• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Tradisional Akik Medan Tahun 1957-2006

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pasar Tradisional Akik Medan Tahun 1957-2006"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR LAMPIRAN INFORMAN 1. Nama : Sahala Sihombing

2. Umur : 58 tahun 3. Pekerjaan :Pedagang

4. Alamat :Pajak Merah, No 11

1. Nama : Linda DolokSaribu 2. Umur : 50 tahun

3. Pekerjaan : Pedagang

4. Alamat : Pajak Merah, No 14

1. Nama : Donal Simanjuntak 2. Umur : 55 tahun

3. Pekerjaan : Pedagang

4. Alamat : Jln. Pendidikan, No. 02

1. Nama : Irham 2. Umur : 45 tahun

3. Pekerjaan :Kuli Pikul Barang 4. Alamat : Jln. Langgar, No. 05

1. Nama : Haris Simbolon 2. Umur : 57 tahun

3. Pekerjaan : Pengusaha Rumah Makan (Pembeli/Langganantetap) 4. Alamat : Jln. Akik, No. 07

1. Nama : Inar Sinambela 2. Umur : 55 tahun

3. Pekerjaan : Pedagang

(2)

1. Nama : Intan 2. Umur : 65 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang 4. Alamat : Jln. Akik, No 16

1. Nama : Ronal Sitinjak 2. Umur : 43 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang

4. Alamat : Jln. Pendidikan, No. 12

1. Nama : Tentrem 2. Umur : 57 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang

4. Alamat : Jln. Denai, No. 08

1. Nama : Slemet 2. Umur : 62 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang

4. Alamat : Jln. Sutrisno, No. 21

1. Nama : Nala 2. Umur : 51 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang 4. Alamat : Jln. Asia, No. 48

(3)

DAFTAR LAMPIRAN GAMBAR

1. Gambar Denah Sukaramai II

(4)
(5)

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik (ed), 1990, Sejarah Lokal di Indonesia, Yogyakarta: UGM Press.

Angipora, P. Marius, (1999), Dasar-DasarPemasaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bangun, Mulya, (1974), Sumatera Utara Ditinjau Dari Sektor Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Kardina, Medan.

Breman, Jan, (1997), Menjinakkan Sang Kuli, Grafiti, Jakarta.

Delly, H, S, M, dkk, (1990), Peranan Pasar Pada Masyarakat Pedesaan Sumatera Barat. Padang: Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Geertz, Cliford, (1973), Penjaja dan Raja, LPEM Universitas Indonesia, Jakarta.

Harsono, T. Dibyo dkk, (1995), Dampak Pembangunan Ekonomi (Pasar)Terhadap Kehidupan Sosial-Budaya Daerah Riau, Depdikbud, Riau.

Koestoro, Lucas dkk, (2006), Medan , Kota di Pesisir Timur Sumatera Utara dan Peninggalan Tuanya, Balai Arkeologi, Medan.

Leirissa, RZ dkk, (1996), Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima Karya, Jakarta.

Malano, Herman, (2001), Selamatkan Pasar Tradisisoanal, Jakarta: Gramedia PustakaUmum IKAPI.

Muhaji, Utomo, (1996), DampakPengembanganEkonomiPasarTerhadapKehidupanSosialBuday aMasyarakat, Jakarta: PradnyaParamitha.

Reid, Anthony, (1999), Dari EkspansiHinggaKrisis: JaringanPerdagangan Global Asia Tenggara 1450-160,Jakarta :YayasanOborIndonesiai.

Sanusi, Bachrawi, (2004), Pengantar Ekonomi Pembangunan, Rineka Cipta, Jakarta.

Setiawati, dkk, (1999), Keberadaan Paguyuban-Paguyuban Etnik di Daerah Perantauan Dalam Menunjang Pembinaan Persatuan dan Kesatuan, Depdikbud, Jakarta.

(6)

Thayyib, Rustam dkk, (1959), 50 Tahun Kotapraja Medan, Djawatan PeneranganKotapraja-I Medan, Medan.

(7)

BAB III

FUNGSI PASAR TRADISIONAL AKIK BAGI MASYARAKAT SEKITAR

Pasar dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian

masyarakat saat ini, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah

ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas.Banyak unsur yang

berkaitan dengan pasar, mulai dari unsur produksi, distribusi ataupun unsur

konsumsi.Kedudukan Pasar Tradisional masih tetap penting dan menyatu

dalam kehidupan masyarakat, pasar tradisional dapat dikatakan salahsatu

pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah, dan itu jelas

memberikan dampak yang baik bagi Negara.Banyak yang masih

membutuhkan Pasar Tradisional dalam mencari pendapatan dan juga

kebutuhan dalam transaksi jual beli.Seiring dengan berkembangnya jaman,

banyak pihak yang merasakan fungsi dari adanya perubahan pasar tradisional

ke pasar modern.

Sebuah pasar pastilah memiliki fungsi bagi masyarakat.Demikian

halnya dengan Pasar Tradisional Akik, juga memiliki fungsi tersendiri baik

dalam bidang ekonomi maupun bidang sosial dan budaya. Antara lain sebagai

(8)

3.1 Bidang Ekonomi

Adapun fungsi pasar dalam bidang ekonomi bagi masyarakat pada

umumnya adalah sebagai tempat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, dapat

menambah lapangan pekerjaan, menjadi sumber pendapatan daerah, dan dapat

menjadi tempat hubungan kerja sama dalam kegiatan perekonomian dengan

masyarakat luar. Pasar merupakan tempat berkumpulnya para pedagang

dengan berbagai jenis barang dagangannya.Pada dasarnya pasar mempunyai

fungsi untuk menyediakan kebutuhan hidup masyarakat banyak.Biasanya

orang pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan hidup sehari-hari. Adapun

barang yang biasanya dicari di pasar adalah seperti: beras, ikan, sayur, minyak

makan, buah-buahan, pakaian dan lain sebagainya. Yang dianggap perlu dan

dibutuhkan keberadaannya.16

Pasar sebagai peran ekonomi cara hidup, satu gaya umum dalam

kegiatanekonomi dan sekaligus cara hidup, suatu gaya umum dalam kegiatan

ekonomi mencapai segala aspek yang membahas mengenia pasar sebagai

tempat jalinan hubungan pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi Pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi, dimana pasar merupakan

tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli atau tempat dimana produsen

dan konsumsi dipertemukan.Pada awalnya pasar berfungsi untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat yang bersangkutan, untuk perkembangan selanjutnya

pasar menampung berbagai hasil sumber daya alam yang di distribusikan oleh

produsen dan langsung memasarkannya ke konsumen.

16

Suyono dalam Learissa, RZ dkk,1996, Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima

(9)

tukar-menukar, baik pada suatu tempat maupun dalam suatu keadaan yang

lain.17

17

Geertz, Cliford, (1973), Penjaja dan Raja, LPEM Universitas Indonesia, Jakarta.

Pasar adalah pusat jaringan perdagangan yang sangat aktif dan meliputi

daerah yang amat luas, lewat pasar itu segala macam dagangan disalurkan, dan

dari pasar itu sebagian besar penduduk kota barangkali mendapat mata

pencahariannya.

Pasar yang berfungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi, mendorong dan

memperlancar aktivitas yang bersifat ekonomis bagi masyarakat

setempat.Salah satunya adalah dengan adanya Pasar Tradisional Akik yang

dibangun secara gotong royong pada tahun 1957, hingga sekarang

pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat setempat secara

khusus dan Kota Medan pada umumnya.

Pasar Tradisional Akik memiliki fungsi yang sama dengan pasar-pasar

lainnya, dimana Pasar Tradisional Akik menjadi tempat untuk mendapatkan

kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Pasar

Tradisional Akik berada di Jln. Akik No 05, kelurahan Sukaramai II,

kecamatan Medan Area.Setiap hari pasar ini merupakan tempat yang sangat

ramai dikunjungi oleh masyarakat pada umumnya yang berasal dari sekitar

Kecamatan Medan Area.Sama seperti Pasar Tradisional lainnya, di pasar ini

juga terjadi tawar-menawar antara penjual dan pembeli untuk mendapatkan

(10)

Ibu L. Dolok Saribu, usia50 tahun, yang beralamat di Jln. Pajak Merah

No 14.Salah satu pedagang tomat, cabai dan bawang.Beliau telah berdagang

selama 25 tahun, beliau memperoleh laba hitungan bersihnya sekitar dua ratus

ribu rupiah dalam satu hari, dengan modal empat juta rupiah

perharinya.Menurut beliau adapun yang menjadi suka duka dalam propesi

berdagang.Langganan yang sudah terstruktur untuk berbelanja setiap

harinya.Langganan yang sering mengutang, jadi modal untuk hari kedepanya

pun menjadi kewalahan.Harga cabai, bawang dan tomat sering tidak stabil”.18

Pasar secara tidak langsung memiliki pengaruh yang sangat besar bagi

kehidupan ekonomi masyarakat, yaitu dapat menambah lapangan pekerjaan

bagi masyarakat yang ada di sekitar pasar tersebut. Selain pekerjaan sebagai

pedagang di pasar, keberadaan pasar telah memberikan pekerjaan lain bagi

mereka yang dapat melihat peluang lain selain berdagang, misalnya tukang

parkir, tukang kebersihan, dan tukang angkat barang. Selain berdagang, Pasar

Tradisional Akik merupakan tempat bagi masyarakat lain yang bukan

pedagang untuk mencari nafkah, misalnya: sopir angkot dan tukang becak

yang berada di sekitar lingkungan pasar.

