• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada PT.Prudential Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada PT.Prudential Medan"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH KEMAMPUAN WIRAUSAHA TERHADAP

PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDU PADA

PT. PRUDENTIAL MEDAN

OLEH:

JUNJUNGAN DIONISIUS RICARDO PAKPAHAN 080521180

PROGRAM STUDI STRATA I MANAJEMEN EKSTENSI DEPARTEMEN EKONOMI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. N a m a : Junjungan Dionisius Ricardo Pakpahan.

2. N I M : 080521180.

3. Tempat, tanggal lahir : Medan, 17 Agustus 1987.

4. A g a m a : K a t o l i k.

5. Kebangsaan : Indonesia.

6. S t a t u s : Belum Kawin.

7. Orang tua :

7.1. Ayah : Ir. Togap Wilfried Lodewijk Pakpahan.

7.2. Ibu : Dra. R. M. N. Nainggolan (+).

8. Pendidikan :

8.1. 1992-1993 : Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita USU Medan.

8.2. 1993-1999 : S.D. Santo Antonius V-VI Medan, lulus.

8.3. 1999-2002 : S.M.P. Budi Murni 2 Medan, lulus.

8.4. 2002-2005 : S.M.A. Cahaya Medan, lulus.

8.5. 2005-2008 : Politeknik Negeri Medan Jurusan Administrasi Niaga,

lulus.

8.6. 2008-sekarang : Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, Jurusan

(3)

ABSTRAK

Pengangguran bukanlah hasil sebuah pilihan untuk tidak bekerja, tetapi akibat dari semakin sulitnya mendapat pekerjaan, terutama di kota-kota besar. Pengangguran merupakan masalah ketenagakerjaan yang patut mendapat perhatian pemerintah. Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk berusaha agar tetap hidup layak di masyarakat.

Berwirausaha merupakan salah satu jalan keluarnya. Wirausaha adalah orang yang memiliki, mengelola dan melembagakan usahanya. Hal-hal yang mendorong seseorang memilih karir sebagai wirausaha, dapat diketahui melalui penilaian kepribadian khususnya pengalaman dan latar belakangnya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada PT Prudential Medan. Wirausaha dalam hal ini adalah semangat yang ada pada agen asuransi PT Prudential Medan yang meliputi Kreatif, Inovatif, dan Berani. Karir dalam dalam hal ini adalah urutan aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut. Sedangkan Pengembangan karir adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan jenjang atau status seseorang dalam pekerjaannya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dijelaskan bahwa Pengembangan Karir (Y) seorang agen asuransi PT Prudential dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor internal yang ada dalam wirausaha terbagi menjadi 3 komponen, Kreatif (X1 ), Inovatif (X2), dan Berani (X3). Adapun keluarga,

ekonomi, dan sosial budaya termasuk faktor eksternal yang ikut mempengaruhi namun tidak diteliti. Variabel X 1, X2, X3 adalah variabel yang tidak saling

berhubungan, namun secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Pengembangan Karir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Populasi penelitian adalah agen asuransi PT Prudential Medan. Sampel yang diambil sejumlah 30 orang agen asuransi PT Prudential yang aktif dengan mengunakan metode purposive random sampling sedangkan angket disebarkan dengan pertanyaan tertutup dengan mengunakan skala likert. Pengolahan dan analisis data menggunakan bantuan software SPSS 17 for Windows yaitu model Analisis Regresi Logistik.

(4)

ABSTRACT

Unemployment actually is not a choice for someone to be jobless, but caused getting job very hard particularly in big cities. Unemployment is matters pertaining to man power that must be handled by government. The limited field of work make people fine another way to survive well in their community.

Entrepreneurship is one of the ways out of the cases. Entrepreneur is a person who owns, manages and institutionalize their initiatives. Things that influences someone to choose a career as entrepreneur can be found by evaluating his/her personality, particularly his/her own related experience and background to find his/her skills and competence.

The objective of this analytic observasional study was to identify the influence of entrepreneurship on individual’s career development on PT Prudential in Medan. Entreprenurship, in this case is the spirit of the agents of PT Prudential Insurance Medan involving creativity, inovation and braveness. In this case, career is the activity sequence relating to work, behaviour, values, and aspiration of a person as long as his/her life, while career development as a condition that shows there is a raising in someone’s level of career.

Based on that background can be explained that career development (Y) an insurance of PT Prudential is influenced of 2 factors, namely internal and external factor. Internal factor in entrepreneurship is divided in 3 components, creative (X1),

inovative (X2), and brave (X3). While family, economics, and cultural social are the

external factor influences it but they are not researched. Variabel X1, X2, X3 are

unrelated variabel, influence the career development altogether. This is the kind the objective of analytic observasional study. The population of the study is the insurance agents of PT Prudential in Medan. This sample was taken from the 30 active insurance agents by using the method of purposive random sampling while questionnaire was distributed in closed question using Likert Scale. The tabulation and data analysis using software SPSS 17 for windows, Logistics Regression Analysis Model.

Variabel influence of entrepreneur skill on career development has a tight relation namely 90.50 %. R Square 0.819 means that entrepreneur skill influences the career development 81.9 %. Variabel independence influences career development positively and significantly. This can be seen from significance value for innovative (p = 0.000), for creative (p = 0.003) and for brave (p = 0.040). All variabels are less than 0.050.

(5)

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati penulis memanjatkan puji dan syukur kepada

Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus atas segala kasih, berkat dan karuniaNya

sehingga penulis dapat menyelesaikan dan mempersembahkan skripsi ini sebagai

salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada Departemen Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, tidak luput

dari kekurangan karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena

itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun sehingga

tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Penulis mempersembahkan skripsi ini kepada ayahanda tercinta Ir. Togap

Wilfried Lodewijk Pakpahan sebagai ucapan terima kasih dan rasa hormat, yang telah banyak memberikan motivasi, nasehat, bantuan, kasih sayang, dan terutama

doanya yang telah menuntun hidup penulis, dan juga kepada ibunda tercinta Alm.

Dra. R. M. Novalina Nainggolan (+) telah menjadi panutan dan berkat bagi penulis. Selama masa perkuliahaan hingga penulisan skripsi ini, penulis telah banyak

mendapatkan bimbingan, nasehat, dan dorongan dari berbagai pihak. Pada

kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang

(6)

1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, S.E., M.Ec., Ak., M.Si selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

2. Dr. Isfenti Sadalia S.E., M.E., selaku Ketua Departemen Manajemen.

3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si., selaku Sekretaris Departemen Manajemen yang

selalu mendorong dan memajukan mahasiswa/i

4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini S.E., M.Si, selaku Ketua Program Studi Manajemen

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Prof. Dr. Prihatin Lumban Raja S.E., M.Si selaku dosen pembimbing yang

telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam penulisan skripsi ini.

4. Ibu Dr. Sitti Raha Agoes Salim M.Sc selaku dosen pembaca nilai pada skripsi ini.

5. Seluruh staff pengajar dan pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera

Utara.

6. Keluarga intiku Grace Patricia Yosephine Pakpahan, Kevin Sebastianus

Parlindungan Pakpahan, Abed Vincentius Pakpahan, Nego Lambertus

Pakpahan, Edgar Valentinus Pakpahan, Winona Brina Pakpahan, Calista Ariadne

Pakpahan, Manota Aryajani Nainggolan, Chika Gabriela Nainggolan, Inka

Nainggolan, Intan Miranda Nainggolan, Maraden Naek Nainggolan, Nadila

Nainggolan, Nabila Nainggolan, Jessika Nainggolan, Olga Nainggolan, Graciela

Nainggolan, Bianca Hasiandra Naipospos, Patrik Sidabutar, Lorenzo Sidabutar,

(7)

Limbong, Medina Christina Simanjuntak, Desi Natalia Simanjuntak, Franklin

Simanjuntak, Frans Holander Simanjuntak, Rumata Anastasia Simanjuntak,

7. Keluarga besarku dari pihak Ayahanda dan Ibunda (Ompung N.H.B.br

Hutabarat, Tulang/Nantulang, Amanguda/Inanguda, Amangboru/Namboru,

Uda/Tante, dan sepupu-sepupuku).

