• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI SISWA SMA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI SISWA SMA."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE

DAN PENGUASAA KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN

MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI SISWA SMA

TESIS

Oleh:

RADIMA NAPITUPULU NIM 8136191011

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Program Studi Pendidikan

Bahasa dan Sastra Indonesia

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i

ABSTRAK

RADIMA NAPITUPULU. NIM. 8136191011. Pengaruh Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write dan Penguasaan Kosakata Terhadap Keterampilan Menulis Paragraf Eksposisi Siswa SMA. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran Think-Talk-Write dan yang menggunakan strategi ekspositori; (2) perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang memiliki kemampuan kosakata tinggi dengan yang rendah; (3) pengaruh strategi pembelajaran dan penguasaan koskata terhadap keterampilan menulis siswa. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas X SMA Negeri 15 Medan. Populasi penelitian berjumlah 44 responden dari hasil pengambilan sampel melalui cluster sampling. Metode penelitian menggunakan Quasi experiment. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar menulis paragraf eksposisi dan tes kemampuan penguasaan kosakata. Analisis data yang digunakan adalah ANAVA faktorial 2 x 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) terdapat perbedaan hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Think-Talk-Write dengan hasil belajar menulis paragraf eksposisi pada kelas yang diajar denganstrategi pembelajaran ekspositori dengan Fhitung > Ftabel (6,091 > 3,96); (2) terdapat perbedaan hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa yang berkemampuan kosakata tinggi dengan siswa yang berkemampuan kosakata rendah dengan Fhitung > Ftabel (44,259 > 3,96); (3) ada pengaruh antara strategi pembelajaran dan kemampuan kosakata siswa terhadap hasil belajar menulis paragraf eksposisi dengan Fhitung > Ftabel (15,093 > 3,96). Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan memberikan informasi bagi guru dan sekolah untuk menggunakan strategi pembelajaran Think-Talk-Write dalam meningkatkan hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa. selain itu perlu ditingkatkan kemampuan kosakata siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas.

(6)

ii

ABSTRACT

RADIMA NAPITUPULU. NIM. 8,136,191,011. The Influence of Learning Strategies Think-Talk-Write and Mastery of Vocabulary Writing Skills Against the Paragraphs of Exposition High School Students. Thesis. Graduate School Of The State University Of Medan.

This research aims to know the: (1) difference in the results of the writing skills of students who are taught with the use of learning strategies Think-Talk-Write and uses the strategy ekspositori; (2) difference in the results of the writing skills of students who have the ability with low vocabulary; (3) influence of learning strategies and koskata mastery against the writing skills of students. the population in this research is the whole Grade X 15 SMA Negeri Medan. The population numbered 44 respondents from the research results through sampling cluster sampling. Research method using Quasi experiment. The instruments used in this research is to test the results of learning to write paragraphs of Exposition and ability test mastery of the vocabulary. The analysis of the data used is a 2 x 2 factorial ANAVA. Based on the research results obtained: (1) there is a difference in the results of learning to write paragraphs of Exposition that students taught by TTW learning strategies with the results of learning to write paragraphs of Exposition on the class taught by denganstrategi learning ekspositori with Ffemale > Ftable (6.09 > 3.96); (2) there is a difference in the results of learning to write paragraphs of Exposition to high vocabulary capable students with low vocabulary capable students with Ffemale > Ftable (44.26 > 3.96); (3) there are influences between vocabulary learning strategies and abilities of students toward outcome of learning to write paragraphs of exposition with Ffemale > Ftable (15.09 > 3.96). The research results obtained are expected to provide information for teachers and schools to use learning strategies to improve learning outcomes Think-Talk-Write writing paragraphs of exposition of students. In addition it needs to be improved ability of students in vocabulary learning Indonesian Language in class.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan

karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Penulisan tesis ini

dimaksudkan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Magister

Pendidikan pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program

Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Dalam penelitian tesis ini tentunya penulis banyak menghadapi kendala

dan keterbatasan. Namun berkat bantuan berbagai pihak akhirnya penulisan tesis

ini dapat diselesaikan. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih yang tulus

kepada:

Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., selaku Rektor Universitas Negeri

Medan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti

perkuliahan di Program Pascasarjana Unimed. Bapak Prof. Dr. Bornok Sinaga,

M.Pd., selaku Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Medan yang telah

banyak memberikan bantuan dalam segala urusan administrasi di Program

Pascasarjana Unimed. Ibu Prof. Dr. Rosmawaty Harahap, M.Pd., selaku Ketua

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus sebagai narasumber yang

selalu memberikan pengarahan dan bimbingan kepada penulis.

Ibu Prof. Dr. Tiur Asi Siburian, M.Pd., sebagai pembimbing I dan Bapak

Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd., sebagai pembimbing II yang telah banyak

memberi bimbingan dan pengarahan dalam penulisan tesis ini. Ibu Prof. Dr.

Sumarsih, M.Pd., Ibu Dr. Lisna Andriani, M.Pd., selaku narasumber yang telah

(8)

iv

Bapak dan Ibu dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Program

Pascasarjana Unimed yang telah memberikan berbagai ilmu pengetahuan selama

penulis mengikuti perkuliahan dan tak terlupakan juga teman-teman mahasiswa

Pascasarjana Unimed Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan

Pertama.

Secara khusus terimakasih kepada SMA Negeri 15 Medan tempat penulis

melakukan penelitian. Kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Medan Bapak

Drs. Darwin Siregar, M.Pd, Bapak Drs. Antony Purba dan Ibu Dra. Juliati serta

seluruh rekan guru yang mengajar di SMA Negeri 15 Medan yang telah

memberikan motivasi dan semangat.

