• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DATA BASE GAMBARAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB III DATA BASE GAMBARAN UMUM"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

GAMBARAN UMUM PROVINSI NTT

3.1. Letak Geografis dan Administrasi

Berdasarkan letak geografisnya, Kepulauan NTT berada diantara Benua Asia dan Benua

Australia, serta diantara Samudera Indonesia dan Laut Flores.

Luas Wilayah daratan Provinsi NTT meliputi 4.734.990 Ha tersebar pada 1.192 pulau (43 pulau dihuni dan 1.149 pulau tidak dhuni). Provinsi NTT yang beribukota di Kupang secara geografis terletak Secara astronomis Provinsi NTT terletak antara 8o - 12o Lintang Selatan dan 118o - 125o Bujur Timur. Berdasarkan posisi geografisnya. Batas-batas wilayah Provinsi NTT

- di bagian utara dibatasi - Laut Flores

-

di bagian selatan berbatasan denganSamudera Hindia

- di bagian barat berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan - di bagian timur berbatasan dengan Negara Timor Leste

Provinsi NTT terdiri dari 20 kabupaten dan 1 Kota yang terletak ditujuh pulau besar, yaitu:

Menurut data tahun 2013 secara administratif, Provinsi NTT dibagi menjadi 21 kabupaten dan 1 kota . Kabupaten-kabupaten yang terletak di Pulau Besar antara lain di

- Pulau Sumba terdiri atas 4 kabupaten yaitu kabupaten Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.

- Pulau Timor terdiiri atas 5 kabupaten yaitu Kabupaten : Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Kota Kupang.

- Pulau Flores terdiri atas 8 kabupaten yaitu Kabupaten: Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur.

- Pulau Alor terdiri atas 1 kabupaten : Alor

(2)

dimana Kabupaten Sumba Timur merupakan kabupaten terluas yaitu 700 050 ha (14,78 persen) dan Kota kupang merupakan kabupaten/kota terkecil di Provinsi NTT (0,34 persen dari luas NTT ).

Luas tiap kabupaten, jumlah distrik/kecamatan dan jumlah desa pada masing masing kabupaten dapat dilihat pada tabel berikut;

Luas Daerah dan Pembagian Daerah Administrasi

Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2013

NO Kabupaten /Kota Luas

Daerah (Ha)

Jumlah Ibu Kota

RT Keluraha n /Desa

1 Sumba Barat 73 742 6 74 Waikabubak

2 Sumba Timur 700 050 22 156 Waingapu

3 Kupang 543 772 24 177 Oelamasi

4 Timor Tengah Selatan 394 700 32 278 Soe

5 Timor Tengah Utara 266 966 24 175 Kefamenanu

6 Belu 244 557 12 81 Atambua

7 Alor 286 460 17 175 Kalabahi

8 Lembata 126 638 9 151 Lewoleba

9 Flores Timur 181 285 19 250 Larantuka

10 Sikka 173 192 21 160 Maumere

11 Ende 204 662 21 278 Ende

12 Ngada 162 092 12 151 Bajawa

13 Manggarai 169 435 11 162 Ruteng

14 Rote Ndao 128 000 10 89 Ba;a

15 Manggarai Barat 294 750 10 169 Labuhan Bajo

16 Sumba Tengah 186 918 5 65 Waibakul

17 Sumba Barat Daya 144 532 11 131 Tambolaka

18 Nagekeo 141 696 7 113 Mbay

19 . Manggarai Timur 249 455 9 176 Borong

20 Sabu Raijua 46 054 6 63 Menia

21 Malaka *) … 12 127 Betun

22 Kota Kupang 16 034 6 51 Kelapa Lima

Total 4 734 990 306 3 252

(3)
(4)

3.2.1. Geologi

Sebagian besar wilayahnya bergunung dan berbukit, hanya sedikit dataran rendah.Memiliki sebanyak 40 sungai dengan panjang 25 - 118 kilometer

3.2.2. Fisiografis

Menurut hasil studi RePPProt (Regional Physical Planning Programme for Transmigration), Wilayah Provinsi

3.2.3. Topografi

Gambaran ketinggian di tiap ibukota Kabupaten dapat terlihat pada tabel berikut

Tinggi Beberapa Kota dari Permukaan Laut Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2013

NO Nama Kota Tinggi (meter)

1 Waikabubak ± 445

2 Waingapu ± 155

3 Oelamasi ± 30

4 Soe ± 900

5 Kefamenanu ± 470

6 Atambua ± 380

7 Kalabahi ± 75

8 Lewoleba ± 10

9 Larantuka ± 25

10 Maumere ± 35

11 Ende ± 100

12 Bajawa ± 1 547

13 Ruteng ± 1 177

14 Ba;a ± 30

15 Labuhan Bajo ± 65

16 Waibakul ± 450

17 Tambolaka ± 45

18 Mbay ± 55

19 Borong ± 20

20 Menia ± 60

21 Betun

22 Kelapa Lima ± 85

Catatan/Note: *) data tergabung dengan Kabupaten Belu Sumber: Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTT

3.2.4. Jenis Tanah.

(5)

-3.2.5. Iklim

Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di Nusa Tenggara Timur hanya dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni - September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – November. Walaupun demikian mengingat NTT dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hari hujan di NTT lebih sedikit dibanding wilayah yang dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan NTT sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari s.d Maret, dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan sisanya relatif kering.

Menurut data 4 tahun terkhir kondiisi iklim di Provinsi Papua dapat dilihat pada tabel-tabel berikut:

Tabel 3.3.

