• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penatalaksanaan Ankilosis Sendi Temporomandibula Dengan Gap Arthroplasty

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penatalaksanaan Ankilosis Sendi Temporomandibula Dengan Gap Arthroplasty"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

PENATALAKSANAAN ANKILOSIS SENDI

TEMPOROMANDIBULA DENGAN GAP ARTHROPLASTY

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi

Oleh :

LOVIORA TRIESTI NIM : 060600071

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

Fakultas Kedokteran Gigi

Departemen Bedah Mulut dan MaksiloFasial

Tahun 2010

Loviora Triesti

Penatalaksanaan Ankilosis Sendi Temporomandibula Dengan Gap

Arthroplasty

viii + 26 halaman

Sendi temporomandibula merupakan satu-satunya sendi di kepala, sehingga

terjadi inflamasi atau luka pada sendi temporomandibula maka dapat menyebabkan

komplikasi seperti ankilosis.

Ankilosis sendi temporomandibula dapat didefenisikan sebagai

ketidakmampuan untuk membuka mulut akibat penyatuan jaringan fibrous atau

tulang antara kepala kondilar mandibula dengan fosa glenoidalis. Beberapa faktor

yang dapat menyebabkan terjadinya ankilosis yaitu trauma, Still’s disease (artritis

kronik juvenil) dan artritis rheumatoid, inflamasi pada sendi, riwayat bedah sendi

temporomandibula, bedah ortognatik dan trauma yang terjadi pada saat melahirkan.

Salah satu perawatan terhadap ankilosis sendi temporomandibula yaitu

dengan teknik gap arthroplasty. Tujuan perawatan ankilosis sendi temporomandibula

yaitu tidak hanya untuk merekonstruksi sendi, tetapi untuk mengembalikan fungsi

sendi temporomandibula dan mencegah kambuhnya ankilosis setelah pembedahan

dilakukan, akan tetapi perawatan ankilosis pada anak – anak dilakukan untuk

(3)

ankilosis sendi temporomandibula merupakan tanggung jawab bersama antara dokter

gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial dan diperlukan

perencanaan pre-operatif hati – hati, manajemen peri-operatif, perawatan pasca

operasi secara teratur, dan kesiapan untuk menangani komplikasi agar perawatan

terhadap ankilosis mencapai kesuksesan.

(4)

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan

di hadapan tim penguji skripsi

Medan, 19 Maret 2010

Pembimbing : Tanda tangan

Shaukat Osmani Hasbi, drg., Sp.BM ………

(5)

TIM PENGUJI SKRIPSI

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan tim penguji

pada tanggal 19 Maret 2010

TIM PENGUJI SKRIPSI

KETUA : Olivia Avriyanti Hanafiah, drg., Sp.BM

ANGGOTA : 1. Shaukat Osmani Hasbi, drg., Sp.BM

2. Abdullah, drg

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan dan mempersembahkan skripsi

ini sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran gigi.

Penulis telah banyak mendapatkan bimbingan, nasehat dan dorongan dari

berbagai pihak selama masa perkuliahan hingga penulisan skripsi ini. Dalam

penulisan skripsi ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar –

besarnya kepada :

1. Prof. Ismet Danial Nasution, drg., Sp.Pros., Ph.D, selaku Dekan Fakultas

Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

2. Shaukat Osmani Hasbi, drg., Sp.BM, sebagai dosen pembimbing yang

telah memberikan bimbingan, saran dan petunjuk dalam penulisan skripsi

ini.

3. Eddy A. Ketaren, drg., Sp.BM, sebagai Kepala Departemen Bedah Mulut

dan Maksilofasial Fakultas Kedoketran Gigi USU Medan.

4. Seluruh staf pengajar di Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial yang

telah memberikan ilmu dan bimbingan.

5. Trelia Boel, drg, M. Kes, Sp. RKG sebagai dosen wali yang telah

memberikan bimbingan selama menjalani perkuliahan di Fakultas

(7)

6. Teristimewa kepada Ayahanda drs. H. Rusli Alhamidi dan Ibunda Hj.

Atmi MS yang telah memberikan kasih sayang, dukungan moril, materil,

nasehat dan doa yang tak henti – hentinya kepada penulis.

7. Kakak,abang dan adik penulis, Almia, Humanda, dan Gallha yang selalu

memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.

8. Teman-teman terbaikku, Baleh, Bang Uke, Bang Iman BS, Bang Iman,

Kak Unun, Kak Olie, Kak Sally, Bang Taufik, Lita, Tika, Mita, Noni, Ica,

Wina, Luki, Nanda,Dita, Uul atas dukungan, semangat, doa dan harapan

yang selama ini diberikan kepada penulis

9. Delly Bayu Putra yang selalu bisa memberikan semangat, dukungan dan

bantuan yang sangat banyak, kapan dan di mana saja

10. Teman-teman angkatan 2006 dan senior-senior yang telah memberikan

dukungan dan semangat selama ini dan semua pihak yang telah banyak

membantu dan tidak bisa disebutkan satu – persatu.

Akhirnya penulis mengharapkan semoga hasil karya atau skripsi ini dapat

memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi fakultas, pengembangan ilmu dan

masyarakat.

Medan,Maret 2010 Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ...

HALAMAN PERSETUJUAN ...

HALAMAN TIM PENGUJI SKRIPSI ...

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN... 1

BAB 2 ANKILOSIS SENDI TEMPOROMANDIBULA 2.1 Defenisi ... 3

BAB 3 GAP ARTHROPLASTY 3.1 Defenisi ... 16

3.2 Keuntungan dan Kerugian ... 17

3.3 Tujuan Perawatan ... 18

BAB 4 PENATALAKSAAN ANKILOSIS SENDI TEMPOROMANDIBULA DENGAN GAP ARTHROPLASTY 4.1 Teknik Bedah ... 20

4.2 Perawatan Pasca Bedah ... 21

(9)

BAB 5 KESIMPULAN ... 24

DAFTAR PUSTAKA ... 26

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1(a) Sendi temporomandibula yang normal ... 3

(b) Ankilosis pada sendi temporomandibula ... 4

2 Sendi temporomandibula yang normal ... 6

3(a) Gejala yang diakibatkan ankilosis tampak depan ... 10

(b) Gejala yang diakibatkan ankilosis tampak samping ... 10

(c) Terbatasnya pembukaan mulut pada ankilosis sendi Temporomandibula ... 10

4 Gambaran radiografis ankilosis pada sendi temporomandibula sebelah kiri ... 13

5(a) Gambaran CT-scan ankilosis secara aksial... 14

(b) Gambaran CT-scan ankilosis secara koronal ... 14

6 Gambaran ankilosis dengan 3D CT-scan ... 14

7 Teknik gap arthroplasty ... 17

8 Insisi preaurikular ... 21

9 Insisi pada daerah preaurikular menunjukkan ankilosis ... 21

10 Osteotomi dilakukan untuk mendapatkan celah ... 21

(11)

Fakultas Kedokteran Gigi

Departemen Bedah Mulut dan MaksiloFasial

Tahun 2010

Loviora Triesti

Penatalaksanaan Ankilosis Sendi Temporomandibula Dengan Gap

Arthroplasty

viii + 26 halaman

Sendi temporomandibula merupakan satu-satunya sendi di kepala, sehingga

terjadi inflamasi atau luka pada sendi temporomandibula maka dapat menyebabkan

komplikasi seperti ankilosis.

