PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEMATIK DENGAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS II SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG

37  24  Download (92)

Full text

(1)

ABSTRAK

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEMATIK DENGAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS II

SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG

Oleh ELIDAR

Rendahnya hasil belajar tematik disebabkan metode dan media yang dipergunakan guru kurang dapat inovatif. Alat peraga dapat menjadi media dalam bentuk visual untuk membantu memotivasi siswa untuk mengetahui secara langsung penjelasan guru tentang materi yang diberikan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka identifikasi masalah peneliti adalah (1) Motivasi siswa dalam pembelajaran tematik sangat kurang. (2) Siswa sulit memahami materi yang dipelajari karena siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. (3) Media dan alat pembelajaran tematik belum lengkap. Maka masalah yang penelitian dapat sirumuskan “Apakah hasil belajar menggunakan pendekatan Tematik pada siswa kelas II SD Negeri 1 Rawa Laut Bandar Lampung dapat meningkat? ”. Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar menggunakan pendekatan tematik pada siswa kelas 2 SD Negeri 1 Rawa Laut Bandar Lampung.

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah: (1) Sebagai masukan bagi guru kelas II untuk lebih banyak menggunakan alat peraga baik berupa media gambar ataupun dalam bentuk lainnya dalam pembelajaran tematik guna peningkatan pembelajaran tematik tema diri sendiri di sekolah. (2) Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk menumbuhkan motivasi dalam dirinya agar tertarik terhadap pelajaran tematik tema diri sendiri untuk meningkatkan hasil belajar tematiknya. (3) Sebagai bahan masukan kepada siswa, agar lebih giat lagi dalam belajar terutama belajar menggunakan pendekatan tematik dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman tentang pelajaran tematik yang sekaligus akan dapat membantunya meningkatkan prestasi belajar siswa. Media yang digunakan peneliti dalam penerapan pembelajaran tematik ini adalah menggunakan alat peraga gambar dan lingkungan alam sekitar. Saran yang ingin disampaikan adalah (1) Guru hendaknya aktif, inovatif serta menyenangkan, menggunakan media dan alat peraga agar dapat memudahkan siswa belajar, menggunakan gambar agar pembelajaran aktif dan memberi penerapan pengetahuan yang dipelajari dalam kehidupan dilingkungannya. (2) sekolah sebaiknya dapat memfasilitasi pembelajaran, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan segera menyebarluaskan kepada guru lain jika dipandang layak.

(2)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEMATIK DENGAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS II

SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG

Skripsi

Oleh ELIDAR NPM 1013069020

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(3)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEMATIK DENGAN ALAT PERAGA GAMBAR PADA SISWA KELAS II

SDN 1 RAWA LAUT BANDAR LAMPUNG

Oleh ELIDAR NPM 1013069020

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

pada

Jurusan Ilmu Pendidikan

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Tindakan dalam Penelitian Kelas ... 14

2. Guru menerangkan pelajaran pada siklus I ... 51

(5)

vi A. Pengertian Belajar dan Prestasi Belajar ... 4

B. Pembelajaran Tematik ... 6

C. Pengertian Alat Peraga (Media Gambar) ... 8

D. Jenis-jenis Alat Peraga ... 9

E. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Alat Peraga ... 10

BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian ... 12

B. Waktu dan Tempat Penelitian ... 12

C. Subjek Penelitian ... 13

(6)

vii

E. Tehnik Pengumpulan Data ... 18

F. Indikator Keberhasilan ... 18

G. Teknik Analisis Data ... 18

H. Hipotesis ... 20

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 21

B. Pembahasan ... 22

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 26

B. Saran ... 26

(7)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi. 2005. Didaktik Metodik, Thoha Putra. Semarang. 121 halaman

Depdikbud. 2009. Manajemen Sekolah, Depdikbud. Jakarta. 215 halaman

EP. Hutabarat. 2004. Cara Belajar BPK. Gunung Mulia. Jakarta. 243 halaman

Natawijaya, R. 2006. Pengukuran Skala Sikap. Tarsito Bandung. 289 halaman.

Purwanto, M.N. 2006. Psikologi Pendidikan. Remaja Karya. Jakarta, 186 halaman

Sudjana. 2008. Media Statistika. Tarsito. Bandung. 488 halaman.