Berdasarkan pendapat diatas, pendapatan yang diperoleh setiap harinya

relatif besar dimana para pembeli berasal dari pengusaha Rumah Makan yang

berada disekitar Medan Area.

3.2 Menambah Lapangan Pekerjaan

18

Wawancara pribadi, L Br. Dolok Saribu, (21 November 2016), Salah satu pedagang

(11)

Peneliti mencoba mewawancarai beberapa pedagang yang ada di Pasar

Tradisional Akik, diantaranya adalah Bapak D. Simanjuntak.usia 55 tahun,

adalah pedagang yang beralamat di Jln Pendidikan No 02, Medan Area,

“beliau merupakan salah satu pedagang cabai yang ada di Pasar Tradisional

Akik dan sudah berdagang selama 21 tahun.Bapak D. Simanjuntak sudah

memiliki pelanggan yang cukup banyak, mulai dari ibu rumah tangga, sampai

pengusaha Rumah Makan yang berada di sekitar Kecamatan Medan Area”.19

Menurut Bapak Irham, usia 45 tahun, tamatan terakhir SMK, yang

beralamat di Jln. Langgar No 05. “Beliau adalah salah satu kuli pikul barang di

Pasar Tradisional Akik, menurut beliau karena susahnya mencari pekerjaan di

Medan adalah salah satu dorongan buat beliau menjadi kuli pikul barang,

selagian menurut beliau segala propesi itu adalah hal yang wajar dilakukan

yang penting masih di tahap benar.20

Berdasarkan pendapat diatas, Pasar Tradisional Akik sangat berfungsi

untuk menambah lapangan pekerjaan.Bahkan bukan hanya berdagang salah

satunya profesi di pasar, ditambah lagi semakin susahnya memperoleh

lapangan pekerjaan di Kota Medan sehingga peralihan profesi kuli pikul

barang adalah salah satu jalan alternatif untuk memperoleh lapangan

pekerjaan.

19

Wawancara pribadi, D.Simanjuntak, (19 November 2016), Salah satu pedagang cabai,

Pasar Tradisional Akik.

20

(12)

3.3 Dalam Bidang Sosial Budaya

Pasar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, juga merupakan

suatu tempat yang dapat menciptakan hubungan interaksi sosial bagi

masyarakat yang melakukan pertemuan di dalam pasar. Pertemuan yang

dilakukan secara terus-menerus antara pedagang dan pembeli yang berasal dari

etnik yang berbeda-beda dapat mempengaruhi satu dengan yang lain.

Selain memiliki fungsi dalam bidang ekonomi, pasar juga berperan

dalam bidang sosial-budaya yaitu sebagai tempat aktivitas sosial, pasar

merupakan suatu wadah yang di dalamnya terjadi interaksi, komunikasi,

informasi, tempat keramaian dan hiburan.Pasar menyatakan

perubahan-perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima,

yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis maupun

kebudayaan materiil, komposisi penduduk, dan ideologi dalam masyarakat

tersebut.Perubahan-perubahan sosial adalah segalaperubahan-perubahan pada

lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang

mempengaruhi sistim sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap

dan pola-pola perikelakuan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Baik pengaruh dalam bidang sosial maupun budaya. Interaksi yang

terjadi antara pedagang dan pembeli pada saat melakukan transaksi jual beli

akan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Misalnya seorang

pedagang etnik Batak Toba akan menggunakan bahasa Batak Toba kepada

pembeli yang juga berasal dari etnik Batak Toba, hal ini juga didasari karena

(13)

Menurut Bapak H Simbolon,usia 57, yang beralamat di Jln. Akik No

07, Medan Area. “Beliau sering berbelanja di Pasar Tradisional Akik ini

karena disini segala jenis bumbu dapur dagangan sudah tersedia, ditambah lagi

beliau sudah menjadi pembeli tetap (langganan) para pedagang yang

khususnya berasal dari etnik Batak Toba, selain itu harga yang dipatokkan

lebih murah dibandingkan pedagang etnik lain dan adanya kesamaan sosial

memudahkan saya berinteraksi dalam membeli barang sehari-hari”.21

Sedangkan menurut Ibu I. Sinambela, yang beralamat di Jln. Pemuda

No 11 Medan Area, usia 55 tahun.Beliau sudah berdagang bumbu dapur 12

tahun di Pasar Tradisional Akik.“Menurut beliau Pasar Tradisional Akik bukan

hanya berfungsi sebagai tempat mengais rejeki ataupun nafkah, melainkan

sangat berfungsi sebagai interaksi sosial budaya baik itu diantara sesama

pedagang maupun pedagang dan pembeli. Salah satunya di pasar ini kami

sering saling mengundang pedagang dan pembeli, baik itu dalam acara resepsi

pernikahan maupun acara resepsi-resepsi syukuran lainnya”.22

Berdasarkan pendapat diatas, hal tersebut sangat wajar kitajumpai

dalam kehidupan sehari-hari baik dari semua etnik pada umumnya, dan secara

khusus dengan adanya kesamaan etnik cenderung akan berdampak pada

hubungan interaksi di Pasar Tradisional Akik, bahkan bisa dipekerjakan untuk

membantunya dalam berdagang.

21

Wawancara pribadi, H.Simbolon, (19 November 2016) Salah satu pembeli/langganan,

Pasar Tradisional Akik

22

(14)

3.3.1 Bidang Sosial

Pasar menjadi penting kedudukannya dalam aktifitas kehidupan

masyarakat.Demikian pula halnya dengan masyarakat yang berada di

Kecamatan Medan Area, pasar bukan saja merupakan tempat untuk

mendapatkan penghasilan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari tetapi juga

sebagai tempat terjadinya interaksi sosial antar individu, kelompok dan

masyarakat sekitar.

Dengan adanya Pasar Tradisional Akik sebagai arena pergaulan sosial

yang melibatkan pedagang dengan pedagang, pembeli dengan pembeli, kuli

angkut barang dengan pedagang, pedagang dengan petugas pasar dan antar

warga masyarakat yang berada di sekitarnya.Ada dampak negatif yang

ditimbulkan yaitu adanya pengelompokan sesama etnis diantara pedagang dan

pembeli.

Menurut Ibu Intan, usia 65 tahun, yang beralamt di Jln Akik No 16,

salah satu pedagang sayuran. Beliau sudah selama 27 tahun berdagang sayuran

di Pasar Tradisional Akik, teman-teman sesama pedagang sering mengundang

saya pada perayaan resepsi pesta pernikahan atau upacara adat begitupun

sebaliknya, bahkan apabila ada salah seorang pedagang yang tertimpah

musibah atau kemalangan biasanya kami para pedagang yang sudah

berhubungan cukup baik/lama akan memberikan bantuan berupa uang. Bahkan

jika ada pembeli yang datang ke tempat saya untuk mencari barang yang

dibutuhkan dan bertepatan barang yang dicari tersebut habis maka saya akan

(15)

dan biasanya saya menggantinya dalam bentuk uang seharga pembelian

(modalnya).23

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti secara langsung di

Pasar Tradisional Akik, ada banyak etnis yang berdagang di pasar ini antara

lain yaitu: ada 3 etnis pribumi (Jawa, Aceh, Batak). Pada umumnya setiap

pedagang (sesuai dengan etnisnya) akan mempengaruhi etnis lainnya yang ada

di Pasar Tradisional Akik ini, sebagaimana yang kita ketahui budaya Jawa

dalam penggunaan bahasa cenderung lembut dan halus berbeda dengan budaya

batak yang cenderung kuat (vocal) dan keras, selain itu dalam hal perkawinan

dapat dijumpai adanya dua kebudayaan yang berbeda dalam sebuah keluarga

seperti: etnis Jawa adanya pengelompokan pedagang berdasarkan etnisnya.

Akan tetapi inilah yang terjadi daya tarik bagi pembeli yang datang, sehingga Bedasarkan pendapat di atas, adanya sikap solidaritas yang terjalin

diantara para pedagang dapat ditunjukkan dengan cara menghadiri perayaan

resepsi pernikahan atau upacara adat dan memberikan bantuan berupa uang

bagi pedagang yang tertimpah musibah/kemalangan bahkan tidak jarang juga

kita melihat seorang pedagang yang akan meminjam barang dagangan milik

pedagang lainnya yang mana pada barang tersebut laku terjual, pedagang tadi

akan mengganti dalam bentuk uang seharga pembelian (modalnya).

3.3.2 Bidang Budaya

23

Wawancara pribadi, Intan, (21 November 2016) Salah satu pedagang sayuran, Pasar

(16)

tidak jarang kita jumpai para pedagang dari etnis lain juga melakukan hal yang

sama.

Menurut Bapak D.Simanjuntak, usia 55 tahun, yang beralamat di Jln

Pendidikan No 02, Medan Area. “Sehari-hari beliau berjualan cabai untuk

menarik perhatian pembeli saya harus menggunakan suara yang keras sembari

menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari penjual cabai yang lainnya.

