1 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001
MAKNA TANDA PADA IKLAN
SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI
Usnadibrata
dipublikasikan pada Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001
Abstrak
Salah satu media komunikasi yang dibutuhkan oleh para produsen dan konsumen ialah iklan. lklan merupakan salah satu media yang dapat mengungkapkan pesan melalui tanda-tanda yang bermakna untuk diinformasikan. Iklan memiliki sistem tersendiri yang dimulai dengan penelitian, perencanaan, dan pelaksanaan. Dalam menyampaikan makna iklan diupayakan untuk selalu mempunyai maknamakna yang jelas dan mempunyai sasaran tersendiri dengan mengemukakan keinginan dari pengirim pesan untuk dapat segera masuk dalam ingatan sasaran/ penerima. Makna dalam iklan ditafsirkan oleh khalayak melalui tanda. Tanda dalam iklan haruslah komunikatif, agar tidak terjadi salah tafsir terhadap maknanya. Makna tanda merupakan suatu ciri khas yang diharapkan dapat mewakili dari henda atau jenis yang ditawarkan dan memberikan kemudahan bagi para individu yang menginginkan untuk berkomunikasi. Dalam mengungkapkan tanda/ /ambang harus melihat sasaran, kepada siapa hasi/ akhir yang diinginkan, hal ini akan menentukan strategi mana yang akan digunakan.
Kata Kunci: Makna, tanda, komunikasi, interpretan, pesan, desain grafts.
1. Pendahuluan
Sejak zaman dahulu sampai saat ini, manusia pada dasarnya tidak dapat hidup menyendiri. Mereka hidup ber-kelompok-kelompok pada lingkungan dan kehidupannya masing-masing. Dalam memenuhi kebutuhannya tersebut, manusia tidak dapat meng-hindar dari kebutuhan berkomunikasi antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, komunikasi adalah suatu cara manusia dapat memberi dan menerima informasi atau pesan yang ingin disampaikan untuk tujuan-tujuan tertentu.
Dalam menyampaikan informasi, manusia memerlukan suatu ungkapan melalui gerak, suara, gambar sebagai suatu tanda-tanda untuk dipahami oleh pihak lain.
2 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 dapat menafsirkan dan mengenali
lingkungannya dengan tanda-tanda. Untuk dapat mengenali, menafsirkan informasi yang masuk, manusia dituntut mempunyai kemampuan membaca tanda-tanda.
Tanda-tanda yang masuk dapat berupa bahasa, suara, gerak, gambar dan lain sebagainya. Masing-masing mempunyai kemampuannya untuk mengungkapkan sesuatu, sebagai contoh gambar memiliki perangkat yang tidak bisa diungkapkan oleh bahasa. Dalam mengamati gambar atau desain manusia dapat meng-ungkapkan berbagai tanda yang tidak dapat diterangkan oleh alat komuni-kasi yang lain. Pada karya-karya seni atau desain, terdapat gagasan/ide yang mem-punyai makna tersendiri. Pada pragmatis merupakan tanda untuk membuat sesuatu dan mempengaruhi manusia bereaksi. Dalam kaitan inilah makna tanda dibuat untuk mem-pengaruhi masyarakat melalui karya-karya desain grails seperti iklan, poster, selebaran dan lain sebagainya. Pengaruh kemajuan kehidupan dan teknologi pada saat ini, menjadikan hubungan manusia semakin luas dan mempengaruhi juga perubahan dalam sistem sosial pada kehidupan manusia,
hal ini mengakibatkan makin berkembangnya berbagai jenis informasi yang memaksa manusia untuk dapat menerimanya. Salah satu dari hasil perkembangan kehidupan dan teknologi maupun kemampuan yang didapat oleh manusia adalah dapat menterjemahkan makna tanda melalui hasil desain.
2. Pengaruh Makna Tanda Dalam Kehidupan
Perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi dalam prosesnya berjalan seiring, seraya saling pengaruh mempengaruhi. Masyarakat berkembang karena dipengaruhi teknologi, dan teknologi maju dengan pesat disebabkan oleh masyarakat yang semakin berkembang.
