PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE)
TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI MEKANIK
PADA SISWA KELAS X TEKNIK PERMESINAN
SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Jurusan Pendidikan Teknik Mesin
Oleh
MUHAMMAD AGUS SUTRISNO
5113121029
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
i
ABSTRAK
Muhammad Agus Sutrisno (5113121029): Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) Terhadap Hasil Belajar Teknologi Mekanik Pada Siswa Kelas X Teknik Permesinan SMK Negeri I Percut Sei Tuan. Skripsi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, 2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar Teknologi Mekanik dari siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe SFAE dengan model pembelajaran Konvensional pada siswa kelas X program keahlian teknik permesinan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X program keahlian teknik permesinan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan tahun ajaran 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X program keahlian teknik permesinan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan yang terdiri atas 3 kelas yang berjumlah 93 orang siswa. Dua kelas digunakan sebagai sampel adalah kelas X TP I dan X TP III yang tiap kelasnya terdiri atas 30 orang siswa. Kelas X TP I diterapkan model pembelajaran SFAE sedangkan X TP III diterapkan model pembelajaran konvensional. Pada penelitian yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran SFAE diperoleh L = 0,0890 dan L =0,161 , maka diperoleh L < L pada kategori normal, dan pada model pembelajaran Konvensional L = 0,0783 dan L = 0,161, maka diperoleh L < L pada kategori normal, Pada pengujian homogenitas antara pembelajaran kontekstual dan konvensional diperoleh f = 1,004 dan f = 1,881, maka f <ftabel (1.881) dan disimpulkan bahwa varians sampel adalah homogen. Dengan menggunakan uji-t pada taraf kepercayaan α = -0,05 untuk menguji hipotesis penelitian diperoleh, thitung = 3.289 dan ttabel 1,671 sehingga thitung ≠ ttabel dan diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh penerapan Model Pembelajaran SFAE terhadap hasil belajar Teknologi Mekanik. Dengan hasil belajar rata-rata kelas eksperimen = 84,67 dan hasil belajar rata-rata kelas kontrol=76,66. Melalui Penelitian ini terbukti bahwa Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) telah meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian, Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) memiliki pengaruh dan meningkatkan hasil belajar teknologi mekanik siswa kelas X SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.
ii
ABSTRACT
Muhammad Agus Sutrisno (5113121029): Effect of Application of Model Student Learning Facilitator And Explaining (SFAE) Against Mechanical Technology Learning Outcomes In Class X Mechanical Machining SMK Percut Sei Tuan. Thesis, Faculty of Engineering, University of Medan, 2016
This study aims to determine the effect of Mechanical Technology learning outcomes of students taught by cooperative learning model SFAE learning model in class X Conventional engineering expertise machining program SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. This research was conducted on a class X student engineering expertise machining program SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan academic year 2015/2016. The study population was the students of class X program machining engineering expertise SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan consisting of three classes totaling 93 students. Two classes are used as the sample is a class X TP I and X TP III that each class consists of 30 students . Class X TP I applied learning models SFAE while X TP III applied conventional learning model. In the study conducted by using model SFAE obtained Laccount = 0.0890
and Ltabel = 0.161, the obtained Laccount (0.0890) < Ltable (0.161) in the category of
normal, and the learning model Conventional Laccount = 0.0783 and Ltable = 0.161,
the obtained Laccount (0.0783) < Ltable (0.161) in the normal category, in testing the
homogeneity between conventional contextual learning and obtained Faccount=
1,004 and Ftable = 1.881, then Faccount (1.004) < Ftable (1,881) and concluded that the
variance the sample is homogenous. By using t-test at the level of α = 0.05 to test the hypothesis of the research, t = 3,289 and 1,671 ttable so taccount ≠ ttable and
conclude that there is the effect of the application of Learning Model SFAE on learning outcomes Mechanical Technology. With an average of learning outcomes experimental class = 84.67 and learning outcomes of the average grade control = 76.66. Through this research proved that the Model Student Learning Facilitator And Explaining (SFAE) has improved learning outcomes. Thus, the Model Student Learning Facilitator And Explaining (SFAE) have an influence and improve learning outcomes of mechanical technology class X SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah memberi
kesempatan dan waktu kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini, mulai dari
awal hingga akhir. Skripsi ini dengan judul “Pengaruh Penerapan Model
Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) Terhadap Hasil
Belajar Teknologi Mekanik Pada Siswa Kelas X Teknik Permesinan SMK
Negeri 1 Percut Sei Tuan”.
