DAFTAR LAMPIRAN INFORMAN 1. Nama : Sahala Sihombing
2. Umur : 58 tahun 3. Pekerjaan :Pedagang
4. Alamat :Pajak Merah, No 11
1. Nama : Linda DolokSaribu 2. Umur : 50 tahun
3. Pekerjaan : Pedagang
4. Alamat : Pajak Merah, No 14
1. Nama : Donal Simanjuntak 2. Umur : 55 tahun
3. Pekerjaan : Pedagang
4. Alamat : Jln. Pendidikan, No. 02
1. Nama : Irham 2. Umur : 45 tahun
3. Pekerjaan :Kuli Pikul Barang 4. Alamat : Jln. Langgar, No. 05
1. Nama : Haris Simbolon 2. Umur : 57 tahun
3. Pekerjaan : Pengusaha Rumah Makan (Pembeli/Langganantetap) 4. Alamat : Jln. Akik, No. 07
1. Nama : Inar Sinambela 2. Umur : 55 tahun
3. Pekerjaan : Pedagang
1. Nama : Intan 2. Umur : 65 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang 4. Alamat : Jln. Akik, No 16
1. Nama : Ronal Sitinjak 2. Umur : 43 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang
4. Alamat : Jln. Pendidikan, No. 12
1. Nama : Tentrem 2. Umur : 57 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang
4. Alamat : Jln. Denai, No. 08
1. Nama : Slemet 2. Umur : 62 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang
4. Alamat : Jln. Sutrisno, No. 21
1. Nama : Nala 2. Umur : 51 tahun 3. Pekerjaan : Pedagang 4. Alamat : Jln. Asia, No. 48
DAFTAR LAMPIRAN GAMBAR
1. Gambar Denah Sukaramai II
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik (ed), 1990, Sejarah Lokal di Indonesia, Yogyakarta: UGM Press.
Angipora, P. Marius, (1999), Dasar-DasarPemasaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Bangun, Mulya, (1974), Sumatera Utara Ditinjau Dari Sektor Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Kardina, Medan.
Breman, Jan, (1997), Menjinakkan Sang Kuli, Grafiti, Jakarta.
Delly, H, S, M, dkk, (1990), Peranan Pasar Pada Masyarakat Pedesaan Sumatera Barat. Padang: Departemen Pendidikan Kebudayaan.
Geertz, Cliford, (1973), Penjaja dan Raja, LPEM Universitas Indonesia, Jakarta.
Harsono, T. Dibyo dkk, (1995), Dampak Pembangunan Ekonomi (Pasar)Terhadap Kehidupan Sosial-Budaya Daerah Riau, Depdikbud, Riau.
Koestoro, Lucas dkk, (2006), Medan , Kota di Pesisir Timur Sumatera Utara dan Peninggalan Tuanya, Balai Arkeologi, Medan.
Leirissa, RZ dkk, (1996), Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima Karya, Jakarta.
Malano, Herman, (2001), Selamatkan Pasar Tradisisoanal, Jakarta: Gramedia PustakaUmum IKAPI.
Muhaji, Utomo, (1996), DampakPengembanganEkonomiPasarTerhadapKehidupanSosialBuday aMasyarakat, Jakarta: PradnyaParamitha.
Reid, Anthony, (1999), Dari EkspansiHinggaKrisis: JaringanPerdagangan Global Asia Tenggara 1450-160,Jakarta :YayasanOborIndonesiai.
Sanusi, Bachrawi, (2004), Pengantar Ekonomi Pembangunan, Rineka Cipta, Jakarta.
Setiawati, dkk, (1999), Keberadaan Paguyuban-Paguyuban Etnik di Daerah Perantauan Dalam Menunjang Pembinaan Persatuan dan Kesatuan, Depdikbud, Jakarta.
Thayyib, Rustam dkk, (1959), 50 Tahun Kotapraja Medan, Djawatan PeneranganKotapraja-I Medan, Medan.
BAB III
FUNGSI PASAR TRADISIONAL AKIK BAGI MASYARAKAT SEKITAR
Pasar dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian
masyarakat saat ini, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah
ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas.Banyak unsur yang
berkaitan dengan pasar, mulai dari unsur produksi, distribusi ataupun unsur
konsumsi.Kedudukan Pasar Tradisional masih tetap penting dan menyatu
dalam kehidupan masyarakat, pasar tradisional dapat dikatakan salahsatu
pendongkrak perekonomian kalangan menengah ke bawah, dan itu jelas
memberikan dampak yang baik bagi Negara.Banyak yang masih
membutuhkan Pasar Tradisional dalam mencari pendapatan dan juga
kebutuhan dalam transaksi jual beli.Seiring dengan berkembangnya jaman,
banyak pihak yang merasakan fungsi dari adanya perubahan pasar tradisional
ke pasar modern.
Sebuah pasar pastilah memiliki fungsi bagi masyarakat.Demikian
halnya dengan Pasar Tradisional Akik, juga memiliki fungsi tersendiri baik
dalam bidang ekonomi maupun bidang sosial dan budaya. Antara lain sebagai
3.1 Bidang Ekonomi
Adapun fungsi pasar dalam bidang ekonomi bagi masyarakat pada
umumnya adalah sebagai tempat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, dapat
menambah lapangan pekerjaan, menjadi sumber pendapatan daerah, dan dapat
menjadi tempat hubungan kerja sama dalam kegiatan perekonomian dengan
masyarakat luar. Pasar merupakan tempat berkumpulnya para pedagang
dengan berbagai jenis barang dagangannya.Pada dasarnya pasar mempunyai
fungsi untuk menyediakan kebutuhan hidup masyarakat banyak.Biasanya
orang pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan hidup sehari-hari. Adapun
barang yang biasanya dicari di pasar adalah seperti: beras, ikan, sayur, minyak
makan, buah-buahan, pakaian dan lain sebagainya. Yang dianggap perlu dan
dibutuhkan keberadaannya.16
Pasar sebagai peran ekonomi cara hidup, satu gaya umum dalam
kegiatanekonomi dan sekaligus cara hidup, suatu gaya umum dalam kegiatan
ekonomi mencapai segala aspek yang membahas mengenia pasar sebagai
tempat jalinan hubungan pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi Pasar merupakan pusat kegiatan ekonomi, dimana pasar merupakan
tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli atau tempat dimana produsen
dan konsumsi dipertemukan.Pada awalnya pasar berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat yang bersangkutan, untuk perkembangan selanjutnya
pasar menampung berbagai hasil sumber daya alam yang di distribusikan oleh
produsen dan langsung memasarkannya ke konsumen.
16
Suyono dalam Learissa, RZ dkk,1996, Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima
tukar-menukar, baik pada suatu tempat maupun dalam suatu keadaan yang
lain.17
17
Geertz, Cliford, (1973), Penjaja dan Raja, LPEM Universitas Indonesia, Jakarta.
Pasar adalah pusat jaringan perdagangan yang sangat aktif dan meliputi
daerah yang amat luas, lewat pasar itu segala macam dagangan disalurkan, dan
dari pasar itu sebagian besar penduduk kota barangkali mendapat mata
pencahariannya.
Pasar yang berfungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi, mendorong dan
memperlancar aktivitas yang bersifat ekonomis bagi masyarakat
setempat.Salah satunya adalah dengan adanya Pasar Tradisional Akik yang
dibangun secara gotong royong pada tahun 1957, hingga sekarang
pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat setempat secara
khusus dan Kota Medan pada umumnya.
Pasar Tradisional Akik memiliki fungsi yang sama dengan pasar-pasar
lainnya, dimana Pasar Tradisional Akik menjadi tempat untuk mendapatkan
kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat yang ada disekitarnya. Pasar
Tradisional Akik berada di Jln. Akik No 05, kelurahan Sukaramai II,
kecamatan Medan Area.Setiap hari pasar ini merupakan tempat yang sangat
ramai dikunjungi oleh masyarakat pada umumnya yang berasal dari sekitar
Kecamatan Medan Area.Sama seperti Pasar Tradisional lainnya, di pasar ini
juga terjadi tawar-menawar antara penjual dan pembeli untuk mendapatkan
Ibu L. Dolok Saribu, usia50 tahun, yang beralamat di Jln. Pajak Merah
No 14.Salah satu pedagang tomat, cabai dan bawang.Beliau telah berdagang
selama 25 tahun, beliau memperoleh laba hitungan bersihnya sekitar dua ratus
ribu rupiah dalam satu hari, dengan modal empat juta rupiah
perharinya.Menurut beliau adapun yang menjadi suka duka dalam propesi
berdagang.Langganan yang sudah terstruktur untuk berbelanja setiap
harinya.Langganan yang sering mengutang, jadi modal untuk hari kedepanya
pun menjadi kewalahan.Harga cabai, bawang dan tomat sering tidak stabil”.18
Pasar secara tidak langsung memiliki pengaruh yang sangat besar bagi
kehidupan ekonomi masyarakat, yaitu dapat menambah lapangan pekerjaan
bagi masyarakat yang ada di sekitar pasar tersebut. Selain pekerjaan sebagai
pedagang di pasar, keberadaan pasar telah memberikan pekerjaan lain bagi
mereka yang dapat melihat peluang lain selain berdagang, misalnya tukang
parkir, tukang kebersihan, dan tukang angkat barang. Selain berdagang, Pasar
Tradisional Akik merupakan tempat bagi masyarakat lain yang bukan
pedagang untuk mencari nafkah, misalnya: sopir angkot dan tukang becak
yang berada di sekitar lingkungan pasar.
