• Tidak ada hasil yang ditemukan

NN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "NN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ii ABSTRACT

INCREASING LEARNING ENGLISH ACHIEVEMENT UTILIZING MODUL AT GRADE X STUDENTS

OF SMAN 8 BANDAR LAMPUNG By

BANJIR SIHITE

The aims of this research are to describe: 1) the lesson planning design utilizing module for English learning of grade X students; 2) the learning process of English utilizing module; 3) the evaluation system of English learning utilizing module; 4) the enhancement result of students’ English learning achievement at grade X after utilizing module.

This classroom action research consists of three cycles, consists of phases: planning, implementation, evaluating and reflection. First cycle utilizing module, second cycle utilizing module and audiovisual media, third cycle utilizing module, audiovisual media with computer-base learning. The subject of this research uses two classes as research sample, all students of grade X1 and X2 in the second semester of academic year of 2009/2010.

The results of this research show: 1) Lesson planning had been designed following the principles of module use in learning process by utilizing module which enhanced the indicator of the existence of learning design; 2) The use of module could enhance the students’ activities; the students can be more active to read texts, ask questions, answer questions, make discussion. Student’s learning activity of grade X1 at the first cycle in first meeting showed that 6 students (18,17%) was active and at second meeting were 10 students (31,25%), at grade X2, active students at first meeting were 7 students (21,88%) and second meeting were 9 students (28,13%). At second cycle at grade X1, active students at first meeting were 11 students (34,38%) and at second meeting were 16 students (50,00%), at grade X2 active students at first meeting were 10 students (31,25%) and second meeting were 15 students (46,88%). At the third cycle in grade X1 active students at first meeting were 24 students (75,00%) and at second meeting were 26 students (81,25%). At grade X2, active students at first meeting were 22 students (68,75%) and at second meeting were 25 students (78,13%). 3) The evaluation was implemented using rubrics containing components of several skills based on the module; listening, speaking, reading, and writing; 4) The achievement score of the students increased from the first cycle to third cycle; the first cycle at grade X1 was 6,50% and grade X2 was 7,00%, the second cycle II at grade X1 was 3,87% and grade X2 was 4,62%, the third cycle at grade X1 was 5,37% and grade X2 was 2,75%.

(2)

ii ABSTRAK

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS KOMPETENSI MEMAHAMI TEKS DESKRIPTIF MENGGUNAKAN MODUL PADA

KELAS X SMA NEGERI 8 BANDAR LAMPUNG Oleh

BANJIR SIHITE

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul; 2) proses pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul; 3) sistem evaluasi pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul; 4) peningkatan prestasi belajar bahasa Inggris pada siswa kelas X setelah belajar menggunakan modul.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan tiga siklus yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Pelaksanaan Siklus I menggunakan modul, Siklus II menggunakan modul dan media audiovisual, Siklus III menggunakan modul, media audiovisual dan pembelajaran berbasis komputer. Subyek penelitian adalah siswa kelas X1 dan X2 Semester Genap SMA Negeri 8 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2009-2010.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Rencana pembelajaran sudah memuat langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul; 2) Proses pembelajaran dengan menggunakan modul, dapat meningkatkan aktivitas siswa, di mana siswa lebih aktif membaca, bertanya, menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Aktivitas belajar siswa Kelas X1 pada Siklus I pertemuan pertama menunjukkan siswa yang aktif adalah 6 siswa (18,17%) dan pada pertemuan kedua 10 siswa (31,25%), pada Kelas X2 jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama 7 siswa (21,88%) dan pada pertemuan kedua 9 siswa (28,13%). Pada Siklus II di Kelas X1 jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama 11 siswa (34,38%) dan pada pertemuan kedua 16 siswa (50,00%), pada Kelas X2 jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama 10 siswa (31,25%) dan pada pertemuan kedua 15 siswa (46,88%). Pada Siklus III di Kelas X1 jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama 24 siswa (75,00%) dan pada pertemuan kedua 26 siswa (81,25%). Pada Kelas X2 jumlah siswa yang aktif pada pertemuan pertama adalah 22 siswa (68,75%) dan pada pertemuan kedua adalah 25 siswa (78,13%). 3) Pelaksanaan evaluasi menggunakan rubrik penilaian berisi komponen keterampilan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing), baik isi bacaan, organisasi teks, kosa kata, penggunaan bahasa, dan menarik kesimpulan; 4) Prestasi belajar siswa ditunjukkan oleh persentase peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Siklus I pada kelas X1 adalah 6,50% dan kelas X2 adalah 7,00%, Siklus II pada kelas X1 adalah 3,87% dan kelas X2 adalah 4,62%, Siklus III pada kelas X1 adalah 5,37% dan kelas X2 adalah 2,75%.

