PUZZLE
ELEKTRONIK UNTUK EDUKASI ANAK-ANAK
TUGAS AKHIR
Disusun Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Pada Program Studi Strata Satu Sistem Komputer
Oleh
Teguh Wijoseno
NIM : 10208108
Pembimbing
Hidayat, M.T.
JURUSAN TEKNIK KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
v Bismillahirrohmaannirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT., Pencipta dan Pemelihara alam semesta, shalawat serta salam semoga terlimpah bagi Muhammad SAW., keluarga dan para pengikutnya yang setia
hingga akhir masa.
Atas rahmat hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir dan skripsi ini, meskipun hasilnya masih jauh dari kata sempurna, mengingat keterbatasan pengetahuan, keilmuan, pengelaman, serta referensi yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran yang dapat menyempurnakan tugas akhir ini.
Tugas Akhir ini sesungguhnya bukanlah sebuah kerja individual dan akan sulit terlaksana tanpa bantuan dari banyak pihak yang tak mungkin penulis sebutkan satu per sat, namun dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orangtua beserta keluarga besar penulis yang sudah memberikan do’a, dukungan, kasih sayang dan motivasi, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Bapak Prof. Dr. H. Denny Kurniadie, Ir. M.Sc, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.
3. Bapak Dr.Wendi Zarman, M.Si selaku ketua Jurusan Teknik Komputer Universitas Komputer Indonesia.
4. Bapak John Adler, M.Si selaku doesn wali yang telah mengasuh penulis selama penulis menuntut ilmu di Universitas Komputer Indonesia.
vi
6. Bapak dan Ibu seluruh staf dosen Jurusan Teknik Komputer yang telah memberikan ilmu, motivasi dan bantuan kepada penulis.
7. Anton Prafanto, Arif Ibrahim A., Mustopa N. H., Teguh R. P., Dahlan Permana, Sinta Dwi O., Rahayu Delimawati, Bella Shaviera Claudya, Justy Gina Pravita, Ginanjar L., teman-teman angkatan 2008, asisten Lab Sistem Digital, dan teman-teman di luar jurusan, yang telah memberikan semangat, bantuan, serta doa kepada penulis.
8. Serta seluruh pihak yang mendukung dan membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-per satu.
Akhirnya, Penulis berharap semoga penelitian ini menjadi sumbangsih yang bermanfaat bagi dunia sains dan teknologi di Indonesia, khususnya disiplin keilmuan yang
penulis dalami.
Bandung, 15 Agustus 2015
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Anak -anak pada umumnya membutuhkan sarana edukasi yang memadai untuk melakukan stimulasi anak agar bersemangat dalam proses belajar. Namun, tentunya sarana edukasi yang dibutuhkan anak-anak berbeda dengan remaja, dan orang dewasa pada umumnya. Anak-anak lebih mudah mempelajari suatu hal apabila mereka menyukainya atau menemukan kesenangan dalam proses belajarnya.
Ada banyak cara untuk membuat proses belajar seorang anak menjadi menyenangkan, salah satunya dapat ditempuh dengan memadukan unsur edukatif dalam suatu permainan. Dalam aplikasinya, permainan edukatif ini dapat diterapkan pada mainan anak seperti puzzle.
Puzzel menjadi salah satu mainan edukatif anak yang sangat mudah ditemui. Puzzle dapat melatih konsentrasi, kemampuan motorik, dan mengenalkan bentuk dan warna suatu objek.
Terdapat berbagai macam konsep mainan edukatif, namun bagi penulis,
mainan dengan konsep jigsaw puzzle lebih mudah untuk dipadukan dengan teknologi mikrokontroler.
1.2 Maksud dan Tujuan
2
Tujuan yang menjadi dasar pembuatan permainan Puzzle Berbasis Mikrokontroler Untuk Edukasi Anak ini adalah untuk merancang suatu alat yang dapat menjadi suatu fasilitas belajar sekaligus bermain bagi anak-anak.
1.3 Rumusan Masalah
Berikut ini adalah beberapa perumusan masalah pada perancangan Puzzel
Berbasis Mikrokontroler Untuk Edukasi Anak:
1. Bagaimana merancang perangkat keras agar dapat menganalisis susunan potongan gambar puzzle (Keping Puzzle).
2. Bagaimana respon perangkat keras terhadap susunan komponen-komponen
puzzle yang telah disusun.