Ankilosis sendi temporomandibula dapat didefenisikan sebagai

ketidakmampuan untuk membuka mulut akibat penyatuan jaringan fibrous atau

tulang antara kepala kondilar mandibula dengan fosa glenoidalis. Beberapa faktor

yang dapat menyebabkan terjadinya ankilosis yaitu trauma, Still’s disease (artritis

kronik juvenil) dan artritis rheumatoid, inflamasi pada sendi, riwayat bedah sendi

temporomandibula, bedah ortognatik dan trauma yang terjadi pada saat melahirkan.

Salah satu perawatan terhadap ankilosis sendi temporomandibula yaitu

dengan teknik gap arthroplasty. Tujuan perawatan ankilosis sendi temporomandibula

yaitu tidak hanya untuk merekonstruksi sendi, tetapi untuk mengembalikan fungsi

sendi temporomandibula dan mencegah kambuhnya ankilosis setelah pembedahan

dilakukan, akan tetapi perawatan ankilosis pada anak – anak dilakukan untuk

(12)

ankilosis sendi temporomandibula merupakan tanggung jawab bersama antara dokter

gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial dan diperlukan

perencanaan pre-operatif hati – hati, manajemen peri-operatif, perawatan pasca

operasi secara teratur, dan kesiapan untuk menangani komplikasi agar perawatan

terhadap ankilosis mencapai kesuksesan.

(13)

BAB 1

PENDAHULUAN

Sendi temporomandibula merupakan suatu sendi sinovial yang mengandung

cairan sinovial sebagai pelumas pada permukaan artikularnya.1 Sendi

temporomandibula dibentuk oleh kondilus mandibula yang berada pada fosa

glenoidalis pada tulang temporal dan dipisahkan oleh diskus artikularis.2 Sendi

temporomandibula merupakan salah satu sendi yang paling penting dan paling

kompleks di dalam tubuh manusia.3 Sendi temporomandibula merupakan

satu-satunya sendi di kepala, sehingga bila terjadi sesuatu pada salah satu sendi ini, maka

seseorang mengalami masalah yang serius.4 Apabila terjadi inflamasi atau luka pada

sendi temporomandibula maka dapat menyebabkan komplikasi seperti ankilosis.3

Kata ankilosis berasal dari bahasa Yunani yang artinya kekakuan sendi akibat

proses suatu penyakit.5-6 Ankilosis sendi temporomandibula dapat didefenisikan

sebagai ketidakmampuan untuk membuka mulut akibat penyatuan jaringan fibrous

atau tulang antara kepala kondilar mandibula dengan fosa glenoidalis.5,7-12 Kesukaran

dalam membuka mulut dapat menyebabkan berbagai masalah pada pasien seperti

gangguan pada pengunyahan, berbicara, dan menyebabkan kebersihan mulut menjadi

buruk. Selain itu, ankilosis pada sendi temporomandibula juga menyebabkan

gangguan pada pertumbuhan wajah yang normal serta mandibula sehingga

menyebabkan asimetri pada wajah yang biasanya terjadi pada anak-anak, karena

ankilosis yang terjadi pada satu sisi sehingga akhirnya menimbulkan masalah

(14)

Walaupun telah banyak mengalami perkembangan di masa yang lalu,

perawatan pada ankilosis sendi temporomandibula tetap menimbulkan tantangan

yang signifikan karena teknik yang sulit dan tingginya insidensi kambuhnya ankilosis

pada sendi temporomandibula tersebut setelah dilakukan perawatan. Beberapa

literatur telah banyak menjelaskan teknik yang dilakukan untuk perawatan ankilosis

sendi temporomandibula. Diantaranya yaitu gap arthroplasty, arthroplasty,

,interpositional graft, total joint replacement, dan kondilektomi.2,7-12

Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan ankilosis pada sendi

temporomandibula dan perawatannya dengan menggunakan gap arthtroplasty.

Sehingga dokter gigi dapat menentukan diagnosa dan perawatan yang tepat dalam

menangani ankilosis pada sendi tempromandibula tersebut dan mengembalikan

fungsi normal sendi temporomandibula tersebut.

Manfaat penulisan ini adalah untuk menambah pengetahuan dokter gigi dan

mahasiswa kedokteran gigi mengenai penyebab ankilosis, diagnosa dari ankilosis

serta teknik perawatan yang tepat untuk menangani masalah ankilosis sehingga

(15)

BAB 2

ANKILOSIS SENDI TEMPOROMANDIBULA

2.1 Defenisi

Ankilosis berasal dari bahasa Yunani yang berarti kekakuan pada sendi akibat

proses dari suatu penyakit. Ankilosis dapat didefenisikan sebagai penyatuan jaringan

fibrous atau tulang antara kepala kondilar dengan fosa glenoidalis yang dapat

menyebabkan keterbatasan dalam membuka mulut sehingga menimbulkan masalah

dalam pengunyahan, berbicara, estetis, kebersihan mulut pasien dan masalah

psikologis. 5,7-12 Ankilosis juga merupakan immobilisasi atau fiksasi sendi akibat

keadaan yang patologis yang dapat bersifat intrakapsular atau ekstrakapsular.14

(16)

Gambar (1b) Ankilosis pada sendi tempo- romandibula. (Dollar JV. Educated patient-

enhanced outcome.TM J 2004;III (3) : 8)

2.2 Anatomi Sendi Temporomandibula

Sendi temporomandibula merupakan suatu sendi atau perlekatan yang bilateral

dan dapat bergerak yang menghubungkan antara mandibula dengan tulang

tengkorak.1

Sendi temporomandibula didukung oleh :1,4,14,20

1). Artikulasi tulang

Sendi temporomandibula terdiri dari persendian yang dibentuk oleh tulang,

yang terdiri dari fosa glenoidalis dan prosesus kondilaris mandibula. Prosesus

kondilaris ini berbentuk elips yang tidak rata apabila dilihat dari potongan melintang.

Sedangkan permukaan artikular dari persendian dilapisi oleh jaringan fibrokartilago

(17)

2). Diskus Artikularis

Diskus tersusun dari tiga bagian, yaitu pita posterior dengan ketebalan 3 mm,

zona intermediat yang tipis, dan pita anterior dengan ketebalan 2 mm.