Dalam situasi seperti itu fungsi tanda semakin penting, baik fungsi tanda dalam lingkungan kelompok kecil maupun yang lebih luas lagi.
a. Pengertian Makna Tanda
Tanda atau lambang adalah sesuatu perjanjian oleh sekelompok orang untuk melambangkan sesuatu, dalam mengartikan tanda tersebut diharapkan mempunyai makna sebagai suatu sumber penyampai pesan dengan harapan penerima dapat menerima makna yang sama, dan yang disampaikan adalah berupa suatu rangsangan.
3 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 dalam makna yang sama. Dengan
demikian seorang komuni-kator harus menyiapkan, menyandi pesan, memformulasikan pikiran atau
perasaan kedalam bahasa
tanda/lambang yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan yang ber-fungsi sebagai pengawasandi.
Pada masyarakat yang sedang ber-kembang atau berlainan budaya maka kemampuan berfikirnya akan berbeda beda kepada bentuk lambang yang sama, sesuai dengan tingkat kemampuan maupun kecerdasan masing-masing. Di samping itu faktor kemampuan yang ada dalam din manusia seperti daya baca, daya penglihatan, daya tank sangat menentukan kecepatan dari penerjemahan tanda-tanda. Tanda harus merupakan suatu pesan yang menarik dan jelas, pada manusia penglihatan merupakan suatu alat pengindera visual yang mirip dengan kamera, ketajaman visual tidak hanya bergantung kepada besar kecilnya objek, tetapi juga bergantung kepada kecerahan cahaya. Makin cerah cahaya makin jelas apa yang akan kita inforrnasikan.
Demikian pula segi lain, seperti warna turut berperan serta dalam memberi-kan suatu tanda yang dibutuhmemberi-kan oleh manusia. Jenis dan perupaan sebagai alat penyampai dapat mem-pengaruhi keinginan kepada manusia untuk melihat, memperhatikan, membaca, dan mengingat pesan yang diinformasikan. Kita tahu bahwa pada dasarnya manusia serba ingin tahu,
ingin melihat sesuatu yang jelas, menginginkan sesuatu yang menarik dan mudah dijangkau. Dalam penyampaian komunikasi, peranan elemen sebagai suatu alat pelengkap dari tanda akan sangat berpengaruh kepada keberhasilan misi yang akan disampaikan.
Untuk lebih menekankan kepada misi yang akan diemban pada tanda, maka faktor alat penyampai harus dapat memenuhi standar atau kesamaan persepsi dari manusia secara umum. Dengan demikian diharapkan makna dari tanda dapat langsung dibaca oleh pihak yang berkepentingan.
b. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah pengoperan lambang dan bertujuan partisipasi ataupun motivasi, mempengaruhi komunikan ke arah pemikiran yang diinginkan oleh komunikator. Jadi, dalam hal ini komunikasi diartikan sebagai suatu proses yang ber-langsung dalam dua arah yang timbal balik, untuk mempengaruhi dan bereaksi. Istilah komunikasi yang kita kenal adalah berasal dari bahasa Latin Communicatio yang diartikan umum atau milik bersama. Sama di sini maksudnya sama makna.
Orang berkomunikasi hendak beralih informasi dengan jalan mengirim dan menerima pesan, baik perilaku itu disengaja maupun tidak.
Komunikasi adalah proses cergas, arti-nya selalu giat dan berubah, kegiatan komunikasi dapat dibagi dua yaitu:
4 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 mengerti dan tahu.
b). Kegiatan persuasif, agar orang lain bersedia menerima suatu paham dan yakin untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan.
Dengan demikian proses komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain, dan pikiran itu bisa berupa gagasan, informasi, opini dan sebagainya dengan maksud menggunakan tanda, simbol atau lambang sebagai medianya.
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat sejumlah lambang yang dipergunakan orang untuk berkomunikasi, melalui:
Komunikasi verbal, bahasa yang merupakan lambang karena mem- punyai kemampuan menyatakan pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain mengenai hal yang nyata maupun abstrak.
Komunikasi nirverbal, kial, gambar dan warna, yaitu suatu cara berkomunikasi dengan melakukan gerak, menggunakan gambar atau menggunakan isyarat.