3. Bagaimana sistem rangkaian LED memberitahu lokasi pemasangan puzzle
yang salah pada anak-anak.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah yang terdapat pada sistem mainan Puzzle Berbasis Mikrokontroler untuk Edukasi Anak ini adalah sebagai berikut:
1. Banyaknya tema gambar puzzle adalah tiga gambar, yaitu gambar panda, gambar kucing, dan gambar kuda zebra.
2. Sebelum dilakukan pengecekan susunan Keping Puzzle oleh perangkat lunak, seluruh Keping Puzzle harus tersusun terlebih dahulu.
3. LED Indikator Kesalahan hanya dapat menyalakan dua LED untuk menunjukkan satu kesalahan pemasangan Keping Puzzle. Dalam hal ini satu LED menyala untuk menunjukkan Keping Puzzle yang terpasang salah dan satu LED lagi menyala untuk menunjukkan posisi seharusnya Keping Puzzle
tersebut terpasang.
1.5 Metode Penelitian
Dalam menyusun laporan dan kegiatan pelaksanaan Tugas Akhir ini, penulis melakukan beberapa metode penelitian sebagai berikut:
1. Studi Literatur
Merupakan metode yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menunjang teori dan pemahaman mengenai komponen-komponen yang diperlukan dalam pembuatan alat. Data-data tersebut diperoleh dari berbagai sumber tertulis, baik bersumber dari buku, maupun bersumber dari internet.
2. Metode Perancangan
Dalam metode ini, penulis merancang mekanisme sistem kerja,
komponen-komponen yang dibutuhkan, serta mekanik yang terkait dengan alat yang dibuat.
3. Metode Wawancara
Penulis melakukan wawancara dengan beberapa ahli untuk mendapatkan ilmu, saran, dan petunjuk untuk perancangan dan pembuatan alat.
4. Metode Pengujian
Pada metode ini, penulis melakukan serangkaian pengujian terhadap perangkat keras dan perangkat lunak yang telah dirancang dan dibuat untuk mengetahui kinerja alat (masih terdapat kesalahan atau tidak).
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
4
BAB II DASAR TEORI
Bab II membahas tentang teori-teori dasar yang berhubungan dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistemkerja alat.
BAB III PERANCANGAN SISTEM
Bab III membahas tentang perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang
digunakan untuk membangun sistem kerja alat.
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
Bab IV berisi laporan dan analisa yang berkaitan dengan hasil pengujian alat, baik perangkat keras maupun perangkat lunak (program).
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Hasil pengujian dan analisa terhadap perangkat keras maupun algoritma perangkat lunak, maka dapat disimpulkan bahwa alat dapat berjalan dengan baik berdasarkan hasil berikut ini:
1. Keping Puzzle harus tersusun seluruhnya, agar perangkat lunak dapat memproses data dari Keping Puzzle dengan baik.
2. Mikrokontroler dapat mengontrol Rangkaian Selector Data Puzzle dengan baik, berdasarkan tabel 4.1 pada BAB IV.
3. Berdasarkan pada Gambar 4.1, gambar 4.2, gambar 4.3, gambar 4.4,gambar 4.5, dan tabel 4.2, hasil pengujian rangkaian LCD dan LED Indikator Kesalahan, pada BAB IV, perangkat lunak telah dapat menghitung, mengkalkulasi, dan memetakan posisi kesalahan penempatan Keping Puzzle
dengan baik.
4. Perangkat modul LCD 16x4, modul WT9501M03 dan Rangkaian LED Indikator Kesalahan telah dapat memberikan informasi kesalahan penempatan Keping Puzzle kepada pengguna, sesuai dengan tabel 4.3 pada BAB IV.
Dengan demikian, sesuai dengan maksud dan tujuan pembuatan alat,
puzzle elektronik ini telah dapat berfungsi sebagai sarana bermain puzzle dan telah dapat memberikan informasi edukatif terkait tema gambar puzzle yang telah tersusun.
5.2 Saran
Saran untuk pengembangan alat agar lebih baik adalah:
1. Memodifikasi sumber tegangan agar alat dapat memakai sumber tegangan yang berasal dari baterai, sehingga mainan puzzle elektronik ini dapat dibawa kemanapun.
