• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KONFLIK ANTAR PRIBADI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 41 MEDAN T.A 2015-2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KONFLIK ANTAR PRIBADI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 41 MEDAN T.A 2015-2016."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MEMINIMALISIR KONFLIK ANTAR PRIBADI

SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 41 MEDAN T.A 2015/2016

SKRIPSI

Oleh:

NOVITA SARI SIMAMORA

1113351021

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i ABSTRAK

NOVITA SARI SIMAMORA, NIM: 1113351021. Pengaruh Pemberian Layanan Konseling Kelompok Terhadap Konflik Antar Pribadi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016. Jurusan Psokologi Pendidikan dan Bimbingan. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Medan.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh pemberian layanan konseling kelompok dalam meminimalisir konflik antar pribadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016? Sedangkan Tujuan penelitian ini adalah “untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan konseling kelompok dalam meminimalisir konflik antar pribadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016”.

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 41 Medan yang berjumlah 35 siswa dan diambil sampel sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket konflik antar pribadi siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket. Dari 44 item angket yang disebarkan ada 30 item yang valid dan 14 item yang tidak valid, yaitu soal no. 6, 9, 12, 20, 24, 25, 26, 28, 30, 32, 33, 36, 37 dan 44. Jadi soal yang diberikan terhadap 10 sampel berjumlah 30 item. Teknik analisis data mengunakan uji wilcoxon.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan konseling kelompok terhadap konflik antar pribadi siswa. Diperoleh data pre-test konflik antar pribadi siswa rata-rata 92,2 dan rata-rata post-test konflik antar pribadi siswa adalah sebesar 74,1 dan terdapat penurunan internal konflik antar pribadi siswa senilai 24,42%.

(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas

kasih sayang-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul

Pengaruh Pemberian Layanan Konseling Kelompok Terhadap Konflik

Antar Pribadi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016.

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk memenuhi sebagian syarat

memperoleh gelar sarjana pendidikan bagi mahasiswa program S1 pada program

studi Bimbingan dan Konseling jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Universitas Negeri Medan. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh sebab itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini.

Selesainya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, sehingga

pada kesempatan ini peneliti dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa

hormat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak

yang telah memberikan bantuan moril maupun materil secara langsung maupun

tidak langsung kepada peneliti dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai.

Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini banyak

hambatan dan kesulitan yang peneliti alami, akan tetapi berkat bimbingan ibu

Dra. Nurarjani, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak

membantu dalam pengarahan dan bimbingan skripsi kepada peneliti, serta waktu

(8)

iii

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, peneliti mengucapkan terima

kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd sebagai Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Dr. Nasrun, MS, selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Medan, beserta Wakil Dekan Bidang Akademik

Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan

Bapak Drs. Aman Simaremare, MS, dan Wakil Dekan Bidang

Kemahasiswaan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd, Fakultas Ilmu

Pendidikan Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dra. Zuraida Lubis, M.Pd, Kons. sebagai Ketua Jurusan Psikologi

Pendidikan dan Bimbingan dan Ibu Dra. Nurarjani, M.Pd selaku Sekretaris

Jurusan.

4. Ibu Dra Zulhaini, S selaku dosen pembimbing akademik sekaligus dosen

pembimbing skripsi saya, yang telah memberikan semangat kepada saya untuk

mampu menyelesaikan studi di universitas ini.

5. Ibu Dra. Nurarjani, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi saya yang telah

banyak meluangkan tenaga dan waktu juga memotivasi saya selama

mengerjakan skripsi ini.

6. Ibu Dra. Rahmulyani, M.Pd, Kons, ibu Dra. Pastiria Sembiring, M.Pd, Kons,

dan bapak Dr. Nasrun, MS selaku penguji yang telah banyak memberikan

(9)

iv

7. Seluruh staff FIP Unimed yang telah banyak membantu peneliti dalam

pengurusan berkas yang dibutuhkan, selama peneliti menyelesaikan studi di

Universitas Negeri Medan.

8. Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 41 Medan yakni bapak Drs. Sintua

Marolop Hutagaol, M.Pd dan dibantu oleh wakilnya serta PKS I, PKS II, PKS

III, para wali kelas, guru BK, guru bidang studi, pegawai tata usaha serta

koordinator BK ibu Ilyaningsih,S.Pd, terima kasih atas izin, bantuan dan kerja

sama yang telah diberikan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah

tersebut.

9. Teristimewa buat Ayahanda D. Simamora, S.Pd dan Ibunda L. Silaban,

terimakasih atas segala dukungan dan perhatian penuh tiada henti diberikan

setiap waktu. Mereka adalah semangat terbesar saya untuk menjadi seorang

anak yang membanggakan dengan gelar sarjana.