Berdasarkan pendapat diatas, etnis batak terkenal dengan suara yang

keras (vokal), pekerja keras. Hal ini menjadi salah satu dampak budaya yang

terjadi di setiap pasar, dimana setiap etnis akan menunjukkan/menampilkan

kebudayaannya masing-masing diamanapun mereka berada sekaligus menjadi

tambahan ilmu tetang kebudayaan dari tiap-tiap etnis dan menjadi daya tarik

tersendiri bagi para pembeli yang datang ke pasar ini.

3.4 Sumber Pendapatan Daerah

Pasar merupakan salah satu pendapatan daerah yaitu melalui retribusi

yang dikutip setiap bulannya. Pasar Tradisional Akik yang dikelolah

Perusahaan Derah Pasar. Setiap pedagang yang berjualan didalam pasar ini dan

usaha-usaha lainnya yang berada disekitar pasar memiliki peranan penting

dalam memberikan sumbangan pendapatan bagi pemerintah.

Menurut Bapak R. Sitinjak, yang beralamat di Jln. Pendidikan No 12,

Medan Area, beliau berusia 43 tahun. Beliau sudah 15 tahun berdagang

sayuran. “Retribusi yang kutip: Uang Kebersihan Rp.5.000/Hari, Uang Parkir

(17)

dihitung dengan berapa meja yang dipakai harga Uang satu meja

Rp.300.000/Bulan. Hasil retribusi yang dikutip setiap bulannya dari pedagang

akan digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Pasar

Tradisional Akik, selain itu pihak PD pasar akan memberikan sebagian hasil

retribusi tersebut kepada pemerintah Kota Medan sebagai sumber pendapatan

daerah”.24

3.5 Tempat Mendapatkan Kebutuhan

Berdasarkan pendapat diatas, hal tersebut sangat wajar dilakukan

mengingat adanya campur tangan Pemerintah Kota Medan terhadap

pasar-pasar yang ada di Kota Medan, dengan menjalin hubungan kerja sama dengan

pihak Perusahaan Derah Pasar. Dari hasil pendapatan yang diperoleh

berdasarkan retribusi yang dikutip setiap bulannya dari pedagang sebagian

akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan sebagai sumber pendapatan

dari sektor perdagangan.

Upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya sudah berlangsung

sejak manusia itu ada.Dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu

faktor yang sangat penting yakni memerlukan adanya pasar sebagai sarana

pendukungnya. Pasar adalah pusat jaringan perdagangan yang sangat aktif dan

meliputi daerah yang sangat luas, lewat pasar itu segala macam dagangan

(18)

disalurkan, dan dari pasar itu sebagian besar penduduk kota barangkali

mendapat mata pencahariannya.25

Dalam fungsi ini Pasar Tradisional Akik bukan hanya dijadikan sebagai

tempat jual beli bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tempat bergaul dan

bertukar informasi bagi sesama pedagang maupun pedagang dengan

pembeli.Di pasar dapat ditemukan kelompok atau suatu organisasi yang

dibentuk oleh para pedagang yang terkadang juga melibatkan para

pembeli.Selain itu diantara pedagang yang mempunyai hubungan yang erat

seperti keluarga. Yang mana telah terjalin rasa persaudaraan yang kuat diantara

kalangan pedagang-pedagang yang lain. Tetapi dalam berebut pelanggan atau Dengan adanya Pasar Tradisional Akik sebagai sarana dalam

pemenuhan kebutuhan manusia, baik kebutuhan pokok (primer) maupun

kebutuhan pendukung (sekunder).Oleh sebab itu masyarakat yang ingin

memenuhi kebutuhan hidupnya dapat mendapatkan kebutuhan tersebut melalui

keberadaan Pasar Tradisional Akik.Segala sesuatu yang dibutuhkan

masyarakat dengan mudah dapat ditemukan dalam pasar tersebut yang telah

menyediakan segalanya, terutama peralatan-peralatan rumah tangga dan

kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup masyarakat

sehari-hari.Sehingga Pasar Tradisional Akik berfungsi sebagai tempat untuk

mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari.

3.6 Sebagai Tempat Bergaul dan Bertukar Informasi

25

(19)

pembeli mereka tetap bersaing walaupun persaingan ini berjalan dengan

(20)

BAB IV

DAMPAK KEBERADAAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL AKIK

4.1 Sejarah dan Keberadaan Pasar Modern

Pasar modern, tidak banyak berbeda dengan pasar tradisional, namun

dalam pasar modern antara penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara

langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang

(barcode) akses label kecil, berada dalam bangunan dan pelayanannya

dilakukan secara mandiri atau dilayani oleh pramuniaga.26

26

Bosa swasta dan Irawan,2002, Managemen Pemasaran Modern, Liberty (Yogyakarta: Delta Kharunnisa.

Barang-barang yang

dijual tidak hanya bahan makanan seperti: buah, sayur, daging. Tetapi sebagian

besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.

Supermarket adalah kata yang digunakan untuk menyebut sebuah pasar

modern yang membiarkan pembelinya memilih dan menimbang sendiri

barang-barang yang diperlukan.Biasanya supermarket memiliki ukuran yang

lebih besar daripada toko yang ada di pasar tradisional karena barang yang

dijual lebih beragam dan memiliki sistem self-service.Beberapa contoh barang

yang dijual adalah produk makanan, peralatan dapur, perlengkapan alat tulis,

(21)

Pada awal perdagangan, semua produk di letakkan di belakang meja

panjang sehingga penjaga tokolah yang harus melakukan semuanya baik dari

menimbang, membungkus dan memilih karena pembeli tidak bisa masuk.

Sistem ini boleh dibilang kurang menguntungkan karena proses belanja yang

berjalan sangat lambat. Jumlah pelanggan yang bisa dilayani pada suatu waktu

dibatasi oleh jumlah staf yang ada di toko.Sistem ini juga memberatkan para

staf, dan para pekerja.

Ide toko dengan menggunakan sistem “Self-Service” pertama kali

dikembangkan oleh pengusaha Clarence Saunders yang menerapkannya pada

tokony, Piggly Wiggly. Toko Piggly Wiggly pertama kali dibuka pada tahun

1916.Dikarenakan ide-ide baru yang diterapkannya, Clarence Saunders

dianugerahi sejumlah hak paten.Selain itu ide yang dicetuskan dan

diterapkannya berhasil membuat tokonya sukes secara finansial.Setelah

melihat kesuksesan tokonya, Sauncers mulai menawarkan waralaba.

Great Atlantic and Pacific Tea Company (A&P) merupakan contoh lain

jaringan toko kelontong yang sukses di Kanada dan Amerika Serikat terutama

di Amerika Utara pada tahun 1920. Kebiasanya dari sistem baru ini adalah

para staf akan mengisi persedian rak dengan barang dagangan sehingga besok

paginya, konsumer bisa memilih dan membawa barang belanja mereka ke

kasir. Resiko dari sistem ini adalah pencurian namun biaya mencegah

pencurian sebanding dengan pengurangan biaya tenaga kerja karena dengan

(22)

Pada awalnya toko-toko yang mengunakan sistem self-service tidak

menjual daging segar. Mereka hanya menjual daging-daging beku dan sudah

dikalengkan. Pada tahun 1920, pengkombinasian toko yang menjual barang

tahan lama serta segar dikembangkan. Menurut sejarah, ada perdebatan antara

King Kullen and Ralph’s of California mengenai siapa yang mengembangkan

toko pengkombinasian ini. Selain itu perdebatan ini juga diramaikan oleh

Weingarten’s Big Food Markets dan Henke & Pillot.

Dan menurut sejarah, supermarket pertama yang menggunakan

sistem self-service terbaru dan canggih adalah supermarket didirikan oleh

Michael J. Cullen pada tanggal 4 Agustus 1930 di Jamaica, Queens di New

York. Toko yang diberi nama “King Kullen” ini mulai beroperasi dengan

slogan “Timbun Sebanyak Munking. Jual Dengan Murah”. Pada saat kematian

Michael J. Cullen pada tahun 1936, sudah ada 17 toko King Kullen yang

beroperasi. Meskipun Clarence Saunders yang telah mencetuskan sistem

self-service, toko yang menjual beragam kebutuhan serta cara pemasaran nasional;

Michael J. Cullen–lah yang berhasil menciptakan supermarket sempurna

dengan menambahkan ide baru seperti segmen makanan, diskon untuk produk

makanan dan tempat parkir.

Pada tahun 1950, rantai toko kelontong yang sudah terkenal dan

didirikan pada tahun 1930-an seperti Kroger dan Safeway terpaksa harus

mengikuti ide Michael J. Cullen walaupun pertamanya mereka sudah

menolaknya. Hal ini disebabkan oleh perekonomian sedang mengalami depresi

(23)

sisinya dikelilingi oleh tempat parkir. Setelah perang dunia II, supermarket

sudah bisa ditemukan disetiap sudut kota Kanada dan Amerika Serikat.