2. Memodifikasi perangkat lunak dan perangkat keras, sehingga tema gambar yang dapat dipilih oleh anak lebih banyak.
60
DAFTAR PUSTAKA
[1] anonim. (2010). “Puzzle”. Diakses pada tanggal 17 September 2014, dari
situs http://www.omochatoys.com/mainan-edukatif/496-puzzle.html.
[2] anonim. (2010). “Manfaat Mainan Edukasi Edukasi untuk Anak.”. Diakses
pada tanggal 22 September 2014, dari situs
http://mendidikanakanak.blogspot.com/2013/05/manfaat-mainan-edukatif-untuk-anak.html.
[3] Syahrul. (2012). MIKROKONTROLER AVR ATMEGA8535. Bandung: INFORMATIKA.
[4] Andrianto, H. (2013). Pemrograman Mikrokontroler AVR Atmega32 Menggunakan Bahasa C [Codevision AVR]. Bandung: Informatika.
[5] Syahban, R. (2011). Simulasi dan Praktik Menggunakan ISIS Proteius dan
CodeVisionAVR. Bandung: INFORMA TIKA.
[6] Sandi. (2014, Mei 07). Tutorial Modul MP3 WT9501M03. Diakses pada tangggal 19 Juni 2014 dari http://mikrodb.com/index.php/79-mikro kontroler/72-tutorial-modul-mp3-wt9501m03-bag-i.
[7] Purnama, A. (2012, April 24). Power amplifier. Diakses pada tanggal 24 Juni, 2014 dari situs: http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian/audio/ power-amplifier-mini-lm386/
[8] anonim. DUAL 1-OF-4 DECODER/ DEMULTIPLEXER. Diakses pada tanggal 23 Desember 2014 dari situs: http://pdf.datasheetcatalog.com/ datasheet/motorola/SN54LS139J.pdf
[9] anonim. HD74LS153. Diakses pada tanggal 23 Desember 2014 dari situs: http://www.datasheetcatalog.com/datasheets_pdf/S/N/5/4/SN54LS153 .shtml
61
Diakses pada tanggal 24 Desember 2014 dari situs: http://pdf.datasheetcatalog.com/datasheet/motorola/54LS151.pdf
[11] Martono, Rudi. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini. Diakses pada tanggal 6 Agustus 2015 dari situs: http://www.academia.edu/ 4961604/Perkembangan_kognitif_Anak_Usia_Dini
[12] Juslifah, Harni. (2014). Meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Permaianan Puzzle Di TK Monapa Kelas B Kelurahan Abeli Kota Kendari
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama lengkap : Teguh Wijoseno
Tempat/Tanggal lahir : Bandung, 23 Desember 1988
Alamat : Jln. Sasak Batu no.45, Bandung
Agama : Islam
Fakultas : Teknik dan Ilmu Komputer
Program Studi : Sistem Komputer (Strata 1)
Perguruan tinggi : Universitas Komputer Indonesia
E-Mail : [email protected]
Pendidikan Formal :
1995-2001 : SD Negeri Jatihandap III
2001-2004 : SMP Negeri 22 Bandung
2004-2007 : SMA Negeri 10 Bandung
2008-2014 : Universitas Komputer Indonesia
Pengalaman Kerja:
Puzzle Elektronik untuk Edukasi Anak-Anak
Hidayat1, Teguh Wijoseno 2
1,2
Jurusan Sistem Komputer Universitas Komputer Indonesia, Bandung
1
[email protected] , [email protected]
ABSTRAK
Puzzle merupakan salah satu jenis mainan anak yang berfungsi sebagai sarana hiburan dan juga
sebagai sarana edukasi. Puzzle dapat melatih konsentrasi, kemampuan motorik, dan mengenalkan bentuk dan warna suatu objek. Dengan menggabungkan konsep mainan puzzle jigsaw dengan teknologi mikrokontroler pada mainan ini bertujuan memberikan fitur tambahan yang menarik bagi anak-anak. Modul LCD, Rangkaian LED Indikator Kesalahan, dan modul suara WT9501M03 bertujuan untuk memberikan petunjuk kepada
anak-anak lokasi kesalahan penempatan Keping Puzzle. Dengan demikian Puzzle ini telah dapat berinteraksi, seperti
memberikan petunjuk dalam permainan, memberikan penjelasan dan pengetahuan mengenai suatu objek yang menjadi tema/gambar pada anak-anak.