10.Saudara saya, Abang Joko Miarso Simamora, Abang Sutrisno Simamora,

Merdiko Simamora, yang telah banyak membantu serta memotivasi saya

selama ini. Tidak terhitung betapa banyak dukungan yang mereka berikan

untuk saya.

11.Terima kasih kepada Tulang saya, M.R.S Silaban, S.Pd yang telah membantu

dan mendukung saya dalam mengerjakan skripsi saya selama ini.

12.Sahabat-sahabat saya yang paling istimewa dan sangat membantu dalam

pencapaian gelar sarjana ini, mereka adalah Elvi Makhrina, Marilin Sibarani,

Maskhairani Harahap, Nelly Rambe, dan Meli Susanti Saragih.

13.Terimakasih kepada teman saya yang paling istimewa Renold Pranata

(10)

v

kepada Anacosta yang telah membantu dan mendukung saya dalam

mengerjakan skripsi saya selama ini.

14.Terimakasih kepada semua keluarga besar dari Ayah dan Bunda yang telah

memberikan dukungan dan semangat kepada saya.

15.Dan semua pihak-pihak yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu.

Terimakasih atas semua motivasi dan bantuannya, yang tak bisa dibalas oleh

peneliti.

Medan, Maret 2016 Peneliti

(11)

vi

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Pembatasan Masalah ... 5

2.1.1.1 Pengertian Konflik dan Macam-Macam Konflik ... 8

2.1.1.2 Faktor-Faktor Penyebab Konflik ... 14

2.1.1.3 Akibat Terjadinya Konflik ... 15

2.1.1.4 Bentuk Pengendalian Konflik ... 17

2.1.1.5 Pengertian Konflik Antar Pribadi ... 18

2.1.1.6 Indikator Konflik Antar Pribadi ... 19

2.1.2 Konflik-Konflik di Kelas ... 20

2.1.3 Bimbingan Kelompok ... 22

2.1.3.1 Pengertian Bimbingan Kelompok ... 22

2.1.3.2 Tujuan Bimbingan Kelompok ... 23

2.1.3.3 Azas Layanan Bimbingan Kelompok ... 24

2.1.3.4 Tahap-Tahap Bimbingan Kelompok ... 25

2.1.4 Konseling Kelompok ... 26

2.1.4.1 Pengertian Konseling Kelompok ... 26

2.1.4.2 Tujuan Konseling Kelompok ... 27

2.1.4.3 Struktur Konseling Kelompok ... 29

2.1.4.4 Asas Konseling Kelompok ... 31

2.1.4.5 Tahapan dan Proses Konseling Kelompok ... 32

2.2 Kerangka Berpikir ... 33

2.3 Hipotesis Tindakan... 35

BAB III : METODE PENELITIAN ... 35

3.1 Jenis Penelitian ... 36

3.2 Desain Penelitian ... 36

3.3 Subjek Penelitian ... 36

3.4 Operasionalisasi Variabel Penelitian ... 37

3.5 Langkah-Langkah Penelitian ... 38

(12)

vii

3.7 Uji Coba Instrumen Penelitian ... 42

3.8 Teknik Analisis Data ... 43

3.9 Persiapan Penelitian ... 45

3.10 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 45

BAB IV: TINJAUAN PUSTAKA ... 46

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 46

4.2 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 46

4.3 Persiapan Penelitian ... 47

4.4 Pengujian Persyaratan Analisis ... 47

4.4.1 Uji Validitas Angket ... 48

4.4.2 Uji Reliabilitas ... 48

4.5 Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 49

4.5.1 Data Pre-test Konflik antar pribadi Siswa ... 49

4.5.2 Data Post-test Konflik antar pribadi Siswa ... 50

4.6 Hipotesis ... 52

4.7 Pembahasan penelitian ... 53

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN ... 56

5.1 Kesimpulan ... 56

5.2 Saran ... 56

DAFTAR PUSTAKA ... 58

(13)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Skor Angket Berdasarkan Skala Likert ... 39

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Konflik antar pribadi Belum Valid ... 39

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Konflik antar pribadi Yang Sudah Valid ... 41

Tabel 4.1 Hasil Pre-Test (Sebelum diberi Layanan Konseling Kelompok) ... 50

Tabel 4.2 Hasil Post Test ( Setelah diberi Layanan Konseling kelompok) ... 51

(14)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Angket Uji Coba Konflik antar pribadi ... 59

Lampiran 2. Sebaran Data Uji Coba Angket Konflik antar pribadi ... 62

Lampiran 3. Perhitungan Uji Validitas Angket Konflik antar pribadi Siswa ... 63

Lampiran 4. Perhitungan Uji Reliabilitas Angket Konflik antar pribadi Siswa .. 66