Sukardi, D.K. 2003. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Usaha Nasional. Surabaya. 176 halaman.

Sutrisno, Hadi. 200. Metodologi Research. UGM. Yogyakarta. 365 halaman

Surachmad, W. 2006. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Tarsito Bandung, 186 halaman.

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Nilai Tes Preferntif Siklus I dan Siklus II ... 23

2. Data Observasi Siklus I dan Siklus II ... 23

3. Hasil Tes Formatif Siklus I ... 25

4. Hasil Observasi Siklus I ... 25

5. Hasil Tes Formatif Siswa Siklus II ... 27

(9)

iv KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan segala rahmat dan hidayah-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul

Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Pendekatan Tematik dengan Alat Peraga

Gambar dan Lingkungan Alam Sekitar pada Siswa Kelas II SDN 1 Rawa Laut

Bandar Lampung.

Banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moral ataupun material

dalam menyelesaikan penulisan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa penelitian

ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa bantuan mereka, untuk itu penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan, Universitas Lampung.

2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan,

Universitas Lampung.

3. Ibu Dra. Sasmiati, M.Hum, sebagai Sekretaris Jurusan Ilmu Pendidikan.

4. Bapak Dr. Supomo Kandar, M.S, selaku Pembimbing dalam penulisan skripsi ini

yang telah banyak memberikan bimbingan dan masukan dengan sabar.

5. Bapak Drs. Sugiyanto, M.Pd, sebagai Dosen Pembahas yang telah memberikan

(10)

v 6. Bapak dan Ibu Dosen Program S1 PGSD dalam jabatan dan telah memberikan

banyak ilmu pengetahuan selama penulis menyelesaikan studi pada Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

7. Bapak Arsad, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 1 Rawa Laut yang telah

memberikan izin serta dukungan dalam melaksanakan studi Program S1 PGSD

Dalam Jabatan dan tugas akhir penelitian ini.

8. Suami tercinta serta anak-anakku yang kusayangi atas segala bantuan, semangat,

doa dan dukungan dalam kesuksesan studi dan penyelesaian penelitian ini.

9. Teman-teman peserta Program S1 PGSD Dalam Jabatan yang telah banyak

memberikan semangat dan bantuan serta persahabatan dan kekeluargaan yang

akan menjadi kenangan indah.

10.Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan laporan

penelitian ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Dalam penulisan laporan ini tentu saja masih banyak terdapat kekurangan dan

kelemahan karena keterbatasan penulis, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik

serta saran yang bersifat membangun. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat

bagi semua pihak.

Bandar Lampung, Februari 2012 Penulis,

(11)

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Penguji : Dr. Supomo Kandar, M.S ...

Penguji

Bukan Pembimbing : Drs. Sugiyanto, M.Pd ...

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Drs. H. Bujang Rahman. M.Si NIP 196003151985031003

(12)

Judul Skripsi : Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan

Pendekatan Tematik dengan Alat Peraga Gambar pada Siswa Kelas II SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung

Nama Mahasiswa : Elidar

Nomor Pokok Mahasiswa : 1013069020

Jurusan : Ilmu Pendidikan

Jenis Pendidikan : Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Lokasi Penelitian : SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing

(13)

MOTTO

Allah Meninggikan orang yang Beriman diantara Kamu dan Orang-orang yang diberi

Ilmu Pengetahuan beberapa Derajad.

(Al-Mujaadalah : 11)

Ambilah ilmu dari orang yang membawa ilmu kepadamu, dan perhatikanlah apa yang

dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan

(14)

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini Saya:

Nama : ELIDAR

NPM : 1013069020

Program Studi : S1 PGSD Dalam Jabatan

Perguruan Tinggi : Universitas Lampung

Judul : Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Pendekatan Tematik dengan Alat Peraga Gambar pada Siswa Kelas II SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung

Menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas ini adalah hasil pekerjaan Saya sendiri

dan sepengetahuan Saya tidak berisi materi yang dipublikasikan atau ditulis orang

lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada

universitas maupun institusi lain.

