari sebuah tabel atau

menghubungkan beberapa tabel. View daapt dipakai untuk menjaga

keamanan data.

13) Index

Membantu mengorganisasikan data sehingga query menjadi lebih cepat.

14) Fungsi

Kumpulan perintah yang mengandung input atau tidak menggunakan

input baik satu atau lebih dari satu dan mengeluarkan nilai baik berupa

(53)

34

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1.Objek Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini yang menjadi objek penelitian adalah CV.

VICTORY PLASTIC PELLETIZING. Untuk melihat lebih jelas gambaran mengenai

objek penelitian, maka penulis membahas mengenai sejarah, visi dan misi perusahaan,

struktur organisasi dan deskripsi pekerjaan dari CV. VICTORY PLASTIC

PELLETIZING tersebut.

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING didirikan pada tanggal 03 Maret

1996 oleh Ibu Renata Juanta dan Bapak Batara Santa Mulia, SH dengan beralamat

pada Kavling Industri No. 16B, Taman Holis Indah Bandung.

CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING bergerak dalam bidang Daur Ulang

Plastik, Penyimpanan, Penjualan dan Pembelian bahan-bahan Plastik. Latar belakang

didirikannya CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING adalah dengan melihat

plastik sebagai material yang paling sering kita temui terutama sebagai kemasan

produk-produk bahan makanan. Plastik adalah material yang mampu menyokong

kemajuan teknologi modern. Dilihat dan disadari ternyata plastik mempunyai banyak

manfaat dalam kehidupan kita. Untuk itu timbullah ide untuk membuka usaha dalam

(54)

pemasok bahan biji plastik terbesar untuk Diamond Plastic, dimana Diamond Plastic

yang terkenal dengan HD Anti Panasnya ini masih dimiliki oleh Ibu Renata Juanta.

Plastik yang diproses pada CV. CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING

sendiri terbagi oleh beberapa jenis bagian. Pembagian kelompok-kelompok tersebut

terdiri dari HD, PE, dan PP.

Untuk saat ini CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING memproduksi

limbah plastik. Limbah plastik tersebut diolah menggunakan mesin plastik dan

diproses menjadi biji-biji plastik. Biji-biji plastic itulah yang akhirnya dijual oleh CV.

VICTORY PLASTIC PELLETIZING. Dari biji-biji plastic tersebut dapat dijadikan

berbagai macam keperluan. Itu bisa dilihat dari jenis plastic yang diprosesnya. Selain

menerima bahan baku yang dijual oleh bandar-bandar plastik, CV. VICTORY

PLASTIC PELLETIZING juga menerima Makloon plastic dari perusahaan lain.

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

a.Visi

Visi dari CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING adalah

“Terwujudnya wirausaha mandiri berbasis kompetensi dalam menghasilkan

produksi yang berkualitas tinggi”

b.Misi

Misi dari CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING adalah

1. Membangun kualitas sumber daya manusia agar menjadi pribadi

wirausahawan.

2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas dari aspek yang ada.

(55)

5. Meraih prestasi dalam berbagai bidang, terutama bidang Olahraga.

.

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi sangat diperlukan supaya terjadi koordinasi kerja yang baik

antar kedudukan dan tugas serta kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap

karyawan yang bersangkutan di dalam satu organisasi. Dengan adanya struktur

organisasi yang rapih maka setiap karyawan akan tahu apa yang harus dikerjakan dan

kepada siapa dia harus melaporkan hasil kerjanya.

Berikut ini penulis sajikan struktur organisasi CV. VICTORY PLASTIC

PELLETIZING beserta tugas dan kewajibannya masing-masing :

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

(56)

1. Manager

a. Bertanggung Jawab atas segala urusan persetujuan semua dokumen baik itu

pembelian ataupun penjualan bahan baku ataupun bahan jadi.

b. Memeriksa semua laporan dari setiap bagian untuk dibuatkan laporan secara

global yang akan diserahkan kepada Pemilik Perusahaan

2. Kepala. Keuangan

a. Bertanggung jawab atas segala pengeluaran uang yang ada di kas

b. Mengatur jadwal permintaan uang ke Perusahaan

c. Memeriksa bukti-bukti cash flow yang dibuat oleh Kasir

d. Memeriksa Laporan Stock Bahan yang dilaporakan Kepala. Gudang setiap

minggunya

e. Membuat Laporan Keuangan Bulanan

3. Kasir

a. Bertanggung jawab atas kas kecil

b. Mengatur keluarnya uang di kas

c. Memberikan laporan harian kepada Kepala Keuangan

d. Membayarkan gaji karyawan setiap minggunya

e. Membuat faktur-faktur penagihan

f. Merekap Surat Jalan

(57)

4. Kepala HRD

a. Bertanggung Jawab atas absensi karyawan

b. Membuat Laporan Absensi Karyawan untuk diserahkan kepada Kepala.

