• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

SIMULASI MASTER DATA UNTUK DATA EXCHANGE

EVALUASI KINERJA DOSEN BERBASIS

REPLIKASI BASIS DATA

YUSUF SETIADI

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, Oktober 2013

Yusuf Setiadi

(4)

ABSTRAK

YUSUF SETIADI. Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data. Dibimbing oleh FIRMAN ARDIANSYAH.

Integrasi data dari banyak basis data merupakan suatu hal yang sulit namun sangat penting dan bermanfaat. Salah satu manfaat dari data yang terintegrasi adalah untuk memudahkan pengisian formulir evaluasi kinerja dosen. Data yang dibutuhkan untuk mengisi formulir tersebut tersebar dalam basis data sistem-sistem yang ada. Data indentitas dosen tersimpan dalam basis data sistem kepegawaian, data pendidikan dan pengajaran tersimpan dalam basis data sistem akademik, sedangkan data penelitian dan pengabdian tersimpan dalam basis data sistem riset dan jurnal. Salah satu cara untuk mengintegrasikan data-data tersebut adalah dengan membuat master data. Penelitian ini menyimulasikan pembuatan master data berbasis replikasi yang menghasilkan aplikasi untuk penyedia data. Aplikasi ini menyediakan kebutuhan data yang berasal dari master basis data dan tersinkronisasi dengan basis data sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa proses sinkronisasi dilakukan bila terjadi pengubahan dari basis data sistem. Sinkronisasi ini membutuhkan waktu kurang lebih satu detik untuk memproses delapan ribu data, sehingga master basis data akan selalu memiliki data yang akurat dan dapat digunakan untuk mengisi formulir evaluasi kinerja dosen.

Kata kunci: basis data, master data, replikasi basis data, sinkronisasi basis data

ABSTRACT

YUSUF SETIADI. Master Data Simulation for the Data Exchange of Lecturer’s Performance Evaluation Based on Database Replication. Supervised by FIRMAN ARDIANSYAH.

Integration of heterogenous databases is a difficult but important task. One of

the benefits of integrated data is to ease the process of filling the lecturer’s

performance evaluation forms. The required data to fill these forms are spreaded in various database of the existing systems. For example, the lecturer’s identity data are stored in the employee information system database, the education and teaching data are stored in the academic information system database, whereas the research and sevice data are stored in the research and journal information system database. One way to integrate these data is to create data master. This research presents a simulation to create a data master based on data replication which creates an application for the data provider. This application provides the requested data from the master database which are synchronized with the source database. The result of simulation shows that synchronization process will be done when there is a change from the source of database. This synchronization requires about one second to process eight thousand data. Thus, the master database will have the accurate data

for filling the lecturer’s performance evaluation forms.

(5)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer

pada

Departemen Ilmu Komputer

SIMULASI MASTER DATA UNTUK DATA EXCHANGE

EVALUASI KINERJA DOSEN BERBASIS

REPLIKASI BASIS DATA

YUSUF SETIADI

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)

Penguji:

(7)

Judul Skripsi : Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data

Nama : Yusuf Setiadi NIM : G64104009

Disetujui oleh

Firman Ardiansyah, SKom, MSi Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Ir Agus Buono MSi, MKom Ketua Departemen

(8)
(9)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan September 2012 ini ialah Rekayasa Perangkat Lunak, dengan judul Simulasi Master Data untuk Data Exchange Evaluasi Kinerja Dosen Berbasis Replikasi Basis Data.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Firman Ardiansyah SKom, MSi selaku pembimbing, serta Bapak Hari Agung SSi, MSi dan Bapak Dr Irman Hermadi SKom, MS yang telah banyak memberi saran. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Oktober 2013

(10)

DAFTAR ISI

Pemetaan Skema Basis Data 4

Pembersihan dan Transformasi Data 4

Replikasi dan Sinkronisasi 4

Pemuatan Data 4

Pengujian Data 5

HASIL DAN PEMBAHASAN 5

Analisis Kebutuhan Data 6

Pemetaan Skema Basis Data 7

Pembersihan dan Transformasi Data 8

(11)