Bandar Lampung, 15 Januari 2012

Yang Membuat Pernyataan

ELIDAR

(15)

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, kupersembahkan karya ini kepada :

 Yang tercinta Ayah (Alm) dan Ibu yang telah mencurahkan kasih sayangnya dan

selalu berdoa demi keberhasilanku, serta memberikan semangat kepadaku.

 Yang tercinta Suami dan Anak-anakku yang selalu memberikan semangat dan

dukungan kepadaku untuk menyelesaikan kuliahku.

 Yang tersayang guru-guru SDN 1 Rawa Laut dan anak didikku yang selalu

memberi dukungan, semangat serta doanya kepadaku untuk menyelesaikan

kuliahku.

 Seluruh pendidikku yang telah membimbing dan memberikan ilmu pengetahuan

(16)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kalianda Lampung Selatan tanggal 18 Oktober 1960,

merupakan putri bungsu dari delapan bersaudara pasangan Bapak Daud Rd Putra dan

Ibu Hj. Mas Intan.

Penulis mengawali pendidikan formalnya dari SD Muhammadiyah Kedaton

Kecamatan Kalianda Lampung Selatan dan diselesaikan pada tahun 1973, Tahun

1973 itu juga, penulis diterima melanjutkan studinya pada SMP Islam Kalianda dan

selesai pada tahun 1976. Kemudian meneruskan pendidikan di SPGN 1 Tanjung

Karang dan selesai tahun 1980.

Selanjutnya pada tahun 1982, penulis resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil

dan ditugaskan di SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung. Pada tahun 2002, penulis

diterima belajar di Universitas Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,

Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Disini penulis mengikuti Program

Pendidikan Penyetaraan DII Guru kelas Sekolah Dasar dan selesai pada tahun 2004.

Pada tahun 2010, penulis mengikuti Program Pendidikan S1 PGSD Dalam Jabatan di

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Untuk peningkatan pembelajaran tematik terutama pada siswa Sekolah Dasar (SD)

dalam rangka pembelajaran sehingga siswa tidak hanya mengenal melalui penjelasan

guru dengan penggunaan metode ceramah saja melainkan siswa tahu tentang apa

yang dijelaskan guru baik bentuk, kegunaan dan wujud secara nyata dari apa yang

dijelaskan guru.

Untuk peningkatan pembelajaran tematik tema diri sendiri, maka banyak cara atau

media yang dapat dipergunakan oleh guru kelas rendah khususnya kelas II, di

antaranya dengan belajar menggunakan media belajar yang dalam hal ini lebih

dikenal dengan penggunaan alat peraga, terutama melalui aktivitas belajar mengajar

yang dilaksanakan oleh guru kelas II yaitu dengan menunjukkan gambar yang akan

dijelaskan secara langsung kepada siswa baik dalam bentuk visual atau model gambar

sesuai dengan penjelasan materi yang diberikan maupun dalam bentuk sesungguhnya.

Alat peraga tersebut sangat penting artinya dalam membantu memotivasi siswa

(18)

2 terutama bentuk dari materi yang dijelaskan. Oleh karenanya peningkatan

pembelajaran tematik tema diri sendiri menggunakan alat peraga merupakan faktor

penting dalam pengenalan secara lebih mendalam tentang materi yang diberikan

sekaligus peningkatan prestasi belajar tematik siswa kelas II.

Dari hasil pra penelitian yang dilaksanakan pada siswa kelas II di SDN 1 Rawa Laut

Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2010/2011 didapatkan masih adanya siswa yang

pembelajaran tematik tema diri sendiri masih belum mengalami peningkatan dengan

nilai rata-rata 4,0 – 6,0 dan jarang siswa yang mendapatkan nilai diatas rata-rata 8,0 –

9,0.

Setelah melalui pra penelitian ternyata peningkatan pembelajaran tematik tema diri

sendiri yang kurang baik tersebut disebabkan penggunaan alat peraga dalam

pembelajaran Tematik tema diri sendiri terutama melalui media gambar masih jarang

dilakukan oleh guru kelas II, karena guru tersebut tidak menggunakan alat peraga.