Keuangan yang nantinya akan dijadikan patokan pemberian gaji bagi

karyawan.

c. Membuat Jadwal Shift untuk karyawan yang berkerja secara shift.

d. Mengawasi pekerjaan dan kegiatan semua karyawan selama karyawan berada

di area lingkungan kerja dan pada jam kerja.

e. Mengatur penerimaan karyawan baru (apabila ada penerimaan karyawan)

f. Mempunyai hak dan wewenang untuk memberhentikan karyawan yang

bermasalah ataupun menerima karyawan baru

g. Mengatur jadwal keberangkatan Supir.

5. Kepala Gudang

a) Bagian Timbang Bahan

a. Bertanggung jawab atas penimbangan bahan yang masuk dari Supplier.

b. Bertanggung jawab atas penimbangan bahan yang akan keluar untuk dijual.

b) Bagian Sortir Bahan

a. Menyortir bahan yang masuk (membedakan plastic menurut jenisnya)

Adapun tugas Kepala Gudang adalah sebagai berikut :

a. Bertanggung jawab atas keluar masuknya bahan baku ataupun bahan jadi.

b. Bertanggung jawab untuk pembelian bahan baku ataupun peralatan yang

diperlukan untuk kegiatan produksi

c. Mengawasi jalannya pensortiran bahan

(58)

6. Kepala Produksi

a. Bertanggung jawab atas pekerjaan produksi seluruh karyawan

b. Membuat jadwal bahan plastic yang akan diproses untuk setiap shiftnya

c. Bertanggung jawab atas setiap pengiriman bahan kepada Customer

7. Kepala Teknisi

a. Bertanggung jawab atas kerusakan mesin

b. Melakukan pengecekan mesin secara berkala

3.2.Metode Penelitian

Metode adalah suatu kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu kerangka

berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, berarah dan berkonteks, yang paut (relevant)

dengan maksud dan tujuan. Secara ringkas, metode ialah suatu sistem berbuat. Karena

berupa sistem maka metode merupakan seperangkat unsur-unsur yang membentuk suatu

kesatuan.

Unsur-unsur metode ialah wawasan intelektual, konsep, cara penghampiran

(approach) persoalan, dan rancangbangun alas data (database). Wawasan intelektual

berkenaan dengan nalar, tanggap rasa (sensation), serapan(perception), pengalaman, dan

ilmu pengetahuan. Konsep adalah hasil proses intelektual berupa kejadian imajinatif

untuk memperluas atau memperkaya serapan, sehingga dapat di bentuk gagasan baru

yang dapat menganalisis persoalan secara lebih cermat. Cara berkenaan dengan pola

berfikir. Alas data ialah cerminan citra tentang "kenyataan" yang dimiliki seorang

penelitian, atau serapan penelitian tentang "kenyataan". Alas data dirancangbangun

sedemikian rupa agar semua data yang terkumpul dapat dialoksikan kepada kedudukan

(59)

mencari pemecahan permasalahan di CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

Sehingga dapat mendapatkan solusi dan pemecahan masalahnya dengan didasari dari

data-data yang telah ada.

3.2.1. Desain Penelitian

Desain penelitian ini termasuk kedalam penelitian yang bersifat deskriptif.

Penelitian deskriftif adalah penelitian yang bertujuan untuk memperoleh ciri-ciri

variable, dimana dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang

kinerja program yang dirancang dan di implementasikan kepada pengguna (user)

dengan pendekatan studi kasus pada CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING.

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini

dilakukan dengan cara :

3.2.2.1.Sumber Data Primer (Wawancara, Observasi, Kuesioner)

1. Wawancara

Yaitu penulis melakukan wawancara langsung dengan pegawai di

CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING khususnya Bagian Adminitrasi,

Bagian Gudang, dan Bagian Produksi, sehingga didapatkan informasi

mengenai data pengadaan barang yang berjalan di perusahaan.

2. Observasi.

Yaitu mengadakan pengamatan secara langsung ke Bagian

(60)

sistem yang sedang berjalan

3.2.2.2.Sumber Data Sekunder (Dokumentasi)

Penulis mengambil data-data yang berhubungan dengan skripsi di

CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING untuk dijadikan bahan dalam

penyusunan skripsi. Dokumentasi yang didapat pada CV. VICTORY

PLASTIC PELLETIZING adalah sebagai berikut:

1. Dokumen Surat Order

2. Dokumen Laporan Produksi

3. Dokumen Surat Jalan

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Metode pendekatan dan pengembangan sistem merupakan suatu metode yang

akan digunakan dalam melakukan perancangan sistem informasi.

3.2.3.1.Metode Pendekatan Sistem

Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perancangan

terstruktur. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di

organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah untuk

dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi

yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat

meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik.

Menurut Jogiyanto (2005:56). Pendekatan ini dimulai dari awal tahun

1970 disebut dengan pendekatan terstruktur (structured approach).