DAFTAR TABEL

1 Rincian sistem manajemen basis data 5

2 Rincian kebutuhan data 6

3 Rincian jalur data dan pemetaan data 9

4 Rincian kebutuhan fungsi 10

5 Spesifikasi perangkat keras server dan kecepatan jaringan 12

DAFTAR GAMBAR

1 Metode penelitian 3

2 Arsitektur sistem integrasi 6

3 Skema basis data master 7

4 Contoh data yang tidak sesuai 8

5 Arsitektur symmetricds 9

6 Metadata fungsi ekd_data_diri 11

7 Notasi aljabar relasional fungsi ekd_data_diri 11 8 Perbandingan waktu sinkronisasi dengan jumlah pengubahan data 12

DAFTAR LAMPIRAN

1 Formulir evaluasi kinerja dosen 14

(12)

PENDAHULUAN

Berbagi pakai data antarsistem informasi kini menjadi kebutuhan setiap organisasi. Setiap sistem informasi memilik data yang berbeda antara satu dan lainnya, namun terkadang suatu sistem membutuhkan data yang dimiliki oleh sistem lainnya. Oleh karena itu berbagi pakai data merupakan solusi untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas data.

Sistem integrasi dapat membantu menyediakan layanan informasi, sehingga dapat membuat proses berbagi pakai data antar sistem lebih efektif dan efisien. Sistem integrasi adalah sebuah sistem yang menghubungkan beberapa sumber infomasi otonom melalui untuk menyediakan data yang terpadu kepada pengguna atau aplikasi (Bleiholder dan Naumann 2006).

Dalam lingkup universitas, sistem integrasi dapat digunakan untuk melengkapi data rutin yang selalu diminta. Salah satunya adalah untuk melengkapi borang evaluasi kinerja dosen. Evaluasi kinerja dosen adalah proses mengevaluasi kinerja dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi setelah mendapatkan sertifikat pendidik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak tunjangan profesi terhadap peningkatan kinerja dosen dan merumuskan kebijakan keberlanjutan pemberian tunjangan profesi. Proses evaluasi kinerja dosen dilakukan dengan cara meminta setiap dosen mengisi formulir berupa identitas, tugas pendidikan dan pengajaran, tugas penelitian dan pengabdian, penambahan pengetahuan dan kegiatan luar status, dan kesejahteraan. Hal itu rutin dilakukan setiap tahunnya.

Dalam penelitian ini saya akan mencoba melakukan simulasi untuk membuat master data terintegrasi yang menyediakan infomasi untuk proses evaluasi kinerja dosen berdasarkan sistem informasi yang dimiliki oleh universitas.

Latar Belakang

Proses pengisian formulir evaluasi kinerja dosen secara manual rentan akan terjadinya kesalahan data, baik kesalahan penulisan maupun kesulitan pembacaan tulisan tangan. Data yang diminta dalam formulir tersebut sudah dimiliki universitas. Data tersebut tersimpan pada basis data sistem yang ada. Data identitas dosen tersimpan dalam basis data sistem kepegawaian, data pendidikan dan pengajaran tersimpan dalam basis data sistem akademik, data penelitian dan pengabdian tersimpan basis data sistem riset. Menurut Hoffer et al. (2007),

database adalah koleksi atau kumpulan data yang terkait secara logis dan terorganisasi.

Data yang tersebar dalam sistem tersebut dapat diambil satu per satu dengan menghubungi setiap administrator data. Hal ini membutuhkan waktu untuk menggabungkan data yang diminta. Selain itu, data yang diambil secara parsial dari masing-masing sistem dapat menghasilkan data yang tidak konsisten karena proses pembaruan yang tidak serempak. Masalah-masalah tersebut dapat diatasi dengan dengan pembuatan master data yang terintegrasi. Master data akan menyediakan data yang diminta berdasarkan data yang ada pada sistem yang ada.

