• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR KINERJA FINANCIAL DAN NON FINANCIAL (Studi kasus pada PT. Asuransi Takaful Keluarga KC Banjarmasin)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR KINERJA FINANCIAL DAN NON FINANCIAL (Studi kasus pada PT. Asuransi Takaful Keluarga KC Banjarmasin)"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN BALANCED SCORECARDSEBAGAI TOLOK UKUR KINERJA FINANCIALDAN NON FINANCIAL

(Studi kasus pada PT. Asuransi Takaful Keluarga KC Banjarmasin)

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai

Derajad Sarjana Ekonomi

Oleh:

Hasna Anggeraini 201010170311150

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

D ari Zaid bin A rqom bahwasanya R asulullah berdo’a : Y a A llah sesungguhnya aku berlindung kepadaM u dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusuk,

jiwa yang tidak puas, dan doa yang tidak dikabulkan (H R . M uslim).

(7)
(8)

y a n g t el a h m en em a n i sep a n j a n g

h a r i sa a t si d a n g sk r i p si , m a ’a f k a r en a sel a l u m em bu a t m u

j en gk el , k a t a t er a k h i r u n t u k m en u t u p p er sem ba h a n i n i

u n t u k m u , cep a t sel esa i k a n p en d i d i k a n m u , ba h a gi a k a n

k ed u a or a n g t u a m u , d a n j a d i k a n a k u seba ga i sem a n ga t m u d i sa a t

(9)

KATA PENGANTAR Bissmillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Dengan mengucap syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT yang telah

memberikan limpahan rahmat, karunia, serta hidayahNya. Dan tak lupa sholawat

dan salam untuk junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan

umatNya, sehingga tugas akhir dengan judul ‘Penerapan Balanced Scorecard

Sebagai Tolok Ukur Kinerja Financial Dan Non Financial (Studi pada PT.

Asuransi Takaful Keluarga KC Banjarmasin)’ dapat terselesaikan oleh penulis

dengan baik.

Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu

persyaratan guna memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan

Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Atas dukungan, bimbingan serta masukan yang diberikan guna

terselesaikannya skripsi ini, tidak lepas dari campur tangan beberapa pihak, oleh

karena itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada:

1. Drs. Muhadjir Effendy, M.AP, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah

Malang.

2. Drs. Nazaruddin Malik, M.Si, selaku dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Dra. Siti Zubaidah, M.M., Ak, selaku ketua jurusan Akuntansi Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

4. Drs. Adi Prasetyo, M. Si, selaku dosen wali yang telah memberikan

bimbingan, mengarahkan dalam proses belajar mengajar, memberikan

solusi, sejak awal menjadi mahasiswa hingga sekarang.

5. Dra. Sri Wajuni Latifah, M.M., Ak dan Drs. A. Waluya Jati, M.M selaku

dosen pembimbing yang telah rela meluangkan waktu untuk memberikan

(10)

6. Dra. Ratna Utami, M.M dan Drs Dhaniel Syam, M.M., Ak selaku penguji

yang telah memberikan masukan agar skripsi ini dapat disajikan lebih baik

lagi.

7. Kedua Orangtua (A. Homani dan Hj. Norlaila Ratna) yang telah

memberikan pendidikan terbaik sejak kecil hingga sekarang, atas do’a,

kasih saying dan dukungan yang tiada henti.

8. Teman terbaikku, kekasihku, tunanganku (Arik Purnomo), yang

memberikan masukan, dukungan, dan mengarahkan menjadi orang yang

lebih baik lagi.

9. Sahabat sejak SMP ku (Aulia Dina Lestari), yang menghibur disaat

gundah, atas do’a dan dukungan, semangat. Keep Fighting.

10. Teman-teman crew BCT 96, terutama sahabat terbaikku (Diah Fauziah),

Mbak Ifa, Mbak Wahyu, Mbak Desy, Riska, Nana 1, Nana 2, Fifi,

Kembang, Fera, Koneng, Uul, Mutia, Meymey, keep fighting

teman-teman.

11. Teman-teman Akuntansi C 2010 yang selalu memberikan semangat dan

dukungan disaat apapun.