8. Teman-teman seperjuangan di Departemen Manajemen khususnya Apriansyah

Nasution, Ina Novita Nasution, Henrik Sihotang,

9. Sahabat-sahabatku Simon Sitepu, Amsal Tarigan, Davin Ginting, Andrika Tarigan

Benediktus Sinaga, Marton Silalahi, Julwanri Munthe, Rosahat Simbolon yang

telah memberikan dorongan bagi penulis.

10. Pimpinan PT. Prudential Life Assurance Medan, beserta seluruh Manager

khususnya Ibu Christina Pakpahan SE., M.BA yang telah membantu penulis

dalam pengadaan data dan informasi yang berkaitan dengan penyusunan

skripsi ini.

Penulis tidak dapat membalas segala kebaikan yang penulis terima, kiranya

Tuhan Yang Maha Esa yang akan memberikan berkat dan karuniaNya kepada kita

semua.

Medan, Mei 2014. Penulis,

(8)

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I. PENDAHULUAN... . 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 12

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 13

1.3.1. Tujuan Penelitian ... 13

1.3.2. Manfaat Penelitian ... 13

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA... ... 14

2.1. Kewirausahaan (Entrepreneurship) ... 14

2.2. Karir ... 23

2.2.1 Pengertian Karir ... 23

2.2.2. Pengembangan Karir...25

2.2.3. Manfaat Pengembangan Karir...28

2.3. Penelitian Terdahulu... ... 29

2.4. Kerangka Konseptual... 31

2.5. Hipotesis...35

BAB III. METODE PENELITIAN... ... 36

3.1. Jenis Penelitian ... 36

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ... 36

3.3. Batasan Operasional ... 36

3.4. Defenisi Operasional ... 37

3.5. Skala Pengukuran Variabel ... 39

3.6. Populasi dan Sampel ... 39

3.7. Jenis Data ... 41

3.8. Metode Pengumpulan Data ... 41

3.9. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ... 42

3.9.1. Uji Validitas... . 43

(9)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN... ... 52

4.1. Gambaran Umur Perusahaan...52

4.1.1. Sejarah Ringkas... 52

4.1.2. Tugas dan Wewenang Perusahaan...54

4.2. Hasil Penelitian ... 56

4.2.1 Analisis Deskriptif ... 56

4.2.1.1 Analisis Deskritif Responden... ... 56

4.2.1.2 Analisis Deskriptif Variabel...59

4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 67

4.2.2.1.Uji Normalitas... ... 67

4.2.2.2.Uji Multikolinieritas...70

4.2.2.3.Uji Heterokedastisitas... .. 72

4.2.2.4.Uji Autokorelasi... 73

4.2.2.5.Analisis Regresi Linear Berganda... ... 74

4.2.2.6.Pengujian Hipotesis... 77

4.3 Pembahasan ... 85

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN... ... 96

5.1. Kesimpulan ... 96

5.2. Saran ... 96

DAFTAR PUSTAKA ... 97

(10)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008-2012... 1

1.2. Perkembangan Produk Unggulan P.T Prudential... 12

2.1. Ciri-Ciri dan Watak Kewirausahaan... 19

3.1. Operasionalisasi Variabel Penelitian... 38

3.2 Instrument Skala Likert... 39

3.3 Uji Validitas Variabel Independen... 44

3.4. Uji Validitas Variabel Dependen... 45

3.5 Reliability Statistics Variabel Independen... 47

3.6 Reliability Statistics Variabel Dependen... 47

4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 57

4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur... 58

4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja... 59

4.4 Distribusi Jawaban Responden Tentang Inovatif... 60

4.5 Distribusi Jawaban Responden Tentang Kreatif... 61

4.6 Distribusi Jawaban Responden Tentang Berani... 64

4.7 Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengembangan Karir.. 65

4.8 Uji Kolmogorv-Smirnov... 70

4.9 Uji Multikolinieritas... 71

4.10 Hasil Uji Gleijser... 73

4.11 Uji Autokorelasi... 74

4.12 Variables Entered/Removed... 75

4.13 Uji Regresi Linier Tiap Indikator ... 75

4.14 Hasil Uji F... 79

4.15 Hasil Uji t Pada Tiap Indikator... 82

4.16 Hasil Uji t Pada Variabel Kemampuan Wirausaha... 83

(11)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1. Pengembangan Karir Organisasional ... 26

2.2 Kerangka Konseptual... ... 35

4.1 Histogram... ... 68

4.2 Pengujian Normalitas P-P Plot... ... 69

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

(13)

ABSTRAK

Pengangguran bukanlah hasil sebuah pilihan untuk tidak bekerja, tetapi akibat dari semakin sulitnya mendapat pekerjaan, terutama di kota-kota besar. Pengangguran merupakan masalah ketenagakerjaan yang patut mendapat perhatian pemerintah. Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk berusaha agar tetap hidup layak di masyarakat.

Berwirausaha merupakan salah satu jalan keluarnya. Wirausaha adalah orang yang memiliki, mengelola dan melembagakan usahanya. Hal-hal yang mendorong seseorang memilih karir sebagai wirausaha, dapat diketahui melalui penilaian kepribadian khususnya pengalaman dan latar belakangnya.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada PT Prudential Medan. Wirausaha dalam hal ini adalah semangat yang ada pada agen asuransi PT Prudential Medan yang meliputi Kreatif, Inovatif, dan Berani. Karir dalam dalam hal ini adalah urutan aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut. Sedangkan Pengembangan karir adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan jenjang atau status seseorang dalam pekerjaannya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dijelaskan bahwa Pengembangan Karir (Y) seorang agen asuransi PT Prudential dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Internal dan faktor Eksternal. Faktor internal yang ada dalam wirausaha terbagi menjadi 3 komponen, Kreatif (X1 ), Inovatif (X2), dan Berani (X3). Adapun keluarga,

ekonomi, dan sosial budaya termasuk faktor eksternal yang ikut mempengaruhi namun tidak diteliti. Variabel X 1, X2, X3 adalah variabel yang tidak saling

berhubungan, namun secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Pengembangan Karir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Populasi penelitian adalah agen asuransi PT Prudential Medan. Sampel yang diambil sejumlah 30 orang agen asuransi PT Prudential yang aktif dengan mengunakan metode purposive random sampling sedangkan angket disebarkan dengan pertanyaan tertutup dengan mengunakan skala likert. Pengolahan dan analisis data menggunakan bantuan software SPSS 17 for Windows yaitu model Analisis Regresi Logistik.

(14)

ABSTRACT

Unemployment actually is not a choice for someone to be jobless, but caused getting job very hard particularly in big cities. Unemployment is matters pertaining to man power that must be handled by government. The limited field of work make people fine another way to survive well in their community.

Entrepreneurship is one of the ways out of the cases. Entrepreneur is a person who owns, manages and institutionalize their initiatives. Things that influences someone to choose a career as entrepreneur can be found by evaluating his/her personality, particularly his/her own related experience and background to find his/her skills and competence.

The objective of this analytic observasional study was to identify the influence of entrepreneurship on individual’s career development on PT Prudential in Medan. Entreprenurship, in this case is the spirit of the agents of PT Prudential Insurance Medan involving creativity, inovation and braveness. In this case, career is the activity sequence relating to work, behaviour, values, and aspiration of a person as long as his/her life, while career development as a condition that shows there is a raising in someone’s level of career.

Based on that background can be explained that career development (Y) an insurance of PT Prudential is influenced of 2 factors, namely internal and external factor. Internal factor in entrepreneurship is divided in 3 components, creative (X1),

inovative (X2), and brave (X3). While family, economics, and cultural social are the

external factor influences it but they are not researched. Variabel X1, X2, X3 are

unrelated variabel, influence the career development altogether. This is the kind the objective of analytic observasional study. The population of the study is the insurance agents of PT Prudential in Medan. This sample was taken from the 30 active insurance agents by using the method of purposive random sampling while questionnaire was distributed in closed question using Likert Scale. The tabulation and data analysis using software SPSS 17 for windows, Logistics Regression Analysis Model.

Variabel influence of entrepreneur skill on career development has a tight relation namely 90.50 %. R Square 0.819 means that entrepreneur skill influences the career development 81.9 %. Variabel independence influences career development positively and significantly. This can be seen from significance value for innovative (p = 0.000), for creative (p = 0.003) and for brave (p = 0.040). All variabels are less than 0.050.

