Katalog Dalam Terbitan, Kementerian Kesehatan RI
613 .62 Ind p
Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
Pedoman penyelenggaraan pelatihan kader Kesehatan Kerja ,--Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2011
ISBN 978-602-9364-33-0
KONTRIBUTOR
dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS
Rosani Azwar, SKM, M.Kes
Jelsi Natalia Marampa, SKM, MKKK
dr. Dina Dariana, MKK
dr. Elisabeth
l.
Tobing, MPH Drs. I.G. Bagus Sarjana, M.KesDrs. Sunarja, MM
Drg. Triari Sarwastuti, M.Kes
Indah Restiaty, SKM, M.Kes
Lisa Trestia Sari, SKM, IVIM
Wachyuni, S.sos
SAM BUTAN
DIREKTUR lENDERAL BINA GIZI DAN KIA
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
Kebijakan pembangunan di bidang kesehatan ditujukan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat termasuk masyarakat pekerja. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada BAB XII Kesehatan Kerja pasal164 menyebutkan bahwa Upaya Kesehatan Kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.
Dalam kondisi perkembangan pembangunan kearah industrialisasi dimana persaingan pasar semakin ketat, sangat diperlukan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Masyarakat pekerja mempunyai peranan dan kedudukan yang penting sebagai pela'ku untuk mencapai tujuan pembangunan. Menyehatkan masyarakat termasuk masyarakat pekerja merupakan suatu investasi pembangunan, maka perlu ada upaya pemacu peningkatan masyarakat pekerja agar dapat bersaing pada era globalisasi dan pasar bebas.
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kader Kesehatan Kerja ini disusun dan lebih menekankan penulisannya untuk pengelola kesehatan kerja di sektor informal di bawah binaan Puskesmas namun dapat dikembangkan untuk dipergunakan oleh pengelola kesehatan kerja di perusahaan untuk pekerja di sektor formal.
Melalui pedoman ini diharapkan membuka peluang sekaligus mendorong lintas sektor terkait, masyarakat pekerja dan para pengusaha untuk dapat melakukan pembinaan dan peningkatan upaya kesehatan kerja di sektor formal dan sektor informal.
Semoga pedoman In! bermanfaat dalam upaya
menyehatkan masyarakat pekerja Indonesia.
DR. dr. H. Siamet Riyadi Yuwono, DTM&H, MARS
Y
NIP 195305231980031006
KATA PENGANTAR
Jumlah penduduk Indonesia 234,2jutajiwa (BPS, 2010). Dari jumlah tersebut 116 juta jiwa adalah angkatan kerja sedangkan yang bekerja sebesar 107,41 juta jiwa yang mana 76,69 juta jiwa bekerja di sektor formal dan 30,72 juta jiwa bekerja di sektor informal. Melihat data demografi ini, maka pekerja perlu memiliki dasar keilmuan dan kemampuan mengaplikasikan keilmuan kesehatan kerja dengan pemberdayaan masyarakat pekerja melalui pelatihan kader kesehatan kerja sehingga pekerja bisa memberikan makna dan kontribusi dalam memberikan pelayanan
kesehatan kerja untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat pekerja serta untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.
Guna mendukung pelayanan kesehatan kerja, petugas Puskesmas dan Perusahaan pengelola kesehatan kerja dituntut mempunyai pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan kerja termasuk melaksanakan pelatihan bagi kader kesehatan kerja.
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kader Kesehatan Kerja disusun sebagai acuan bagi petugas kesehatan kerja dalam melaksanakan pelatihan bagi kader kesehatan kerja yang berisi tentang langkah-Iangkah pelaksanaan pelatihan kader.
Pedoman ini dapat juga dipergunakan oleh pengelola kesehatan kerja di perusahaan untuk pekerja di sektor formal tetapi khusus dalam penulisan buku ini kami lebih menekankan penulisannya untuk pengelola kesehatan kerja di sektor informal di bawah binaan Puskesmas.
Semoga Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kader Kesehatan Kerja ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di lapangan.
Jakarta, Oktober 2011
Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga
dr. Kuwat Sri Hudoyo, MS
NIP 196209151991021001
DAFTARISI
KONTRIBUTOR ... ... . . SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL BINA GIZI DAN KIA
KEMENTERIAN KESEHATAN RI ... iii
KATA PENGANTAR ...
v
DAFTAR lSI ... ... ... vii
DAFTAR SINGKATAN .. ... ... ... ix
BAGIAN I PENDAHULUAN 1 1. Latar Belakang 1
2.
Tujuan ... . 23. Sasaran ... 2
4. Landasan Hukum ... ... 2
5. Pengertian ... 3
BAGIAN II PENYELENGGARAAN PELATIHAN KADER KESEHATAN KERJA ... 4
1. Latar Belakang ... 4
2. Tujuan Pelatihan ... 4
3. Peserta dan Pelatih ... 5
4. Metoda ... 5
5. Waktu dan Tempat ... 5
6. Pengorganisasian Pelatihan ... 5
7. Materi Pelatihan ... 6
BAGIAN III
1.
2.
3.
4.
BAGIAN IV
1.
2.
3.
4.
5.
6.
BAGIAN V
LAMPIRAN 1.
LAMPIRAN 2.
LAMPIRAN 3.
LAMPIRAN 4.
TAHAPAN PELATIHAN ... ... ... ... ... .... 12
Perencanaan .. ... ... ... ... ... ... ... 12
Pengorganisasian ... .... ... .... ... ... ... 12
Pelaksanaan ... ... ... ... ... ... 12
Tahap Sesudah Pelaksanaan ... ... ... 14
MATERI PELATIHAN .... .... ... ... ... 15
Pengantar Umum Kesehatan Kerja.. ... .... 15
Mengenali dan Memahami Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja .... .. .. .... ... ... .. ... 16
Mengenali dan Memahami Gangguan Kesehatan yang Ada Hubungan dengan Pekerjaan ... ... . 17
Mengenali dan Memahami Tindakan Upaya Promotif, Preventif, Pengobatan Sederhana dan Rujukan ... ... 28
Pencatatan dan Pelaporan ... .. ... 30
Kunjungan Lapangan ... 33
PENUTUP... 34
Daftar Tilik Pemantauan Tempat Kerja 35 Formulir Laporan Bulanan Kesehatan Pekerja 37 Formulir Laporan Rekapitulasi Semester (6 bulanan) Kesehatan Pekerja ... 38
Pos UKK
UKBM
BKKM
K3
PHBS
APD
T'B
BB
P3K
P3P
DAFTAR SINGKATAN
Pos Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Balai Kesehatan Kerja Masyarakat
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Alat Pelindung Diri
Tinggi Badan
Berat Badan
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Pertolongan Pertama Pada Penyakit
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Unndang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan khususnya BAB XII Kesehatan Kerja pasal 164-166, secara tegas menyatakan tentang tujuan, sasaran, peran dan tanggung jawab pemerintah, kewajiban dan tanggung jawab pengelola tempat kerja, majikan/pengusaha dan kewajiban pekerja dalam upaya kesehatan kerja. Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan dalam rangka mewujudkan produktifitas kerja yang optimal. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah wajib membina dan melaksanakan upaya kesehatan kerja dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat khususnya masyarakat pekerja.