Berdasarkan kondisi dan situasi di atas, maka penulis merasa tertarik untuk

membahas lebih lanjut dalam penelitian tindakan kelas dengan judul : “Peningkatan

Hasil Belajar Tematik Menggunakan Alat Peraga Gambar pada Siswa Kelas II SD

(19)

3 B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai

berikut :

“Apakah hasil belajar menggunakan pendekatan tematik dengan alat peraga gambar

pada siswa kelas II SD Negeri 1 Rawa Laut Bandar Lampung dapat meningkat?”.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

“Untuk meningkatkan hasil belajar menggunakan pendekatan tematik dengan alat

peraga gambar pada siswa kelas II SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung”.

D. Manfaat Penelitian

Sedangkan manfaat dari pelaksanaan penelitian ini antara lain adalah :

1. Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk menumbuhkan motivasi dalam dirinya

agar tertarik terhadap pelajaran tematik tema diri sendiri untuk meningkatkan

hasil belajar tematiknya.

2. Sebagai bahan masukan kepada siswa agar anak-anak dapat berpikir holistik atau

tidak terpisah-pisah.

3. Sebagai masukan bagi guru kelas II untuk lebih banyak menggunakan alat peraga

baik berupa media gambar ataupun dalam bentuk lainnya dalam pembelajaran

(20)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar dan Prestasi Belajar

Belajar merupakan usaha setiap individu untuk merubah berbagai pandangan dan

pemikiran yang ada dalam dirinya tentang sesuatu yang tadinya belum diketahui

menjadi diketahui, pahami, dan dimengerti dengan baik sebagai prestasi upayanya

dalam belajar.

Pengertian belajar adalah sebagai berikut :

Belajar adalah berpengaruh dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap

sesuatu situasi tertentu yang harus disebabkan oleh pengalamannya yang

berulanag-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas

dasar kecenderungan respon pembawa, kematangan ataupun keadaan-keadaan sesaat

seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh obat dan sebagainya). (Purwanto, 2006 :

85).

Sedang pendapat yang lain mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses aktif,

artinya orang yang belajar itu ikut serta dalam proses itu dengan aktif. Orang yang

belajar itu mempelajarai apa yang dirasakan dan apa yang dipikirkannya. Ia

(21)

5 proses belajar jika tidak ada tanggapan, maka Prestasi belajar tidak ada. (Hutabarat,

2004 ; 12).

Pendapat lain tentang belajar, sebagaimana dikemukakan oleh Dewa Ketut Sukardi

adalah : “ Perubahan tingkah laku sebagai Prestasi pengalaman, kecuali perubahan

tingkah laku yang disebabkan oleh proses menjadi matangnya seseorang atau peruahn

yang Instrinsik atau yang bersipat tempoler “. (Sukardi, 2003 ; 15).

Sepengaruh dengan pengertian belajar yang telah dikemukakan di atas, selanjutnya

dapat disimpulkan bahwa belajar adalah perubahan-perubahan tingkah laku yang

terjadi pada diri sendiri seseorang sebagai akibat dari latihan dan pengalaman yang

dilakukannya berulang-ulang.

Pendapat yang lain prestasi belajar adalah sebagai berikut: prestasi belajar merupakan

hasil yang dicapai dalam suatu kegiatan belajar, dan belajar itu sendiri adalah

berusaha mengadakan perubahan situasi dalam proses perkembangan dirinya untuk

mencapai tujuan “. (Ahmadi, 2005 : 21 )

Sedangkan pendapat yang lain mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah suatu

prestasi yang biasanya dinyatakan dalam angka-angka, anak-anak yang berprestasi

rendah memiliki hasil angka belajar yang rendah. (Natawijaya, 2006 : 50 )

Ada empat golongan hasil belajar atau prestasi belajar, yaitu :

a. Pengetahuan, yaitu dalam bentuk bahan informasi fakta, gagasan, keyakinan,

(22)

6 b. Kemampuan, yaitu dalam bentuk kemampuan untuk menganalisis, mereproduksi,

mencipta, mengatur, membuat generalisasi, berfikir rasional serta menyesuaikan.

c. Kebiasaan dan keterampilan, yaitu dalam bentuk kebiasaan perilaku dan

keterampilandalam menggunakan semua kemampuan.

d. Sikap, yaitu dalam bentuk operasioanl, minat, pertimbangan dan saran.

(Hutabarat, 2004 : 12 )

Pembelajaran Tematik di dalam pelaksanaan penelitian ini dikategorikan :

a. tinggi, dengan nilai antara : 7,0 – 10

b. sedang, dengan nilai antara : 6,0 – 7,0

c. rendah, dengan nilai antara : 1,0 – 5,0

( Depdikbud, 2004 ; 2 )

B. Pembelajaran Tematik

1. Pengertian tematik

Pembelajaran tematik adalah berkaitan dengan suatu tema yang berupa subjek atau

topic yang dijadikan pokok pembahasan. Contoh pembelajaran tematik kelas II

dengan tema diri sendiri. Tema tersebut dijadikan dasar untuk berbagai mata

pelajaran termasuk Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, Matematika, dan lain-lain.

Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan.

(23)

7 (1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu; (2) Siswa mampu

mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata

pelajaran dalam tema yang sama; (3) Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih

mendalam dan berkesan; (4) Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik

dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa; (5) Siswa

mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam

konteks tema yang jelas; (6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat

berkomunikasi dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari pelajaran lain; (7)

Dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat

dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu

selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan atau pengayaan

(KTSP).

2. Ciri pembelajaran tematik

Ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain; (!) Pengalaman dan kegiatan belajar

sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar;

(2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak

dari minat dan kebutuhan siswa; (3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan

berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; (4) Membantu

mengembangkan keterampilan berpikir siswa; (5) Menyajikan kegiatan belajar yang

(24)

8 lingkungannya; (6) Mengembangkan keterampilan social siswa, seperti kerja sama,

toleransi, komunikasi dan tanggapan terhadap gagasan orang lan.

3. Prinsip dasar pembelajaran tematik

Pembelajaran tematik memiliki prinsip dasar sebagaimana halnya pembelajaran

terpadu. Pembelajaran terpadu memiliki satu tema actual, dekat dengan dunia siswa

dan ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. (Trianto, 2010:84).

C. Pengertian Alat Peraga (Media Gambar)

Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan

membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien.

(Sudjana, 2002 :59 ).

Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk

menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai

dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta

evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari

unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai

bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat bantu

atau alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini

bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Alat peraga sering disebut audio

visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut

(25)

9 Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu

guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.

D. Jenis-jenis Alat Peraga

Adapun beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar yaitu :

1. Gambar

dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam keadaan

siap pakai, dan tidak menyita waktu persiapan.

b. Peta

Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta

kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan peta

sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar.

c. Papan tulis

Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis

dapat diterima dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi

(26)

10 gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat persegi panjang

dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.

E. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Alat peraga

Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam pengajaran yaitu :

1. Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu :

 Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik

 Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah

memahaminya

 Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah

bosan

 Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati,

melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.

2. Adapun tujuan dari alat peraga untuk:

 Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.

 Mengembangkan sikap yang dikehendaki.

 Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.

Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang

mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak

perlu dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui,

(27)

11

paling umum dipakai dalam mengajar adalah “mendengar” melalui pendengaran,

anak mengikuti peristiwa-peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan.

Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak melihat sesuatu dari apa yang

diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang

didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih dalam dapat dihasilkan

jikalau apa yang diceritakan “dilihat melalui sebuah gambar“. Dengan demikian,

melalui ”mendengar“ dan “melihat” akan diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam.

3. Kekurangan alat peraga yaitu:

 Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntut guru.

 Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan

 Perlu kesediaan berkorban secara materiil

Ada beberapa kelemahan sehubungan dengan gerakan pengajaran alat peraga itu,

antara lain terlalu menekankan bahan-bahan peraganya sendiri dengan tidak

menghiraukan kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan desain,

pengembangan, produksi, evaluasi, dan pengelolaan bahan-bahan itu. Kelemahan

lain adalah alat peraga dipandang sebagai “Alat Bantu “ semata-mata bagi guru dalam

melaksanakan kegiatan mengajarnya sehingga keterpaduan antara bahan pelajaran

dan alat peraga tersebut diabaikan. Di samping itu terlalu menekankan pentingnya

materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang materi audiovisual

(28)

12 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Model Penelitian

Penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif, untuk kemantapan rasional

dalam pelaksanaan tugas, serta memperbaiki kondisi tempat praktik pembelajaran

sendiri. PTK dilakukan untuk meningkatkan dan menyempurnakan proses

pembelajaran.

Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari

empat tahap yaitu : perencanaan (planning), implementasi (tindakan), observasi

(pengamatan) dan refleksi (Aqib, 2008: 8).

B. Waktu dan Tempat Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada awal semester genap tahun 2011 yaitu

dimulai pada bulan Juli sampai bulan November 2011.

2. Tempat Penelitian

(29)

13 C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN I Rawa Laut sebanyak 40 orang

siswa, 18 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan.

D. Prosedur Penelitian

Langkah-langkah yang perlu dilakukan guru karena penelitian ini merupakan

penelitian tindakan kelas, suatu penelitian yang mengkaji tentang permasalahan

dengan ruang lingkup yang tidak terlalu luas yang berkaitan denga perilaku seseorang

atau kelompok tertentu disertaipermasalahan yang di teliti terhadap dampak

perlakuan dalam rangka mengubah, memperbaiki, dan meningkatkan mutu perilaku

yang sedang di teliti. Penelitian ini di harapkan dapat menghasilkan pembelajaran

yang efektif yang mampu meninigkatkan pemahaman siswa untuk menjainin di

perolehnya manfaat yang secara singkat tindakan dalam penelitian ini dapat di susun

(30)

14 Gambar 1. Tindakan dalam Penelitian Kelas

Perencanaan I Tindakan I

Observasi I

Refleksi I Siklus I

Perencanaan 2

Perencanaan 2 Tindakan 2

Observasi 2 Refleksi 2

(31)

15 Siklus 1

1. Perencanaan

Kegiatan dalam perencanaan ini, peneliti menyiapkan hal-hal sebagai berikut:

 Menyiapkan kelas yang dijadikan penelitian, yaitu kelas II SDN I Rawa

Laut

 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

 Buku ajar

 Menyiapkan alat peraga atau media gambar sesuai materi

 Menyiapkan lembar format pengamatan/observasi proses pembelajaran

 Menyusun alat evaluasi untuk mengukur penguasaan siswa terhadap

materi yang disajikan

 Men yiapkan lembar kerja siswa (LKS)

2. Tindakan 1

Kegiatan ini berupa penerapan kegiatan belajar yang disusun dalam perencanaan.

Prosesnya mengikuti urutan kegiatan yang terdapat dalam scenario pembelajaran.

Adapun urusan kegiatan secara garis besarnya sebagai berikut:

 Mengawali pembelajaran yang difokuskan pada pelajaran PKn, IPA dan

Matematika dengan pendahuluan yaitu memberikan motivasi dan apersepsi

serta menyampaikan tema yang akan dipelajari yaitu “Diri Sendiri”

 Guru memberikan lembar pengamatan kepada siswa tentang berbagai macam

(32)

16

 Siswa diminta mengamati gambar

 Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang gambar yang mereka amati

 Guru menjelaskan bahwa kita harus hidup rukun di sekolah sambil

menunjukkan gambar

 Menguji kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal-soal tes secara individu

3. Observasi dan Evaluasi

Pengamatan terhadap siswa dan guru peneliti dilakukan oleh seorang kolaborator,

teman sejawat penulis. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran.

Kegiatan siswa yang diamati yaitu kegiatan belajar mengajar berdasarkan lembar

observasi, bertanya pada guru, memperhatikan ketika guru menjelaskan materi,

memberikan pendapat, ketepatan mengumpulkan tugas. Sedangkan kinerja guru yang

diamati yaitu ketika melakukan kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai akhir

kegiatan pembelajaran, di adakan tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa.

4. Refleksi

Setelah melalaui proses pelaksanaan pembelajaran dan berdasarkan hasil observasi,

peneliti melakukan refleksi untuk mengetahui kelebihan dan kelmahan pada siklus I.

Refleksi pada siklus I ini digunakan untuk menyimpulkan tindakan-tindakan yang

(33)

17 Siklus 2

1. Perencanaan 2

Kegiatan dalam perencanaan ini, mengikuti sebagai mana perencanaan siklus I.

2. Tindakan 2

Kegiatan ini berupa mengikuti sebagaimana tindakan pada siklus I .

3. Observasi dan Evaluasi 2

Pengamatan terhadap siswa dan guru peneliti dilakukan oleh seorang kolaborator,

teman sejawat penulis. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran.