Berdasarkan pendapat diatas, pendapatan yang diperoleh setiap harinya
relatif besar dimana para pembeli berasal dari pengusaha Rumah Makan yang
berada disekitar Medan Area.
3.2 Menambah Lapangan Pekerjaan
18
Wawancara pribadi, L Br. Dolok Saribu, (21 November 2016), Salah satu pedagang
Peneliti mencoba mewawancarai beberapa pedagang yang ada di Pasar
Tradisional Akik, diantaranya adalah Bapak D. Simanjuntak.usia 55 tahun,
adalah pedagang yang beralamat di Jln Pendidikan No 02, Medan Area,
“beliau merupakan salah satu pedagang cabai yang ada di Pasar Tradisional
Akik dan sudah berdagang selama 21 tahun.Bapak D. Simanjuntak sudah
memiliki pelanggan yang cukup banyak, mulai dari ibu rumah tangga, sampai
pengusaha Rumah Makan yang berada di sekitar Kecamatan Medan Area”.19
Menurut Bapak Irham, usia 45 tahun, tamatan terakhir SMK, yang
beralamat di Jln. Langgar No 05. “Beliau adalah salah satu kuli pikul barang di
Pasar Tradisional Akik, menurut beliau karena susahnya mencari pekerjaan di
Medan adalah salah satu dorongan buat beliau menjadi kuli pikul barang,
selagian menurut beliau segala propesi itu adalah hal yang wajar dilakukan
yang penting masih di tahap benar.20
Berdasarkan pendapat diatas, Pasar Tradisional Akik sangat berfungsi
untuk menambah lapangan pekerjaan.Bahkan bukan hanya berdagang salah
satunya profesi di pasar, ditambah lagi semakin susahnya memperoleh
lapangan pekerjaan di Kota Medan sehingga peralihan profesi kuli pikul
barang adalah salah satu jalan alternatif untuk memperoleh lapangan
pekerjaan.
19
Wawancara pribadi, D.Simanjuntak, (19 November 2016), Salah satu pedagang cabai,
Pasar Tradisional Akik.
20
3.3 Dalam Bidang Sosial Budaya
Pasar sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, juga merupakan
suatu tempat yang dapat menciptakan hubungan interaksi sosial bagi
masyarakat yang melakukan pertemuan di dalam pasar. Pertemuan yang
dilakukan secara terus-menerus antara pedagang dan pembeli yang berasal dari
etnik yang berbeda-beda dapat mempengaruhi satu dengan yang lain.
Selain memiliki fungsi dalam bidang ekonomi, pasar juga berperan
dalam bidang sosial-budaya yaitu sebagai tempat aktivitas sosial, pasar
merupakan suatu wadah yang di dalamnya terjadi interaksi, komunikasi,
informasi, tempat keramaian dan hiburan.Pasar menyatakan
perubahan-perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima,
yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis maupun
kebudayaan materiil, komposisi penduduk, dan ideologi dalam masyarakat
tersebut.Perubahan-perubahan sosial adalah segalaperubahan-perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang
mempengaruhi sistim sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap
dan pola-pola perikelakuan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Baik pengaruh dalam bidang sosial maupun budaya. Interaksi yang
terjadi antara pedagang dan pembeli pada saat melakukan transaksi jual beli
akan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Misalnya seorang
pedagang etnik Batak Toba akan menggunakan bahasa Batak Toba kepada
pembeli yang juga berasal dari etnik Batak Toba, hal ini juga didasari karena
Menurut Bapak H Simbolon,usia 57, yang beralamat di Jln. Akik No
07, Medan Area. “Beliau sering berbelanja di Pasar Tradisional Akik ini
karena disini segala jenis bumbu dapur dagangan sudah tersedia, ditambah lagi
beliau sudah menjadi pembeli tetap (langganan) para pedagang yang
khususnya berasal dari etnik Batak Toba, selain itu harga yang dipatokkan
lebih murah dibandingkan pedagang etnik lain dan adanya kesamaan sosial
memudahkan saya berinteraksi dalam membeli barang sehari-hari”.21
Sedangkan menurut Ibu I. Sinambela, yang beralamat di Jln. Pemuda
No 11 Medan Area, usia 55 tahun.Beliau sudah berdagang bumbu dapur 12
tahun di Pasar Tradisional Akik.“Menurut beliau Pasar Tradisional Akik bukan
hanya berfungsi sebagai tempat mengais rejeki ataupun nafkah, melainkan
sangat berfungsi sebagai interaksi sosial budaya baik itu diantara sesama
pedagang maupun pedagang dan pembeli. Salah satunya di pasar ini kami
sering saling mengundang pedagang dan pembeli, baik itu dalam acara resepsi
pernikahan maupun acara resepsi-resepsi syukuran lainnya”.22
Berdasarkan pendapat diatas, hal tersebut sangat wajar kitajumpai
dalam kehidupan sehari-hari baik dari semua etnik pada umumnya, dan secara
khusus dengan adanya kesamaan etnik cenderung akan berdampak pada
hubungan interaksi di Pasar Tradisional Akik, bahkan bisa dipekerjakan untuk
membantunya dalam berdagang.
21
Wawancara pribadi, H.Simbolon, (19 November 2016) Salah satu pembeli/langganan,
Pasar Tradisional Akik
22
3.3.1 Bidang Sosial
Pasar menjadi penting kedudukannya dalam aktifitas kehidupan
masyarakat.Demikian pula halnya dengan masyarakat yang berada di
Kecamatan Medan Area, pasar bukan saja merupakan tempat untuk
mendapatkan penghasilan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari tetapi juga
sebagai tempat terjadinya interaksi sosial antar individu, kelompok dan
masyarakat sekitar.
Dengan adanya Pasar Tradisional Akik sebagai arena pergaulan sosial
yang melibatkan pedagang dengan pedagang, pembeli dengan pembeli, kuli
angkut barang dengan pedagang, pedagang dengan petugas pasar dan antar
warga masyarakat yang berada di sekitarnya.Ada dampak negatif yang
ditimbulkan yaitu adanya pengelompokan sesama etnis diantara pedagang dan
pembeli.
Menurut Ibu Intan, usia 65 tahun, yang beralamt di Jln Akik No 16,
salah satu pedagang sayuran. Beliau sudah selama 27 tahun berdagang sayuran
di Pasar Tradisional Akik, teman-teman sesama pedagang sering mengundang
saya pada perayaan resepsi pesta pernikahan atau upacara adat begitupun
sebaliknya, bahkan apabila ada salah seorang pedagang yang tertimpah
musibah atau kemalangan biasanya kami para pedagang yang sudah
berhubungan cukup baik/lama akan memberikan bantuan berupa uang. Bahkan
jika ada pembeli yang datang ke tempat saya untuk mencari barang yang
dibutuhkan dan bertepatan barang yang dicari tersebut habis maka saya akan
dan biasanya saya menggantinya dalam bentuk uang seharga pembelian
(modalnya).23
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti secara langsung di
Pasar Tradisional Akik, ada banyak etnis yang berdagang di pasar ini antara
lain yaitu: ada 3 etnis pribumi (Jawa, Aceh, Batak). Pada umumnya setiap
pedagang (sesuai dengan etnisnya) akan mempengaruhi etnis lainnya yang ada
di Pasar Tradisional Akik ini, sebagaimana yang kita ketahui budaya Jawa
dalam penggunaan bahasa cenderung lembut dan halus berbeda dengan budaya
batak yang cenderung kuat (vocal) dan keras, selain itu dalam hal perkawinan
dapat dijumpai adanya dua kebudayaan yang berbeda dalam sebuah keluarga
seperti: etnis Jawa adanya pengelompokan pedagang berdasarkan etnisnya.
Akan tetapi inilah yang terjadi daya tarik bagi pembeli yang datang, sehingga Bedasarkan pendapat di atas, adanya sikap solidaritas yang terjalin
diantara para pedagang dapat ditunjukkan dengan cara menghadiri perayaan
resepsi pernikahan atau upacara adat dan memberikan bantuan berupa uang
bagi pedagang yang tertimpah musibah/kemalangan bahkan tidak jarang juga
kita melihat seorang pedagang yang akan meminjam barang dagangan milik
pedagang lainnya yang mana pada barang tersebut laku terjual, pedagang tadi
akan mengganti dalam bentuk uang seharga pembelian (modalnya).
3.3.2 Bidang Budaya
23
Wawancara pribadi, Intan, (21 November 2016) Salah satu pedagang sayuran, Pasar
tidak jarang kita jumpai para pedagang dari etnis lain juga melakukan hal yang
sama.