Dalam penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapat hambatan dan
kesulitan. Namun, semangat tak pernah surut karena penulis tetap berkeyakinan
bahwa Tuhan tidak akan pernah memberi beban yang berat melewati kemampuan
hambanya dan penulis berprinsip semua hambatan dan rintangan itu adalah hal
yang wajar dalam proses pematangan jiwa.
Sebagai manusia biasa, penulis menyadari sulit kiranya skripsi ini dapat
selesai tepat pada waktunya tanpa bantuan dan masukan dari berbagai pihak,
untuk itu disini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya,
terutama kepada :
1. Bapak Drs. M. Banjarnahor, M.Pd, selaku Dosen pembimbing yang banyak
membantu, mengarahkan, membimbing, memberikan perhatian dan
sumbangsih pemikirannya.
2. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd selaku Dekan Fakultas Teknik Unimed.
3. Bapak Prof. Dr. Sumarno, M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik
iv
5. Bapak Drs. Selamat Riadi, MT selaku Sekretaris Jurusan Teknik Mesin.
6. Bapak Janter P. Simanjuntak ST., MT., Ph.D selaku Ketua Prodi Jurusan
Pendidikan Teknik Mesin UNIMED.
7. Seluruh staff pengajar dan tata usaha di lingkungan jurusan pendidikan teknik
mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.
8. Teristimewa kedua orang tua saya ayahanda tercinta H. Abdul Akmal dan
ibunda tercinta Hj. Rr. Juwairiyah dan seluruh keluarga yang selalu
mendukung saya dengan doa, moril dan material selama penulis menyelesaikan
studi.
9. Teman seperjuangan saya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin
stambuk 2011 yang selalu memberi motivasi.
10. Serta pihak-pihak lainnya yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini
yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak mendapat balasan yang
setimpal dari Allah SWT, Amin.
Dalam penulisan skripsi ini, masih banyak terdapat kekurangan dan
kehilafan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritikan yang positif
demi perbaikan nantinya. Semoga skripsi ini dapat memenuhi peruntukannya dan
bermanfaat.
Medan, Maret 2016
v DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN...
LEMBAR PENGESAHAN ...
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Pembatasan Masalah ... 8
D. Rumusan Masalah ... 8
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 9
BAB II. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori ... 10
1. Belajar dan Hasil Belajar ... 10
vi
b. Pengertian Hasil Belajar ... 12
2. Model Pembelajaran... 15
a. Model Pembelajaran Kooperatif ... 17
b. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe SFAE ... 20
c. Model Pembelajaran Konvensional ... 26
d. Perbedaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe SFAE Model Pembelajaran Konvensional ... 29
B. Penelitian Yang Relevan ... 31
C. Kerangka Berfikir ... 33
D. Hipotesis Penelitian ... 37
BAB III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 38
B. Variabel Penelitian ... 40
C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 40
D. Instrumentasi dan Teknik Pengumpulan Data ... 40
E. Uji Coba instrumen ... 41
F. Teknik Analisis Data ... 44
1. Deskripsi Data Penelitian ... 44
2. Tingkat Kecendrungan ... 46
3. Uji Persyaratan Analisis ... 46
4. Uji Hipotesis... 49
vii
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 51
1. Data Pretest Hasil Belajar Pada Kelas Eksperimen ... 51
2. Data Pretest Hasil Belajar Pada Kelas Kontrol ... 53
3. Data Pretest Hasil Belajar Pada Kelas Eksperimen Yang Diajar Menggunakan Model Pembelajaran SFAE ... 55
4. Data Pretest Hasil Belajar Pada Kelas Kontrol Yang Diajar Dengan Model Pembelajaran Konvensional ... 58
B. Tingkat Kecenderungan ... 60
C. Uji Persyaratan Analisis ... 64
1. Uji Normalitas ... 64
2. Uji Homogenitas ... 64
3. Uji Hipotesis... 66
D. Pembahasan ... 67
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 72
B. Saran ... 72
DAFTAR PUSTAKA ... 73
viii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Perbedaan Model Pembelajaran SFAE Dengan Model
Pembelajaran Konvensional ... 29
Tabel 2 Desain Penelitian ... 39
Tabel 3 Ringkasan Data Pretest Siswa Pada Kelas Eksperimen ... 51