(3)

iii ABSTRACT

INCREASING LEARNING ENGLISH ACHIEVEMENT UTILIZING MODUL AT GRADE X STUDENTS

OF SMAN 8 BANDAR LAMPUNG By

BANJIR SIHITE

The aims of this research are to describe: 1) the lesson planning design utilizing module for English learning of grade X students; 2) the learning process of English utilizing module; 3) the evaluation system of English learning utilizing module; 4) the enhancement result of students’ English learning achievement at grade X after utilizing module.

This classroom action research consists of three cycles, consists of phases: planning, implementation, evaluating and reflection. First cycle utilizing module, second cycle utilizing module and audiovisual media, third cycle utilizing module, audiovisual media with computer-base learning. The subject of this research uses two classes as research sample, all students of grade X1 and X2 in the second semester of academic year of 2009/2010.

The results of this research show: 1) Lesson planning had been designed following the principles of module use in learning process by utilizing module which enhanced the indicator of the existence of learning design; 2) The use of module could enhance the students’ activities; the students can be more active to read texts, ask questions, answer questions, make discussion. Student’s learning activity of grade X1 at the first cycle in first meeting showed that 6 students (18,17%) was active and at second meeting were 10 students (31,25%), at grade X2, active students at first meeting were 7 students (21,88%) and second meeting were 9 students (28,13%). At second cycle at grade X1, active students at first meeting were 11 students (34,38%) and at second meeting were 16 students (50,00%), at grade X2 active students at first meeting were 10 students (31,25%) and second meeting were 15 students (46,88%). At the third cycle in grade X1 active students at first meeting were 24 students (75,00%) and at second meeting were 26 students (81,25%). At grade X2, active students at first meeting were 22 students (68,75%) and at second meeting were 25 students (78,13%). 3) The evaluation was implemented using rubrics containing components of several skills based on the module; listening, speaking, reading, and writing; 4) The achievement score of the students increased from the first cycle to third cycle; the first cycle at grade X1 was 6,50% and grade X2 was 7,00%, the second cycle II at grade X1 was 3,87% and grade X2 was 4,62%, the third cycle at grade X1 was 5,37% and grade X2 was 2,75%.

(4)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan temuan dan hasil analisis Penelitian Tindakan Kelas di SMAN 8 Bandarlampung, maka dapat disimpulkan :

1. Rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah memuat langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul secara baik dan sesuai dengan indikator keberhasilan RPP yang ditetapkan.

(5)

yang aktif pada pertemuan pertama adalah 22 siswa (68,75%) dan pada pertemuan kedua adalah 25 siswa (78,13%).

3. Pelaksanaan evaluasi sudah menggunakan cara yang tepat untuk menilai penguasaan pencapaian hasil belajar atau prestasi siswa. Rubrik pernilaian tersebut berisi komponen yang terdapat di dalam keterampilan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing), baik (1) isi bacaan, (2) organisasi teks, (3) kosa kata, (4) penggunaan bahasa, dan (5) menarik kesimpulan.

4. Nilai penguasaan pencapaian prestasi belajar bahasa Inggris siswa meningkat dengan menggunakan pendekatan menggunakan modul. Prestasi belajar siswa ditunjukkan oleh persentase peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Siklus I pada kelas X1 adalah 6,50% dan kelas X2 adalah 7,00%, Siklus II pada kelas X1 adalah 3,87% dan kelas X2 adalah 4,62%, Siklus III pada kelas X1 adalah 5,37% dan kelas X2 adalah 2,75%.

5.2 Saran

Untuk Guru

1. Diharapkan guru mampu menyusun sendiri modul yang dipergunakan pada pembelajaran untuk meningkatkan prestai siswa.

(6)

3. Guru perlu menerapkan pendekatan modul sebagai salah satu alternatif, untuk meningkatkan proses pembelajaran Bahasa Inggris, pada semua aspek menyimak (listening), berbicara (speaking),), membaca (reading), dan menulis (writing).

Untuk Pihak Sekolah

1. Memperbanyak pengadaan sarana pembelajaran bahasa Inggris untuk menunjang penerapan pendekatan menggunakan modul karena dalam menerapkan pendekatan menggunakan modul guru memerlukan pembuatan modul yang benar-benar baik, dan memenuhi standar proses pembelajaran. 2. Memberi dorongan kepada guru dalam mengembangkan pendekatan dengan

(7)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemampuan menggunakan bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai alat komunikasi maupun sebagai alat untuk mengungkapkan informasi dan ide yang bermakna. Berdasarkan pentingnya hal tersebut baik guru maupun siswa harus mampu mengembangkan strategi-strategi untuk menguasainya secara baik agar terjadi proses pembelajaran sebagai interaksi sosial dikelas (Helena,2004:12). Bahasa Inggris juga merupakan salah satu bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan teknologi. Menyadari begitu pentingnya bahasa Inggris, maka fungsi utama pembelajaran bahasa Inggris adalah sebagai pengantar dalam semua aspek pembelajaran.

(8)

(reading), dan menulis (writing) dengan baik. Untuk itu perlu selalu diupayakan tercapainya tujuan pendidikan pada yang diharapkan.

Konsekuensi lain dari hal tersebut adalah dituntut adanya suatu bentuk pendekatan pendidikan yang mampu melatih dan menanamkan nilai-nilai kebahasaan pada diri siswa secara lebih baik yang pelaksanaannya menjadi tanggungjawab semua pihak. Tetapi kenyataan di sekolah pendidik masih mengalami bahan pembelajaran yang menarik masih sangat kurang.

(9)

pembelajaran bahasa Inggris dapat didesain secara baik dapat akan menimbulkan minat, motivasi siswa sehingga kemampuannya dapat meningkat.

Pembelajaran bahasa Inggris secara khusus di SMA negeri 8 Bandar Lampung masih ada sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam penguasaan kemampuan bahasa Inggrisnya masih rendah. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai ulangan harian guru bahasa Inggris. Masih ada siswa yang belum mampu dalam memahami literatur atau teks bahasa Inggris, belum dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara aktif, pembelajaran masih pasif, motivasi belajar masih perlu ditingkatkan, untuk itu harus ada usaha atau upaya-upaya untuk memperbaikinya.

Mata Pelajaran bahasa Inggris adalah salah satu mata pelajaran di tingkat Sekolah

Menengah Atas (SMA), yang termasuk dalam katagori mata pelajaran yang

diujikan dalam Ujian Nasional (UN), oleh karena itu mata pelajaran ini

membutuhkan perhatian yang cukup untuk mempersiapkan siswa dalam

mengahadapinya. Tujuan pembelajaran bahasa Inggris secara umum di tingkat

SMA adalah peserta didik memiliki kemampuan: (1) mengembangkan kompetensi

berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulisan untuk mencapai tingkat literasi

functional; (2) memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris

untuk meningkatkan daya saing bangsa masyarakat global; (3) mengembangkan

pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.

(10)
[image:10.595.113.517.177.337.2]

prestasi belajar bahasa Inggris pada kelas X yang terdiri dari 3 kelas SMA Negeri 8 Bandar Lampung semester I adalah sebagai berikut:

Tabel 1.1 Nilai Bahasa Inggris Semester Ganjil 2008/2009

No Interval nilai Frekuensi siswa Persentase Ketuntasan

1 < 50 11 10.68 Belum tuntas

47,58

2 50-55 18 17.48

3 56-65 20 19.42

4 66-75 41 39.81 Tuntas

52,43

5 >76 13 12.62

Jumlah 103 100

Sumber : Buku Harian Guru Bahasa Inggris SMA N 8 Bandar Lampung

Berdasarkan tabel di atas dari 103 siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65 diperoleh 54 atau 52,43% yang tuntas dengan baik. Sedangkan 49 siswa atau 47,57 % nilai cenderung cukup dan belum tuntas sehingga besarnya persentase perlu upaya dilakukan upaya untuk meningkatkan persentase ketuntasannya.

Berdasarkan data tersebut guru bahasa Inggris harus mengetahui kesulitan-kesulitan dalam menemukan kegiatan-kegiatan di dalam kelas yang dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar menggunakan bahasa. Dalam hal ini guru harus dapat memotivasi peserta didik untuk mengekspresikan ide-idenya melalui komunikasi interaktif atau interaksi sosial. Satu strategi pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul.

(11)

sehingga dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk lebih independen dan belajar secara intregasi sehingga peserta menggunakan semua skill peserta menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), guru adalah sebagai fasilitator yang menyediakan model pembelajaran yang mana guru inovatif dan peserta didik menjadi kreatif sehingga dapat membuat proses belajar mengajar yang variatif dan kondusif.

Upaya lain untuk mewujudkan tujuan dari pembelajaran mata pelajaran bahasa

Inggris tersebut salah satunya adalah dengan menyediakan sumber belajar yang

mendukung. Dari hasil observasi pendahulan yang dilakukan di lapangan, yaitu

SMA Negeri 8 Bandar Lampung. Temuan sementara diperoleh kurangnya

berhasilnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris akibat dari

minimnya bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran sehingga proses

pembelajaran kurang begitu efektif dan kalaupun ada materi yang terdapat dalam

modul tersebut masih belum familiar bagi siswa.

Kondisi pada saat ini di SMA Negeri 8 Bandar Lampung masih menggunakan

sumber belajar bahasa Inggris yang didapatkan dari penerbit yaitu sumber belajar

yang berupa buku cetak. Buku cetak yang digunakan tersebut memiliki berbagai

kekurangan sebagai berikut:

1. Tidak tersedianya penunjang audio seperti kaset atau CD untuk kegiatan

menyimak (listening). Hal tersebut menyebabkan siswa tidak dapat

berlatih untuk meningkatkan kemampuan menyimak, sementara guru

mempunyai keterbatasan untuk memproduksi bahan audio sendiri.

2. Buku teks yang ada cenderung memuat daftar latihan yaitu tanpa adanya

(12)

memahami kompetensi yang harus dicapai. Buku buku teks tersebut hanya

memberikan tes tanpa menitikberatkan proses pembelajaran.

3. Bahan ajar yang lain seperti majalah, koran, brosur, dan materi cetak

lainnya belum dapat menjembatani tercapainnya kompetensi dasar yang

harus dikuasai siswa karena materi cetak tersebut belum tersusun sebagai

urutan bahan ajar yang dapat disajikan dalam kelas.

Salah satu langkah perbaikan yang memungkinkan untyuk meningkatkan hasil

belajar adalah dengan menggunakan modul. Buku pembelajaran yang dipakai

sebagai rujukan saat ini memiliki cukup banyak kekurangan, siswa memerlukan

modul yang dengan langkah-langkah yang sistematis, yang sesuai dengan

konteks di sekitar kehidupan siswa. Dengan demikian diharapkan siswa lebih

mudah memahami materi yang terdapat dalam modul ini.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RPP dengan menggunakan modul pada kompetensi teks deskriptif pembelajaran bahasa Inggris adalah RPP yang belum terarah. RPP perlu disesuaikan dan dikembangkan agar lebih terarah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah modul dilengkapi dengan panduan siswa dan guru, serta dilengkapi dengan media pembelajaran yang

berupa audio CD/kaset, yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami

materi yang terdapat dalam modul ini.

(13)

sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul. Guru dapat menggunakan serangkaian modul yang lengkap untuk suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri melalui tujuan mempelajari, materinya, contoh soal serta latihan-latihan dan petunjuk mengerjakannya. Modul memberikan feedback yang banyak dan segera setelah siswa mengerjakan soal yang dikerjakannya dengan mencocokan jawaban yang dikerjakannya, sehingga modul dianggab mampu sebagai sarana belajar sendiri.

Sistem evaluasi yang digunakan perlu dikembangkan agar semua aspek kompetensi siswa dapat diasah baik pengetahuan, sikapnya maupun ketrampilan sehingga dengan proses dengan pembelajaran modul ini kemampuan siswa dapat dilatih dan dapat dievaluasi secara tepat.

Atas dasar berbagai pertimbangan di atas, maka peneliti merasa perlu untuk

menggunakan modul berbantuan audio CD/kaset pada mata pelajaran bahasa

Inggris kelas X, dengan menggunakan model pengembangan Atwi Suparman

(2005: 2), yang tediri dari sepuluh langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan

pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi perilaku

awal dan karakteristik pebelajar, (4) mengidentifikas dan menulis tujuan

pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6)

mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan atau memilih

materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, (9)

merevisi pembelajaran, dan (10) mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.

Langkah-langkah tersebut merupakan operasi pembuatan keputusan tentang apa

(14)

Berdasarkan latar belakang dan beberapa uraian tentang penggunaan modul

tersebut maka peneliti mengambil judul Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Kompetensi memahami Teks Deskriptif Menggunakan Modul Pada Kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2009/2010.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka selanjutnya dapat diidentifikasi beberapa masalah antara lain:

1) Penguasaan siswa kelas kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar lampung dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah masih kurang;

2) Nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris rendah, di bawah KKM;

3) Kegiatan latihan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing) masih kurang;

4) Penyusunan RPP dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif pembelajaran bahasa Inggris belum terarah; 5) Proses pembelajaran yang ada masih konvensional,

6) Guru mata pelajaran bahasa Inggris belum menggunakan modul berbahan audio, kaset atau CD;

(15)

1.3 Pembatasan Masalah

Masalah pokok yang ingin dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada

1. Penyusunan RPP dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif pembelajaran bahasa Inggris siswa belum terarah.

2. Proses pembelajaran bahasa Inggris pada kompetensi memahami teks deskriptif belum mampu meningkatkan aktivitas siswa.

3. Sistem evaluasi masih belum sesuai dengan standar.

4. Masih rendahnya prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas X khususnya kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana penyusunan RPP dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung?

2. Bagaimana proses pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul untuk meningkatkan aktivitas siswa pada kompetensi memahami teks deskriptif siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung?

3. Bagaimana sistem evaluasi pada pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks dekriptif pada siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung?

(16)

1.5 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah tersebut di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mendiskripsikan penyusunan RPP dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung.

2. Mendiskripsikan proses pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar bahasa Inggris siswa kelas kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung.

3. Mendiskripsikan sistem evaluasi pada pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan modul pada kompetensi memahami teks deskriptif siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung.

4. Mendiskripsikan hasil peningkatan prestasi belajar memahami teks deskriptif bahasa Inggris siswa kelas X1 dan X2 SMA Negeri 8 Bandar Lampung setelah dibelajarkan dengan modul.

1.6 Kegunaan Penelitian

1.6.1 Kegunaan Teoritis

(17)

1.6.2 Manfaat Praktis

Melalui pengembangan modul ini, penulis dapat mengambil beberapa manfaat yaitu:

1. Siswa dapat berlatih menggunakan bahasa Inggris secara lisan dan tertulis dengan kreativitas dan independensi yang tinggi sehingga merasa senang dalam proses pembelajaran.

2. Siswa lebih termotivasi atau ikut serta secara aktif dalam kegiatan belajar. 3. Guru dapat meningkatkan profesionalisme dalam menerapkan proses

pembelajaran yang inovatif dan kreatif dan dapat memberikan model pembelajaran yang mencapai target kompetensi.

Gambar

Tabel 1.1  Nilai  Bahasa Inggris  Semester Ganjil 2008/2009

Referensi

Garis besar

NN

Dokumen terkait

Kesimpulan penelitian adalah: 1) perencanaan pembelajaran mengenal kata bahasa Inggris dengan menggunakan alat peraga Montessori dikembangkan dengan mengikuti desain ASSURE

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran kemampuan menulis narasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pemanfaatan media

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peningkatan proses pembelajaran kemampuan menulis narasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pemanfaatan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bahasa tubuh yang digunakan oleh dosen pendidikan bahasa inggris universitas muria kudus dalam proses

Tujuan dari pembuatan aplikasi pembelajaran ini adalah untuk membuat aplikasi pembelajaran bahasa inggris dengan memberikan pembelajaran bahasa inggris dan memberikan

Diperoleh juga aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris pada materi memahami bacaan dalam bahasa inggris dengan menggunakan Strategi Inkuiri yang paling dominan

Modul ajar bahasa Inggris kelas 1 SD semester 2 untuk pembelajaran interaktif menggunakan bahasa Inggris sederhana dan penguasaan kata

Modul ajar Bahasa Inggris kelas X SMA berupa materi Descriptive Text lengkap dengan tujuan pembelajaran dan kompetensi