Akhir kata penulis ucapan terimakasi yang takterhingga dan salam takjim

serta hormat penulis kepada Ibunda tercinta Masni Siregar, Suami tercinta

M.Yusnan Siregar, Anak-anakku, Kakak-kakakku, Abangku, Adikku yang telah

memberikan dukungan dan motivasi dan rasa hormat yang paling dalam untuk

Pemerintah Kota Sibolga Bapak Walikota Drs.Syarfi Hutauruk, M.M, Bapak

Alpian Hutauruk, M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga dan Bapak

Gunung Lubis, M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 1 Sibolga yang telah

memberikan kesempatan pada penulis untuk mengikuti perkuliahan S2 di

Program Pascasarjana Unimed. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan

berhasil guna bagi pendidikan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Penulis

(9)

v

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 9

1.3Pembatasan Masalah ... 10

1.4Rumusan Masalah ... 11

1.5Tujuan Penelitian ... 11

1.6Manfaat Penelitian ... 12

BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 14

2.1 Kerangka Teoretis ... 14

2.2 Penelitian yang Relevan ... 61

2.3 Kerangka Konseptul ... 64

2.4 Pengajuan Hipotesis Penelitian ... 72

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 73

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 73

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 73

3.3 Metode dan Rancangan Penelitian ... 74

3.4 Variabel dan Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 76

3.5 Prosedur dan Pelaksanaan Perlakuan ... 77

(10)

vi

3.7 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian ... 82

3.8 Teknik Analisis Data ... 90

3.9 Hipotesis Statistik ... 91

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 92

4.1 Deskripsi Data Penelitian ... 92

4.2 Pengujian Persyaratan Analisis Data ... 104

4.2.1 Uji Normalitas ... 104

4.2.2 Uji Homogenitas ... 106

4.3 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 107

4.4 Temuan Penelitian ... 111

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 116

4.6 Keterbatasan Penelitian ... 124

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN ... 126

5.1 Simpulan ... 126

5.2 Implikasi ... 126

5.3 Saran ... 128

DAFTAR PUSTAKA ... 130

LAMPIRAN ... 137

(11)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Komponen Strategi Pembelajaran ... 27

Tabel 2.2 Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Ekspositori ... 46

Tabel 2.3 Perbedaan Strategi Pembelajaran TTW dengan Ekspositori ... 66

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas X SMA N 15 Medan ... 73

Tabel 3.2 Jumlah Sampel Penelitian ... 74

Tabel 3.3 Matrik Rancangan Penelitian ... 75

Tabel 3.4 Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Menuliis Eksposisi ... 83

Tabel 3.5 Rentang Skor Kategori Kemampuan Menulis Eksposisi ... 84

Tabel 3.6 Kisi-kisi Tes Penguasaan Kosakata ... 84

Tabel 4.1 Distribusi Frekwensi Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi pada Kelas yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran TTW ... 92

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi pada Strategi Pembelajara Ekspositori... 94

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi Siswa Berkemampuan Kosakata Tinggi... 95

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi Siswa Berkemampuan Kosakata Rendah... 96

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi dengan Kemampuan Kosakata Tinggi pada Kelas yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran TTW... 98

(12)

ix

Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi dengan Kemampuan Kosakata Tinggi pada Kelas yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori... 101 Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi

dengan Kemampuan Kosakata Rendah pada Kelas yang Diajar

dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori... 103 Tabel 4.9. Rangkuman Hasil Perhitungan Normalitas Data... 104

Tabel 4.10. Rangkuman Data Hasil Perhitungan Analisis Deskriptif... 107

Tabel 4.11. Ringkasan Analisis Varians Hasil Belajar Menulis

Paragraf Eksposisi... 108

(13)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Desain Pembelajaran Think-Talk-Write (Martinis Yamin

dan Bansu I. Ansari. 2008)... 40

Gambar 4.1 Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi

pada Kelas yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran TTW... 93 Gambar 4.2 Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi

pada Kelas yang Diajar dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori.. 94 Gambar 4.3 Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi Siswa

Berkemampuan Kosakata Tinggi... 96 Gambar 4.4. Histogram Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi Siswa

Berkemampuan Kosakata Rendah... 97 Gambar 4.5 Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi Siswa

Berkemampuan Kosakata Tinggi pada Kelas yang Diajar dengan Strategi

PembelajaranTTW... 99 Gambar 4.6 Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi dengan

Kemampuan Kosakata Rendah pada Kelas yang Diajar dengan

Strategi Pembelajaran TTW... 100 Gambar 4.7. Histogram Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi dengan

Kemampuan Kosakata Tinggi pada Kelas yang Diajar dengan

Strategi Pembelajaran Ekspositori... 102 Gambar 4.8 Historgam Skor Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi dengan

Kemampuan Kosakata Rendah pada Kelas yang Diajar dengan

Strategi Pembelajaran Ekspositori... 103 Gambar 4.9 Garis Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Kemampuan Kosakata

(14)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Rencana Program Pembelajaran ... 137

Lampiran 2 Instrumen Penelitian... 155

Lampiran 3 Perhitungan Validitas, Reliabilitas, Taraf Kesukaran dan Daya Beda Butir Tes ... 161

Lampiran 4 Sebaran Data Kemampuan Kosakata Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi ... 169

Lampiran 5 Data Pokok Penelitian... 174

Lampiran 6 Perhitungan Distribusi Frekuensi ... 173

Lampiran 7 Uji Normalitas Variabel Penelitian ... 187

Lampiran 8 Uji Homogenitas Varians Data ... 199

Lampiran 9 Perhitungan ANAVA ... 203

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Aktifitas menulis adalah suatu bentuk manifestasi kemampuan dan

keterampilan bahasa yang paling akhir dikuasai oleh siswa setelah

kemampuan mendengar, berbicara, dan membaca. Dibandingkan dari ketiga

kemampuan berbahasa lain, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai bahkan

kemampuan menulis menghendaki kemampuan berbagai unsur kebahasaan

dan unsur dari luar bahasa sendiri yang akan menjadi isi tulisan, Iskandar

wassid dan Dadang, (2009:248). Kegiatan menulis sangat kurang diminati.