Semoga skripsi ini dapat memenuhi harapan, walaupun masih terdapat

ketidaksempurnaan dalam penyusunan skripsi ini, dikarenakan keterbatasan

pengetahuan dan ilmu yang dimiliki oleh penulis, maka dari itu saran dan

kritik diperlukan bagi kesempurnaan skripsi ini

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Malang, 08 Maret 2014

Penulis

(11)

DAFTAR ISI

2. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja ... 10

3. Ukuran Kinerja... 10

4. Balanced Scorecard... 12

a. Perspektif Keuangan ... 16

b. Perspektif Pelanggan... 19

c. Perspektif Bisnis Internal ... 20

d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan... 22

5. Keterkaitan Antar Perspektif Balanced Scorecard... 26

BAB III Metode Penelitian 1. Perspektif Pelanggan (Nasabah) ... 30

2. Perspektif Bisnis Internal ... 30

3. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran... 30

4. Perspektif Keuangan ... 31

F. Pengukuran Data 1. Perspektif Pelanggan (Nasabah) ... 31

(12)

3. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran... 33

3. Konsep dan Filosofi ... 41

4. Produk PT. Asuransi Takaful Keluarga ... 42

5. Struktur Organisasi ... 44

B. Hasil dan Analisis Data 1. Analsis Perspektif Pelanggan... 45

2. Analisis Perspektif Bisnis Internal ... 50

3. Analisis Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran... 52

4. Analisis Perspektif Keuangan ... 57

C. Analisis Perkembangan Perusahaan dengan Balanced Scorecard 1. Balanced Scorecardpada PT. ATK……… 60

2. Analisis Kinerja PT. ATK dengan Balanced Scorecard a. Perspektif Pelanggan………. 63

b. Perspektif Bisnis Intenal……… 64

c. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan…………... 65

d. Perspektif Keuangan………. 66

3. Analisis Keterkaitan antar Perspektif a. Perspektif Pelanggan………. 68

b. Perspektif Bisnis Intenal……… 69

c. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan…………... 70

(13)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Kerja Balanced Scorecard... 13

Gambar 2.2 Balanced Scorecardsebagai Kerangka Kerja... 15

Gambar 2.3 Ukuran Perspketif Pelanggan ... 20

Gambar 2.4 Rantai nilai Perspektif Bisnis Internal... 22

Gambar 2.5 Kerangka Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran ... 26

Gambar 2.6 Hubungan Sebab-Akibat dalam BSC... 27

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Keluarga... 44

(14)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Tema Strategis Perspektif Keuangan ... 18

Tabel 4.1 Produk PT. Asuransi Takaful Keluarga ... 42

Tabel 4.2 Data Nasabah ... 45

Tabel 4.3 Retensi Pelanggan/Nasabah (Customer Retention) ... 46

Tabel 4.4 Jumlah Keluhan... 47

Tabel 4.5 Akuisisi Pelanggan/Nasabah (Customer Acquisition) ... 49

Tabel 4.6 Pencapaian Target Pembukaan Polis Asuransi ... 51

Tabel 4.7 Rata-rata Waktu Pembayaran Klaim... 52

Tabel 4.8 Data Karyawan PT. Asuransi Takaful Keluarga... 53

Tabel 4.9 Pelatihan Karyawan (Employee Training)... 53

Tabel 4.10 Perputaran Karyawan (Employee Turnover)... 55

Tabel 4.11 Produktivitas Karyawan... 56

Tabel 4.12 Premi ... 57

Tabel 4.13 Pertumbuhan Premi... 58

Tabel 4.14 Rasio Klaim... 59

Tabel 4.15 Ukuran Hasil dan Ukuran Pemacu Kinerja... 60

Tabel 4.16 Penilaian Perspektif Pelanggan/Nasabah ... 63

Tabel 4.17 Penilaian Perspektif Bisnis Internal ... 64

Tabel 4.18 Penilaian Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan... 65

Tabel 4.19 Penilaian Perspektif Keuangan ... 66

(15)

Daftar Pustaka

Ancella, Hermawan. 1996. Sepuluh Topik Hangat Akuntansi. Balanced Scorecard Sebagai Sarana Akuntansi Manajemen Strategik.Hal. 46-68. IAI

Dally, Dadang. 2010. Balanced Scorecard: Suatu Pendekatan dalam

Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Penerbit Rosda. Bandung

Darwanto, Herry. 2009. Balanced Scorecard untuk Organisasi Pemerintah. Artikel: Bappenas. 15 Oktober 2009. Hal. 1

Eniwati, Wiwin. 2010. Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan menggunakan Balanced Scorecard (Studi Kasus pada PT. Telkom Kandatel Malang),Skripsi Penelitian Mahasiswa tidak dipublikasikan, FEB Universiras Muhammadiyah, Malang

Hanuma, Soraya. 2010.Analisis Balanced Screcard Sebagai Alat Pengukur Kinerja Perusahaan (Studi Kasus PT. Astra Honda Motor),Jurnal Akuntansi: dipublikasikan, hal: 23.