Kegiatan siswa yang diamati yaitu kegiatan belajar mengajar berdasarkan lembar

observasi, bertanya pada guru, memperhatikan ketika guru menjelaskan materi,

memberikan pendapat, ketepatan mengumpulkan tugas. Sedangkan kinerja guru yang

diamati yaitu ketika melakukan kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai akhir

kegiatan pembelajaran.

4. Refleksi 2

Setelah hasil-hasil pembelajaran dari siklus II dijadikan satu dan dianalisis anggota

penelitian, langkah berikutnya adalah melakukan refleksi untuk mengetahui kelebihan

(34)

18 E. Teknik Pengumpulan Data

Data nilai tes formatif menggunakan tes formatif berbentuk soal-soal yaitu soal isian.

Data observasi menggunakan lembar observasi, lembar observasi terlampir.

F. Indikator Keberhasilan

Berdasarkan ketetapan Depdikbud ketuntasan belajar tercapai jika ketuntasan

individual mencapai minimal 65% dan secara klasikal 85%. Berdasarkan

pengalaman guru yang mengajar di Kelas II SDN 1 Rawa Laut Bandar Lampung

yang lebih mengetahui kemampuan peserta didik, maka peneliti menentukan bahwa

penelitian ini akan dikatakan berhasil jika ketuntasan individu mencapai ininimal

70% dan secara klasikal 75% kemudian untuk aktivitas belajar peserta didik

dikatakan berhasil jika > 70%.

G. Teknik Analisis Data 1. Teknik Penilaian

Data nilai tes formatif dianalisis menggunakan rumus pada halaman 22.

Data tentang peningkatan prestasi belajar tematik siswa yaitu :

- Nilai aktifitas dan keterlibatan siswa dalam satu proses pembelajaran.

- Siswa dapat mengerjakan soal di dalam kelas baik secara kelompok maupun

individu.

(35)

19 - Data observasi dianalisis menggunakan kriteria aktif seperti kerja sama

Dallam mengamati gambar dan tidak aktif seperti hanya diam saja.

Proses penilaian prestasi belajar tematik dalam penelitian tindakan kelas ini disusun

di dalam pemetaan materi dan format penilaian. Aspek yang dinilai dalam proses

pembelajaran, terdiri dan 3 aspek yaitu:

1. Penanaman konsep

2. Penalaran dan komunikasi

3. Pemecahan masalah.

Bentuk penilaian yang digunakan adalah:

1. Test tertulis

2. Unjuk kerja

3. Produk.

Sedangkan proses penilaian dilaksanakan dengan berbagai langkah kegiatan, yaitu :

1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, baik lisan maupun tertulis.

2. Melakukan monitoring siswa yang sedang mengerjakan soal pembelajaran tematik

tema diri sendiri tentang bumi dan alam sekitar.

3. Melakukan pencatatan terhadap aktifitas siswa mengerjakan soal baik di dalam

maupun di luar kelas.

(36)

20 Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penelitian tindak kelas ini

menyimpulkan keberhasilan siswa bcrdasarkan data rata - rata peningkatan hasil kerja

dan tes tertulis serta kerja kelompok yang dilakukan oleh siswa selama penerapan

tindakan berlangsung dengan menggunakan rumus:

H. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah “Apakah hasil belajar

menggunakan pendekatan tematik dengan alat peraga gambar pada siswa kelas II

(37)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Pembelajaran menggunakan alat peraga berupa alat peraga gambar dapat

meningkatkan prestasi belajar.

2. Penggunaan alat peraga berupa alat peraga gambar pada pembelajaran tematik

dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.

B. Saran

Disarankan agar menyelenggarakan pembelajaran tematik :

1. Guru-guru yang melaksanakan pembelajaran dengan SK dan KD yang memiliki

karakteristik yang dianjurkan menggunakan alat peraga gambar karena lebih dapat

menignkatkan hasil belajar dan menghasilkan keaktifan siswa.

2. Sekolah sebaiknya dapat memfasilitasi pembelajaran, baik secara kualitas maupun

Figure

Gambar 1.  Tindakan dalam Penelitian Kelas

Gambar 1.

Tindakan dalam Penelitian Kelas p.30

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in