3). Kapsula

Kapsula merupakan ligamen tipis yang memanjang dari bagian temporal fosa

glenoidalis di bagian atas, bergabung dengan tepi meniskus, dan mencapai bawah

leher prosesus kondilaris untuk mengelilingi seluruh sendi.

4). Ligamen

Ligamen-ligamen yang terdapat pada sendi temporomandibula yaitu ligamen

temporomandibula, ligamen sphenomandibula,ligamen stylomandibula, dan ligamen

malleolar mandibula. Ligamen tersebut berfungsi sebagai pelekat tulang dengan otot

dan dengan tulang yang lain.

5). Suplai pembuluh darah dan saraf

Suplai saraf sensoris ke sendi temporomandibula didapat dari nervus

aurikulotemporalis dan nervus masseter cabang dari nervus mandibularis. Jaringan

pembuluh darah untuk sendi berasal dari arteri temporalis superfisialis yang

(18)

Gambar (2) Sendi temporomandibula yang normal.(George A. Temporo-mandibulajoint

(TMJ)<http://members.rediff.com/dental/tmj.

html>(15 September 2009))

2.3 Etiologi

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ankilosis sendi

temporomandibula antara lain : 2,10,15

1). Trauma

Trauma merupakan penyebab utama dari ankilosis sendi temporomandibula.

Menurut Ellis, fraktur kondilar khususnya fraktur pada leher kondilar merupakan

penyebab utama terjadinya ankilosis pada sendi temporomandibula. Tetapi pada awal

tahun 1978, Laskin menguraikan beberapa faktor yang mendukung terjadinya trauma

pada mandibula sehingga mengakibatkan ankilosis yaitu :

a). Usia pasien

Pada pasien yang masih muda, kapsula belum berkembang dengan baik

sehingga memudahkan dalam terjadinya pergeseran kondilar dari fosa glenoidalis. (2

(19)

b). Tingkat keparahan trauma

Kerusakan dari kondilus, diskus dan fosa dipengaruhi oleh derajat keparahan

trauma.

c). Lokasi fraktur

Cedera pada intrakapsular mempunyai dampak yang lebih besar dalam

terjadinya ankilosis.

d). Diskus artikularis

Kontak langsung antara kondilus yang patah dengan fosa glenoidalis dapat

menyebabkan berkembangnya ankilosis.

e). Durasi immobilisasi

Laskin menyatakan bahwa meskipun percobaan untuk membuat ankilosis

buatan dengan memperpanjang waktu dari fiksasi tidak berhasil, tetapi hal ini tidak

menghilangkan peran dari durasi immobilisasi sebagai faktor etiologi.

2). Still’s disease ( Artritis kronik juvenil) dan artritis rhematoid

Kerusakan sendi secara kronik, deformitas dan terbatasnya pertumbuhan

mandibula dapat disebabkan oleh penyakit oligoarticular rheumatoid juvenil.

3). Inflamasi pada sendi

Artritis septik dan artritis tuberkulosa dapat menyebabkan ankilosis.

4). Riwayat bedah pada sendi temporomandibula

Pada pasien yang telah mengalami pembedahan pada sendi

temporomandibulanya apabila permukaan dari sendi tidak sembuh secara tepat maka

permukaan tersebut akan lebih meradang dan jaringan yang fibrotik akan melekat

(20)

5). Bedah ortognatik

Efek dari operasi bimaksiler pada kondilar telah diketahui secara jelas dimana

perubahan-perubahan pada posisi kondilar dapat mempengaruhi artikulasi dan fungsi

secara signifikan.

6).Penyebab lainnya

Ankilosis kongenital biasanya dihubungkan dengan forcep yang digunakan

pada waktu melahirkan dimana forcep tersebut menyebabkan kerusakan pada sendi

temporomandibula pada neonatus.

2.4 Klasifikasi

Terdapat beberapa klasifikasi yang dipergunakan untuk menjelaskan ankilosis

sendi temporomandibula. Topazian (1966) mengklasifikasikan ankilosis sendi

temporomandibula antara lain : 2

1) Tipe I

Perlekatan fibrous pada atau di sekitar sendi yang membatasi pergerakan kondilar.

2) Tipe II.

Pembentukan tulang antara kondilus dan fosa glenoidalis

3) Tipe III

Penyatuan leher kondilus pada fosa secara menyeluruh.

Kazanjian mengklasifikasikan ankilosis sendi temporomandibula sebagai

berikut :

1) Ankilosis murni/ ankilosis intra artikular

(21)

2) Pseudoankilosis/ ankilosis ekstra artikular

Ankilosis yang terjadi akibat penyakit yang tidak berhubungan secara langsung

dengan sendi.

Selain itu, terdapat juga klasifikasi menurut Sawhney yang

mengklasifikasikan ankilosis sendi temporomandibula antara lain : 7,11

1) Tipe I

Pembentukan tulang yang minimal, tetapi perlekatan fibrous meluas sampai di

sekitar sendi.

2) Tipe II

Terjadi pembentukan tulang khususnya pada pinggiran permukaan sendi.

3) Tipe III

Pembentukan tulang antara mandibula dengan tulang temporal.

4) Tipe IV

Digantikannya sendi dengan massa tulang.

2.5 Gejala Klinis

Gejala-gejala yang diakibatkan oleh ankilosis pada sendi temporomandibula

dapat dilihat dari aspek fungsional,estetis, dan psikologi. Ankilosis pada mandibula

dapat menyebabkan yaitu: 9

1). Keterbatasan pada pergerakan rahang

2). Berkurangnya fungsi pengunyahan

3). Keterbatasan pada pembukaan mulut

(22)

(3a) )

5). Pengucapan yang tidak jelas

6). Pertumbuhan mandibula berkurang sehingga menyebabkan bird face

7). Asimetri pada wajah apabila ankilosis terjadi hanya pada satu sisi

8). Susah bernafas dan menelan

9). Mendengkur dan susah bernafas saat tidur

10).Gigi yang tidak teratur akibat kurangnya ruang untuk erupsi komponen

gigi yang normal.

Gambar (3a) Gejala yang diakibatkan ankilosis tampak depan dan (3b) tampak samping. Martins Wd. (Report of ankylosis of the temporomandibular joint :

treatment with a temporalis muscle flap andaugmentation genioplasty. J Contemp

Dent Pract 2006:7(1):2)

Gambar (3c) Terbatasnya pembukaan mulut pada ankilosis sendi temporomandibula. (Martins WD Report of ankylosis of the temporomandibular

joint : treatment with a temporalis muscle flap and augmentation genioplasty. J Contemp Dent

Pract 2006:7(1):2) (3c)

)

(23)

2.6 Diagnosa ankilosis sendi temporomandibula

Diagnosa dari penyakit atau gangguan fungsi sendi temporomandibula

dilakukan dengan pemeriksaan riwayat pasien, pemeriksaan klinis yang hati-hati dan

terkadang membutuhkan pemeriksaan tambahan yaitu artroskopi. Diagnosa dari

penyakit atau gangguan fungsi sendi temporomandibula juga tergantung pada

ketepatan interpretasi hasil foto rontgen.1,14

2.6.1 Riwayat penyakit

Keluhan yang dirasakan oleh penderita ankilosis sendi temporomandibula

yaitu :

1) Perubahan luas pergerakan pembukaan mulut/ trismus

Pada penderita sendi temporomandibula dapat dilihat berkurangnya luas

pergerakan yang nyata, khususnya pada jarak antar insisal.