Menurut Bapak D.Simanjuntak, usia 55 tahun, yang beralamat di Jln
Pendidikan No 02, Medan Area. “Sehari-hari beliau berjualan cabai untuk
menarik perhatian pembeli saya harus menggunakan suara yang keras sembari
menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari penjual cabai yang lainnya.
Berdasarkan pendapat diatas, etnis batak terkenal dengan suara yang
keras (vokal), pekerja keras. Hal ini menjadi salah satu dampak budaya yang
terjadi di setiap pasar, dimana setiap etnis akan menunjukkan/menampilkan
kebudayaannya masing-masing diamanapun mereka berada sekaligus menjadi
tambahan ilmu tetang kebudayaan dari tiap-tiap etnis dan menjadi daya tarik
tersendiri bagi para pembeli yang datang ke pasar ini.
3.4 Sumber Pendapatan Daerah
Pasar merupakan salah satu pendapatan daerah yaitu melalui retribusi
yang dikutip setiap bulannya. Pasar Tradisional Akik yang dikelolah
Perusahaan Derah Pasar. Setiap pedagang yang berjualan didalam pasar ini dan
usaha-usaha lainnya yang berada disekitar pasar memiliki peranan penting
dalam memberikan sumbangan pendapatan bagi pemerintah.
Menurut Bapak R. Sitinjak, yang beralamat di Jln. Pendidikan No 12,
Medan Area, beliau berusia 43 tahun. Beliau sudah 15 tahun berdagang
sayuran. “Retribusi yang kutip: Uang Kebersihan Rp.5.000/Hari, Uang Parkir
dihitung dengan berapa meja yang dipakai harga Uang satu meja
Rp.300.000/Bulan. Hasil retribusi yang dikutip setiap bulannya dari pedagang
akan digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di Pasar
Tradisional Akik, selain itu pihak PD pasar akan memberikan sebagian hasil
retribusi tersebut kepada pemerintah Kota Medan sebagai sumber pendapatan
daerah”.24
3.5 Tempat Mendapatkan Kebutuhan
Berdasarkan pendapat diatas, hal tersebut sangat wajar dilakukan
mengingat adanya campur tangan Pemerintah Kota Medan terhadap
pasar-pasar yang ada di Kota Medan, dengan menjalin hubungan kerja sama dengan
pihak Perusahaan Derah Pasar. Dari hasil pendapatan yang diperoleh
berdasarkan retribusi yang dikutip setiap bulannya dari pedagang sebagian
akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan sebagai sumber pendapatan
dari sektor perdagangan.
Upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya sudah berlangsung
sejak manusia itu ada.Dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu
faktor yang sangat penting yakni memerlukan adanya pasar sebagai sarana
pendukungnya. Pasar adalah pusat jaringan perdagangan yang sangat aktif dan
meliputi daerah yang sangat luas, lewat pasar itu segala macam dagangan
disalurkan, dan dari pasar itu sebagian besar penduduk kota barangkali
mendapat mata pencahariannya.25
Dalam fungsi ini Pasar Tradisional Akik bukan hanya dijadikan sebagai
tempat jual beli bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tempat bergaul dan
bertukar informasi bagi sesama pedagang maupun pedagang dengan
pembeli.Di pasar dapat ditemukan kelompok atau suatu organisasi yang
dibentuk oleh para pedagang yang terkadang juga melibatkan para
pembeli.Selain itu diantara pedagang yang mempunyai hubungan yang erat
seperti keluarga. Yang mana telah terjalin rasa persaudaraan yang kuat diantara
kalangan pedagang-pedagang yang lain. Tetapi dalam berebut pelanggan atau Dengan adanya Pasar Tradisional Akik sebagai sarana dalam
pemenuhan kebutuhan manusia, baik kebutuhan pokok (primer) maupun
kebutuhan pendukung (sekunder).Oleh sebab itu masyarakat yang ingin
memenuhi kebutuhan hidupnya dapat mendapatkan kebutuhan tersebut melalui
keberadaan Pasar Tradisional Akik.Segala sesuatu yang dibutuhkan
masyarakat dengan mudah dapat ditemukan dalam pasar tersebut yang telah
menyediakan segalanya, terutama peralatan-peralatan rumah tangga dan
kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup masyarakat
sehari-hari.Sehingga Pasar Tradisional Akik berfungsi sebagai tempat untuk
mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari.
3.6 Sebagai Tempat Bergaul dan Bertukar Informasi
25
pembeli mereka tetap bersaing walaupun persaingan ini berjalan dengan
BAB IV
DAMPAK KEBERADAAN PASAR MODERN TERHADAP PASAR TRADISIONAL AKIK
4.1 Sejarah dan Keberadaan Pasar Modern
Pasar modern, tidak banyak berbeda dengan pasar tradisional, namun
dalam pasar modern antara penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara
langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang
(barcode) akses label kecil, berada dalam bangunan dan pelayanannya
dilakukan secara mandiri atau dilayani oleh pramuniaga.26
26
Bosa swasta dan Irawan,2002, Managemen Pemasaran Modern, Liberty (Yogyakarta: Delta Kharunnisa.
Barang-barang yang
dijual tidak hanya bahan makanan seperti: buah, sayur, daging. Tetapi sebagian
besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.
Supermarket adalah kata yang digunakan untuk menyebut sebuah pasar
modern yang membiarkan pembelinya memilih dan menimbang sendiri
barang-barang yang diperlukan.Biasanya supermarket memiliki ukuran yang
lebih besar daripada toko yang ada di pasar tradisional karena barang yang
dijual lebih beragam dan memiliki sistem self-service.Beberapa contoh barang
yang dijual adalah produk makanan, peralatan dapur, perlengkapan alat tulis,
Pada awal perdagangan, semua produk di letakkan di belakang meja
panjang sehingga penjaga tokolah yang harus melakukan semuanya baik dari
menimbang, membungkus dan memilih karena pembeli tidak bisa masuk.
Sistem ini boleh dibilang kurang menguntungkan karena proses belanja yang
berjalan sangat lambat. Jumlah pelanggan yang bisa dilayani pada suatu waktu
dibatasi oleh jumlah staf yang ada di toko.Sistem ini juga memberatkan para
staf, dan para pekerja.
Ide toko dengan menggunakan sistem “Self-Service” pertama kali
dikembangkan oleh pengusaha Clarence Saunders yang menerapkannya pada
tokony, Piggly Wiggly. Toko Piggly Wiggly pertama kali dibuka pada tahun
1916.Dikarenakan ide-ide baru yang diterapkannya, Clarence Saunders
dianugerahi sejumlah hak paten.Selain itu ide yang dicetuskan dan
diterapkannya berhasil membuat tokonya sukes secara finansial.Setelah
melihat kesuksesan tokonya, Sauncers mulai menawarkan waralaba.
Great Atlantic and Pacific Tea Company (A&P) merupakan contoh lain
jaringan toko kelontong yang sukses di Kanada dan Amerika Serikat terutama
di Amerika Utara pada tahun 1920. Kebiasanya dari sistem baru ini adalah
para staf akan mengisi persedian rak dengan barang dagangan sehingga besok
paginya, konsumer bisa memilih dan membawa barang belanja mereka ke
kasir. Resiko dari sistem ini adalah pencurian namun biaya mencegah
pencurian sebanding dengan pengurangan biaya tenaga kerja karena dengan
Pada awalnya toko-toko yang mengunakan sistem self-service tidak
menjual daging segar. Mereka hanya menjual daging-daging beku dan sudah
dikalengkan. Pada tahun 1920, pengkombinasian toko yang menjual barang
tahan lama serta segar dikembangkan. Menurut sejarah, ada perdebatan antara
King Kullen and Ralph’s of California mengenai siapa yang mengembangkan
toko pengkombinasian ini. Selain itu perdebatan ini juga diramaikan oleh
Weingarten’s Big Food Markets dan Henke & Pillot.
Dan menurut sejarah, supermarket pertama yang menggunakan
sistem self-service terbaru dan canggih adalah supermarket didirikan oleh
Michael J. Cullen pada tanggal 4 Agustus 1930 di Jamaica, Queens di New
York. Toko yang diberi nama “King Kullen” ini mulai beroperasi dengan
slogan “Timbun Sebanyak Munking. Jual Dengan Murah”. Pada saat kematian
Michael J. Cullen pada tahun 1936, sudah ada 17 toko King Kullen yang
beroperasi. Meskipun Clarence Saunders yang telah mencetuskan sistem
self-service, toko yang menjual beragam kebutuhan serta cara pemasaran nasional;
Michael J. Cullen–lah yang berhasil menciptakan supermarket sempurna
dengan menambahkan ide baru seperti segmen makanan, diskon untuk produk
makanan dan tempat parkir.