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Selama tiga dasawarsa perekonomian Indonesia mengalami perkembangan

yang sangat pesat yang pada akhirnya terpuruk diterjang krisis moneter yang

berkepanjangan. Krisis moneter yang terjadi menunjukkan bahwa Indonesia belum

mempunyai ketanggguhan dalam perekonomian. Sektor riil yang selama ini menjadi

andalan sumber penerimaan negara seolah-olah berhenti, para pelaku ekonomi

baik pemerintahan (BUMN), sektor swasta (perusahaan-perusahaan swasta) dan

koperasi banyak yang tidak lagi bisa bangkit untuk menjalankan usahanya.

Krisis ekonomi yang dimulai pada pertengahan tahun 1997 mengakibatkan

kondisi perekonomian menjadi buruk. Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5

(lima) tahun terakhir yakni dari tahun 2008 sampai dan dengan tahun 2012 dapat

dilihat pada Tabel 1.1 berikut:

Tabel 1.1:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008-2012

Sumber: Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2008; Tahun 2009; Tahun 2010; Tahun 2011; Tahun 2012. Bank Indonesia.

NO. TAHUN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA (%)

1. 2008 6,10

2. 2009 4,50

3. 2010 6,10

4. 2011 6,50

(16)

Dari Tabel 1.1 di atas dapat kita lihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia

selama 5 (lima) tahun terakhir berfluktuasi. Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi

pada tahun 2011 yakni sebesar 6,50 % yang kemudian menurun pada tahun 2012

menjadi sebesar 6,20 %. Sejak tahun 1996 pendapatan per kapita sebesar US$

1124,16 menurun hingga US$ 459,23 pada tahun 1998 kemudian naik pada tahun

1999 menjadi US$ 664,74 meningkat terus hingga US$ 3494,60 pada tahun 2011.

Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1996

tidak saja melumpuhkan dunia usaha, tetapi juga menggoyahkan sendi-sendi

kesejahteraan masyarakat luas. Dunia kerja menjadi kian sempit, sementara

masyarakat yang membutuhkan pekerjaan terus meningkat.

Kondisi tersebut menghasilkan banyak tenaga kerja kehilangan pekerjaan

karena diberhentikan agar biaya yang harus dikeluarkan perusahaan dapat ditekan.

Sebagian dari pekerja tersebut mungkin saja beralih bekerja ke perusahaan lain atau

membuka usaha baru dengan keterampilan yang dimilikinya, namun sebagian dari

mereka belum pasti mendapat keuntungan yang sama. Hal ini berakibat pada

peningkatan jumlah pengangguran. Pengangguran yang pada tahun 1997 hanya

(17)

naik menjadi 5,4% tahun 1998. Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS)

menyebutkan,sekitar 1,4 juta orang kehilangan pekerjaan di sektor formal,

Sementara pada sektor non formal menjadi 57,3 juta orang pada tahun 1998 (Feri

Dhanu Setyawan dalam Riyanti, 2003:2).

Adanya pengangguran dalam anggota keluarga berarti masalah bagi anggota

keluarga yang lain. Sebab, mereka terpaksa menanggung beban hidup anggota

keluarga yang menganggur. Secara luas, ini juga berarti pengangguran yang

disebabkan ketiadaan lapangan kerja akhirnya menjadi beban tanggungan

masyarakat juga. Pengangguran ini bukanlah hasil sebuah pilihan untuk tidak

bekerja, tetapi akibat dari semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan, terutama di

kota-kota besar.

Masyarakat yang tinggal di perkotaan sering mengharapkan mendapat

pekerjaan formal di kantor-kantor, baik pemerintah maupun swasta. Namun, justru

sektor seperti itulah yang pada masa-masa ini paling merasakan dampak krisis

ekonomi yang berkepanjangan. Konsekwensinya adalah efisiensi tenaga kerja

dengan sedikit menyerap tenaga kerja baru.

Pada tahun 1996 tingkat pengangguran masih 4,9 persen, dua tahun setelah

krisis naik menjadi 6,3 persen, lalu naik lagi menjadi 8,1 persen pada tahun 2001.

Setahun kemudian angka pengangguran merangkak naik menjadi 9,1 persen yang

(18)

angkatan kerja. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga

memperkirakan pada tahun 2004 jumlah angkatan kerja akan mencapai 102,88 juta

orang, termasuk angkatan kerja baru 2,10 juta orang (Sukernas-BPS 2002).

Lapangan kerja yang terbatas membuat orang mencari jalan untuk bertahan

hidup agar dapat hidup layak. Oleh karena itu untuk menumbuhkan perilaku

wirausaha pada masyarakat luas khususnya para pencari kerja akan sangat penting

dan strategis bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang bermutu,

memiliki kejelian dalam menciptakan peluang usaha sendiri yang kreatif dan tetap

proaktif mengembangkan usaha tanpa meninggalkan potensi lokal dalam

menghadapi pasar global.

Berwirausaha merupakan satu alternatif jalan keluar terbaik. Wirausaha

adalah orang yang memiliki dan mengelola serta menjalankan usahanya. Wirausaha

didefinisikan sebagai orang yang memiliki gagasan (idea man) dan manusia kerja

(Man of action) sering dikaitkan orang yang inovatif atau kreatif (Holt, 2000:85).

Orang yang mendorong perubahan sangat penting dalam menemukan

kemungkinan-kemungkinan baru. Wirausaha adalah orang yang suka mengambil

resiko dan mampu mengembangkan kreatifitasnya. Terdapat berbagai macam

penggolongan mengenai wirausaha. Gartner (2001 : 268) menggolongkan tipe

kewirausahaan berdasarkan bagaimana aktifitas kewirausahaan yang dilaksanakan.

(19)

jaringan (network) dalam transaksinya, (3) transfer keterampilan yang diperoleh

dari situasi pekerjaan terdahulu, (4) membeli perusahaan, (5) mengungkit keahlian,

(6) mengamalkan pelatihan dan memproduksi produk, (7) mengejar ide yang unik,

dan (8) aktifitas bisnis yang berbeda dari pengalaman sebelumnya.

Salah satu bentuk wirausaha yang dapat menjawab permasalahan di atas

adalah berusaha sendiri sebagai agen pada PT PRUDENTIAL. Konsep PT PRUDENTIAL

merupakan salah satu metode pemasaran dengan membuat jaringan (network).

Agen pada PT PRUDENTIAL dalam menjalankan strategi pemasaran secara

bertingkat dituntut memiliki kejelian berimprovisasi untuk mempengaruhi orang

lain agar mau bergabung bersama-sama dalam menjalankan usaha asuransi.

Kehidupan dan kegiatan manusia pada hakikatnya mengandung berbagai hal

yang menunjukkan sifat hakikat dari kehidupan itu sendiri. Sifat hakikat yang

dimaksud di sini adalah suatu sifat yang tidak kekal yang selalu menyertai

kehidupan dan kegiatan manusia, baik sebagai pribadi, kelompok atau bagi

masyarakat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.

Tidak seorangpun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang

akan datang secara sempurna, meskipun dengan menggunakan berbagai alat

analisis. Setiap ramalan yang dilakukan tidak akan terlepas dari kesalahan

(20)

dilakukan. Penyebab melesetnya hasil ramalan tersebut karena di masa yang akan

datang penuh dengan ketidakpastian. Bahkan untuk hal-hal tertentu sama sekali

tidak dapat diperhitungkan seperti maut dan rezeki. Jadi wajar jika

terjadi sesuatu di masa yang akan datang hanya dapat direka-reka semata. Keadaan

yang tidak kekal, merupakan sifat alamiah yang mengakibatkan adanya

suatu keadaan yang tidak dapat diramalkan lebih dahulu secara cepat.

Dengan demikian keadaan tersebut tidak akan pernah memberikan rasa pasti.

Karena tidak adanya suatu kepastian, tentu saja akhirnya sampai pada

suatu keadaan yang tidak pasti pula. Keadaan yang tidak pasti

tersebut dapat berwujud dalam berbagai bentuk dan peristiwa yang biasanya selalu

dihindari. Keadaan yang tidak pasti, kemungkinan dapat terjadi baik dalam

bentuk atau peristiwa yang belum tentu menimbulkan rasa tidak aman yang lazim

disebut “ risiko”, sehingga dapat mengurangi rasa ketidakpastian dari manusia.