Banyaknya Hari Hujan di Provinsi NTT Menurut Kabupaten/Kota tahun 2013

Kabupaten/Kota Januari Februari Maret April Mei Juni

Jml Kabupaten/Regency

1. Sumba Barat 2. Sumba Timur 3. Kupang

4. Timor Tengah Selatan 5. Timor Tengah Utara 6. Belu

7. Alor 8. lembata 9. Flores Timur 10. Sikka 11. Ende 12. Ngada 13. Manggarai 14. Rote Ndao 15. Manggarai Barat 16. Sumba Tengah 17. Sumba Barat Daya 18. Nagekeo

19. Manggarai Timur 20. Sabu Rajua 21. Malaka 22. Kota Kupang

18

*Sumber NTT Dalam Angka tahun 2014

Tabel lanjutan

(6)

Kabupaten/Kota Juli Agustus September Oktober November Desember

Kabupaten/Regency 1. Sumba Barat 2. Sumba Timur 3. Kupang

4. Timor Tengah Selatan 5. Timor Tengah Utara 6. Belu

7. Alor 8. lembata 9. Flores Timur 10. Sikka 11. Ende 12. Ngada 13. Manggarai 14. Rote Ndao 15. Manggarai Barat 16. Sumba Tengah 17. Sumba Barat Daya 18. Nagekeo

19. Manggarai Timur 20. Sabu Rajua 21. Malaka 22. Kota Kupang

0

*Sumber NTT Dalam Angka tahun 2014

Rata-rata Tekanan Udara di Provinsi NTT Menurut Kabupaten/Kota tahun 2013

Kabupaten/Kota Jan Feb Mrt April Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des

Kabupaten/Regency

1. Sumba Barat 2. Sumba Timur 3. Kupang

4. Timor Tengah Selatan 5. Timor Tengah Utara 6. Belu

7. Alor 8. lembata 9. Flores Timur 10. Sikka 11. Ende 12. Ngada 13. Manggarai 14. Rote Ndao 15. Manggarai Barat 16. Sumba Tengah 17. Sumba Barat Daya 18. Nagekeo

19. Manggarai Timur 20. Sabu Rajua 21. Malaka 22. Kota Kupang

-*Sumber NTT Dalam Angka tahun 2014

(7)

Kabupaten/Kota Jan Feb Mrt April Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des

Kabupaten/Regency

1. Sumba Barat 2. Sumba Timur 3. Kupang

4. Timor Tengah Selatan 5. Timor Tengah Utara 6. Belu

7. Alor 8. lembata 9. Flores Timur 10. Sikka 11. Ende 12. Ngada 13. Manggarai 14. Rote Ndao 15. Manggarai Barat 16. Sumba Tengah 17. Sumba Barat Daya 18. Nagekeo

19. Manggarai Timur 20. Sabu Rajua 21. Malaka 22. Kota Kupang

-*Sumber NTT Dalam Angka tahun 2014

2.2.6. Sistem Lahan

Berdasarkan hasil studi RePPProt di Provinsi NTT terdapat 156 sisem lahan . Berikut uraian ringkas mengenai sistem lahan dengan jenis fisiografinya (lihat tabel 3.6)

Tabel 3.6

Sistem Lahan dan uraian umum jenis fisiografinya NO Sistem Lahan Luas (km2) Uraian umum jenis fiisiografinya

Pesisir

01 Rumberpon (RBN) 826 Pulau karang dan batuankarang yang terangkat rendah 02 Nusa Longos (NTT) 1423 Beting pantai dan cekungan antar beting pantai

03 Tebuona (TUN) 5 Pulau karang dan batuankarang yang terangkat rendah di daerah lahan kering (B53)

04 Puting (Ptg) 1423 Beting pantai dan cekungan antar beting pantai (B82) 05 Ujung Petang (UPG) 63 Beting pantai dan cekungan antar beting pantai di daerah

lahan kering (B82)

06 Tanjung Mas (TMS) 16 Beting pantai dan cekungan antar beting pantai di daerah arid (B 82)

Rawa Pasang Surut

07 Kajapah (KJP) 2365 Rawa natar pasang surut terdiri dari bakau dan nipah

Dataran Aluvial

08 Orai (ORI) 3367 Dataran aluvial pada sungai meander yang tergabung 09 Nanga Nae (NNE) 2106 merupakan dataran gabungan endapan muara dan endapan

sungai di daerah kering(P11)

10 Wai Ma (WMA) 225 merupakan dataran gabungan endapan muara dan endapan

sungai di daerah arid (P11)

11 Mariam (MRM) 544 Dataran aluvial sungai berjain yang tergabung

12 Kuri (KRI) 450 Dataran aluvial pedalaman dengan teras dan rawa

13 Aroki (ARI) 63 Dataran aluvial pedalaman di daerah kering

Jalur meander

(8)

NO Sistem Lahan Luas (km2) Uraian umum jenis fiisiografinya

15 Wai Terang (WTG) 907 Dataran banjir d meander di daerah kering (A23) Lembah Aluvial

16 Papul (PPL) 1078 Sungai berliku dengan teras dan rawa kecil 17 Aimau (AMU) 403 Sungai berjalan, dataran banjir dan termasuk teras

Rawa daratan

18 Rombebai (RBB) 2162 Dataran rawa berisi danau, tergenang permanen Lava dan lahars

19 Bobot (BNE) 20 Nangahale (NHE) 21 Tahafo (THO) 22 Ratewegu (RWU) 23 Wai Pukang (WPK) 24 Fiang (FAG) 25 Hodd0 (HDO) 26 Babang (BAB) 27 Noil Hain (NLN) 28 Kieici (KCI) 29 Norabeleng (NBG) 30 Hadakewa (HKA) 31 Tambora (TMB) 32 Bajan (BJN) 33 Lewe (LEW) 34 Larak (LRK) Terraces