2) Perubahan oklusi

Beberapa penderita mengeluhkan perubahan pada gigitan, dimana gigi

penderita tidak terkatup secara tepat.

3) Perawatan sebelumnya

Informasi mengenai perawatan sebelumnya juga dapat membantu dalam

menegakkan diagnosa. Dilakukan pencatatan kronologi perawatan sebelumnya

khususnya perawatan bedah pada sendi temporomandibula.

2.6.2 Pemeriksaan klinis

Pemeriksaan klinis pada penderita ankilosis sendi temporomandibula dapat

(24)

1) Oklusi

Dilakukan pemeriksaan pada gigi secara menyeluruh dengan memperhatikan

faktor oklusi. Gangguan oklusi secara umum bisa langsung diperiksa.

2) Pembukaan antar insisal

Evaluasi luas pergerakan mandibula yang diukur dengan penggaris dengan

skala milimeter atau jangka.

3) Pergerakan lain

Pengukuran pergeseran secara lateral biasanya pada titik atau garis tengah

kemudian dibandingkan kesimetrisannya.

4) Deviasi

Deviasi pada mandibula sewaktu membuka mulut atau protrusi dapat

terlihat dengan jelas.

2.6.3 Radiografi

Radiografi yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa dari ankilosis

sendi temporomandibula yaitu : 6,13

1. Orthopantomograph dapat digunakan untuk melihat kedua sendi

temporomandibula sehingga dapat dibandingkan jika ankilosis hanya mengenai satu

sisi.

2. Foto TMJ transkranial dapat digunakan untuk menentukan diagnosis

perubahan yang menyangkut jaringan tulang dan adanya keterbatasan pergerakan

dengan cara membandingkan posisi prosesus kondilaris dua sisi dalam keadaan

(25)

4

3. Computed Tomography Scan (CT-scan) dapat digunakan untuk mengukur

lebar anteroposterior dan relasi sendi terhadap fosa kranio media. Selain itu, 3D

CT-scan juga dapat memberikan gambaran deformitas yang nyata.

Pada pemeriksaan radiografi, sendi temporomandibula yang terkena ankilosis

akan menunjukkan gambaran adanya kehilangan bentuk sendi yang normal dengan

penyatuan prosesus kondiloideus dan fosa glenoidalis. Dimana luasnya bervariasi dan

tergantung pada keparahan ankilosis tersebut.2,17

Gambar (4) Gambaran radiografis ankilosis pada sendi temporomandibula sebelah kanan. (Malik NA. Textbook of

oral and maxillofacial surgery.2nd Ed. 2008 : 226)

Pada tahun 1980, computed tomography scan (CT-scan) mulai diaplikasikan

pada ankilosis sendi temporomandibula. Pemeriksaan ankilosis sendi

temporomandibula dengan menggunakan CT-scan dalam arah sagital, koronal, aksial

menunjukkan terjadinya perluasan dan kepadatan massa tulang dan penebalan pada

tulang temporal di daerah glenoid. Massa ankilosis mempunyai gambaran yang khas

(26)

(5a) )

(5b) )

6

jamur. CT-scan juga dapat memberikan gambaran yang jelas ankilosis yang

disebabkan secara ekstra artikular.2,4

Gambar (5a) Gambaran CT-scan ankilosis secara aksial dan (5b)secara koronal. (Vasconcelos BCE, Bessa-nogueira RV,Cyproano RV. Treatment

of temporomandibular joint ankylosis by gap arthroplasty. Med Oral Patol

Oral Cir Bucal 2006:11:68)

Gambar (6) Gambaran ankilosis dengan 3D CT-scan. (Malik NA. Textbook of

Oral and maxillofacial surgery.2nd Ed.

2008 : 230)

2.6.4 Pemeriksaan dengan Artroskopi

Pemeriksaan ankilosis sendi temporomandibula secara diagnostik khusus

(27)

adalah suatu prosedur yang melibatkan serat optik kecil yang disisipkan kepada celah

diatas sendi sehingga memungkinkan dilakukannya pengamatan pada struktur sendi

temporomandibula serta untuk mengatasi terbatasnya akses pada sendi

temporomandibula sewaktu pembedahan. Artroskopi dapat digunakan sebagai

diagnostik dan sebagai terapi. Artroskopi secara diagnostik diindikasikan saat

pemeriksaan langsung pada sendi diperlukan untuk memastikan dugaan kelainan

klinis yang tidak mudah dipastikan dengan prosedur diagnostik yang lain.1

Pemeriksaan ini dilakukan dengan artroskop berdiameter luar 2,4 mm dan 2,7

mm dan diameter optikal 1,7 mm dan 2,4 mm. Lensa pembesar bervariasi dari

pembesaran 1 x hingga 15 x tergantung pada jarak antara obyek dan ujung artroskop.

(28)

BAB 3

GAP ARTHROPLASTY

Berbagai macam teknik bedah untuk mengoreksi ankilosis pada sendi

temporomandibula telah berkembang. Pembedahan pada sendi temporomandibula

saat ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi normal dari sendi dengan cara

mereseksi sendi yang terkena ankilosis, prosesus koronoideus, ligamen, dan

perlekatan fibrous antara tulang tengkorak dengan rahang bawah. Hal ini akan

mengakibatkan normalnya pertumbuhan dan fungsi tetapi mungkin memerlukan

berbagai perawatan untuk mencapai keberhasilan.2

Salah satu teknik yang berkembang adalah gap arthroplasty. Gap arthroplasty

untuk mengatasi ankilosis sendi temporomandibula pertama kali diperkenalkan oleh

Abbe pada tahun 1880

.

3.1 Defenisi

Istilah gap arthroplasty digunakan untuk mendeskripsikan suatu metode

perawatan ankilosis pada sendi temporomandibula dengan cara membuat celah

minimal 1 cm antara fosa glenoidalis dengan ramus mandibula dengan tujuan

mencegah kambuhnya ankilosis tanpa menempatkan substansi di antara celah

tersebut. Pembuangan tulang dilakukan dengan hati – hati dan harus menciptakan

celah baru yang adekuat. 6,10

Selain itu juga dikenal teknik interpositional gap arthroplasty yaitu suatu

(29)

minimal 1 cm antara fosa glenoidalis dengan ramus mandibula kemudian

menempatkan substansi misalnya fasia temporal dan kartilago. Gap arthroplasty

diindikasikan untuk ankilosis dengan tipe Sawhney I, II, dan III karena tidak

diperlukan pembuangan tulang yang banyak sehingga ramus menjadi pendek.