Resiko di masa datang dapat terjadi terhadap kehidupan seseorang

misalnya kematian, sakit atau resiko dipecat dari pekerjaannya. Dalam dunia bisnis

resiko yang dihadapi dapat berupa resiko kerugian akibat kebakaran, kerusakan,

kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang akan dihadapi

harus ditanggulangi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Untuk mengurangi resiko yang tidak kita inginkan di masa yang akan datang,

(21)

Atau resiko lainnya,diperlukan perusahaan yang mau menanggung

resiko.Perusahaan yang mau menanggung resiko tersebut adalah

perusahaan asuransi yang mau dan sanggup menanggung setiap resiko yang bakal

dihadapi nasabahnya baik perorangan maupun badan usaha. Hal ini disebabkan

perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha

pertanggungan terhadap resiko yang akan dihadapi oleh nasabahnya.

Menurut Kasmir (2008 : 292), dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut

Assurantie yang terdiri dari kata “assuradeur” yang berarti penanggung dan

“geassureerde” yang berarti tertanggung. Kemudian dalam bahasa Perancis disebut

“Assurance” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi. Sedangkan dalam

bahasa latin disebut “Assecurare” yang berarti menyakinkan orang.

Selanjutnya dalam bahasa Inggris kata asuransi disebut “Insurance” yang

berarti menanggung sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dan

“Assurance” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi.

Di Indonesia pengertian Asuransi seperti yang terdapat di dalam

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1992 Tentang Usaha Asuransi adalah sebagai berikut:

Assuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,

dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan

menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung

(22)

tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita

tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk

memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya

seseorang yang dipertanggungkan.

Pengertian otentik KUHD Pasal 246, ada empat unsur yang terlibat dalam

asuransi, yaitu sebagai berikut :

1. Penanggung atau investor adalah yang memberikan proteksi.

2. Tertanggung atau insurer adalah si penerima proteksi.

3. Peristiwa atau accident yang tidak diduga atau tidak diketahui

sebelumnya atau peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian.

4. Kepentingan atau interest yang diasuransikan yang mungkin

akan mengalami kerugian disebabkan oleh peristiwa itu.

Usaha asuransi adalah suatu mekanisme yang memberikan perlindungan

pada tertanggung apabila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut

benar-benar terjadi, pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai

yang diperjanjikan antara penanggung dan tertanggung. Mekanisme perlindungan

ini sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis yang penuh dengan resiko. Secara

(23)

para pelaku bisnis akan mempertimbangkan usaha untuk mengurangi resiko yang

dihadapi. Pada tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga

dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi apabila

ada salah satu anggota keluarga menghadapi resiko cacat atau meninggal.

Usaha peransuransian merupakan salah satu lembaga keuangan yang dapat

mengalihkan dan melindungi risiko tersebut. Peransuransian menghimpun

dana untuk menutupi risiko yang terjadi, di mana bila nasabah mengalami

resiko, ia akan mendapat ganti rugi atau uang pertanggungan jawab atau

pembiayaan yang menjadi haknya. Pembiayaan merupakan salah satu unsur

penting dalam asuransi karena merupakan kewajiban bagi pihak penanggung

kepada tertanggung yang diakibatkan oleh peristiwa yang terjadi. Besarnya

jumlah pembiayaan yang diberikan penanggung kepada tertanggung dipengaruhi

oleh beberapa faktor antara lain premi yang dibayar nasabah, jangka waktu

pembayaran dan umur nasabah.

Dalam perjanjian asuransi, tertanggung dan penanggung mengikat suatu

perjanjian tentang hak dan kewajiban masing-masing. Perusahaan asuransi

membebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung. Premi yang harus

dibayar sebelumnya sudah ditaksirkan terlebih dahulu atau diperhitungkan dengan

nilai resiko yang akan dihadapi. Semakin besar resiko, semakin besar premi yang

(24)

Perjanjian asuransi tertuang dalam polis asuransi, di mana disebutkan syarat

-syarat, hak-hak, kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang

dipertanggungkan dan

jangka waktu asuransi. Jika dalam masa pertanggungan terjadi resiko, pihak asuran

si akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani

bersama sebelumnya. Sekarang ini masyarakat semakin paham mengenai pentingn

ya asuransiyang dapat memberikan perlindungan atau suatu yang berharga, sehingg

a peluang ini memberikan motivasi bagi pengusaha yang ingin membangun atau m

engembangkan usaha di bidang asuransi, di mana pemerintah juga mendukung

seperti lembaga keuangan lainnya.

Prudential Life Assurance adalah lembaga asuransi yang bergerak dalam

bidang asuransi jiwa yang menyediakan beberapa jenis produk yang dapat dipilih

oleh calon nasabah tetapi produk yang paling banyak dipilih oleh para nasabah

biasanya disebut produk unggulan. Produk-produk unggulan dari PT Prudential

Life Assurance Medan adalah PRUlink fixed pay, PRUlife, PRUlife for juveniles,

PRUmajor medical, PRUaccident plus, PRUprotector plan, PRUmed, PRUlink

assurance account plus, PRUlink investor account, PRUlink syariah

assurance account, PRUlink syariah investor account, PRUhospital care, PRUsave,

(25)

hubungan yang harmonis berkesinambungan dengan para nasabah, melalui

penyediaan berbagai produk dan jasa yang menawarkan nilai tambah dari sisi

keuangan dan perlindungan.

Prudential Indonesia menutup tahun 2008 dengan total pendapatan premi

mencapai Rp 7,02 triliun, atau meningkat sebesar 27,5 % jika dibandingkan

dengan tahun 2007. Rasio Risk Based Capital (RBC) perusahaan di akhir tahun

2008 mencapai 206 %, melampaui ketentuan minimum dari Departemen

Keuangan sebesar 120 %. Rasio RBC merupakan indikator dan kemampuan

perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban perusahaan, baik kewajiban saat

ini maupun di masa depan. Sebagai salah satu contoh kewajiban yang utama

adalah kewajiban membayar klaim kepada para nasabah.

Kinerja dana-dana Prulink pada umumnya tetap memberikan hasil

investasi yang baik dan menunjukkan jejak kinerja investasi jangka panjang yang

positif terutama pada dana-dana yang diluncurkan di tiga tahun yang lalu. Perlu

diingat bahwa dana PRUlink Rupiah Managed Fund plus baru diluncurkan pada

September 2008, sementara tiga dana investasi Syariah baru diluncurkan pada

September 2007, yang terpenting dalam menilai kinerja investasi adalah melihat

tolok ukurnya di jangka panjang, dan bukan melihat kinerja jangka pendek.

(26)

1. Unit Manager.

2. Under Writing.

3. Residence Manager.

4. Bagian Ilustrasi Produk.

5. Bagian Pemulihan Polis.

6. Bagian Perubahan Polis.

7. Bagian Klaim.

8. Bagian Kasir.

9. Bagian Kuitansi.

10. Bagian Penagihan.

Para fund manager dana investasi konvensional di Prudential Asset

Management (PAM) Asia yang investasinya dikelola di Singapura serta pengelola

dana investasi syariah Prudential Fund Management Berhad (PFMB) di Malaysia

terus berupaya memberikan yang terbaik dalam memaksimalkan investasi

melalui kondisi ekonomi dunia yang bergejolak. Para fund manager professional

di PAM dan PFMB ini, dengan pengetahuan mereka serta rekam jejak yang sangat

baik dalam jangka panjang, akan terus mendedikasikan diri demi merealisasikan

potensi hasil investasi yang terus membaik dalam jangka panjang.

Tahun 2009 ini juga akan menjadi tahun yang penuh tantangan untuk

(27)

pemodal dunia kepada sektor keuangan dan perbankan kemungkinan belum akan

pulih. Namun kami percaya iklim bisnis akan membaik pada waktunya, layaknya

terjadi dalam sebuah siklus naik turunnya pasar keuangan dunia. Untuk itu, PT

Prudential Life Assurance akan terus berupaya meningkatkan kualitas

pelayanan bagi para nasabahnya. Pada Tabel 1.2 berikut dapat dilihat produk

unggulan PT

Prudential.

Tabel 1.2

Perkembangan Produk Unggulan P.T Prudential Sumber: P.T Prudential

Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis dan

(28)

Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karier Individu

Pada PT Prudential Medan”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah kemampuan wirausaha berpengaruh

positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu pada PT PRUDENTIAL.

