PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL KETERAMPILAN KONFRONTASI EFEKTIF PADA PELATIHAN KONSELOR SEBAYA MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI
MEDAN TAHUN AJARAN 2015 /2016
SKRIPSI
Oleh :
NITA INDAH SARI MUNTHE
NIM. 1123151030
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL KETERAMPILAN KONFRONTASI EFEKTIF PADA PELATIHAN KONSELOR SEBAYA MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI
MEDAN TAHUN AJARAN 2015 /2016
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program Studi
Bimbingan dan Konseling
Oleh :
NITA INDAH SARI MUNTHE
NIM. 1123151030
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
ABSTRAK
NITA INDAH SARI MUNTHE. NIM. 1123151030. Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Konfrontasi Efektif Pada Pelatihan Konselor Sebaya Mahasiswa Di UniversitasNegeri Medan Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan. 2016.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Melalui Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan KonfrontasiEfektif Pada Pelatihan Konselor Sebaya Di Universitas Negeri Medan Tahun Ajaran 2015/2016? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi efektif pada pelatihan konselor sebaya mahasiswa Di Universitas Negeri Medan TahunAjaran
2015/2016”.
Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa di Universitas Negeri Medan Semester II, IV, VI yang tergabung pada komunitas Konselor sebaya tahun 2015/2016. Adapun pengambilan subjek ini yaitu dengan mengunakan teknik Purposive sampling ( Pengambilan subjek secara sengaja), yang diambil melalui pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti. Desain yang digunakan dalam penelitian ini digolongkan kedalam jenis penelitian dan pengembangan pendidikan (Educational Research and Development) atau Educational R & D.
Hasil penelitian menunjukkan Media Audio Visual yang dikembangkan peneliti layak untuk digunakan sebagai media video pembelajaran keterampilan konfrontasi untuk seluruh mahasiswa di Universitas Negeri Medan, karena memiliki nilai rangkuman prsentase yang rata-ratanya sebesar 92,5% dengan
kriteria “SangatBaik”.
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul skripsi ini adalah “Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Konfrontasi Efektif Pada Pelatihan Konselor Sebaya Mahasiswa Di Universitas Negeri Medan T.A 2015/ 2016”. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Penulis menyadari bahwa banyak sekali hambatan dan kesulitan yang dialami oleh penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Keberhasilan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengungkapkan ucapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
iii
3. Ibu Dra. Zuraida Lubis, M.Pd., Kons, selaku Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan serta Sekertaris Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Ibu Dra. Nur’Arjani, M.Pd. 4. Ibu Prof. Dr. Hj. Rosmala Dewi, M.Pd., Kons selaku Dosen Pembimbing
Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, dan saran guna kesempurnaan skripsi ini. Terimakasih selama ini telah memberikan semangat dan motivasi kepada penulis agar menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan benar.
5. Bapak Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd, Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd, dan Bapak Dr. Nasrun, MS, selaku Dosen penyelaras yang telah banyak memberikan masukan-masukan yang sangat bermanfaat bagi peneliti untuk memperbaiki skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah banyak memberikan ilmu, bimbingan, dukungan, saran dan motivasi, kepada peneliti selama perkuliahan maupun di luar perkuliahan.
7. Seluruh Staf dan Pegawai Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan atas kerja samanya dan bantuan kepada peneliti terutama dalam usaha surat-menyurat.
8. Ibu Prof. Dr. Rosmala Dewi, M.Pd., Kons beserta 45 Mahasiswa dari seluruh Jurusan di UniversitasNegeri Medan yang telah banyak membantu saya selama proses penelitian berlangsung.
iv
penulis. Serta tidak pernah berhenti memberikan doa, dukungan baik berupa moril dan materi.
10.Untuk abang, kakak dan adik (Ismail Munthe, Arni Susanti Munthe, S.Pd.I, Siti Jahara Munthe, Johasdam Munthe, SE dan adik tersayang Ali Anjas Munthe,) yang selalu memberikan motivasi dan berupa materi serta doanya kepada penulis,
11.Terimakasih untuk yang terkasih Irfan Ramadhan Sitompul S.Kep, Ners yang selalu memberikan motivasi, tak henti-hentinya sabar mendengarkan semua keluh kesah penulis disaat kesulitan, selalu menghibur penulis disaat bersedih beserta doa kepada penulis.
12.Untuk sahabat tersayang dan layaknya bagian keluarga Jumiatul Mancha, dan Siti Mulyani yang selalu memberikan dukungan, motivasi, selalu siap
mendengarkan keluh kesah penulis dan do’a kepada penulis.