Dalam upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kerja pada masyarakat pekerja, salah satu unsur yang diperlukan adalah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) dimana Pos UKK ini dikelola oleh kader kesehatan kerja yang mempunyai kesadaran dan kemauan mengabdikan diri secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diri sendiri dan kelompoknya agar dapat bekerja dengan aman, sehat dan produktif dalam bekerja. Selama ini kader kesehatan kerja masih menjadi pelaksana kegiatan belum sebagai pengelola kegiatan kesehatan kerja. Pengelola Pos UKK bukan hanya melaksanakan kegiatan Pos UKK saja, tetapi
juga merencanakan kegiatan dan mengaturnya. Kader sebaiknya mampu menjadi pengelola karena merekalah yang paling memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat pekerja diwilayahnya.
Oleh karena itu kader kesehatan kerja perlu dilatih dalam meningkatkan kemampuan kader agar bisa mengelola dan menjalankan pelayanan kesehatan kerja khususnya dalam penyampaian informasi atau pendidikan kepada masyarakat pekerja.
Pedoman ini dijadikan acuan bagi petugas kesehatan kerja yang ada di daerah dalam melaksanakan pelatihan kader kesehatan kerja.
2. TU1UAN
Diharapkan pengelola program kesehatan kerja dapat menggunakan pedoman ini sebagai pegangan dalam melaksanakan pelatihan kader kesehatan kerja
3. SASARAN
Pengelola program kesehatan kerja di Dinas Kesehatan Povinsi, KabupatenjKota dan Puskesmas serta pengelola tempat kerja lainnya.
4. LANDASAN HUKUM
a. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
b. Kepmenkes No. 1758jMenkesjSK/XIIj2003 tentang Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar
c. Kepmenkes No. 128jMenkesjSK/Ilj2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat
d. Kepmenkes No. 038jMenkesjSK/lj2007 tentang
Pedoman Pelayanan Kesehatan Kerja pada Puskesmas KawasanjSentra Industri
e. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah
No. 9 tahun 2001 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat
5. PENGERTIAN
a. Kader kesehatan kerja adalah seorang pekerja yang
mempunyai kesadaran dan kemauan mengabdikan diri secara sukarela untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan diri sendiri dan kelompoknya agar dapat bekerja dengan aman, sehat dan produktif dalam bekerja.
b. Pos Upaya Kesehatan Kerja, (Pos UKK) adalah
bentuk pemberdayaan masyarakat di kelompok pekerja informal utamanya di dalam upaya pro motif, preventif untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.
c.
Pengelola program kesehatan kerja adalah petugasyang diangkatjditunjuk untuk mengelola program kesehatan kerja.
d. Pendekatan partisipatif adalah memberi kesempatan
pada peserta latih untuk menemukan masalahnya dan mencari alternatif pemecahan secara mandiri dan difasilitasi oleh pelatih untuk merumuskannya.
PENYELENGGARAAN
PELATIHAN KADER KESEHATAN KERJA
1. LATAR BELAKANG
Dalam rangka implementasi pelayanan kesehatan kerja di tempat kerja diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari pekerja khususnya kader kesehatan kerja sebagai pelaksana kegiatan kesehatan kerja dikelompoknya. Untuk itu sangat perlu diselenggarakan pelatihan kader kesehatan kerja yang dikelola oleh pengelola program kesehatan kerja di daerah.
2. TUJUAN PELATIHAN
Tujuan Umum:
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader
kesehatan kerja dalam mengelola dan memberikan pelayanan kesehatan kerja kepada masyarakat pekerja
Tujuan Khusus:
a. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader
sebagai pengelola Pos UKK berdasarkan kebutuhan sasaran di wilayah pelayanannya
b. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam berkomunikasi dengan masyarakat pekerja
c.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk menggunakan metode dan media diskusi yang lebih partisipatif3. PESERTA DAN PELATIH
Peserta
Peserta latih adalah kader kesehatan kerja dengan jumlah maksimal 30 orang.
Pelatih
Pelatih dapat berasal dari Puskesmas, Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM), Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi dan lintas sektor terkait.
4. METODA
Pelatihan memakai pendekatan partisipatif serta praktek lapangan.
5. WAKTU DAN TEMPAT
Pertemuan dapat dilakukan di kelas (Puskesmas, Kantor Kecamatan, Pos UKK dan lain-lain) serta di tempat kerja. Sedangkan waktu pertemuan/pelatihan disesuaikan dengan kesepakatan pelatih dan kader.
6. PENGORGANISASIAN PELATIHAN
Satu atau dua minggu sebelum pelatihan, tim panitia
pengorganisasian pelatihan telah dibentuk untuk
mempersiapkan tahap-tahap logistik pelatihan.