Kaplan, Robert S. dan Norton, David P. 1996. Balanced Scorecard: Translating Strategy Into Action. Harvard College. USA. Diterjemahkan oleh Peter R. Yosi Pasla. 2000. Penerbit Erlangga. Jakarta

Kaplan, Robert S. dan Norton, David P. 2007. Using Balanced Scorecard as a Strategic Management System.Harvard Business Review, p.4

Mulyadi, 2001. Akuntansi Manajemen: konsep, manfaat, dan rekayasa, Bagian Penerbitan Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta

Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard – Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan,Salemba Empat, Jakarta

Mulyadi dan Setyawan Johny. 2001. Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan: Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Edisi Kedua. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Rangkuti, Freddy. 2013. SWOT Balanced Scorecard: Teknik Menyusun Strategi Korporat yang Efektif plus Cara Mengelola Kinerja dan Risiko. Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit: CV. Alfabeta. Bandung

(16)

Sulistyorini. 2004. Penerapan Model Pengukuran Kinerja Balanced Scorecard pada PT. Container Maritime Activities Cabang Surabaya.Skripsi Penelitian Mahasiswa tidak dipublikasikan, FEB Universiras Muhammadiyah, Malang

Susanto, Erwin. 2002. Balanced Scorecard.

http://www.angelfire.com/stars/redboy/ bsc.htm. 30 September 2013

Tri Hapsari, Endah. 2011. Analisis Balanced Scorecard Untuk Mengukur Kinerja Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur APJ Malang.Skripsi Penelitian Mahasiswa tidak dipublikasikan, FEB Universiras

Muhammadiyah, Malang

(17)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Didalam dunia persaingan global saat ini, perusahan tidak hanya

dituntut untuk mendapatkan keuntungan financialsaja, akan tetapi saat ini

perusahaan harus bisa menilai kinerjanya secara financial dan non

financial. Biasanya, perusahaan akan menggunakan pendekatan secara

tradisional untuk mengukur kinerja financial.

Mengelola kinerja dengan mempertimbangkan faktor strategi dan

risiko saat ini merupakan keharusan bagi suatu perusahaan, karena dengan

mengelola kinerja perusahaan dapat menggunakan seluruh potensi sumber

daya yang tersedia secara optimal untuk memaksimalkan kekayaan

pemilik badan usaha dan menciptakan nilai untuk stakeholder (Rangkuti,

2013:2).

Pada pengukuran kinerja secara tradisional, pengukuran kinerja

hanya didasarkan pada aspek keuangan semata, karena aspek ini bersifat

kuantitatif dan karenanya menjadi mudah untuk diukur. Pengukuran

kinerja tradisional dirasakan terlalu menekankan pada pengukuran laba

murni tanpa melihat bagaimana pelanggan, karyawan, proses bisnis dan

pengendalian didalam operasi organisasi yang lainnya, walaupun

(18)

2

keuangan suatu perusahaan. Namun, hanya diletakkan sebagai pendukung

dan bukan pengukur yang utama (Susanto, 2002).

Menurut Kaplan & Norton (2000: 6-7) alat ukur kinerja tradisional

memiliki beberapa kelemahan, seperti: ukuran financialtidak cukup untuk

mengevaluasi perjalanan perusahaan didalam lingkungan yang kompetitif,

dan juga ukuran financial menceritakan hanya sebagian, tidak semua

tindakan masa lalu dan tidak mampu memberikan pedoman yang memadai

bagi upaya penciptaan nilai financialmasa depan yang dilaksanaan saat ini

dan masa yang akan datang.

Selain itu, alat ukur kinerja tradisional memiliki kelemahan lain

dalam hal investasi. Sistem tradisional kurang mendukung investasi jangka

panjang dan hanya menekankan pada usaha pengembalian investasi jangka

pendek yang tujuannya mempengaruhi harga saham saat ini, sistem

tradisional lebih menyukai bentuk investasi yang mudah diukur

dibandingakan investasi pada aktiva tidak berwujud seperti inovasi ,

kemampuan pekerja, dan kepuasaan pelanggan yang lebih sulit diukur

secara kuantitatif.

Hermawan (1996) menyatakan bahwa dengan Balanced Scorecard

suatu unit bisnis tidak hanya dinyatakan dalam suatu ukuran financial

melainkan dijabarkan lebih lanjut kedalam pengukuran bagaimana suatu

unit usaha menciptakan nilai bagi pelanggan yang ada sekarang dan yang

akan datang, bagaimana unit usaha tersebut harus meningkatkan

(19)

3

prosedur yang dibutuhkan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik di

masa yang akan datang.

Mulyadi (2001: 63-69) menjelaskan beberapa keunggulan Balanced

Scorecard yaitu: (1) komprehensif, (2) koheren, (3) seimbang, dan (4)

terukur.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh David P. Norton dan Robert

S. Kaplan pada awal tahun 1990 di USA, mengenai ‘Pengukuran Kinerja

dalam Organisasi Masa Depan’ terciptalah konsep Balanced Scorecard.