13.Terimakasih buat sahabat-sahabatku (Neroes), sahabat suka duka, sahabat yang seperti layaknya keluarga kandung sendiri: Annisa, Cita, Dita, Ina, Mukhairani, Sarda, Tiara, Khuzairi, Febri, Riza dan Arief yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan, semangat, menemani penulis disaat kesulitan.
14.Teman-teman seperjuangan satu dosen pembimbing : Cut, Yeni, Tiara, dan Wardah, terimakasih untuk selalu bersama dalam menghadapi masalah apa pun yang terjadi dalam proses menyelesaikan skripsi ini, selalu membantu
dan menemani penulis disaat kesulitan, beserta motivasi dan do’a kepada
v
15.Teman-teman seperjuangan BK Reguler 2012 yang telah membantu, mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
16.Teman-teman PPLT di SMA NEGERI 1 SIMPANG EMPAT yang telah memberikan motivasi kepada penulis.
17.Dan seluruh pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Terima kasih atas semua bantuannya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalasnya. Dan penulis menyadari masih banyak terdapat kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, karena penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini.
Medan, 2016
Penulis
vi
1.1LatarBelakang Masalah ··· 1
1.2 Identifikasi Masalah ··· 6
2.1Pengembangan Media Audio Visual ··· 9
2.1.1 Pengertian Media ··· 10
2.1.2Jenis-Jenis Media ··· 10
2.1.3 Media Audio Visual ··· 11
2.1.4 Kelebihan dan Kelemahan Media Audio Visual ··· 12
2.1.5 Karakteristik Media Audio Visual ··· 13
2.1.6 Tujuan dan Fungsi Media Audio Visual ··· 15
2.2Keterampilan Konfrontasi ... 17
2.2.1 Pengertian Konfrontasi ··· 17
2.2.2 Tujuan Konfrontasi ··· 19
2.2.3 Faktor-Faktor Konfrontasi ··· 20
2.2.4 Jenis dan Aspek Konfrontasi ··· 20
2.2.5 Kelebihan & Kelemahan Konfrontasi ··· 22
2.3 Konseling Teman Sebaya ··· 25
vii
2.3.2 Tujuan Konseling Teman Sebaya ··· 27
2.3.3 Peran Konselor Sebaya Diperguruan Tinggi ··· 28
2.3.4 Asas-Asas Konseling Teman Sebaya ··· 28
2.3.5 Alasan Perlunya Konseling Sebaya ··· 32
2.3.6 Pelaksanaan Konseling Sebaya ··· 33
2.4 Kerangka Konseptual ··· 365
BAB III : METODE PENELITIAN ··· 40
3.1 Jenis Penelitian ··· 40
3.2 Desain Penelitian ··· 40
3.3 Subjek Penelitian ··· 46
3.4 Operasional Variabel Penelitian ··· 47
3.5 Teknik Pengumpulan Data ··· 48
3.6Teknik Analisis Data ··· 50
3.7Lokasi dan Waktu Penelitian ··· 51
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHSAN ··· 53
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ··· 53
4.2 Persiapan Penelitian ··· 55
4.3 Pelaksanaan Penelitan ··· 55
4.4 Penelitian Pengembangan Produk··· 57
4.5 Hasil Analisis Data ··· 74
4.6 Pembahasan Hasil Penelitian ··· 76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ··· 80
5.1 Kesimpulan ··· 80
5.2 Saran ··· 82
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Hasil Praktik Melaksanakan 8 Keterampilan Merespon ... 3
Tabel 3.1 Tabel Skala Pemberian Skor Skala Nilai ... 48
Tabel 3.2 Skala Pemberian Skor Observasi ... 49
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Angket Pengembangan Media ... 50
Tabel 3.4 Interval Penilaian Media ... 51
Tabel 3.5 Jadwal Penelitian ... 51
Tabel 4.1 Perbaikan dan Pengembangan Materi Media ... 57
Tabel 4.2 Skor Penilaian Ahli Materi ... 61
Tabel 4.3 Skor Penilaian Ahli desain ... 63
Tabel 4.4 Skor Penilaian Ahli Grafis ... 64
Tabel 4.5 Skor Penilaian 3 Ahli... 65
Tabel 4.6 Revisi Ahli Materi ... 66
Tabel 4.7 Revisi Pokok Bahasan Ahli Materi ... 67
Tabel 4.8 Revisi Pokok Bahasan Ahli Desain ... 67
Tabel 4.9 Revisi Pokok Bahasan Ahli Grafis ... 67
Tabel 4.10 Skor Penilaian Uji Coba Tahap II ... 68
Tabel 4.11Skor Penilaian Uji Coba Tahap III ... 71
Tabel 4.12 Skor Penilaian Uji Coba Tahap IV ... 73
Tabel 4.13 Analisis Data ... 75
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 langkah Penelitian R & D menurut Borg dan Gall ... 41
Gambar 4.1 Tahap-tahap Uji Coba Produk ... 60
Gambar 4.2 Diagram Batang Analisis Data ... 76