Minat menulis merupakan persentase terendah dari ke empat kegiatan

berbahasa lainnya. Minat menyimak 45%, minat berbicara 30%, minat

membaca 16%, dan minat menulis 9%, Rankin dalam Yunus (2010) Senada

dengan Hargie dkk. (1987), menyatakan bahwa hampir dari 53% dari waktu

yang digunakan pelajar untuk menyimak, 17% untuk membaca, 16% untuk

berbicara, dan 14% untuk menulis.

Menulis sangat erat kaitannya dengan komunikasi tulis. Penyampaian

komunikasi tulis yang berisi informasi dapat dilakukan melalui media cetak

dan media yang banyak digunakan sekarang seperti internet. Komunikasi

tulisan ini sebenarnya memiliki banyak keunggulan, salah satu yang paling

dibutuhkan oleh manusia adalah dokumentasi, sebab media cetak dapat

bertahan sangat lama. Oleh karena itu kegiatan menulis merupakan kegiatan

(16)

Buzan (2002:38) juga mendefenisikan menulis sebagai hubungan

timbal balik individu secara total dengan informasi yang diaplikasikan

melalui simbolik antara si penulis dan sipembaca. Kemampuan menulis

merupakan salah satu kemampuan yang paling kompleks diantara empat

kemampuan berbahasa lainnya. Sejalan dengan yang dikatakan Nunan

(1997:273) “writing as a complex, cognitive process that requires sustained

intellectual effort over a considerable period of time”.

Menulis itu penting karena: 1) menulis adalah proses berpikir, 2)

kegiatan berkomunikasi, dan3) kemampuan yang perlu dimiliki seorang

pembelajar karena kegiatan menulis merupakan bagian yang tidak

terpisahkan dari proses belajar. Seperti yang diungkapkan Tarigan (2005:3)

“Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata”.

Kegiatan menulis dalam menemukan informasi tidak terlepas

dari kosakata. Pemerolehan kosakata dalam kegiatan menulis

dikemukakan oleh pendapat Asrori (2007:141) menyatakan bahwa

perkembangan bahasa sebagai kemampuan individu dalam menguasai

kosakata, ucapan, gramatikal, dan etika pengucapan dalam kurun waktu

tertentu sesuai dengan perkembangan umur. Hal senada dikemukakan

oleh Wu (2009:128) menyebutkan bahwa “vocabulary acquisition is

the main task of second language acquisition and the language skill as

listening, speaking, reading and translating all can not go without

vocabulary.” Pemerolehan kosakata adalah bagian utama dalam

(17)

berbicara, membaca, menulis dan menerjemahkan semua tidak terlepas

dari kosakata. Dari kedua ahli tersebut secara implisit menyatakan

bahwa pemerolehan bahasa tidak secara instan tetapi mempunyai

tahapan dalam memperolehnya. Tahapan itu dapat berupa keterampilan

membaca, menulis, menyimak dan berbicara yang secara keseluruhan

mempunyai kosakata.

Tingkat pemerolehan kosakata yang banyak menentukan

keberhasilan siswa dalam berkomunikasi. Semakin banyak

pemerolehan bahasa sesorang melalui empat keterampilan berbahasa

seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, maka semakin

banyak tingkat penguasaan kosakata. Keberhasilan penguasaan

kosakata yang banyak dapat mengembangkan pola pikir siswa menjadi

kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan mempunyai banyak

ide-ide yang inovatif dalam aspek pembelajaran berbahasa. Hal ini

sesuai dengan pendapat Brown, et. all. (dalam Samsiyah, dkk.2013:28)

yang menyebutkan bahwa “learnners with big vocabularies are more

proficient in a wide range of languange skills than learners with

smaller vocabularies, and there is some evidence to support the view

that vocabulary skills make a significant contribution to almost all

aspect of languange second proficiency.” Siswa yang mempunyai

jumlah kosakata yang banyak akan lebih pandai dalam berbahasa

daripada siswa yang memiliki jumlah kosakata yang lebih kecil dan ada

sejumlah fakta yang mendukung pandangan bahwa kosakata memiliki

kontribusi yang signifikan pada hampir semua aspek kemahiran

(18)

Guru dituntut untuk dapat meningkatkan penguasaan kosakata

siswa agar siswa mampu menguasai kosakata yang baik dari bahasa

pertama sebelum mendapat pemerolehan dari bahasa kedua. Pendapat

ini diperkuat oleh Richards dan Renandya (2002:258) yang

menjelaskan bahwa “The incidental learning of vocabulary requires

that teachers provide opportunities for extensive reading and listening.

Explicit instruction involves diagnosing the words learners need to

know, presenting words for the first time, elaborating word knowledge,

and developing fluency with known words. Finally, independent

strategy development involves practicing guessing from context and

training learners to use dictionaries.” Pelajaran incidental kosakata

menuntut guru memberikan kesempatan untuk membaca dan

mendengarkan yang ekstensif. Instruksi eksplisit melibatkan diagnosis

kata-kata yang perlu diketahui pelajar, mempresentasikan kata tersebut

untuk pertama kalinya, mengelaborasikan pengetahuan kata, dan

membangun kefasihan dengan kata kata yang sudah dikenal. Akhirnya,

pengembangan strategi independen melibatkan praktek menebak dari

konteks dan melatih pelajar menggunakan kamus.

Penguasaan kosakata siswa pada umumnya setiap tahun harus

meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Bintz (2011:45)

mengindentifikasikan bahwa “Children learn vocabulary at the rate of

approximately 2.000 to 4.000 words per year or an average rate of

seven words per day.” Siswa belajar kosakata pada sekitar 2.000 sampai

4.000 kata per tahun atau tingkat rata-rata tujuh kata per hari. Bila

(19)

penguasaan kosakata sejak dini. Mengingat betapa pentingnya

penguasaan kosakata siswa, maka salah satu cara dalam melatih

penguasaan kosakata adalah memperbanyak bahan informasi yang

diperolehnya melalui membaca berita, cerita, dan informasi ilmiah

dalam pembelajaran bahasa di kelas.