Pada tahun 1950, rantai toko kelontong yang sudah terkenal dan
didirikan pada tahun 1930-an seperti Kroger dan Safeway terpaksa harus
mengikuti ide Michael J. Cullen walaupun pertamanya mereka sudah
menolaknya. Hal ini disebabkan oleh perekonomian sedang mengalami depresi
sisinya dikelilingi oleh tempat parkir. Setelah perang dunia II, supermarket
sudah bisa ditemukan disetiap sudut kota Kanada dan Amerika Serikat.
4.2 Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Perkembangan Pasar Tradisional Akik
Pengaruh datangnya pasar modern terhadap pasar tradisional sangat kuat sehingga selalu terjadi pro dan kontra antara para pelaku bisnis retail
modern. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika masuknya pasar modern dalam
suatu wilayah atau kota diharapkan akan mampu bisa menyerap banyak tenaga
kerja dalam hal ini adalah pemuda dan remaja yang baru lulus sekolah tingkat
atas yaitu SMA atau yang setara.
Di dalam berbagai penelitian singkat di berbagai daerah industri
menunjukkan bahwa penggangguran memerlukan penanganan segera. Dalam
hal ini diharapkan bahwa masuknya pasar modern adalah dapat dan mampu
menyerap tenaga kerja yang lebih banyak akan tetapi di dalam bisnis-bisnis
retail bahwa manajemen lebih mementingkan tenaga kerja angkatan baru yakni
adalah para remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Atas atau SMA yang
setara. Pada awalnya pusat perbelanjaan atau pasar modern ini berasal dari
pasar-pasar tradisional yang semakin berkembang.Ada kalanya gedung yang
digunakan sebagai pusat perbelanjaan ini dibangun di atas pasar-pasar
tradisional. Hal ini menimbulkan fenomena lain yaitu semakin tersisihnya
pedagang-pedagang yang berada di pasar tradisional.
Hal ini juga menyangkut individu bagi calon customer/pembeli itu
sendiri akan kemanakah mereka dalam membeli kebutuhan sehari-hari.
Akankah mereka membelanjakan uang mereka ke pasar modern ataukah ke
Pasar Tradisional Akik? Pada prinsip-prinsip dasar yang dipakai setiap
masyarakat untuk memutuskan bagaimana cara terbaik untuk
membelanjakannya, termasuk gabungan antara kebutuhan publik dan pribadi,
seharusnya berjalan dengan baik asalkan keputusan tersebut hanya atau
terutama mempengaruhi anggota-anggota masyarakat yang berlaku.
Namun diharapkan masuknya pasar modern di kota Medan atau yang
sejenisnya tidak mengganggu Pasar Tradisional Akik yang sudah terlebih
dahulu berdiri sejak sebelum masuknya pasar modern tersebut. Dibukanya
tempat-tempat perbelanjaan modern menimbulkan kegamangan akan nasib
pasar tradisional skala kecil dan menengah di wilayah kota Medan terkhusus di
Pasar Tradisional Akik. Hilangnya pasar yang telah berpuluh tahun menjadi
penghubung perekonomian pedesaan dengan perkotaan dikhawatirkan akan
mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan.
Dengan hadirnya pasar-pasar modern pemerintah harus tanggap dan
membuat peraturan-peraturan atau undang-undang dan berharap mampu
memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi Pasar Tradisional
Akik.Keberadaan Pasar Tradisional Akik dari satu sisi memang banyak
memiliki kekurangan seperti lokasinya yang kadang mengganggu lalu lintas,
kumuh, kurang tertata, dan lain-lain.Akan tetapi perlu diingat bahwa Pasar
mengingat bahwa sebagian besar masyarakat masih mengandalkan
perdagangan melalui pasar tradisional. Sehingga sudah selayaknya pemerintah
kota Medan memperhatikan eksistensi pasar tersebut.
Pembenahan terhadap masalah yang muncul dari keberadaan dua pasar
tersebut haruslah segera mencari solusi yang tepat.Misalnya saja dengan
melarang pembangunan pasar-pasar modern yang letaknya dekat dengan Pasar
Tradisional Akik.Penanganan pasar tradisional tersebut haruslah terprogram
oleh pemda untuk memberikan proteksi terhadap pasar tersebut yang semakin
tergeser oleh kehadiran pasar modern.
Pembenahan pasar di atas tidak semata-mata untuk melindungi Pasar
Tradisional Akik dengan masyarakat awamnya.Akan tetapi juga untuk menarik
minat pelanggan ataupun pembeli yang berada di sekitar pasar tersebut.Hal
tersebut merupakan langkah yang cukup bijak mengingat penataan tidak hanya
bertujuan untuk menjaga kelangsungan pasar tetapi juga untuk meningkatkan
pemasukanperekonomian.Sehingga kebijakan tersebut lebih menguntungkan
banyak pihak.
Akan tetapi untuk pembenahan pasar seperti pasar di atas tidak
semudah membalikkan telapak tangan.Karena menyangkut tingkat pendidikan,
masyarakat lapis bawah, yang cenderung rendah.Selain itu pola kebiasaan
masyarakat juga turut menjadi penghambat penataan pasar.Secara normatif
solusi yang tepat untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut adalah
dengan mensinergikan pasar tradisional dan tempat perbelanjaan modern
bersifat memberikan solusi kepada pasar-pasar tradisional terkhusus Pasar
Tradisional Akik.Karena Pasar Tradisional Akik merupakan salah satu pilar
ekonomi yang cukup potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat
sekitar.Pasar tersebut mampu memberikan kehidupan bagi perekonomian
terutama masyarakat bawah.Pemda juga diuntungkan dengan dijadikannya
pasar tradisional menjadi kawasan tujuan wisata.Pemda dapat meraup pajak
lebih besar dari pasar tersebut.
Sebagaimana ketika orang akan bertamu ke suatu tempat haruslah
mengerti norma atau aturan-aturan yang berlaku baik lisan maupun tulisan
karena dengan begitu tuan rumah menyambut dengan ramah pula, begitu pula
jika suatu pasar modern akan datang dalam suatu wilayah atau kota haruslah
mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Tentunya ketika pasar modern
datang haruslah melihat keadaan di sekitarnya akankah berpengaruh baik atau
malah sebaliknya, dan dengan datangnya pasar modern dalam suatu wilayah
atau kota haruslah dapat mengubah perekonomian dalam suatu kota tanpa
mengurangi eksistensi pasar tradisional yang notabene sudah terdahulu berdiri
sebelum masuknya pasar-pasar modern.
4.3 Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional Akik
Pasar modern di Indonesia akan berkembang dari tahun ke tahun.
Perkembangan yang pesat ini sangat di rasakan pedagang Pasar Tradisional
satunya bisa jadi akan terus menekan keberadaan pedagang Pasar Tradisional
Akik, pada titik terendah dalam 20 tahun mendatang. Pasar modern yang
notabene dimiliki oleh peritel asing dan konglomerat lokal akan menggantikan
peran Pasar Tradisional Akik. Keberadaan Pedagang Pasar Tradisional Akik
yang mayoritas oleh masyarakat kecil dan sebelumnya menguasai bisnis ritel
di kota Medan terkhusus di Kecamatan Medan Area.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya langkah nyata dari
pedagang Pasar Tradisional Akik agar dapat mempertahankan pelanggan dan
keberadaan usahanya.Para pedagang di Pasar Tradisional Akik harus
mengembangkan strategi dan membangun rencana yang mampu memenuhi
kebutuhan dan tuntutan konsumen sebagaimana yang dilakukan pasar modern.
Jika tidak, maka mayoritas pedagang Pasar Tradisional Akik beserta
penghuninya hanya akan menjadi sejarah yang tersimpan dalam album
kenangan industri ritel di kota Medan dalam waktu yang relatif singkat.
Pertarungan sengit antara pedagang Pasar Tradisional Akik dengan peritel
raksasa merupakan fenomena umum era globalisasi. Jika Pemerintah tidak
hati-hati, dengan membina keduanya supaya sinergis, Perpres Pasar Modern
justru akan membuat semua pedagang Pasar Tradisional Akik mati secara
sistematis.
Dan menurut saya pemerintah harus memberlakukan zonasi untuk
penerbitan izin usaha pasar modern untuk melindungi pedagang tradisional
terkhusus pedagang Pasar Tradisional Akik.Hal tersebut sudah diamanatkan
pusat perbelanjaan modern. 27
Semenjak di depan ada mitra memang ngaruh mas...orang khan milih
yang enak buat belanja tapi klo sayur mayur orang tetep pilih belanja di sini.
Nah klo bumbu atau barang kebutuhan sehari-hari mereka memilih ke Mitra. Dalam peraturan itu, pemerintah juga
memberikan wewenang urusan zonasi kepada pemerintah daerah sehingga
belum ada batas baku mengenai jarak pasar tradisional dan modern.
4.3.1 Penurunan Omset Penjualan
Dampak langsung dan nyata atas kehadiran pasar modern terhadap
pasar tradisional adalah penurunan jumlah pembeli.Dalam hasil wawancara
dengan salah seorang pedagang menyebutkan bahwa kehadiran pasar modern
merupakan dampak utama dari penurunan omset penjualan yang selama ini
dialami oleh para penjual di pasar tradisional.Salah satu wawancara dengan
Ibu Tentrem menyatakan bahwa sejak adanya pasar modern (MITRA) yang
dibangun di sekitar Pasar Tradisional Akik memang memberikan dampak
berupa penurunan omset penjualan.