I.3. Tujuan dan Manfaat penelitian I.3.1. Tujuan penelitan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh

kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir individu pada PT

PRUDENTIAL.

1.3.2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Perusahaan

Hasil Penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi PT Prudential untuk terus meningkatkan kualitas agar terciptanya loyalitas konsumen.

2. Bagi Peneliti

(29)

3. Bagi Pihak lain

(30)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Kata “wirausaha” dalam bahasa Indonesia adalah padanan kata bahasa

Perancis “entrepreneur”, yang sudah dikenal sejak abad ke 17. Menurut Holt

(dalam Riyanti, 2003:21), kata entrepreneur berasal dari kata kerja entreprende.

Kata “wirausaha” merupakan gabungan dari kata “wira” (gagah berani, perkasa)

dan kata “usaha”. Jadi, wirausaha berarti orang yang gagah berani atau perkasa

dalam usaha.

Kata wirausaha atau “pengusaha” diambil dari bahasa Perancis

“entrepreneur” yang pada mulanya berarti pemimpin musik atau pertunjukan

(Jhingan, 1999: 425). Dalam ekonomi, seorang pengusaha berarti orang yang

memiliki kemampuan untuk mendapatkan peluang secara berhasil. Pengusaha bisa

jadi seorang yang berpendidikan tinggi, terlatih dan terampil atau mungkin seorang

buta huruf yang memiliki keahlian yang tinggi di antara orang-orang yang tidak

demikian.

Menurut Zimmerer & Schorborough (dalam Riyanti, 2003:22) :

“an entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and

(31)

Pengusaha mempunyai kriteria kualitas sebagai berikut:

1. Energik, banyak akal, siap siaga terhadap peluang baru, mampu

menyesuaikan diri terhadap kondisi yang berubah dan mau

menanggung resiko dalam perubahan dan perkembangan.

2. Memperkenalkan perubahan teknologi dan memperbaiki kualitas

produknya.

3. Mengembangkan skala operasi dan melakukan persekutuan

mengejar dan menginvestasikan kembali labanya. (Jhingan, 2001 :

426)

Wirausahawan menggeser sumber daya ekonomi dari

bidang produktifitas yang

lebih rendah ke bidang yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar

(Armstrong, 2003 :149).

Gilder dalam The Spirit of Enterprise, menyatakan bahwa:"Para

wirausahawan adalah para inovator yang membangkitkan permintaan".

Mereka adalah pembuat pasar, pencipta modal, pengembang peluang dan

penghasilan teknologi baru. Istilah kewirausahaan banyak dijumpai dalam

uraian yang merupakan kata dasar wirausaha yang berarti segala sesuatu

(32)

Perlu diingat bahwa kewirausahaan itu bukan hanya sekedar cara untuk

mendapatkan uang, namun lebih dari itu kewirausahaan juga menciptakan

suatu gagasan inovatif, semangat memberikan kontribusi positif untuk

masyarakat.

Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki visi dalam hidupnya

yang direalisasikan menjadi suatu visi bisnis, seorang pembuat keputusan yang

membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas.

Wirausaha bukan karena memahami yang ada dalam semua kompleksitasnya,

tetapi dengan menciptakan situasi baru yang harus dicoba untuk dipahami oleh

orang lain.

Menurut Dalimunthe (2002 : 7) ada delapan ciri-ciri dari seorang

entrepreneur yaitu :

1. Mempunyai Visi

Visi secara hakikat merupakan gambaran baik masa depan maupun masa

kini, yang menggugah baik logika maupun perasaan. Seorang wirausaha

harus memiliki visi yang jelas dan dapat dipahami oleh seluruh anggota

organisasi.

2. Perencanaan

Seorang wirausaha dalam mengelola usaha berfokus pada produk dan

(33)

tujuan perusahaan dan kondisi keuangan, perusahaan harus memiliki blue

print, dengan kata lain pengusaha harus memiliki prioritas dalam usahanya

agar dapat mengatasi problem yang protensial.

3. Motivasi

Motivasi mendorong seseorang selalu berusaha menciptakan dan mencari

kepuasan baru yang berbeda dengan mengkombinasikan sumber daya yang

ada ke dalam konfigurasi yang lebih produktif. Tanpa motivasi seseorang

baru menggunakan 20 – 30 % dari kemampuannya, sedangkan adanya

motivasi diharapkan kinerja individu mencapai 80 – 90 % dari kemampuan

yang dimiliki.

4. Kreatif

Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan

secara kreatif dengan perenungan mendalam, agar dapat melakukan

penyesuaian berbagai keinginan dan kebutuhan pasar.

5. Peluang

Seorang wirausaha harus dapat melihat, memanfaatkan serta

mengimplementasikan peluang, sehingga dapat memberikan keuntungan

bagi perusahaan. Peluang atau kesempatan biasanya tidak dapat datang

(34)

antisipasi dan waktu yang tepat untuk melihat berbagai peluang tersebut.

6. Percaya diri

Percaya diri dapat meraih prestasi yang tinggi dan mengembangkan usaha.

Suatu organisasi akan meraih prestasi yang tinggi bila pimpinannya

mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk mengambil resiko, dan

menerima perubahan yang ada sesuai dengan tujuan perusahaan.

7. Berani mengambil resiko

Pengambilan resiko sangat berkaitan dengan kreatifitas yang mengubah ide

menjadi realistis dan disertai dengan upaya pencapaiannya. Setiap aktifitas

manusia selalu mengandung resiko dengan intensitas yang berbeda, sesuai

dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

8. Adaptasi

Seorang wirausahawan harus mampu membantu organisasinya dalam

menangani situasi yang tidak pasti, memiliki kekuatan dan daya tahan dan

dapat merespons serta beradaptasi terhadap pengembangan lingkungan

yang kompleks.

Adam Smith (dalam Riyanti, 2003:23) melihat wirausaha sebagai orang

yang memiliki pandangan yang tidak lazim yang dapat mengenali tuntutan

(35)

terhadap perubahan ekonomi, lalu menjadi agen ekonomi yang mengubah

permintaan menjadi produksi. Richard Cantillon (dalam Riyanti, 2003:23)

berpendapat bahwa wirausaha adalah seorang inkubator gagasan baru, yang selalu

Tabel 2.1

Ciri-Ciri dan Watak Kewirausahaan

Sumber: Suryana, 2003:14

berusaha menggunakan sumber daya secara optimal untuk mencapai tingkat

komersial paling tinggi. Sementara Menger (1971 dalam Riyanti, 2003:23)

berpendapat bahwa wirausaha adalah orang yang dapat melihat cara-cara

ekstrem dan tersusun untuk mengubah sesuatu yang tidak bernilai atau bernilai

rendah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Misalnya, dari kayu menjadi lemari

atau furniture.

Nomor Ciri-ciri Watak

1 Percaya diri Keyakinan, ketidaktergantungan, Individualitas dan optimisme 2 Berorientasi pada tugas dan has

il

Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tetap kerja keras, mempunyai dorongan keras, energik dan inisiatif

3 Pengambilan resiko dan suka tantangan

Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar.

4 Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik

(36)

Geoffrey G. Meredith (Suryana, 2003:14) mengemukakan ciri-ciri dan watak

kewirausahaan seperti dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut:

Menurut pengertian di atas, yang dimaksud dengan minat

berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan individu melalui

ide-ide yang dimiliki untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha

memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan

terjadi, dapat menerima tantangan, percaya diri, kreatif dan inovatif serta

mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan.

Terdapat berbagai macam penggolongan mengenai wirausaha. Winarto

(2003), menggolongkan dua kategori aktivitas kewirausahaan. Pertama,

berwirausaha karena melihat adanya peluang usaha (entrepreneur activity by

opportunity). Kedua, kewirausahaan karena terpaksa, tidak ada alternatif lain untuk

ke masa depan kecuali dengan melakukan kegiatan usaha tertentu. Dengan

demikian wirausaha dapat dipandang dari (1) tujuan wirausaha, dan (2) proses

berusaha. Dalam proses berusaha apakah keputusan untuk berusaha berjalan

lambat atau cepat, dan pada waktu masuk dalam bisnis apakah ia sebagai pendiri,

atau mendapat usaha dari proses membeli atau melalui franchising atau, (3)

konteks industri dan teknologi, (4) struktur kepemilikan, yaitu pemilik tunggal,

kongsi, kelompok. Namun perlu diingat, kewirausahaan itu bukan untuk sekedar

(37)

gagasan inovatif, semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Seorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki visi bisnis atau harapan

dan mengubahnya menjadi realita bisnis. Wirausaha adalah seorang pembuat

keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas.