4.2 Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Perkembangan Pasar Tradisional Akik

Pengaruh datangnya pasar modern terhadap pasar tradisional sangat kuat sehingga selalu terjadi pro dan kontra antara para pelaku bisnis retail

modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masuknya pasar modern dalam

suatu wilayah atau kota diharapkan akan mampu bisa menyerap banyak tenaga

kerja dalam hal ini adalah pemuda dan remaja yang baru lulus sekolah tingkat

atas yaitu SMA atau yang setara.

Di dalam berbagai penelitian singkat di berbagai daerah industri

menunjukkan bahwa penggangguran memerlukan penanganan segera. Dalam

hal ini diharapkan bahwa masuknya pasar modern adalah dapat dan mampu

menyerap tenaga kerja yang lebih banyak akan tetapi di dalam bisnis-bisnis

retail bahwa manajemen lebih mementingkan tenaga kerja angkatan baru yakni

adalah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Atas atau SMA yang

setara. Pada awalnya pusat perbelanjaan atau pasar modern ini berasal dari

pasar-pasar tradisional yang semakin berkembang.Ada kalanya gedung yang

digunakan sebagai pusat perbelanjaan ini dibangun di atas pasar-pasar

tradisional. Hal ini menimbulkan fenomena lain yaitu semakin tersisihnya

pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional.

(24)

Hal ini juga menyangkut individu bagi calon customer/pembeli itu

sendiri akan kemanakah mereka dalam membeli kebutuhan sehari-hari.

Akankah mereka membelanjakan uang mereka ke pasar modern ataukah ke

Pasar Tradisional Akik? Pada prinsip-prinsip dasar yang dipakai setiap

masyarakat untuk memutuskan bagaimana cara terbaik untuk

membelanjakannya, termasuk gabungan antara kebutuhan publik dan pribadi,

seharusnya berjalan dengan baik asalkan keputusan tersebut hanya atau

terutama mempengaruhi anggota-anggota masyarakat yang berlaku.

Namun diharapkan masuknya pasar modern di kota Medan atau yang

sejenisnya tidak mengganggu Pasar Tradisional Akik yang sudah terlebih

dahulu berdiri sejak sebelum masuknya pasar modern tersebut. Dibukanya

tempat-tempat perbelanjaan modern menimbulkan kegamangan akan nasib

pasar tradisional skala kecil dan menengah di wilayah kota Medan terkhusus di

Pasar Tradisional Akik. Hilangnya pasar yang telah berpuluh tahun menjadi

penghubung perekonomian pedesaan dengan perkotaan dikhawatirkan akan

mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan.

Dengan hadirnya pasar-pasar modern pemerintah harus tanggap dan

membuat peraturan-peraturan atau undang-undang dan berharap mampu

memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi Pasar Tradisional

Akik.Keberadaan Pasar Tradisional Akik dari satu sisi memang banyak

memiliki kekurangan seperti lokasinya yang kadang mengganggu lalu lintas,

kumuh, kurang tertata, dan lain-lain.Akan tetapi perlu diingat bahwa Pasar

(25)

mengingat bahwa sebagian besar masyarakat masih mengandalkan

perdagangan melalui pasar tradisional. Sehingga sudah selayaknya pemerintah

kota Medan memperhatikan eksistensi pasar tersebut.

Pembenahan terhadap masalah yang muncul dari keberadaan dua pasar

tersebut haruslah segera mencari solusi yang tepat.Misalnya saja dengan

melarang pembangunan pasar-pasar modern yang letaknya dekat dengan Pasar

Tradisional Akik.Penanganan pasar tradisional tersebut haruslah terprogram

oleh pemda untuk memberikan proteksi terhadap pasar tersebut yang semakin

tergeser oleh kehadiran pasar modern.

Pembenahan pasar di atas tidak semata-mata untuk melindungi Pasar

Tradisional Akik dengan masyarakat awamnya.Akan tetapi juga untuk menarik

minat pelanggan ataupun pembeli yang berada di sekitar pasar tersebut.Hal

tersebut merupakan langkah yang cukup bijak mengingat penataan tidak hanya

bertujuan untuk menjaga kelangsungan pasar tetapi juga untuk meningkatkan

pemasukanperekonomian.Sehingga kebijakan tersebut lebih menguntungkan

banyak pihak.

Akan tetapi untuk pembenahan pasar seperti pasar di atas tidak

semudah membalikkan telapak tangan.Karena menyangkut tingkat pendidikan,

masyarakat lapis bawah, yang cenderung rendah.Selain itu pola kebiasaan

masyarakat juga turut menjadi penghambat penataan pasar.Secara normatif

solusi yang tepat untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut adalah

dengan mensinergikan pasar tradisional dan tempat perbelanjaan modern

(26)

bersifat memberikan solusi kepada pasar-pasar tradisional terkhusus Pasar

Tradisional Akik.Karena Pasar Tradisional Akik merupakan salah satu pilar

ekonomi yang cukup potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat

sekitar.Pasar tersebut mampu memberikan kehidupan bagi perekonomian

terutama masyarakat bawah.Pemda juga diuntungkan dengan dijadikannya

pasar tradisional menjadi kawasan tujuan wisata.Pemda dapat meraup pajak

lebih besar dari pasar tersebut.

Sebagaimana ketika orang akan bertamu ke suatu tempat haruslah

mengerti norma atau aturan-aturan yang berlaku baik lisan maupun tulisan

karena dengan begitu tuan rumah menyambut dengan ramah pula, begitu pula

jika suatu pasar modern akan datang dalam suatu wilayah atau kota haruslah

mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Tentunya ketika pasar modern

datang haruslah melihat keadaan di sekitarnya akankah berpengaruh baik atau

malah sebaliknya, dan dengan datangnya pasar modern dalam suatu wilayah

atau kota haruslah dapat mengubah perekonomian dalam suatu kota tanpa

mengurangi eksistensi pasar tradisional yang notabene sudah terdahulu berdiri

sebelum masuknya pasar-pasar modern.

4.3 Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional Akik

Pasar modern di Indonesia akan berkembang dari tahun ke tahun.

Perkembangan yang pesat ini sangat di rasakan pedagang Pasar Tradisional

(27)

satunya bisa jadi akan terus menekan keberadaan pedagang Pasar Tradisional

Akik, pada titik terendah dalam 20 tahun mendatang. Pasar modern yang

notabene dimiliki oleh peritel asing dan konglomerat lokal akan menggantikan

peran Pasar Tradisional Akik. Keberadaan Pedagang Pasar Tradisional Akik

yang mayoritas oleh masyarakat kecil dan sebelumnya menguasai bisnis ritel

di kota Medan terkhusus di Kecamatan Medan Area.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya langkah nyata dari

pedagang Pasar Tradisional Akik agar dapat mempertahankan pelanggan dan

keberadaan usahanya.Para pedagang di Pasar Tradisional Akik harus

mengembangkan strategi dan membangun rencana yang mampu memenuhi

kebutuhan dan tuntutan konsumen sebagaimana yang dilakukan pasar modern.

Jika tidak, maka mayoritas pedagang Pasar Tradisional Akik beserta

penghuninya hanya akan menjadi sejarah yang tersimpan dalam album

kenangan industri ritel di kota Medan dalam waktu yang relatif singkat.

Pertarungan sengit antara pedagang Pasar Tradisional Akik dengan peritel

raksasa merupakan fenomena umum era globalisasi. Jika Pemerintah tidak

hati-hati, dengan membina keduanya supaya sinergis, Perpres Pasar Modern

justru akan membuat semua pedagang Pasar Tradisional Akik mati secara

sistematis.

Dan menurut saya pemerintah harus memberlakukan zonasi untuk

penerbitan izin usaha pasar modern untuk melindungi pedagang tradisional

terkhusus pedagang Pasar Tradisional Akik.Hal tersebut sudah diamanatkan

(28)

pusat perbelanjaan modern. 27

Semenjak di depan ada mitra memang ngaruh mas...orang khan milih

yang enak buat belanja tapi klo sayur mayur orang tetep pilih belanja di sini.

Nah klo bumbu atau barang kebutuhan sehari-hari mereka memilih ke Mitra. Dalam peraturan itu, pemerintah juga

memberikan wewenang urusan zonasi kepada pemerintah daerah sehingga

belum ada batas baku mengenai jarak pasar tradisional dan modern.

4.3.1 Penurunan Omset Penjualan

Dampak langsung dan nyata atas kehadiran pasar modern terhadap

pasar tradisional adalah penurunan jumlah pembeli.Dalam hasil wawancara

dengan salah seorang pedagang menyebutkan bahwa kehadiran pasar modern

merupakan dampak utama dari penurunan omset penjualan yang selama ini

dialami oleh para penjual di pasar tradisional.Salah satu wawancara dengan

Ibu Tentrem menyatakan bahwa sejak adanya pasar modern (MITRA) yang

dibangun di sekitar Pasar Tradisional Akik memang memberikan dampak

berupa penurunan omset penjualan.

28

Bentuk lain dari pasar modern yang juga mengancam keberadaan Pasar

Tradisional Akik adalah Indomaret dan Alfamart tidak hanya menurunkan

omset penjualan dari konsumen langsung namun juga berdampak pada penjual

berkulakan di Pasar tradisional Akik. Hal ini di ketahui berdasarkan

wawancara dengan salah seorang informan bernama Pak Slamet sebagai

berikut:

27

Perpres, No. 112/2007, Pasar Tradisional dan Pasar Modern.