35 Manikin (MKN) 36 Benain (BEN) 37 Bona (BON) 38 Kupang (KPG) 39 Luanda (LUA) 40 Tengaipi (TPI) 41 Talibura ((TLB) 42 Tuwak (TWK) 43 Luka Wula (LWA) 44 Sunut (SUN) 45 Oekabiti (OKBI) 46 Tanjung Tengker (TTR) 47 Baja (BAJ)

48 Aimas (AMS) 49 Nonofaku (NFU) 50 Tuapalo (TPO)

(9)

NO Sistem Lahan Luas (km2) Uraian umum jenis fiisiografinya

66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91

Perbukitan 92

(10)

NO Sistem Lahan Luas (km2) Uraian umum jenis fiisiografinya

123 124 125 126

Pegunungan 127

128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 130 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156

LUAS TOTAL 413.152

2.2.7. Kesesuaian Lahan

Tipe peruntukan lahan yang ditetapkan adalah sesuai dengan legenda peta RePPProT yaitu Pekarangan. pertanian lahan kring, pertanian lahan basah, pertanian dataran tinggi,

peternakan/pengembalaan, perikanan air payau , pertanian pasang surut beririgasi, tanaman keras/tanaman perdagangan, penghutanan kembali dan perhutanian.

Berdasarkankan tipe peruntukan lahan tersebut, telah ditemukan 49 sistem lahan yang merupakan kawasan yang sesuai untuk permukiman transmigrasi, seperti terlihat pada tabel 3,7

Tabel 3.7. Kesesuaian Lahan untuk Sistem lahan yang dapat dikembangkan pertanian

(11)

secara bersyarat, karet, sawit, kelapa bersyarat, tebu, jambu monyet, pisang, sagu, rotan

KJP Sesuai Perikanan

NNE Sesuai Tanaman keras/perdagangan, karet,

MRM Sesuai LP, TPLK< TPLB, Pengembalaan/perternakan < tanaman keras perdagangan, perhutanana kembali, cengkeh, sesuai bersyarat tebu dan rotan

KRI Sesuai LP, sesuai bersyarat TPLK dan TPLB, sesuai peternakan, tanaman keras/perdagangan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan, kelapa sawit, sesuai kelapa, kopi robusta dan cengkeh, sesuai bersyarat coklat, tebu, biji jambu monyet, pisang, kapas, sagu dan roran

SPW Sesuai LP, TPLK dan TPLB, sesuai peternakan, tanaman keras/perdagangan, dan cengkeh, kapas sesuai bersyarat coklat, tebu,

WTG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, perhutanan kembali sesuai bersyarat perhutanan

PPL Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, kelapa sawit, kelapa, kopi robusta, coklat, tebu, jambu monyet, pisang, kapas, sagu dan rotan sesuai bersyarat perhutana

BOB Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

THO Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

RWU Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanan

HDO Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat LP, TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau, BAB Sesuai LP, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat

TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau,

NLN Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat LP TPLK, perdagangan , perhutananian, tembakau,

KCL Sesuai LP, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau,

TMB Sesuai, perhutanan kembali , sesuai bersyarat peternakan perdagangan , perhutananian

BJN Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat TPLB, perhutananian

LEW Sesuai peternakan, perhutanan kembalian, sesuai bersyarat perhutananian

LRK Sesuai peternakan, perhutanan kembalian, sesuai bersyarat perhutananian

(12)

perhutanan dan rotan

BEN Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

BON Sesuai peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan

kembali dan tembakau , sesuai bersyarat LP, TPLK perhutananian

LUA Sesuai LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali sesuai bersyarat perhutanan

TPI sesuai bersyarat peternakan dan perhutananian

TLB Sesuai perhutanan kembali, sesuai bersyarat peternakan dan perhutananian

BAT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali , tebu, tembakau dan kapas sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

PIG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

APG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

RTG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, tebu dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

KIM Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, dan tembakau , sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

AYT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, sesuai bersyarat perhutanan

REG

Sesuai LP, TPLK, tanaman perdagangan, sesuai bersyarat perhutanan

KFT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan PAM Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

LUG sesuai bersyarat perhutananian

DNO Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan TOM Sesuai, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat LP,

TPLK, perhutanan

LET Sesuai peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat, perhutanan

NGI Sesuai peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat, perhutanan

(13)

BII sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

KNT sesuai peternakan dan perhutanan kembali

SAK sesuai bersyarat LP, TPLK, TPLB, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

LDA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , rotan, sesuai bersyarat perhutanian , karet, cengkeh, lada, tebu, jambu monyet

TMN sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat tanaman perdagangan, perhutanian , lada, tebu

TNN sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian.

KTA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , rotan, sesuai bersyarat perdagangan, perhutanian , karet, cengkeh

GSI sesuai peternakan, tanaman perdagangan, dan perhutanan

kembali , tebu, rotan, sesuai bersyarat , perhutanian , lada, BNG sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, karet, kelapa, kopi robusta, coklat, lada, tebu , nenas, jambu monyet, pisang dan rotan, sesuai bersyarat perhutananian

DDA sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

KOG

sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

OLE

sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

WUL sesuai peternakan tanaman perdagangan, perhutanan kembali, rotan, sesuai bersyarat perhutanian, karet, cengkeh

DMO sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian.

SWA sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian.

SSR sesuai bersyarat perhutanian.

AUK Sesuai rotan dan sesuai bersyarat perhutanian.