Sedangkan interpositional gap arthroplasty diindikasikan untuk ankilosis dengan tipe

Sawhney IV dimana sendi telah digantikan oleh massa tulang. Namun bila terjadi

kegagalan dalam menempatkan substansi maka dapat menyebabkan kambuhnya

ankilosis.3,23

Gambar (7). Teknik gap arthroplasty (Malik NA. Textbook of oral and

maxillofacial surgery. 2008 : 232

3.2 Keuntungan dan Kerugian

Walaupun telah banyak teknik yang dikembangkan dalam perawatan ankilosis

sendi temporomandibula, tetapi sampai saat ini tidak ada metode tunggal yang paling

efektif yang dapat memberikan hasil yang memuaskan.2,11

Teknik gap arthtroplasty juga mempunyai keuntungan dan kerugian. Menurut

(30)

sederhana sehingga waktu operasi akan menjadi singkat. Sedangkan kerugian

menggunakan teknik gap arthroplasty yaitu dapat menyebabkan pseudoartikulasi dan

ramus menjadi pendek, dan dapat meningkatkan resiko kambuhnya ankilosis.

Roychoudhury merekomendasikan pembuatan celah kira – kira 15 mm diantara fosa

glenoidalis dan mandibula, serta latihan membuka mulut untuk mencegah kambuhnya

ankilosis pada pasien dengan perawatan gap arthroplasty.8

3.3 Tujuan Perawatan

Perawatan ankilosis pada sendi temporomandibula mempunyai beberapa

tujuan yaitu:6

a. Menghilangkan massa ankilosis dan menciptakan celah sehingga sendi dapat

bergerak secara normal

b. Menciptakan sendi yang fungsional sehingga dapat memperbaiki fungsi

pengunyahan pasien, dan meningkatkan kebersihan mulut pasien.

c. Merekonstruksi sendi temporomandibula dan mengembalikan tinggi vertikal

pada ramus.

d. Mencegah kambuhnya ankilosis

e. Mengembalikan pertumbuhan wajah yang normal pada pasien.

(31)

BAB 4

PENATALAKSANAAN ANKILOSIS SENDI TEMPOROMANDIBULA

DENGAN GAP ARTHROPLASTY

Penatalaksanaan ankilosis sendi temporomandibula merupakan tanggung

jawab bersama antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut dan

maksilofasial serta spesialis tertentu dan tenaga kesehatan terkait. Meski diagnosis

awal dilakukan oleh dokter gigi umum, namun diagnosa, rencana perawatan dan

tindakan pembedahan dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut dan

maksilofasial.14

Perawatan ankilosis sendi temporomandibula umumnya dilakukan dengan

pembedahan. Perawatan terhadap ankilosis harus dilakukan ketika diagnosa terhadap

ankilosis telah ditegakkan. Pembedahan yang dilakukan lebih awal dapat

meminimalisasi terhambatnya pertumbuhan wajah.19

Tujuan perawatan ankilosis sendi temporomandibula yaitu tidak hanya untuk

merekonstruksi sendi, tetapi untuk mengembalikan fungsi sendi temporomandibula

dan mencegah kambuhnya ankilosis setelah pembedahan dilakukan, akan tetapi

perawatan ankilosis pada anak – anak dilakukan untuk menyelamatkan pertumbuhan

mandibula yang mendekati normal. Perawatan pada sendi temporomandibula juga

tergantung pada beberapa faktor, misalnya usia pasien, perluasan ankilosis, dan tipe

dari ankilosis tersebut. 2,14,17

Perencanaan pre-operatif yang dilakukan secara hati – hati, manajemen

(32)

menangani komplikasi yang akan terjadi merupakan kunci kesuksesan dalam

melakukan perawatan terhadap ankilosis sendi temporomandibula.2

4.1 Teknik Bedah

Perawatan ankilosis pada sendi temporomandibula dengan gap arthroplasty

adalah sebagai berikut : 2,5-8,11,17

1) Prosedur pembedahan dilakukan dibawah anestesi umum dengan

menggunakan intubasi melalui trakeostomi karena sulitnya intubasi secara naso dan

endotracheal. Trakeostomi dilakukan untuk menghindari terjadinya sumbatan pada

jalan nafas.

2) Dilanjutkan dengan pembuatan insisi pada daerah preaurikular. Insisi

dilakukan melalui fasia temporal superfisialis yang diretraksi di bagian anterior untuk

menghindari terjadinya cedera pada saraf fasialis.

3) Insisi pada daerah preaurikular dilakukan sehingga periosteum pada daerah

arkus zigomatikus terlihat.

4) Setelah daerah sendi terlihat dan diidentifikasi daerah yang mengalami

ankilosis dilakukan osteotomi pada massa tulang dengan menggunakan bur dan

pahat.

5) Kemudian dilakukan osteotomi pada prosesus kondiloideus dan fosa

glenoidalis sehingga terbentuk celah 10 - 15 mm antara bagian atas fosa dengan

mandibula. Bagian tulang yang tajam dihaluskan dengan bone file.

6) Irigasi dengan larutan povidon iodine dan drainase dengan larutan saline

(33)

7) Flap dikembalikan dan dijahit, kemudian dilakukan dressing pada luka

bedah.

Gambar (8) Insisi preaurikular. (Heffez LB.Peterson’s principle

of oral and maxillofacial surgery : 993)

Gambar (9). Insisi pada daerah preaurikular Gambar (10). Osteotomi untuk dilakukan menunjukkan ankilosis. mendapatkan celah.( Das UM, Keerthi (Vasconcelos BCE, Bessa-nogueira RV, R, Ashwin DP, Venkata RS, Reddy D, Cyproano RV. Treatment of temporomandi- Shiggaon N Ankylosis of temporoman-

bular joint ankylosis by gap arthroplasty. dibular joint in children. J Indian Soc

(34)

Gambar (11). Celah kira-kira 15 mm setelah dilakukan osteotomi. (Vasconcelos BCE,

Bessa-nogueira RV,Cyproano RV.Treatment

of temporomandibular joint ankylosis by gap arthroplasty. Med Oral Patol Oral Cir Bucal 2006:11:68)

