• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN ANALISIS SIMPANG APILL NGABEAN YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN ANALISIS SIMPANG APILL NGABEAN YOGYAKARTA."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Pariwisata di Yogyakarta yang semakin berkembang membuat jumlah

wisatawan meningkat setiap tahun. Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik

Yogyakarta pada awal hingga pertengahan tahun 2015 ada 67.836 wisatawan

mancanegara dan 926.417 wisatawan domestik, maka pada tahun 2015

mengalami peningkatan 9,42 % kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Banyaknya kunjungan wisatawan pada hari libur membuat Yogyakarta

semakin padat terutama arus lalu lintasnya. Masuknya bus pariwisata di beberapa

ruas jalan kota Yogyakarta, secara langsung dirasakan oleh pengguna jalan sering

membuat kepadatan lalu lintas. Oleh sebab itu Dinas Perhubungan Kota

Yogyakarta membuat kebijakan baru dengan mengatur rute bus yang akan menuju

Kota Yogyakarta dan memindahkan ruang parkir bus pariwisata Alun-alun utara

menuju Taman Parkir Ngabean, Gambar 1.1. menunjukan lokasi penelitian.

Tujuan dibuatnya ruang parkir tersebut untuk mengurai kemacetan kawasan

Kraton Yogyakarta, namun akibat dari pengalihan ini kapasitas simpang di sekitar

Taman Parkir Ngabean salah satunya simpang Jl. Letjend Suprapto – Jl. Ahmad

Dahlan – Jl. Kh. Wakhid Hasyim – Jl. Ahmad Dahlan sering mengalami tundaan

lalu lintas, Gambar 1.2 menunjukan peta lokasi simpang Ngabean.

Pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di simpang

Ngabean (Jl. Letjend Suprapto – Jl. Ahmad Dahlan – Jl. Kh. Wakhid Hasyim – Jl.

(2)

2

puncak, namun masih sering menimbulkan tundaan lalu lintas oleh karena itu

perlu dilakukan analisis pada simpang tersebut untuk mengetahui kinerja simpang.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah yang muncul di simpang Jl. Letjend Suprapto – Jl. Ahmad

Dahlan – Jl. KH. Wakhid Hasyim – Jl. Ahmad Dahlan apakah pengaturan durasi

APILL pada saat hari libur sudah optimal atau belum sehubungan diberlakukanya

pengalihan parkir bus wisata ke Taman Parkir Ngabean.

1.3 Batasan Masalah

Penelitian ini diberikan batasan masalah agar lebih fokus pada suatu

masalah dan hasil penelitian yang didapat lebih maksimal antara lain :

1. Simpang yang ditinjau Jl. Letjend Suprapto – Jl. Ahmad Dahlan – Jl. Kh.

Wakhid Hasyim – Jl. Ahmad Dahlan Yogyakarta

2. Volume kendaraan dihitung secara sampel pada hari biasa dan hari libur saat

jam puncak

3. Metode analisis simpang yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan

Indonesia (PKJI 2014)

1.4 Keaslian Tugas Akhir

Dalam studi literatur penelitian terhadap simpang Ngabean yang pernah

dilakukan adalah Analisis Dampak Lalu lintas Pembangunan Tempat Khusus

(3)

3

dampak lalu akibat pengoperasian terminal tersebut. Dalam penelitian ini akan

dilakukan analisi dengan data setelah terminal tersebut beroperasi.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang empat Jl.

Letjend Suprapto – Jl. Ahmad Dahlan – Jl. Kh. Wakhid Hasyim – Jl. Ahmad

Dahlan yang disebabkan beroperasinya Taman Parkir Ngabean, parameter kinerja

yang dianalisis meliputi derajat kejenuhan, tundaan, panjang antrian baik pada

saat hari biasa dan hari libur.

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan pada instansi

terkait tentang kinerja simpang APILL dan pengaturan simpang APILL yang lebih

optimal pada simpang Jl. Letjend Suprapto – Jl. Ahmad Dahlan – Jl. Kh. Wakhid

Hasyim – Jl. Ahmad Dahlan dari yang ada sekarang sehingga dapat meningkatkan

(4)

4

GGambar 1.2 Peta Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian

Taman Parkir Ngabean

Gambar 1.1 Peta Kota Yogyakarta

Gambar

Gambar 1.1 Peta Kota Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengevaluasi kinerja suatu simpang bersinyal dapat dilakukan dengan memperhitungkan kapasitas (C) pada tiap pendekatan dengan seperti persamaan 1, arus

Volume lalu lintas berdasarkan survai yang dilakukan pada jam-jam sibuk. Tinjauan terbatas pada kinerja

Simpang empat bersinyal Secang mempunyai arus lalu lintas ( Q ) tertinggi.. pada sore hari sebesar 790 smp/jam dan kapasitas ( C ) sebesar

dan nilai tundaan pada simpang dikarenakan arus lalu lintas yang tinggi. Pada studi kasus ini, penulis menghitung kembali

Untuk mengevaluasi kinerja suatu simpang bersinyal dapat dilakukan dengan memperhitungkan kapasitas (C) pada tiap pendekatan dengan seperti persamaan 1, arus

Kapasitas jalan untuk arus lalu lintas pada umur rencana 25 tahunan sudah tidak dapat menampung volume arus lalu lintas kendaraan yang melewati jalan pembentuk simpang

Dibandingkan dengan tipe simpang yang lain, simpang ini disukai karena kapasitas tertentu masih bisa dipertahankan pada keadaan lalu lintas puncak.. Perubahan dari simpang tak

4.5 Analisis Kinerja Simpang Saat Ini Existing Dari data geometrik persimpangan, arus jam puncak kendaraan, dan data operasional pengaturan lampu lalu lintas, maka dapat dihitung