Di sekolah, keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar

siswa mampu menulis dan menghasilkan tulisan yang dapat

membangun dan menunjukkan identitasnya. Selain itu, Tarigan

(1981:3) menyatakan bahwa menulis merupakan keterampilan

berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak

langsung atau tidak tatap muka dengan orang lain. Menulis juga

merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Keterampilan

menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui

latihan dan praktik yang banyak dan teratur.

Berdasarkan wawancara penulis dengan guru mata pelajaran

bahasa Indonesia di SMA Negeri 15 Medan semester I terlihat bahwa

nilai rata-rata mata pelajaran Matematika lebih tinggi dibandingkan

dengan nilai mata pelajaran bahasa Indonesia. Rata-rata nilai pelajaran

matematika 7,2 dan mata pelajaran bahasa Indonesia 6,8 . Bahkan

bahasa Indonesia sudah dipelajari sejak siswa duduk di bangku SD

sampai dengan perguruan tinggi.

Beberapa faktor yang diperlukan siswa sebelum menulis dapat

digolongkan ke dalam dua bagian besar, yakni faktor dari dalam diri

siswa dan faktor dari luar diri siswa. Faktor yang berasal dari diri siswa

(20)

menggunakan kata, penguasaan kalimat, dan penguasaan paragraf serta

kemauan untuk berlatih secara tekun. Adapun faktor yang berasal dari

luar diri siswa seperti ketekunan guru menuntun siswa, memberikan

metode pembelajaran menulis yang tepat, kondisi kelas yang nyaman,

fasilitas belajar, dan waktu berlatih yang disediakan. Aspek yang juga

penting harus dikuasai siswa dalam pembuatan tulisan, diantaranya

adalah penguasaan kosakatanya, kemampuan untuk menyusun kalimat

secara efektif dan kemampuan untuk mengembangkan paragraf secara

menarik. Pengetahuan tentang kosakata meliputi kata umum, kata

khusus, denotasi, konotasi, sinonim, antonim. Adapun pembentukan

kalimat bertujuan agar bahasa yang disusun logis disertai tanda baca

yang tepat, sehingga karangan yang dibuat menjadi menarik dan sesuai

dengan kaidah penulisan.

Rendahnya keterampilan siswa dalam menulis disebabkan oleh

beberapa faktor, di antaranya faktor ketepatan guru dalam memilih dan

menerapkan strategi pembelajaran, model pembelajaran, dan faktor dalam

memilih media pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa. Hal ini

senada dengan pendapat Nurhidayah & Sudiati (2010) bahwa sulitnya

keterampilan menulis untuk dikuasai dan bukti rendahnya kualitas

karangan siswa tersebut diduga disebabkan oleh berbagai faktor seperti

siswa, lingkungan, guru, strategi pembelajaran, materi pembelajaran,

fasilitas, dan sebagainya.

Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti mengamati

kegiatan guru yang dimulai dari membuka pelajaran dengan kegiatan

absensi dan menanyakan materi sebelumnya. Selanjutnya guru

(21)

menyampaikan materi pelajaran, kemudian guru memberikan contoh,

memberikan latihan yang akan dikerjakan siswa. Pada akhir pelajaran

guru menutup pelajaran dan memberikan pekerjaan rumah.

Selama proses pembelajaran berlangsung guru hanya

menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas

sehingga pembelajaran yang terjadi hanya berpusat pada guru.

Komunikasi juga hanya berlangsung saat tanya jawab, proses

pembelajaran lebih dominan dikuasai oleh guru dalam menyampaikan

materi, sedangkan siswa hanya mendengar dan mencatat. Kurang

optimalnya guru memberdayakan siswa mengakibatkan pembelajaran

terkesan hanya menyampaikan materi. Pembelajaran yang berpusat

pada guru inilah yang menyebabkan siswa pasif dan kurang

berpartisipasi, sehingga faktor internal yang ada dalam diri siswa tidak

dapat diberdayakan, guru kurang menekankan latihan yang mampu

membangkitkan minat siswa untuk terampil dalam menulis, khususnya

pemberian makna pada tiap kata yang terdapat dalam kalimat-kalimat

yang dibaca oleh siswa.

Guru harus memperhatikan pendekatan karakteristik siswa agar

pembelajaran tersebut memiliki komunikasi dua arah. Hal ini

dikemukan oleh Yamin dan Ansari (2008:7) menyebutkan bahwa

pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan guru, maka guru harus

memperhatikan beberapa hal : (1) Fokuskan, guru akan belajar daripada

mengajar, (2) untuk memudahkan belajar, guru mau mendorong siswa

untuk berpikir, (3) Guru mau mendorong berpikir siswa dengan

(22)

cocok, (4) Guru mau membantu siswa untuk menghubungkan

pelajaranya dengan pelajar yang lain dan dengan apa mereka pelajari di

luar sekolah (kontekstual), (5) Guru mau membuat lingkungan belajar

yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan

mendorong siswa untuk membuat pertanyaan dan (6) Guru mau

membantu siswa untuk belajar bagaimana belajar penguasaan kosakata

siswa terhadap kalimat-kalimat yang diberikan guru kurang mampu

untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menuangkan ide-idenya

baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga siswa kurang aktif

dalam menerima pembelajaran yang disampaikan guru.

Keberhasilan belajar ditentukan oleh proses pembelajaran yang

dilakukan siswa dan guru melalui strategi pembelajaran yang dapat

mengaktifkan siswa dalam belajar. Proses pembelajaran yang efektif

dapat dicapai bila guru menggunakan strategi pembelajaran yang baik.