OMO sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

WAT sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

TUM sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

FAT sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

(14)

perhutanian

MBA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian WRA Sesuai rotan dan sesuai bersyarat perhutanian.

no SISTEM LAHAN KESESUAIAN LAHAN

KJP Sesuai Perikanan

SPW Sesuai LP, TPLK dan TPLB, sesuai peternakan, tanaman keras/perdagangan, dan cengkeh, kapas sesuai bersyarat coklat, tebu,

WTG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, perhutanan kembali sesuai bersyarat perhutanan

PPL Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, kelapa sawit, kelapa, kopi robusta, coklat, tebu, jambu monyet, pisang, kapas, sagu dan rotan sesuai bersyarat perhutana

BOB Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

THO Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

RWU Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanan

HDO Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat LP, TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau, BAB Sesuai LP, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat

TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau,

NLN Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat LP TPLK, perdagangan , perhutananian, tembakau,

KCL Sesuai LP, peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat TPLK, TPLB, perdagangan , perhutananian, tembakau,

TMB Sesuai, perhutanan kembali , sesuai bersyarat peternakan perdagangan , perhutananian

BJN Sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat TPLB, perhutananian

LEW Sesuai peternakan, perhutanan kembalian, sesuai bersyarat perhutananian

LRK Sesuai peternakan, perhutanan kembalian, sesuai bersyarat perhutananian

MKN Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan cengkeh , kapas, sesuai bersyarat perhutanan dan rotan

BEN Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

BON Sesuai peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan

(15)

perhutananian

LUA Sesuai LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali sesuai bersyarat perhutanan

TPI sesuai bersyarat peternakan dan perhutananian

TLB Sesuai perhutanan kembali, sesuai bersyarat peternakan dan perhutananian

BAT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali , tebu, tembakau dan kapas sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

PIG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

APG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

RTG Sesuai LP, TPLK, TPLB, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, tebu dan tembakau , sesuai bersyarat perhutanan

KIM Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, dan tembakau , sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

AYT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, sesuai bersyarat perhutanan

REG Sesuai LP, TPLK, tanaman perdagangan, sesuai bersyarat perhutanan

KFT Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan PAM Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan

LUG sesuai bersyarat perhutananian

DNO Sesuai LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat TPLB, perhutanan TOM Sesuai, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat LP,

TPLK, perhutanan

LET Sesuai peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat, perhutanan

NGI Sesuai peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat, perhutanan

PNK sesuai bersyarat LP<, TPLK dan TPLB, sesuai peternakan, tanaman keras/perdagangan, perhutanan kembali, karet, kelapa, kopi robusta , coklat, cengkeh, lada, tebu , biji jambu monyet, rotan sesuai bersyarat perhutanain, tembakau, kapas,

BII sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

KNT sesuai peternakan dan perhutanan kembali

(16)

kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

LDA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , rotan, sesuai bersyarat perhutanian , karet, cengkeh, lada, tebu, jambu monyet

TMN sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat tanaman perdagangan, perhutanian , lada, tebu

TNN sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian.

KTA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , rotan, sesuai bersyarat perdagangan, perhutanian , karet, cengkeh

GSI sesuai peternakan, tanaman perdagangan, dan perhutanan

kembali , tebu, rotan, sesuai bersyarat , perhutanian , lada, BNG sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, tanaman perdagangan,

perhutanan kembali, karet, kelapa, kopi robusta, coklat, lada, tebu , nenas, jambu monyet, pisang dan rotan, sesuai bersyarat perhutananian

DDA sesuai bersyarat LP, TPLK, peternakan, perhutanan kembali, sesuai bersyarat perhutanan,

KOG sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

OLE sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

WUL sesuai peternakan tanaman perdagangan, perhutanan kembali

, rotan, sesuai bersyarat perhutanian, karet, cengkeh DMO sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat

perhutanian.

SWA sesuai peternakan, perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian.

SSR sesuai bersyarat perhutanian.

AUK Sesuai rotan dan sesuai bersyarat perhutanian.

OMO sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

WAT sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

TUM sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

FAT sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

BSR Sesuai tanaman perdagangan dan rotan , sesuai bersyarat perhutanian

KOL sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

MBA sesuai peternakan dan perhutanan kembali , sesuai bersyarat perhutanian

WRA Sesuai rotan dan sesuai bersyarat perhutanian.

(17)

NFU Sesuai peternakan, perhutanan kembali dan bersyarat untuk perhutanian

NBG SESUAI BERSYARAT : LP, Tanaman keras, Perhutanian dan tembakau

*)Diolah dari legenda untuk peta sistem lahan /kesesuaian lahan MALUKU DAN NUSA TENGGARA, Studi RePPProT

3.3. Kehutanan

Luas kawasan hutan Pr NTT memiliki luas sebesar 1 808 990 hektar terdiri atas:

- Luas hutan lindung sebesar 731 220 hektar atau 40,42 persen dari total kawasan hutan.

- Luas Huatan Suaka alam dan pelestarian alam 350 330 ha atau 19,37 % dari total kawasan hutan

- luas hutan produksi sebesar 727.440 Ha atau 40,21 % dari total kawasan hutan . secara rinci dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Luas hutan kritis di NTT sebesar 75 836,73hektar, sangat kritis 6 275,38 ha dan sisanya potensi kritis seluas 932 694,48 Ha

Tabel 3.8.

Luas Kawasan Hutan menurut fungsinya di di Provinsi NTT tahun 2013

NO Fungsi Hutan Luas ( Ha Persentase

(%)

(1) (2) (3)

1 Hutan Lindung 731220 40,42

2 Suaka Alam 350330 19,37

A Cagar alam 66650 3,68

B Suaka margasatwa 18920 1,05

C Taman Wisata Alam 159155 8,80

D Taman Nasional 59060 3,26

E Hutan Bakau 40695 2,25

F Taman Buru 5850 0,32

3 Hutan Produksi Terbatas 197250 10,90

4 Hutan Produksi Tetap 428360 23,68

5 Hutan Produksi Dapat dikonversi 101830 5,63

Jumlah/Total 1808990 100

Papua dalam angka 2014

Tabel 3.8.