4.2 Perawatan Pasca Bedah

Pasca pembedahan, pasien diberi obat – obatan yaitu antibiotik dan analgetik

yang diberikan secara intravena. Pasien harus melakukan diet lunak kemudian

dilakukan fisioterapi pada pasien. Kemudian, jahitan dibuka 1 minggu pasca

pembedahan.2

Fisioterapi pada rahang dilakukan sehari sesudah operasi untuk melatih

pergerakan sendi. Setelah prosedur operasi dilakukan dicatat tanggal pelaksanaan

operasi, jarak maksimal pembukaan rahang, dan oklusi pasien. Setelah itu, 3 - 4

minggu kemudian pasien dapat makan secara normal. Pasien melakukan evaluasi

selama 24 bulan untuk melihat jarak maksimal pembukaan rahang, komplikasi dan

(35)

4.3 Komplikasi

Komplikasi yang dapat terjadi setelah pembedahan ankilosis sendi

temporomandibula yaitu :

a. Inflamasi

b. Perdarahan karena terjadinya kerusakan pada pembuluh darah temporalis

superfisialis, pleksus pterigoideus, dan maksila internal.

c. Kerusakan pada meatus auditorius eksternus

d. Kerusakan pada fosa glenoidalis yang dapat menyebabkan perforasi ke dalam

fosa kranial media

e. Kerusakan saraf aurikulotemporalis dan saraf fasialis

f. Menyebabkan kerusakan pada kelenjar parotis

g. Open bite

h. Rekurensi yang dapat terjadi karena tidak adekuatnya celah yang telah dibuat,

(36)

BAB 5

KESIMPULAN

Sendi temporomandibula merupakan salah satu sendi yang paling penting dan

paling kompleks di dalam tubuh manusia dan merupakan satu-satunya sendi di

kepala, sehingga bila terjadi sesuatu pada salah satu sendi ini, maka seseorang

mengalami masalah yang serius.

Ankilosis sendi temporomandibula dapat didefenisikan sebagai

ketidakmampuan untuk membuka mulut akibat penyatuan jaringan fibrous atau

tulang antara kepala kondilar mandibula dengan fosa glenoidalis. Ankilosis

mandibula dapat menyebabkan berbagai masalah seperti gangguan pengunyahan,

berbicara, dan menyebabkan kebersihan mulut menjadi buruk dan dapat juga

menyebabkan asimetri pada wajah akibat gangguan pada pertumbuhan wajah yang

normal pada anak – anak.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya ankilosis yaitu trauma,

Still’s disease (artritis kronik juvenil) dan artritis rheumatoid, inflamasi pada sendi,

riwayat bedah sendi temporomandibula, bedah ortognatik dan trauma yang terjadi

pada saat melahirkan.

Ankilosis pada sendi temporomandibula dapat berupa ankilosis murni atau

ankilosis intra artikular yaitu ankilosis yang terjadi akibat perlekatan tulang atau

fibrous pada sendi dan dapat juga berupa pseudoankilosis atau ankilosis ekstra

artikular yaitu ankilosis yang terjadi akibat penyakit yang tidak berhubungan secara

(37)

Gejala-gejala yang diakibatkan oleh ankilosis pada sendi temporomandibula

dapat dilihat dari aspek fungsional,estetis, dan psikologi dan mempunyai gejala yang

hampir sama dengan keluhan pada gangguan sendi temporomandibula lainnya.

Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan radiografi untuk

menegakkan diagnosa pada ankilosis sendi temporomandibula.

Salah satu perawatan terhadap ankilosis sendi temporomandibula yaitu

dengan teknik gap arthroplasty yaitu metode perawatan ankilosis pada sendi

temporomandibula dengan cara membuat celah minimal 1 cm antara fosa glenoidalis

dengan ramus mandibula dengan tujuan mencegah kambuhnya ankilosis tanpa

menempatkan substansi di antara celah tersebut.

Penatalaksanaan ankilosis sendi temporomandibula merupakan tanggung

jawab bersama antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis bedah mulut dan

maksilofasial serta spesialis tertentu misalnya ahli anastesi dan tenaga kesehatan

terkait.

Perencanaan pre-operatif yang dilakukan secara hati – hati, manajemen

peri-operatif, perawatan pasca operasi yang dilakukan secara teratur, dan kesiapan untuk

menangani komplikasi yang akan terjadi merupakan kunci kesuksesan dalam

(38)

DAFTAR PUSTAKA

1. Wong ME, Butler D, Ried R, Gateno J. Advance oral and maxillofacial

surgery. Houston : The University of Dental Branch at Houston, 2007 : 6-9.

2. Nayak PK, Nair SC, Krishnan DG, Perciaccante VJ. Ankylosis of the

temporomandibular joint. In : Booth PW, Schendel SA, Jarg_Erich H.

Maxillofacial surgery. 2nd Ed.St. Louis : Churchill Livingstone, 2007 : 1522-36.

3. Ramezanian M, Yavary T. Comparion of gap arthroplasty and interpositional

gap arthroplasty on the temporomandibular joint ankylosis. Acta Medica

Iranica 2006:44(6):391-4.

4. Suryonegoro H. Pencitraan temporomandibular discorder: clicking.

<http://www.pdgi-online.com> ( 1 Oktober 2009).

5. Das UM, Keerthi R, Ashwin DP, Venkata RS, Reddy D, Shiggaon N.

Ankylosis of temporomandibular joint in children. J Indian Soc Pedod Prevent

Dent 2009:27(2):116-20.

6. Malik NA. Textbook of oral and maxillofacial surgery.2nd Ed. New Delhi:

Jaypee Brothers Medical Publisher (P) Ltd, 2008 : 226,229-33,237-39.

7. Vasconcelos BCE, Porto GG, Bessa-nogueira RV. Temporomandibular joint

ankylosis. Rev Bras Otorrinolsringol 2008:74(1):34-8.

8. Vasconcelos BCE, Bessa-nogueira RV,Cyproano RV. Treatment of

temporomandibular joint ankylosis by gap arthroplasty. Med Oral Patol Oral

(39)

9. George A. Ankylosis of (TMJ) temporomandibular joint.

<http://faciomaxillary.tripod.com/ankylosis.html> ( 15 September 2009)

10.Riden K. Key topics in oral and maxillofacial surgery. Oxford : BIOS

Scientific Publishers Ltd, 1998 : 422-3

11.Vasconcelos BC, Porto GG, Bessa-Nogueira RV, Nascimento MMM.

Surgical treatment of temporomandibular joint ankylosis: follow-up of 15 cases and literature review. Med Oral Patol Oral Cir Bucal 2009:14(1):34-8.

12.Purkait Sk. Essential of oral pathology. 2nd Ed. New Delhi : Jaypee Brothers

Medical Publishers (P) Ltd, 2000 : 394-5.

13.Pedersen GW. Buku ajar praktis bedah mulut. Alih bahasa. Purwanto,

Basoeseno. Jakarta : EGC, 1996 : 293-324.

14.William G. A textbook of oral pathology. 4th ed. Jepang : W.B Saunders

Company,1984 : 705.