Kata Kunci: Puzzle, Multiplexer, ATmega8535, CodeVision AVR, edukasi anak.
1. PENDAHULUAN
Anak pada usia dini pada umumnya membutuh sarana edukasi yang memadai untuk menstimulus anak agar bersemangat dalam proses belajar. Namun tentunya sarana edukasi yang dibutuhkan anak-anak berbeda dengan remaja, dan orang dewasa pada umumnya. Anak-anak lebih mudah mempelajari suatu hal apabila mereka menyukainya atau menemukan kesenagan dalam proses belajarnya.
Ada banyak cara untuk membuat proses belajar seorang anak menjadi menyenangkan, salah satunya dapat ditempuh dengan memadukan unsur edukatif dan unsur kesenangan dalam suatu permainan. Dalam aplikasinya, permainan edukatif ini dapat diterapkan pada mainan anak seperti
puzzle.
Puzzel menjadi salah satu mainan edukatif anak
yang sangat mudah ditemui. Meskipun sederhana,
puzzle dapat mengasah konsentrasi, daya ingat
anak, dan memberi wawasan terhadap suatu objek (misalnya puzzle bertema buah, maka gambar
puzzle objeknya dapat berupa buah jeruk).
Disamping kesederhanaan permainan puzzle, konsep dari mainan ini pun dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, misalnya membuat suatu acara
perlombaan menyusun puzzle atau hanya sekedar untuk edukasi dan hiburan bagi anak-anak.
2. PERANCANGAN
Perancangan Perangkat Keras
Blok diagram sistem menggambarkan komponen-komponen hardware yang bekerja secara terintegrasi dalam membentuk suatu sistem kerja alat:
Sistem minimum ATmega8535 merupakan rangkaian mimum yang diperlukan agar mikrokontroler ATmega8535 dapat berfungsi dengan baik.
Rangkaian Kepingan Gambar Puzzle
Puzzle Berbasis Mikrokontroller untuk Edukasi Anak ini memiliki 3 tema gambar puzzle yang masing-masing tema gambar memiliki 25 Keping
Puzzle. Setiap Kepingan Puzzle memiliki skematik rangkaian header yang berbeda. Skematik rangkaian header ini membentuk suatu Data Identitas Keping Puzzle. Setiap Keping Puzzle
memiliki lima bit data untuk merepresentasikan identitas setiap kepingan gambar puzzle. Gambar 2 mengambarkan suatu Keping Puzzle dan Gambar 3 menggambar skematik rangkaian header yang terdapat di balik kepingan gambar.
Gambar 2. Keping Puzzle Tampak Atas
Gambar 3. Skematik Keping Puzzle Tampak Bawah
Gambar 4. Skematik Keping Puzzle dengan Nilai Data Identitas 5
perbedaannya terletak pada urutan susunan Kepingan Gambar Puzzle-nya. Tabel1 menjabarkan urutan Keping Puzzle pada masing-masing tema gambar puzzle.
Tabel 1 Urutan Data Identitas pada Masing-masing Tema Gambar Puzzle
Rangkaian Selektor Data Puzzle
Rangkaian ini merupakan komponen perangkat keras yang berfungsi sebagai selektor data antara keping-keping puzzle ke mikrokontroler. Mikrokontroler mengontrol dan menerima Data
Identitas Keping Puzzle melalui rangkaian ini.
Urutan pengambilan Data Identitas selalu dimulai pada posisi Soket Keping Puzzle di pojok kiri atas (urutan ke-0) berurutan ke posisi pojik kiri bawah (urutan ke-24). Gambar 5 memaparkan urutan pengambilan Data Identitas pada setiap Keping
Puzzle dengan contoh tema gambar kucing. Tabel
3.4 memaparkan kondisi port PA0 samapai dengan port PA4 pada sistem minimum ATmega8535 yang digunakan sebagai counter (penunjuk posisi tempat Keping Puzzle yang akan diambil / diakses Data
Identitas-nya).
