• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit JEruk Keprok (Citrus raticulata Blanco) dan Cara Pengendaliannya di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Winaraja Kabupaten DATI II Garut

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyakit JEruk Keprok (Citrus raticulata Blanco) dan Cara Pengendaliannya di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Winaraja Kabupaten DATI II Garut"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penggunaan eksplan meristem dari pucuk jeruk keprok Garut pada beberapa media perlakuan kombinasi sitokinin

berjudul Kajian Kualitas Jeruk Keprok Garut ( Citrus reticulata L.) Pada Tiga Lokasi Berbeda Di Kabupaten Garut bertujuan untuk mendapatkan informasi perbedaan kualitas

Hasil PCR dengan penanda ISSR pada tanaman jeruk keprok SoE hasil radiasi sinar gamma menunjukkan berbagai pola, yaitu pitanya sama, kehilangan pita, dan mengalami penambahan

Namun dari hasil pengamatan dan wawancara dengan petani yang menanam pohon jeruk di lokasi penelitian, pohon induk jeruk keprok yang merupakan tanaman asli induk jeruk keprok dari

Penurunan bobot basah embrio somatik pada umur kultur 4 minggu sudah mulai nampak pada penambahan sukrosa 171 mM pada media multiplikasi embrio somatik dan

Berdasarkan hasil dari penelitian ini yaitu serbuk perasan jeruk keprok memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans sehingga dapat dibuat kedalam

Penurunan bobot basah embrio somatik pada umur kultur 4 minggu sudah mulai nampak pada penambahan sukrosa 171 mM pada media multiplikasi embrio somatik dan

Faktor pertama konsentrasi PEG planlet pada percobaan kedua, dan faktor kedua perbedaan media dasar (tanpa dan dengan arang aktif). Hasil percobaan menunjukkan