Lampiran 5. Angket Konflik antar pribadi Yang Sudah Valid ... 69

Lampiran 6. Sebaran Data Pre-test Konflik antar pribadi ... 71

Lampiran 7. Sebaran Data Post-test Konflik antar pribadi ... 72

Lampiran 8. Tabulasi Data Penelitian ... 73

Lampiran 9. Perhitungan Kategori Konflik antar pribadi Sebelum Layanan ... 74

Lampiran 10. Perhitungan Rata-Rata Dan Standar Deviasi Untuk Data Pre-Test Konflik antar pribadi ... 76

Lampiran 11. Perhitungan Kategori Konflik antar pribadi Setelah Layanan... 78

Lampiran 12. Perhitungan Rata-Rata Dan Standar Deviasi Untuk Data Post-Test Konflik antar pribadi ... 80

Lampiran 13. Uji Hipotesis ... 82

Lampiran 14. Perhitungan Konflik antar pribadi Siswa... 85

Lampiran 15. Rencana Pelaksanaan Layanan BK (RPLBK) ... 86

Lampiran 16. Tabel daftar nilai-nilai kritis j untuk uji wilcoxon ... 130

Lampiran 17. Tabel Uji Liliofers ... 131

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem

pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 (1) Pendidikan adalah “Usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar

peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki

kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak

mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan

negara.”

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan

kebiasa-an sekelompok orkebiasa-ang ykebiasa-ang diturunkkebiasa-an dari satu generasi ke generasi berikutnya

melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah

bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Tujuan

pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter

sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita

yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai

lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik

dalam segala aspek kehidupan.

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yaitu makhluk yang tidak

bisa hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran orang lain. Pada dasarnya seorang

anak merupakan makhluk sosial dan memiliki potensi sosial yang dibawanya

sejak lahir. Kehidupan sosial anak dimulai dari lingkungan terkecil keluarga

(16)

2

kemudian berlanjut ke lingkungan teman sepermainan dan lingkungan pendidikan

atau sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat dijadikan media untuk

memfasilitasi perkembangan sosial siswa, yang dapat dilihat secara langsung

melalui suatu proses pembelajaran serta memberi pengaruh yang cukup besar bagi

pembentukan hubungan antar pribadi siswa pada tahap tugas perkembangannya.

Setiap hubungan antar pribadi mengandung unsur-unsur konflik,

pertentangan pendapat atau perbedaan kepentingan. Soerjono Soekanto (Ahmadi,

2007:281) menyebut konflik sebagai “suatu proses sosial individu atau kelompok

yang berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan

yang disertai dengan ancaman dan/atau kekerasan.

Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini

berarti, bila kita ingin mengetahui konflik, kita harus mengetahui kemampuan dan

perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua

konflik berakar pada komunikasi yang buruk.

Konflik antarpribadi, terjadi antar siswa atau antara siswa dan guru.

Sifatnya bisa substantif atau emosional. Konflik substantif, berupa perbedaan atau

pertentangan tentang aspek-aspek akademik sekolah, seperti ketidakseimbangan

distribusi beban tugas atau kerja di antara siswa. Konflik emosional, berupa

perbedaan atau pertentangan kepentingan, kebutuhan antarsiswa yang bersifat

individual. Konflik antarpribadi ini merupakan jenis konflik yang sering dihadapi

oleh para siswa.

Pada umumnya, masyarakat memiliki sarana atau mekanisme untuk

(17)

3

katup penyelamat yaitu suatu mekanisme khusus yang dipakai untuk

mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Katup penyelamat ini

menyediakan objek-objek tertentu yang dapat mengalihkan perhatian pihak-pihak

yang bertikar agar tersalur ke arah lain.

Namun demikian, katup ini hanya sarana yang bersifat sementara. Tujuan

utamanya adalah untuk menetralisasi ketegangan-ketegangan yang timbul dari

situasi pertentangan tersebut. Ahmadi (2007:288) mengatakan contoh-contoh

katup penyelamat ini antara lain “badan perwakilan siswa atau dewan guru di

sekolah. Melalui badan atau lembaga seperti ini siswa atau guru dapat

mengungkapkan keluhan-keluhannya.”

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, konflik tidak bisa hilang dengan

sendirinya melainkan diperlukan satu tindakan untuk menyalurkannya ke arah

positif agar bisa terkendalikan dengan baik. Salah satunya adalah melalui peranan

guru di sekolah. Oleh karena itu perlu ada satu upaya yang memungkinkan untuk

mengurangi konflik seseorang. Salah satu upaya tersebut adalah dengan

pendidikan di sekolah berupa pemberian layanan konseling kelompok oleh guru

bimbingan konseling.

