• Tidak ada hasil yang ditemukan

Stimulasi dan Intervensi RV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Stimulasi dan Intervensi RV"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

STIMULASI & INTERVENSI

Oleh: Ahmad Nawawi

TUJUAN:

Menjelaskan, mengidentifikasi, mengembangkan, dan melaksanakan program stimulasi dan intervensi ABK.

Menurut kamus psikologi, stimulasi=perangsang, pendorong, rangsangan (Kartini Kartono, Dali Gulo, 2000:486).

PROGRAM STIMULASI:

Program yang diberikan kepada anak atau kelompok anak, baik yang diduga mengalami resiko hambatan perkembangan maupun yang tidak mengalami resiko hambatan (disability).

INTERVENSI:

Campur tangan, yaitu campur tangan kepada fihak lain dengan tujuan tertentu.

Penanganan/layanan terhadap anak yang mengalami resiko hambatan perkembangan dalam aspek motorik, komunikasi dan bahasa, sosial emosi, kognisi, dan persepsi-sensori.

INTERVENSI lebih ditekankan kepada anak yang mengalami hambatan perkembangan.

Merupakan upaya/bantuan yang diberikan kepada anak yang mengalami hambatan perkembangan (ABK).

STIMULASI termasuk anak yang tidak mengalami hambatan perkembangan (non-ABK).

INTERVENSI DINI:

(2)

diduga mengalami resiko hambatan perkembangan (disability).

TUJUAN INTERVENSI DINI:

Meningkatkan dan mengoptimalkan perkembangan anak yang mengalami hambatan;

Memberikan dukungan dan bantuan kepada orangtua dan keluarga;

Memaksimalkan peran keluarga dan atau orangtua dalam melayani dan menangani anaknya yang mengalami hambatan dalam perkembangan.

ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA 0-5 TAHUN:

Komunikasi dan bahasa;

Intervensi dilakukan oleh para ahli di bidangnya (guru PLB, psikolog, tenaga kesehatan, pekerja sosial, dll.)

SASARAN STIMULASI DAN INTERVENSI:

1. Kelompok toddler, yaitu anak usia 0-3 tahun; pre-schooler, yaitu usia 3-5 tahun yang mengalami:

(1) Hambatan perkembangan permanen;

(2) Faktor Resiko; dan

(3) Keterlambatan perkembangan

Bagi anak yang mengalami hambatan perkembangan permanen porsi intervensinya lebih banyak, sedangkan kelompok anak yang memiliki faktor resiko dan keterlambatan perkembangan porsi stimulasinya lebih banyak.

2. Kelompok orangtua yang memiliki anak usia di bawah lima tahun yang mengalami hambatan perkembangan. Bagi orang tua lebih pada intervensi.

LANGKAH-LANGKAH STIMULASI DAN INTERVENSI:

1. identifikasi dan asesmen;

2. mendengarkan penjelasan orangtua;

3. mendengarkan dan mengetahui hal-hal yang telah berhasil dilakukan orangtua/keluarga;

4. membuat program;

(3)

6. evaluasi dan feetback

MODEL-MODEL INTERVENSI:

1. Medical model: membantu hambatan perkembangan dengan alat medis;

2. Sosial Model: bentuk intervensi yang menciptakan dan merekayasa lingkungan untuk membantu hambatan perkembangan yang dialami anak.

Sosial model ada dua:

a. behaviorisme, dan

b. konstruktivisme

Referensi

Dokumen terkait

Zaenal Alimin (2014) Hambatan Belajar Dan Hambatan Perkembangan Pada Anak yang Mengalami Kehilangan

Pada hasil penelitian ini, kelompok intervensi anak yang mengalami satu penurunan fungsi dari usianya yaitu 35 anak, sedangkan setelah diberikan intervensi stimulasi de- teksi

Dalam beberapa kasus, anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami masalah dan hambatan dalam perkembangan, pembelajaran, dan partisipasi perlu mendapatkan layanan

Pada kelompok kontrol, tidak ada intervensi yang diberikan selain program reguler yang ada di posyandu yang meliputi pemantauan berat badan melalui penimbangan rutin dan

Kesalahan-kesalahan pada pengasuhan tersebut akan memberikan dampak negatif pada anak, misalnya akan membentuk kepriabdian anak yang introvert atau mengalami hambatan

Cakupan pemantauan SDIDTK balita dan anak prasekolah di wilayah Kerja Puskesmas Keramasan mengalami penurunan dan belum mencapai target Standar Pelayanan Minimum SPM yang telah

Tabel 4 Perkembangan“Meragukan” anak usia 48-72 Bulan setelah diberikan stimulasi dengan media flashcard No Perkembangan Aspek Perkembangan Gerak Halus Gerak Kasar Bicara dan

Ya Nilai standar: 7 Anak dengan hambatan belajar spesifik Anak yang mengalami kesulitan belajar membaca 1.Anak menunjukan perkembangan kemampuan membaca yang terlambat di usia