(13)

2

(2008) menjelaskan bahwa dengan replikasi pada basis data master dapat meningkankan performa sistem serta meningkatkan ketersediaan data. Meningkatnya performa sistem dikarenakan proses pembacaan data dapat dibagi baik membaca dari basis data master maupun basis data sistem. Meningkatnya ketersediaan data dikarenakan proses replikasi yang dilakukan secara utuh dapat digunakan sebagai cadangan bila basis data sistem mengalami kerusakan dan dapat digunakan untuk pemulihan sistem yang ada.

Dalam penelitian ini akan dibuat basis data master yang merukapan replikasi dari seluruh basis data sistem yang akan digabungkan atau biasa disebut replikasi multi-master. Sistem yang akan direplikasikan terdiri atas berbagai sistem manajemen basis data, hal tersebut menjadi kendala dalam penyatuan dalam basis data master karena setiap sistem manajemen basis data memiliki cara tersendiri untuk mengelola data. Program SymmetricDS (GPL) dapat membantu proses replikasi data, program ini dapat melakukan replikasi dan sinkronisasi lintas sistem manajemen basis data. Program ini ditulis dengan bahasa pemrograman Java (SymmetricDS User Guide v3.4 2013).

Basis data master akan menyediakan layanan bagi pengguna dan sistem. Untuk melayani kebutuhan data, akan dibuat web service untuk pemuatan data. Web service adalah sebuah software yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas interaksi mesin-ke-mesin melalui sebuah jaringan (W3S 2013). Web service dapat digunakan dengan bahasa pemrograman apa saja dan platform apa saja. Hal ini dapat mempermudah proses berbagi pakai data dengan sistem lainnya yang telah ada, tanpa harus membatasi bahasa pemrograman atau platform tertentu.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan melakukan simulasi master data berbasis replikasi berdasarkan pada basis data dari sistem.

Manfaat Penelitian

Sistem yang dihasilkan diharapkan dapat mempermudah proses evaluasi kinerja dosen dengan menyiapkan layanan-layanan data yang dibutuhkan dari sistem yang ada. Selain itu, layanan data yang ada dapat mempermudah berbagi pakai data antarsistem.

Ruang Lingkup Penelitian

(14)

3

METODE

Dalam penelitiannya Qiu (2010) telah melakukan integrasi data berbasis replikasi. Dalam penelitiannya pembuatan sistem integrasi berdasarkan empat tahapan yaitu pemetaan skema, pembersihan dan transformasi data, replikasi dan sinkronisasi dan data testing. Berdasarkan penelitian tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian ini metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas, analisis kebutuhan data, pemetaan skema basis data, pembersihan dan transformasi data, replikasi dan sinkronisasi, pemuatan data, dan pengujian data. Untuk lebih jelasnya metode penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.

(15)

4

Analisis Kebutuhan Data

Tahapan analisis kebutuhan data adalah proses identifikasi kebutuhan data berdasarkan pada formulir evaluasi kinerja dosen. Pada tahapan ini akan dilakukan pemilihan instrumen-instumen yang dapat dipenuhi berdasarkan ketersediaan data yang ada pada basis data. Pada tahap ini juga akan ditentukan sumber data yang digunakan untuk memenuhi data tersebut.

Pemetaan Skema Basis Data

Aktifitas dalam tahapan ini adalah penentuan sumber data yang akan diintegrasikan dalam basis data pusat. Pada proses ini akan dibuat skema-skema dalam basis data pusat, setiap skema yang dibuat akan mewakili tiap-tiap basis data sistem.

Pembersihan dan Transformasi Data

Tahap pembersihan dilakukan terhadap data yang memiliki nilai tidak sempurna atau memiliki nilai yang tidak konsisten. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan menghapus atau menyeragamkan data tersebut atau mengganti dengan nilai rataan bagi atribut dengan nilai angka. Proses transformasi tidak dilakukan karena data dianggap sudah sesuai dengan kebutuhan.