Mengingat pentingnya penguasaan bahasa Indonesia oleh siswa maka

guru perlu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah

satunya dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran

aktif, yang bertujuan untuk mendorong siswa mengonstruksikan

pengetahuannya sendiri dan dapat mengomunikasikan gagasannya

seperti strategi pembelajaran Think-Talk-Write.

Penulis beranggapan bahwa strategi think-talk-write mampu

meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks terutama teks

eksposisi. Hasil penelitian Priyandono (20012) menyatakan bahawa

p e n e r a p a n s t r a t e g i Think-Talk-Write p a d a

(23)

d i l a k s a n a k a n g u r u d e n g a n b a i k d a n

d a p a t m e n i n g k a t k a n a k t i v i t a s s i s w a

s e r t a m e n i n g k a t k a n k e t e r a m p i l a n

m e n u l i s l a p o r a n s i s w a k e l a s V B

S D N W o n o s a r i 0 2 S e m a r a n g . Artinya

strategi pembelajaran yang dipilih harus benar-benar mampu menarik,

menyenangkan dan mudah dilakukan siswa.

Untuk mengubah paradigma pembelajaran dari strategi yang

biasa-biasa saja ke arah yang lebih baik dalam rangka mencapai proses

dan hasil belajar yang baik perlu memperhatikan dan menerapkan

strategi pembelajaran think-talk-write, serta memperhatikan

kemampuan siswa dalam menguasai kosakata yang terdapat dalam teks

pembelajaran siswa. Strategi pembelajaran yang dipilih juga perlu

mempertimbangkan faktor yang berasal dari dalam diri siswa, dimana

salah satunya adalah kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata

sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Oleh

karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh strategi

pembelajaran dan penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis

teks eksposisi siswa sekolah menengah atas.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diidentifikasi masalah

penelitian ini sebagai berikut: apakah strategi pembelajaran yang selama ini

digunakan guru bahasa Indonesia dalam mengajar di kelas cukup efektif?

Apakah strategi pembelajaran yang digunakan guru dapat mempengaruhi hasil

(24)

guru dalam pembelajaran terhadap hasil belajar menulis teks siswa? Sejauh

mana guru menggunakan strategi pembelajaran think-talk-write dalam

meningkatkan keterampilan menulis teks siswa? Apakah pembelajaran dengan

menggunakan strategi pembelajaran TTW akan lebih baik hasilnya daripada

pembelajaran yang biasa digunakan guru bahasa Indonesia? Strategi

pembelajaran mana yang paling efektif dalam menyampaikan materi

pembelajaran kepada siswa agar siswa lebih terampil menulis? Apakah ada

pengaruh penguasaan kosakata siswa terhadap keterampilan menulis siswa?

Apakah ada pegaruh penguasaan kosakata siswa terhadap keterampilan

menulis teks siswa apabila guru menggunakan strategi think-talk-write?

Apakah strategi think-talk-write akan lebih baik hasilnya terhadap

keterampilan menulis teks siswa, yang memiliki kemampuan penguasaan

kosakata tinggi? Apakah ada interaksi antara strategi pembelajaran dan

penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis teks siswa untuk

memperoleh hasil belajar yang optimal dalam pembelajaran bahasa Indonesia

terutama dalam keterampilan menulis teks eksposisi?

1.3Pembatasan Masalah

Hasil identifikasi masalah yang telah ditulis di atas masih kurang

memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada secara keseluruhan

sekaligus. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dibatasi hanya mengkaji

pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran think-talk-write

dalam setiap proses pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan kosakata

siswa terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA

(25)

belajar siswa mencakup kompetensi dasar menulis teks eksposisi ke dalam

beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat.

1.4 Rumusan Masalah

Setelah menguraikan latar belakan masalah, identifikasi masalah dan

pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Apakah terdapat perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang

diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran Think-Talk-Write

dengan yang menggunakan strategi ekspositori?

2. Apakah terdapat perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang

memiliki kemampuan kosakata tinggi dengan yang memiliki kemampuan

kosakata yang rendah?

3. Apakah terdapat pengaruh antara strategi pembelajaran Think-Talk-Write

dan penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis siswa?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka

penelitian ini bertujuan:

1. Untuk mengetahui perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang

diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran

Think-Talk-Write dan yang menggunakan strategi ekspositori.

2. Untuk mengetahui perbedaan hasil keterampilan menulis siswa yang

(26)

3. Untuk mengetahui interaksi antara strategi pembelajaran dan

penguasaan koskata dalam mempengaruhi keterampilan menulis siswa.

1.6 Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan penelitian, diharapkan hasil penelitian

tersebut memiliki manfaat. Demikian juga terhadap penelitian ini diharapkan

memiliki manfaat, yaitu:

A. Manfaat Secara Teoretis

1. Sumbang pikir bagi dunia pendidikan dan pengetahuan dalam

pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi pembelajaran,

karakteristik siswa dan sarana yang tersedia, khususnya tentang pengaruh

strategi pembelajaran Think-Talk-Write dan penguasaan kosakata

terhadap keterampilan menulis paragraf eksposisi.

2. Memberi dukungan empiris terhadap teori tentang pengaruh strategi

pembelajaran Think-Talk-Write dan penguasaan kosakata terhadap

keterampilan menulis paragraf eksposisi.

3. Bahan pertimbangan bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan

strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang

akan di telitinya.

B. Manfaat Secara Praktis

1. Memberikan informasi bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia

tentang pengaruh strategi pembelajaran Think-Talk-Write dan penguasaan

kosakata terhadap keterampilan menulis siswa dalam rangka

(27)

2. Memberikan umpan balik yang berharga bagi siswa dalam memahami

keterampilan menulis paragraf eksposisi, dan penguasaan kosakata yang

dapat menstimulir usaha mereka untuk meningkatkan kemampuannya.

