• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah penanggulangan bencana tentang b

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "makalah penanggulangan bencana tentang b"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

MATA KULIAH PENANGGULANGAN BENCANA

YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGGULANGAN BENCANA K3 “PENCEGAH KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA”

Disusun Oleh

Nama : Zumira Zamiati

Nim :1213201120

Dosen : Drs. Joni Sembiring, Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN HARAPAN IBU JAMBI PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

KESEAHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) JAMBI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Pencegahan Kebakaran Di Tempat Kerja”

Makalah ini berisikan tentang informasi “Pencegahan Kebakaran Di Tempat Kerja” Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang “Pencegahan Kebakaran Di Tempat Kerja”

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Jambi, 5 juni 2014

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG ... 1

B. RUMUSAN MASALAH ... 2

C. TUJUAN PENULISAN... 2

BAB II PEMBAHASAN A. DEFINISI KEBAKARAN... 3

B. PENYEBAB KEBAKARAN ... 3

C. KLASIFIKASI KEBAKARAN... 4

D. PENANGGULANGAN KEBAKARAN ... 5

E. PENCEGAHAN KEBAKARAN... 5

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN ...6

B. B. SARAN ...6

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Di era globalisasi dan pasar bebas wto dan gatt yang akan berlaku tahun 2020 mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota, termasuk bangsa indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja indonesia; telah ditetapkan visi indonesia sehat 2010 yaitu gambaran masyarakat indonesia di masa depan, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sertamemiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.Salah satu dari kecelakan kerja yaitu terjadinya kebakaran di tempat kerja.Kebakaran merupakan salah musibah yang paling sering dihadapi dan dapat terjadi karena bencana alam maupun karena ulah manusia.

(5)

maka akan berdampak bagi penghuninya. Jika terjadi kebakaran orang-orang akan sibuk sendiri, mereka lebihmengutamakan menyelamatkan barang-barang pribadi daripada menghentikan sumber bahaya terjadinya kebakaran, hal ini sangat disayangkan karena dengan keadaan yangseperti ini maka terjadinya kebakaran akan bertambah besar.

1.2 RUMUSAN MASALAH

untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan terjadinya kebakaran di tempat kerja?

1.3TUJUAN PENULISAN

a. Untuk memnuhi tugas mata kuliah k3 pertambangan

(6)

BAB II

PEMBAHASAN .

2.1 DEFINISI KEBAKARAN

Kebakaran merupakan bencana yang paling sering dihadapi dan bias digolongkan sebagai bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh manusia. Bahaya kebakaran dapat terjadi setiap saat, karena banyak peluang yang dapat memicut erjadinya kebakaran.Definisi umum kebakaran adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki, sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwa oksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran yaitu bahan padat, bahan cair, dan bahan gas.

Definisi kebakaran menurut DEPNAKER yaitu suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api atau penyalaan." definisi kebakaran menurut pengertian asuransi secara umum:"sesuatu yang benar-benar terbakar yang seharusnya tidak terbakar dan dibuktikandengan adanya nyala api secara nyata, terjadi secara tidak sengaja, tiba-tiba sertamenimbulkan kecelakaan atau kerugian.

Sedangkan Menurut pengertian Asuransi: sesuatu yang benar-benar terbakar yang seharusnya tidak terbakar dan dibuktikan dengan adanya nyala api secara nyata,terjadi secara tidak sengaja, tiba-tiba serta menimbulkan kecelakaan atau kerugian.

(7)

Unsur penyebab kebakaran ada tiga, yaitu:

1 .Bahan padat, kayu, kain, kertas, plastik dan lain sebagainya dan jika terbakar umumnya akan meninggalkan abu / bara

2. Bahan cair, cat, alkohol dan berbagai jenis minyak.

3. .Bahan gas, propane, butane, lng dan lain sebagainya.

Berbagai sebab kebakaran dapat diklasifikasikan sebagai (1) kelalaian, (2) kurang pengetahuan, (3) peristiwa alam, (4) penyalaan sendiri, dan (5) kesengajaan.

1. Kelalaian

Kelalaian merupakan penyebab terbanyak peristiwa kebakaran. Contoh dari kelalaian ini misalnya: lupa mematikan kompor, merokok di tempat yang tidak semestinya, menempatkan bahan bakar tidak pada tempatnya, mengganti alat pengaman dengan spesifikasi yang tidak tepat dan lain sebagainya.