6
7. MATER! PELATIHAN
Materi I:
Pengantar umum kesehatan kerja
• Tujuan kesehatan kerja
• Hubungan pekerja, tempat kerja dan risiko di tempat kerja
• Peran kader (tugas dan kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan kerja) dan pengorganisasian Pos UKK
Materi II:
Mengenali dan memahami bahaya dan risiko di tempat kerja
• Jenis pekerjaan dan risikonya
• cara mengenali bahaya
• Kenali kebiasaan buruk/perilaku pekerja
Materi III:
Mengenali dan memahami gangguan kesehatan yang ada hubungan dengan pekerjaan
• Gangguan spesifik (kulit, pernapasan, otot dan tulang, mata, syaraf)
Materi IV:
Mengenali dan memahami upaya promotif, preventif, pengobatan sederhana dan rujukan
• Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
• Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja
• Pencegahan gangguan kesehatan akibat kerja (cuci tangan, pemakaian APD)
• Gizi kerja
• Membantu proses pemeriksaan kesehatan umum (mengukur TB dan menimbang BB)
• Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P)
• Upaya rujukan
Materi V:
Pencatatan dan pelaporan
• Pengertian, tujuan, sasaran dan pelaksanaan pencatatan dan pelaporan
• Periode pelaporan
• Data yang dicatat dan dilaporkan
8
Matriks Kurikulum Pelatihan Kader Kesehatan Kerja
NO
POKOK
BAHASAN
SUBSUB
POKOK
BAHASAN
TUlUAN
BELAlAR
METODE
1 Pengantar umum kesehatan kerja
• Tujuan Kesehatan Kerja
• Hubungan pekerja, tempat kerja dan risika di tempat kerja
• Peran kader kesehatan kerja (tug as dan kegiatan yang dapat dilakukan aleh kader kesehatan kerja dan pengarga-nisasian Pas UKK)
• Peserta mengetahui tujuan upaya kesehatan kerja
• Peserta mengetahui hubungan pekerjaan dengan risika dari pekerjaan
• Peserta mengetahui peran dan tugas kader
• Peserta mengetahui pengargani-sasian Pas UKK
Penjelasan, curah pendapat
POKOK
BAHASAN
NO
Mengenali dan mema-hami bahaya dan risiko di tempat kerja 2 Mengenali dan mema- hami gang-guan yang ada hubung-an denghubung-an pekerjaan I 3
4 Mengenali dan mema-hami promotif, preventif, pengobatan sederhana dan rujukan
SUBSUB
POKOK
BAHASAN
• Jenis pekerjaan dan risikonya • Kenali kebiasaan buruk/peri-laku pekerja • Gangguan spesifik (kulit, perna-pasan, otot dan tulang, mata, syaraf) • Penyuluhan K3 • Penyuluhan PHBS di tempat kerjaMETODE
TUlUAN
BELAlAR
Penj elasan, mengetahui • Peserta curah jenis peker- pendapat, jaan dan kunjungan risikonya lapangan • Peserta mengetahui kebiasaan/ perilaku buruk pekerja• Peserta Penjelasan, mengetahui curah gangguan pendapat spesifik kunjungan kesehatan lapangan " Penjelasan, mampu • Peserta curah melaksana- pendapat, kan penyu- praktek, luhan K3 bermain dan PHBS peran
NO
POKOK
SUBSUB
TUJUAN
METODE
BAHASAN
POKOK
BELAJAR
BAHASAN
I I • Pencegahan gangguan kesehatan akibat kerja (cuci tangan, pemakaian APD) • Gizi kerja • Membantu proses pemeriksaan kesehatan umum (mengukur TB dan menimbang BB)• P3K dan P3P
• Upaya rujukan • Peserta mampu melaksana-kan pencegahan gangguan kesehatan akibat kerja • Peserta mampu menentukan gizi kerja • Peserta mampu mengukur TB dan menimbang BB • Peserta mampu memberikan P3K dan P3P • Peserta
mengetahui proses rujukan
I
NO
POKOK
BAHASAN
SUBSUB
POKOK
BAHASAN
TUlUAN
BELAlAR
METODE
5 Pencatatan dan
pelaporan
• Pengertian • Peserta pencatatan memahami dan pengertian pelaporan pencatatan
dan pelaporan • Tujuan I. Peserta
pencatatan memahami dan tujuan dan pelaporan sasaran • Sasaran pen- pencatatan
catatan dan dan pelaporan pelaporan kegiatan kegiatan kesehatan kesehatan kerja kerja • Periode • Peserta
pelaporan mengerti peri ode pelaporan • Data yang • Peserta
dicatat dan mengerti dilaporkan data yang
dicatat dan dilaporkan dalam kegiatan kesehatan kerja
Ceramah, tanya jawab, penugasan/ praktek
TAHAPAN PELATIHAN
1. PERENCANAAN
Pengelola program kesehatan kerja di Provinsi, Kabupaten/ Kota sebelum pelaksanaan pelatihan perlu dilakukan pertemuan untuk mempersiapkan:
• Peserta
• Waktu dan tempat
• Materi pelatihan dan pelatih
• Lokasi kunjunganlapangan
• Media pelatihan yang akan digunakan dan hal lain yang
dirasa perlu
2. PENGORGANISASIAN
Hal yang perlu dilaksanakan diantaranya:
Membentuk tim panitia pelatihan
•
Menyiapkan mekanisme pelatihan seperti materi, jadwal
•
dan menetapkan petugas yang bertanggung jawab pada setiap sessi
3. PELAKSANAAN
Panitia
Menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kelancaran pelaksanaan pelatihan
Pelatih
Menyajikan materi sesuai dengan pokok bahasan dan waktu yang tersedia
Peserta
Mengikuti pelatihan.
Proses pelaksanaan
• Sesaat sebelum mulai, mengumpulkan semua media
belajar dan bahan yang diperlukan selama memandu pokok bahasan yang bersangkutan
• Memandu kegiatan belajar dan kunjungan lapangan
Cara melibatkan peserta dalam proses diskusi:
• Pelatih mengaju'kan pertanyaan APA terlebih dahulu
sehingga peserta bisa menceritakan pengalamannya, serta KAPAN hal itu terjadi?
• Pelatih kemudian menanyakan kepada beberapa
peserta lain, apakah mereka juga menemukan kejadian yang serupa?
• Pelatih kemudian menanyakan MENGAPA hal tersebut
terjadi? (Apa sebabnya terjadi?)
Kembali pelatih meminta tanggapan kepada beberapa
•
peserta lain, apakah mereka setuju pendapat peserta
..
tersebut tentang penyebab suatu keadaan?Pelatih kemudian menanyakan BAGAIMANA cara
•
mengatasi keadaan tersebut?
• Pelatih perlahanIahan membiarkan peserta saling
menceritakan pengalaman dan melontarkan
pendapatnya
4. TAHAP SESUDAH PELAKSANAAN
Hari terakhir pelatihan dilaksanakan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Sesudah semua kegiatan selesai, tim pelatih mengumpulkan semua dokumen hasil pelatihan dan pencatatan yang dibuat selama pelatihan. Tim pelatih kemudian membahas rencana penulisan laporan yang merupakan tugas panitia.
BAGIAN IV
MATERI PELATIHAN
Materi I:
Pengantar Umum Kesehatan Kerja
• Apa tujuan kesehata n kerja?
Melindungi pekerja agar hid up sehat, produktif dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan
• Bagaimana hubungan pekerja, tempat kerja dan risiko di
tempat kerja?
Seorang pekerja dalam bekerja dipengaruhi oleh proses kerja, alat dan bahan yang digunakan serta lingkungan kerja yang dapat menimbulkan berbagai bahaya dan gangguan kesehatan bagi pekerja.
• Apa peran kader kesehatan kerja (tugas dan kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan kerja)?
Melakukan identifikasi masalah kesehatan di lingkungan pekerja dan sumberdaya pekerja
Menyusun rencana pemecahan masalah kesehatan kerja
Melaksanakan upaya kesehatan melalui promosi
kesehatan kerja
16
Menjalin kemit raan dengan berbagai pihak dalam upaya kesehatan kerja
Melakukan pelayanan kesehatan kerja dasar yakni upaya promotif, preventif dan pengobatan secara sederhana
Melaksanakan kewaspadaan dini terhadap berbagai risiko dan masalah kesehatan pekerja
Melaksanakan rujukan ke Puskesmas
Pencatatan dan pelapora n
Materi II:
Mengenali dan Memahami Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja
• Bagaimana mengenali dan memahami bahaya dan risiko di tempat kerja?