Gambar 5. Urutan Pengambilan Data
Identitas pada Setiap Keping Puzzle
Tema Gambar
Puzzle
Urutan Data Identitas Keping Puzzle
Rangakaian Modul LCD 16x4 dan Tombol Pandu
Modul LCD 16x4 akan menampilkan informasi
kepada pengguna berupa pilihan menu gambar
puzzle, informasi untuk mulai menyusun puzzle,
informasi jika terdapat Keping Puzzle yang belum terpasang, Banyaknya jumlah kesalahan Pemasangan Keping Puzzle, dan Informasi jika pemasangan Keping Puzzle telah benar seluruhnya.
Terdapat tiga Tombol Pandu, yaitu tombol enter
atau pilih, tombol select, dan tombol reset. Tombol
select berfungsi untuk memindahkan pointer pada menu pilihan gambar puzzle. Tombol enter untuk memilih gambar puzzle yang akan disusun pada menu pilihan gambar puzzle. Tombol reset
berfungsi untuk me-reset program. Jika tombol
reset ditekan, maka permainan akan kembali ke
menu pilihan gambar.
Gambar 6. Perancangan Display Menu Gambar
Rangkaian Modul WT9501M03 dan Amplifier Mini
Rangkaian Modul WT9501M03 berfungsi untuk mengubah berkas audio digital dengan format
file.mp3 menjadi format suara. Pada Modul
WT9501M03 tersedia fasilitas slot kartu SD untuk menyimpan berkas audio digital.
Volume suara yang dihasilkan oleh modul
WT9501M03 sangat kecil, sehingga dibutuhkan
rangkaian amplifier tambahan untuk menguatkan
volume suara tersebut agar terdengar lebih keras.
Rangkaian LED Indikator Kesalahan
Rangkaian ini berfungsi menunjukkan kesalahan pemasangan Kepingan Gambar Puzzle dan dimana seharusnya Kepingan Gambar Puzzle tersebut dipasang. Rangkaian ini bersama dengan Rangkaian Modul LCD 16x4, Tombol Pandu, dan Modul WT9501M03 membentuk suatu kesatuan fungsi untuk memberikan informasi kesalahan pemasangan Kepingan Gambar Puzzle kepada pengguna.
Perancangan Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang tertanam pada mikrokontroler berfungsi untuk mengolah data input maupun
output dan mengintegrasikan kinerja berbagai
perangkat keras yang terdapat pada alat ini. Gambar 6 menggambarkan diagram alir algoritma perangkat lunak ini secara garis besarnya.
Pada proses ini LCD 16x4 menampilkan menu pilihan tema gambar puzzle (panda, kucing, dan zebra) yang dapat dipilih oleh pengguna. Sedangkan modul suara mengolah informasi suara yang memberitahu pengguna tata cara penggunaan tombol pandu ketika memilih salah satu tema gambar puzzle yang akan disusun.
Jika pengguna telah memilih tema gambar puzzle
yang akan disusun, LCD 16x4 akan
menampilkan informasi bahwa pengguna dapat mulai menyusun Keping Puzzle. Sedangkan modul suara akan memberikan informasi tombol pandu yang harus ditekan jika user telah selesai menyusun Keping Puzzle.
Jika terdapat kesalahan penyusunan Kepin
Puzzle, LDC 16x4 dan modul WT9501M03
akan memberikan informasi jumlah kesalahan penempatan Keping Puzzle. Rangkaian LED Indikator kesalahan akan menunjukkan sebuah Keping Puzzle yang penempatannya salah dan dimana seharusnya Keping Puzzle tersebut berada. Hanya akan ada 2 LED yang menyala pada Rangkaian LED Indikator kesalahan dalam menunjukkan sebuah kesalahan penempatan Keping Puzzle. Jika terdapat lebih dari satu kesalahan penempatan Kepingan Gambar Puzzle, pengguna akan menyusun ulang Keping Puzzle sesuai dengan petunjuk LED Indikator Kesalahan, kemudian pengguna akan menekan tombol pandu ENTER sebanyak 2 kali, kemudian LCD 16x4, Modul
WT9501M03 dan Rangkaian LED Indikator
Jika Keping Puzzle telah tersusun seluruhnya dengan benar, maka proses selanjutnya adalah Modul WT9501M03 akan memberikan informasi suara mengenai pengetahuan singkat tentang tema gambar yang telah disusun.