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Data Pretest Hasil Belajar Siswa Pada Kelas Eksperimen ... 52
Tabel 5 Ringkasan Data Pretest Siswa Pada Kelas Kontrol... 53
Tabel 6 Distribusi Frekuensi Data Pretest Hasil Belajar Siswa Pada Kelas Kontrol ... 54
Tabel 7 Ringkasan Data Posttest Siswa Pada Kelas Eksperimen ... 56
Tabel 8 Distribusi Frekuensi Data Posttest Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Model SFAE ... 57
Tabel 9 Ringkasan Data Posttest Siswa Pada Kelas Kontrol ... 58
Tabel 10 Distribusi Frekuensi Data Posttest Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Menggunakan Model Konvensional ... 59
Tabel 11 Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Siswa Yang Menggunakan Model Pembelajaran SFAE ... 61
Tabel 12 Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Siswa Yang Menggunakan Model Pembelajaran Konvensional ... 63
Tabel 13 Ringkasan Hasil Analisis Uji Normalitas ... 64
Tabel 14 Ringkasan Hasil Analisis Uji Homogenitas Pretest ... 65
Tabel 15 Ringkasan Hasil Analisis Uji Homogenitas Posttest ... 65
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Data Hasil Uji Coba Instrumen ... 74
Lampiran 2 Perhitungan Validitas Item Tes ... 75
Lampiran 3 Perhitungan Reliabilitas Tes ... 77
Lampiran 4 Indeks Kesukaran Butir Soal Tes ... 78
Lampiran 5 Perhitungan Indeks Daya Beda Tes ... 80
Lampiran 6 Soal Post Test ... 82
Lampiran 7 Hasil Pretest Pada Kelas Kontrol Dan Eksperimen ... 88
Lampiran 8 Hasil Posttest Pada Kelas Kontrol Dan Eksperimen ... 90
Lampiran 9 Tabel Data Pretest Kelas Eksperimen Dan Kontrol ... 92
Lampiran 10 Tabel Data Posttest Kelas Eksperimen Dan Kontrol ... 93
Lampiran 11 Perhitungan Harga Rata - Rata, Simpangan Baku Dan Distribusi Frekuensi Data Kelas Penelitian (Pretest). ... 94
Lampiran 12 Uji Normalitas ... 100
Lampiran 13 Uji Homogenitas ... 105
Lampiran 14 Uji Hipotesis ... 108
Lampiran 15 RPP Konvensional, RPP SFAE, Silabus Teknologi Mekanik 111 Lampiran 16 Tabel Nilai – Nilai r Product Moment... 144
Lampiran 17 Tabel Nilai Kritis Untuk Uji Liliefors ... 145
Lampiran 18 Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal 0 ke z ... 146
Lampiran 19 Tabel Nilai Persentil Untuk Distribusi F ... 147
Lampiran 20 Tabel Nilai – Nilai Distribusi t ... 151
Lampiran 21 Dokumentasi Uji Instrumen Dan Penelitian ... 152
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk memberikan
pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan keahlian tertentu pada individu guna
mengembangkan bakat serta kepribadian mereka. Pendidikan membuat manusia
berusaha mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan
yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secara umum pendidikan dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk
meningkatkan harkat dan martabat suatu bangsa dan untuk meningkatkan
kemajuan suatu negara kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan
mutu pendidikan banyak dicanangkan oleh setiap negara untuk memajukan
negaranya. Sebab, keberhasilan dan kegagalan pendidikan suatu negara
mempunyai pengaruh yang sangat signifikan bagi perkembangan kualitas sumber
daya manusia generasi yang akan datang. Salah satunya Indonesia yang
menjadikan pendidikan sabagai salah satu dari empat tujuan bangsa yakni
“mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Masalah pendidikan perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih
baik menyangkut berbagai masalah yang berkaitan dengan kualitas dan
kuantitasnya. Begitu penting pendidikan sehingga harus dijadikan prioritas utama
dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu diperlukan mutu pendidikan yang
baik sehingga tercipta proses pendidikan yang cerdas, dama, terbuka, demokratis,
2
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran.
“Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran”. Proses pembelajaran ini
dapat terjadi disekolah atau diluar sekolah. Dalam peningkatan mutu pendidikan
diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang dapat memberikan
kontribusi pada masyarakat, bangsa, dan negaranya sehingga mampu hidup dan
bersaing dalam era globalisasi saat ini dengan tidak kehilangan identitas
nasionalnya.
Dalam peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat menghasilkan
sumber daya manusia yang dapat memberikan kontribusi pada masyarakat,
bangsa, dan negaranya sehingga mampu hidup dan bersaing dalam era globalisasi
saat ini dengan tidak kehilangan identitas nasionalnya.
Pada dasarnya pendidikan adalah segala usaha yang dimaksudkan untuk
membantu menumbuh-kembangkan segala potensi yang ada pada diri seseorang.
Dalam membantu hal ini diperlukan seseorang yang mampu mendidik agar segala
potensi yang terdapat dalam diri seseorang yang akan dididik tersebut dapat
berkembang dan bermanfaat bagi orang lain khususnya bagi dirinya sendiri.
Secara umum tugas mendidik dilakukan oleh seorang pendidik dan seorang yang
dididik adalah seorang siswa. Seorang pendidik berusaha membimbing,
memimpin, mengajar siswa baik dari segi jasmani maupun rohaninya.
Salah satu lembaga pendidikan formal yang diharapkan mampu
3
(SMK) yang pada akhirnya mampu meluluskan siswa yang benar–benar terampil
dan siap bekerja dalam dunia usaha.
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, maka sekolah menengah
kejuruan (SMK) yang merupakan lembaga pendidikan, bertanggung jawab
mempersiapkan lulusannya menjadi tenaga kerja yang terampil dan berkualitas.
Sekolah menengah Kejuruan sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan
sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan Pasal 15 UUSPN (Undang-Undang
Sistem Pendidikan Nasional), merupakan pendidikan menengah yang
mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja sama dalam bidang tertentu.
Namun, indikator tujuan pendidikan ke arah mutu pendidikan belum
menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal yang memprihatinkan dapat
dilihat adalah hasil belajar siswa yang belum mencapai harapan.
SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan merupakan salah satu lembaga formal
pendidikan yang memiliki program studi keahlian Teknologi Permesinan, dimana
para lulusan-lulusannya diharapkan mampu bersaing di dunia usaha khusunya di
bidang permesinan. Salah satu mata pelajaran produktif yang mendukung
tercapainya mutu lulusan yang terampil dan kreatif adalah mata pelajaran
teknologi mekanik. Pada mata pelajaran teknologi mekanik siswa diharapkan
terampil dalam menerapkan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L)
sesuai standart yang berlaku sehingga dapat mengaplikasikan ilmunya di dunia
kerja nantinya. Untuk itu siswa harus benar-benar tertarik pada mata pelajaran ini.
4
Berdasarkan daftar nilai SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan, bahwasanya nilai
rata-rata pada mata pelajaran teknologi mekanik pada tahun ajaran 2015/2016
semester ganjil belum sesuai standar rata-rata yang ditetapkan oleh Depdiknas
untuk mata diklat produktif yaitu 75. Dari observasi guru mata pelajaran teknologi
mekanik yaitu Bapak Tumanggor pada tanggal 17 November 2016 menyatakan
nilai yang diraih siswa kelas X adalah rata-rata 65 dan untuk meningkatkan nilai
siswa tersebut adalah dengan mengadakan remedial dan penambahan tugas-tugas.
Nilai siswa yang relatif rendah selalu menjadi tantangan tersendiri bagi guru
bidang studi tersebut. Sehingga perlu kiranya untuk melakukan usaha-usaha untuk
mencari solusi dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.
Faktor penyebab yang dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar
teknologi mekanik, Antara lain adalah: minat dan semangat belajar siswa rendah,
penerapan model pembelajaran yang tidak tepat, fasilitas pembelajaran yang tidak
lengkap, adanya ketidakcocokan antara gaya belajar siswa dengan gaya mengajar
gurunya, kurangnya perhatian orang tua dalam membimbing anaknya untuk
belajar, kurangnya apresiasi dari lingkungan siswa pada hasil belajar, dan
lingkungan sosial siswa yang tidak baik dalam pergaulan.
Sering sekali sekolah menggunakan suatu model pembelajaran
konvensional. Di mana seorang guru menjelaskan di depan dan siswa hanya
mendengarkan di belakang sampai jam pelajarannya selesai. Hal ini membuat para
siswa siswa mengalami kejenuhan dan kesulitan dalam menggali ilmu-ilmu suatu
5
untuk diajarkan kepada siswa agar tidak terjadi kesulitan dalam belajar maupun
kejenuhan.
Melihat dari hasil observasi pada bulan November 2015 yang dilakukan di
lapangan, maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran yang baru
guna meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. Adapun
model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran yang berorientasi pada
pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk
pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara
kolaboratif. Dengan konsep ini hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna
bagi siswa karena proses pembelajaran berkembang alamiah dalam bentuk
kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke
siswa. Dalam kooperatif tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya,
maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan pendekatan belajar dari pada
memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja
sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas sesuatu yang
datang dari menemukan sendiri bukan apa yang dikatakan guru.
Selama melangsungkan pembelajaran harusnya dilakukan pengelompokan.
Tujuan pengelompokan agar siswa saling bekerja sama dan membantu untuk
memahami suatu bahan pelajaran. Belajar belum selesai jika salah satu teman
dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Selama proses belajar
mengajar berlangsung siswa harus aktif dan berusaha saling membantu antar
siswa dan saling mendorong semangat kerja dengan tujuan agar sama-sama
6
diri diantara teman sekelompok. Salah satu model memungkinkan siswa dapat
memahami mata pelajaran teknologi mekanik dengan baik dan benar adalah
model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE).
Alasan memilih model pembelajaran kooperatif tipe SAFE adalah model
pembelajaran ini termasuk model pembelajaran yang efektif karena menuntut
keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan prinsip
belajar yang merupakan suatu aktivitas. Model pembelajaran ini lebih
mengutamakan aktivitas belajar peserta didik dalam proses pembelajaran,
sehingga memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki. Di mana, peserta didik bisa menuangkan
ide sendiri dan menjelaskan kepada peserta didik lainnya sesuai dengan peta
konsep ataupun bagan yang telah diberikan. Peserta didik berupaya menjelaskan
materi melalui peta konsep yang diberikan kepada peserta didik lainnya di sini
bertindak sebagai facilitator. Facilitator diberi kebebasan untuk mengembangkan
kemampuannya dalam membaca peta konsep yang diberikan tanpa bantuan
penjelasan dari pendidik. Dengan penerapan model pembelajaran seperti ini
diharapkan aktivitas dan prestasi belajar peserta didik dapat mengalami
peningkatan, sehingga dapat dipahami dengan mudah dan lebih menarik. Model
pembelajaran ini juga didukung dengan komunikasi langsung antara peserta didik
yang diharapkan dapat lebih memberikan kesempatan kepada peserta didik
lainnya untuk mengungkapkan ide atau gagasan yang dimiliki dengan bahasa
7
Teknologi mekanik merupakan kurikulum dan mata pelajaran yang ada
dalam sekolah menengah kejuruan, terutama teknik permesinan. Keberadaan mata
pelajaran teknologi mekanik diperlukan dijurusan teknik permesinan karena
teknologi mekanik memegang peranan penting dalam suatu pekerjaan
dilaboraturium mesin.
Untuk itu dilakukan penelitian terhadap hasil belajar teknologi mekanik
terhadap siswa kelas X program studi keahlian Teknik Permesinan SMK Negeri 1
Percut Sei Tuan yang dilakukan dengan menerapkan suatu pembelajaran
kooperatif, yaitu dengan cara mengelompokkan siswa ke dalam suatu kegiatan
pembelajaran, memberikan suatu pokok bahasan untuk didiskusikan bersama
dengan teman kelompoknya, dan menemukan sendiri jawaban dari permasalahan
yang diberikan, untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan siswa terhadap
nilai belajar teknologi mekanik.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah antara
lain :
1. Apakah model pembelajaran yang selama ini digunakan dapat meningkatkan
hasil belajar teknologi mekanik?
2. Model pembelajaran apa yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar
teknologi mekanik?