Menggunakan panca indera seperti:
Melihat, contoh: debu, asap, benda, bahan baku yang digunakan dan alat kerja yang dapat membahayakan pekerja
Mencium, contoh: bau yang tidak enak atau menyengat
Meraba, contoh: mengusap permukaan meja atau dinding tempat kerja
Mendengar, contoh: suara bising
Merasa, contoh: perasaan panas, dingin, pengap dalam ruangan kerja dan getaran
1
Materi III:
Mengenali dan Memahami Gangguan kesehatan yang Ada Hubungan dengan Pekerjaan
• Bagaimana mengenali dan memahami gangguan kesehatan yang ada hubungan dengan pekejaan?
Melihat jenis pekerjaan dan risiko yang mungkin muncul pada satu pekerjaan khususnya pada pekerja di sektor informal.
Lebih jelasnya dapat di lihat pada bagan berikut.
NO. JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDALIAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJAAN
Petani/per Panas Dehidrasi, Pakaian lengan pan-kebunan matahari iritasi ku lit, j ang, topi, minum air
biang keringat _yang cukUQ Racun tum- lritasi kullt Pakaian lengan pan-buhan (daun
jang, sarung tangan tembakau)
Pestis ida Keracunan
Menyemprot seara h pestisida angin, mandi, meng-ganti pakaian setelah bekerja, tidak membuang sisa pestisida sembarangan Digigit ular, Luka gigitan Memakai pakaian leng-nyamuk dil an partlal'JfL sepatu bot Cacing Cacingan Memakai sepatu bot
dan cuci tangan dengan air bersih
Alat kerja Sakit Mengganti gagang alat tidak sesuai pinggang, kerja sesuai postur postur tubuh punggung tubuh
(pegangan pendek)
18
NO. JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDAUAN PEKER- POTENSIAL AKI BAT
JAAN PEKERJAAN
2 Perajin :
a. Kulit Bahan/uap klmia
Gatal, koreng-an, batuk, pilek, sesak napas, demam, iritasi mata
Memakal sarung tang -an, cuci tang-an, tidak merokok saa t bekerja, menggunakan masker, ventilasi ruang kerja cukup
Posisi kerja janggal
Sakit otot, pinggang, punggung
Mengatur posisi kerja sesuai postur tubuh dan alat kerja, pere-gangan saat bekerja Panas Biang keringat,
dehidrasi, kelelahan
Ventilasi, minum air ya ng cu kup, menggu-nakan pakaia n yang mudah menyerap keringat
Debu I ritasi hid ung dan tenggo-rokan,
Gunakan masker, ventilasi dan posisi bekerja seara h angin gangg uan
fungsi otot
Kecelakaan Luka sayat dan Menggunakan sarung
kerja tusuk tangan
b. Mebel Debu I ritasi hidung dan tenggo-rokan,
Gunakan masker, ventilasi dan posisi bekerja searah ang in gangguan
saluran pernafasan Bahan/uap
kimia (pernis)
Gangguan per-napasan, iritasi mata, kulit tangan panas
Gunakan masker (respiratori), kacamata, sarung tangan
Bising Gangguan kenyamanan, emosi, mudah marah, penu-runan daya dengar semen-tara/menetap
Kurangi sumber bising, menggunakan tutup telinga saat bekerja
NO. JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDALIAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJAAN
Getar Gangguan Kurangi sumber getar, kenyamanan, menggunakan emosi, mudah penyerap getar (karet) marah,
gang-guan keseim-banoan
Posisi kerja Sakit otot, Mengatur posisi kerja janggal pinggang, sesualposturtubuh
punggung dan alat kerja, pere-aanaan saat bekerja Pencahayaan Gangguan Memperbaiki ya ng buruk fungs! pengli- pencahayaan
hatan dan kecelakaan
Kecelakaan Luka sayat dan Menggunakan sarung
kerja tusu k tanaan
c. Aki Debu I ritasi hidung, Gunakan masker, bekas tenggoroka n, ventilasi dan posisi
gangguan bekerja searah angin funasi otot
Panas Siang keri ngat, Ventilasi, menggunakan dehidrasi, APD, minum air yang kelelahan cukup
Posisi kerja Sakit otot, Mengatu r posisi kerja janggal sesuai post ur tubuh
punggung pinggang,
dan aiat kerja, pere-ganaan saat bekerja Kecelakaan Menggunakan sarung kerja
Luka sayat,
tangan tumpahan
loaam cair Logam berat
tusuk, terkena
Tidak merokok dan kontak, panas
Dermatitis
makan saat bekerja, menggigii, mencuci tangan dengan batuk, mual, air mengalir,
sakit pada menggunakan masker, tuiang ventilasi ruang kerja,
PHSS di tempat kerja
--
. an Ka der Keseha lan Kerjaf 19
NO. JEN IS PEKER-JAAN BAHAYA POTENSIAL GANGGUAN AKIBAT PE KERJAAN PENGENDALIAN Pencahayaan yang buruk Gangguan fungsi pengll-hatan dan Memperbalkl pencahayaan kecelakaan d. Alas kaki Bahan/uap kimia
Gatal, kulit kering, koreng-an, batuk, sesak nafas, iritasi mata
Memakal sarung tangan, masker, tidak merokok saat bekerja, ventilasi ruang kerja
Lem (solvent) Pada keadaan
kronis mengaki-batkan gangguan peredaran sistem
Memakai masker, tidak meroko k saat bekerja, ventilasi ruang kerja darah dan saraf
tepi
Posisi kerja Sakit otot dan Mengatur posisi kerja janggal sendi, sesuai postur tubuh
pinggang, ya ng nyaman dengan punggung,
pinggul
alat kerja, peregangan saat bekerja
e. Tahu dan
Panas Biang keri ngat, dehidrasi,
Ventilasi, minum yang cukup
air