28
Bentuk lain dari pasar modern yang juga mengancam keberadaan Pasar
Tradisional Akik adalah Indomaret dan Alfamart tidak hanya menurunkan
omset penjualan dari konsumen langsung namun juga berdampak pada penjual
berkulakan di Pasar tradisional Akik. Hal ini di ketahui berdasarkan
wawancara dengan salah seorang informan bernama Pak Slamet sebagai
berikut:
27
Perpres, No. 112/2007, Pasar Tradisional dan Pasar Modern.
28
Waa…ya jelas nak pengaruh Indomaret dan Alfamart itu ke penjualan.Ndak
cuman saya namun seluruh penjual di pasar sini ikut juga terpengaruh.Dulu
jualan saya disini ya jaman jaya-jayanya, setelah muncul Alfamart itu mulai
kendor (turun).29
Ia ngaruhnya itu ndak cuman yang langsung beli disini tapi juga
orang-orang itu juga tutup. Semua milih ke grosiran besar kayak makro.
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa pengaruh
utama dari kehadiran pasar modern yang memberikan pengaruh adalah
kehadiran MITRA (karena berada dekat dengan lokasi Pasar Tradisional Akik)
serta Alfamart dan Indomaret (karena paling banyak ditemui di dekat
pemukiman masyarakat di Kecamatan Medan Area).Penurunan omset
penjualan yang di dapatkan informan sebelum merebaknya pasar modern dan
setelah merebaknya pasar modern.
Dalam hisal wawancara lain mununjukkan bahwa konsumen yang
mengalami penurunan pembelian tidak hanya berupa konsumen langsung
namun juga para pedagang kecil yang berkulakan di Pasar Tradisional Akik.
Untuk selanjutnya wawancara dengan Ibu Tentrem akan diuraikan sebagai
berikut:
30
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa para pembeli
yang berbelanja di Pasar Tradisional Akik tidak hanya para konsumen
langsung namun juga para pedagang kecil sama-sama mengalami penurunan
pembelian.Oleh karena itu baik dari konsumen langsung dan para pedagang
29
kecil sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk membeli di Pasar Tradisional
Akik.
Secara keseluruhan hasil wawancara dengan informan terhadap dampak
penurunan omset penjualan.Penurunan omset penjualan ini dibandingkan dari
masa informan berjualan hingga saat ini.Konsumen yang dimaksud informan
adalah konsumen langsung serta para penjual yang berkulakan di Pasar
Tradisional Akik.Akibat tidak langsung serta para penjual yang berkulakan di
Pasar Tradisional Akik.Akibat tidak langsung dari turunnya omset penjualan
adalah turunnya jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik.Menurut
informan, pasar modern yang paling mengancam adalah kehadiran Alfamart
dan Indomaret.
Turunnya omset penjualan pedagang adalah salah satu dampak
ekonomi yang dirasakan oleh pedagang pasar Tradisional Akik akibat
keberadaan pasar modern.Pengunjung pasar yang semakin hari semakin kian
sepi membuat modal pedagang tergoroti hingga nyaris bangkrut.Hal ini
tercermin dari kondisi pedagang di Pasar Tradisional Akik ketika menghadapi
kehadiran pasar modern.Dampak yang dihadapi oleh pedagang Pasar
Tradisional Akik lebih cenderung negatif.Dampak negatif tersebut
menyebabkan pedagang Pasar Tradisional Akik mengalami berbagai
perubahan sosial yang tidak dapat dihindarkan.Dalam hasil temuan data
peneliti menunjukkan bahwa pedagang di Pasar Tradisional Akik mengalami
penurunan jumlah pembeli yang menyebabkan turunnya omset penjualan.Di
sistem pengeloloan yang baik maka pedagang di Pasar Tradisional Akik
memilih menutup dagangannya.
4.3.2 Turunnya Jumlah Pedagang di Pasar Tradisional Akik
Hasil temuan data yang didapatkan oleh peneliti dalam dampak
kehadiran pasar modern pada Pasar Tradisional Akik adalah turunnya jumlah
penjual sendiri.Turunnya jumlah pedagang yang ada di Pasar Tradisional Akik
akibat merebaknya pasar modern.Banyak para pedagang yang kemudian
“gulung tikar” akibat menurunnya jumlah pembeli. Dengan kata lain turunnya
jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik merupakan dampak tidak
langsung dari kehadiran pasar modern terhadap pasar tradisional.
Dalam hasil wawancara lain menunjukkan bahwa akibat dari kehadiran
pasar moden mengakibatkan dampak tidak langsung yaitu turunnya jumlah
pedagang yang ada di Pasar Trdisional Akik. Hasil wawacara dengan informan
Ibu Nala diurai sebagai berikut:
Kalau pengaruhnya dari jualan yang turun tu dan pasarnya tidak semasa
dulu…meski keliatan dari depan pasar masih keliatan rame tapi sebenarnya
kalau yang didalam banyak yang berkurang jadi pasar ndak semasa dulu.31
Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa akibat dari turunnya
omset penjualan adalah jumlah pedagang di Pasar Tradisional Akik yang
semakin menurun.Banyak pedagang yang tidak mampu bertahan akibat
dulu. Para pedagang memilih lokasi di bagian depan pasar yang dianggap lebih
strategis sehingga bagian pasar lebih sepi.
Melalui wawancara dengan informan pedagang Pasar Tradisional Akik
menunjukkan bahwa penurunan jumlah pedagang tersebut diakibatkan
turunnya jumlah pembeli serta faktor dari pedagang itu sendiri.
Hasil wawancara dengan salah satu informan diuraikan sebagai berikut:
Iya mas_kalau berjualan di pasar sudah pasti tidak sebanyak
dulu.Sudah banyak yang berkurang… pada tutup. Ndak cumin karena
pembelinya turun saja sih mas tapi dikarena yang jualan sudah banyak yang
tidak sanggup mengelola modal dan itu yang jual tidak memiliki banyak modal
dan statusnya mulai menurun.32
Para pedagang tersebut selanjutnya memilih beralih menjadi pedagang
kaki lima (PKL) karena dianggap menguntungkan dibanding berjualan di
dalam pasar. Selanjutnya apabila para pedagang masih saja tidak mampu
bertahan mereka akan memilih untuk menutup jualan dan beralih ke profesi
lain. Hal ini sesuai dengan wawancara dengan salah satu informan sebagai
berikut:
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa faktor
penurunan angka pembelian disertai dengan pengelolaan modal yang kurang
biak menjadi faktor banyaknya pedagang gulung tikar. Minimnya modal serta
manejemen pengelolaan yang kurang baik memperparah kondisi para
pedagang di Pasar Tradisional Akik sehingga makin memperbanyak para
pedagang yang tidak meneruskan usahanya.
32
Banyak para pedagang yang memilih jualan di depan sana karena ndak
usah sewa kios/meja cukup dengan membayar retribusi saja, ini kan
mengurangi modal. Kalau masih dengan jualan di depan tidak mengikuti ya
mereka pada pulang kampong atau merantau mas… entah jadi buruh tani atau
kerja di toko-toko.33
Secara keseluruhan hasil data dalam dampak kehadiran pasar modern
pada Pasar Tradisional Akik yaitu turunnya jumlah pedagang.Ketika para
pedagang tidak mampu mongelola modal atau hanya memiliki modal yang
sedikit maka para pedagang semakin tidak mampu bertahan ketika menghadapi
persaingan dengan kehadiran pasar modern.Indikasih dari turunnya jumlah
penjual adalah sepinya kios-kios yang berada di bagian dalam Pasar Menurut informa pedagang Pasar Tradisional Akik pengusaha pertama
yang terpaksa menutup bisnisnya umumnya adalah mereka yang menjual
barang-barang umum, makanan olahan, produk susu, lalu di ikuti toko yang
menjual produk segar dan pasar basa. Setelah beberapa tahun bergelut dengan
persaingan, pedagang Pasar Tradisional Akik yang biasanya masih tetap
bertahan berdagang adalah mereka yang berjualan satu produk atau merek
yang berjualan di lokasi di mana supermarket secara resmi tidak
diperkenankan masuk. Hasil wawacara dengan informan akan diuraikan
sebagai berikut:
Pedagangnya ya kebanyakan pedagang sayuran, kalau kelontong kayak
jaman dahulu sudah sangat berkurang karena sudah tersaingi oleh supermarket
Tradisional Akik. Kebanyakan pedagang memilih lokasi yang berada di depan
yang dianggap lebih strategis ketika menyambut konsumen datang. Ataupun
menjadi pedagang kaki lima (PKL) untuk menekan biaya modal untuk
membeli/menyewalapak/kios. Sebagian besar pedagang Pasar Tradisional
Akik yang masih bertahan adalah para pedagang sayuran sehingga pedagang
kelontong hamper tidak ada.