2. Kurang pengetahuan

Kurang pengetahuan tentang pencegahan kebakaran merupakan salah satu penyebab kebakaran yang tidak boleh diabaikan. Contoh dari kekurang pengetahuan ini

misalnya tidak mengerti akan jenis bahan bakar yang mudah menyala, tidak mengerti tanda-tanda bahaya kebakaran, tidak mengerti proses terjadinya api dan lain

sebagainya. 3. Peristriwa alam

Peristiwa alam dapat menjadi penyebab kebakaran. Contoh: gunung meletus, gempa bumi, petir, panas matahari dan lain sebagainya.

4. Penyalaan sendiri.

Api bisa terbentuk bila tiga unsur api yaitu bahan bakar, oksigen (biasanya dari udara) dan panas bertemu dan menyebabkan reaksi rantai pembakaran. Contoh: kebakaran di hutan yang disebabkan oleh panas matahari yang menimpa bahan bakar kering di hutan.

5. Kesengajaan

6. Kebakaran bisa juga disebabkan oleh kesengajaan misalnya karena unsur sabotase, penghilangan jejak, mengharap pengganti dari asuransi dan lain sebagainya

Api atau kebakaran merupakan suatu peristiwa/reaksi kimia yang terjadi secaracepat / berantai antara bahan bakar dan zat asam (udara) dalam perbandingan yang tepatdan disertai adanya panas yang berasal dari berbagai bentuk energi yang dapat menjadisumber penyulutan dalam segitiga api.

(8)

1. seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari,reaksi kimia dan perubahan kimia.

2. Oksigen

3. Benda mudah terbakar,seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan

sebagainya.

Proses pembakaran tidak mungkin terjadi tanpa salah satu dari unsur ini.Kedengarannya sangat sederhana, tetapi seringkali sangat sulit mengendalikan kebakaran jikasudah terjadi. Namun demikian hal ini penting sekali dipahami dalam rangka melakukan pencegahan atau penganggulangan kebakaran

Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan, namun dapat terjadikarena ulah manusia. Penyebab terjadinya kebakaran antara lain peristiwa listrik, penyimpanan / penggunaan bahan-bahan, spontanious (bahan yang dapat terbakar sendiri), merokok tidak pada tempatnya, gesekan atau benturan, house keeping yangtidak baik.

2.3 KLASIFIKASI KEBAKARAN NFPA

membagi kebakaran menjadi beberapa jenis, sesuai dengan bahan yangterbakar. Bahan pemadam untuk masing-masing kelas tersebut pun berbeda-beda:1.

I. Kelas A:

Termasuk dalam kelas ini adalah kebakaran pada bahan yang mudah terbakar biasa contohnya kertas, kayu, karet, maupun plastik. Cara mengatasinya bisa dengan menggunakan air untuk menurunkan suhunya sampai di bawah titik penyulutan, serbuk kimia kering untuk mematikan proses pembakaran, ataumenggunakan bahan halogen untuk memutus reaksi berantai pembakaran.

2. Kelas B:

Kebakaran pada kelas ini adalah yang melibatkan bahan seperti pada cairancombustible dan cairan flammable, contohnya bensin, minyak tanah, gemuk, oli,dan bahan serupa. Cara mengatasinya dengan menggunakan bahan seperti foamlebih disarankan.

3. Kelas C:

(9)

menggunakan CO2 atau halon, namun karena sifat darihalon yang merusak lingkungan maka pemadan dengan bahan halon sudah tidak lagi diproduksi. Sebagai catatan kebakaran kelas c bisa dipadamkan oleh bahan pemadam kebakaran kelas a dan b asalkan listrik terlebih dahulu dimatikan.

4. Kelas D:

Termasuk dalam kelas ini adalah kebakaran pada bahan logam yang mudahterbakar (contohnya magnesium, titanium, zirconium, sodium dan potasium).Bahan pemadam nya adalah powder khusus kelas d.

5. Kelas K:

Yang termasuk dalam kebakaran kelas ini adalah yang melibatkan mediamemasak misalnya minyak goreng (baik yang berbahan dasar tumbuhan atauhewan). Untuk mengatasinya bisa menggunakan serbuk kimia basah yangkhusus untuk kebakaran kelas ini.

Perencanaan / penempatan alat atau fasilitas pemadam, sehingga jika kebakaranterjadi dapat segera dipadamkan dan diatasi.

