PEMANFAATAN MINYAK SAWIT MERAH DALAM PEMBUATAN BISKUIT KACANG KAYA BETA KAROTEN
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Gambar 6 Model perubahan kadar asam lemak bebas minyak goreng sawit curah (bilangan peroksida awal 1.99, 3.99, dan 9.99 meq O2/kg minyak) pada penyimpanan dengan intensitas
Terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan proporsi tepung beras merah : tepung kacang merah terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat,
Berdasarkan informasi yang diperoleh minyak kelapa sawit yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar minyak goreng tetapi minyak tersebut masih dapat digunakan
Dilihat dari kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar asam lemak bebas) yang terkandung dalam biskuit 40% tepung ganyong : 40% tepung kacang merah masih
Dengan kadar lemak tepung garut dan tepung kacang merah yang lebih rendah dibandingkan tepung terigu maka berpengaruh pada kandungan lemak dari produk akhir biskuit
Pada penelitian ini, minyak goreng sawit dengan bilangan peroksida awal 1,99 meq O2/kg minyak adalah minyak yang terbaik untuk difortifikasi karena memiliki umur
Pada penelitian ini dilakukan proses interesterifikasi enzimatik terhadap minyak sawit merah dengan minyak kelapa menggunakan enzim lipase (Novozyme 435) dalam reaktor
Hasil penelitian menunjukkan 1 masyarakat kurang paham mengenai minyak goreng sawit merah, hanya 28% dari responden yang paham, 2 industri minyak goreng berada dalam pasar bersaing,