3. Memberikan informasi bagi pengelola, pengembangan serta

lembaga-lembaga pendidikan tentang perbandingan keefektifan pembelajaran

dengan menggunakan strategi pembelajaran Think-Talk-Write yang

(28)

126

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka

dapat disimpulkan:

1. Hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa yang diajar dengan strategi

pembelajaran TTW lebih tinggi dari hasil belajar menulis paragraf

eksposisi yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori pada siswa

SMA Negeri 15 Medan.

2. Hasil belajar menulis paragraf eksposisi yang memiliki kemampuan

kosakata tinggi lebih besar dari hasil belajar menulis paragraf eksposisi

kemampuan kosakata rendah pada siswa SMA Negeri 15 Medan

3. Terdapat pengaruh antara strategi pembelajaran dan kemampuan kosakata

terhadap hasil belajar keterampilan menulis paragraf eksposisi siswa SMA

Negeri 15 Medan. Untuk siswa yang memiliki penguasaan kosa kata tinggi

lebih unggul bila diajarkan dengan stretegi pembelajaran ekspositori, dan

sebaliknya untuk siswa dengan kemampuan kosakata rendah lebih unggul

bila diajar dengan strategi pembelajaran Think-Talk-Write.

5.2 Implikasi

Implikasi penelitian dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian

dan kesimpulan penelitian, di antaranya:

1. Dengan diterimanya hipotesis pertama yang diajukan, yakni hasil belajar

(29)

127

TTW lebih tinggi dari hasil belajar menulis psrsgrsf eksposisi kelas yang

diajar dengan strategi pembelajaran ekspositori pada siswa SMA Negeri

15 Medan. Untuk itu perlu dilakukan upaya dalam pengembangan

pembelajaran di kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran TTW

dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis kalimat. Dengan strategi

pembelajaran TTW, siswa akan merasakan bagaimana cara memahami

materi menulis paragraf eksposisi pada pelajaran menulis dengan benar.

penggunaan strategi pembelajaran TTW harus teru dikembangkan

mengingat kesimpulan penelitian menyatakan bahwa kemampuan menulis

paragraf eksposisi yang diajarkan dengan strategi pembelajaran TTW lebih

baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran ekspositori.

2. Dengan diterimanya hipotesis kedua yang diajukan, yakni hasil belajar

menulis paragraf eksposisi siswa yang memiliki kemampuan kosakata

tinggi lebih besar dari hasil belajar menulis psrsgrsf eksposisi siswa yang

memiliki kemampuan kosakata rendah pada siswa SMA Negeri 15 Medan.

Untuk itu perlu dilakukan upaya dalam meningkatkan kemampuan

kosakata siswa dalam belajar. Tingkat kemampuan kosakata siswa

mempengaruhi cara dirinya menerima, menalar, dan mempraktekkan

bagaimana cara menulis paragraf eksposisi secara secara benar .

peningkatan kemampuan kosakata siswa dapat dilakukan dengan

memberikan motivasi agar siswa rajin membaca dan dalam bentuk nasiha

yang baik dan kiat-kiat membaca yang baik. Kemampuan kosakata siswa

harus terus ditingkatkan mengingat kesimpulan penelitian menyatakan

(30)

128

kemampuan kosakata tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki

kemampuan kosakata rendah.

3. Dengan diterimanya hipotesis ketiga yang diajukan, yakni terdapat

pengaruh antara strategi pembelajaran dan kemampuan kosakata terhadap

hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa SMA Negeri 15 Medan. Hal

ini menggambarkan bahwa ada keterkaitan antara strategi pembelajaran

yang digunakan guru dengan tingkat kemampuan kosakata siswa.

penggunaan strategi pembelajaran yang dapat memaksimalkan

kemampuan siswa, baik pada siswa yang memiliki kemampuan kosakata

tinggi maupun yang rendah akan sanyat membantu dalam pencapaian

tujuan belajar. Hal ini harus terus dikembangkan mengingat kesimpulan

penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh antara strategi pembelajaran

dan kemampuan kosakata dengan hasil belajar menulis paragraf eksposisi

pada siswa.

5.3 Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka dapat diberikan beberapa saran

sebagai berikut:

1. Untuk dapat meningkatkan hasil belajar menulis paragraf eksposisi pada

siswa perlu dilakukan upaya dengan menggunakan strategi pembelajaran

TTW. Pengguanaan strategi pembelajaran TTW dalam pembelajaran di

kelas dapat dilakukan dengan : (a) mengharuskan guru menggunakan

strategi pembelajaran TTW dalam pembelajaran menulis paragraf

eksposisi, (b) pihak sekolah harus memfasilitasi sarana dan prasarana

(31)

129

TTW, dan (c) melakukan pelatihan mengunakan strategi pembelajaran

TTW kepada seluruh guru.

2. Untuk dapat meningkatkan kemampuan kosakata pada siswa perlu dilakukan upaya sebagai beriku: (a) melakukan tes kemampuan kosakata siswa sebelum

melakukan pembelajaran menulis paragraf eksposisi, untuk mengetahui posisi

awal pembelajaran dilakukan, dan (b) sekolah memfasilitasi cara melatih

kemampuan kosakata siswa di sekolah.

3. Perlu dilakukan penelitian yang lebih lamjut tentang keterkaitan hasil belajar menulis paragraf eksposisi siswa ditinjau dari penggunaan strategi

(32)

132

DAFTAR PUSTAKA

Adalet Baris Gunersel.Philadelphia, Pennsylvania, USA, bgunersel@temple.edu.

2009. Improvement in Writing and Reviewing Skills with.

Akhadiah, Sabarti. 2012. “Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia”. Jakarta: Erlangga.

Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai

Pustaka.Malang.

Anam, Hairul. 2014. Penerapan Strategi TTW untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa kelas VIII B SMP Muhammmadiyah 1

Ambarita, Biner. 2013. “Kemampuan Membaca dan Sikap Profesional dalam Peningkatan Mutu Pendidikan”. Bandung: Alfabeta.