Sebagian besar pendorong perubahan inovasi, dan kemajuan di perekonomian,

sehingga wirausaha adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk

mengambil resiko dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Wirausaha bukan karena memahami yang ada dalam semua

kompleksitasnya, tetapi dengan menciptakan situasi baru yang harus dicoba untuk

dipahami oleh orang lain. Para wirausahawan berada di dunia yang terakhir menjadi

yang pertama, tempat penawaran menciptakan permintaan, tempat keyakinan

mendahului pengetahuan.

Kets De Vries (2001 : 268) mengolongkan wirausaha berdasarkan lingkungan

mereka berasal, yaitu:

a. Wirausaha craftsmans, berasal dari pekerja kasar dengan pengalaman dalam

teknologi rendah, mekanik yang genius dan mempunyai reputasi dalam

industri.

b. Wirausaha opportunistic, berasal dari golongan kelas menengah sampai

Chief Excecutives.

(38)

formal.

d. Kewirausahaan ditandai dengan keanekaragaman, yaitu adanya pergantian

besar pada masyarakat dan perusahaan yang berterminologi wirausaha.

Dengan demikian karakteristik khusus wirausaha dapat digolongkan menjadi :

a. Berorientasi pada tindakan: “Mereka melakukan, membetulkannya,

mencoba”.

b. Memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan langkah-langkah dari

gagasan sampai aktualisasi.

c. Menjadi pemikir dan pelaku, perencana dan pekerja.

d. Terlibat, menerapkan langsung.

e. Dapat mentolerir ambiguitas.

f. Menerima resiko tetapi memahami dan mengelolanya.

g. Mengatasi, bukan menghindari kekeliruan, mereka tidak mengakui mereka

dikalahkan.

h. Memandang diri sendiri sebagai seorang yang bertanggung jawab atas nasib

mereka sendiri.

i. Percaya pada penciptaan pasar untuk gagasan mereka, bukan sekedar

menanggapi permintaan pasar yang ada.

Keberhasilan seorang wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya

(39)

bersangkutan. Sedikit keberuntungan diperlukan, tetapi dapat diargumentasikan

bahwa tidak ada keberuntungan mengubah visi menjadi realita lebih berupa kerja

keras, di samping imajinasi dan kemampuan yang mampu merubah karir individu

menjadi sukses. (Rachbini, 2001 :100). Kaum entrepereneur (wirausaha) sangat

besar artinya bagi kemajuan perekonomian, para wirausaha mempunyai katalisator

dan menunjang perkembangan arus investasi sehingga ikut memperkuat

pembangunan ekonomi yang tengah berlangsung.

Dalam proses pembentukan wirausaha tersebut memerlukan

pengembangan sumber daya manusia, meliputi bagaimana orang melakukan

aktifitas wirausaha dalam hal ini agen Prudential, tujuan berwirausaha, proses

pengambilan keputusan terjun ke Prudential. Di dalam Prudential disebut

knowledge walker, orang-orang ini selalu belajar dan belajar dengan cepat, sehingga

dapat bertahan dan maju dalam karirnya.

Pilihan menjadi wirausaha lewat Prudential diperlukan sebuah kemampuan

dalam hal kreatif, inovatif, mampu memotivasi diri sendiri dan orang lain,

keberanian mengambil resiko, mendorong perubahan dalam pengembangan

karirnya (Riyanti, 2002). Bird memberikan beberapa pendapat yakni pertama,

dipandang dari segi energi dan dorongan serta daya fisik yang kuat sehingga ingin

berkarir sebagai wirausaha. Kedua, wirausaha yang memulai pada usia tua, tidak

(40)

lebih cepat berhasil karena faktor pengalaman. (Bird, 2000 : 271).

2.2. Karir

2.2.1. Pengertian Karir.

Pengertian karir ditafsirkan beragam oleh para ahli sesuai disiplin ilmunya.

Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan aktifitas-aktifitas yang

berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang

selama rentang hidup orang tersebut”. Perencanaan karir merupakan proses yang

disengaja di mana dengan melaluinya seseorang menjadi sadar akan atribut-atribut

yang berhubungan dengan karir personal dan serangkaian langkah sepanjang hidup

memberikan sumbangan pemenuhan karir.

Pendapat Ekaningrum (2002 : 256), karir tidak lagi diartikan sebagai adanya

penghargaan institusional dengan meningkatkan kedudukan dalam hirarki formal

yang sudah ditetapkan dalam organisasi. Dalam paradigma tradisional,

pengembangan karir sering dianggap sinonim dengan persiapan untuk mobilitas ke

jenjang lebih tinggi, sehingga karir akan mendukung efektifitas individu dan

organisasi dalam mencapai tujuannya.

Menurut Dalil S (2002 : 277) “karir merupakan suatu proses yang sengaja

diciptakan perusahaan untuk membantu karyawan agar meningkatkan partisipasi di

tempat kerja. Sementara itu Glueck (2001:134) menyatakan karir individual adalah

(41)

selama masa kerjanya, sehingga karir individu melibatkan rangkaian pilihan dari

berbagai kesempatan, tapi dari sudut pandang organisasi karir merupakan proses

regenerasi tugas yang baru. Sedangkan menurut Mathis dan Jackson (2006:342)

“karir (career) adalah rangkaian posisi yang berkaitan dengan kerja yang ditempati

seseorang sepanjang hidupnya. Orang-orang mengejar karier untuk memenuhi

kebutuhan individual secara mendalam. Pada suatu saat, banyak dari kebutuhan

tersebut dapat dipenuhi hanya dengan mengenal pada pemberi kerja. Sekarang,

perbedaan antara cara individu dan organisasi memandang kariernya berbeda

secara signifikan.”

Dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian atau pekerjaan

yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan

dengan sikap, nilai, perilaku dan motivasi dalam individu. Hal-hal yang

mendorong seseorang memilih karir sebagai wirausaha, dapat diketahui

melalui penilaian kepribadian khususnya pengalaman dan latar belakangnya.

Pengalaman, seperti yang dapat dilihat dari biografi seseorang,

bermanfaat untuk melihat keterampilan, dan kompetensi untuk meningkatkan

kewirausahaan, pengembangan nilai-nilai kewirausahaan, dan mendorong untuk

mencetuskan ide-ide kewirausahaan untuk pemenuhan karirnya. Karir merupakan

(42)

sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir harus

dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir tenaga kerja, menciptakan

kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian

antara keduanya melalui berbagai mutasi personal (Wahyudi, 2002:161).

Sedangkan pendapat Ekaningrum (2002:258), karir digunakan untuk

menjelaskan orang-orang pada masing-masing peran atau status. Karir adalah

semua jabatan (pekerjaan) yang mempunyai tanggung jawab individu, sehingga

dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang dicapai

seseorang dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan dengan sikap, nilai, perilaku

dan motivasi dalam individu.

Hal–hal yang mendorong seseorang memilih karir sebagai wirausaha,

dapat diketahui melalui penilaian kepribadian khususnya pengalaman dan latar

belakangnya. Menurut Sumitro (2001 : 271): Pengalaman, seperti yang dapat dilihat

dari biografi seseorang, bermanfaat untuk melihat keterampilan, dan kompetensi

untuk meningkatkan kewirausahaan, pengembangan nilai-nilai kewirausahaan, dan

mendorong untuk mencetuskan ide-ide kewirausahaan.

2.2.2 Pengembangan Karir

Pengembangan karir (career development) adalah suatu kondisi yang

menunjukkan adanya peningkatan jenjang atau status seseorang dalam

(43)

karir (career management) dan perencanaan karir (career planning), sebagaimana

dapat dijelaskan pada Gambar 2.1 berikut:

Individual Institusional

Sumber : Simamora, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 2.

Gambar 2.1 Pengembangan Karir Organisasional

Gambar 2.1 menjelaskan bahwa pengembangan karir organisasional merupakan

hasil-hasil yang muncul dari interaksi antara perencanaan karir individu dengan

manajemen karir secara institusional.

Perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses di mana

individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk

mencapai tujuan karirnya. Perencanaan karir melibatkan

pengidentifikasian tujuan yang berkaitan dengan karir dan penyusunan

rencana untuk mencapai tujuan tersebut.

Manajemen karir (career management) adalah proses di mana organisasi

memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para pegawainya guna

menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang berbobot untuk memenuhi

Pengembangan Karir Organisasional

(44)

Memahami pengembangan karir dalam sebuah organisasi

membutuhkan suatu pemeriksaan atas dua proses, yaitu bagaimana

masing-masing individu merencanakan dan menerapkan tujuan karirnya

(perencanaan karir) dan bagaimana organisasi merancang dan menerapkan

program-program pengembangan karir (manajemen karir).

Terdapat enam orientasi pribadi yang menentukan jenis-jenis karir

yang dapat memikat individu untuk

menentukan pilihan karirnya. Keenam jenis orientasi pribadi tersebut adalah :

1. Orientasi realistik.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas fisik yang menuntut keahlian, kekuatan, dan koordinasi. Beberapa

contoh : pertanian, kehutanan, dan agrikultur.

2. Orientasi investigatif.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas kognitif (berpikir, berorganisasi, pemahaman), dari pada yang

afektif (perasaan, akting, dan emosional). Beberapa contoh : biolog, ahli kimia,

(45)

3. Orientasi sosial.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas antar pribadi dari pada fisik atau intelektual. Beberapa contoh :

psikologi klinis, layanan asing dan kerja sosial.

4. Orientasi konvensional.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas terstruktur dan teratur. Beberapa contoh : akuntan dan bankir.

5. Orientasi perusahaan.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas verbal yang ditujukan untuk mempengaruhi orang lain. Beberapa

contoh : manajer, pengacara dan tenaga humas.

6. Orientasi artistik.

Individu tipe ini akan terpikat dengan karir yang melibatkan

aktivitas-aktivitas ekspresi diri, kreasi artistik, ekspresi emosi, dan individualistik. Beberapa

contoh : artis, eksekutif periklanan, dan musisi.

2.2.3 Manfaat Pengembangan Karir

Menurut Soeprihanto (2000 : 34), manfaat pengembangan karir yaitu :

a. Kenaikan Produktifitas

Kenaikan produktifitas baik kuantitas maupun kualitas tenaga kerja

(46)

sedemikian

rupa produktifitas baik dari segi jumlah maupun mutu dapat ditingkatkan.

b. Kenaikan Modal Kerja

Apabila penyelenggaraan latihan dan pengembangan sesuai dengan

tingkat kebutuhan yang ada dalam organisasi perusahaan, akan tercipta

suatu kerja yang harmonis dan daya kerja yang meningkat.

c. Pengawasan

Pekerja semakin percaya pada kemampuan dirinya sendiri, dengan

disadari kemampuan dan kemauan kerja tersebut para pengawas tidak

terlalu dibebani untuk setiap saat mengadakan pengawasan.

d. Menurunnya Tingkat Kesalahan

Selain menurunkan pengawasan, kemauan dan kemampuan tersebut

lebih banyak menghindarkan para pekerja dari kesalahan dan kecelakaan.

2.3 Penelitian Terdahulu

2.3.1 Penelitian Ina Novita (2012) dengan judul “Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada Distributor MLM Oriflame Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir individu pada

(47)

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

deskriptif, metode analisis regresi linier berganda. Juga dilakukan analisis uji

validitas dan reliabilitas serta uji koefisien determinasi dengan menggunakan

bantuan software SPSS 16.00 for Windows. Dalam penelitian ini, peneliti

menggunakan sampel sebanyak 52 responden.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel independen

kemampuan wirausaha (inovatif, kreatif, dan berani) berpengaruh positif dan

signifikan terhadap pengembangan karir individu pada distributor Multi Level

Marketing Oriflame Cabang Medan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung = 7,676 > t

tabel = 2,000. Berdasarkan koefisien determinasi (R²) maka variabel kemampuan

wirausaha mampu menjelaskan pengaruh pengembangan karir sebesar 0,641 atau

64,10 % artinya hubungan tergolong cukup erat.

Persamaan yang dimiliki oleh peneliti terdahulu dengan penelitian yang saya

lakukan adalah sama-sama menganalisis pengaruh kemampuan wirausaha terhadap

pengembangan karir. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian saya

adalah, peneliti terdahulu meneliti pengaruh kemampuan wirausaha terhadap

pengembangan karir individu pada distributor MLM Oriflame Medan sementara

penelitian yang saya lakukan adalah meneliti pengaruh kemampuan wirausaha

(48)

2.3.2 Penelitian Rizki Pratiwi (2012) dengan judul “Pengaruh Kemampuan Wirausaha Terhadap Pengembangan Karir Individu Pada Distributor MLM Syari’ah PT AWMIT Indonesia Cabang Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kemampuan wirausaha terhadap

pengembangan karir individu pada Distributor MLM Syari’ah PT AWMIT Medan

Indonesia.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

deskriptif, metode analisis regresi linier berganda. Juga dilakukan analisis uji

validitas dan reliabilitas serta uji koefisien determinasi dengan menggunakan

bantuan software SPSS 18.00 for Windows. Dalam penelitian ini, peneliti

menggunakan sampel sebanyak 86 responden.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel independen

kemampuan wirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan

karir individu pada PT AWMIT Indonesia Cabang Medan. Hal ini dapat dilihat dari

nilai thitung = 13,891 > ttabel = 2,120.

Berdasarkan koefisien determinasi (R²) maka variabel kemampuan

wirausaha mampu menjelaskan pengaruh pengembangan karir sebesar 0,697 atau

69,70 % artinya hubungan tergolong cukup erat.

Persamaan yang dimiliki oleh peneliti terdahulu dengan penelitian yang saya

(49)

pengembangan karir. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian saya

adalah peneliti terdahulu meneliti pengaruh kemampuan wirausaha terhadap

pengembangan karir individu pada pada Distributor MLM Syari’ah PT AWMIT

Medan Indonesia, sementara penelitian yang saya lakukan adalah meneliti

pengaruh kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir individu pada PT

Prudential Medan.

2.4. Kerangka Konseptual

Berikut ini dikemukakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini

untuk memahami pengaruh kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir

individu agen Prudential. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi

kemampuan wirausaha terhadap karir individu dalam suatu perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan wirausaha digolongkan dalam dua Faktor-faktor

yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Kemampuan wirausaha digunakan

sebagai acuan untuk dapat mengetahui sejauh mana pengembangan karir individu

agen pada suatu perusahaan.

Kemampuan wirausaha sejatinya merupakan kunci utama dalam

hal meraih kesuksesan bersama perusahaan untuk meraih tujuan. Tanpa

kemampuan wirausaha banyak orang mengalami kegagalan dalam berbisnis.

(50)

skill individu yang ada pada seorang wirausahawan, kemampuan dalam

merekrut orang lain dalam artian seorang agen harus mampu meyakinkan calon

nasabah untuk bergabung di dalam perusahaan.

Kemampuan dalam menjual produk

meyakinkan calon nasabah untuk mau bergabung, semua ini haruslah dimiliki

oleh seorang agen Asuransi.

Seorang wirausaha umumnya memiliki keyakinan yang cukup tinggi

atas kemampuan diri untuk berhasil. Mereka memiliki kepercayaan yang tinggi

untuk melakukan banyak hal dengan baik dan sukses. Mereka cenderung untuk

optimis terhadap peluang keberhasilan, biasanya berdasarkan kenyataan. Tanpa

keyakinan kepercayaan untuk sukses dan mampu menghadapi tantangan akan

menurunkan semangat juang dalam melakukan bisnis (Sumarsono, 2009;125).

Perkembangan yang begitu cepat dalam kehidupan bisnis menuntut

wirausaha untuk cepat mengantisipasi perubahan yang terjadi agar mampu

bertahan dan berkembang. Wirausaha memiliki keinginan untuk mendapatkan

respon atau umpan balik terhadap suatu permasalahan. Persaingan yang begitu

ketat dalam dunia usaha menuntut untuk berpikir cerdas, cepat menanggapi

perubahan. Wirausaha memiliki kecenderungan untuk mengetahui sebaik apa

ia bekerja dan mencari pengakuan atas prestasi secara terus-menerus.

