• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII MENGAPA PANCASILA MENJADI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB VII MENGAPA PANCASILA MENJADI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

I. Konsep Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Bagian ini membahas berbagai interpretasi Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu. Pertama, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, nilai-nilai Pancasila diintegrasikan sebagai faktor internal pengembangan iptek. Ketiga, Pancasila sebagai rambu normatif yang mengarahkan pengembangan iptek agar sesuai dengan cara berpikir dan bertindak bangsa Indonesia. Keempat, pengembangan iptek harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia (indegenisasi ilmu). Keempat pengertian ini memiliki konsekuensi berbeda. Pengertian pertama mengasumsikan perkembangan iptek yang otonom, kemudian diadaptasi dengan nilai-nilai Pancasila. Pengertian kedua menekankan integrasi nilai-nilai Pancasila sejak awal pengembangan iptek, meskipun dengan ruang negosiasi bagi para ilmuwan. Pengertian ketiga menyoroti aturan main yang disepakati, namun tanpa jaminan kepatuhan berkelanjutan. Pengertian keempat, yang paling ideal, menempatkan Pancasila sebagai paradigma ilmu di Indonesia, memerlukan pembahasan lebih lanjut mengenai implementasinya dalam pengambilan keputusan ilmiah.

II. Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Bagian ini menggarisbawahi urgensi Pancasila sebagai pedoman pengembangan iptek. Kemajuan iptek, seperti pisau bermata dua, dapat membawa kemudahan sekaligus ancaman bagi peradaban manusia. Contohnya, bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Urgensi Pancasila dijelaskan melalui tiga poin: Pertama, pluralitas nilai yang berkembang di Indonesia menuntut refleksi mendalam agar keputusan nilai sesuai dengan kepribadian bangsa. Kedua, dampak negatif iptek terhadap lingkungan hidup membutuhkan tuntunan moral bagi para ilmuwan. Ketiga, dominasi iptek Barat dalam politik global mengancam nilai-nilai khas Indonesia seperti spiritualitas dan gotong royong. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring pengaruh global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

III. Menanya Alasan Diperlukannya Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Bagian ini menelaah alasan perlunya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia. Pengaruh iptek merata ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga ancaman dari pengembangan iptek yang terlepas dari nilai-nilai spiritualitas dan keadilan sangat nyata. Tiga alasan utama diuraikan: Pertama, kerusakan lingkungan akibat iptek, misalnya dari pertambangan, perlu mendapat perhatian serius untuk menjamin keberlanjutan hidup generasi mendatang. Kedua, penjabaran sila-sila Pancasila dapat mengontrol dan mengendalikan kemajuan iptek yang cenderung pragmatis dan mengikis nilai-nilai luhur. Ketiga, nilai-nilai kearifan lokal tergantikan oleh gaya hidup global, seperti konsumerisme dan individualisme. Oleh karena itu, Pancasila dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan dan mencegah kemerosotan nilai-nilai bangsa.

IV. Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politis tentang Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu di Indonesia

Bagian ini menelusuri sumber historis, sosiologis, dan politis yang mendukung Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu. Sumber historis ditelusuri dari Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea keempat yang menekankan 'mencerdaskan kehidupan bangsa'. Diskusi dan seminar di perguruan tinggi, terutama UGM, juga memberikan kontribusi penting. Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Notonegoro, Daoed Joesoef, dan T. Jacob memberikan pandangan mereka tentang peran Pancasila dalam pengembangan ilmu dan etika ilmiah. Sumber sosiologis terlihat dari sikap masyarakat yang memperhatikan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan, seperti penolakan terhadap PLTN di Muria. Sumber politis ditelusuri dari pidato para pemimpin negara, yang menunjukkan dukungan terhadap keterkaitan iptek dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembangunan nasional, meskipun implementasinya belum eksplisit.

7.4.1 Sumber Historis Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu di Indonesia

Sub-bagian ini menelusuri sejarah pemikiran tentang Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, dimulai dari Pembukaan UUD 1945 hingga berbagai seminar dan diskusi di perguruan tinggi, terutama di UGM. Pembahasan meliputi pandangan tokoh-tokoh kunci seperti Soekarno, Notonegoro, Daoed Joesoef, dan T. Jacob, yang masing-masing memberikan interpretasi berbeda namun saling melengkapi tentang bagaimana Pancasila dapat menjadi landasan pengembangan ilmu dan etika ilmiah di Indonesia. Perhatian khusus diberikan pada bagaimana setiap sila Pancasila dapat diterjemahkan ke dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

7.4.2 Sumber Sosiologis Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu di Indonesia

Sub-bagian ini membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila tercermin dalam sikap dan reaksi masyarakat terhadap pengembangan iptek. Contohnya, penolakan masyarakat terhadap pembangunan PLTN di Muria menunjukkan kepedulian terhadap nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Masyarakat Indonesia menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang berpotensi membahayakan lingkungan dan kesejahteraan, mencerminkan nilai-nilai yang dianut dalam Pancasila. Analisis ini menekankan bagaimana nilai-nilai Pancasila telah menjadi bagian integral dari kesadaran sosial masyarakat Indonesia dalam menyikapi isu-isu terkait pengembangan iptek.