Dampak keberadaan pasar modern menyebabkan perubahan sosial
terhadap pedagang Pasar Tradisional Akik.Perubahan sosial itu terlihat dari
jumlah pedagang pasar Tradisional Akik yang semakin turun. Sebelum pasar
modern meluas di sekitar Pasar Tradisional Akik jumlah pedagang yang ada di
Pasar Tradisional Akik masih banyak, tetapi semenjak pasar modern meluas
semakin lama jumlah pedagang Pasar Tradisional Akik mejnadi berkurang.
Pedagang yang masih bertahan adalah pedagang-pedagang lama yang sudah
banyak pelanggan dan mempunyai modal serta manejemen pengelolaan yang
baik, sedangkan pedagang-pedagang baru yang belum mempunyai pelanggan
yang banyak, minimnya modal serta manejemen yang kurang baik terpaksa
harus menjadi korban kerena tidak mampu bersaing dengan pasar modern.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian di Pasar Tradisional Akik Desa Suka
Ramai II, Medan Area, Medan. Maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut:
Adapun pasar di kota Medan yang pertama kali dikenal adalah untuk
mensuplai kebutuhan konsumsi daging ternak, dibangun pada tahun 1886 yang
terletak di jalan Perdagangan. Kemudian pasar diperluas untuk mensuplai
kebutuhan konsumsi ikan segar, sampai ke jalan Pembelian (sekarang menjadi
Pasar Ikan Lama). Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan
komoditi khususnya makanan pokok juga bertambah. Maka pada tahun 1905
dibangunlah Pasar Sayur untuk keperluan penjualan sayur-mayur yang terletak
di jalan Cirebon (sekarang dikenal dengan Pasar Hongkong).Adapun untuk
penjualan alat perkakas dapur maka pada tahun 1915 dibangun pasar di Petisah
dan ketika itu orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pasar Bundar. Pada
tanggal 29 April 1929 dalam sidangnya Gemeenteraad (Pemerintah Kotapraja
Medan) mengusulkan pembangunan sebuah pasar di atas tanah bekas pacuan
kuda, yang oleh masyarakat disebut Pasar Lomba, pembangunan fisiknya
dimulai pada tanggal 2 April 1931 dan selesai pada tanggal 31 Desember 1932.
Pada awalnya pasar ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya pedagang kecil
banyaknya jumlah pedagang yang melebihi kapasitas tempat dagang yang
telah ditentukan sehingga menyebabkan kondisi pasar yang sangat semrawut,
untuk mengatasi hal tersebut dilakukanlah perluasan pasar, dan didorong
dengan meluasnya masyarat ke berbagai sudut kota Medan. Pasar-pasar
tradisional ikut serta mendampingi perekonomian masyarakat. Dalam
perkembangan, sesungguhnya Pasar Tradisional Akik yang tidak memiliki
masalah apapun, sebab Pasar Tradisional Akik berdiri secara mandiri, dengan
cara gotong royong pada tahun 1957.
Adapun fungsi pasar dalam bidang ekonomi bagi masyarakat pada
umumnya adalah sebagai tempat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, dapat
menambah lapangan pekerjaan, menjadi sumber pendapatan daerah, fungsi
pasar dalam bidang sosial-budaya selain adanya hubungan interaksi yang
terjadi antara pedagang dan pembeli dalam aktivitas jual beli, pada saat yang
bersamaan pasar juga berfungsi sebagai tempat pertemuan budaya yang
berbeda-beda dan akan mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.
Dampak Pasar Tradisional Akik terhadap kehidupan masyarakat dalam
bidang ekonomi adanya peningkatan pendapatan yang diperoleh para
pedagang, dalam bidang sosial adanya sikap solidaritas yang ditunjukkan
dalam kehidupan sehari-hari baik pada saat di luar pasar seperti menghadiri
perayaan resepsi pesta pernikahan, memberikan bantuan berupa uang kepada
pedagang yang tertimpa musibah atau kemalangan, dan dalam bidang budaya
ini menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi pembeli yang datang dan menjadi
tambahan pengetahuan bagi setiap individu yang ada di dalam pasar.
Pengaruh yang ditimbulkan pasar modern bagi para pedagang Pasar
Tradisional Akik dalam pendapatan bervareasi, terdapat kelompok yang
menanggapi secara positif, negatif dan biasa-biasa saja. Bagi para pedagang
ada yang merasakan adanya pasar modern yang letaknya cukup dekat dengan
Pasar Tradisional yang membuat pedapatanya menurun karena konsemennya
pada pergi ke pasar modern tersebut, karena sisitem disana sangat baik mulai
dari pelayanan serta keadaan yang begitu aman dan nyaman. Pedagang
tersebut adalah pedagang sembako, pedagang ikan.
Dari waktu ke waktu Pasar Tradisional Akik membuat inisiatif
perubahan-perubahan struktural, dimana perubahan-perubahan yaitu perbaikan
lapangan parkir, tempat kamar mandi (wc), perbaiakan atap, sehingga
membantu untuk kenyamanan konsumen. Sampai sekarang Pasar Tradisional
Akik masih tetap berdiri dan bertahan sampai sekarang dikarenakan ada
beberapa faktor diantaranya (1) aspek karakter (transaksi tawar-menawar), (2)
pasar tradisional wajib ada untuk menerap produksi, (3) aspek khas (praktis).
Didalam teori dikatakan dimana ada pasar berskala besar (modal besar)
akan mematikan pasar kecil sehingga mengakibatkan para pedagang
kehilangan pedapatannya. Ini menunjukkan tidak semuanya pasar besar bisa
mengalahkan pasar kecil dibuktikan dalam penelitian penulis di Pasar
Tradisional Akik bahwa adanya pasar besar (Pasar Sukaramai) membawah
5.2 SARAN
Melalui penelitian ini maka peneliti memiliki saran sebagai berikut:
Sebaiknya pihak PD Pasar lebih tegas dalam melaksanakan peraturan
yang berlaku dan lebih konsisten dalam memelihara dan memajukan Pasar
tradisional Akik, karena Pasar Tradisional Akik ini merupakan salah satu aset
yang sangat penting terutama dilihat secara historis berdirinya Pasar
Tradisional Akik merupakan salah satu pasar yang sudah cukup tua dan
terlebih berdirinya dengan budaya gotong royong yang semestinya dilestarikan
di kota Medan, hal ini tidak dapat dipungkiri melihat Pasar Tradisional Akik
yang sampai saat ini masih merupakan ikon perekonomian masyarakat
menengah kebawah di kecamatan Medan Area.
Pemerintah kota Medan dan pihak PD Pasar harus bekerjasama dalam
melindungi dan melestarikan bangunan-bangunan lama pasar tradisional yang
terkhusus Pasar Tradisional Akik. Guna untuk menambah daya tarik/eksotisme
kota Medan dan mendidik anak-anak kita untuk mencintai sejarah lokalnya
dan menanamkan nilai-nilai sejarah agar generasi kita selanjutnya bangga akan
kekayaan sejarah yang dimilikinya, belajar dari adanya sejarah (pengalaman)
dalam menghadapi masa yang akan datang dan menjadi sumber pendapatan
daerah.
Kepada pihak PD Pasar sebaiknya harus bekerja lebih
sungguh-sungguh lagi dalam menjalankan tugasnya agar keberadaan Pasar Tradisional
karena pihak-pihak tertentu. Melainkan masih dapat diwariskan kepada anak,
cucu kita di masa yang akan datang.
Pihak PD Pasar harus lebih tegas dalam menertibkan
pedagang-pedagang liar yang berdampak pada pendapatan pedagang-pedagang tetap.Selain itu
berdampak pula pada keindahan pasar dan kenyamanan pembeli.Sehingga
hubungan antara pedagang dan pembeli terjalin dengan baik, begitupun
hubungan antara pedagang dan pihak PD Pasar.
Bagi pembaca hendaknya skripsi ini dapat dijadikan pelajaran bahwah
untuk mendambakan masyarakat yang sejahtera dibutuhkan lingkungan yang
bebas dari eksploitasi serta tidak menguntungkan pemodal yang lebih besar
dan kita sebagai masyarakat jangan berlebih-lebihan menganut modal yang
berbau besar.
Sebagai penutup skripsi yang berjudul “Pasar Tradisional Akik Tahun
1957-2006” Penulis mengucapka rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus,
yang telah melimpahkan Rahmat serta berkat-Nya sehingga penulisan
penelitian ini dapat diselesaikan. Peneliti juga menyadari bahwasanya masih
banyak sekali kekurangan dan memerlukan perbaikan ulang.Untuk itu, penulis
mengharapkan saran dari berbagai pihak dan para pembaca demi teryujudnya
BAB II
GAMBARAN UMUM PASAR TRADISIONAL AKIK
2.1 Letak Geografis
Pasar Tradisional Akik berada di wilayah Kecamatan Medan Area
bagian dari Kota Medan yang mempunyai luas wilayah sekitar 7,75 Km²
dengan ketinggian wilayah 30 meter di atas permukaan laut, Pasar Tradisional
Akik persis berada di Kelurahan Sukaramai II, Jln. Akik No 05, dengan luas
wilayah 32,2 Luas/Ha.