28

(29)

Waa…ya jelas nak pengaruh Indomaret dan Alfamart itu ke penjualan.Ndak

cuman saya namun seluruh penjual di pasar sini ikut juga terpengaruh.Dulu

jualan saya disini ya jaman jaya-jayanya, setelah muncul Alfamart itu mulai

kendor (turun).29

Ia ngaruhnya itu ndak cuman yang langsung beli disini tapi juga

orang-orang itu juga tutup. Semua milih ke grosiran besar kayak makro.

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa pengaruh

utama dari kehadiran pasar modern yang memberikan pengaruh adalah

kehadiran MITRA (karena berada dekat dengan lokasi Pasar Tradisional Akik)

serta Alfamart dan Indomaret (karena paling banyak ditemui di dekat

pemukiman masyarakat di Kecamatan Medan Area).Penurunan omset

penjualan yang di dapatkan informan sebelum merebaknya pasar modern dan

setelah merebaknya pasar modern.

Dalam hisal wawancara lain mununjukkan bahwa konsumen yang

mengalami penurunan pembelian tidak hanya berupa konsumen langsung

namun juga para pedagang kecil yang berkulakan di Pasar Tradisional Akik.

Untuk selanjutnya wawancara dengan Ibu Tentrem akan diuraikan sebagai

berikut:

30

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa para pembeli

yang berbelanja di Pasar Tradisional Akik tidak hanya para konsumen

langsung namun juga para pedagang kecil sama-sama mengalami penurunan

pembelian.Oleh karena itu baik dari konsumen langsung dan para pedagang

29

(30)

kecil sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk membeli di Pasar Tradisional

Akik.

Secara keseluruhan hasil wawancara dengan informan terhadap dampak

penurunan omset penjualan.Penurunan omset penjualan ini dibandingkan dari

masa informan berjualan hingga saat ini.Konsumen yang dimaksud informan

adalah konsumen langsung serta para penjual yang berkulakan di Pasar

Tradisional Akik.Akibat tidak langsung serta para penjual yang berkulakan di

Pasar Tradisional Akik.Akibat tidak langsung dari turunnya omset penjualan

adalah turunnya jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik.Menurut

informan, pasar modern yang paling mengancam adalah kehadiran Alfamart

dan Indomaret.

Turunnya omset penjualan pedagang adalah salah satu dampak

ekonomi yang dirasakan oleh pedagang pasar Tradisional Akik akibat

keberadaan pasar modern.Pengunjung pasar yang semakin hari semakin kian

sepi membuat modal pedagang tergoroti hingga nyaris bangkrut.Hal ini

tercermin dari kondisi pedagang di Pasar Tradisional Akik ketika menghadapi

kehadiran pasar modern.Dampak yang dihadapi oleh pedagang Pasar

Tradisional Akik lebih cenderung negatif.Dampak negatif tersebut

menyebabkan pedagang Pasar Tradisional Akik mengalami berbagai

perubahan sosial yang tidak dapat dihindarkan.Dalam hasil temuan data

peneliti menunjukkan bahwa pedagang di Pasar Tradisional Akik mengalami

penurunan jumlah pembeli yang menyebabkan turunnya omset penjualan.Di

(31)

sistem pengeloloan yang baik maka pedagang di Pasar Tradisional Akik

memilih menutup dagangannya.

4.3.2 Turunnya Jumlah Pedagang di Pasar Tradisional Akik

Hasil temuan data yang didapatkan oleh peneliti dalam dampak

kehadiran pasar modern pada Pasar Tradisional Akik adalah turunnya jumlah

penjual sendiri.Turunnya jumlah pedagang yang ada di Pasar Tradisional Akik

akibat merebaknya pasar modern.Banyak para pedagang yang kemudian

“gulung tikar” akibat menurunnya jumlah pembeli. Dengan kata lain turunnya

jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik merupakan dampak tidak

langsung dari kehadiran pasar modern terhadap pasar tradisional.

Dalam hasil wawancara lain menunjukkan bahwa akibat dari kehadiran

pasar moden mengakibatkan dampak tidak langsung yaitu turunnya jumlah

pedagang yang ada di Pasar Trdisional Akik. Hasil wawacara dengan informan

Ibu Nala diurai sebagai berikut:

Kalau pengaruhnya dari jualan yang turun tu dan pasarnya tidak semasa

dulu…meski keliatan dari depan pasar masih keliatan rame tapi sebenarnya

kalau yang didalam banyak yang berkurang jadi pasar ndak semasa dulu.31

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa akibat dari turunnya

omset penjualan adalah jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik yang

semakin menurun.Banyak pedagang yang tidak mampu bertahan akibat

(32)

dulu. Para pedagang memilih lokasi di bagian depan pasar yang dianggap lebih

strategis sehingga bagian pasar lebih sepi.

Melalui wawancara dengan informan pedagang Pasar Tradisional Akik

menunjukkan bahwa penurunan jumlah pedagang tersebut diakibatkan

turunnya jumlah pembeli serta faktor dari pedagang itu sendiri.

Hasil wawancara dengan salah satu informan diuraikan sebagai berikut:

Iya mas_kalau berjualan di pasar sudah pasti tidak sebanyak

dulu.Sudah banyak yang berkurang… pada tutup. Ndak cumin karena

pembelinya turun saja sih mas tapi dikarena yang jualan sudah banyak yang

tidak sanggup mengelola modal dan itu yang jual tidak memiliki banyak modal

dan statusnya mulai menurun.32

Para pedagang tersebut selanjutnya memilih beralih menjadi pedagang

kaki lima (PKL) karena dianggap menguntungkan dibanding berjualan di

dalam pasar. Selanjutnya apabila para pedagang masih saja tidak mampu

bertahan mereka akan memilih untuk menutup jualan dan beralih ke profesi

lain. Hal ini sesuai dengan wawancara dengan salah satu informan sebagai

berikut:

Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa faktor

penurunan angka pembelian disertai dengan pengelolaan modal yang kurang

biak menjadi faktor banyaknya pedagang gulung tikar. Minimnya modal serta

manejemen pengelolaan yang kurang baik memperparah kondisi para

pedagang di Pasar Tradisional Akik sehingga makin memperbanyak para

pedagang yang tidak meneruskan usahanya.

32

(33)

Banyak para pedagang yang memilih jualan di depan sana karena ndak

usah sewa kios/meja cukup dengan membayar retribusi saja, ini kan

mengurangi modal. Kalau masih dengan jualan di depan tidak mengikuti ya

mereka pada pulang kampong atau merantau mas… entah jadi buruh tani atau

kerja di toko-toko.33

Secara keseluruhan hasil data dalam dampak kehadiran pasar modern

pada Pasar Tradisional Akik yaitu turunnya jumlah pedagang.Ketika para

pedagang tidak mampu mongelola modal atau hanya memiliki modal yang

sedikit maka para pedagang semakin tidak mampu bertahan ketika menghadapi

persaingan dengan kehadiran pasar modern.Indikasih dari turunnya jumlah

penjual adalah sepinya kios-kios yang berada di bagian dalam Pasar Menurut informa pedagang Pasar Tradisional Akik pengusaha pertama

yang terpaksa menutup bisnisnya umumnya adalah mereka yang menjual

barang-barang umum, makanan olahan, produk susu, lalu di ikuti toko yang

menjual produk segar dan pasar basa. Setelah beberapa tahun bergelut dengan

persaingan, pedagang Pasar Tradisional Akik yang biasanya masih tetap

bertahan berdagang adalah mereka yang berjualan satu produk atau merek

yang berjualan di lokasi di mana supermarket secara resmi tidak

diperkenankan masuk. Hasil wawacara dengan informan akan diuraikan

sebagai berikut:

Pedagangnya ya kebanyakan pedagang sayuran, kalau kelontong kayak

jaman dahulu sudah sangat berkurang karena sudah tersaingi oleh supermarket

(34)

Tradisional Akik. Kebanyakan pedagang memilih lokasi yang berada di depan

yang dianggap lebih strategis ketika menyambut konsumen datang. Ataupun

menjadi pedagang kaki lima (PKL) untuk menekan biaya modal untuk

membeli/menyewalapak/kios. Sebagian besar pedagang Pasar Tradisional

Akik yang masih bertahan adalah para pedagang sayuran sehingga pedagang

kelontong hamper tidak ada.

Dampak keberadaan pasar modern menyebabkan perubahan sosial

terhadap pedagang Pasar Tradisional Akik.Perubahan sosial itu terlihat dari

jumlah pedagang pasar Tradisional Akik yang semakin turun. Sebelum pasar

modern meluas di sekitar Pasar Tradisional Akik jumlah pedagang yang ada di

Pasar Tradisional Akik masih banyak, tetapi semenjak pasar modern meluas

semakin lama jumlah pedagang Pasar Tradisional Akik mejnadi berkurang.

Pedagang yang masih bertahan adalah pedagang-pedagang lama yang sudah

banyak pelanggan dan mempunyai modal serta manejemen pengelolaan yang

baik, sedangkan pedagang-pedagang baru yang belum mempunyai pelanggan

yang banyak, minimnya modal serta manejemen yang kurang baik terpaksa

harus menjadi korban kerena tidak mampu bersaing dengan pasar modern.