Replikasi dan Sinkronisasi

Tahapan ini akan dilakukan untuk replikasi basis data sistem ke dalambasis data master. Pada tahapan ini setiap basis data sistem akan direplikasi pada skema yang telah disiapkan. Proses replikasi dan sinkronisasi akan menggunakan program SymmetricDS. SymmetricDS dapat melakukan replikasi pada sistem manajemen basis yang berbeda. Proses replikasi dilakukan berbasis servis dan telah disediakan oleh SymmetricDS.

Proses sinkronisasi akan secara searah dari basis data sistem ke basis data master. Proses sinkronisasi akan dilakukan secara serentak atau terjadwal berdasarkan adanya perubahan baik proses input, edit, dan penghapusan pada basis data sistem. Perubahan pada basis data sistem akan ditangkap oleh SymmetricDS dengan cara membuat trigger after event pada tabel-tabel yang telah kita tentukan, sehingga dapat diketahui jika terjadi perubahan pada basis data sistem. Trigger after event adalah sekumpulan perintah Structured Query Language (SQL) atau bahasa yang digunakan untuk mengorganisasi data pada basis data relasional yang secara otomatis akan dijalankan setelah ada kejadian baik input, edit, dan penghapusan.

Pemuatan Data

(16)

5 Pengujian Data

Tahapan ini adalah proses pengujian data dari sistem integrasi dibandingkan dengan data yang ada pada sumber data. Selain itu akan dicatat waktu yang dibutuhkan untuk sinkronisasi. Pada proses ini akan dilakukan perbandingan data antara basis data sistem dengan basis data master, akan dilakukan proses perubahan beberapa data dan kemudian akan dilihat berapa lama dapat tersinkronisasi kepada basis data master.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data yang akan diintegrasikan untuk memenuhi kebutuhan evaluasi kinerja dosen bersumber dari tiga basis data sistem informasi. Basis data sistem informasi kepegawaian, basis data sistem informasi akademik, dan basis data sistem informasi riset dan penelitian. Basis data sistem tersebut memiliki sistem manajemen basis data yang berbeda antara satu dengan lainnya. Rincian sistem manajemen basis data sistem dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Rincian sistem manajemen basis data

No Sistem Informasi Sistem Manajemen Basis Data

1 Kepegawaian PostgreSQL

2 Akademik PostgreSQL

3 Riset dan Penelitian MySQL

(17)

6

Gambar 2 Arsitektur sistem integrasi

Analisis Kebutuhan Data

Pada proses ini, dilakukan pencatatan terhadap instrumen data yang dibutuhkan dalam borang evaluasi kinerja dosen. Formulir evaluasi kinerja dosen dapat dilihat pada Lampiran 1. Setelah itu kebutuhan data disesuaikan dengan data yang dimiliki dalam basis data sistem. Struktur basis data sistem dapat dilihat pada Lampiran 2.

Data yang telah dicatat tersebut akan ditentukan sumber basis data yang digunakan. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan kepada pemilik sistem, untuk ditentukan data yang digunakan. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data yang paling valid.

Berdasarkan kebutuhan data dalam formulir dan ketersedian data yang ada pada sistem, terdapat lima belas instrumen data yang dapat dipenuhi. Rincian kebutuhan data tersebut dapat dilihat dalam Tabel 2.

Tabel 2 Rincian kebutuhan data

No Atribut Sumber Basis Data

1 NIDN Sistem informasi kepegawaian

2 Nama Sistem informasi kepegawaian

3 Usia Sistem informasi kepegawaian

4 TMT Dosen Sistem informasi kepegawaian 5 Bidang Ilmu Sistem informasi kepegawaian 6 Jabatan Fungsional Sistem informasi kepegawaian 7 Jurusan Prodi Sistem informasi kepegawaian 8 Pendidikan Terakhir Sistem informasi kepegawaian 9 Pengajaran Sistem informasi akademik 10 Mahasiswa Bimbingan Sistem informasi akademik