Secara geografis, di sebelah Utara Kecamatan Medan Area berbatasan
langsung dengan Kecamatan Medan Perjuangan, sebelah Selatan berbatasan
dengan Kecamatan Medan Kota, sebelah Timur berbatasan dengan Medan
Denai, di sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Medan Kota.Kelurahan
Pasar Merah Timur merupakan kelurahan terluas di Kecamatan Medan Area
yaitu sekitar 0,75 Km² atau sebesar 17,77 persen dari total luas Kecamatan
Medan Area, sedangkan kelurahan dengan wilayah terkecil yaitu Kelurahan
Tegal Sari II dengan luas wilayah hanya 0,24 Km² atau sebesar 5,69 persen
dari luas wilayah Kecamatan Medan Area secara total.
Ditinjau dari jarak antara kantor kelurahan dan kantor kecamatan,
kantor Kelurahan Tegal Sari III memiliki jarak terjauh dari kantor Kecamatan
Medan Area yaitu sekitar 3 km sedangkan yang terdekat yaitu kantor
Kecamatan Medan Area dipimpin oleh seorang Camat, saat ini terdiri
dari 12 kelurahan yang terbagi atas 172 lingkungan.
Tabel 2.1
Kepadatan Penduduk Per-Kelurahan di Kecamatan Medan Area
No Kelurahan Jiwa
1 Pandau Hulu II 2.368
2 Sei Rengas II 1.447
3 Suka Ramai II 1.724
4 Sei Ranges Permata 961
5 Kota Matsum I 2.959
6 Kota Matsum II 2.029
7 Kota Matsum IV 3.432
8 Suka Ramai I 2.865
9 Tegal Sari I 2.912
10 Tegal Sari II 1.557
11 Tegar Sari III 2.959
12 Pasar Merah Timur 2.713
Jumlah 121.578
Tabel 2.2
Luas Wilayah Dirinci per Kelurahan di Kecamatan Medan Area
No Kelurahan
Luas Wilayah (Km²)
Persentase Luas Kecamatan (%)
1 Pandau Hulu II 0,48 11,57
2 Sei Rengas II 0,36 8,53
3 Suka Ramai II 0,31 7,35
4 Sei Ranges Permata 0,26 6,16
5 Kota Matsum I 0,34 8,06
6 Kota Matsum II 0,27 6,40
7 Kota Matsum IV 0,27 6,40
8 Suka Ramai I 0,23 8,29
9 Tegal Sari I 0,24 5,69
10 Tegal Sari II 0,24 5,69
11 Tegar Sari III 0,35 8,29
12 Pasar Merah Timur 0,75 17,77
Jumlah 4,22 100
2.2 Sejarah Singkat Pasar Tradisional Akik
Pasar di kota Medan pertama kali berfungsi untuk mensuplai kebutuhan
konsumen daging temak, yang dibangun pada tahun 1882 terletak di Jalan
Perdagangan. Kemudian pasar diperluas untuk mensuplai kebutuhan konsumsi
ikan segar, sampai ke Jalan pembelian (sekarang menjadi Pasar Ikan Lama).
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan komoditi khususnya
makanan pokok juga bertambah. Maka pada tahun 1905 dibangunlah Pasar
Sayur untuk keperluan penjualan sayur-mayur yang terletak di Jalan Cirebon
(sekarang dikenal dengan Pasar Hongkong).Adapun untuk penjualan alat
perkakas dapur maka pada tahun 1915 dibangun pasar di Petisah dan ketika itu
orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pasar Bundar. Pada tanggal 29 April
1929 dalam sidangnya Gemeenteraad(Perintah Kotapraja Medan)
mengusulkan pembangunan sebuah pasar di atas tanah bekas pacuan kuda,
yang orang sebut Pasar Lomba, pembangunan fisiknya dimulai pada tanggal
12 April 1931 dan selesai pada tanggal 31 Desember 1932. Pada awalnya pasar
ini dijadikan sebagai tempat berkumpulnya pedagang kecil pada hari-hari
pasar, akan tetapi semakin dengan ramainya pasar dan banyaknya jumlah
pedagang yang melebihi kapasitas tempat dagang yang telah ditentukan
sehingga menyebabkan kondisi pasar yang sangat semrawut, untuk mengatasi
hal tersebut dilakukanlah perluasan pasar, dan didorong dengan meluasnya
masyarakat ke berbagai sudut kota Medan. Pasar-pasar ikut serta mendampingi
Pasar sebagai pusat pertemuan pedagang dan pembeli ataupun
sebaliknya, biasanya beradi di tempat-tempat yang strategis, yakni tempat yang
mudah dicapai baik oleh pihak penjual maupun oleh pihak pembeli.Tempat
yang tidak jauh dari tempat hunian, tempat yang aman dari gangguan umum,
misalnya di pinggir belahan sungai, dekat persimpangan jalan, dan sebagainya.
Pasar Tradisional Akik memiliki keunikan tersendiri dari pasar yang
lain, nama pasar sekaligus nama jalan dimana Pasar Tradisional Akik tersebut
berada. Pada tahun 1957 Pasar Tradisional Akik berdiri dengan cara budaya
gotong royong, seiring dengan perkembangan dan bertumbuhnya penduduk,
maka bertambah pula para pedagang yang berjualan di Pasar Tradisional Akik.
Mengingat kencenderungan jumlah penduduk yang semakin bertambah,
sangatlah membutuhkan yang namanya pasar untuk memperoleh kebutuhan
ekonomi dan juga kebutuhan rumah tangga.
Menurut wawancara peneliti dengan Bapak S. Sihombing, beliau sudah
berdagang di Pasar Tradisional Akik sejak 26 tahun yang lalu. Sesuai dari
informasi yang peneliti dapatkan dari beliau pasar tersebut bertumbuh dari
satu, dua tiga orang pedagang yang semakin lama waktupun mengawal mereka
hingga pada tahun 1957 mereka merencanakan untuk didirikannya Pasar
Tradisional Akik dengan cara gotong rowong, jadi sangat aneh jikalau
sekarang banyak orang yang menyalahkan dan menuduh biang keladi
penyebab sepinya pasar Sukaramai yang baru saja dibangun dengan modifikasi
penyebab kemunduran usaha mereka sebagai pedagang pasar modern
tersebut.10
Pasar tradisional sudah dikenal sejak puluhan abad lalu, diperkerakan
sudah muncul sejak zaman kerajaan Kutai pada abab ke 5 Masehi.Dimulia dari
tukar menukar barang kebutuhan sehari-hari dengan para pelaut dari negeri
tirai Cina, masyarakat mulai mengelar dagangannya dan terjadi transaksi jual
beli tanpa mata uang. Dalam awal-awal keberadaannya, pasar tradisional
memiliki peranan yang penting dalam perkembangan wilayah dan
terbentuknya kota.Sebagai pusat aktifitas ekonomi masyarakat, pasar
tradisional telah mendorong tumbuhnya pemukiman-pemukiman dan aktivitas
sosial ekonomi lainnya di sekitar pasar tersebut dan pada tahap selanjutnya
berkembang menjadi pusat pemerintahan. 2.3 Keadaan dan Aktifitas Pasar
11
Jasa besar pasar tradisional (tentunya dengan pelaku-pelaku di dalam
pasar tersebut), hampir tidak terbantah terutama jika kita lihat sejarah
berdirinya hampir di seluruh kota di Indonesia. Bahkan dibeberapa relif candi
nusantara diperlihatkan cerita tentang masyarakat jaman kerajaan ketika
bertransaksi jual beli walaupun tidak secara detail.Bahkan pada saat masuknya
peradaban Islam di tanah air di abad 12 Masehi, pasar digunakan sebagai alat
10
Wawancara pribadi, 24 november 2016, S. Simbolon,Pedang Pasar Tradisional Akik.
11
untuk berdakwah. Para wali mengajarkan tata cara berdagang yang benar
menurut ajaran Islam.
Sebuah pasar terdiri dari pelanggan potensial dengan kebutuhan atau
keinginan tertentu yang mungkin mau dan mampu untuk ambil bagian dalam
jual beli guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut. Karena itu besar
kecilnya suatu pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan
kebutuhan, mempunyai sumber daya yang menarik bagi orang lain, dan mau
menyediakan sumeber daya tersebut untuk memperoleh apa yang mereka
inginkan.12
12
DH. Penny, 1990 (Hal27), Kemiskinan Peranan Sumber Pasar, Jakarta: Universitas Indonesia.
Terbentuknya pasar ada dua macam, 1) Pasar sebagai lembaga atau
tempat orang berjual beli, terjadi secara kebetulan saja, misalnya pedagang
berhenti disuatu tempat dan mejajakan barang dagangannya lalu beberapa
orang pembeli datang dan terjadi transaksi jual beli.Jika hal itu terjadi secara
berkesinambungan maka tempat tersebut sudah biasadikatakan sebuah pasar.