(35)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian di Pasar Tradisional Akik Desa Suka

Ramai II, Medan Area, Medan. Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut:

Adapun pasar di kota Medan yang pertama kali dikenal adalah untuk

mensuplai kebutuhan konsumsi daging ternak, dibangun pada tahun 1886 yang

terletak di jalan Perdagangan. Kemudian pasar diperluas untuk mensuplai

kebutuhan konsumsi ikan segar, sampai ke jalan Pembelian (sekarang menjadi

Pasar Ikan Lama). Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan

komoditi khususnya makanan pokok juga bertambah. Maka pada tahun 1905

dibangunlah Pasar Sayur untuk keperluan penjualan sayur-mayur yang terletak

di jalan Cirebon (sekarang dikenal dengan Pasar Hongkong).Adapun untuk

penjualan alat perkakas dapur maka pada tahun 1915 dibangun pasar di Petisah

dan ketika itu orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pasar Bundar. Pada

tanggal 29 April 1929 dalam sidangnya Gemeenteraad (Pemerintah Kotapraja

Medan) mengusulkan pembangunan sebuah pasar di atas tanah bekas pacuan

kuda, yang oleh masyarakat disebut Pasar Lomba, pembangunan fisiknya

dimulai pada tanggal 2 April 1931 dan selesai pada tanggal 31 Desember 1932.

Pada awalnya pasar ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya pedagang kecil

(36)

banyaknya jumlah pedagang yang melebihi kapasitas tempat dagang yang

telah ditentukan sehingga menyebabkan kondisi pasar yang sangat semrawut,

untuk mengatasi hal tersebut dilakukanlah perluasan pasar, dan didorong

dengan meluasnya masyarat ke berbagai sudut kota Medan. Pasar-pasar

tradisional ikut serta mendampingi perekonomian masyarakat. Dalam

perkembangan, sesungguhnya Pasar Tradisional Akik yang tidak memiliki

masalah apapun, sebab Pasar Tradisional Akik berdiri secara mandiri, dengan

cara gotong royong pada tahun 1957.

Adapun fungsi pasar dalam bidang ekonomi bagi masyarakat pada

umumnya adalah sebagai tempat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, dapat

menambah lapangan pekerjaan, menjadi sumber pendapatan daerah, fungsi

pasar dalam bidang sosial-budaya selain adanya hubungan interaksi yang

terjadi antara pedagang dan pembeli dalam aktivitas jual beli, pada saat yang

bersamaan pasar juga berfungsi sebagai tempat pertemuan budaya yang

berbeda-beda dan akan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

Dampak Pasar Tradisional Akik terhadap kehidupan masyarakat dalam

bidang ekonomi adanya peningkatan pendapatan yang diperoleh para

pedagang, dalam bidang sosial adanya sikap solidaritas yang ditunjukkan

dalam kehidupan sehari-hari baik pada saat di luar pasar seperti menghadiri

perayaan resepsi pesta pernikahan, memberikan bantuan berupa uang kepada

pedagang yang tertimpa musibah atau kemalangan, dan dalam bidang budaya

(37)

ini menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi pembeli yang datang dan menjadi

tambahan pengetahuan bagi setiap individu yang ada di dalam pasar.

Pengaruh yang ditimbulkan pasar modern bagi para pedagang Pasar

Tradisional Akik dalam pendapatan bervareasi, terdapat kelompok yang

menanggapi secara positif, negatif dan biasa-biasa saja. Bagi para pedagang

ada yang merasakan adanya pasar modern yang letaknya cukup dekat dengan

Pasar Tradisional yang membuat pedapatanya menurun karena konsemennya

pada pergi ke pasar modern tersebut, karena sisitem disana sangat baik mulai

dari pelayanan serta keadaan yang begitu aman dan nyaman. Pedagang

tersebut adalah pedagang sembako, pedagang ikan.

Dari waktu ke waktu Pasar Tradisional Akik membuat inisiatif

perubahan-perubahan struktural, dimana perubahan-perubahan yaitu perbaikan

lapangan parkir, tempat kamar mandi (wc), perbaiakan atap, sehingga

membantu untuk kenyamanan konsumen. Sampai sekarang Pasar Tradisional

Akik masih tetap berdiri dan bertahan sampai sekarang dikarenakan ada

beberapa faktor diantaranya (1) aspek karakter (transaksi tawar-menawar), (2)

pasar tradisional wajib ada untuk menerap produksi, (3) aspek khas (praktis).

Didalam teori dikatakan dimana ada pasar berskala besar (modal besar)

akan mematikan pasar kecil sehingga mengakibatkan para pedagang

kehilangan pedapatannya. Ini menunjukkan tidak semuanya pasar besar bisa

mengalahkan pasar kecil dibuktikan dalam penelitian penulis di Pasar

Tradisional Akik bahwa adanya pasar besar (Pasar Sukaramai) membawah

(38)

5.2 SARAN

Melalui penelitian ini maka peneliti memiliki saran sebagai berikut:

Sebaiknya pihak PD Pasar lebih tegas dalam melaksanakan peraturan

yang berlaku dan lebih konsisten dalam memelihara dan memajukan Pasar

tradisional Akik, karena Pasar Tradisional Akik ini merupakan salah satu aset

yang sangat penting terutama dilihat secara historis berdirinya Pasar

Tradisional Akik merupakan salah satu pasar yang sudah cukup tua dan

terlebih berdirinya dengan budaya gotong royong yang semestinya dilestarikan

di kota Medan, hal ini tidak dapat dipungkiri melihat Pasar Tradisional Akik

yang sampai saat ini masih merupakan ikon perekonomian masyarakat

menengah kebawah di kecamatan Medan Area.

Pemerintah kota Medan dan pihak PD Pasar harus bekerjasama dalam

melindungi dan melestarikan bangunan-bangunan lama pasar tradisional yang

terkhusus Pasar Tradisional Akik. Guna untuk menambah daya tarik/eksotisme

kota Medan dan mendidik anak-anak kita untuk mencintai sejarah lokalnya

dan menanamkan nilai-nilai sejarah agar generasi kita selanjutnya bangga akan

kekayaan sejarah yang dimilikinya, belajar dari adanya sejarah (pengalaman)

dalam menghadapi masa yang akan datang dan menjadi sumber pendapatan

daerah.

Kepada pihak PD Pasar sebaiknya harus bekerja lebih

sungguh-sungguh lagi dalam menjalankan tugasnya agar keberadaan Pasar Tradisional

(39)

karena pihak-pihak tertentu. Melainkan masih dapat diwariskan kepada anak,

cucu kita di masa yang akan datang.

Pihak PD Pasar harus lebih tegas dalam menertibkan

pedagang-pedagang liar yang berdampak pada pendapatan pedagang-pedagang tetap.Selain itu

berdampak pula pada keindahan pasar dan kenyamanan pembeli.Sehingga

hubungan antara pedagang dan pembeli terjalin dengan baik, begitupun

hubungan antara pedagang dan pihak PD Pasar.

Bagi pembaca hendaknya skripsi ini dapat dijadikan pelajaran bahwah

untuk mendambakan masyarakat yang sejahtera dibutuhkan lingkungan yang

bebas dari eksploitasi serta tidak menguntungkan pemodal yang lebih besar

dan kita sebagai masyarakat jangan berlebih-lebihan menganut modal yang

berbau besar.

Sebagai penutup skripsi yang berjudul “Pasar Tradisional Akik Tahun

1957-2006” Penulis mengucapka rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus,

yang telah melimpahkan Rahmat serta berkat-Nya sehingga penulisan

penelitian ini dapat diselesaikan. Peneliti juga menyadari bahwasanya masih

banyak sekali kekurangan dan memerlukan perbaikan ulang.Untuk itu, penulis

mengharapkan saran dari berbagai pihak dan para pembaca demi teryujudnya

(40)

BAB II

GAMBARAN UMUM PASAR TRADISIONAL AKIK

2.1 Letak Geografis

Pasar Tradisional Akik berada di wilayah Kecamatan Medan Area

bagian dari Kota Medan yang mempunyai luas wilayah sekitar 7,75 Km²

dengan ketinggian wilayah 30 meter di atas permukaan laut, Pasar Tradisional

Akik persis berada di Kelurahan Sukaramai II, Jln. Akik No 05, dengan luas

wilayah 32,2 Luas/Ha.

Secara geografis, di sebelah Utara Kecamatan Medan Area berbatasan

langsung dengan Kecamatan Medan Perjuangan, sebelah Selatan berbatasan

dengan Kecamatan Medan Kota, sebelah Timur berbatasan dengan Medan

Denai, di sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Medan Kota.Kelurahan

Pasar Merah Timur merupakan kelurahan terluas di Kecamatan Medan Area

yaitu sekitar 0,75 Km² atau sebesar 17,77 persen dari total luas Kecamatan

Medan Area, sedangkan kelurahan dengan wilayah terkecil yaitu Kelurahan

Tegal Sari II dengan luas wilayah hanya 0,24 Km² atau sebesar 5,69 persen

dari luas wilayah Kecamatan Medan Area secara total.