Luas Kawasan Kritis Didalam Kawasan Hutan di di Provinsi NTT tahun 2013 Kabupaten/Kota SWP DAS Tidak Kritis Potensial

KriKtis

Agak Kritis Kritis Sangat kritis

Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Sumba Barat Sumba 38,06 8339,67 8014,33 510,83 0,00 16902,89

Sumba Timur Sumba 11620,87 91219,68 151538,18 7943,11 5148,35 267470,19

Kupang Timor Barat 34160,72 202420,74 49040,26 1501,16 0,00 264122,88

TTS Timor Barat 7654,10 111500,36 19274,16 431,11 0,00 138859,73

TTU Timor Barat 1542,96 92651,66 301297,10 2402,05 0,00 126893,77

Belu Timor Barat 10879,69 44302,26 7752,14 121,57 1063,01 63055,66

Alor Alor 6312,69 40669,02 63781,60 3485,77 0,00 115331,99

(18)

Flores Timur Flores 4277,08 22309,65 28126,79 4525,20 0,00 59238,72

Sikka Flores 32138,17 17037,74 39978,82 4119,20 0,00 63273,93

Ende Flores 474,10 34300,94 38548,33 3385,00 0,00 76708,37

Ngada Flores 3258,98 29621,20 52354,33 3525,20 0,00 88760,14

Manggarai Flores 615,33 24193,04 7038,84 1283,20 0,00 33130,41

Rote Ndao Rote 18545,17 44208,71 170,29 00 0,00 62924,17

Manggarai Barat Flores 2387,62 39450,86 58067,28 25601,42 0,00 129507,18

Sumba Tengah Sumba 2057,01 41749,75 33514,84 2602,09 0,00 79923,69

Sumba Barat daya Sumba 1651,38 15577,18 12718,11 57,62 0,00 30004,29

Nagekeo Flores 1364,94 19241,70 12523,00 5772,75 0,00 39901,72

Manggarai Timur Flores 3126,94 35000,27 33406,87 3406,22 74,02 75013,32

Sabu Rajua Sabu 32,05 8806,72 482,20 0,00 0,00 9320,97

Malaka Timor Barat

Kota Kupang Timor Barat 1127,70 3820,37 19,17 0,00 0,00 4967,24

Jumlah Total 117060,08 932694,48 671,123,35 75.836,73 6 275,38 1 808

990,02 Papua dalam angka 2014

Luas Kawasan Kritis Diluar Kawasan Hutan di di Provinsi NTT tahun 2013 Kabupaten/Kota Tidak Kritis Potensial

KriKtis Agak Kritis Kritis Sangatkritis Jumlah Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Sumba Barat 9 253,90 5 253,08 18 391,89 18 391,89 0,58 53 69,12 70 272,00

Sumba Timur 170908,73 30 269,86 83 162,57 83 162,57 56,66 432 9,82 700 050,00

Kupang 96320,37 37 573,04 112 682,54 112 682,54 496,22 257656,13 541 779,00

TTS 37756,37 14 428,40 188 717,71 188 717,71 368,03 255840,27 394 700,00

TTU 35678,29 16 687,88 81 119,67 81 119,67 301,06 140076,23 266 970,00

Belu 66096,07 28 868,28 78 232,98 78 232,98 59,15 181504,33 244 560,00

Alor 7287,59 13 964,34 43 863,03 43 863,03 1 437,50 1 71138 286 470,00

Lembata 3804,99 1 391,93 27 763,98 27 763,98 326,69 78 960,23 126 639,00

Flores Timur 27141,07 20 899,06 39 209,16 39 209,16 2 510,23 122043,28 181 282,00

Sikka 17483,55 6 797,56 30 842,30 30 842,30 1 100,53 109916,07 173 190,00

Ende 12129,02 5 321,29 30 293,06 30 293,06 791,98 127951,63 204 660,00

Ngada 4070,33 13 355,12 31 373,82 31 373,82 19,51 75 827,87 164 588,00

Manggarai 48998,49 2 177,17 43 440,05 43 440,05 779,49 133811,61 166 942,00

Rote Ndao 36176,62 25 900,01 999,20 999,20 0,00 65 075,83 128 000,00

Manggarai Barat 10 131,28 10 044,55 60 122,74 60 122,74 339,48 169238,83 294 746,00

Sumba Tengah 31 622,28 7 162,00 15 037,98 15 037,98 14,04 106950,32 186 874,00

Sumba Barat daya 42 273,65 21 954,60 27 808,15 27 808,15 17,11 118041,71 148 046,00

Nagekeo 19 625,41 10 393,39 31 408,03 31 408,03 2421,00 101794,27 141 696,00

Manggarai Timur 16 676,84 403,13 73 682,50 73 682,50 671,84 174441,67 249 455,00

Sabu Rajua 7 497,11 23 486,30 5 153,50 5 153,50 0,00 36 733,02 46 054,00

Malaka

Kota Kupang 11 006,84 1 209,36 589,04 589,04 0,00 13 059,77 18 027,00

Jumlah Total 713 938,80

304 540,35 1.023 893,90 871 926,96 11 710 2 926 010,01 4 735 000,0 Catatan/Note: *) Data bergabung dengan Kabupaten Belu / Data integrated into Belu Regency

...

3.4. Penduduk

3.4.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk

(19)

Dengan luas wilayah 4 871 227 km2, kepadatan penduduk di NTT sebanyak 105 jiwa per km2. Kepadatan tertinggi terjadi di Kota Kupang , yakni 2 296 jiwa per km2, dan terendah Kabupaten Sumba Timur (34 jiwa per km2) dan Kabupaten Sumba Tengah (34 jiwa per km2).