tempe kelelahan
Bahan/uap kimia
Bau, Gata l, ko re ngan, batuk, pilek, sesak nafas,
Memakai masker dan sarung tangan, cuci tangan, tidak merokok saat bekerja, ventilasi demam ruanq kerja
Posisi kerja janggal
Sakit otot, pinggang, punggung
Mengatur posisi kerja sesuai postur tubuh yang nyaman dengan alat kerja, peregangan saat bekerja
Pencahayaan yang buruk
Gangguan fungsi penglihatan dan kecelakaan
Memperbaiki pencahayaan Tumpahan
larutan panas
Luka bakar Penerangan yang baik, penempatan alat kerja pada tempat yang aman
NO. lENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDALIAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
lAAN PEKERlAAN
Jamur, bakteri Gangguan ku-lit, gatal, lnfek-si kulit, gang-guan pernapas-an, sesak napas
Jaga kondisi tempat kerja (Iantai) tidak ada air tergenang, memakai alas kaki/sepatu bot, menjaga kebersihan perorangan Kecelakaan Jatuh,
terpeleset, tersandung
Perbaiki sanitasi lantai ruang kerja,
menggunakan alas kaki kerinQ dan tidak licin
f. Batik Bahan/uap kimia
Gatal, batuk, sesak nafas, iritasi mata
Memakai sarung tangan, cud tangan, menggunakan masker, venti/asi ruanQ ォセイェ。@
Posisl kerja janggal
Sakit otot, pinggang, punggung
Mengatur posisi kerja sesuai postur tubuh dan alat kerja, pere-gangan saat bekerja Pencahayaan Gangguan Memperbaiki pencaha-yang buruk fungsi penglihatan yaan
dan kecelakaan Panas uap
malam
Luka bakar, gangguan sa luran pernapasan
Ventilasi ru ang kerja yang cukup,
pengaturan ruang kerja searah angin,
menggunakan blower
3. Pekerja bengkel
Bising Gangguan kenyamanan dan penurunan daya dengar sementara/me-netap
Kurangi sumber bising, menggunakan tutup telinga saat bekerja
Panas Biang keringat, dehidrasi, kelelahan
Ventilasi, menggunakan APD, minum air yang cukup
Getaran Tremor/ Atur waktu istirahat gemetaran
Bahan kimia Demam sesudah mengelas, mata merah
Memakai
masker /kacamata khusus untuk mengelas
NO. lENIS PEKER-lAAN BAHAYA POTENSIAL GANGGUAN AKIBAT PEKERlAAN PENGENDAUAN Percikan logam Cedera mata, kulit Memakai masker/ kaca-mata dan pakaian kerja Posisi kerja
janggal
Sakit otot, pinggang, punggung
Mengatur posisi kerja sesuai postur tubuh yang nyaman dengan alat kerja, peregangan saat bekerja
Kecelakaan Ledakan gas dan karbit
Pemantauan alat kerja secara berkala 4. NeJayan Panas
matahari
Dehidrasi, iritasi kuJit, biang keringat
Minum air yang cukup, memakai pakaian lengan panjang, t opi dan kaca mata hitam Gigitan biota
iaut
Luka gigitan, keracunan
Memakai baju kerja Angin malam Batuk, pilek,
gangguan saluran pernafasan
Peningkatan gizi dan pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memakai j aket
Menyediakan
pelampung, membawa persediaan makanan yanq cuku p
Kecelakaan di laut
Tenggelam, terdampar
s. Pedagang makanan keliling
Debu jalanan Batuk, pilek Hindari tempat yang banyak debu Kecelakaan
lalu lintas
Cedera Patuhi peraturan laJu lintas
Posisi kerja janggal
Sakit otot, pinggang, punqqunq
Mengatur posisi kerja, peregangan saat bekerja
Kecelakaan kerja
Luka sayat dan tusuk
Menggunakan sarung tangan
Ledakan kompor
Luka bakar Pemantauan alat kerja secara berkala 6. Tukang
ojek
Kecelakaan lalu lintas
Cedera ringan dan berat
Patuhi peraturan lalu lintas
Debu jalanan Batuk, pilek Pakai helm, jaket, masker
NO. JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDALIAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJ AAN
Getaran Tremor/ Atur waktu istirahat qemetaran Panas Dehidrasi, kelelahan Menggunakan helm, jaket, masker, minum air putlh secukupnya (minimal 8 Qelas/hari)
7. Penam-bang tradisional
a. Emas Panas Biang keringat, dehidrasi, kelelahan
Menggunakan topi, jaket, minum air putlh secukupnya (minimal 8 qelas/harD
Uap merkuri Gangguan syaraf (geme-tar, lumpuh),
Memakai sarung tangan karet, sepatu bot dan masker
gangguan ku lit, ganggu-an pertum-buhan ianin
(aci ng ca cingan Memakai sepatu bot, cuci tangan dengan air bersih yang mengalir, pemberian obat cacing setiao 6 bulan
Posisi kerja Sakit otot, Mengatur posisi kerja jangga l pinggang, sesuai postur tubuh Uongkok, punggung dan alat kerja, pere-membunqkuk) qanqan saat bekeria b. Bele- Uap belerang Pusing, mual, Memakai masker
rang pinqsan
Posisi kerja janggal (memikul, membungkuk) Sakit otot, pinggang, punggung
Mengatur posisi kerja sesuai postur tubuh dan alat kerja, peregangan saat bekerja
Panas Gangguan Memakai pakaian kerja kulit, luka lengan panjang bakar
24
NO. JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDAUAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJAAN
c. Penam Kecelakaan Tertimbun Memperbaiki teknik bang/ kerja reruntuhan pembuatan lubang ga-perajin lubang galian lian misal dengan
intan memberi pagar pada
lubaQ9.