Untuk melakukan komunikasi tersebut, dapat dilakukan dengan:
Komunikasi antarpesona, komunikasi antar pribadi berupa dialog atau percakapan.
Komunikasi kelompok, yaitu komunikasi dengan beberapa orang atau banyak.
Cara berkomunikasi tersebut di atas,
biasanya disebut proses komunikasi primer, dan proses komunikasi seseorang dengan orang lain dengan menggunakan suatu sarana media biasa disebut komunikasi sekunder, yaitu:
Komunikasi melalui media massa, komunikasi massa.
Komunikasi melalui media nirmassa.
Dalam melaksanakan proses komunikasi, perlu kiranya kita mengetengahkan mengenai arti dan tujuan utama komunikasi, di antaranya yang meliputi:
memastikan pemahaman membina penerimaan memotivasi kegiatan
Pertama, harus dipastikan bahwa orang yang dijadikan sasaran komunikasi itu memahami, jika sudah dapat dipastikan pemahamannya, dapat diartikan ia menerima, maka penerimanya itu perlu dibina, sehingga pada gilirannya ia dimotivasi untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan demikian jelas bahwa hakikat dari komunikasi adalah memahami, atau kesamaan makna. Dan tak mungkin bila seseorang melakukan kegiatan tertentu tanpa terlebih dahulu mengerti apa yang akan di-lakukannya.
3. Peranan Desain Grafis
5 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 kehendak atau rencana dalam
pikiran, tetapi juga garis besar atau sketsa persiapan; pola atau hiasan; di samping itu berarti gubahan, susun-an, tatanan unsur-unsur yang mem-bentuk hasil seni; proses memilih cara dan menemukan unsur, langkah dan prosedur untuk menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan.
Desain adalah suatu ide, pemikiran atau konsep untuk menanggulangi, memecahkan atau menyelesaikan persoalan-persoalan bentuk, rupa, keindahan dan berbagai masalah lainnya yang kemudian diolah menjadi suatu rencana terperinci dan diwujudkan dalam bentuk tertentu.
Dengan demikian desain sangat berperan dalam proses berkomunikasi, peranan tersebut seperti dikemukakan oleh Colin Clipson, adalah sbb:
Designing means translating user needs, goalsm and ideas, together with the relevant technological, economical, social, environmental, ergonomic, and stylistic specify-cations and considerations into viable producs, servises on inviron-ment that meet the needs of particular markets and their customers. (1989: 43)
Disini jelas bahwa desain
mengkomunikasikan pesan atau
informasi kepada penerima pesan atau
masyarakat, dan dalam desain terkait
masalah teknologi, ekonomi, sosial, dan
sebagainya dan diharapkan untuk
dapat diterima pesan tersebut oleh para
konsumen.
Khususnya desain gratis adalah sebagai
suatu alat yang perkembangannya
berperan dan bertanggung jawab
sebagai salah satu alat komuni-kasi
yang menjadi jembatan peng-hubung
antara pihak penyampai pesan dan
penerima pesan, dimana hasil desain
gratis sebagai komunikator, menyandi
pesan yang akan di-sampaikan kepada
komunikan, yang berarti komunikator
memformulasikan melalui atau dengan
desain gratis berbagai pikiran dan atau
perasaan dan pemesan, untuk
dituangkan kedalam bentuk lambang
atau desain yang diperkirakan akan
menarik perhatian dan dimengerti oleh
penerima pesan. Kemudian yang
menjadi giliran penerima pesan untuk
mengawasandi (decode) pesan dan
komunikator, yang akan menafsirkan
lambang atau desain yang mengandung
pikiran dan perasaan komunikator
tadi dalam kaftan pengertiannya.
Media desain sangat luas digunakan,
diantaranya untuk mempromosikan
atau menyampaikan pesan sesuatu
maksud, diantaranya melalui media
cetak. Dalam keberhasilan perancangan
desain gratis banyak melibatkan
disiplin ilmu lain, seperti ekonomi,
psikologi, fotografi, bahasa dan
6 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 informasi diperlukan juga pemikiran
strategis, sasaran maupun target yang
ingin dicapai dan dapat menjadikan
tolok ukur keberhasilan dari suatu
rancangan desain gratis. Faktor media
yang sangat berperan dalam
perancangan desain gratis adalah
media yang digunakan, dan segi bentuk
maupun bahan yang digunakan.