7.4.3 Sumber Politis Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu di Indonesia

Sub-bagian ini menganalisis kebijakan pemerintah terkait Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu. Pidato-pidato presiden dari berbagai era, mulai dari Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono, dikaji untuk melihat bagaimana pemerintah memandang hubungan antara Pancasila dan pengembangan iptek. Meskipun belum selalu eksplisit, pidato-pidato tersebut menunjukkan dorongan untuk menghubungkan pengembangan iptek dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembangunan nasional. Analisis ini mengeksplorasi bagaimana kebijakan pemerintah mencerminkan – atau seharusnya mencerminkan – integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan iptek.

V. Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Bagian ini membahas dinamika dan tantangan dalam penerapan Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek. Dinamika ditandai dengan perhatian yang meningkat dari kaum intelektual, terutama di UGM, namun belum menjadi kebijakan negara yang konsisten. Tantangan utama meliputi dominasi kapitalisme global yang membatasi ruang penerapan nilai-nilai Pancasila, globalisasi yang melemahkan daya saing bangsa Indonesia dalam iptek, konsumerisme, dan pragmatisme yang mengikis nilai-nilai luhur. Tantangan ini menunjukkan perlunya upaya lebih sistematis dan terintegrasi untuk mengimplementasikan Pancasila dalam pengembangan iptek di Indonesia.

7.5.1 Argumen tentang Dinamika Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Sub-bagian ini membahas perkembangan pemahaman dan penerapan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia. Meskipun belum menjadi fokus utama kebijakan negara, perhatian terhadap tema ini terus berkembang, terutama di kalangan akademisi. Analisis ini mencatat kontribusi penting dari beberapa perguruan tinggi, seperti UGM, dalam mengadakan seminar dan simposium untuk membahas peran Pancasila dalam pengembangan iptek. Namun, tantangan masih ada untuk menerjemahkan wacana ini ke dalam kebijakan praktis dan implementasi yang nyata.

7.5.2 Argumen tentang Tantangan Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu

Sub-bagian ini mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapan Pancasila sebagai dasar pengembangan iptek di Indonesia. Tantangan tersebut meliputi pengaruh kapitalisme global, globalisasi, konsumerisme, dan pragmatisme. Masing-masing tantangan ini diuraikan secara detail dan dikaitkan dengan bagaimana mereka berpotensi mengikis nilai-nilai Pancasila dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Analisis ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang hambatan yang dihadapi dan perlunya strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan tersebut.

VI. Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu untuk Masa Depan

Bagian ini menjelaskan esensi dan urgensi Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu untuk masa depan. Esensi Pancasila dijelaskan melalui interpretasi setiap sila dalam konteks pengembangan iptek, menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Urgensi Pancasila dikaitkan dengan tiga masalah utama: orientasi Barat dalam pengembangan iptek di Indonesia, fokus pada kebutuhan pasar yang mengabaikan aspek sosial dan budaya, dan pengembangan iptek yang belum melibatkan masyarakat luas. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan iptek merupakan keharusan untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

7.6.1 Esensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Sub-bagian ini menjelaskan esensi dari setiap sila dalam Pancasila dalam konteks pengembangan iptek di Indonesia. Pembahasan ini menganalisis bagaimana setiap sila dapat menjadi pedoman moral dan etika bagi para ilmuwan dan teknolog dalam menjalankan profesinya. Penjelasan ini memberikan interpretasi yang lebih rinci tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam praktik pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memastikan bahwa kemajuan tersebut selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

7.6.2 Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Sub-bagian ini menjelaskan urgensi penerapan Pancasila dalam pengembangan iptek di Indonesia. Analisis ini berfokus pada tiga masalah utama yang menunjukkan perlunya integrasi nilai-nilai Pancasila: kecenderungan orientasi Barat, fokus pada kebutuhan pasar yang mengabaikan aspek sosial dan budaya, dan keterbatasan partisipasi masyarakat dalam pengembangan iptek. Pembahasan ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai kerangka nilai untuk mengarahkan pengembangan iptek yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

VII. Rangkuman tentang Pengertian dan Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu

Bagian rangkuman ini menyimpulkan pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dan menekankan pentingnya bagi mahasiswa. Dirangkum berbagai terminologi yang digunakan para pakar untuk menggambarkan peran Pancasila, seperti 'intellectual bastion', 'common denominator values', dan 'paradigma ilmu'. Bagian ini menegaskan kembali pentingnya memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan bangsa Indonesia.

Referensi Dokumen

  • Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu ( Yudhoyono )
  • Penjabaran pancasila sebagai dasar nilai dalam berbagai kebijakan penyelenggaraan negara ( Habibie )
  • Simposium dan Sarasehan Nasional tentang Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Nasional ( Universitas Gadjah Mada )
  • Pengembangan sistem ekonomi pancasila ( Prof. Mubyarto )
  • Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu ( Wahyudi Sediawan )

Gambar

Gambar: dampak Bom Atom di Hiroshima

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri1. Ketiga, bahwa

dari kebudayaan Indonesia, artinya nilai-nilai yang benar-benar diramu dari sistem nilai bangsa Indonesia sendiri.Konsep Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan

Bahasan ketiga yaitu pengertian Pancasila yang substansial ontologis dapat menjadi sumber bahan dan nilai untuk pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang..

Pengaruh nilai Kerakyatan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) adalah meningkatkan kreatifitas masyarakat Indonesia untuk

2.4 Pengaruh Nilai Kerakyatan sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia harus diperkuat agar bangsa Indonesia tidak terjerumus pada

Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia harus diperkuat agar bangsa Indonesia tidak terjerumus pada

Peran Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu harus sampai pada penyadaran, bahwa fanatisme kaidah kenetralan keilmuan atau kemandirian ilmu hanyalah akan menjebak