Ditinjau dari jarak antara kantor kelurahan dan kantor kecamatan,

kantor Kelurahan Tegal Sari III memiliki jarak terjauh dari kantor Kecamatan

Medan Area yaitu sekitar 3 km sedangkan yang terdekat yaitu kantor

(41)

Kecamatan Medan Area dipimpin oleh seorang Camat, saat ini terdiri

dari 12 kelurahan yang terbagi atas 172 lingkungan.

Tabel 2.1

Kepadatan Penduduk Per-Kelurahan di Kecamatan Medan Area

No Kelurahan Jiwa

1 Pandau Hulu II 2.368

2 Sei Rengas II 1.447

3 Suka Ramai II 1.724

4 Sei Ranges Permata 961

5 Kota Matsum I 2.959

6 Kota Matsum II 2.029

7 Kota Matsum IV 3.432

8 Suka Ramai I 2.865

9 Tegal Sari I 2.912

10 Tegal Sari II 1.557

11 Tegar Sari III 2.959

12 Pasar Merah Timur 2.713

Jumlah 121.578

(42)

Tabel 2.2

Luas Wilayah Dirinci per Kelurahan di Kecamatan Medan Area

No Kelurahan

Luas Wilayah (Km²)

Persentase Luas Kecamatan (%)

1 Pandau Hulu II 0,48 11,57

2 Sei Rengas II 0,36 8,53

3 Suka Ramai II 0,31 7,35

4 Sei Ranges Permata 0,26 6,16

5 Kota Matsum I 0,34 8,06

6 Kota Matsum II 0,27 6,40

7 Kota Matsum IV 0,27 6,40

8 Suka Ramai I 0,23 8,29

9 Tegal Sari I 0,24 5,69

10 Tegal Sari II 0,24 5,69

11 Tegar Sari III 0,35 8,29

12 Pasar Merah Timur 0,75 17,77

Jumlah 4,22 100

(43)

2.2 Sejarah Singkat Pasar Tradisional Akik

Pasar di kota Medan pertama kali berfungsi untuk mensuplai kebutuhan

konsumen daging temak, yang dibangun pada tahun 1882 terletak di Jalan

Perdagangan. Kemudian pasar diperluas untuk mensuplai kebutuhan konsumsi

ikan segar, sampai ke Jalan pembelian (sekarang menjadi Pasar Ikan Lama).

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan komoditi khususnya

makanan pokok juga bertambah. Maka pada tahun 1905 dibangunlah Pasar

Sayur untuk keperluan penjualan sayur-mayur yang terletak di Jalan Cirebon

(sekarang dikenal dengan Pasar Hongkong).Adapun untuk penjualan alat

perkakas dapur maka pada tahun 1915 dibangun pasar di Petisah dan ketika itu

orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pasar Bundar. Pada tanggal 29 April

1929 dalam sidangnya Gemeenteraad(Perintah Kotapraja Medan)

mengusulkan pembangunan sebuah pasar di atas tanah bekas pacuan kuda,

yang orang sebut Pasar Lomba, pembangunan fisiknya dimulai pada tanggal

12 April 1931 dan selesai pada tanggal 31 Desember 1932. Pada awalnya pasar

ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya pedagang kecil pada hari-hari

pasar, akan tetapi semakin dengan ramainya pasar dan banyaknya jumlah

pedagang yang melebihi kapasitas tempat dagang yang telah ditentukan

sehingga menyebabkan kondisi pasar yang sangat semrawut, untuk mengatasi

hal tersebut dilakukanlah perluasan pasar, dan didorong dengan meluasnya

masyarakat ke berbagai sudut kota Medan. Pasar-pasar ikut serta mendampingi

(44)

Pasar sebagai pusat pertemuan pedagang dan pembeli ataupun

sebaliknya, biasanya beradi di tempat-tempat yang strategis, yakni tempat yang

mudah dicapai baik oleh pihak penjual maupun oleh pihak pembeli.Tempat

yang tidak jauh dari tempat hunian, tempat yang aman dari gangguan umum,

misalnya di pinggir belahan sungai, dekat persimpangan jalan, dan sebagainya.

Pasar Tradisional Akik memiliki keunikan tersendiri dari pasar yang

lain, nama pasar sekaligus nama jalan dimana Pasar Tradisional Akik tersebut

berada. Pada tahun 1957 Pasar Tradisional Akik berdiri dengan cara budaya

gotong royong, seiring dengan perkembangan dan bertumbuhnya penduduk,

maka bertambah pula para pedagang yang berjualan di Pasar Tradisional Akik.

Mengingat kencenderungan jumlah penduduk yang semakin bertambah,

sangatlah membutuhkan yang namanya pasar untuk memperoleh kebutuhan

ekonomi dan juga kebutuhan rumah tangga.

Menurut wawancara peneliti dengan Bapak S. Sihombing, beliau sudah

berdagang di Pasar Tradisional Akik sejak 26 tahun yang lalu. Sesuai dari

informasi yang peneliti dapatkan dari beliau pasar tersebut bertumbuh dari

satu, dua tiga orang pedagang yang semakin lama waktupun mengawal mereka

hingga pada tahun 1957 mereka merencanakan untuk didirikannya Pasar

Tradisional Akik dengan cara gotong rowong, jadi sangat aneh jikalau

sekarang banyak orang yang menyalahkan dan menuduh biang keladi

penyebab sepinya pasar Sukaramai yang baru saja dibangun dengan modifikasi

(45)

penyebab kemunduran usaha mereka sebagai pedagang pasar modern

tersebut.10

Pasar tradisional sudah dikenal sejak puluhan abad lalu, diperkerakan

sudah muncul sejak zaman kerajaan Kutai pada abab ke 5 Masehi.Dimulia dari

tukar menukar barang kebutuhan sehari-hari dengan para pelaut dari negeri

tirai Cina, masyarakat mulai mengelar dagangannya dan terjadi transaksi jual

beli tanpa mata uang. Dalam awal-awal keberadaannya, pasar tradisional

memiliki peranan yang penting dalam perkembangan wilayah dan

terbentuknya kota.Sebagai pusat aktifitas ekonomi masyarakat, pasar

tradisional telah mendorong tumbuhnya pemukiman-pemukiman dan aktivitas

sosial ekonomi lainnya di sekitar pasar tersebut dan pada tahap selanjutnya

berkembang menjadi pusat pemerintahan. 2.3 Keadaan dan Aktifitas Pasar

11

Jasa besar pasar tradisional (tentunya dengan pelaku-pelaku di dalam

pasar tersebut), hampir tidak terbantah terutama jika kita lihat sejarah

berdirinya hampir di seluruh kota di Indonesia. Bahkan dibeberapa relif candi

nusantara diperlihatkan cerita tentang masyarakat jaman kerajaan ketika

bertransaksi jual beli walaupun tidak secara detail.Bahkan pada saat masuknya

peradaban Islam di tanah air di abad 12 Masehi, pasar digunakan sebagai alat

10

Wawancara pribadi, 24 november 2016, S. Simbolon,Pedang Pasar Tradisional Akik.

11

(46)

untuk berdakwah. Para wali mengajarkan tata cara berdagang yang benar

menurut ajaran Islam.

Sebuah pasar terdiri dari pelanggan potensial dengan kebutuhan atau

keinginan tertentu yang mungkin mau dan mampu untuk ambil bagian dalam

jual beli guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut. Karena itu besar

kecilnya suatu pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan

kebutuhan, mempunyai sumber daya yang menarik bagi orang lain, dan mau

menyediakan sumeber daya tersebut untuk memperoleh apa yang mereka

inginkan.12

12

DH. Penny, 1990 (Hal27), Kemiskinan Peranan Sumber Pasar, Jakarta: Universitas Indonesia.

Terbentuknya pasar ada dua macam, 1) Pasar sebagai lembaga atau

tempat orang berjual beli, terjadi secara kebetulan saja, misalnya pedagang

berhenti disuatu tempat dan mejajakan barang dagangannya lalu beberapa

orang pembeli datang dan terjadi transaksi jual beli.Jika hal itu terjadi secara

berkesinambungan maka tempat tersebut sudah biasadikatakan sebuah pasar.

2) Pasar terjadi berdasarkan perencanaan. Masyarakat merasa kekurangan

dalam memenuhi kebutuhan ekonominya dalam kehidupan sehari-hari karena

di daerah tempat tinggalnya belum terdapat sebuah pasar.Maka sejumlah

masyarakat mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk membangun dan

mendirikan pasar didaerah tersebut.Masyarakat bersama aparat pemerintah

setempat bermufakat untuk mendirikan pasar di tempat yang telah

direncanakan dan disepakati bersama.Pasar itu terbentuk karena adanya

(47)

Dalam kehidupan manusia sehari-hari khususnya di kota Medan jual

beli suatu barang disebut dengan pajak, akan tetapi hal tersebut hanya berlaku

dalam komunikasi sehari-hari saja, sedangkan kata yang bakunya adalah pasar.

Pajak adalah nama khas untuk menyebut pasar tradisional yang ada di kota

Medan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia pengertian dari pajak adalah

pengutan wajib, hak untuk mengusahakan sesuatu dengan membayar sewa

kepada Negara sedangkan pasar adalah tempat orang melakukan jual beli.