4. Dasar Perancangan
Dalam merencanakan pemikiran suatu desain grails, kita harus melihat kepada potensi yang akan kita tawarkan, sasaran yang hendak kita capai dan strategi yang akan kita gunakan.
Faktor-faktor dan permasalahan obyektif desain gratis antara lain:
Faktor komunikasi visual:
Bahasa Simbol
Bahasa Nominasi
Bahasa Tulisan Faktor Ekonomis : Faktor Teknis:
Sistem Produksi
Media Produksi
Faktor-faktor tersebut saling terkait dan
mempengaruhi satu dengan yang
lainnya.
Perancangan Media Komunikasi
Perancangan media komunikasi sebagai alat penyampai tanda diharap-kan
mempunyai makna yang baik, dan hal ini adalah bukan masalah tersendiri, tetapi sangat berkait dengan masalah manusia, ekonomi, teknologi, dan sebagainya. Untuk memberikan informasi yang tepat maka diperlukan suatu kesepakatan bersama yang dapat dimengerti oleh berbagai pihak. Untuk maksud tersebut maka fungsi desain grails yang akan berperan sebagai penyampai informasi atau alat penyandi.
Dalam rangcangan media komunikasi
melalui desain gratis harus mempunyai
konseptual desain yang dapat
mentranformasikan pada realitas yang
ada, antara lain:
realitas pertama fungsional
realitas kedua aman
realitas ketiga terampil
realitas keempat ekonomis realitas kelima estetis
realitas keenam sikap/dimensi etis
Dan untuk menunjang rancangan tersebut perlu kiranya diperhitungkan strategi lainnya seperti kebanyakan para ahli komunikasi dalam dekade 80 an yang menelaah komunikasi dengan berpijak pada dan berangkat dari paradigma komunikasi terkenal, yang ditampilkan oleh Harold D Lasswell yang berbunyi: Who say what in which channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa dan dengan efek apa).
5. Iklan Sebagai Alat Komunikasi
7 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 selalu terlibat dalam komunikasi
dan komunikasi tidak hanya berarti
pemberitahuan. Pengertian
komunikasi perkembang sejalan
dengan perkembangan masyarakat, mulai dari masyarakat kecil sampai
dengan masyarakat luas. Maka
selain pemberitaan, komunikasi
berarti pengumumam, penerangan, penjelasan, penyuluhan, perintah,
instruksi, komando, nasihat,
ajakan, bujukan, dan sebagainya.
Untuk dapat menyampaikan
berbagai maksud itu, diperlukan
suatu media yang dapat
menyampaikannya seperti media
suara, gambar gerak dan seterusnya. Pada desain grafis terdapat salah satu media untuk penyampai.
a. Proses Komunikasi Pada IkIan
IkIan merupakan suatu bagian dari
reklarne yang berasal dari bahasa
Perancis re-clamare, yang berarti
meneriakan berulang-ulang. Ildan
adalah salah satu bentuk
komunikasi yang terdiri atas
informasi dan gagasan tentang suatu
produk yang ditujukan kepada
masyarakat secara serempak agar
memperoleh sambutan baik. Iklan
berusaha untuk memberikan
informasi, membujuk dan
meyakinkan.
Berawal dari komunikasi antara
pedagang yang berteriak
berulang-ulang sambil menyelusuri jalan sambil
memikul dagangannya dengan calon
pembeli, sampai scat ini si produser
mencari calon pembeli melakukan
metode kampanye, antara lain melalui
periklanan.
Dengan berbagai penemuan baru dalam
dunia teknologi dan industri, maka
metode kampanye periklanan
mengalami kemajuan yang begitu pesat,
yang akhirnya terdapat komu-nikasi
yang terwujud, karena dapat membiayai
pemasangan pesan kepada media
massa yang terkenal sebagai
periklanan.
Periklanan dapat digunakan sebagai
alat komunikasi baik untuk tujuan
jangka pendek maupun jangka panjang,
dan untuk mencapai sasaran yang
dimaksud, maka diperlukan suatu
persyaratan pengetahuan, wawasan,
kreatifitas dan keterampilan dalam
proses pembentukan alat komunikasi
ini.