Usaha penyelamatan dengan menyediakan sarana dari daerah atau tempat bahaya, sperti sirene/alarm, tangga dan pintu darurat (emergency door) sertamembuat prosedur kebakaran dan penyelamatan Usaha pencegahan kebakaran akibat bencana alam Membuat penyekat-penyekat atau pemisah pada bangunan dan kamar-kamar mesin atau penyimpanan bahan-bahan berbahaya sperti dinding, pintu pemisah(fire wall, fire door) dan lain-lain.

2.4 PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA

Menurut Kepmenaker No. KEP. 186/ MEN/ 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja,bahwa yang dimaksud dengan penanggulangan kebakaran adalah segala upaya untuk mencegah timbulnya kebakaran dengan berbagai upaya pengendalian setiap perwujudan energi, pengadaan sarana proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan serta pembentukan organisasi tanggap darurat untuk memberantas kebakaran.

(10)

Upaya-upaya tersebut meliputi:

 Pengendalian setiap bentuk energi.

 Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi.

 Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas.

 Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja.

 Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.

 Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran dan sarana vakuasi serta pengendalian penyebaran asap, panas dan gas.

2.5 PENCEGAHAN BENCANA KEBAKARAN

1. Jangan membebani kabel kecil dengan banyak peralatan listrik.

2. Jangan menumpuk T- Kontak/ colokan listrik. 3. Jangan membiarkan kabel terkelupas.

4. Hindari kabel bersambungan & instalasi listrik yang semerawut.

5. Jauhkan jarak antara tabung elpiji dan minyak tanah/ bahan mudah terbakar lainnya. 6. Jangan membuang rokok yang masih membara.

7. Jangan membiarkan anak kecil bermain k 8. orek api.

9. Jangan mengurung orang didalam rumah.

10. Menutup/ mematikan tabung gas bila tidak dipakai.

(11)

BAB III

PENUTUPAN.

3.1 KESIMPULAN.

A. Kebakaran adalah suatu peristiwa terjadinya nyala api yang tidak dikehendaki, sedangkan defenisi khususnya adalah suatu peristiwaoksidasi antara tiga unsur penyebab kebakaran. B. Unsur penyebab kebakaran yaitu: bahan padat, bahan cair, dan bahan gas.

C. Kebakaran diklasifikasikan atas beberapa jenis sesuai bahan yang terbakar.

D. Pencegahan kebakaran merupakan usaha untuk menghindarkan unsur-unsur penyebab kebakaran dari terjadinya kejasian yang sesungguhnya

E. Usaha atau upaya untuk mencegah dan mengurangi kerugian /kehancuran akibat kebakaran baik sebelum atau pada waktu terjadikebakaran.

3.2 SARAN.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Asal Mula Terjadinya Kebakaran.

blog-indonesia.com/blog-archive-8701-350.html. Diakses pada 5 november 2010.

:http://fansanova-health.blogspot.com/2009/01/mengidentifikasi-bahaya-kebakaran-dan.html. Diakses pada 9 november 2010.

Anonim. 2010. .:

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8776-6507040505-hapter1.pdf. diakses pada 5 November 2010.

Anonim. Strategi Pencegahan, Kawalan dan pelepasan Diri

http://www.scribd.com/doc/4994877/Good-Huuse-Keeping. Diakses pada 5 November 2010. Hasyim. 2010. Definisi Dan Pencegahan Bahaya

Referensi

Dokumen terkait

28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Parkir adalah pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan

Pada perabaan (palpasi) didaerah perut kanan bawah, seringkali bila ditekan akan terasa nyeri dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri (Blumberg sign) yang mana

Namun berdasarkan uji pada kedua kelompok, akupresur kombinasi pada titik LR3, LI4 dan titik Yintang tidak berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja

An Examination Of The Effect Of Product Performance On Brand Reputation, Satisfaction And Loyalty Kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan dan kepuasan mempengaruhi

Ngopi Doeloe adalah sebuah bisnis kreatif yang mulai berkiprah dalam industri restoran sejak tanggal 20 November 2006, yang berarti bisnis kreatif ini sudah

Berdasarkan gambaran umum dan riset yang telah dilakukan di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi ini juga seperti terlihat pada hal segi fasilitas penunjang belajar akademik

Dalam rangka penilaian evaluasi peningkatan mutu biasanya dilakukan melalui proses akreditasi program studi/perguruan tinggi yang bertujuan, terutama untuk menilai

Agar TIK dapat meningkatkan proses pembelajaran, diperlukan adanya visi yang jelas, konsensus yang kuat dari pembuat kebijakan di suatu lembaga pendidikan mengenai bagaimana