PEMODELAN PERIODIK DAN STOKASTIK CURAH HUJAN\ud KOTA BANDAR LAMPUNG
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan yang bersifat periodik dan stokastik dibuat pemodelan dengan menggunakan program yang bernama FTRANS yang berarti
Dengan memasukkan komponen periodik dan stokastik secara bersamaan dalam satu pengolahan data, didapatkan model curah hujan harian sintetik yang lebih akurat dan hampir
Tabel 4.12 Perbandingan Kumulatif Bulanan Curah Hujan Harian Terukur dan Curah Hujan Hasil Pemodelan Sintetik (Periodik + Stokastik) Tahun 1990 dari Stasiun Hujan PH 016
Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,
Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,
Sepektrum curah hujan dari data curah hujan seri waktu dapat digunakan sebagai ma- sukan untuk menghasilkan program periodik dan stokastik curah hujan buatan dengan menggunakan
Dengan menggunakan model periodik dan stokastik, variasi curah hujan kumulatif ming- guan dari stasiun Purajaya antara yang terukur dan terhitung dapat dibandingkan seperti
Pemodelan ini juga memberikan gambaran prilaku stokastik dari komponen stokastik yang merupakan selisih antara data hujan harian ( data terukur) dengan model