Kekurangan Sesak napas, Menggunakan blowerf
oksigen pusing, ping- ki pasangin san
Gangguan Malaria Minum obat, memakai kesehatan lotion anti nyamuk,
tidur memakai kelambu dan menutup lubang bekas セ。ャゥ。ョ@
Debu Gangguan sa - Memakai masker luran perna
pas-an
(aci ng (acingan Memaka i sepatu bot, cuci ta ngan dengan air bersih, pemberian obat cacing setiap 6 bulan Pencahayaan Gangguan Mengatur penerangan ku ranq pengihatan di tempat ke rja Getaran Gangguan Mengatur wa ktu kerja
syaraf dan istirahat, memakai saru Q9. ta Q9.an karet d . Penam- Kecelakaan T erpeleset, Pakai sepatu karet
bang jatuh
pasir Posisi kerja Sakit otot, Mengatur posisi kerja janggal pinggang, sesuai postur tubuh (memikul, punggung dan alat kerja, pere-membungkuk) gangan saat bekerja
I
(acing cacinganI
Memakai sepatu bot,cuci tangan dengan air bersih, pemberian obat cacing setiap 6 bulan Debu Gangguan Memakai masker dan saluran kacamata pelindung pernapasan,
iritasi mata
NO . JENIS BAHAYA GANGGUAN PENGENDALIAN PEKER- POTENSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJAAN
8. Penyelam Akibat Gangguan Mengatur jarak waktu perubahan pendengaran naik ke permukaan, tekanan membersihkan telinga
secara teratur
Sesak nafas Tidak menyelam >30m, mengatur jarak waktu turun dan naik ke permukaan
Gigitan biota Luka gigitan, Memakai baju dan alat laut keracunan penyelam
9. Pekerja Debu Iritasi hidung Gunakan masker, batu kapur/ dan ventilasi dan posisi pemecah tenggorokan bekerja searah angin batu/ Panas Biang kerlngat, Menggunakan topi, perajin area dehidrasi, minum air putih
kelelahan secukupnya (minimum 8 gelas/hari)
Posisi kerja Sakit otot, Mengatur posisi kerja ja nggal pinggang, sesua i postur tubuh (pekerj aan punggung dan alat kerja, pere-berulang, gangan saat bekerja membungkuk)
Kecelakaan Tertimpa batu, Memakai kacamata kerja terpukul martil, pelindung, sarung
terkena tangan serpihan batu
10 Pekerja Uap logam Panas Posisi kerja searah pandai besi menggigil, angin, tidak merokok
batuk, mual, saat bekerja,
menggu-I
sa kit pada nakan masker tulang, iritasi
mata
Kecelakaan Terpukul Memakai kaca mata kerja martil, terkena pelindung, sarung
serpihan besi tangan, sepatu bot Panas Biang keringat, Ventilasi ruang kerja,
dehidrasi, memakai topi, minum kelelahan air putih secukupnya
(minimum 8 gelas/hari)
NO. JEN IS BAHAYA GANGGUAN PENGE NDAU AN
PEKER- POTE NSIAL AKIBAT
JAAN PEKERJAAN
Posisi kerja Sakit otot, MengattJr posisi kerja janggal pinggang, sesuai posrurtubuh (pekerjaan punggung dan alat kerja, berulang, peregangan saat
membunqkuk) bekerja
11 Penggiling-an padi
Debu Gangguan sa-luran pernapa-san, pengliha-tan, iritasi kulit
Memakai masker dan kaca mata, pakaian lengan panjang, tuttJp kepala
Sising Gangguan Memakai sumbat pendengaran telinga, mesin dipasang
peredam Panas Siang keringat,
dehidrasi, kelelahan
Ventilasi ruang kerja, minum air putih secukupnya (minimum 8 gelas/harl)
Kecelakaan kerja
Terkena mesin Meningkatkan konsentrasi kerja, menggunakan pakaian kerja, mesin dilengkapi alat pengaman/ slap
Posisi kerja janggal
Sakit otot, ping gang, punggung
Menyesuaikan beban dengan kapasitas pe-kerja, pengatu ran wak-tu istirahat, penyesuai-an alat dpenyesuai-an posisi kerja Memakai penut up kepala, masker, kaca mata, sumbat telinga 12 Peraj in
kapuk
Debu kapuk Gangguan sa-luran pernapa-san, mata, telinga
Kecelakaan Terluka alat Meningkatkan kerja kerja (pisau, konsentrasi kerja
jarum)
13 Perajin rambut
Debu Sesak napas, iritasi mata
Menggunakan masker, kaca mata
Kecelakaan kerja Bahan kimia/
spray
Terluka alat kerja (pisau, jarum) Iritasi mata, pernapasan
Meningkatkan konsentrasi kerja Menggunakan masker, kaca mata
NO. JENIS PEKER-JAAN
BAHAYA POTE NSIAL
GANGGUAN AKI BAT PEKERJAAN
PENGENDAUAN
14 Buruh pelabuhan
Posisi kerja janggal (mengangkat, mengangkut, membawa, menarik, menekan, menurunkan)
Gangguan otot rangka (Ieher, punggung, pinggang, pinggul, kaki dan
pergerakan badan)
Bekerja dengan posisl yang benar
Kecelakaan kerja
Terpeleset, jatuh, tertimpa beban
Memakai sepatu anti slip
Materi IV:
Mengenali dan Memahami Tindakan Upaya Promotif, Preventif, Pengobatan Sederhana dan Rujukan
• Bagaimana melaksanakan penyuluhan?
Penyuluhan da pat dilakukan pada waktu jam kerja, waktu istirahat maupun di luar jam kerja
Penyuluhan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Untuk perorangan sebaiknya dipaka i metoda tanya jawab, diskusi dan konsultasi sedang kan untuk massal sebaiknya dipakai metoda ceramah dan demonstrasi.
b. Untuk memudah kan penyuluhan sebaiknya
menggunakan alat peraga seperti lembar balik, poster dan lainlain .
Materi penyuluhan disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan risikonya serta upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat dilakukan, seperti :
a. Potensi dan risiko bahaya di tempat kerja
b. Gangguan yang dapat timbul akibat pekerjaan dan kecelakaan kerja
c. Cara kerja yang baik dan benar
d. Gizi kerja, PHBS di tempat kerja seperti tidak merokok di tempat kerja, berhenti merokok, cuci tangan dan lainlain
e. Kebersihan dan kesehatan lingkungan kerja
f. Pengendalian teknis, administratif, alat pelindung diri termasuk jenis dan cara menggunakan alat pelindung diri
• Bagaimana melaksanakan pencegahan gangguan akibat
kerja?
Pencegahan gangguan akibat kerja dapat dilakukan dengan cuci tangan, penggunaan APD, peningkatan kebersihan lingkungan kerja, peregangan saat bekerja.
• Apa yang dilakukan bila terjadi gangguan kesehatan akibat kerja dan kecelakaan?
Kader diberi pengetahuan mengenai P3K dan P3P sebelum dapat melakukan pertolongan P3K dan P3P
Kader membantu pengelolaan kartu kunjungan dan formulir status kesehatan pekerja
Kader membuat daftar berbagai gangguan kesehatan akibat kerja meliputi bahaya potensial dan risiko serta pengendaliannya untuk bahan penyuluhan
Kader diperkenankan memberikan obat yang dijual bebas kepada pekerja sebagai pertolongan pertama dan segera merujuk/mengantar ke fasilitas kesehatan jika diperlukan
• Bagaimana kader melakukan rujukan?
Kader dapat merujuk setiap permasalahan kesehatan kerja yang tidak dapat ditangani kader dengan menyertakan formulir rujukan
Kriteria gangguan kesehatan yang harus dirujuk:
a. Gangguan kesehatan yang telah diberi P3P selama 2
hari tidak sembuh
b. Gangguan kesehatan yang timbul berulang
c. Gangguan kesehatan yang tidak mampu diatasi di Pos
UKK
Kriteria kecelakaan yang harus dirujuk:
a. Kecelakaan yang berat harus langsung diruj uk
b. Kecelakaan ringan sesudah diberi P3K tetapi tidak ada perubahan atau semakin memburuk dalam 2 hari
c. Kecelakaan yang menimbulkan luka lebar, kotor dan
dalam
Cara merujuk:
a. Penderita diantar sendiri oleh kader
b. Penderita diantar oleh keluarga ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya dengan membawa formulir rujukan dari kader (Iihat lampiran)
c. Penderita pergi sendiri jika mampu
Materi V:
Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dan pelaporan adalah pendokumentasian kegiatan kesehatan kerja secara tertulis yang dilakukan oleh kader kesehatan kerja di Pos UKK, dikumpulkan dan diambil oleh petugas Puskesmas.