Tabel 3.9

Jumlah dan Kepadatan Penduduk di Provinsi NTT dirinci per kabupaten Kabupaten/

Kota Luas Penduduk (orang)**) Kepadatan Penduduk (orang/km2) Km2 % Jumlah %

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Sumba Barat 737,42 1,56 117 787 2,38 160

Sumba Timur 7 000,50 14,78 240 190 4,85 34

Kupang 5 437,72 11,48 328 688 6,63 60

TTS 3 947,00 8,34 451 922 9,12 114

TTU 2 669,66 5,64 239 503 4,83 90

Belu 2 445,57 5,16 199 990 4,04 82

Alor 2 864,60 6,05 196 613 3,97 69

Lembata 1 266,38 2,67 126 704 2,56 100

Flores Timur 812,85 3,83 241 590 4,88 133

Sikka 1 731,92 3,66 309 008 6,24 178

Ende 2 046,62 4,32 266 909 5,39 130

Ngada 1 620,92 3,42 150 186 3,03 93

Manggarai 1 694,35 3,58 309 614 6,25 183

Rote Ndao 1 280,00 2,70 137 182 2,77 107

Manggarai Barat 2 947,50 6,22 240 905 4,86 82

Sumba Tengah 1 869,18 3,95 66 314 1,34 35

Sumba Barat daya 1 445,32 3,05 306 195 6,18 212

Nagekeo 1 416,96 2,99 136 201 2,75 96

Manggarai Timur 2 494,55 5,27 264 979 5,35 106

Sabu Rajua 460,54 0,97 80 897 1,63 176

Malaka 174 391 3,52

Kota Kupang 160,34 0,34 368 199 7,43 2 296

Jumlah Total 47 349,90 100,00 4 953 967 100,00 105 NTTdalam angka tahun 2014

3.4.2. Penduduk berdasarkan jenis kelamin

Secara keseluruhan, jumlah penduduk perempuan sedikit lebih banyak dari penduduk laki-laki . Hal ini tercermin dari angka rasio jenis kelamin sebesar hanya 98 berarti terdapat 98 laki-laki setiap 100 perempuan.

Tabel 3.10

(20)

Kabupaten/kota Penduduk (orang) Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5)

Sumba Barat 60 816 56 971 117 787 107

Sumba Timur 124 115 116 075 240 190 107

Kupang 168 316 160 372 328 688 105

TTS 222 490 229 432 451 922 97

TTU 118 596 120 907 239 503 98

Belu 100 095 99 895 199 990 100

Alor 96 007 100 606 196 613 95

Lembata 59 405 67 299 126 704 88

Flores Timur 115 503 126 087 241 590 92

Sikka 145 997 163 011 309 008 90

Ende 126 502 140 407 266 909 90

Ngada 73 517 76 669 150 186 96

Manggarai 151 711 157 903 309 614 96

Rote Ndao 70 080 67 102 137 182 104

Manggarai Barat 119 678 121 227 240 905 99

Sumba Tengah 34 210 32 104 66 314 107

Sumba Barat daya 157 306 148 889 306 195 106

Nagekeo 66 170 70 031 136 201 94

Manggarai Timur 130 807 134 172 264 979 97

Sabu Rajua 41 407 39 490 80 897 105

Malaka 84 471 89 920 174 391 94

Kota Kupang 187 869 180 330 368 199 104

Jumlah Total 2 455 068 2 498 899 4 953 967 98

NTT dalam angka 2014

3.4.3. Penduduk berdasarkan kelompok Umur

Penduduk berdasarkan kelompok umur di Prov NTT ternyata didominasi oleh kelompok usia kerja antara (15 - 54) thn berjumlah 2.648.993, sementara usia muda (0-14 tahun) berjumlah 1.780. 012 orang dan usia tua (kelompok usia 55 tahun keatas) 534.962 orang, Jumlah usia tua yang jauh lebih kecil dari usia kerja menunjukkan bahwa tingkat kematian penduduk usia lanjut sangat tinggi.

Tabel....

Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur di Prov NTT yahun 2013 Kabupaten/

Kota

Laki-laki Perempuan Laki-laki + perempuan

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

‘0 - 4 312 901 12,75 304 315 12,18 617 216 12,46

‘5 - 9 302 454 12,32 293 218 11,73 595 672 12,0

10 - 14 285 409 11,63 271 715 10,87 557 124 11,25

(21)

Kabupaten/

Kota Laki-laki Perempuan Laki-laki + perempuan

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

20 - 24 200 918 8,18 198 787 7,95 399 705 8,07

25 - 29 171 616 6,99 180 553 7,23 352 169 7,11

30 - 34 158 865 6,47 175 990 7,04 334 855 6,76

35 - 39 146 782 5,98 164 361 6,58 311 143 6,28

40 - 44 136 277 5,55 149 153 5,97 285 430 5,76

45 - 49 122 498 4,99 131 229 5,25 253 727 5,12

50- 54 104 997 4,28 110 231 4,41 215 228 4,34

55 - 59 83 045 3,38 85 487 3,42 168 532 3,40

60 - 64 61 102 2,49 64 168 2,57 125 270 2,53

65 - 69 45 440 1,85 50 335 2,01 95 775 1,93

70 - 74 33 045 1,35 36 755 1,47 69 800 1,41

75 + 34 396 1,40 41 189 1,65 75 585 1,53

Jumlah Total 2 455 068 100,00 2 498 899 100,00 4 953 967 100,00 NTTdalam angka tahun 2014

3.5. Ekonomi 3.5.1. PDRB

Sektor yang cukup memegang peranan penting untuk perekonomian Provinsi NTT adakah sektor pertanian. Menurut data PDRB atas harga berlaku tahun 2013 menunjukkan sektor pertanian memberi konstribusi sebesar 35,15 % untuk PDRB Provinsi NTT, yang melibatkan sebagain besar penduduk irian baru berkonstribusi sebesar ...% , padahal luas lahan potensial yang dapat dikembangkan msih luas.

