• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN MINYAK SAWIT MERAH DALAM PEMBUATAN BISKUIT KACANG KAYA BETA KAROTEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMANFAATAN MINYAK SAWIT MERAH DALAM PEMBUATAN BISKUIT KACANG KAYA BETA KAROTEN"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Komposisi asam lemak minyak sawit dan titik cairnya
Tabel 2. Komponen minor pada CPO
Tabel 3.  Kandungan karotenoid beberapa pangan nabati
Tabel 4. Standar mutu minyak goreng dalam SNI 3741-1995
+4

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 6 Model perubahan kadar asam lemak bebas minyak goreng sawit curah (bilangan peroksida awal 1.99, 3.99, dan 9.99 meq O2/kg minyak) pada penyimpanan dengan intensitas

Terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan proporsi tepung beras merah : tepung kacang merah terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat,

Berdasarkan informasi yang diperoleh minyak kelapa sawit yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar minyak goreng tetapi minyak tersebut masih dapat digunakan

Dilihat dari kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar asam lemak bebas) yang terkandung dalam biskuit 40% tepung ganyong : 40% tepung kacang merah masih

Dengan kadar lemak tepung garut dan tepung kacang merah yang lebih rendah dibandingkan tepung terigu maka berpengaruh pada kandungan lemak dari produk akhir biskuit

Pada penelitian ini, minyak goreng sawit dengan bilangan peroksida awal 1,99 meq O2/kg minyak adalah minyak yang terbaik untuk difortifikasi karena memiliki umur

Pada penelitian ini dilakukan proses interesterifikasi enzimatik terhadap minyak sawit merah dengan minyak kelapa menggunakan enzim lipase (Novozyme 435) dalam reaktor

Hasil penelitian menunjukkan 1 masyarakat kurang paham mengenai minyak goreng sawit merah, hanya 28% dari responden yang paham, 2 industri minyak goreng berada dalam pasar bersaing,