Dari hasil riset tersebut juga disimpulkan bahwa untuk mengukur kinerja

dimasa depan, diperlukan pengukuran yang komprehensif dan mencakup 4

persektif, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif

bisnis internal, dan perspektif pembelajaran-pertumbuhan.

Banyak organisasi swasta, pemerintah dan nirlaba yang telah

menggunakan balanced scorecard 60% dari 1000 organisasi dalam

Fortune menggunakan balanced scorecard. Balanced scorecard semakin

banyak diadopsi di Eropa, Australia dan Asia oleh organisasi besar,

menengah dan kecil. Industri pengguna balanced scorecard sendiri terdiri

dari berbagai macam perusahaan, seperti bank, konstruksi, jasa

konsultansi, IT, perminyakan, farmasi, penerbangan, asuransi,

manufacturing, perusahaan dagang dan distribusi (Darwanto, 2009).

PT. Takaful Indonesia merupakan pelopor perusahaan asuransi

syari’ah di Indonesia. PT. Asuransi Takaful Indonesia terdiri dari 2 anak

(20)

4

Umum. PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance) didirikan pada

tanggal 4 Agustus 1994, lalu diikuti oleh pendirian PT. Asuransi Takaful

Umum (General Insurance) pada tanggal 2 Juni 1995.

Kepemilikan mayoritas saham Takaful Indonesia saat ini dikuasai

oleh Syarikat Takaful Malaysia Berhad sebesar 56,00%, dan Islamic

Development Bank (IDB) sebesar 26,39%, selebihnya dimiliki oleh

Permodalan Nasional Madani, Bank Muamalat Indonesia, Karya Abdi

Bangsa, dan lain-lain

Selama ini PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance)

mengukur kinerja perusahaannya hanya didasarkan pada faktor financial

saja. Dengan penggunaan konsep Balanced Scorecard pada PT. Asuransi

Takaful Keluarga (Life Insurance), dimana perusahaan ini memiliki

banyak pemegang saham, pelanggan, dan kebutuhan dalam penilaian

kinerja jangka panjang, diharapkan konsep Balanced Scorecard ini dapat

memenuhi harapan perusahaan dimasa yang akan datang melalui keempat

perspektifnya, yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif

bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah:

1. Bagaimana kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance)

(21)

5

2. Bagaimana kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance)

apabila dilihat dari perspektif bisnis internal?

3. Bagaimana kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance)

apabila dilihat dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan?

4. Bagaimana kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life Insurance)

apabila dilihat dari perspektif keuangan?

5. Bagaimana perkembangan kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life

Insurance) dengan menggunakan metode Balanced Scorecard?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life

Insurance) menggunakan Balanced Scorecard dalam perspektif

pelanggan perusahaan.

2. Untuk menganalisis kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life

Insurance) menggunakan Balanced Scorecarddalam perspektif bisnis

internal perusahaan.

3. Untuk menganalisis kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life

Insurance) menggunakan Balanced Scorecard dalam perspektif

pembelajaran dan pertumbuhan perusahaaan.

4. Untuk menganalisis kinerja PT. Asuransi Takaful Keluarga (Life

Insurance) menggunakan Balanced Scorecard dalam perspektif

(22)

6

5. Untuk menganalisis perkembangan kinerja PT. Asuransi Takaful

Keluarga (Life Insurance) dengan menggunakan metode Balanced

Scorecard.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini, antara lain:

1. Bagi perusahaan, penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan

dalam penilaian kinerja perusahaan dari faktor financial dan non

financialmenggunakan Balanced Scorecard.

2. Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam

menambah wawasan dan pengetahuan dalam penilaian kinerja

Referensi

Dokumen terkait

pendidikan seni tari yang mengajak mahasiswa untuk kreatif, sebagai contoh bercerita di depan mereka kemudia meminta mereka untuk mengekplor gerak sesuai dengan

Inflasi yang sangat parah ini disebabkan oleh berbagai kekacauan yang terjadi pada era orde lama seperti dampak negatif dari kebijakan sanering yang mengakibatkan bank-bank

Mulan, mengungkapkan bahwa satu-satunya alasan kenapa mereka menggunakan akun haters untuk memromosikan dagangan mereka adalah karena mereka melihat akun haters

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah motivasi dan persepsi berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian pada Restoran KFC

pencatatan transaksi keuangan nasabah secara tertib, teratur, sistematis dan benar yang dilakukan unit-unit kerja yang berada dibawah supervisinya. 2)

pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. Kajian mengenai dampak

(1) Pengelolah Hotel atau kawasan khusus wisata sebagaimana dimaksud pada Pasal 15 berkewajiban melaporkan jenis dan nama/merk minuman beralkohol yang diedarkan di

Untuk mengantisipasi permasalahan ini, model pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk