• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Daya Hasil Galur - Galur Harapan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr.) pada Lahan Kering di Kabupaten Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Daya Hasil Galur - Galur Harapan Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr.) pada Lahan Kering di Kabupaten Bogor"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 5. Hasil Analisis Ragam pada Beberapa Karakter Agronomi Kedelai Hitam di Lahan Kering
Tabel 7. Nilai Tengah dan Standar Deviasi Karakter Daya Berkecambah,
Tabel 9. Nilai Tengah dan Standar Deviasi Karakter Jumlah Polong per tanaman, Polong Bernas, Polong Hampa, dan Biji per Polong
Tabel 11. Nilai Tengah dan Standar Deviasi Karakter Bobot Ubinan dan Produktivitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Karakter bobot biji per petak pada populasi F9 ini mempunyai nilai heritabilitas yang tergolong rendah, tetapi mempunyai nilai koefisien keragaman genetik yang luas, sehingga

Hasil analisis sidik ragam beberapa karakter yang diamati dari 19 galur kedelai menunjukkan adanya perbedaan nyata pada taraf 1% yaitu pada karakter umur berbunga, umur

Menurut Sitepu, Rosmayati, Nuriadi (2014) korelasi komponen hasil (jumlah buku subur dan jumlah polong isi) menentukan bobot kering biji kedelai. Hasil penelitian

Hasil penelitian menunjukkan Interaksi genotip x lokasi terjadi pada karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, buku subur, polong isi, bobot 100 biji, umur masak,

Hasil penelitian menunjukkan Interaksi genotip x lokasi terjadi pada karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, buku subur, polong isi, bobot 100 biji, umur masak,

1) Galur – galur kedelai hitam yang diuji menunjukkan perbedaan keragaan yang sangat nyata pada karakter tinggi tanaman, umur berbunga dan umur panen, sedangkan pada karakter

Hasil analisis sidik ragam beberapa karakter yang diamati dari 19 galur kedelai menunjukkan adanya perbedaan nyata pada taraf 1% yaitu pada karakter umur

Jumlah Polong per Tanaman polong Tabel 3 menunjukkan rata-rata jumlah polong per tanaman 5 varietas kedelai yang diuji yaitu V2 Detap 1 memiliki polong terbanyak dan berbeda nyata