Kualitas Ulat Sutera (Bombyx mori L.) Ras Tropis, Ras Cina dan Ras Jepang
Teks penuh
Dokumen terkait
Pemberian vitamin B1 tidak mempengaruhi pertumbuhan morfologi larva instar V, bobot larva instar IV, bobot pupa, serta produktivitas ulat sutera yang meliputi panjang
Hubungan antara nilai indeks nutrisi ulat sutera instar III, IV dan V yang diberi tanaman murbei Morus cathayana yang diperlakukan dengan pupuk dan tanpa pupuk
Usaha untuk rnelakukan persilangan rnernpunyai tujuan yang berbeda-beda, diantaranya untuk rnenghasilkan bibit yang rnenghasilkan kokon berkualitas baik, dan pada akhirnya
Elongasi ras Tropik dengan kedua hasil persilangannya sama sedangkan Bolo8 dengan persilangan :.esiprokal elongasinya lebih kecil (p<0,01), diantara keempat jenis
rnempunyai heterosis bobot kokon dan serat sutera lebih tinggi dibanding hibnda dari persilangan galur pada ras yang berbeda, narnun daya tetas,.. lama hidup dan panjang serat
Pertambahan bobot badan yang besar pada periode ulat besar sejalan dengan pertambahan konsumsi pakan yang akan berpengaruh terhadap peningkatan berat ulat yaitu akan meningkat
Nilai bobot kokon pada persilangan ras Jepang 108 betina dengan ras Cina jantan 808 (P1), ras Cina betina 808 yang disilangkan dengan ras Jepang jantan 108 (P2), ras
Terdapat empat jenis ulat sutera unggul yang memiliki produksi kokon yang tinggi dan dapat menghasilkan benang sutera dengan kualitas yang baik.. Keempat ras ulat sutera tersebut