3. Apakah penggunaan model pembelajaran Koperatif tipe SFAE dapat
8
C. Pembatasan Masalah
Melihat banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar seorang
siswa, serta adanya keterbatasan baik dana maupun waktu, maka penulis
membatasi permasalahan ini guna mendapatkan hasil penelitian yang akurat dan
terhindar dari penafsiran-penafsiran yang berbeda. Oleh karena itu, agar penelitian
ini terarah dan terfokus maka dilakukan pembatasan masalah pada Penggunaan
Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE), Hasil Belajar
teknologi mekanik pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan, kesehatan
kerja, dan lingkungan (K3L) dengan materi pokok penerapan dan pelaksanaan
keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan pada Siswa Kelas X Teknik
Permesinan di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah maka
disusun rumusan permasalahan sebagai berikut : Apakah penerapan model
Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dapat mempengaruhi
hasil belajar teknologi mekanik siswa kelas X SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : Untuk mengetahui Apakah
penerapan model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dapat
mempengaruhi hasil belajar teknologi mekanik siswa kelas X SMK Negeri 1
9
F. Manfaat Penelitian
Setelah dilakukan penelitian mengenai pembelajaran kooperatif tipe
Student Facilitator And Explaining (SFAE) diharapkan dapat memberikan
manfaat, diantaranya :
1. Manfaat bagi guru, Peneliti dapat memberi gambaran, menambah wawasan
dan pengalaman melaksanakan pembelajaran dalam hal ini meningkatkan
pemahaman siswa dalam mata pelajaran teknologi mekanik dengan model
Student Facilitator And Explaining (SFAE).
2. Manfaat bagi peneliti, hasil dari penelitian ini dapat menjadi wahana ilmiah
dalam mengaplikasikan kemampuan yang diperoleh selama menjalani
perkulihan dan dapat memberi gambaran yang jelas mengenai pembelajaran
dengan model kooperatif tipe Student Facilitator And Explaining (SFAE)
dalam upaya meningkatkan pemahaman keselamatan, kesehatan kerja, dan
lingkungan.
3. Manfaat bagi peneliti lain, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
menambah khasanah ilmu pendidikan dan sebagai masukan untuk
72 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan nilai rata – rata kelas diperoleh
kesimpulan bahwa Terdapat Pengaruh hasil belajar teknologi mekanik pada siswa
kelas X teknik permesinan SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan yang diajarkan
menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Exlplaining (SFAE)
pada materi pokok kesehatan dan keselamatan kerja.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dikemukakan,
berikut ini adapun beberapa saran sebagai berikut :
1. Bagi guru - guru khususnya yang mengajar mata pelajaran Teknologi
Mekanik di SMK Negeri I Percut Sei Tuan, proses belajar dan mengajar
menggunakan model pembelajaran SFAE akan sangat baik digunakan
khususnya pada sub kompetensi kesehatan dan keselamatan kerja, karena
model pembelajaran SFAE ini dapat mengembangkan potensi peserta
didik untuk merangsang dalam belajar dan berpikir kritis serta dapat
menyesuaikan dengan pengetahuan baru yang memberi kesempatan pada
siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam
dunia nyata. Kemudian dapat menciptakan peserta didik aktif didalam
belajar karena mereka ikut ambil bagian dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Melihat keterbatasan yang ada pada penelitian ini, diharapkan adanya
penelitian yang lebih lanjut dengan sasaran hasil belajar teori dan praktik
serta ruang lingkup yang lebih luas dan bervariasi untuk mendapatkan
hasil penelitian yang lebih baik lagi. Karena pada dasarnya setiap
pembahasan dalam proses pembelajaran tidaklah sama perlakuannya atau
73
DAFTAR PUSTAKA
Anas, Sudijono. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arends. (2001). Macam-macam Model Pembelajaran Koperatif.diakses tanggal 16 april 2014 dari www://http.damandiri.or.id/file/ arensdsunsbab2.pdf
Arikunto, Suharsimi.(2011). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.(Rev.ed). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Mulyono. (1999). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Renika Cipta
Nazir, Moh. (2011).Metode Penelitian.Bogor: PT Galia Indonesia.
Rusman. (2012). Model Pembelajaran Kooperatif. Bandung: PT. Alvabeta.
Sagala, Saiful. (2003). Perkembangan Peserta Didik. (2003). Bandung: PT Alvabeta.
Slameto. (2010). Belajar dan Hasil Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sudjana. (2005). Metode Statistika.Bandung: PT. Tarsito.
Sudjana, Nana. (2001). Belajar dan Hasil Belajar . Jakarta: PT. Renika Cipta.
Sudijono. (2011). Statistik. Jakarta: PT.Renika Cipta.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Alvabeta.
Suprijono,Agus. (2009). Belajar dan Hasil Belajar. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.
Trianto. (2009). Model-model Pembelajran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Trisnawati. (2013). Pengertian Belajar Menurut Para Ahli. Diakses pada tanggal 4 juni 2014 dari http://www.pengertianahli.com/2013/09/pengertian-belajar
Yamin. (2005). Model-model Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.