(18)

7 12 Publikasi Sistem informasi riset dan penelitian

Pemetaan Skema Basis Data

Pada proses ini basis data sistem akan dipetakan dalam basis data master. Setiap basis data sistem dipetakan ke dalam sebuah skema tersendiri dalam basis data master. Kemudian struktur tabel dalam tiap-tiap basis data sistem akan diduplikasi. Dalam hal ini maka akan dibuat tiga skema untuk menampung tiga basis data sistem. Setiap skema itu akan dinamai sesuai dengan nama sistem tersebut yaitu SIPEG, SIAK, dan SIRIP.

Selain membuat skema untuk basis data sistem, kita juga akan membuatkan skema untuk menyimpan konfigurasi program SymmetricDS dan skema untuk menyimpan fungsi. Skema SymmetricDS digunakan untuk menyimpan tabel-tabel sistem yang berisi konfigurasi untuk melakukan proses replikasi dan sinkronisasi data. Skema fungsi akan digunakan untuk menyimpan fungsi yang akan digunakan untuk pemuatan data.

Oleh karena itu, basis data pusat memiliki lima skema yang terdiri atas skema sipeg, skema siak, skema sirip, skema symmetricds, dan skema fungsi. Skema basis data master dapat dilihat pada Gambar 3.

(19)

8

Pembersihan dan Transformasi Data

Proses pembersihan dilakukan terhadap semua semua tabel. Komponen utama yang dibersihkan adalah field nip, karena nip merupakan field kunci untuk berhubungan antar relasi. Dalam hal ini bila ada nilai nip yang tidak sesuai dengan format yang ada maka field tersebut akan dihapus. Selain itu proses pembersihan ini akan melakukan pengecekan antara field dan tipe data seharusnya. Bila tidak sesuai, nilai tersebut akan diset menjadi null. Berikut contoh data yang tidak sesuai yang kemudian akan disesuaikan dengan aturan di atas dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Contoh data yang tidak sesuai Replikasi dan Sinkronisasi

(20)

9

Gambar 5 Arsitektur symmetricds

Proses replikasi dan sinkronisasi memiliki empat tahap, yaitu ekstraksi database sistem, instalasi symmetricds, penentuan channel dan routing data, dan penentuan skema sinkronisasi.

Ekstraksi Basis Data Sistem

Pada tahapan ini, akan dilakukan proses ektraksi data dari basis data sistem kedalam berkas berformat teks (SQL) yang telah disesuaikan formatnya berdasarkan kepada sistem manajemen basis data PostgreSQL. Setelah itu, file hasil ekstraksi akan dimasukan ke dalam basis data master dan disesuaikan dengan skema sistem yang ada.

Instalasi SymmetricDS

Proses instalasi SymmetricDS dapat dilakukan dengan menyalin paket program SymmetricDS ke dalam direktori dalam mesin fisik basis data sistem dan disesuaikan konfigurasinya kemudian jalankan servis program SymmetricDS. Penentuan Channel dan Routing Data

Untuk melakukan replikasi dan sinkronisasi, jalur data (channel) untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan. Selain jalur data, juga harus ditentukan pemetaan data (routing) dari basis data sumber ke basis data master. Berdasarkan hasil proses pemetaan skema basis data, tiga jalur data untuk memfasilitasi proses replikasi dan sinkronisasi dibuat. Rincian jalur data dan pemetaan data dapat dilihat pada Tabel 3.

(21)

10

No Basis Data Sumber Jalur Data Skema Pemetaan Data

1 Kepegawaian channel_sipeg Sipeg

2 Akademik channel_siak Siak

3 Riset dan Penelitian channel_sirip Sirip Skema Sinkronisasi

Sinkronisasi akan dilakukan secara serempak. Proses sinkronisasi ini dilakukan searah dari basis data sistem ke basis data master. Penangkapan perubahan dilakukan dengan cara membuat trigger yang akan menangkap setiap perubahan yang terjadi, baik data dan proses yang dilakukan. Setelah itu data tersebut akan disimpan dalam tabel sistem untuk ditampung sementara sebelum dikirimkan melalui jalur data yang telah dibuat.