Tabel 3.11

PDRB Atas Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha 2011 – 2013 (Juta Rp)

NO Lapangan Usaha 2011 2012 2013

01 Pertanian/Agriculture 11 543 108,23 12 672 274,18 14 225 226,12

1. Tanaman Bahan Makanan 5 776 871,33 6 135 528,45 6 651 305,46

2. Tanaman Perkebunan 1 242 617,75 1 427 052,92 1 610 635,37

3. Peternakan 128 120,56 3 539 518,85 4 200 582,41

4. Kehutanan 71 374,62 80 626,49 88 103,33

5. Perikanan 1 324 123,98 1 489 547,48 1 674 599,56

02 Pertambangan dan Penggalian 424 823,80 483 522,92 541 786,18

1. Minyak dan Gas Bumi 0,00 0,00 0,00

2. Pertambangan Bukan migas 0,00 0,00 0,00

3. Penggalian 424 823,80 483 522,92 541 786,18

03 Industri Pengolahan/Industries 471 728,22 528 339,82 591 336 73

1. Industri Migas 0,00 0,00 0,00

a. Pengilingan Minyak bumi 0,00 0,00 0,00

b. Gas alam cair 0,00 0,00 0,00

2. Industri Bukan Migas 471 728, 22 528 339,82 591 336,73

04 Listrik, Gas, dan Air Bersih 136 945,55 149 809,13 181 917,62

(22)

NO Lapangan Usaha 2011 2012 2013

2. Gas kota 0,00 0,00 0,00

3. Air bersih 32 727,43 34 870,40 37 963,17

05 Bangunan/Construction 2 182 737,32 2 538 667,27 2 893 728,27

06 Perdagangan, Hotel, dan Restoran

5 388 755,98 6 237 887,62 7 415 949,26

1. Perdagangan besar &eceran 5 249 736,89 6 079 706,71 7 232 141,40

2. Perhotelan 55 673,76 62 892,24 71 875,29

3. Restaurant 83 345,33 95 288,67 111 932,58

07 Pengangkutan dan

elekomunikasi 1 771 440,78 2 003 808,03 2 297 616,28

1. Angkutan 1 384 261,91 1 561 620,03 1 818 154,21

a. Angkutan Lautn Kereta Api 0,00 0,00 0,00

b. Angkutan jalan Raya 829 513,80 937 144,85 1 113 732,56

c. Angkutan Laut 233 216,94 262 789,69 292 561,71

d. Angkutan sungai/danau 30 482,92 35 012,30 38 528,85

e. Angkutan Udara 116 696,61 133 866,54 159 018,46

f. Jasa Penunjang Angkutan 174 351,65 192 806,66 214 312,64

2. Komunikasi 387 178,86 442 187,99 479 462,07

a. Telkom dan Pos&Giro 387 178,86 442 187,99 479 462,07

b. Jasa Penunjang Komunikasi 0,00 0,00 0,00

08 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

1 322 613,46 1 507 769,41 1 766 859,56

1. Bank 769 123,96 872 530,03 1 046 888,68

2. Lembaga Keuangan non bank 244 629,00 282 296,42 321 597,06

3. Jasa Penunjang Keuangan 0,00 0,00 0,00

3. Sewa Bangunan 271 616,69 309 451,38 349 836,29

4. Jasa Perusahaan 37 243,81 43 491,59 48 537,53

09 Jasa-Jasa/Services 7 976 600,43 9 126 407,85 10 550 878,40

1. Pemerintah 6 241 461,80 7 196 100,18 8 362 040,85

2. Swasta 1 735 138,63 1 930 307,68 2 188 837,55

a. Sosial Kemasyarakatan 1 101 099,87 1 239 372,99 1 440 243,35

b. Hiburan dan rekreasi 8 576,01 9 445,09 10 386,75

c. Perorangan & Rumah Tangga 625 462,75 681 489,59 738 207,44

Jumlah/Total 31 218 753,78 35 248 486,24 40 465 298,41

Tabel 3.12

PDRB Atas Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha 2011 – 2013 (Juta Rp)

NO Lapangan Usaha 2011 2012 2013

01 Pertanian/Agriculture 4 760 272,65 4 909 877,51 5 040 218,49

1. Tanaman Bahan Makanan 2 304 239,97 2 320 218,14 2 348 091,03

2. Tanaman Perkebunan 547 373,69 571 053,99 591 223,17

3. Peternakan 1 398 860,26 1 476 480,09 1 537 252,29

(23)