Anwar Sanusi. 2003.metodologi penelitian Praktis; Untuk ilmu Sosial dan Ekonomi. Arifin, Jainal. Evaluasi Pembelajaran. 2011. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arifin, D. M. 2008. Analisis Mikrostruktural Rubrik “Blaik” Dalam Harian Sore Wawasan. Semarang: Skripsi Fakultas Sastra Universitas Diponegoro.

Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

_______. 2011. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Astuti, 2002. “Analisis Tindak Tutur dalam Bahasa Percakapan Para Pedagang di

Malang: Buntara Media. Pasar Legi Surakarta”. Skripsi. Surakarta: FKIP

Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Bintz, Wiliam.P. 2011. Teaching Vocabulary Across The Curriculum. Middle School Journal. pp. 44-53.

Buzan. 2007. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Cahyono, Bambang Yudi. 2008. The Teaching Of EFL Vocabulary in The Indonesian Context The State of The Art. TEFLIN Journal. Vol. 19. No. 1. Hlm.1-17.

Calibrated Peer ReviewTM. International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning.Volume 3 | Number 2 Article 15.

Chaer, Abdul. 2006. “Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia”. Jakarta: Rineka Cipta. Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chandra, Elice dkk. 2013. Efektifitas Mind Mapping Dalam Pembelajaran Kosakata

Bahasa Mandarin Pada Pemelajar Tingkat Dasar. Jakarta Barat: Jurnal

Universitas Bina Nusantara.

Chaniago, Sam Mukhtar, dkk. 2011. Masalah Pengajaran Kemahiran Berbahasa di

Sekolah di Indonesia : (Teaching Problem in Language Skills at Indonesian School). Malay Language Education Journal. ISSN : 2180-4842. Vol. 1. No. 1. Hlm.109-122.

Chaniago, N. A dkk. 2006. Kamus Sinonim-Antonim Bahasa Indonesia. Bandung:

CV Pustaka Setia.

(33)

133

Campbell, W.G. Form and Style in thesis Writing. Boston: Houghton Mifflin

Company, 1954

Darma, Y. A. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya.

Daulay,Leny.2011.‘Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Koneksi Akses tanggal 15 Oktober 2013. Vol 4, No.1 Juni 2011. Medan: Universitas Negeri Medan.

Daulay, Rita. S. H. 2011. Korelasi Penguasaan Kosakata dan Kalimat Efektif

Terhadap Keterampilan Menulis Wacana Eksposisi Oleh Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kotanopan TP 2010/2011. Medan: Skripsi Universitas Negeri Medan.

Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:

Balai Pustaka.

_______. 2005. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Jakarta: Balai Pustaka.

Depdiknas.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Djajasudarma, T. F. 2012. Wacana dan Pragmatik. Bandung: PT Refika Aditama. http://digilib.unimed.ac.id/UNIMED-Article-0735/25828/leni-agustinadaulay. Masalah. Jurnal Paradikma PPs UNIMED. (Online)

Matematika Siswa SMP Dengan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Sastra Indonesia SMA. Jakarta.

Djiwandono, M. Soenardi. 1996. Tes Bahasa dalam Pembelajaran. Bandung: ITB. Finoza, Lamuddin. 2008. “Komposisi Bahasa Indonesia”. Jakarta: Diksi.

Ghazali, Syukur. 2010. “Pembelajaran Keterampilan Berbahasa”. Bandung: Refika Aditama.

Harian Kompas. Juli 2010. Jakarta: PT Kompas Media. Hikmah, Ade.2013. “Bahasa Indonesia”. Jakarta: Grasindo.

Iskandarwassid. 2009. “Strategi Pembelajaran Bahasa”. Bandung: Angkasa

James Milton.2012.”Measuring the contribution of vocabulary knowledge to

proficiency in the four skills. Swansea University. EUROSLA MONOGRAPHS SERIES 2 L2 vocabulary acquisition, knowledge and use, 57-78

Jorge Salazar. 1989. INTERACTIVE AUDIO STRATEGIES FOR DEVELOPING LISTENING SKILLS. CALICO Journal, Volume 7 Number 1

Keraf, Gorys. 2007. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama _____. 2005 Eksposisi dan Deskripsi. Ende: Nusa Indah.

_____. 2003. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Kirana, D. C. 2012. Kamus Lengkap Sinonim dan Antonim Indonesia. Jakarta Pusat:

Kunci Aksara.

Kosasih, E dan Restuti. 2013. Mandiri Mengasah Kemampuan Diri Bahasa

(34)

134

Kumaravadivelu, B. 2006. Understanding Language Teaching from Method to

Postmethod. London: lawrence Erlbaum Associates, Publishers. Mahwah, New Jersey.

Larson, Lisa.et.all. 2013. How Can Teachers Increase Classroom Use of Academic

Vocabulary.Voices from the Middle.Vol. 20. No. 4. pp. 16-21.

Noveria, Ena dkk. 2013. Peningkatan Penguasaan Kosakata Melalui Teknik

Permainan Teka-teki Silang di Kelas VII.A SMPN 2 Sungai Penuh. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 1 No. 2 Maret 2013; Seri F 399 – 476: Universitas Negeri Padang.

Monirosadat Hosseini, Mohamad Ehsan Taghizadeh, Mohamad Jafre Zainol Abedin, Elham Naseri. “In the Importance of EFL Learners' writing Skill: Is there any Relation between Writing Skill and Content Score of English Essay Test?” International Letters of Social and Humanistic Sciences Vol. 6 (2013)

pp 1-12 Online: 2013-09-25© (2013) SciPress Ltd.,

Switzerlanddoi:10.18052/www.scipress.com/ILSHS.6.1

Mukarto, F.X. 2005. Assessing the Depth of Second Language Vocabulary

Knowledge. Singapore : Presented at the 38th RELC International Seminar. SEAMEO Regional Language Centre. Vol. 8. No. 3. pp. 152-169.

