• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kultur in vitro embrio mencit (Mus musculus) dan hamster mini rusia (phodopus cambelli) dalam medium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kultur in vitro embrio mencit (Mus musculus) dan hamster mini rusia (phodopus cambelli) dalam medium"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

NAS 2008

KULTUR IN

(Mus DAN HAMSTER

MEDIUM KSOMaa dan HECM-6

M Agus Arief

Reproduksi Fakultas Peternakan Jambi, KM

Darat, Muaro Jambi Telp

dan Fakultas

Reproduksi dan Fakultas Kedokteran

Kata kunci kultur, KSOMaa, HECM-6, hamster

Pendahuluan

Penelitian kultur mencit sudah dilakukan, sedangkan sejauh yang

kami ada

hamster mini Rusia

(1 993) medium KSOM untuk mengatasi

two-cell

block yang terjadi pada strain

dan inbred Medium disempurnakan berdasarkan

konsentrasi dan pada tahap

sel dengan probe

Penambahan amino pada ini

ICM ICM menjadi

dan (Biggers

2000). HECM dengan beberapa serinya

(HECM-6, dan 10) medium yang diformulasikan untuk mendukung hamster Syria praimptantasi (Ludwig tidak fosfat berbeda

dengan KSOM. untuk

viabilitas mencit dan hamster tahap 8-sel yang dikultur dalam medium KSOMaa dan HECM-6.

Materi dan

Mencit betina strain disuperovulasi dengan injeksi 5 PMSG Intervet,

dan 5

Netherland) dengan 48 jam, hamster

dengan PMSG diikuti 2,5 48 jam kemudian. Betina-betina mencit hamster yang disuperovulasi

kemudian dengan pejantan.

tahap pada hari ke-3

dikawinkan. mencit dikultur

dalam medium NBCS

NBCS hamster

dikultur dalam NBCS (T3) dan HECM-6 + NBCS (T4) pada suhu

udara 5% 48 jam. perlakuan terdiri dari ulangan.

KSOMaa

mengandung fosfat

tidak mengandung fosfat dan glukosa. Perkembangan diobservasi 24 jam. Setiap perkembangan yaitu kompak, blastosis awal, blastosis, blastosis lanjut, hatching, dan hatched

dan

mencit dan hamster tahap 8-sel dalam medium KSOMaa

dan HECM-6 pada .

kedua macarn medium mampu mendukung pertumbuhan mencit dan

hamster tahap mencapai tahap blastosis.

mernasuki tahap blastosis lanjut dan proses hamster yang dikultur medium KSOMaa perkembangannya secara signifikan

dibandingkan T, dan T4. Pada rnencit yang dikultur

mampu tumbuh setara dengan mencit yang dikultur dalam medium KSOMaa

rate

yang lebih tinggi T l

T3 diperolch hamster yang hatching atau

(2)

I

August

mencit dan hamster tahap 8-sel kultur 48 jam

Tahap perkembangan dan h yang Perlakuan

--

MK HAW

140 140 140 129 129

32

Mencit-HECM-6 52 52 52

52

48 30

(1 (1

60 60 60 5 1 29

(1

Hamster-HECM-6 46 46 46 46 46 34

K e t . MK: Morula kompak; Baw: blastosis awal; blastosis; hatchinglhatched

Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama berbeda nyata

KSOMaa mampu mendu kung perkembangan tahap 8-sel pada mencit dan hamster, tetapi perkembangan

hamster lebih tahap

blastosis mencit dan

hamster tahap 8-sei tumbuh lebih baik dalam medium HECM-6 dibandingkan KSOMaa.

Biggers JD, LK, M.

Amino acids and

development of the

mouse

in the

tree potassium simplex optimized medium. 63: 281 -293.

JA, Biggers JD. 1993. Culture of preimplantation embryos.

1 53-1

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok 2 (P1) = Kelompok perlakuan pertama terdiri dari 5 ekor mencit dewasa jantan yang diberi tuak (alkohol 20%) 0,5 ml/hari/ekor secara oral setiap hari selama 15 hari

Pengamatan yang dilakukan pada kelompok perlakuan yang diberi esktrak Andaliman dengan konsentrasi yang bervariasi pada induk mencit umur kebuntingan 0 hingga 13 hari,

[r]

Berdasarkan gambar di atas, menunjukkan bahwa hasil pengukuran kadar HDL pada mencit setelah diberi pakan diet tinggi lemak selama 28 hari, kemudian diberi perlakuan selama

Kelompok PI, mendt betinadisuntik PMSG 5 IUI SC, dua hari kemudian disuntik anti- PMSG 0,1 ml (pengeneeran 1:20) dan disuntik hCG 5 IVISC selanjutnya dikawinkan dengan meneit

Persentase Ketebalan Mukosa Lambung Mencit pada Hari ke 24 pada Masing-masing Kelompok Perlakuan. Statistic

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alpha lipoic acid (ALA) terhadap perkembangan embrio blastosis in vivo pada mencit ( Mus musculus ) yang

Setelah pemberian ekstrak kulit batang angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dengan perlakuan K, perlakuan P1,dan P2 g/ekor/hari pada mencit jantan (Mus musculus L. Swiss