Menurut Sherzer & Stone (Prayitno, 2004:100) konseling kelompok

adalah “suatu proses yang terjadi dalam hubungan tatap muka antara seseorang

individu yang terganggu oleh karena masalah-masalah yang tidak dapat diatasinya

sendiri dengan seorang pekerja yang profesional, yaitu orang yang telah terlatih

dan berpengalaman membantu orang lain mencapai pemecahan-pemecahan

(18)

4

Guna mengatasi permasalahan ini maka pelaksanaan layanan konseling

kelompok sebaiknya dilaksanakan, karena pada konseling kelompok siswa dan

guru BK berperan aktif dalam membangun dinamika kelompok guna

menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa peserta konseling kelompok. Dalam

perspektif konseling, sebagai salah satu bentuk layanan kemanusiaan, teman

sebaya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu teknik layanan konseling kelompok.

Didalam konseling kelompok, teman sebaya dapat berperan sebagai orang yang

mendukung satu sama lain.

Pada pertengahan September 2015 peneliti pernah melalukan observasi

awal di sekolah SMP Negeri 41 Medan. Berdasarkan pengalaman dan observasi

yang telah dilakukan, peneliti menemukan beberapa masalah di sekolah ini terkait

dengan konflik atar pribadi siswa. Konflik tersebut yaitu terjadinya pertentangan

antar siswa yang satu dengan yang siswa yang lain, kemudian diikuti oleh

teman-teman yang in-grup mereka sendiri sehingga berujung kepada konflik antar

kelompok. Namun permasalahan utama adalah dua siswa yang berselisih adalah

pemimpin dalam sebuah kelompok in-grup mereka masing-masing yang

menyebabkan anggotanya juga saling bermusuhan.

Berdasarkan wawancara dengan guru BK dan guru bidang studi, peneliti

mengetahui bahwa di dalam kelas VIII seringkali terjadi pertentangan maupun

perselisihan antar kelompok siswa. Guru BK mengatakan bahwa siswa yang

bertentangan biasanya terlihat dalam hal kerjasama saat diberikan tugas

kelompok. Mereka memang tidak melakukan kekerasan fisik secara langsung,

namun perselisihan terlihat dari adanya saling adu mulut dan tidak kompaknya

(19)

5

Ada beberapa contoh pertentangan yang kerap terjadi di kelas VIII SMP

Negeri 41 Medan ini. Pertentangan tersebut yaitu ketika dibentuk kelompok

belajar siswa menjadi tidak kompak, sulit untuk bekerjasama dalam semua

kegiatan, tidak mau berbaur dengan kelompok yang berselisih, tidak ada

solidaritas antar siswa, sering terjadi saling ejek di kelas, sering terjadi perdebatan

yang tidak baik ketika diskusi kelompok.

Untuk itu sekolah perlu memberikan satu upaya agar konflik antar pribadi

ini bisa diatasi. Pemberian layanan konseling kelompok merupakan salah satu

upaya guna mengurangi konflik antar siswa dengan memanfaatkan dinamika

kelompok sehingga terjalin hubungan yang harmonis antar siswa di sekolah.

Dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik melakukan

penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Layanan Konseling Kelompok

Dalam Meminimalisir Konflik Antar Pribadi Siswa Kelas VIII SMP Negeri

41 Medan T.A 2015-2016”.

I.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis

mengidentifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terjadinya pertentangan antar siswa yang satu dengan siswa yang lain

2. Sulit untuk bekerjasama dalam semua kegiatan

3. Tidak mau berbaur dengan kelompok yang berselisih

4. Tidak ada solidaritas antar siswa

5. Sering terjadi saling ejek di kelas

(20)

6

1.3 Batasan Masalah

Disebabkan berbagai keterbatasan yang dimiliki, baik waktu dan

pengalaman, maka peneliti hanya membatasi permasalahan penelitian pada

konflik antar pribadi dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dan

konseling kelompok dan hanya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A

2015-2016.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan pada latar belakang

masalah maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut “Apakah ada pengaruh

pemberian layanan konseling kelompok dalam meminimalisir konflik antar

pribadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016?”

1.5 Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang

ingin dicapai adalah: “untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian

layanan konseling kelompok dalam meminimalisir konflik antar pribadi pada

siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan T.A 2015-2016.”