3. HASIL PENGUJIAN
Pengujian pada alat dilakukan dengan tujuan agar penulis dapat memantau kinerja alat yang telah dirancang sebelumnya.
Pada proses pengujian, digunakan Keping Puzzle
dengan tema gambar panda sebagai data input.
Proses pengujian alat dilakukan sebanyak dua kali pengujian, yaitu pengujian ketika Keping Puzzle
disusun dengan benar seluruhnya (seperti pada gambar ) dan ketika Keping Puzzle disusun dengan beberapa kesalahan penempatan posisi Keping
Puzzle yang seharusnya (seperti pada gambar ).
Pengujian Ketika Keping Puzzle Disusun dengan Benar Seluruhnya.
Gambar 7. Keping Puzzle yang telah tersusun seluruhnya benar
a. Kondisi modul LCD setelah dulakukan pengecekan tampak seperti gambar
Gambar Tampilan LCD ketika susunan Keping Puzzle benar seluruhnya
b. Rangkaian LED Indikator Kesalahan padam seluruhnya.
Pengujian Ketika Keping Puzzle Disusun dengan Beberapa Kesalahan Penempatan Posisi Keping Puzzle.
Gambar 8. Keping Puzzle yang telah tersusun, tetapi masih terdapat kesalahan
a. Kondisi modul LCD setelah dulakukan pengecekan tampak seperti gambar
Gambar Tampilan LCD ketika terdapat kesalahan penyusunan Keping Puzzle
b. Kondisi Rangkaian LED Indikator Kesalahan tampak seperti gambar
Gambar LED yang menyala menunjukkan lokasi kesalahan posisi Keping Puzzle
c. Modul WT9501M03 mengolah informasi suara jumlah kesalahan kepada pengguna.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pada hasil pengujian terhadap kinerja alat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Keping Puzzle harus tersusun seluruhnya, agar perangkat lunak dapat memproses input data dari Keping Puzzle dengan baik.
2. Mikrokontroler dapat mengontrol Rangkaian Selektor Data Puzzle dengan baik.
3. Perangkat lunak telah dapat menghitung, mengkalkulasi, dan memetakan posisi kesalahan penempatan Keping Puzzle dengan baik.
4. Perangkat modul LCD 16x4,modul
pengguna.
Saran untuk pengembangan alat agar lebih baik adalah:
1. Memodifikasi sumber tegangan agar alat dapat memakai sumber tegangan yang berasal dari baterai, sehingga mainan puzzle elektronik ini dapat dibawa kemanapun.
2. Memodifikasi perangkat lunak dan perangkat keras, sehingga tema gambar yang dapat dipilih oleh anak lebih banyak.
3. Menambahkan fitur penyimpanan skor, untuk motivasi anak dalam bermain dan belajar menggunakan alat ini.
5. DAFTAR PUSTAKA
[3] Syahrul.(2012). MIKROKONTROLER AVR
ATMEGA8535. Bandung: INFORMATIKA.
[4] Andrianto, H. (2013). Pemrograman
Mikrokontroler AVR Atmega32
Menggunakan Bahasa C [Codevision AVR].
Bandung: Informatika.
[5] Syahban, R. (2011). Simulasi dan Praktik
Menggunakan ISIS Proteius dan
CodeVisionAVR. Bandung: INFORMA TIKA.
[6] Sandi. (2014, Mei 07). Tutorial Modul MP3
WT9501M03. Dipetik pada tangggal 19 Juni
2014 dari situs: http://mikrodb.
com/index.php/79-mikro kontroler/72-tutorial-modul-mp3-wt9501m03-bag-i.
[7] Purnama, A. (2012, April 24). Power amplifier. Dipetik pada tanggal 24 Juni, 2014 dari situs: http://elektronika-dasar.web.id/ rangkaian/audio/power-amplifier-mini-lm386/
[8] anonim. DUAL 1-OF-4 DECODER/
DEMULTIPLEXER. Dipetik pada tanggal 23
motorola/SN54LS139J.pdf
SN54LS151, SN54S5151, SN74150,
SN74151A, SN74LS151, SN74S151 DATA
SELECTOR/ MULTIPLEXER. Dipetik pada
tanggal 24 Desember 2014 dari situs:http://pdf.datasheetcatalog.com/datasheet /motorola/54LS151.pdf