Pemberian Grasi Terhadap Terpidana Mati Narkoba Keputusan Presiden Nomor 7/G/2012 (Kajian Hukum PIdana Islam)
Teks penuh
Dokumen terkait
“Hak Presiden memberi grasi dalam negara hukum Republik Indonesia tidaklah di dorongkan atau berdasarkan suatu kebaikan Presiden sebagai sumber keadilan, melainkan
pemberian grasi merupakan hak preogratif Presiden, tetapi secara formil Keputusan Tersebut merupakan suatu keputusan administrasi yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar
Dari beberapa aspek tersebut, muncul sebuah rumusan masalah mengenai hal tersebut yakni: Bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi tenaga kerja Indonesia yang terpidana
Pertama , jelas bahwa tindakan pemberian grasi terhadap Corby oleh Presiden Yudhoyono adalah tindakan inkonsistensi, tidak satunya kata dengan perbuatan, yang
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum penolakan pengajuan peninjuan kembali terhadap eksekusi terpidana mati Terpidana Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Kewenangan pemberian grasi oleh presiden menurut hukum nasional diatur dalam UUD 1945 yaitu dalam ketentuan Pasal 14 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa,
hudûd , pidana mati tidak dapat diberlakukan bagi terpidana kasus penyalahgunaan narkoba, apalagi hanya sebagai pemakai, bukan pengedar atau bandar, sebab menurut dalil- dalil
Dan ketika menilik lebih lanjut dari pemberian grasi oleh Presiden terhadap terpidana kasus narkoba transnasional, yangmana Presiden tidak menjelaskan alasan