15.Laskin DM. Temporomandibular joint disorders. In: Cummings CW et all.

Otolaryngology head & neck surgery volume 2. 4th ed. Philadelphia : Elsevier Mosby, 2005 :1560-3.

16.David DJ,Abbot JR, Jay M, Nugent MAC, Cantrell SB. Deformities. In :

David DJ, Simpson DA. Craniomaxillofacial trauma. Edinburgh : Pearson

Professional Ltd, 1995 : 597-605.

17.Wright EF. Manual of temporomandibular disorders. India : Blackwell

(40)

18.Martins Wd. Report of ankylosis of the temporomandibular joint : treatment

with a temporalis muscle flap andaugmentation genioplasty. J Contemp Dent

Pract 2006:7(1):125-133.

19.George A. Temporomandibular joint (TMJ).

<http://members.rediff.com/dental/tmj.html> (15 September 2009)

20.Sanghai S. A concise textbook of oral and maxillofacial surgery. New delhi :

Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd, 2009: 201-2,204,206-9,211.

21.Dollar JV. Educated patient – enhanced outcome. TM J 2004;III (3) : 8.

22.Heffez LB. Surgery for internal derangements of the temporomandibular joint.

In : Miloro M, Peterson’s principle of oral and maxillofacial surgery. 2nd Ed.

London : BC Decker Inc, 2004 : 993.

23.Ansari SR et all. Gap arthroplasty versus interpositional arthroplasty in the

management of temporomandibular joint ankylosis. J Postgrad Med Inst

(41)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Loviora Triesti

Tempat/ Tanggal Lahir : Bengkalis/ 15 September 1988

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Alamat : Jln. Universitas No. 46 A Medan

Orangtua

Ayah : Drs. H. Rusli Alhamidi

Ibu : Hj. Atmi MS

Alamat : Jln. Gabus No. 16 Pekanbaru

Riwayat Pendidikan

1. 1992-1994 : TK Pertiwi, Natuna

2. 1994-2000 : SD Negeri 029, Pekanbaru

3. 2000-2003 : SLTP Negeri 1, Pekanbaru

4. 2003-2006 : SMA Negeri 1, Pekanbaru

Gambar

Gambar
Gambar (3a) Gejala yang diakibatkan ankilosis tampak depan dan (3b) tampak samping. Martins Wd
Gambar (5a)  Gambaran CT-scan Oral Cir Bucal 2006:11:68)of temporomandibular joint ankylosis by gap arthroplasty
Gambar (9). Insisi pada daerah preaurikular    Gambar (10).  Osteotomi            untuk dilakukan          menunjukkan       ankilosis

