Uji daya hasil delapan galur harapan kedelai hasil persilangan Kultivar Slamet dengan Nokonsawon
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Analisis ragam produksi biji pada generasi F7 dari persilangan Slamet dengan Wase menunjukkan bahwa 21 famili telah seragam dan 29 famili belum seragam secara genetik.. Dari 21
Satu famili memiliki produksi biji lebih tinggi daripada Slamet dan telah seragam secara genetik tetapi berukuran biji kecil yaitu FSW 22, sehingga FSW 22 dapat dijadikan
Seleksi dilakukan dengan memilih lima galur harapan yang memiliki nilai tengah untuk karakter bobot biji per petak lebih tinggi dari pembanding Pangrango yang merupakan
Satu famili memiliki produksi biji lebih tinggi daripada Slamet dan telah seragam secara genetik tetapi berukuran biji kecil yaitu FSW 22, sehingga FSW 22 dapat dijadikan
Analisis ragam produksi biji pada generasi F7 dari persilangan Slamet dengan Wase menunjukkan bahwa 21 famili telah seragam dan 29 famili belum seragam secara genetik.. Dari 21
Pada musim tanam kedua galur KH 44, KH 58, mempunyai jumlah buku subur yang sama dibandingkan varietas Anjasmoro dan Wilis, dan lebih tinggi dari varietas Tanggamus, Slamet
Karakter bobot biji per petak pada populasi F9 ini mempunyai nilai heritabilitas yang tergolong rendah, tetapi mempunyai nilai koefisien keragaman genetik yang luas, sehingga
Seleksi dilakukan dengan memilih lima galur harapan yang memiliki nilai tengah untuk karakter bobot biji per petak lebih tinggi dari pembanding Pangrango yang merupakan