Tujuan pencatatan dan pelaporan kegiatan kader kesehatan kerja adalah untuk menghirnpun dan menyediakan data, informasi kegiatan kesehatan kerja dan hasilhasil pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja. Setiap kejadian/kasus kecelakaan, gangguan kesehatan yang diduga akibat kerja dicatat dan dilaporkan.
Pencatatan dan pelaporan kegiatan kesehatan kerja mencakup:
1. Program pelayanan kesehatan kerja di Pos UKK, termasuk hasil ukur TB dan BB
2. Kejadian/ kasus kecelakaan da n gangguan kesehatan diduga akibat kerja serta upaya penanggulangan dan t indak lanj utnya .
Pencatata n da n pelapora n kesehatan kerj a di Pos U KKmenggu nakan formulir yang tela h ada seperti terlampi r. Pencatatan kegiatan kesehatan kerja dilakukan setiap kejadian sesuai dengan jadual pelaksanaan keg iatan yang telah ditetapkan.
Periode pelaporan terdiri dari laporan berkala (bulanan dan semester) dilakukan sesuai dengan jadual yang telah ditetapka n dan laporan sesaat/insidentil yaitu pelaporan yang dilakukan sewaktuwakt u pada saat kejad ian atau terjadi kasus kecelakaan dan gangguan kesehatan diduga akibat kerja.
Data yang perlu dicatat dalam registrasi dan dilaporkan sebagai berikut:
1. Data yang dicatat
• Pekerja yang dilayani dalam pelayanan kesehatan kerja;
• Kasus gangguan kesehatan umum pada pekerja ;
• Kasus kecelakaan kerja pada pekerja;
• Kasus gangguan kesehatan diduga akibat kerja pada pekerja ;
• Frekuensi membantu proses pemeriksaan kesehatan umum (mengukur TB dan men imbang BB) pada pekerja;
• Jumlah kader Pas UKK;
• Kader Pas UKK yang telah dilatih tentang kesehatan
kerja;
• Pramosi kesehatan di tempat kerja (dipilih sesuai
kejadian)
Penggunaan APD secara benar dan tepat;
Cara kerja yang baik dan benar;
Alat kerja yang ergonomis;
Gizi kerja;
PHBS di tempat kerja sepeti berhenti merokok, cuci tangan;
Kesehatan reproduksi di tempat kerja;
Istirahat (rest break) di tempat kerja;
Dan lainlain yang dirasa perlu
• Frekuensi kegiatan identifikasi masalah kesehatan di lingkungan pekerja;
• Jumlah dan jenis Alat Pelindung Diri (APD) di Pos UKK;
• Frekuensi rujukan (kecelakaan dan penyalkit) ke
Puskesmas;
• Frekuensi sarasehan yang membicarakan masalah
kesehatan kerja (diskusi petugas Puskesmas, kader dan pekerja);
• Frekuensi P3K yang dilakukan di Pos UKK;
• Frekuensi P3P yang dilakukan di Pos UKK;
• Upaya pengendalian lingkungan tempat kerja:
Perbaikan ventilasi ;
Sarana pembuangan air limbah;
Perbaikan ergonomi kerja;
Memberantas sarang nyamuk dan tikus;
2. Data yang dilaporkan (sesuai formulir)
Materi VI:
KUN1UNGAN LAIPANGAN
Pelaksanaan pelatihan ini selain berupa pemberian informasi di kelas juga dilakukan kunjungan lapangan secara langsung ke lokasi tempat kerja sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah.
• Apa langkahIangkah dalam melakukan kunjungan
lapangan
Mengatur pembagian tugas kerja anggota kelompok
Membawa daftar tilik untuk kunjungan lapangan (terlampir)
Mencatat temuan yang ada di lapangan
Mendiskusikan temuan tersebut bersama anggota kelompok dan pembimbing lapangan atau petugas Puskesmas
Merekomendasikan hasil temuan tersebut ke pemilik
usaha dan pekerjanya
BAGIAN V
PENUTUP
Salah satu upaya untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pekerja adalah dengan pemberdayaan masyarakat pekerja melalui Pos UKK. Peningkatan upaya kesehatan kerja di Pos UKK sangat dipengaruhi oleh tingkat keaktifan kader yang mengelola Pos UKK tersebut dan pembinaan dari Puskesmas.. Untuk itu sangat diperlukan peningkatan kemampuan kader kesehatan kerja melalui pelat ihan.
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Kader Kesehatan Kerja ini dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah masingmasing. Penyesuaian dan pengembangan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi berupa muatan lokal yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan sekaligus sebagai bahan perbaikan untuk penyempurnaan dimasa yang akan datang.
Diharapkan pedoman Inl bermanfaat untuk tebih
meningkatkan kinerja petugas kesehatan dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat pekerja sebagai upaya peningkatan kemampuan kader dalam mengembangkan Pos UKK.
Lampiran 1
DAFTAR TIUK PEMANTAUAN TEMPAT KERJA (UNTUK INDUSTRI KECIL)
Nama Perusahaan .. ... ... ... .... .. ... .... .. ... .... .. ... ... .
Je nis Procluksi ... セ ... Alamat ... ...
Telepon ... ....
Jumlah Pekerja ... .... ... .... ... ... .. .... ... ... . I. Bangunan 0 Permanen 0 Tidak Pennanen 2. Venlilasi 0 Baik
0 Tidak Baik 3. Lanlsi 0 Kering
0 Basalt 0 Licin 0 Kasar
4. Cabaya 0 Ternng 0 Cukup 0 Kurnng 5. Subu Udara
0 Sedang 0 Panas 0 Dingin 6. umber Air Bersih
0 PAM 0 Sumur 0 Air Aujan 0 KalilSungai
7. WC 0 I Buah
0 > 1 Buah 8. Keadaan we
0 Bersih 0 KOlor
9. Ccrobong Asap 0 Ada
0 Asap Menllepul 10. Dalam RUllngan 0 Bising
0 Berdebu II. Proses Kerj a:
a. Memakai panas 0 Ya 0 Tidak b. p イッ、オ ォN セ ゥ@panas 0 Ya 0 Tidak c. Bising 0 Ya 0 Tidak d. Bergttar 0 Ya
0 Tidak e. Memolong
0 Ya 0 Tidak
f. Mengelas
0 Ya 0 Tidak g. Mengaduk
0
Ya 0 Tidak h. Menggiling 0 Ya 0 Tidak i. Mengecal 0 Ya 0 Tidak j . Menjahi! 0 Ya 0 Tidak k. Mengasah 0 Ya0
Tidak Lain-lain, sebutkan12 . Waktu Bekerja:
Pakai Mesin 0 Ya
0 Tidak
IJ . Ala! Kerja :