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Skala Nilai Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan
Merespon Konselor Sebaya ... 85
Lampiran 2. Observasi Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 88
Lampiran 3 Wawancara Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 91
Lampiran 4 Lembar Evaluasi Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 93
Lampiran 5 Skala Nilai Pakar Ahli Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 96
Lampiran 6 Skala Nilai Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 99
Lampiran 7 Skala Nilai Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 102
Lampiran 8 Observasi Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 103
Lampiran 9 Wawancara Pengembangan Media Audio Visual Keterampilan Merespon Konselor Sebaya ... 104
Lampiran 10 Foto Kegiatan Penelitian ... 105
Lampiran 11 Daftar Hadir Rapat ... 112
Lampiran 12 Daftar Hadir Peserta ... 113
Lampiran 13 Surat Izin Penelitian ... 114
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan Nasional merupakan bagian dari sistem Pembangunan Nasional Indonesia, karena itu pendidikan mempunyai peran dan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membentuk generasi yang berpengetahuan dan menguasai IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan menumbuhkan semangat bangsa dan ikut bertanggung jawab dalam proses pembangunan bangsa menuju manusia indonesia seutuhnya.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pendidikan
Tinggi Bab 1 Pasal 1 (1) Pendidikan adalah “Usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual,keagamaan,pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”Pada dasarnya mahasiswa sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang kearah kematangan. Untuk mencapai arah kematangan tersebut mahasiswa memerlukan pembelajaran yang mendalam.
2
Konfrontasi digunakan hanya melalui kata-kata yang merupakan penyimpulan dari perkataan klien dan atau perbuatan klien. Dengan kata lain,konfrontasi tidak boleh berisikkan tuduhan, penilaian, atau pemecahan masalah.
Manfaat dari melakukan konfrontasi : 1) untuk membantu klien menyadari dan menghadapi berbagai pikiran, perasaan, dan kenyataan yang terjadi pada dirinya, yang ingin disembunyikan, 2) membantu klien untuk mencapai kesusaian (coungruency), yaitu suatu keadaan dimana kata-kata klien sesuai dengan tingkah lakunya.
Fonemena yang terjadi pada mahasiswa dalam melakukan keterampilan konfrontasi masih dikatakan rendah. Ada beberapa faktor yang memungkinkan hal itu terjadi,diantaranya mahasiswa kurang memahami isi percakapan konseli sehingga konselor sulit menyanggah perkataan konseli. Begitu juga dengan keadaan dilapangan guru-guru Bimbingan Konseling disekolah masih banyak yang kurang menguasai keterampilan konfrontasi sehingga dalam proses konseling hanya berjalan begitu saja tanpa adanya keterampilan-keterampilan yang dilakukannya.
3
bahwa “anak muda umumnya enggan mengungkapkan masalah pribadinya
mereka kepada orang dewasa”.
Tabel 1.1 Hasil Praktik Melaksanakan 8 Keterampilan Merespon Mahasiswa Konselor Sebaya Berkarakter Dalam Membantu Teman Yang Bermasalah.
No Jenis Keterampilan Baik % Sedang % Kurang %
1 Menerima 20 49% 19 46% 2 5% 2 Perhatian penuh 11 27% 28 68% 2 5% 3 Kesimpulan 16 39% 20 49% 5 18% 4 Pertanyaan terbuka 9 22% 15 37% 17 41% 5 Refleksi 20 49% 17 41% 12 10%
6
Mengkomunikasikan secara jujur
8 20% 19 46% 14 34%
7 Konfrontasi 7 17% 23 56% 11 27% 8 Merumuskan masalah 6 15% 10 24% 25 61%
Hasil penelitian ini memperlihatkan kesulitan mahasiswa konselor sebaya berkarakter sebagaian besar pada keterampilan merumuskan masalah, konfrontasi, mengkomunikasikan secara jujur, memberi pertanyaan terbuka. Keterampilan yang lain juga belum mencapai 50%.
4
misalnya kurang mampu menanggapi pernyataan konseli yang menantang pada dirinya, mendengarkan secara aktif, kurang mampu membuat kalimat kalimat konfrontasi yang baik dengan sikap attending.
