• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMODELAN PERIODIK DAN STOKASTIK UNTUK MENGANALISIS DATA CURAH HUJAN YANG HILANG MENGGUNAKAN STUDI KASUS STASIUN HUJAN SUKARAME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMODELAN PERIODIK DAN STOKASTIK UNTUK MENGANALISIS DATA CURAH HUJAN YANG HILANG MENGGUNAKAN STUDI KASUS STASIUN HUJAN SUKARAME"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Penakar Hujan Observatorium (OBS)
Gambar 2.2 Penakar Hujan Jenis Hellman
Gambar 3.1 Kumulatif Tahunan PH-03 Sukarame
Tabel 3.2 Data curah hujan pada tahun 1999.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan yang bersifat periodik dan stokastik dibuat pemodelan dengan menggunakan program yang bernama FTRANS yang berarti

Dengan menggunakan metode FFT model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koefesien korelasi rata- rata model Periodik Stasiun Metro panjang data

Tabel 4.12 Perbandingan Kumulatif Bulanan Curah Hujan Harian Terukur dan Curah Hujan Hasil Pemodelan Sintetik (Periodik + Stokastik) Tahun 1990 dari Stasiun Hujan PH 016

Berdasarkan hasil korelasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa perhitungan korelasi menggunakan metode Normal Ratio baik dengan data hujan harian satu tahun, data

Sepektrum curah hujan dari data curah hujan seri waktu dapat digunakan sebagai ma - sukan untuk menghasilkan program periodik dan stokastik curah hujan buatan dengan menggunakan

Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,

Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,

Dengan menggunakan parameter stokastik hasil perhitungan data tahunan dengan panjang data 512 hari untuk setiap tahunnya seperti yang dihasilkan Gambar 10,