Pada proses pembuatan iklan, akan
diperlukan suatu tanda-tanda
tersendiri yang menyampaikan pesan
kepada para calon pemakai atau
pengguna, tanda-tanda itu akan sangat
bermakna bila sudah terbina kesamaan
pendapat antara pemberi pesan dan
pemakai.
8 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 menentukan pesan apa yang akan
disampaikan melalui makna tanda
yang akan diungkapkan sebagai
sarana informasi dari produser
kepada konsumen. Periklanan
dipergunakan sebagai salah satu
kekuatan untuk mencapai tujuan
pemasaran melalui makna tanda
yang ditonjolkan.
b. Pengaruh Iklan
Tujuan komunikasi periklanan adalah, dari orang mulai belum sadar menjadi sadar lalu memahami dan memiliki citra setelah itu diharapkan akan mengambil tindakan.
Dalam rancangan cara mempengaruhi tersebut, terdapat serangkaian langkah mental yang harus ditempuh suatu pesan yang ingin diraih
persetujuannya. Setiap individu memulai pada suatu titik tolak dari belum menyadari kehadiran suatu pesan.
Proses komunikasi tersebut merupakan salah satu dari beberapa cara
mempengaruhi calon pemakai. Dan selanjutnya berbagai cara
mempengaruhi timbul seperti dengan cara mempengaruhi dari sudut teori psikologi sosial dan proses selanjutnya.
Pada tahun 1961, diperkenalkan metode baru cara pendekatan/ber-komunikasi oleh Russel H Colley yang menulis buku DAGMAR (Defining Adcertising Goals for Measured
Advertising Results). Yaitu pendekatan
dari perencanaan periklanan, yang mencakup metode tepat guna bagi pemilihan dan penjumlahan sasaran periklanan.
Pendekatan metode tersebut me-nyarankan kepada para pengambil keputusan untuk menganalisis situasi dengan 6M, yaitu:
1. Merch an dise (Barang)
2. Markets (Pasar)
3. Motives (Alasan)
4. Message (Pesan)
5. Media (Media)
6. Measurement (Pengukuran)
Melihat kepada metode-metode tersebut maka dua syarat yang penting bagi keberhasilan suatu komunikasi pesan periklanan adalah:
Pertama - masyarakat harus diterpa
dan dituntun
perhatiannya kepada iklan termaksud.
Kedua - diharapkan penafsiran iklan tersebut sesuai dengan tujuan pemasang.
Dengan demikian setiap perancang komunikasi periklanan memikul tangungjawab:
memanfaatkan unsur-unsur
kasar mata untuk menarik
perhatian.
penyusunan dan penataan
unsur media yang baik.
c. Makna Tanda Pada Iklan
9 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 makna sebagai suatu misi dari pesan
yang dianjurkan.
Makna mempunyai 3 jenis, yaitu: 1).Makna denotasi
2).Makna konotasi 3).Makna bangun
Dalam penyampaian pesan melalui iklan diperlukan juga alat penyandi/ encoder dan alat pengubah/decoder untuk dapat menarik dan mempermudah
penyampaian pesan serta
mempengaruhi penerimaan pesan.
Dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi dari kehidupan manusia,
maka tanda makin meningkat
menjadikan tujuan penyampaian pesan dan informasi sudah tidak mengalami
kesulitan untuk dicerna dan
dimengerti.
Hubungan komunikasi tersebut terjadi karena mempunyai beberapa unsur tanda-tanda yang saling terkait antara Media, Objek dan Interpretan.