(51)

untuk dilaksanakan. Orang-orang yang sudah berhasil diyakinkan

sebelumnya

untuk bergabung ke dalam bisnis ini harus terus dibina untuk bisa merekrut orang

lain kembali, mereka perlu dimotivasi untuk terus tumbuh dan

berkembang. Dalam hal inilah diperlukan kemampuan memotivasi orang lain di

samping seorang wirausaha harus mampu memotivasi dirinya sendiri bahwa

usaha yang dilakukan

akan berhasil.

Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari kemampuan wirausaha adalah

kesuksesan berkarir dalam bisnis. Semakin berkembangnya kemampuan

wirausaha

yang dimiliki agen, semakin mudah untuk memperoleh tujuan yang ingin dicapai

yaitu pengembangan karir individu agen.

Menurut Simamora (2001:519), individu merencanakan karir guna

meningkatkan status dan kompensasi, memastikan keselamatan pekerjaan, dan

mempertahankan kemampuan dalam pasar tenaga kerja yang berubah.

Berkarir dalam bisnis asuransi tidak perlu mengeluarkan modal yang

banyak, kemampuan dalam berwirausaha sudah sangat memadai, tahap demi

tahap bisa dilalui dengan menjual produk sedikit demi sedikit sekaligus

(52)

maka otomatis penawaran premi asuransi akan semakin mudah dan lancar

karena akan semakin banyak orang yang menawarkan premi asuransi. Dengan

modal yang

sedikit dan usaha kerja keras akhirnya agen bisa mencapai sampai puncak

karirnya. Kerangka pemikiran merupakan sintesis hubungan antara variabel yang

diteliti serta disusun dari tinjauan teori dan penelitian terdahulu dan merupakan

tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis yang

dapat berbentuk bagan alur atau model matematik yang dilengkapi penjelasan

kualitatif.

Perilaku kewirausahaan adalah sikap dan kepribadian wirausaha yang

dipengaruhi oleh diri sendiri atau pengaruh dari luar/eksternal (Suryana, 2006:49).

Pengetahuan kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang

dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses

(Suryana, 2003:2). Definisi tentang kewirausahaan tersebut akan dipergunakannya

untuk melakukan upaya pengembangan prestasi organisasi dengan cara

mengambil substansi dari organisasi lain.

Motivasi berprestasi adalah suatu pembentukan perilaku yang ditandai

oleh bentuk-bentuk aktivitas atau kegiatan melalui proses psikologis, baik yang

dipengaruhi oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik, yang dapat mengarahkannya

(53)

Kemandirian pribadi adalah kekuatan diri dalam upaya untuk menciptakan

lapangan kerja baru tanpa harus bergantung kepada orang lain, mulai dari

menciptakan ide, menetapkan tujuan, sampai pada pencapaian kepuasan (dalam

Ranto, 2007:23).

Berdasarkan uraian di atas, dapat digambarkan model kerangka

konseptual pengaruh kemampuan wirausaha terhadap pengembangan karir

individu seperti dapat dilihat pada Gambar 2.2 berikut:

Gambar 2.2 Kerangka Konseptual

2.5 Hipotesis

“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian” (Sugiyono, 2005:51). Berdasarkan perumusan masalah di atas, peneliti

merumuskan hipotesis sebagai berikut: “kemampuan wirausaha berpengaruh

positif dan signifikan terhadap pengembangan karir individu pada PT Prudential”.

• Kemampuan

Wirausaha

o Kreatif (X1) o Inovatif (X2) o Berani (X3)

(54)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang

dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih

(independen) tanpa membuat perbandingan, atau penghubung dengan variabel

yang lain. Penelitian ini juga bersifat kuantitatif di mana data berbentuk angka yang

dikumpulkan dalam penelitian, diolah menggunakan metode statistik.

3.2. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT Prudential Jl. Adam Malik No. 26 Medan.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan mulai dari bulan Desember 2013 sampai dengan Maret 2014.

3.3. Batasan Operasional

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Variabel Independent (X), yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada

variabel lain yaitu:

X1 = Wirausaha Kreatif

X2 = Wirausaha Inovatif

(55)

b. Variabel Dependent (Y), yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain

yaitu: Y = Pengembangan Karir Individu

3.4. Definisi Operasional

Pada penelitian ini variabel-variabel yang dioperasionalkan adalah semua

variabel yang termasuk dalam hipotesis yang telah dirumuskan. Untuk memberikan

gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan penelitian, perlu definisi

variabel-variabel yang akan diteliti sebagai berikut :

1. Kemampuan Wirausaha (X) adalah aktifitas yang dilakukan agen Prudential

yang meliputi kreatif, inovatif, berani mengambil resiko.

a. Kreatif (X1 ) merupakan kemampuan untuk melakukan dengan lebih baik (to

do things better).

b. Inovatif (X2) kemampuan melahirkan ide-ide yang mengabungkan dan

melakukan dengan cara berbeda (doing things differently).

c. Berani (X3) kemampuan menggabungkan proses-proses baru yang belum

pernah dilakukan “orang yang suka mengambil resiko” (risk-taker).

2. Pengembangan karir individu (Y) dalam penelitian ini adalah ada karir atau

tidak ada pengembangan karir. Berdasarkan penjelasan definisi operasional

variabel Y berskala pengukuran nominal. Pada Tabel 3.1 berikut dapat dilihat

(56)

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel Defenisi Dimensi Indikator Skala

(57)

Sumber: Hasibuan (2007) dan Nawawi (2003), diolah (2013).

Berdasarkan penjelasan definisi operasional semua variabel dalam penelitian

ini, jenis variabel bebas berskala pengukuran Likert dan untuk variabel terikat

berskala pengukuran nominal. Oleh karena itu pada variabel bebas skala

pengukuran nominal ada dua kategori untuk metode analisis statistik yang

(58)

3.5. Skala Pengukuran Variabel

Penelitian ini menggunakan skala Likert yaitu digunakan untuk mengukur

sifat, pendapat dan persepsi seseorang ataupun kelompok orang tentang fenomena

sosial (Sugiyono, 2005:104). Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian

memberikan lima alternatif jawaban kepada responden dengan menggunakan skala

1 sampai 5 seperti dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut ini.

Tabel 3.2

Instrument Skala Likert

Sumber : Sugiono (2005) 3.6. Populasi Dan sampel

a. Populasi

Menurut Sugiyono (2005), populasi adalah wilayah yang terdiri atas:

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi

bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi

dalam penelitian ini adalah agen yang telah bergabung secara aktif pada PT

No. Pertanyaan Skor

1. Sangat Setuju (SS) 5

2. Setuju (S) 4

3. Kurang Setuju (KS) 3

4. Tidak Setuju (TS) 2

Gambar

Tabel 1.1:
Tabel 1.2
Gambar 2.1 Pengembangan Karir Organisasional
Gambar 2.2 Kerangka Konseptual
+7

Referensi

Dokumen terkait

On behalf of the rector IAIN Salatiga and committee of ICONIS, I would like to extend our warmest welcome to all keynote speakers and presenters from UIN Gunung

Pemerintah telah menetapkan bahwa satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut paling lambat 7 (tujuh) tahun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah

Gambar 4.15 menunjukkan bahwa penilaian postur kerja sisi kanan operator pada saat membawa batako dari stasiun pencetakan menuju stasiun pengeringan menghasilkan

1 Peta Geologi Indonesia (edisi 2) 1996 2 Peta Seismotektonik Indonesia (edisi 3) 2006 3 Peta Arah Kemagnetan Purba di Indonesia 1993 4 Peta Anomali Bouguer Indonesia 1993 5

Besides, by encapsulating a workflow engine with a WPS, the advantages of a WPS can be used, such as integration into the OGC service stack, asynchronous execution

Dalam paragraf tersebut, pernyataan yang menggunakan kata ulang berubah fonem terdapat pada

Teaching games for understanding adalah sebuah model pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam memainkan permainan untuk meningkatkan

Salah satu antena mikrostrip berbentuk H yang telah dirancang ialah ada pada jurnal [1] yang dimana digunakan untuk aplikasi wideband. Antena ini merupakan antena