Tumpul
D
YaD
TidakTajam
0 Ya 0 Tidak Bergetar
0 Ya 0 Tidak Berputar
0 Ya 0 Tidak Tidak Pakai Ala!
0 Ya 0 Tidak Pakai AlaI Lain, sebutkan .
14. Oi Tempal Kerja Oilcmukan Faktor Risiko:
a. fisik
0
Va0
Tidakb. Kimia
0
Va0
Tidakc. Biologi
0
Ya0
Tidalt d. Ergonomi0
Ya0
Tidak e . Psiko Sosial0
Va0
Tidakf. Kccelakaan Kerjn
0
Ya0
Tidak15. Lama BekerjalHari
0
<Sjam0
Sjam0
> Sjam16. Lama BekerjaIMinggu
0
<40jam0
40jam0
> 40jam17. Sabru/Mlnggu Lembur
0
Ya0
Tidak18. Oi Tempal Kerja Discdiaknn:
a. Kipas Angin
0
Va0
Tidak b. Penghisap Debu0
Va0
Tidak19. Disediakan A ir Minum
0
Ya0
Tidak20. Diberi Jatah Makan
0
2x sehari0
Ix schari0
Tidakada0
Katering 21. Oi dinding tcrpasang0
SOP0
P3K0
Poster K30
011,cbutkan 22. Bekerja Pakai APD
0
Ya0
Tidak0
Kadang-kadang 23. APD yang Digunakan:
a. Santng Tangan
0
Va0
Tidakb. Masker
0
Va0
Tidak c. Baju Pcli ndung0
Va0
Tidak d. Sepatu0
Va0
T idak e. Penutup Telinga0
Va0
Tidakf. Kaca Mata Kerja
0
Va0
T idak 24. Bila Sakit Berobat Ke :0
Puskes-mas
0
Dokter Swasta0
Poliklinik
0
Beli sendiri 25. Halaman0
Bersib0
BanyakSa mpah
0
Ada Pcnghijaua n
26. Tempat Sampah
0
Ada0
T idak Ada0
Terbuka
0
Terturup 27 . Sampah:a. Dibakar
0
Ya0
Tidak b. Masuk Lobang0
Ya0
Tidak c. Oi buang ke kali0
Ya0
Tidak d . Oi ambil Pcrugas0
Ya0
Tidak28 . Air Limbah di buang ke:
a. Saluran Tertentu
0
Ya0
Tidak b. KeGot0
Ya0
Tidak c. Oi buang ke Tanah0
Ya0
Tidak d. KeKali0
Ya0
TidakLampiran 2
FORMUUR LAPORAN BULANAN KESEHATAN PEKERJA (Form LBKP-S Pos UKK)
Nama Pos UKK Alamat Lokasi Puskesmas Kabupaten/Kota Provinsi
Bulan Pelaporan ... sId ... tahun .. .... .. . .
No Uralan Jumlah K.tarangan
1 Pekerja yang dilayani dalam pelayanan
kesehatan kerja ...
2 Kasus Qangguan kesehatan pad a pekerja ... 3 Kasus kecelakaan kerja pada pekerja .. ...
4
Frekuensi membantu proses pemeriksaan kesehatan umum (mengukur TB dan menimbang BB) pad a pekerja
... Berapa kali dalam sebulan
5 Frekuensi rujukan (kecelakaan . penyakit. dll) ke Puskesmas ... ... Berapa kali dalam sebulan
6
Frekuensi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang dilakukan di Pos UKK
... ... ... .. .. Berapa kali
dalam sebulan 7 Frekuensi Pertolongan Pada Penyakit (P3P) yang dilakukan di Pos UKK .. .. ... .. .... dalam sebulan Berapa kali
Keterangen :
• Pelaporan sekali sebulan. di awal bulan .
... ... ... ... ... ... ... ... .... ... 20 ... . Kader Pos UKK
Lampiran 3
FORMULIR LAPORAN REKAPITULASI SEMESTER (6 B ULAN ) KESEHATAN PEKERJA (Form LS·5 Pos UKK) Nama Pos UKK Alamal Lokasi Puskesmas KabupatenlKota Provinsi
Periode Bulan ... .... .... .• .. sld ... . .. . .. tahun "
No Uralan Jumlah Keterangan
1 Jumlah kader Pos UKK .. ... セN@ , ...
2 Kader Pos UKK yang sudah dilatih len lang
kesehata n kerja ... 3 Jumlah Alai Pelindung Oin (APO) di Pos UKK ... .. . 4 Frekuensi kegiatan identifikasl masalah kesehatan di
lingkungan pekerja ...
8erapa kali dalam sebulan
5 Frekuensi sarasehan kesehalan kerja (diskusi
pel ugas Puskesmas, kader dan pekerja) .. ...
Berapa kall dalam sebulan
6
Promosi kesehatan di tempat kerja :
·
Penggunaan APO secara benar dan tepal·
Alai kerja yang ergonomis·
Gizi kerja·
Penla ku hidup bersih dan sehal• Berhenti merokok
·
Cuci tangan• Istirahat di tempal kerja
·
Oil , sebutkan .. ...... ... .. .. ... ... .... ... ... ... .. ... ... ... ... ... 8era pa kali dalam sebulan 7 Upaya pengendalian lingkungan tempal kerja:
·
Perbaikan venlilasi;• Sa rana pembuangan air limbah;
·
Memberanlas sa rang nyamuk dan likus;·
Oil , sebulkan ... " .. .. ...... " ....
... .. .... . . . .. . . ... ... 8erapa kali dalam sebulan
Keteranqan .
Dilaporkan 6 bulan sekali:
Periode Januari Juni dilaporkan pada bulan Juli
. Periode Juli . Desember dilaporkan pada bulan Jan uari
Lampiran 4
FORMULIR RUJUKAN KEJAOIAN KASUS KESEHATAN KERJA
Pos UKK Alamat
Tanggal ... .
Kepada Yth:
Kepala Puskesmas ... . Oi
Dengan ini dikirimkan pekerja:
Nama Umur Jenis Kelamin Jenis Pekerjaan Keluhan
Tindakan yang telah dilakukan
Mohon penanganan lebih lanjut.
Atas bantuan dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih.
Kader Pos UKK,