Upaya yang dilakukan melaluli peranan mahasiswa mengadakan pelatihan konselor sebaya keterampilan konfrontasi maka peneliti memberikan beberapa solusi yaitu mengembangkan bahan ajar, media, membuat pelatihan ataupun laboraturium yang memadai. Dari beberapa solusi tersebut peneliti memilih salah satu upaya untuk memudahkan keterampilan konfrontasi pada pelatihan konseling sebaya dengan cara pengembangan media. Media untuk membantu mahasiswa dalam melakukan keterampilan konfrontasi yang dikatakan rendah. Media sangat berperan penting dalam sarana atau perangkat yang berfungsi sebagai perantara atausaluran dalam suatu proses komunikasi.
Garlach & Ely (1971) dalam Azhar Arsad (2007:3) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektroniks untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efesien.
5
visual paling efektif digunakan untuk keterampilan konfrontasi pada pelatihan konseling sebaya. Azhar Arsyad (2007:148) media dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk :
1. Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar
2. Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi
3. Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
4. Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasa atau sesuatu masalah
6
sebaya melakukan keterampilan konfrontasi. Dengan menggunakan media mahasiswa mampu mengoptimalkan melakukan konfrontasi pada konseling sebaya.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis perlu melakukan penelitian tentang “Pengembangan Media Audio-Visual Keterampilan Konfrontasi Efektif Pada Pelatihan Konselor Sebaya Mahasiswa Di Universitas Negeri Medan”.
1.2 Identifikasi Masalah
1. Adanya mahasiswa kurang mengetahui cara melakukan keterampilan konfrontasi pada pelatihan konselor sebaya.
2. Minimnya pengetahuan mahasiswa mengenai pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi efektif pada pelatihan konselor sebaya. 3. Mahasiswa merasa media audio visual keterampilan konfrontasi kurang
penting pada pelatihan konselor sebaya.
1.3 Pembatasan Masalah
Bertolak dari identifikasi masalah, maka peneliti membatasi permasalahan peneliti yang akan didalami yaitu media yang digunakan dalam pemberian layanan konselor sebaya pada keterampilan konfrontasi adalah audio visual. Layanan dilakukan untuk mengembangkan media audio visual, dan sasarannya adalah mahasiswa di Universitas Negeri Medan
7
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah penelitian,dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah pengembangan media audio-visual keterampilan konfrontasi efektif pada pelatihan konselor sebaya mahasiswa di Universitas Negeri Medan ?
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini pada dasarnya merupakan sasaran utama yang akan dicapai oleh seseorang melalui kegiatan penelitian yang dilakukan, sebab tanpa tujuan kegiatan yang dilaksanakan tidak mempunyai arah yang jelas.
Maka yang menjadi tujuan penelitian adalah: “Untuk mengetahui pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi efektif pada pelatihan konselor sebaya mahasiswa Di Universitas Negeri Medan”.
1.6 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
8
2. Manfaat Praktis
1. Bagi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling
Sebagai bahan refrensi dalam menambah dan memperkaya ilmu pengetahuan khususnya mahasiswa jurusan Bimbingan konseling di Universitas Negeri Medan untuk pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi pada pelatihan konselor sebaya.
2. Bagi guru pembimbing
Dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan media audio-visual keterampilan konfrontasi.
3. Bagi Mahasiswa
Sebagai bahan masukan bagi mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Medan untuk mengembangkan media audio-visual dalam keterampilan konfrontasi.
4. Bagi calon konselor
Sebagai pengalaman selama meneliti dan akan menjadikan pengalaman ini sebagai bahan masukan ketika peneliti sudah berada di dunia kerja sebagai konselor.
5. Bagi Peneliti
80 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan rumusan, tujuan, hasil dan pembahasan penelitian
pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi yang dikemukakan sebelumnya maka dapat disimpulkan sebagai berikut ;
1) Hasil penilaian dari ahli materi pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com secara keseluruhan termasuk
dalam kategori “Sangat Baik” dengan presentase rata-rata sebesar 92,8%.
2) Hasil validasi ahli desain pembelajaran terhadap pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi yang dikembangkan menunjukkan Dengan demikian hasil penilaian dari ahli desain pembelajaran pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com secara
keseluruhan termasuk dalam kategori “Baik” dengan presentase rata-rata
sebesar 89,2%.