Referensi

Dokumen terkait

HP. +62 819 3171 8989 PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA dikhususkan untuk yang suka tirakat, dzikir dan wirid. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA merupakan rajanya Ilmu Hikmah, Rajanya Ilmu-ilmu gaib, Rajanya ilmu Khodam, Rajanya Ilmu Pengasihan, Rajanya Ilmu Penghusada, Rajanya ilmu Tabib. Melalui media yang sudah dirancang secara khusus untuk pengijazahan Program Ilmu Mahkota Raja maka anda akan menjadi manusia Linuwih, Digdaya, Paranormal mumpuni, Spiritualis Tangguh, Pendekar sakti, Penyembuh yang handal. Ketangguhan Program Ilmu Mahkota Raja dimiliki tanpa melalui bertapa. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA adalah gabungan ilmu-ilmu kesaktian , gabungan ilmu-ilmu pengasihan, gabungan ilmu-ilmu penyembuhan tingkat tinggi yang sangat luar biasa dahsyat, lnagka warisan para ulama ahli hikmah dan pendekar- pendekar sakti jaman dahulu. program ilmu mahkota raja PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA dapat dimanfaatkan kapan saja, dimana saja, untuk dapat dipergunakan selamanya tanpa efek samping. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA akan membawa pengaruh baik luar biasa, dapat menuntaskan masalah - masalah kehidupan seperti masalah dengan suami / istri, masalah kehidupan yang berhubungan dengan ekonomi, AURA, PENGASIHAN, PENGOBATAN, PENGLARISAN, KESAKTIAN/KEJADUGAN, dll sehingga cepat tercapai segala hajat / cita - cita, keinginan, dll. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA mencakup keilmuan antara lain : - ILMU PANGLIMUNAN Ilmu untuk menghilang dari pandangan orang-orang yang berniat jahat/mencelakakan. - ILMU MELACAK PENCURI - ILMU HAJAT AGUNG INSYA ALLOH UNTUK SEGALA HAJAT, PENGASIHAN, PISAHKAN PIL/WIL, MENYATUKAN DUA HATI MENUNDUKKAN ORANG LAIN, PENGARUHI ORANG LAIN - ILMU MENDATANGKAN REZEKI HALAL DARI ALAM NYATA INSYA ALLOH AKAN DIBERI REZEKI YANG BERLIMPAH DAN BERKAH, JIKA SEDANG MEMBUTUHKAN MODAL ATAU BANYAK HUTANG INSYA ALLOH SEGERA MENDAPAT JALAN KELUAR. - ILMU TRAWANGAN Menembus dimensi alam ghaib - ILMU PENGASIHAN PANCER SUKMO - ILMU MEDIUMISASI Dialog dengan JIN yang merasuki tubuh manusia - ILMU MENGUNDANG DAN DIALOG DENGAN PENUNGGU KHODAM ASMAK - ILMU MENARIK PUSAKA-PUSAKA - ILMU DIALOG DENGAN KHODAM PENUNGGU PUSAKA - ILMU MERAGA SUKMA Melalang jagad kealam gaib, wisata alam gaib - MEDAR SUKMO Mengeluarkan kembaran diri untuk niat kebaikan - ILMU KOMUNIKASI DENGAN JIN PENUNGGU TEMPAT-TEMPAT ANGKER/KERAMAT - ILMU MENDATANGKAN DAN KOMUNIKASI DENGAN MAKLUK HALUS - ILMU MENJUMPAI DAN BERGURU KEPADA NABI KHIDIR - ILMU MENJUMPAI DAN BERGURU KEPADA KANJENG SUNAN KALIJOGO - ILMU PENCAK SILAT GOIB -ILMU MELIHAT AURA - ILMU PUTER GILING - ILMU KANURAGAN PAMUNGKAS Insya Alloh selamat dari serangan senjata tajam - ILMU KLONTONG WESI sejenis ilmu kebal setara dengan ilmu baju besi - ILMU TENAGA DALAM HIKMAH NUR ILLAHI Untuk meningkatkan Power diri, keselamatan, proteksi badan, kosongkan tenaga lawan, pukulan jarak jauh, tolak santet, tenung, guna-guna, untuk kharisma dan wibawa. - ILMU TENAGA DALAM BIOLISTRIK Insya Alloh berguna untuk meningkatkan seluruh daya metafisik, bangkitkan kekuatan jati diri, dan segala niat tenaga dalam. - ILMU TENAGA DALAM ASMAK GATOT KACA Untuk keselamatan, kekebalan, beladiri, pagar badan - ILMU TENAGA DALAM ASMAK JOKO TINGKIR UNTUK KESELAMATAN, KEKEBALAN, BELADIRI, PAGAR BADAN - ILMU PAWANG HUJAN/ HALAU MENDUNG - ILMU PENGHUSADA PANCAR ENERGI HOLISTIK - ILMU MEMBAKAR JIN/ MENGUSIR JIN - ILMU PENGOBATAN VERSI KHODAM UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT MEDIS DAN NON MEDIS. - ILMU PUKULAN HAEBAH NABI MUSA HATI-HATI MENGGUNAKAN PUKULAN ANDA, KARENA ORANG YANG KENA PUKULAN ANDA BISA PINGSAN ATAU REMUK TULANGNYA - ILMU MEMINJAM KESAKTIAN TOKOH-TOKOH SAKTI JAMAN DULU - ILMU MENYERAP ENERGI AIR - ILMU MENYERAP ENERGI MATAHARI - ILMU MENYERAP ENERGI BUMI - ILMU MENYERAP ENERGI BINTANG - ILMU GETARAN TANGAN UNTUK MENINGKATKAN GETARAN, KEPEKAAN, INDRA KEENAM/ MATA BATHIN - ILMU TOLAK SANTET, TENUNG - ILMU PREDIKSI - ILMU MEMINDAH KHODAM PENUNGGU PUSAKA - ILMU INTI PUKULAN JARAK JAUH UNTUK DEMO TENAGA DALAM, DAN LATIHAN TENAGA DALAM PANTUL - ILMU ASMAK PENGASIHAN MEDIA ROKOK. - ILMU PEMAGARAN GHAIB MULTI FUNGSI - ILMU RAHASIA SURAT AR-ROKHMAN ILMU BERGUNA UNTUK MELUNAKAN HATI ORANG-ORANG YANG KERAS DAN HOBI BERBUAT MAKSIAT AGAR INSYAF KEMBALI KEJALAN YANG BENAR - ILMU MERUKUNKAN KELUARGA DAN MENYATUKAN DUA HATI - ILMUPENYEMBUHAN BEDAH METAFISIKA. - ILMU ASMAK PENGASIHAN JANUR KAROMAH - ILMU PENGSIHAN SEMAR MESEM - ILMU PENGASIHAN MAHKOTA SHOLAWAT - ILMU PENGASIHAN ISMOYO - ILMU PENGASIHAN NABI YUSUF - ILMU MEMBUAT AIR PENYEMBUHAN - ILMU PENGASIHAN JARAN GOYANG - ILMU PENGASIHAN SEMAR KUNING - ILMU PENGASIHAN MEDIA MINYAK RAMBUT - ILMU THORIQOH SAPU JAGAD INSYA ALLOH KAYA HARTA, KAYA HATI, KAYA ILMU, CUKUP SANDANG PANGAN, MUDAH REZEKINYA, HATI TENANG, IMAN KUAT, HILANG RASA GELISAH DLL. - ILMU PENARIK TAMU/ PEMBELI/PELANGGAN/RELASI BISNIS - ILMU PENGHUSADA NUR SYIFA - ILMU RUWATAN/ BUANG SIAL - RESEP-RESEP PENGOBATAN DENGAN MEDIA RAMUAN. DIANTARANYA UNTUK PENYAKIT: JANTUNG,LIVER, ASAM URAT, AMANDEL, KANKER, KENCING BATU, PARU-PARU, DARAH TINGGI,SUSAH MELAHIRKAN, MEMAR-MEMAR,SALAH URAT/TERKILIR, BENGKAK-BENGKAK/BERI-BERI, IMPOTENSI/ LEMAH SAHWAT, KENCING MANIS, TELINGA TULI, TELINGA BERNANAH SAKIT KEPALA, GATAL-GATAL, GONDONG, BATUK, BATUK BERDARAH, SAKIT MATA (KATARAK, PLUS, MINUS, SILINDRIS DLL) - ILMU PENGHUSADA MEMBUAT PIL-PIL PENYEMBUHAN - ILMU RAHASIA MEMBUAT UANG ASMAK - ILMU MAHABBAH PEMIKAT SUKMA - ILMU MELEBUR PELET BERGUNA UNTUK MENGOBATI ORANG YANG KENA ILMU PELET - dll PERTANYAAN KONSULTASI DAN PEMESANAN HUBUNGI BAPAK USTADZ HABIB CALL/WA : 0819 3171 8989 SARANA PENGIJAZAHAN DAN PETUNJUK LENGKAP KAMI KIRIM VIA Jasa pengiriman khusus TERCATAT/ RAHASIA tercepat sampai alamat saudara. Program Ilmu Mahkota Raja sudah pernah diajarkan ke wilayah berikut ini : Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Serang, Semarang, Pekalongan, Batang, Kendal, Yogyakarta, Surabaya, Madiun, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Mamuju, Palu, Kendari, Makassar, Gorontalo, Ambon, Ternate, Kota Manokwari, Jayapura, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura,Thailand, Timor Leste,Kamboja, Laos,Vietnam,India, Bangladesh, Pakistan, Jepang, Taiwan, RRC, Korea, Mongolia, Amerika Serikat, Kanada, Panama, Puerto Rico , Brasil, Peru, Suriname, Nigeria, Togo, Zimbabwe, Botswana, Afrika Selatan, Ethiopia, Malawi, Kongo, Gabon, Kamerun, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Irlandia, Swis, Austria, Italia, Portugal, Monaco, Spanyol, Romania, Denmark, New South Wales, Tasmania,Dakar, dll SEKARANG GILIRAN ANDA UNTUK MEMILIKINYA. Rasakan manfaatnya sendiri secara langsung Hubungi kami melalui Kontak resmi WA : +62 819 3171 8989 PERMOHONAN Program Ilmu Mahkota Raja Hubungi : Ustadz Habib Alamat: Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia Kontak Resmi WA: +62 819 3171 8989 Merasa jauh bisa jarak jauh. (TIDAK BUKA CABANG) Bisa dalam negeri dan luar negeri . Kami memberikan garansi keaslian, bimbingan, pembinaan, memberi pengarahan, pendampingan, petunjuk dan memberikan solusi terbaik secepat mungkin, juga konsultasi. PERHATIAN : Hati - hati !!! terhadap oknum yang mengatasnanamakan Guru Ilmu Mahkota Raja . Kontak Resmi hanya yang tertera di laman ini. Hati - hati !!! mempelajari keilmuan tanpa adanya pengijazahan dari guru atau praktisi yang tepat karena akan berakibat buruk terhadap kejiwaan Anda.