Pasar sebagai pusat pertemuan pedagang dan pembeli, biasanya berada

dalam tepat-tempat yang strategis, yaitu tempat yang mudah dicapai baik oleh

penjual dan pembeli, berada di tempat yang dekat dengan pemukiman

masyarakat, tempat yang sering dilalui orang dan jauh dari gangguan umum

misalnya dipinggiran belahan sungai, dekat persimpangan jalan dan

sebagainya. Dengan dibangunnya jalan raya keberadaan Pasar Tradisional

Akik semakin berkembang karena lokasinya yang begitu strategis berada tepat

di Jalan Akik No 05 yang sangat dekat dengan pemukiman masyarakat.

Menurut S. Simanjuntak, pedagang yang berdagang sudah cukup lama

di Pasar Tradisional Akik menyataka bahwa pada tahun 1993 pasar tersebut

sudah beroprasi dari pagi sampai sore hari. Karena lokasi pasar yang letaknya

sangat strategis, pasar ini selalu ramai dikunjungi para konsumen.Pada saat itu

para pedagang menjajakan barang dagangannya belum ditentukan tempat

berjualannya atau belum memiliki aturan yang benar-benar mengikat

(48)

bersifat lisan saja, terutama tidak saling merugikan diantara mereka para

pedagang.13

Para pedagang tidak dikutip biaya apapun karena sebagian besar

pedagang tersebut penduduk yang menetap disekitar Pasar Tradisional Akik

dan juga karena pasar ini berdiri dengan apa adanya dengan cara gotong

royong masyarakat sekitar. Keadaan pasar tersebut belum terorganisasi dengan

baik, dimana belum terdapat petugas penjaga kebersihan dan penjaga malam

yang sah.Tetapi beberapa para pedagang sering menggunakan jasa orang yang

untuk membersihkan sampah sisa-sisa jualan mereka dengan memberikan

upah sekedarnya saja.

Jenis dagangan yang di perdagangkan berupa kebutuhan hidup

sehari-hari seperti: sayur mayur, ikan, cabai, dan bawang serta kebutuhan sesehari-hari-sehari-hari

lainnya. Para pedagang hanya mengunakan meja-meja yang dibuat dari kayu

tetapi ada juga yang menggunakan gerobak sebagai tempat meletakkan barang

dagangannya, jika sudah selesai maka gerobaknya dibawa kembali pulang, dan

1-5 orang yang sudah memiliki kios untuk menyimpan barang dagangannya.

14

13

Wawancara pribadi, S. Simanjuntak, 22 Vovember 2016, Pasar Tradisional Aiki.

14

Wawancara pribadi, Ruslanda, 23 November 2016, Pasar Tradisional Akik.

Pengunjung pasar kebanyakan mereka yang menetap di Kelurahan

Suka Ramai II, selain itu ada juga yang datang dari luar wilayah ini.Pada masa

itu Pasar Tradisional Akik adalah pasar yang aktifdari pagi sampai sore hari

untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari.Sehingga para pedagang dan

pembeli sangat ramai sekali bila dibandingkan dengan wilayah pasarnya yang

(49)

2.4 Akses Menuju Pasar

Faktor transfortasi merupakan faktor yang sangat penting dalam

perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Demikian juga dengan masyarakat

Kelurahan Suka Ramai II, sudah bisa dikatakan sarana transportasi sangat

lancar di daerah tersebut sehingga untuk mencapai Pasar Tradisional Akik,

sudah bisa dikatakan sarana transportasi sangat lancar di daerah tersebut

sehingga untuk mencapai Pasar Tradisional Akik pendatang yang datang dari

luar daerah tidak mengalami kesulitan lagi. Sarana jalan yang sdah memadai

memudahkan para pedagang untuk mengadakan transaksi jual beli secara

langsung.Jalan-jalan yang menuju ke areal Pasar tersebut pada umumnya

sudah dapat dijangkau oleh kendaraan besar maupun kecil.Bagi penduduk

yang tinggal di pinggiran jalan atau sedikit jauh dari jalan umum biasanya

mempergunakan jasa angkutan umum.Sedangkan bagi penduduk yang tinggal

lebih jauh kepedalaman, mereka kebanyakan menggunakan becak sebagai alat

transportasi, namun tidak sedikit penduduk yang tinggal di sekitar pasar hanya

berjalan kaki saja.

Alat transportasi yang digunakan para pedagang maupun para pembeli

untuk menjangkau pasar antara lain kendaaraan umum, kendaraan pribadi,

pickup maupun becak. Kendaraan umum pada masa itu selain Angkutan

Kota.Hal ini sangat menguntungkan para pedagang yang bisa secara langsung

membawa barang dagangannya dikarenakan Angkutan Kota yang sangat

banyak jumlahnya dan pada umumnya penumpangnya merupakan para

(50)

Semakin lancarnya transportasi serta jalan yang dilalui tentu

komunikasi dengan masyarakat luar juga semakin lancar. Komunikasi yang

lancar antara masyarakat suatu daerah dengan masyarakat derah lainnya akan

saling bertukar informasi dan bisa menerima masukan-masukan dari

masyarakat pendatang sebagai bahan perbandingan dengan apa yang telah

dilakukan selama ini. Tidak jarang hal-hal yang dibawa masyarakat pendatang

member semangat baru kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan hasil

produksi maupun cara meraka berdagang. Semakin majunya sebuah pasar

tentu membawa pengaruh yang besar bagi kemajuan perekonomian

masyarakat sekitarnya.15

15

Ib id, hlm 114

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu pemicu perkembangan

pasar karena dengan semakin bertambahnya penduduk tentu kebutuhan yang

diperlukan semakin banyak sehingga mendorong pasar untuk meningkatkan

jumlah dan variasi barang yang diperjual-belikan.Hal ini tidak terlepas dari

pengaruh lancarnya sarana transportasi, dengan kendaraan umum yang yang

cukup banyak melintasi pasar tersebut membuat para pedagang maupun

pembeli sangat mudah dan cepat untuk sampai ke pasar tersebut.Pasar

Tradisional Akik adalah pasar tradisional yang berkembang dengan baik dan

(51)

Jadi dapat disimpulkan bahwa sarana jalan yang telah memadai ini

mendorong dan memberi kesempatan bagi perkembangan ekonomi masyarakat

dan juga memudahkan jalur komunikasi dengan masyarakat dari luat pasar

tersebut.Tidak dapat dipungkiri sarana transportasi inilah yang memicu

pesatnya perkembangan Pasar Tradisional Akik sehingga para pedagang dan

(52)

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya sudah berlangsung

sejak manusia itu ada.Salah satu kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan

tersebut adalah memerlukan adanya pasar sebagai sarana

pendukungnya.1

Pasar: tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan

transaksi jual beli barang atau jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan

dengan kegiatannya bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya

kegiatan transaksi atau jual beli. Para konsumen datang ke pasar untuk

berbelanja dengan membawa uang untuk membayar harganya.Stanton, Sebelum terbentuknya pasar, manusia sudah terlebih dahulu

mengenal yang namanya bercocok tanam.Dengan dikenalkan kegiatan

bercocok tanam maka dapat diperoleh sedikit gambaran mengenai pola-pola

tempat tinggal kegiatan perekonomian pada masa bercocok tanam tersebut.

Hasil dari kegiatan itu sudah diperdagangkan pula secara barter

(tukar-menukar barang). Barang-barang yang dipertukaran sudah diangkut dalam

jarak yang jauh melalui sungai, laut dan darat. Barang yang dipertukarkan

bukan saja hasil-hasil dari aktivitas di luar kegiatan bercocok tanam seperti

gerabah, anyaman, dan alat-alat bekerja tetapi juga hasil-hasil pertanian/ cocok

tanam seperti keladi (talas), ubi, sukun, pisang, buah kelapa, durian, salak,

rambutan dan duku.

1

Suyono dalam Learissa,RZ dkk,1996, Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima

Gambar

Tabel 2.1 Kepadatan Penduduk Per-Kelurahan di
Tabel 2.2 Luas Wilayah Dirinci per Kelurahan di Kecamatan Medan Area

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penilaian, satu kaedah terbaik bagi mencari laluan terpendek rangkaian jalan raya bagi negeri Johor dan Melaka dikenalpasti

Selain itu agar dapat mengatasi masalah budaya adalah harus adanya sikap bertanggung jawab karena setiap kita melakukan perubahan secara sadar atau tidak maka kita harus

Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum 2013 pada kelas VII semester genap. Aritmetika sosial adalah salah satu materi matematika yang menggunakan konsep. aljabar

pemungutan pajak yang dilakukan petugas Direktorat Jendral Pajak akan seluruhnya dipergunakan untuk mencapai tujuan negara, yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Siswa Berdasarkan Teori Jean Piaget dalam Memahami Teorema Sama-sama menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan teori Jean Piaget dalam Dalam penelitian ini,

Berdasarkan uraian terkait hak dan kewajiban negara dalam melakukan penagihan utang pajak pada perusahaan pailit maka dapat dilihat bahwa tindakan ini dilakukan dengan

Dari perangkat mana pun yang berada dalam segmen jaringan yang sama seperti data embedded system yang dikelola dapat dikirim ke embedded system tanpa

Proses pembuatan es tebu mengharuskan air (nira) tebu di pisahkan dari material lain selain nira tebu dengan cara memeras batang tebu dengan alat atau mesin pemeras.