3) Hasil penilaian dari ahli desain rekayasa perangkat lunak dan desain grafis pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com
secara keseluruhan termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan
81
4) Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli desain pembelajaran, ahli rekayasa perangkat lunak dan desain grafis dapat dirangkumkan keseluruhannya pada pengembangan media audio visual keterampilan konfrontasi yang dikembangkan termasuk dalam kriteria “Sangat Baik” dengan prsentase rata-rata sebesar 92,3%, maka dapat diterima dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
5) Hasil penilaian dari uji coba lapangan awal pada 8 mahasiswa Universitas Negeri Medan pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com secara keseluruhan termasuk dalam kategori
“Sangat Baik” dengan presentase rata-rata sebesar 91,5%.
6) Hasil penilaian dari uji coba lapangan produk utama pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com secara
keseluruhan termasuk dalam kategori “Baik” dengan presentase rata-rata
sebesar 89,3%.
7) Hasil penilaian dari uji coba lapangan skala luas/uji kelayakan pada aspek media audio visual isi pokok bahasan keterampilan konfrontasi yang dikembangkan dengan menggunakan program konselorsebaya.com secara
keseluruhan termasuk dalam kategori “Sangat Baik” dengan presentase
rata-rata sebesar 97,80%.
82
nilai rangkuman prsentase yang rata-ratanya sebesar 92,5% dengan kriteria
“Sangat Baik”.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil temuan yang telah diuraikan pada kesimpulan dan hasil penelitian, berikut ini diajukan beberapa saran yaitu :
1. Pada kenyataannya hingga saat ini proses pembelajaran daan proses konseling masih dilakukan secara manual dengan menggunkan media buku teks, maka disarankan agar media audio visual mulai saat ini sudah harus digunakan dengan alasan media audio visual mampu memberikan umpan balik kepada mahasiswa
2. Media audio visual ini sangat membantu dalam proses penyampaian materi tentang keterampilan konfrontasi maka dari itu keberadaan sebagai dosen sangat diperlukan uuntuk fasilator dan tetap terlibat aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran.
3. Agar hasil produk lebih maksimal dan layak digunakan lebih jauh lagi, maka diperlukan pengembang yang terdiri dari : ahli pengembang kurikulum, ahli materi yang profesional, ahli pembelajaran, ahli media, dukungan dana, sarana waktu yang tersedia, dan kemampuan sarana prasarana dalam produksi media yang memadai.
83
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Borg, W.R., & Gall, M.G. (1989). Educational Research: An Introduction (5th ed.). New York:Longman.
Borg, W. R. & Gall, M. D. (2003). Educational research: an introduction (7th ed.).New York: Longman, Inc.
Carr, R.A. (1981). Theory and Practice of Peer Counseling. Ottawa: Canada Employment and Immigration Commission.
Darminto, danHariastuti. 2007. Keterampilan-keterampilan Dasar dalam Konseling. :UNESA Press.
Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
Dewi, Rosmala, (dkk). 2015. Keterampilan Memberi Respon Bagi Konselor Sebaya Berkarakter Melalui Strategi BMB3 Di Universitas Negeri Medan. Medan: Unimed Press.
Dewi, Rosmala. Dra. Rahmulyani. Keterampilan Memberi Respon Konselor Sebaya Berkarakter Melalui Strategi BMB3 Di Universitas Negeri Medan. (Online). http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Proceeding-31576-9.pdf. Diakses tanggal 22 Januari 2016.
Erhamwilda. 2015. Konseling Sebaya (Alternatif Kreatif Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah). Yogyakarta: Ruko Jambusari 7A.
Geldard Katrhyn, David Geldard. 2011. Konseling Remaja. Yogyakart: Pustaka Pelajar.
Lumongga Lubis, Namora. 2011. Memahami Dasar-Dasar Konseling Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta. Prenada Media
Milfatyetty, Sri. 2015. Assemen Teknik Non Tes Dalam Bimbingan Konseling. Medan. Unimed
Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Pers.
Nursalim, Mochamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Akademia Permata.
84
http://dewirahayubanget.blogspot.co.id/2012/10/keterampilan-dalam-konseling.html. Diakses 04 April 2016.
Rambe, Nisma. 2014. Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Konfrontasi Terhadap Peningkatan Keterampilan Berkomunikasi Siswa, skripsi: Psikologi Pendidikan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Unimed, Medan
Reber, Arthur S. dan Emily S. Reber. 2010. Kamus Psikologi. Yogyakarta: Pustaka
Rer. Nat. H. Asyhar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengebangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta.
Riyana, Cheppy. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta:P3AI UPI. Rogation, Mary Rebecca. 1996. Konseling Sebaya Sebuah Gaya
HidupYogyakarta: Kanisius
Sudirman, Arief S, dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.