Pemuatan Data

Data yang telah terintegrasi dan tersinkronisasi, selanjutnya dapat digunakan baik oleh pengguna atau sistem lainnya. Metode yang digunakan untuk pemuatan data adalah dengan cara membuat fungsi pada basis data pusat dan web service

sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan lainnya.

Oleh karena itu, proses pemuatan data akan dibagi menjadi dua tahapan yaitu pembuatan fungsi dan pembuatan web service.

Pembuatan Fungsi

Pada tahapan ini kita akan menganalisis fungsi yang akan dibuat untuk memenuhi instrumen data evaluasi kinerja dosen. Berdasarkan kebutuhan data dan ketersediaan data, maka akan dibuat empat fungsi untuk digunakan dalam pemenuhan formulir evaluasi kinerja dosen dengan deskripsi fungsi seperti pada Tabel 4.

Tabel 4 Rincian kebutuhan fungsi

No Nama Fungsi Atribut Keluaran Atribut Masukan 1 ekd_data_diri NIDN, Nama,

Usia, TMT Dosen, Bidang Ilmu, Prodi, Jabatan Fungsional

NIDN

2 ekd_pendidikan NIDN, Jenjang, Lembaga, Program Studi

NIDN

3 ekd_pengajaran NIDN, jumlah_sks, jumlah

bimbingan NIDN, Semester,

(22)

11 4 ekd_penelitian NIDN, judul riset, instansi,

tanggal_mulai

NIDN, Tahun

5 ekd_publikasi NIDN, judul publikasi, internasional

NIDN, Tahun

Fungsi-fungsi tersebut akan diimplementasikan dalam basis data pusat. Untuk memudahkan penggunaan fungsi, maka dibuat metadata fungsi. Contoh metadata fungsi ekd_data_diri dapat dilihat pada Gambar 6. Contoh fungsi tersebut dinotasikan dalam notasi aljabar relasional yang dapat dilihat pada Gambar 7.

Gambar 6 Metadata fungsi ekd_data_diri

Pembuatan Web Service

Setelah semua fungsi dibuat, dibuatlah web service untuk memanggil fungsi-fungsi tersebut. Web service ini akan menerima nilai masukan berupa array

yang terdiri atas nama fungsi dan parameter masukan fungsi. Nilai keluaran dari

web service ini juga berupa array yang dapat langsung digunakan pengguna dan sistem.

Pengujian Data

Dalam proses pengujian data ini, dibuat skenario pengujian terhadap sinkronisasi data. Dalam penelitian ini akan dicoba melakukan proses pengubahan data secara serentak terhadap banyak data kemudian kita akan menghitung berapa lama data tersebut tersinkronisasi. Data yang diujikan bertipe data karakter pada tabel yang terdiri atas tiga kolom. Setiap bari data terdiri atas sepuluh karakter yang

π

nidn, nama, umur, tmt_awal, prog_studi, jabatan

(

σ

data_diri.nip=unit.nip

(

σ

data_diri.jabatan_id=jabatan.id

(

σ

unit.prodi_kode=prog_studi.kode

(

σ

nidn = $1

( data_diri × unit

×prog_studi × jabatan)))))

(23)

12

kurang lebih memiliki besar 30 byte. Pengujian ini dilakukan dalam jaringan intranet dengan spesifikasi perangkat keras server dan kecepatan jaringan seperti pada Tabel 5.