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan hasil dari suatu penelitian yang

dilaksanakan, baik bagi peneliti maupun orang lain yakni dalam rangka

penambahan ilmu. Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah

(21)

7

a. Manfaat Teoritis

Secara teoritis penelitian ini dapat menguji pengaruh layanan konseling

kelompok dalam mengurangi konflik antar pribadi, serta untuk menambah teori

mengenai konflik antar pribadi dan layanan konseling kelompok.

b. Manfaat Praktis

1. Bagi peneliti, proses penelitian ini memberikan ilmu pengetahuan dan

pengalaman yang terkait dengan konflik antar pribadi dan layanan

konseling kelompok

2. Bagi siswa agar teratasinya konflik antar pribadi dengan teman

sebayanya dan dapat memaksimalkan potensi sosial yang dimilikinya.

3. Bagi guru BK, agar lebih memahami dan menerapkan pemberian

bimbingan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa sehingga

konflik antar pribadi siswa bisa dikurangi

4. Bagi orangtua agar dapat memberikan dukungan dan pengarahan,

kepada siswa untuk senantiasa fokus terhadap apa yang diajarkan

sekolah demi membentuk pribadi sosial yang bermanfaat bagi siswa

(22)

56

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka

dapat disimpulkan:

1. Konflik antar pribadi siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan Tahun

Ajaran 2015-2016 sebelum mendapat layanan konseling kelompok

cenderung tinggi, yakni dengan rata-rata pre-test sebesar 92,2.

2. Konflik antar pribadi siswa kelas VIII SMP Negeri 41 Medan Tahun

Ajaran 2015-2016 setelah mendapat layanan konseling kelompok

cenderung rendah, yakni dengan rata-rata post-test sebesar 74,1.

3. Adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian layanan konseling

kelompok terhadap konflik antar pribadi siswa kelas VIII SMP Negeri 41

Medan Tahun Ajaran 2015-2016

5.2Saran

Adapun saran yang dapat dikemukakan peneliti adalah:

1. Bagi pihak sekolah terutama konselor sekolah hendaknya lebih peduli dan

memperhatikan siswa yang memiliki Konflik antar pribadi dengan teman

sebayanya

2. Konselor diharapkan menindaklanjuti kegiatan layanan konseling

kelompok dengan mengadakan kegiatan konseling perorangan untuk

penyelesaian yang lebih lanjut.

(23)

57

3. Mengingat bahwa layanan konseling kelompok dapat meminimalisir

konflik antar pribadi siswa maka selayaknya layanan konseling kelompok

ini secara kontiniu tetap dilaksanakan.

4. Bagi koordinator BK, diharapkan untuk menyusun program bimbingan

konseling berdasarkan need assesment sehingga layanan konseling

konseling yang diberikan benar-benar sesuai dengan fungsi dan kebutuhan

(24)

36

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2007. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Goleman, D. 1996. Kecerdasan Emosional (terjemahan: Hermaya). Jakarta: Garmesia Pustaka Utama

Lubis, Namora Lumongga 2011. Memahami Dasar-dasar konseling Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana

Mulyasa, E. 2003. Manajemen Berbasis Madrasah, Konsep Strategi dan

Implementasi. Bandung: Rosdakarya

Nurihsan, Achmad Juntika. 2010, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama.

Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia

Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta

Setiadi, Elly M. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Kencana

Susan, Novri. 2014. Pengantar Sosiologi Konflik. Jakarta: Kencana

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda karya Offset

Syah, Muhibbin. 2012. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Wibowo, Mungin Eddy. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang:

UNNES PRESS

Winkel W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Gambar

Tabel 3.1 Skor Angket Berdasarkan Skala Likert ...............................................

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar matematika melalui pendekatan heuristik sampai 75%, meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar

Penelitian yang dilakukan oleh Hamdi (1999) menyimpulkan bahwa kinerja keuangan yang terdiri dari tujuh rasio keuangan, yaitu asset turnover, current ratio, operating margin

Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran class concern dengan pendekatan ketrampilan proses mampu meningkatkan hasil belajar siswa

Dari keterangan tersebut suatu perusahaan perlu mempertimbangkan kualitas layanan internal sebagai salah satu cara atau metode untuk menambah kepuasan kerja

Diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif yang angka kejadiannya cukup tinggi di berbagai negara dan merupakan salah satu penyakit yang

Dalam pengembangan produk-produk pemasaran untuk mencapai tujuan finansial dibentuklah sebuah perusahaan yang memiliki gagasan membantu perusahaan dalam mencapai

Pertumbuhan penduduk dapat menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan secara drastis, terutama di daerah-daerah estuaria. Estuaria memiliki peran yang sangat

From a broader perspective, transformation process is believed by all parties might support SME business on coffee processed product to solve NTBs problem. This part also