Pendekatan terstrukture dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik

(61)

didefinisikan dengan baik dan jelas.

Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep

yang baru, teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk

alat-alat elektronik adalah dua contoh dari konsep ini yang banyak digunakan

di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam

pengembangan sistem informasi untuk dihasilkan sistem yang memuaskan

pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan-permasalahan yang

komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akan mudah

untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai

dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya, sesuai dengan anggaran biaya

pengembangannya, dapat meningkatkan produktifitas dan kualitasnya akan

lebih baik (bebas kesalahan).

3.2.3.2.Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah dengan

menggunakan metoda Model Waterfall yang merupakan metode yang

berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kebutusan

(62)

System / Information Engineering and Modeling

Software Requirements Analysis

Design

Coding

Testing / Verification

Maintenance

Gambar 3.2 Metode Pengembangan Waterfall

(Sumber : Software Engineering. Oleh : Roger S. Pressman)

Roger S. Pressman memecah model waterfall menjadi 6 tahapan.

Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini

menurut Pressman:

1. Sistem / Information Engineering and Modeling.

Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan

sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat

penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen

yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan

(63)

2. Software Requirements Analysis

Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.

Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software

engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya

fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut

(pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan

ditunjukkan kepada pelanggan.

3. Design

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas

menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding

dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah

disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka

proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari software.

4. Coding

Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer,

maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat

dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses

coding. Tahap ini merupakan implementasi dari tahap design yang secara

teknis nantinya dikerjakan oleh programmer.

5. Testing / Verification

Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan

software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software

bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang

(64)

6. Maintenance

Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya

adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya

seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada errors kecil yang tidak

ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada

software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari

eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau

perangkat lainnya

3.2.3.3.Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu

sistem informasi yang untuk ke dalam bagian-bagian komponennya dengan

maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahannya, kesempatan-kesempatan dan hambatan yang terjadi dalam

kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan

perbaikan-perbaikannya.

Perancangan sistem adalah proses perancangan, pengembangan

sistem, pendefinisian kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk

sistem yang akan dibentuk.

Dalam perancangan suatu sistem diperlukan beberapa alat Bantu. Alat

Bantu ini merupakan refresentasi grafik yang dapat mempermudah dalam

menggambarkan komponen-komponen yang ada, proses yang terjadi dan

(65)

Kamus Data.

1) Flow Map

Flow Map merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan

secara keseluruhan dari sistem. Bagian ini menjelas urutan-urutan dari

prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem

menunjukkan apa yang dikerjalan di sistem. Bagan alir sistem

digambar dengan menggunakan simbol-simbol yang tampak sebagai

berikut ini.

2) Diagram Kontek

Defenisi diagram kontek menurut Jogiyanto (2005:59) “Diagram

kontek adalah diagram arus data yang berfungsi untuk

menggambarkan yang dirancang suatu objek, diagram konteks ini

menggambarkan secara global atau menyeluruh dari suatu sistem

informasi keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan

bagian-bagian luar”.

3) Data Flow Diagram

Menurut Al-Bahra bin Ladjamudin (2005:68). Arus data

merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan

garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data

ditunjukkan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data

Gambar

Gambar 2.3 Kualitas Informasi
Gambar 2.6. Topologi Ring
Gambar 3.1 Struktur Organisasi CV. VICTORY PLASTIC PELLETIZING
Gambar 3.2 Metode Pengembangan Waterfall
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pegawai yang sedang berjalan menjadi Sistem Informasi Pengelolaan tiket berbasis komputer yang terintegrasi, sehingga dapat memberikan informasi secara cepat, tepat, akurat

Topjaya Sarana Utama Semarang untuk mendata proses pembelian barang dan penjualan barang sehingga dapat mencari informasi secara tepat, cepat dan akurat. Dapat

Node Biasanya mengacu pada perangkat keras (hardware), perangkat lunak yang tidak dibuat sendiri (software), jika di dalam node disertakan komponen untuk

Secara umum Sistem informasi merupakan kombinasi dari orang ( people ), perangkat keras ( hardware ), perangkat lunak ( software ), jaringan komputer ( communications network

Sistem komputer terdiri dari 3 aspek yaitu perangkat keras (Hardware), perangkat lunak (Software), dan teknisi (Brainware) ketiga aspek tersebut harus saling bekerjasama

Teknologi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu teknisi ( humanware atau brainware ), perangkat lunak ( software ) dan perangkat keras ( hardware ). 5) Blok

Dalam dunia komputer, pengertian dari perangkat keras atau hardware adalah komponen fisik yang membentuk sebuah sistem komputer. Hardware sendiri mempunyai sifat yang berbeda dengan

Penggunaan komputer dalam sistem informasi tidak lepas dari penyediaan sarana berupa software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras) yang memiliki