Nation, I.S.P. 2002. Best Practice in Vocabulary Teaching and Learning. Dalam J.C. Richards & W.A. Renandya (Eds.), Methodology in Language Teaching: an Anthology of Current Practice. Cambridge : Cambridge University Press.

Nation, I.S.P. 2006. How Large a Vocabulary is Needed for Reading and Listening.

The Canadian Modern Language Review/La Revue Canadienne des langues vivantes. Vol. 63. No. 1. pp. 60-82.

Nunan, D. (1991). Language Teaching Methodology. New York: Prentice-Hall, Inc. Nunan, David. 1997. Wrting is complextion proses. Prentice hall international english

language teaching: Sidney.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Komptensi.

Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

________. 2009. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta:

BPFE-Yogyakarta.

Oxford, Rebecca dan Crookall, David. 1990. Vocabulary Learning:A Critical

Analysis of Techniques. Tesl Canada Journal/Revue Tesl Du Canada. Vol. 7. No. 2. pp. 9-30.

Parera, Jos Daniel. 1996. Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Pateda, Mansoer. 2010. “Semantik Leksikal”. Jakarta: Rineka Cipta.

Pramesti. Utami Dewi. 2015. Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia

Dalam Keterampilan Membaca Melalui Teka-Teki Silang. Jurnal Puitika. Volume 11 No. 1. Hlm. 82-93.

Priyatni, E. T. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum

(35)

135

Putrayasa, I. B. 2008. Analisis Kalimat; Fungsi, Kategori, dan Peran. Bandung: PT

Refika Aditama.

Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi; Mata Kuliah

Pengembangan Kepribadian. Jakarta: PT Grasindo.

Richards, Jack C. dan Renandya, Willy A. 2002. Methodology in Language

Teaching:An Anthology of Current Practice. New York : Cambridge University Press.

Robihim. 2008. Analisis Metode Belajar Kosakata. Lingua Cultura. Vol. 2. No. 2. pp 188-203

Risdianawati, Erika. 2012 Efektifitas Pembelajaran Kooperatif Tipe TTW menggunakan Mind Map terhadap Kreativitas Berpikir dengan Kemampuan Komunikasi Siswa SMP Taman Dewasa Yogyakarta.

Rustono. 2011. Kohesi Leksikal dan Kohesi Gramatikal Dalam Karya Ilmiah Siswa

SMA Sekota Semarang. Semarang: Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Volume VII/1 Januari 2011.

Samsiyah, Siti. dkk. 2013. Hubungan Antara Penguasaan Kosakata dan Motivasi

Belajar dengan Kemampuan Membaca Cerita. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. ISSN : 1693-63X Vol. 1. No. 1. Hlm. 27-36.

Semi, Atar. 2003. Teks Eksposisi. Jakarta. Gramedia.

Sugiyono. 2006. “Statistika untuk Penelitian”. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Tindakan Praktik. Jakarta: Rineka Cipata.

Sujana dan Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Bandung. Sudjana, Nana. 2005. Pengantar statistik pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

_______. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

_______. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan; Kompetensi dan Praktiknya.

Jakarta: Bumi Aksara.

Tarigan, H.G. 2008. “ Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa”. Bandung: Angkasa

Tarigan, HG. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

_______. 2005. “Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa”. Bandung: Angkasa

_______. 1984. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Flores: Nusa

Indah.

Tarigan, H.G. 1984. Pengantar Kosakata. Bandung: PT Angkasa. ______.1986. Pengajaran Kosakata. Bandung: PT Angkasa.

(36)

136

_______. 1984. Menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: angkasa Bandung.

_______. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.

Tuckman, Bruce W. 1978. Conducting Educational Reserch. Second edition, Montreal: University of Cargary.

Underwood M, 1997. Teaching Listening. London : Longman Inc. www/submit@songoftheyear.com

Voit, M.2009. “Do dialogue journals with recasts improve the writing skills for adult learners with limited literacy skills?” Hamline University Saint Paul, Minnesota

Waridah, Ernawati. 2012. Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta:

Gmedia.

Winner. 2012. Pengaruh penggunaan Strategi Pembelajaran dan Gaya Berpikir Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK Pharmaca Medan.

Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.

Yamin, Martinis. dan Ansari, Bansu. 2008. Taktik Mengembangkan Kemampuan

Individual Siswa. Jakarta : Gaung Persada Press.

Gambar

Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Menulis Paragraf Eksposisi
Gambar 2.1 Desain Pembelajaran Think-Talk-Write (Martinis Yamin

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan Islam termasuk masalah sosial, sehingga dalamkelembagaannya tidak terlepas dari lembaga-lembaga sosial yang ada.Lembaga tersebut juga institusi atau pranata, sedangkan

meningkatkan kemampuan menyimak adalah media yang dapat menarik minat siswa.. untuk membiasakan diri mendengar bahasa Jerman, media yang kaya

has effected educational quality, especially how the budget on educational expenditure influence the..

Pengaruh Pendayagunaan Zakat Produktif terhadap Pemberdayaan Mustahik pada LAZ Yayasan Solo Peduli Surakarta”, Jurnal Ekonomi Islam La Riba, Vol. Dasar-dasar Analisis

Designing to Facilitate Learning through Networked Technology: Factors Influencing the Implementation of Digital Resources in Higher Education. “Chemistry Teacher‟s

Bagi para pengusaha kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan dalam modal usaha untuk promosi dan menjual produk dapat memanfaatkan teknologi internet ini, karena tidak

Sedasi oral telah banyak digunakan di bidang kedokteran gigi, terutama pada pasien anak untuk mengatasi rasa cemas dalam menghadapi perawatan gigi.. Chloral hydrate ialah

juga memberikan pemahaman pada siswa tentang dunia kerja; (4) fasilitas lain selain sebagai tempat praktek dengan adanya kemampuan sekolah untuk memanfaatkan peralatan yang