2) Pasar terjadi berdasarkan perencanaan. Masyarakat merasa kekurangan
dalam memenuhi kebutuhan ekonominya dalam kehidupan sehari-hari karena
di daerah tempat tinggalnya belum terdapat sebuah pasar.Maka sejumlah
masyarakat mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk membangun dan
mendirikan pasar didaerah tersebut.Masyarakat bersama aparat pemerintah
setempat bermufakat untuk mendirikan pasar di tempat yang telah
direncanakan dan disepakati bersama.Pasar itu terbentuk karena adanya
Dalam kehidupan manusia sehari-hari khususnya di kota Medan jual
beli suatu barang disebut dengan pajak, akan tetapi hal tersebut hanya berlaku
dalam komunikasi sehari-hari saja, sedangkan kata yang bakunya adalah pasar.
Pajak adalah nama khas untuk menyebut pasar tradisional yang ada di kota
Medan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia pengertian dari pajak adalah
pengutan wajib, hak untuk mengusahakan sesuatu dengan membayar sewa
kepada Negara sedangkan pasar adalah tempat orang melakukan jual beli.
Pasar sebagai pusat pertemuan pedagang dan pembeli, biasanya berada
dalam tepat-tempat yang strategis, yaitu tempat yang mudah dicapai baik oleh
penjual dan pembeli, berada di tempat yang dekat dengan pemukiman
masyarakat, tempat yang sering dilalui orang dan jauh dari gangguan umum
misalnya dipinggiran belahan sungai, dekat persimpangan jalan dan
sebagainya. Dengan dibangunnya jalan raya keberadaan Pasar Tradisional
Akik semakin berkembang karena lokasinya yang begitu strategis berada tepat
di Jalan Akik No 05 yang sangat dekat dengan pemukiman masyarakat.
Menurut S. Simanjuntak, pedagang yang berdagang sudah cukup lama
di Pasar Tradisional Akik menyataka bahwa pada tahun 1993 pasar tersebut
sudah beroprasi dari pagi sampai sore hari. Karena lokasi pasar yang letaknya
sangat strategis, pasar ini selalu ramai dikunjungi para konsumen.Pada saat itu
para pedagang menjajakan barang dagangannya belum ditentukan tempat
berjualannya atau belum memiliki aturan yang benar-benar mengikat
bersifat lisan saja, terutama tidak saling merugikan diantara mereka para
pedagang.13
Para pedagang tidak dikutip biaya apapun karena sebagian besar
pedagang tersebut penduduk yang menetap disekitar Pasar Tradisional Akik
dan juga karena pasar ini berdiri dengan apa adanya dengan cara gotong
royong masyarakat sekitar. Keadaan pasar tersebut belum terorganisasi dengan
baik, dimana belum terdapat petugas penjaga kebersihan dan penjaga malam
yang sah.Tetapi beberapa para pedagang sering menggunakan jasa orang yang
untuk membersihkan sampah sisa-sisa jualan mereka dengan memberikan
upah sekedarnya saja.
Jenis dagangan yang di perdagangkan berupa kebutuhan hidup
sehari-hari seperti: sayur mayur, ikan, cabai, dan bawang serta kebutuhan sesehari-hari-sehari-hari
lainnya. Para pedagang hanya mengunakan meja-meja yang dibuat dari kayu
tetapi ada juga yang menggunakan gerobak sebagai tempat meletakkan barang
dagangannya, jika sudah selesai maka gerobaknya dibawa kembali pulang, dan
1-5 orang yang sudah memiliki kios untuk menyimpan barang dagangannya.
14
13
Wawancara pribadi, S. Simanjuntak, 22 Vovember 2016, Pasar Tradisional Aiki.
14
Wawancara pribadi, Ruslanda, 23 November 2016, Pasar Tradisional Akik.
Pengunjung pasar kebanyakan mereka yang menetap di Kelurahan
Suka Ramai II, selain itu ada juga yang datang dari luar wilayah ini.Pada masa
itu Pasar Tradisional Akik adalah pasar yang aktifdari pagi sampai sore hari
untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari.Sehingga para pedagang dan
pembeli sangat ramai sekali bila dibandingkan dengan wilayah pasarnya yang
2.4 Akses Menuju Pasar
Faktor transfortasi merupakan faktor yang sangat penting dalam
perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Demikian juga dengan masyarakat
Kelurahan Suka Ramai II, sudah bisa dikatakan sarana transportasi sangat
lancar di daerah tersebut sehingga untuk mencapai Pasar Tradisional Akik,
sudah bisa dikatakan sarana transportasi sangat lancar di daerah tersebut
sehingga untuk mencapai Pasar Tradisional Akik pendatang yang datang dari
luar daerah tidak mengalami kesulitan lagi. Sarana jalan yang sdah memadai
memudahkan para pedagang untuk mengadakan transaksi jual beli secara
langsung.Jalan-jalan yang menuju ke areal Pasar tersebut pada umumnya
sudah dapat dijangkau oleh kendaraan besar maupun kecil.Bagi penduduk
yang tinggal di pinggiran jalan atau sedikit jauh dari jalan umum biasanya
mempergunakan jasa angkutan umum.Sedangkan bagi penduduk yang tinggal
lebih jauh kepedalaman, mereka kebanyakan menggunakan becak sebagai alat
transportasi, namun tidak sedikit penduduk yang tinggal di sekitar pasar hanya
berjalan kaki saja.
Alat transportasi yang digunakan para pedagang maupun para pembeli
untuk menjangkau pasar antara lain kendaaraan umum, kendaraan pribadi,
pickup maupun becak. Kendaraan umum pada masa itu selain Angkutan
Kota.Hal ini sangat menguntungkan para pedagang yang bisa secara langsung
membawa barang dagangannya dikarenakan Angkutan Kota yang sangat
banyak jumlahnya dan pada umumnya penumpangnya merupakan para
Semakin lancarnya transportasi serta jalan yang dilalui tentu
komunikasi dengan masyarakat luar juga semakin lancar. Komunikasi yang
lancar antara masyarakat suatu daerah dengan masyarakat derah lainnya akan
saling bertukar informasi dan bisa menerima masukan-masukan dari
masyarakat pendatang sebagai bahan perbandingan dengan apa yang telah
dilakukan selama ini. Tidak jarang hal-hal yang dibawa masyarakat pendatang
member semangat baru kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan hasil
produksi maupun cara meraka berdagang. Semakin majunya sebuah pasar
tentu membawa pengaruh yang besar bagi kemajuan perekonomian
masyarakat sekitarnya.15
15
Ib id, hlm 114
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu pemicu perkembangan
pasar karena dengan semakin bertambahnya penduduk tentu kebutuhan yang
diperlukan semakin banyak sehingga mendorong pasar untuk meningkatkan
jumlah dan variasi barang yang diperjual-belikan.Hal ini tidak terlepas dari
pengaruh lancarnya sarana transportasi, dengan kendaraan umum yang yang
cukup banyak melintasi pasar tersebut membuat para pedagang maupun
pembeli sangat mudah dan cepat untuk sampai ke pasar tersebut.Pasar
Tradisional Akik adalah pasar tradisional yang berkembang dengan baik dan
Jadi dapat disimpulkan bahwa sarana jalan yang telah memadai ini
mendorong dan memberi kesempatan bagi perkembangan ekonomi masyarakat
dan juga memudahkan jalur komunikasi dengan masyarakat dari luat pasar
tersebut.Tidak dapat dipungkiri sarana transportasi inilah yang memicu
pesatnya perkembangan Pasar Tradisional Akik sehingga para pedagang dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang
Upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya sudah berlangsung
sejak manusia itu ada.Salah satu kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan
tersebut adalah memerlukan adanya pasar sebagai sarana
pendukungnya.1
Pasar: tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan
transaksi jual beli barang atau jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan
dengan kegiatannya bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya
kegiatan transaksi atau jual beli. Para konsumen datang ke pasar untuk
berbelanja dengan membawa uang untuk membayar harganya.Stanton, Sebelum terbentuknya pasar, manusia sudah terlebih dahulu
mengenal yang namanya bercocok tanam.Dengan dikenalkan kegiatan
bercocok tanam maka dapat diperoleh sedikit gambaran mengenai pola-pola
tempat tinggal kegiatan perekonomian pada masa bercocok tanam tersebut.
Hasil dari kegiatan itu sudah diperdagangkan pula secara barter
(tukar-menukar barang). Barang-barang yang dipertukaran sudah diangkut dalam
jarak yang jauh melalui sungai, laut dan darat. Barang yang dipertukarkan
bukan saja hasil-hasil dari aktivitas di luar kegiatan bercocok tanam seperti
gerabah, anyaman, dan alat-alat bekerja tetapi juga hasil-hasil pertanian/ cocok
tanam seperti keladi (talas), ubi, sukun, pisang, buah kelapa, durian, salak,
rambutan dan duku.
1
Suyono dalam Learissa,RZ dkk,1996, Sejarah Perekonomian Indonesia, Defit Prima