IkIan merupakan suatu media
penawaran dari objek yang diharapkan
menjadikan suatu ingatan atau
pemikiran untuk disampaikan kepada
interpretan. Objek disini sudah
merupakan simbol, yang mempunyai
makna dari barang yang ditawarkan
dan berusaha untuk menjadikan
pemikiran yang dapat menjadi suatu
argumen atau keputusan terhadap
penawaran objek tersebut. Jadi iklan
adalah suatu pesan yang merujuk
kepada isi maupun penggarapannya
sebagai suatu totalitas yang akan
mengalami proses persepsi
pemirsanya/pelihat. Persepsi dapat
diidentifikasikan sebagai proses-proses
dimana sese-orang memelihara kontak
dengan lingkungannya, atau suatu
proses penerimaan rangsang inderawi
dan penafsirannya. Rangsang dapat
ber-asal dari benda atau pengalaman
pribadi. Hal ini menjadikan makna
tanda iklan adalah berusaha membuat
ingatan dan rangsangan kepada pata
pelihat untuk berbuat sesuatu sebagai
kelanjutannya. Berkomunikasi melalui
iklan atau secara gratis pada dasarnya
reka rupa sesuai dengan khalayak
tertentu, agar menimbulkan dampak
yang diharapkan. Reka rupa atau
reka bentuk berarti merencana untuk
mengatasi masalah (problem solving).
Media iklan bermuara kepada tiga bentuk media utama, yaitu:
Kasat mata (cetak)
Rungu (radio/suara)
Rungu kasatmata (televisi/film)
Dalam melaksanakan kebutuhan iklan
untuk media-media tersebut
mempunyai sifat yang berlainan, seperti
untuk media karat mata tidak
10 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 Dan untuk dapat mengolah pesan
keperluan di atas maka diperlukannya judul naskah, ilustrasi, logo serta warna sebagai persiapannya.
Hal penting dalam mengolah pesan, yaitu meletakkan tanda-tanda. Menurut
Charles Morris, tanda-tanda
mengandung 3 aspek atau dimensi, yaitu:
Suatu tanda merujuk sesuatu lagi bagi yang
lain. (Asign refers to something for
someone).
Dalam kalimat tersebut dapat kita temukan bahwa:
Tanda itu sendiri dengan
organisasi atau
sintaksisnya.
Merujuk apa, atau
dimensi semantiknya.
Bagaimana orang
menggunakannya, atau
dimensi pragmatisnya.
6. Penutup
IkIan mempunyai keterkaitan erat dengan komunikasi, sebagai salah satu media yang dapat mengungkap-kan
pesan melalui tanda-tanda yang
bermakna untuk diinformasikan.
Karena iklan merupakan sistem
tersendiri yang dimulai dengan
penelitian perencanaan, dan
pelaksanaannya, maka dalam
menyampaikan makna iklan
diupayakan untuk selalu mempunyai
makna-makna yang jelas dan
mempunyai sasaran tersendiri dengan
mengemukakan keinginan dari
pengirim pesan untuk dapat segera
masuk dalam ingatan sasaran/
penerima.
Makna tanda merupakan suatu ciri khas yang diharapkan dapat mewakili dari benda atau jenis yang ditawarkan clan memberikan kemudahan bagi para individu yang menginginkan untuk berkomunikasi
Dalam mengungkapkan tanda/
lambang harus melihat sasaran, kepada siapa hasil akhir yang diinginkan, hal ini akan menentukan strategi mana yang akan digunakan. Untuk dapat melaksanakan semua rencana dengan
baik diperlukan suatu pemikiran,
kreativitas, gagasan-gagasan serta
waktu yang tepat untuk dapat
memulai kapan hasil kreatifvtas itu dikomunikasikan. Dengan perhitungan berbagai aspek, maka diharapkan makna tanda dalam iklan tidak diartikan dengan pengertian yang keliru dan dengan memberikan pengertian yang benar, maka pesan komunikasi
akan mudah terkait didalamnya
kemudian memilih penyesuaian tanda-tanda yang akan diungkapkan.
Daftar Pustaka
Effendy, Onong Uchjana, limu Komunikasi; Teori dan Praktek, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1990.
11 Wacana Seni Rupa Jurnal Seni Rupa & Desain Vol.1 No.3 Agustus 2001 1986.
Fisher, B. Aubrey, Perspectives on Human Communication, disunting oleh: Rachmat, Jalaludin, Teori-teori Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1986.
Rakhmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Remaja Karya, Bandung, 1989.
Sakri, Adjat, Proses Komunikasi, Penerbit ITB, Bandung, 1989.
Sudiana, Dendi, Komunikasi Penklanan Cetak, Remaja Karya, Bandung, 1986.