Tabel 5 Spesifikasi perangkat keras server dan kecepatan jaringan

No Komponen Spesifikasi

1 Processor 4 Core dengan Kecepatan 1,8GHz

2 Memory 4GB

3 Hardisk 500Gb SATA 7200 Rpm

4 Jaringan 200MB (shared)

Perbandingan antara waktu sinkronisasi dengan banyaknya data dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Perbandingan waktu sinkronisasi dengan jumlah pengubahan data

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Penelitian ini menghasilkan aplikasi yang merupakan simulasi pembuatan master databerbasis replikasi basis data. Basis data master akan memenuhi kebutuhan data pada formulir evaluasi kenerja dosen melalui fungsi yang akan dimuat pada servis yang ada. Proses sinkronisasi akan dilakukan searah dari basis data sistem ke basis data master. Proses sinkronisasi ini dilakukan secara serentak ketika basis data sumber berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk sinkronisasi delapan ribu baris data hanya membutuhkan waktu satu detik pada jaringan local area network. Hasil ini dapat memberikan manfaat kepada bagian sumber daya manusia umumnya dan memudahkan proses berbagi data antara sistem yang ada.

(24)

13 Saran

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan proses pembersihan data dengan lebih menyeluruh kepada data sumber, serta dapat dicoba dengan berbagai jenis sistem manajemen basis data lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bleiholder J, Naumman F. 2006. Conflict handling strategies in an integrated information system. Di dalam : Proceedings of Workshop on Information Integration on the Web[internet]; 2006 Mei 22; Edinburgh, United Kingdom. Berlin (GE): Universitat zu Berlin [diunduh tanggal 2013 Okt 3]. Tersedia pada: http://www.ra.ethz.ch/CDstore/www2006/iiweb2006.cs.uiuc.edu/1.pdf

Cecchet E, Candea G, Ailamaki A. 2008. Middleware-based database replication: the gaps between theory and practice. Di dalam : Proceedings of the ACM SIGOMOID conference[internet].2008 Jun 9; British Columbia, Canada. New York (US) : ACM [diunduh tanggal 2013 Okt 23]. Tersedia pada: http://infoscience.epfl.ch/record/118488/files/fp462-cecchet.pdf

Hoffer JA, Presscott MB, McFadden FR.2007. Modern Database Management. Ed ke-8. New Jersey(US) : Prentice Hall.

Qiu X. 2010. A publish-subcribe system for data replication and synchronization among integrated person-centric information systems[Tesis]. Logan (US):Utah University.

(25)

14

(26)
(27)

16

(28)
(29)

18

RIWAYAT HIDUP

Penulis, Yusuf Setiadi, dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat pada tanggal 10 Agustus 1989. Penulis merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Iwan Tandi dan Tini S.

Gambar

Gambar 1 Metode penelitian
Gambar 2 Arsitektur sistem integrasi
Gambar 3 Skema basis data master
Gambar 5 Arsitektur symmetricds
+2

Referensi

Dokumen terkait

kesesuaian tindakan aktor yang terlibat. • Yang menunjukkan bahwa lebih berpengaruh dibandingkan variabel lainnya, yang mana menunjukkan besarnya kekuatan masyarakat dalam

Berfungsi mengatur dan mengendalikan kegiatan bagian pelayanan keperawatan sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Roemani menuju terwujudnya pelayanan keperawatan yang prima.

Pada teks tersebut, bisa dilihat dengan gamblang bagaimana proses pergeseran struktur yang mengacu kepada bahasa sasaran. Faktor komunikasi yang efektif terhadap bahasa

bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain, antara lain: Gerakan Separatis dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan

Orang Kelantan, walau pun yang berkelulusan PhD dari universiti di Eropah (dengan biasiswa Kerajaan Persekutuan) dan menjawat jawatan tinggi di Kementerian atau di Institusi

Field research adalah sumber data yang diperoleh dari lapangan penelitian yaitu mencari data terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang kongret

Metode yang digunakan untuk steganografi dalam penelitian adalah Low Bit Encoding dengan enkripsi

Zat ini diklasifikasikan sebagai sama berbahayanya dengan debu mudah terbakar oleh Standar Komunikasi Bahaya OSHA 2012 Amerika Serikat (29 CFR 1910.1200) dan Peraturan Produk