NO Lapangan Usaha 2011 2012 2013

02 Pertambangan dan Penggalian 176 373,82 188 029,16 197 386,08

1. Minyak dan Gas Bumi 0,00 0,00 0,00

2. Pertambangan Bukan migas 0,00 0,00 0,00

3. Penggalian 176 373,82 188 029,16 197 386,08

03 Industri Pengolahan/Industries 189 039,52 198 456,63 204 119,46

1. Industri Migas 0,00 0,00 0,00

a. Pengilingan Minyak bumi 0,00 0,00 0,00

b. Gas alam cair 0,00 0,00 0,00

2. Industri Bukan Migas 189 039,52 198 456,63 204 119,46

04 Listrik, Gas, dan Air Bersih 59 415,34 62 590,86 67 286,30

1. Listrik 45 830,31 48 644,62 52 622,11

2. Gas kota 0,00 0,00 0,00

3. Air bersih 13 585,03 13 946,24 14 664,18

05 Bangunan/Construction 826 805,91 889 191,44 935 349,48

06 Perdagangan, Hotel, dan

Restoran 2 315 512,49 2 481 535,99 2 681 595,55

1. Perdagangan besar &eceran 2 250 237,38 2 412 023,04 2 606 608,96

2. Perhotelan 28 025,46 29 641,41 32 044,50

3. Restaurant 37 249,65 39 871,54 42 942,09

07 Pengangkutan dan

elekomunikasi

994 909,41 1 050 515,10 1 108 390,88

1. Angkutan 766 692,47 805 096,54 847 613,17

a. Angkutan Lautn Kereta Api 0,00 0,00 0,00

b. Angkutan jalan Raya 501 967,82 522 648,21 548 119,19

c. Angkutan Laut 118 308,58 125 933,53 131 176,03

d. Angkutan sungai/danau 15 247,06 16 133,9 16 974,95

e. Angkutan Udara 45 349,30 49 082,45 53 153,41

f. Jasa Penunjang Angkutan 85 819,71 91 298,45 98 189,59

2. Komunikasi 228 216,93 245 418,56 260 777,71

a. Telkom dan Pos&Giro 228 216,93 245 418,56 260 777,71

b. Jasa Penunjang Komunikasi 0,00 0,00 0,00

08 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

515 355,96 554 874,65 604 574,74

1. Bank 265 591,64 288 069,25 321 503,36

2. Lembaga Keuangan non bank 121 728,08 130 416,64 139 356,58

3. Jasa Penunjang Keuangan 0,00 0,00 0,00

3. Sewa Bangunan 110 056,11 117 284,29 123 643,04

4. Jasa Perusahaan 17 980,14 19 104,47 20 071,77

09 Jasa-Jasa/Services 3 414 628,46 3 634 707,42 3 907 135,77

1. Pemerintah 2 568 655,98 2 746 622,37 2 970 023,84

2. Swasta 845 972,49 888 085,06 937 111,94

a. Sosial Kemasyarakatan 544 332,81 578 120,63 615 315,79

b. Hiburan dan rekreasi 4 019,28 4 260,35 4 513,24

c. Perorangan & Rumah Tangga 297 620,40 305 704,07 317 282,90

Jumlah/Total 13 252 313,57 13 969 778,77 14 746 056,74

Bila dilihat konstrubusi PDRB per kabupaten menunjukkan Kota Kupang memberikan konstribusi paling tinggi sebesar ...%

Tabel 3.13

PDRB Atas Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota tahun 2010 - 2013 (Milyar Rp)

(24)

(1) (2) (3) (4)

Sumba Barat 816 194,99 927 945,82 1 053 624,79

Sumba Timur 1 668 283,87 1 879 741,34 2 101 829,78

Kupang 2 392 996,45 2 696 663,61 2 988 244,70

TTS 2 544 287,02 2 884 481,05 3 252 894,89

TTU 1 040 969,17 1 163 270,02 1 277 858,47

Belu 1 135 855,16 1 262 827,82 1 418 812,50

Alor 941 611,37 1 053 985,92 1 182 266,43

Lembata 468 509,40 536 331,55 617 668,67

Flores Timur 1 568 991,23 1 737 672,31 1 945 508,18

Sikka 1 871 687,69 2 076 015,25 2 313 626,40

Ende 1 926 794,83 2 198 625,14 2 489 042,19

Ngada 1 062 916,21 1 186 663,94 1 335 011,06

Manggarai 1 389 041,14 1 562 924,43 1 766 093,03

Rote Ndao 662 647,14 724 675,55 808 353,39

Manggarai Barat 1 116 205,61 1 234 140,02 1 370 109,49

Sumba Barat daya 342 959,86 389 524,06 439 994,67

Sumba Tengah 1 071 470,09 1 226 352,49 1 419 021,97

Nagekeo 778 586,85 873 931,42 983 510,81

Manggarai Timur 987 027,70 1 135 362,33 1 305 553,61

Sabu Rajua 393 054,28 467 725,56 521 452,35

Malaka 862 416,79 952 297,47 1 058 590,68

Kota Kupang 5 374 129,08 6 150 768,60 7 264 411,62

Jumlah Total 31 218 753,78 35 248 486,24 40 465 298,41

Catatan: *) Angka Sementara / Preliminary Figures Note **) Angka Sangat Sementara / Very Preliminary Figure

Gambar

Tabel  3.3.
Tabel 3.6Sistem Lahan dan uraian umum jenis fisiografinya
Tabel 3.7. Kesesuaian Lahan untuk Sistem lahan yang dapat dikembangkan pertanian
Tabel 3.8.Luas Kawasan Hutan menurut fungsinya di di Provinsi NTT tahun 2013
+6

Referensi

Dokumen terkait

PT “X” menyediakan 3 jenis produk (paskabayar – kartuHALO, prabayar – simPATI dan KartuAs) sebagai upaya menyediakan pilihan solusi sarana komunikasi berkualitas yang

Papan yang sudah dipotong dan dibelah kemudian dipisahkan sesuai dengan ukuran masing – masing untuk kemudian dimasukkan kedalam alat pengepressan (jointer) untuk

Secara fisik, bentuk bangunan resort di kawasan hutan mangrove Pasar Banggi Rembang menerapkan pendekatan konsep arsitektur neo- vernakular, yaitu bangunan yang

 Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas/kegiatan Seksi Prasarana Budidaya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,  Melaksanakan tugas lain yang

• Memastikan seluruh kegiatan di Binus Center Outlet berjalan dengan baik, benar dan sesuai rencana, berpedoman pada peraturan, ketentuan, prosedur dan kebijakan operasional

Menyusun rencana kerja sama Daerah sesuai dengan lingkup tugas Seksi berpedoman pada ketentuan yang berlaku untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan

Pembiayaan khusus untuk modal kerja, dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.

Banyak dari anggota perusahaan lain mempunyai pendapat bahwa adanya ketidakadilan yang mereka terima dari tempat mereka bekerja, misalnya kontribusi yang mereka berikan tidak